Tinjauan Pustaka

VARICELA ZOSTER PADA ANAK
Martin Kurniawanl.'Norberta
J Fakultas

Dessy', Matheus Tatang''

Kedokteran, Universitas Pelita Harapan 2Departemen Patologi Klinik; Universitas Pelita Harapan 3Departemen Anak, Univeritas Pelita Harapan

ABSTRACT
Varicella is a viral infectious disease which a caused by varicella-zoster virus. It manifests as chickenpox and its latent reactivation will manifests as herpes zoster (shingles). The clinical , signs of varicella begin as macule that soon becomes itchy vesicle on scalp, face, and trunk. On the other hand, herpes zoster's infection commonly manifests as vesicular lesions which distributed unilaterally according to the infected sensory nerves. The diagnosis of varicella should be made clinically rather than laboratory (virology and serology). Vaccination and administration of immunoglobulin are recommended for prophylaxis. Acyclovir has been the drug of choice for both varicella and herpes zoster infection. Complications may vary from bacterial infection until hemorrhage and neurologic disorder.

Key words: varicella- virus- infection ABSTRAK
Penyakit cacar air adalah penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh virus Varicella-Zoster yang dapat bermanifestasi menjadi varicela (chickenpox) dan reaktivasi latennya menimbulkan herpes zoster '(shingles). GejaZa klinis varicela dapat ditemukan pada kulit kepala, muka, badan, biasanya sangat gatal, berupa makula kemerahan, yang kemudian dapat berubah menjadi lesi-lesi vesikel. Sedangkan, herpes zoster umumnya menimbulkan lesi vesikular yang terdistribusi unilateral sesuai dengan perjalanan saraf sensori terinfeksi. Diagnosis varicela ditegakkan secara klinis maupun laboratorium (teknik virologi dan serologi), Pencegahan yang dapat digunakan terhadap penyakit ini adalah vaksinasi dan immunoglobulin. Obat pilihan utama terhadap penyakit varicella dan herpes zoster adalah antivirus jenis asiklovir. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah infeksi bakteri, perdarahan, dan gangguan saraf.

Kata kunci: varicela - virus - infeksi
PENDAHULUAN

Penyakit cacar air (varicela) mungkin sudah tidak asinf lagi dan merupakan penyakit yang mendunia'. Varicela merupakan penyakit menular yang dapat menyerang siapa saja,
Ma~tinus Kurniawan cQ) Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan JI. Boulevard Jend.Sudirrnan, Lippo Karawaci, Tangerang, Indonesia. Tel: +62-21.54210130 ; Fax: +62-21-54210133; e-mail: rnartini0203@yahoo.com

terutama mereka yang belum mendapatkan imunisasi. Di Indonesia, tidak banyak data yang mencatat kasus varicela atau cacar air secara nasional. Data yang tercatat merupakan data epidemi cacar air pada daerah tertentu saja, Data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas menyebutkan, selama periode Januari hingga November 2007, sedikitnya 691 warga terkena penyakit cacar air atau varicela, Jumlah penderita terbanyak pada kecamatan Kembaran dengan 155 pasien, kemudian kecamatan Kalibagor 79 penderita, dan kecamatan Karanglewas 75 orang. Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinkes mengatakan

