Anda di halaman 1dari 3

Checkshot survey adalah survey pengukuran waktu tempuh gelombang seismik, dimana posisi sumber gelombang diletakkan di permukaan-dekat

lubang bor sementara perekam berada di dalam lubang bor. Perekaman dilakukan pada beberapa titik kedalaman lubang bor baik sebelum ataupun setelah dipasang casing. Interval kedalaman biasanya sekitar 100m. Produk utama dari checkshot adalah kurva hubungan waktu tempuh dengan kedalaman (TD Curve) yang sangat berguna untuk konversi waktu ke kedalaman. Untuk resolusi checkshot tidak sedetail log sonik. Log sonik sendiri mengukur beda waktu yang dibutuhkan gelombang suara untuk merambat 1 ft di batuan, kecenderungannya gelombang ini akan cepat di batuan yang lebih padat dan inilah yang diukur oleh alat log sonik. Log sonik dengan demikian cenderung memberikan hasil perhitungan porositas yang rendah yaitu porositas matriks. Untuk data log sonic sendiri sangat rentan terhadap perubahan lokal di sekitar lubang bor seperti washout zone, perubahan litologi yang tiba-tiba, serta hanya mampu mengukur formasi batuan sedalam 1-2 feet. Karena informasi log sonik yang hanya mencakup radius tidak lebih dari 1 meter maka dilakukan survey menggunakan VSP yang mana dengan VSP, radiusnya seolah-olah diperpanjang menjadi beberapa ratus meter bahkan lebih dari 1 km. resolusi dari VSP ini lebih bagus dari checkshot. (iso nambahi tentang vsp????) Setelah itu data TWT (Two Way Time) seismik dari checkshot atau VSP dihubungkan dengan data dari log sonik yaitu berupa depth. Hal ini dilakukan karena diantaranya terjadi perbedaan orientasi ray path (jejak sinar). Jejak sinar seismik pada survey checkshot relatif tegak lurus terhadap perlapisan batuan sedangkan sonik cenderung sejajar. Perbedaan ini menghasilkan perbedaan waktu tempuh yang dikenal dengan drift curve. Gambar disamping contoh data time-depth curve korelasi antara VSP, log sonik, dan checkshot.

NMR (Nuclear Magnetic Resonance) : Q rag mudeng. Sakretiku wae yo. NMR kui frekuensine pd kyk radio2. Ana low,ultra,high frekuensi. Terus hubungane mbek kebumian q g mudeng
pada kondisi dimana terdapat porositas primer dan sekunder maka sonic porosity merupakan gambaran porositas primer. jadi sonic log bila digunakan sendiri (tanpa log tambahan lainnya) TIDAK BISA digunakan utk membedakan mana yg porositas primer dan mana yg sekunder. karena semua hasil porositas dari sonic akan menggambarkan porositas primer. bila porositas sonic dibandingkan dgn porositas dari log lain (neutron atau density) maka perbedaan yg timbul dapat menggambarkan kemungkinan adanya porositas sekunder akibat dari fracture. cara termudah adalah dengan mem-plot porositas sonic dan porositas dari log lain pada track yg sama (gunakan warna yg berbeda). pastikan bahwa skala-nya sama. zona-zona dimana porositas dari log lain lebih besar daripada porositas dari sonic merupakan indikasi terdapatnya fracture.

2. Informasi dari Sonic Log saat berbicara ttg sonic log maka dikenal adanya S-wave Sonic Log (kadang disebut shear-sonic) dan P-wave Sonic Log (kadang disebut compressional sonic). ini bergantung pada jenis alat logging yg dipakai. informasi yg bisa didapatkan dari sonic log adalah: 1. kecepatan gelombang P (P-wave velocity) 2. kecepatan gelombang S (S-wave velocity) 3. porositas (biasanya porositas primer) 4. bisa digunakan utk identifikasi fracture (bila digabungkan dgn porositas dari log lain) 5. utk source rock evaluation (bila digabungkan dgn resistivity log). teknik ini tidak ada jaminan pasti berhasil. tapi bisa dicoba kalau memang ada shale yg diperkirakan berpotensi utk menjadi source rock. 6. kadangkala bisa juga digunakan utk korelasi antar well.

dari segi cara kerja, sama aja kok antara VSP dan checkshot. bedanya cuma di data yang dicari. kalau checkshot, kita cuma peduli dgn waktu tempuhnya saja. angkanya diambil dari pick firstbreaknya. data respon gelombangnya tidak terlalu peduli, pokoknya setelah selesai pick firstbreak-nya, data respon gelombangnya bisa dibuang, karena toh gak diperlukan lagi. sedangkan utk VSP, kita perlu semua respon gelombangnya, tidak hanya waktu pada saat first break saja. dengan demikian, dalam checkshot survey, hasil yang didapat hanya depth dan traveltime (biasanya

one-way time). sedangkan dalam VSP, hasil akhirnya adalah data depth-dan-traveltime plus corridor stack.

2. biasanya sih bukan soal depth-nya, tapi interval-nya. jadi gak penting mau di-depth berapa, yang penting, mau pakai interval berapa? tapi ini biasanya lohh...bisa saja ada coy yang minta utk VSP di depth tertentu (jadi intervalnya sesuka hati, pokoknya harus ada data di depth tertentu). kalau mereka minta di depth tertentu, maka level yang wajib ada biasanya di top formasi dan di casing shoe.

Perbedaan antara VSP dan chekshot adalah data VSP dicatat dengan jarak sampling yang lebih kecil daripada checkshot