Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

HUBUNGAN DAN TANGGUNG JAWAB ANTARA SEKOLAH, KELUARGA DAN MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN
Dosen Pembimbing : M. Fahim Tharaba, M.pd Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dasar-dasar Pendidikan Islam Semester Genap Tahun Ajaran 2012

Disusun oleh : 1. Aan Ulinnuha 2. Arif Mutohir 3. Ulya 4. JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG ( 11110108 ) ( 11110110 ) ( )

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, Taufik Serta Hidayah-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah yang berjudul Hubungan dan Tanggung Jawab Antara sekolah, Keluarga dan Masyarakat Dalam Pelaksanaan Pendidikan ini tepat pada waktunya. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu,ucapan terima kasih kami kepada : 1. M. Fahim Tharaba, M.pd Selaku dosen pembimbing kami dalam pembuatan makalah ini. 2. Teman-teman kelas B yang telah bersedia membantu dan mendukung penyusunan makalah ini. 3. Semua pihak yang tidak dapat kamisebutkan satu persatu. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman.Amin.

Malang, 14 Mei 2012

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................ i Daftar Isi.. .................... ii Bab I Pendahulan 1.1 Latar Belakang.................................................. 1.2 Rumusan Masalah.... ................................................ 1.3 Tujuan . ..................................................... Bab II Pembahasan 2.1 Hubungan Keluarga dan Pendidikan.... .................... 2.2 Hubungan Sekolah Dengan Pendidikan .......................................... 2.3Hubungan Masyarakat Dengan Pendidikan. 2.4 Pengaruh dan kerja sama antara ketiga lingkungan pendidikan..... ..

Bab III Penutup 3.1 Kesimpulan ............................................................... 3.2 Saran ......................................................... Daftar Pustaka.. ................................................................

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah Dari rumusan masalah byang ada diatas, meka kami memberikan berbagai masalah diantaranya: 2.1 Bagaimana Hubungan Keluarga dan Pendidikan? 2.2 Bagaimana Hubungan Sekolah Dengan Pendidikan? 2.3 Bagaimana Hubungan Masyarakat Dengan Pendidikan? 2.4 Bagaimana Pengaruh dan Kerja Sama Antara Ketiga Lingkungan Pendidikan? 1.3 Tujuan Dari rumusan masalah diatas maka tujuan kami, yaitu: 2.1 Untuk Mengetahui Hubungan Keluarga dan Pendidikan 2.2 Untuk Mengetahui Hubungan Sekolah Dengan Pendidikan 2.3 Untuk Mengetahui Hubungan Masyarakat Dengan Pendidikan 2.4 Untuk Mengetahui Pengaruh dan Kerja Sama Antara Ketiga Lingkungan Pendidikan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Keluarga dan pendidikan 1. Pengertian Keluarga Kata keluarga terdiri atas dua kata yakni: kawula dan warga. Didalam bahasa jawa kuno, kawulo berarti hamba. Maksudnya, orang yang menghambakan diri. Warga artinya anggota maksudnya seseorang yang dalam lingkungannya mempunyai hak dan kewajiban atas terselenggaranya sesuatu yang baik bagi lingkungan. Jadi, keluarga ialah satuan kesatuan (kelompok), dimana anggota-anggotanya mengabdi diri kepada kepentingan dan tujuan kelompok tersebut 2. Bentuk keluarga Ada dua bentuk keluarga, yaitu: a. keluarga inti Dinamakan juga batih (nuclear family) yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak yang belum menikah. Mereka mempunyai ikatan secara hukum (agama), biologis, psikologis, dan sosial ekonomi yang dilandasi cinta kasih dan tanggung jawab. b. keluarga luas Dinamakan juga extented family yang terdiri atas keluarga inti ditambah dengan anak- anak yang telah menikah, serta anggota keluarga yang lain sepeti kakak dan adik dari suami-istri, mertua, paman, bibi, dan keponakan yang tinggal dalam satu rumah. 3. Peranan keluarga Peranan orang tua terhadap pendidikan anak, yaitu :