UNIVERSITAS

PELITA HARAPAN

23

? Sekitar 50% kasus terjadi pada anak-anak usia 5-9 tahun. laten. dapat. pada penderita imunokompromise. Virus ini meinpunyai amp lop. dan krusta. Kongenital varicella ditandai dengan hipoplasia ekstremitas.' Berdasarkan data-data tersebut. diperlukan adanya usaha pencegahan dengan vaksinasi yang telah terbukti sangat efektif untuk mengontrol 'penyebaran penyakit varicela. vesikuler. berbentuk ikosahedral. Masa inkubasi berlangsung sekitar 14 hari. dan rekuren. dan mikrosefali.' DEFINISI Virus varicella-zoster dapat menyebabkan infeksi primer. Reaktivasi laten dari virus varicella-zoster umumnya terjadi pada dekade ke enam dengan munculnya shingles yang berkarakteristik sebagai lesi vesikular terbatas pada dermatom tertentu dan disertai rasa sakit yanghebat. virus menghilang lebih lambat yaitu 24-72 jam setelah timbulnya ruam kulit.l':'? Pada fase ini.771 orang.' Insidensinya berkisar antara 65-86% dengan masa penularan 24-48 jam sebelum lesi kulit muncul serta 3-7 hari setelah lesi muncul. dan memiliki DNA berantai ganda ~ang mengkode lebih dari 70 macam protein . Data Dinkes tahun 2006 mencatat. insidens akan meningkat pada penderita dengan system imun rendah.6 Penyakit iru sangat menu1ar dengan karakteristik Iesi-lesi vesikel kemerahan.' PATOGENESIS 24 UNIVERSITAS PELITA HARAPAN . Vaksin ini mempunyai kemampuan 70-90% untuk mencegah varicela dengan efektifitas 95% dalam mencegah varicela berat. banyak pula ditemukan pada usia 14 tahun dan 10-14 tahun. dimana virus akan menyebar ke kelenjar lirnfe.F VZV yang ada .14. lesi inilah yang mernfasilitasi penyebaran virus melalui jalur traktus respiratorius.7. Penyebaran lesi di kulit diketahui disebabkan oleh adanya protein ORF47 kinase yang berguna." Infeksi VZV pada ganglion dorsalis merupakan akibat penjalaran lesi mukokutan melalui akson sel neuron pada infeksi primer atau disebabkan oleh penularan dad sel mononuklear terinfeksi sebelum terjadinya ruam-ruam pada kulit. sangat mirip dengan herpes simplex virus. Tidak terdapat perbedaan jeuis kelamin maupun ras. Infeksi ini menyebabkan timbulnya fusi dari sel epitel membentuk sel multinukleus yang ditandai den~an adanya inklusi eosinofilik intranuklear.'. yakni degenerasi sel epitelial akan menyebabkan timbulnya ruangan yang berisi oleh cairan.15Virus-virus ini bermigrasi dan bereplikasi dad kapiler menuju ke jaringan kulit dan menyebabkan lesi makulopapular. 6 EPIDEMIOWGI Virus irri ditemukan pada tahun 19956 dengan manusia sebagai satu-satunya reservoir. Infeksi primer bermanifestasi sebagai varicela (chickenpox)." Reaktivasi VZV hamil terjangkit varicela pada 5 hari sebelum melahirkan atau 48 jam setelah melahirkan. pada proses replikasi virus. ditularkan melalui jalur respirasi. penularan terjadi melalui droplet kepada membran mukosa orang sehat misalnya konjungtiva. reaktivasi dari infeksi laten menyebabkan herpes zoster (shingles).VARICELA ZOSTER terdapat lebih dati lima ratus penderita. Sekitar 75% kasus terjadi pada umur di atas 45 tahun.. 11. Penyakit irri sangat menular dengan attack rate ± 90% terhadap orang yang rentan. insidens dari herpes zoster adalah 215 per 100." Perinatal varicela dengan kematian dapat terjadi apabila ibu VZV merupakan virus yang menular selama 1-2 hari sebelum lesi kulit muncul. dalam sel mononuklear mulai menghilang 24 jam sebelum terjadinya ruam kulit.' .000 orang per tahun. kemudian menuju ke hati dan sel-sel mononuklear. dan menimbulkan lesi pada orofaring. lesi kulit. IS VZV dapat menyebabkan terjadinya infeksi diseminata yang biasanya berhubungan dengan rendahnya sistem imun dari penderita.17 Perkembangan vesike1 berhubungan dengan peristiwa "ballooning". jumlah penderita penyakit cacar air sebanyak 1.000 kasus diperlukan perawatan di rumah sakit dan 100 meninggal setiap tahunnya.8•9•10 Secara keseluruhan.' ETIOLOGI Chickenpox dan shingles disebabkan oleh varicella-zoster virus (VZV) dari keluarga herpes virus. Kematian berkaitan dengan rendahnya sistem imununitas pada neonatus. akan tetapi jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun 200~.

sakit kepala. dan otak. Herpes zoster biasanya menyerang dermatom . malformasi ekstremitas.6 Sindroma Varicella Kongenital Diketahui hanya 2% fetus dengan ibu terinfeksi varicella yang menampilkan VZV embriopati pada usia 20 minggu kehamilan. dermatom . Pada neonatus yang telah terinfeksi varicella hingga dapat mengancam jiwa atau yang mengalami komplikasi berat dapat diberikan asiklovir IV sebanyak 10 mglkgBB tiap 8jam. diperkirakan disebabkan oleh VZV tipe virulen. dan anoreksia dapat timbul bersamaan dengan lesi kulit." Pada individu yang memiliki sistem imun yang baik. muka. lelah. Gejala sistemik seperti demam. berupa macula kemerahan... badan." Vesikel yang timbul juga sempa dengan varicella. biasanya sangat gatal. dan sakit abdomen. dan disrupsi morfologi dari sel neuron dan nonneuron menyebabkan myelitis. Diagnosis dapat mengunakan Remeriksaan DNA virus dengan metode peR. MANIFESTASI KLINIS Dimulai dengan gejala prodromal seperti demam. yang terinfeksi akan sembuh dalam 2 minggu. Kelainan pada mata berupa katarak. saraf simpatis pada servikal dan lumbosakral sehingga menyebabkan sindroma homer dan disfungsi dari uretra dan sfingter anal. malaise. Timbul rasa sakit yang hebat di daerah abdominal disertai dengan perdarahan pada vesikel.5." Lesi kulit awal mengenai kulit kepala.6 Herpes Zoster Herpes zoster sangat jarang ditemukan pada anak. Untuk ibu terinfeksi varicela dengan jarak > 1 minggu sebelum partus. primer ataupun immunisasi dengan ditandai munculnya kembali ruam-ruam kulit (bentuk makulopapular) tanpa disertai demam. yaitu berupa vesikel berisi cairan dan disertai rasa nyeri neuropatik.22 dan 2 han setelah partus juga memerlukan pemberian VZIG sebanyak I vial. Sangat direkomendasikan pemberian antibodi (VZIG) pada neonatus yang terinfeksi. sekitar T5 hingga T12. Gejala pada kulit sikatriks. dan terus munculnya lesi-lesi baru. seperti tampilan tetesan air mata. ekstremitas. 21. kemoterapi. . Sekitar 14 sampai 20% pasien memiliki penyakit yang terdistribusi pada saraf kranial dan 16% pasien terinfeksi pada dermatom lumbosalaal terutama L1 hingga L2.Mei 2009 simptomatik dapat menyebabkan timbulnya lesi vesikular pada kulit yang terdistribusi hanya pada dermatom tertentu mengikuti saraf sensori tertentu. Hipopigmentasi dapat terjadi akibat penyembuhan lesi. keganasan. dan jurnlah lirnfosit <500 sel/rnrrr'. Gejala yang khas biasanya terlihat pada kulit. Scar atau bekas luka jarang terjadi akibat infeksi varicella. kemudian berubah menjadi lesi vesikel kecil dan berisi cairan di dalamnya. nekrosis. 3 No.MEDICINUS .24 Sekitar 40% pasien dengan herpes zoster memiliki nilai leukosit dan protein yang meningkat pada cairan serebrospinal. toraks. namun hipersensitivitas kulit dapat terus berlangsung hingga 2 bulan. bayi yang dilahirkan tetap diberikan VZIG. Neonatal Chickenpox Infeksi ini timbul apabila jarak infeksi varicela pada ibu dengan kelahiran < 1 minggu. perdarahan hebat. serta afasia bila mengenai otak secara keseluruhan Pada pemeriksaan histology ditemukan adanya proses nekrosis pada otak. Infeksi pada fetus juga dapat menyebabkan gangguan pada.6 Progresif Varicella Progresif varicella adalah suatu keadaan yang ditandai dengan koagulopati. Faktor resiko keadaan ini adalah penderita kongenital dengan imundefisiensi.5. Vol. dan postherpetik neuralgia (PHN). mata.' Penyembuhan adalah terbentuknya sel epitel kulit baru yang muncul dari dasar lesi. Infeksi pada fetus 16-20 minggu dapat menyebabkan gangguan pada mata dan otak. Breakthrough Varicella Apabila infeksi terjadi 2 minggu pasca infeksi . yang langsung 24-48 jam sebelum lesi kulit muncul. Fetus yang terinfeksi pada usia 6-12 minggu dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan ekstremitas. Gejala pada saluran pemafasan dan muntah jarang sekali terjadi. I ." Terjadi proses inflamasi. defisit fungsi motorik. namun dapat pula timbul sebagai akibat infeksi varicela pada awal kehidupan anak yang didapat dari ibu.1 Februari 2009 . Bayi dengan ibu terinfeksi varicella 5 hari sebelum partus UNIVERSITAS PELITA HARAPAN 25 .