a. Menurunkan sifat biologis atau susunan anatomi melalui hereditas (besar badan atau bentuk tubuh, warna kulit, dan warna mata), menurunkan susunan urat saraf, kapasitas intelegensi, motor and sensory equipment (alat-alat rasa dan gerak). b. Memberikan dasar-dasar pendidikan, sikap, dan ketrampilan dasar seperti pendidikan agama, budi pekrti, sopan santun, estetika, kasih sayang, rasa aman, dasar-dasar untuk memeatuhi peraturan-peraturan, dan menanamkan kebiasaan-kebiasaan. Henddaknya di berikan oleh keluarga atau orang tua dengan contoh dan perbuatan, bukanlah hanya dengan nasihat-nasihat sebab salah satu sifat kanak-kanak yakni suka meniru. Segala sesuatau yang dilakukan keluarga atau orang tua kepada anak merupakan pembinaan kebiasaan pada anak yang akan tumbuh menjadi tindakan moral di kemudian hari (moral behavior). Dengan kata lain, setiap pengalaman anak, baik yang di terima melalui penglihatan, pendengaran, atau perlakuan terhadap anak pada waktu kecil akan merupakan pembinaan kebiasaaan yang tumbuh menjadi tindakan moral di kemudian hari. Sebagai contoh, orang tua yang sering memperlakukan atau melayani anak dengan kasar dan keras maka pada jiwa anak tumbuh rasa tidak senang bahkan tidak di sayangi. Oleh karena itu, lama kelamaan pada anak terjadi pula sikap kasar dan keras terhadap siapa saja dalam lingkungannya/ Contoh lain, orang tua yang sering membongi anak, sekedar menakut-nakuti untuk menghentikan tangisannya maka dapat pula bibit pembohong itu berkembang pada jiwa anak. Pendidikan dalam keluarga atau di rumah tangga merupakan pendidikan luar sekolah yang tidak di lembagakan. Pendidikan luar sekolah yang tidak di kemabangkan ialah proses pendidikan seseorang dari pengalaman sehari-sehari dengan sadar atau tidak sadar, pada umumnya tidak terartur dan tidak sistematis sejak seseorang lahir sampai mati. Sampai umur tiga tahun, pada umumnya seorang anak selalu berada di rumah tangga, kecuali bagi beberapa ibu atau wanita karier yang menempatkan bayinya pada tempat titipan. Sesudah umur tiga tahun baru masuk Nursery School. Di Indenosia belum

banyak Nursery School, mungkin hanya ada di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, hingga yang tersebar luas sampai ke desa-desa, yakni taman kanak-kanak. Menurut Sigmund Freud, Pada dasarnya kepribadian seseorang telah terbentuk pada akhir tahun kelima dari umur orang itu. Perkembangan selanjutnya merupakan penghalusan struktur dasar itu. Lalu menurut Allport Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psychophysis yang menentukan cara seseorang yang khas dalam menyaksikan diri terhadap lingkungannya. Istilah kepribadian dan watak sering di gunakan secara bertukar-tukar. Namun, Allport menyatakan bahwa biasanya kata watak menunjukan arti normatif, dan watak sebagian dari kepribadian. Menurut Woodworth dan Marquis Kepribadian secara luas ialah keseluruhan kualitas tingkah laku seseorang, seperti ternyata dari cara berpikir dan merasa yang telah menjadi kebiasaanya, dari sikap dan minat-minatnya, dari caranya bertindak, berbuat, dan falsafah hidupnya. Secara sempit kepribadian ialah suatu ciri khas seseorang yang secara relatif bersifat tetap. Watak umumnya menunjukan perbuatan yang dapat di sebut baik atau buruk yang sesuai atau bertentangan dengan norma-norma sosial yang telah ada. Watak menyinggung aspek moral dari kepribadian. Pada dasarnya kepribadian seseorang telah terbentuk pada akhir tahun ke lima dari umur seseorang maka sangat besar peranan keluarga atau orang tua terhadap pembentukan kepribadian anak. Bila pskiater menemui suatu penyimpangan dalam kehidupan seseorang maka akan di cari sebab-sebanya pada masa kanak-kanak orang itu. Kalau seorang remaja (sebagai contoh yang berumur 17 atau 18 tahun) menunjukan kepribadian yang menyimpang maka pskiater akan bertanya kepada keluarga atau orang tuanya mengenai apa-apa yang mungkin terjadi pada masa kanak-kanak dan remaja. Peranan orang tua terutama ibu sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan anak. Menurut Errickson, Perasaan aman hidup di dunia hanya mungkin di punyai anak bila sejak lahir diliputi susana cinta kasih (kasih sayang) serta diterima oleh ibunya dengan kegembiraan dan keikhlasan.

c. Sehubungan dengan 2.2 Hubungan Sekolah Dengan Pendidikan

2.3 Hubungan Masyarakat Dengan Pendidikan

2.4 Pengaruh dan Kerja Sama Antara Ketiga Lingkungan Pendidikan

2.5

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran Berdasarkan materi yang dibuat oleh penuis kali ini yang berjudul Hubungan dan Tanggung Jawab Antara sekolah, Keluarga dan Masyarakat Dalam Pelaksanaan Pendidikan telah dibuat dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati sesuai dengan Literatur yang telah kami baca dan kami fahami, dan kami patut bersyukur kepada tuhan yang maha Esa atas terselasainya makalah ini walaupun sebenarnya masih banyak kekurangan didalamnya Kami selaku penulis menyadari bahwasanya makalah kami ini masih jauh dari kesempurnaan. oleh karna itu kami selaku penulis meminta saran kepada pembaca supaya dalam pembuatan makalah berikutnya kami bisa memberikan sesuatu yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Idris, Zahara dan Lisma Jamal. 1992. Pengantar Pendidikan 1. Jakarta: Grasindo Tirtarahardja, Umar dan S. L. La sulo. 2008. Pengantar Pendidika Edisi Revisi cetakan Ke-2. Jakarta: Rineka Cipta. Ihsan, Fuad. 2010. Dasar-dasar Kependidikan: Komponen MKDK Cetakan Ke-6. Jakarta: Rineka Cipta. Naim, Ngainun. 2011. Dasar-dasar Komunikasi Pendidikan Cetakan Ke-1. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.