dimana riwayat penyakit varicelanya tidak jelas. diikuti oleh limfositosis. hampir serupa dengan pemeriksaan enzyme immunoassay atau imunoblotting.i" TehnikPCR Metode virologi dengan mendeteksi DNA virus ataupun protein virus digunakan sebagai salah satu metode diagnosis infeksi VZV. Selain itu.30 Pengobatan Pemberian asetaminofen untuk mengurangi perasaan tidak nyarnan akibat demam. 33 Valasiklovir adalah asiklovir dengan derivat valin ester yang memungkinkan absorbsi secara oral lebih baik dari asiklovir biasa. Konsentrasi yang biasanya diperlukan untuk menginhibisi VZV adalah sekitar 1 hingga 2 mg/ml. Reaktivasi VZV memacu JgM yang terkadang sulit dibedakan dengan kehadiran IgM pada infeksi primer. Spesimen sebaiknya disimpan di dalam es atau pendingin dengan suhu -7OC apabila penyimpanan dilakukan untuk waktu yang lebih lama." PENGOBATAN DAN PROFILAKSIS Asiklovir. famsiklovir. valasiklovir berubah kembali menjadi asiklovir pada saat proses absorbsi dan memiliki cara kerja yang sarna terhadap VZV dengan derivat asiklovir biasa. 6-deoksi ester penciclovir. Keberadaan IgG.VARICELA ZOSTER DIAGNOSIS LABORA TORIUM Pemeriksaan laboratorium sangat penting untuk mendiagnosis pasien yang dicurigai menderita varicella atau herpes zoster serta untuk menentukan terapi antivirus yang sesuai. Nukleotida ini telah menggantikan vidarabin dan lPN-a. guna mengetahui antibodi pasif atau pernah mendapat vaksin aktif terhadap varicela. Pasien dengan gangguan neurologi akibat varicela biasanya mengalami limfositik pleositosis dan peningkatan protein pada cairan serebrospinal serta glukosa yang umumnya dalarn batas normal. Topikal dan antibiotik sistemik dapat diberikan untuk mengatasi superinfeksi bakteri. untuk mengetahui status imunitas terhadap VZV. Pemeriksaan fungsi hati (75%) juga mengalami kenaikan. yang merupakan antivirus pertama yang diketahui memiliki efek klinis untuk mengatasi infeksi primer dan rekurens dari VZV? Asiklovir hanya terfosforilasi ketika bertemu dengan timidin kinase dari virus. terdapat pula BvaraU yang merupakan nukleosida lain yang juga memiliki kemampuan tinggi untuk menginhibisi aktivitas VZV in vitro. Tes ini sangat sensitif dan spesifik. Teknik lain adalah dengan menggunakan fluorescent-antibodi membrane antigen assay." Teknik Serologi Salah satu metode serologik yang digunakan untuk mendiagnosis infeksi VZV di dasarkan pada pemeriksaan serum akut dan konvalesens yaitu IgM dan IgG. maka selular kinase akan memetabolisme monofosfat menjadi trifosfat yang bersifat kompetitif inhibitor dan menjadi rantai terminasi DNA virus polimerase. Metabolisme dari obat ini dimulai dati uptake di sel usus dan diselesaikan di hati. Cara kerj anya serupa dengan asiklovir.25 mg/kg setiap 6 jam atau hidroksin 0. obat ini cenderung inaktif di dalam tubuh kecuali bila tersensitisasi dengan sel yang terinfeksi VZV atau yang telah memiliki enzim virus. yang merupakan analog dari guanosin nukleotida." Pemeriksaan serologik lain yang mendukung adalah lateks aglutinasi. pada dasamya merupakan petanda dati infeksi laten terkecuali pasien telah menerima antibodi pasif dati immunoglobulin." Obat lainnya adalah farnsiklovir yang merupakan diasetil.29. pemeriksaan Ill! dapat mendeteksi antibodi yang terikat pada sel yang terinfeksi oleh VZV. antipruritus seperti difenhidramin 1.i" Terapi antivirus menurunkan mortalitas karen a progresif pneumonia dapat 26 UNIVERSITAS PELITA HARAPAN . dan valasiklovir adalah agen antiviral yang telah diakui untuk penanganan terhadap infeksi varicella. Pemeriksaan IgG mempunyai kepentingan klinis." Salah satu kepentingan pemeriksaan antibodi IgG adalah untuk mengetahui status imun seseorang. Pemeriksaan VZV IgM memiliki sensitifitas dan spesifisitas yang rendah." Leukopenia terjadi pada 72 jam pertarna.5 mg/kg setiap 6 jam. Setelah terjadi penggabungan antara asiklovir dengan timidine kinase.' Untuk mereka yang mengalami resistensi terhadap asiklovir maka dapat diberikan foskarnet sebagai penggantinya.

39. yaitu 9. lesi kulit. profilaksis asiklovir sebagai peneegahan infeksi VZV jarang dipergunakan. limpoma. Vaksin ini dapat meningkatkan limfosit T yang mengenali VZV antigen atau protein virus. Proliferasi limfosit T terhadap antigen VZV dapat terus terjaga hingga 6 tahun pada anak dengan imunitas yang baik dan telah diberikan vaksin varicella.simptom telah muneul. Semakin tinggi antigen yang terdapat di dalam vaksin maka semakin besar .43. • Usia 12 bulan-13 tahun. interval 4-8 minggu Varicellar' Indikasi and Kontraindikasi Vaksin UNIVERSITAS PELITA HARAPAN 27 .1 Februari 2009 .3 ± 1. N amun seeara klinis. Oleh karena rendahnya absorbsi oral. Terapi asiklovir pada anak imunodefisiensi hams dimulai pada 24 hingga 72 jam sesudah muneul ruam kulit. Imunisasi dengan vaksin varicella juga dapat meningkatkan sitotoksik T sel yang dapat melisis VZV protein. diberikan vaksin dalam 2 dosis dengan jarak 3 bulan. Kontraindikasi: • Kongenital imunodefisiensi • Leukemia. BvaraU (sorivudine) yang diberikan dalam 40 mg/hari selama 5 hari telah diteliti dapat mengurangi demam.36 Efikasi dari famsiklovir dan valasiklovir belum terevaluasi baik pada penderita yang sehat dan imonudefisiensi.6 Profilaksis denganTerapi Antiviral Uji efikasi -profilaksis asiklovir . Pencegahan Pasif dengan Antibodi Varicella zoster immunoglobulin (VZIG). Sirkulasi T liinfosit yang spesifik terhadap VZV dapat muncul pada darah perifer sekitar 2 hingga 6 minggu setelah pemberian varicella vaksin. VZIG profilaksis diindikasikan untuk individu beresiko tinggi.MEDICINUS . kontribusinya dalam meningkatkan level dari imunitas. memberikan hasil yang cukup baik pada penderita transplantasi sumsum tulang yang beresiko tinggi terkena infeksi VZV. Vol. walaupun pemberian ditunda hingga 24 sampai 96 jam setelah .Mei 2009 dicegah. sarna baiknya seperti pemberian antibodi VZIG setelah 1 jahun. Diberikan satu dosis • Usia 13 tahun hingga dewasa.35. neonatal yang terekspose oleh ibu yang terinfeksi varicella.5. 39 I Infeksi limfoblastik leukemia akut dalam masa remisi dan HIV dengan CD4 >25%. Dalam beberapa studi juga disebutkan bahwa indeks stimulasi cell mediated immune response terhadap VZV pada pemberian dosis vaksin ganda selama 1 tahun adalah 22.2 ± 6. kemuneulan lesi pertama. Terapi dilanjutkan untuk 7 hari atau sampai tidak ada lesi barn yang muncul dalam 48 " jam. Dua dosis.t"" Studi imunologis menunjukan bahwa pemberian vaksin varicella hidup yang dilemahkan dapat meningkatkan serokonversi (sekitar 95%). Imunisasi dengan vaksin varicella dapat meningkatkan memori dari limfosit T yang berguna untuk memproliferasi dan memproduksi limfokin terhada~ protein IE62 dan glikoprotein viruS. obat diberikan intravena dengan tiap pemberian dosis 500 mg/m' dalam 8 jam. • Kehamilan • Alergi neomisin • Asam salisilat lebih dari -6 minggu Tidak ada simptom klinis yang muneul dari pemberian vaksin dengan dosis 2: 9000 PFU infeksius virus. setidaknya diberikan dalam waktu tidak lebih dari 96 jam_37.42 dibandingkan dengan pemberian dosis tunggal .31. karena terapi VZV akan lebih efektif apabila . Oka vaksin yang diberikan kepada anak dengan leukemia dalam masa remisi dengan • Indikasi: . termasuk anak-anak imunodefisiensi. dan mengubah prognosis infeksi varicella pada anak yang beresiko tinggi. 3 No. wanita hamil yang pemah mempunyai kontak langsung dengan penderita varicella. atau keganasan lain • Infeksi HN simptomatik • Kortikosteroid dosis tinggi .38 Antibodi yang diberikan setelah timbulnya gejala tidak dapatmengurangi keparahan yang terjadi. adalah antibodi IgG terhadap VZV dengan dosis pemberian satu vial untuk 10 kg berat badan seeara intramuskular (1M). Vaksin ini dapat menginduksi proteksi hingga lebih dari 95% terhadap terjadinya penularan.

yang disebabkan karena adanya virus varicella di dalam sendi. Biasanya ensefalitis akibat varicella hanya terjadi sekitar 16 hari. aureus atau Streptococcus pyogenes (eruE A beta hemolitik streptococcus). Varicella ensefalitis biasanya dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 24 hingga 72 jam. antara lain: terganggunya fungsi sensori. arthritis. kebanyakan pasien sembuh tanpa ada suatu kecacatan tertentu. fotophobia. epistaksis. Namun. 40 hingga 50% pada usia lebih dari 60 tahun. pyogenes umumnya menyebabkan . pericarditis. 6 Antibiotik sebenarnya dapat dipakai untuk mengurangi resiko kematian. Komplikasi lain yang mungkin pula terjadi. terj adi 1 sampai 2 minggu setelah infeksi varicella." Gejala seperti perdarahan.' terjadinya arthritis virus. anak-anak dengan leukemia yang telah mendapatkan vaksin sulit untuk memperoleh peningkatan cell-mediated imunity terhadap VZV.VARICELA ZOSTER jumlah limfosit berkisar di atas 700." KOMPLIKASI Varicela Komplikasi yang paling sering ditemukan akibat infeksi varicella adalah infeksi bakteri S. pancreatitis. dan osteomyelitis.6. dapat mengurangi sekitar 13% kejadian serangan. didapatkan keterangan bahwa 9% kasus dari herpes zoster berkaitan dengan PHN selama 4 minggu hingga mencapai 10 tahun. karena dapat meningkatkan resiko terjadinya sindroma Reye. meningismus. petekie. dan terlihat elektroensefalogram yang abnormal.5% dari keseluruhan pasien. namun hal ini sangat jarang terjadi kira-kira hanya 0. Manifestasi lain yang adalah pneumonia. Gejala-gejala yang dapat rnuncul. Nyeri menetap dirasakan oleh 22% pasien yang mendapatkan sindroma ini. Gejala lain yang biasanya terjadi adalah serebral angitis. Infeksi sendi biasanya sembuh dalam 3 hingga 5 hari. . Dari beberapa data. dan mikroinfark yang terkait dengan herpes zoster oftalmikus dan reaktivasi saraf kranial pada individu berusia lanjut. Dilaporkan pula dapat terjadi transverse myelitis. limfadenitis regional dan abses subkutan dapat muncul. Penjalaran dari kulit hingga menyebabkan ensefalitis terjadi dalam waktu 9 hari hingga 6 minggu. S. perdarahan gastrointestinal. Komplikasi pada susunan saraf pusat biasanya terjadi pad a anak dibawah 5 tahun dan lebih dari usia 20 tahun. biasanya hilang dalam beberapa waktu. Resiko PHN berkepanjangan meningkat. Paresis saraf kranial dan peripheral dapat terjadi akibat komplikasi herpes zoster pada susunan saraf pusat. namun pada keadaan sepsis kurang berguna. Begitu pula dengan ataksia serebelum. purpura. gejala ini jarang terjadi. Pada CT -Scan biasanya diperoleh hasil adanya tampilan infark pada daerah yang diperfusi oleh arteri serebri media. sakit kepala. perlu diingat pada dasamya pencegahan lebih baik untuk mengurangi angka kematian daripada mengobati penyakit yang sudah terjadi. Resiko dari PHN sebenarnya berhubungan dengan peningkatan usia dan kondisi imunodefisiensi dari pasien." Infeksi sekunder akibat bakteri biasanya ditandai dengan munculnya bula atau selulitis. Anak yang menderita varicela tidak boleh diberikan aspirin. dan orkitis. yang merupakan ensefalopati non inflamasi dengan degenerasi lemak pada hati dapat merupakan komplikasi yang menyulitkan. hematuria. varice1a gangrenosa yang bersifat invasif. Ensefalitis juga biasanya berhubungan dengan akut vaskulitis." Sindroma Reye. namun apabila terjadi darat menimbulkan resiko kematian yang tinggi.2-0.45.34 Herpes zoster juga dapat menyerang sis tern saraf pusat dan menyebabkan ensefalitis. Perlu ditekankan bahwa vaksin tidak dianjurkan untuk diberikan pada pasien yang sedang mengalami imunodefisiensi karen a justru dapat menyebabkan timbulnya aktivasi penyakit setelah 1 bulan mendapatkan imunisasi.i" Dapat juga 28 UNIVERSITAS PELITA HARAPAN .143 Ensefalitis akibat herpes zoster jarang menyebabkan kematian. yang merupakan suatu sindrom yang terdiri dari vaskulitis. namun jarang sekali ditemukan adalah myocarditis. trombosis.49•50 Komplikasi neurologis seperti meningoensefalitis dan serebelar ataxia merupakan gejala utama yang biasa terjadi. Walaupun demikian.' Herpes Zoster Komplikasi umum dari herpes zoster adalah PHN (post herpetic neuralgia). dan DIC disebabkan karen a komplikasi yang berupa trombositopenia.

KESIMPULAN Varicela merupakan penyakitmenular yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster yang hingga klni masih tetap menjadi epidemi di dunia dan di Indonesia. Myers MG. 2002.000 kasus). namun dalam kondisi defisiensi imun penyakit dapat menjadi berat dan tidak menutup kemungkinan berujung kepada kematian.depkes. 9: 361-381. gen. Virus 8. Varicella Vaccine Update. 105: 136-141. Kliegman RM. Hambleton S." Pada bayi rata-rata resiko kematian adalah sekltar 4 kali lebih besar dan· pada dewasa sekitar 25 kali 1ebih besar.6 . The Characterization DNA. Diakses pada tanggal14 Juni 2008. tetap menjadi obat utama untuk pengobatan varicella dan herpes zoster. Soedarmo SSP. Edisi ke-5. PROGNOSIS Infeksi primer varicella memilikl tingkat kematian 2-3 per 100. Comitee on Infectious Diseases. Ludwig H. Melnick MB. Herpes zoster yang menyerang cabang 2 dan 3 dari nervus 5 dapat menyebabkan kelumpuhan oral.3 No. Behrman RE. 5. Rata-rata 100· kematian terjadi di USA sebelum ditemukannya vaksin varicella.: Pusat Data dan Infonnasi Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Hadinegoro SRS. kranial 7 dan berhubungan dengan hilangnya indera pengecapan.MEDICINUS . ?-"tara.. Garna H. Biswal N. Jenson HB. Preventing Varicella-Zoster Disease. 22 November 2007. iridosiklitis. ViroI1972. 4. Edisi ke-17. Di sisi lain. Seward JF.1057-1062. Apabila sampai terjadi kebutaan biasanya disebabkan aklbat te~adinya retrobulbar neuritis dan atrofi optikus.Mei 2009 Reaktivasi VZV pada nervus trigeminus dapat menyebabkan terjadinya konjungtivitis. 6.000 kasus dengan case fatality rate pada anak berumur 1-4 tahun dan 5-9 tahun (l kematian per 100. DAFTAR PUSTAKA 1. Pemberian vaksinasi dan immunoglobulin telah terbukii efektif memberikan perlindungan dari infeksi virus ini. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Infeksi dan Penyakit Tropis. Clinical Microbiology Reviews 1996. dan panoftalmitis. Kliegman RM. Hingga saat ini. komplikasi yang menjadi penyebab utama kematian. Nelson Essentials of Pediatrics. Zoster tergolong ke dalam infeksi· ringan. dan perdarahan. reaktivasi virus pada ganglion genikulatum pada saraf kranial ke 7 dan ke 8 dapat menyebabkan terjadinya Ramsay Hunt sindrome.go. Philadelphia: Elseviers Saunders. Nelson Textbook of Pediatrics. infeksi sekunder. 14: 111-114. Apabila virus menginfeksi daerah lumbosakral ganglia maka dapat terjadi disfungsi dari kandung kemih dan ileus. 7. Walaupun infeksi Varicella. anterior uveitis. . Marcdante 10. 18: 70-80. Edisi ke-l. Varicella-Zoster Virus. asiklovir oral. 2. lain: pneumonia.' Lesi pada lidah dapat mengindikasikan adanya infeksi pada saraf _. UNIVERSITAS PELITA HARAPAN 29 . 2006. Haines HG.kom~likasi SSP. Clinical Microbiology Reviews 2005. keratitis dendritik. Vol .470-472. of Varicella-Zoster . 3. h. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.5.1 Februari 2009 . Didapat dari www. J. Kebutaan aklbat herpes biasanya jarang terjadi. h. Philadelphia: Elseviers Saunders.id. Dalam: Behrman RE. Jenson HB. h. Gershon AA. Arvin AM. 2004. Pediatrics 2000.152-159 . Varicella-Zoster Virus. Stanberry LR.

25 Mei http://www.427-430~ . 30 UNIVERSITAS PELITA HARAPAN . Current Pediatric Diagnosis & Treatment. 11 September 2007. Herpes Zoster-Predicting and Minimizing the Impact of Postherpetic Neuralgia. Louis: Mosby. Longo DL.pediatriconcall. Harrison's Principles of Internal Medicine. NEJM 2000. Enright AM. Edisi ke-16. 21. Varicella-Zoster Infections. Edisi ke-16. 1992. Journal of Antimicrobial Chemotheraphy 2001. Neurologic Complications of The Reactivation of Varicella-Zoster Virus. Kobayashi GS. Diakses pada tanggal4 Juli 2008. Neonatal Varicella: Varicella-Zoster Immunoglobulin Does Not Prevent Disease. New York: McGraw Hill. Herpesviridae Infections in Newborns: Varicella-Zoster Simplex Virus. Center for Disease Control. Varicella Vaccine and Infection with Varicella-Zoster Virus. Whitley RJ. Fisher RG. NEJM 2005. Joklik WK. Edisi ke-4. English R.VARICELA ZOSTER 9. Demasters BKK. Cohrs RJ. 10. Didapat dari http://phil. 12. Johnson CE.908. 11. Pediatrics in Review 2008. Warenham DW. Shapiro ED. Edwards KM. Edisi ke-20. Herpes Zoster. 15. 26. Rosenthal KS. Jameson JL. Murray PR. Dalam: Ryan KJ. Varicella-Zoster Vltus Infections.1117-1119. Fauci AS. 47: 1-8. 13. Varicella (Chickenpox) Photos. Journal of Clinical Microbiology 2006. Mahalingam R. 16. Photodistribution of Viral Exanthems. Gershon AA. Rome LP. Sherris Medical Microbiology. 2005. 18. Ray CG. Medical Microbiology. Dis. Breuer J. Parker SP. 334: 1211-1215. 14. Fetal Neonatal Ed. 1994. Lokeshwar MR. Gilden DH. Arch. Breuer J. 29: 5-11. Willfert CM.959-961. Editor. Pediatrics in Review 2003. 28. h. 19: 62-67. 22. 23. 68: 735-737. Pediatrics 1974. and Cytomegalovirus. Laguardia JJ. Johnson RW. Variation on a Theme by Fenner: The Pathogenesis of Chickenpox. 81: 69-70. Genotyping of Varicella-Zoster Virus and The Discrimination of Oka Vaccine Strains by TaqMan Real-Time PCR. 2007. 2003. Herpes Viruses. 24. St.gov. h. Varicella-Zoster. Connecticut: Appleton & Lange. Levin MJ. Herpes Didapat dari: 27.562-565. Varicella. h.com. Struik S. New York: McGraw Hill. 19. Braunwald E. h. 20. Grose C.1042-1045. 44: 3911-3914. Hauser SL. 100: 761-766. Quinlivan M~ Taha Y. Prober CG.cdc. Pediatrics 1997. Dalam: Kasper DL. A Long-Term Prospective Study of Varicella Vaccine in Healthy Children. 51: 889. 54: 136-138. Kumar ML. (VZIG) Virus. Fattlar D. Vasquez M. Child. Varicella-Zoster Virus. Drew WL. Stancin T. Pfaller MA. Sondheimer JM. New York: McGraw Hill. 25. 342: 635-645. Diakses pada tanggal 19 Juni 2008. 352: 439-440. Nadel S. Reynolds L. Edisi ke-3. Gilchrest B. Baden HP. 17. Pediatr Clin N Am 2004. Willet HP. Hayward AR. Zinsser Microbiology. Pediatrics in Review 1998. h. 1999. Hay WW. 24: 372-379. Amos DB. Pediatrics 1981. BMJ 2007. 1998.

91: 674-676. Antimicrobial Agents and Chemotherapy 1999. Sarafino. Brunell PA. Recent Advances in Varicella-Zoster Intern Med. Krause PR. 33. " New York: John Wiley & Sons. Edward P. 41. h. Butel JS. New Jersey: Prentice Ball.1 Februari 2009 .Mei 2009 29. Penatalaksanaan Pasien Terminal. 34. Sally A. 130: 922-932. Ann 31. 5th ed. Djoerban. 39. Committee on Infectious Diseases. Taylor. 30. 1999. Preblud SR. Dalam: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. 1998. Aymard M. Pediatrics 1986. Varicella: Complications and Costs. 1983. 78: 728-735. Health Psychology. Ooka T. 1992. Phenotypic and Genetic Characterization" of Thymidine Kinase from Clinical Strains of Varicella-Zoster Virus Resistant to Acyclovir. Shelley E. Gershon AA. Tessier MDT. 2nd Ed. USA: John Wiley & Sons. 2001. Atwater. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Pediatrics 1993. 40. The Use of Oral Acyclovir in Otherwise Healthy Children With Varicella. Sheridan. Lina B. Stress Management for Chronic Disease: An Overview. Edisi ke-23. 2002. Vol. Psychology of Adjustment. 29: 1527-1529. 95: 791-796. Straus SE. Virus by Using a Virus Infection. Committee on Infectious Diseases.MEDICI NUS . Merrill P. ed. 37. E. 2003.438-442. Radmacher. Morse SA. Morfin F. Steinberg SP. 4thed. 1. New York: McGraw Hill. Charles L. 32. In: Biopsychosocial Interactions. UK: Pergamon Press. Brooks GP. 2004. Measurement of Antibodies to Varicella-Zoster Latex Agglutination Test. Recommendations Vaccine. 38. Anderson. Health Psychology Challenging the Biomedical Model. 36. Clin. 43: 2412-2416.3. for the Use of Live Attenuated Varicella 35. Medical Microbiology. Pediatrics 1995. 3 No. Thouvenot D. Z. '" UNIVERSITAS PELITA HARAPAN 31 . USA: McGraw-Hill. Health Psychology. Microbiol1991.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful