Anda di halaman 1dari 7

NAMA NIM KELAS JURUSAN TUGAS

: WAHYUNI GOBEL : 811 409 031 : VI-C : KESEHATAN MASYRAKAT : LIMBAH PADAT

KOMENTAR UNTUK JURNAL DESAIN SANITARY LANDFILL PADA TOPOGRAFI EXTREM DI DESA DONOWARIH KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG

Desain sanitary landfill pada topografi extreme di desa Donowarih cukup menguntungkan warga sekitar karena para warga di desa tersebut tidak lagi harus menempuh perjalanan sekitar 15 km untuk membuang sampah di Tempat Pembuangan Akhir. Pada pembuatan landfill di Desa Donowarih juga dilengkapi dengan pembuatan lapisan sintetis yang kedap air yakni geomembran dimana geomembran ini merupakan lapisan dasar pada struktur landfill yang berguna untuk mencegah infiltrasi air dari luar TPA masuk ke dalam timbunan sampah yang bisa menambah kuantitas leachete dan juga mencegah infiltrasi leachete ke luar TPA yang dapat mengakibatkan pencemaran air (air tanah dan air permukaan). Hal ini tentu saja sangat berguna bagi penduduk desa Donowarih karena lokasi pembuatan TPA pada desa ini berada pada kaki gunung Arjuno, dimana TPA ini berpotensi untuk mencemari lingkungan terutama air dan tanah pada daerah-daerah yang memiliki ketinggian permukaan. Selain itu, desain sanitary landfill pada desa ini juga memiliki Leachete collection system dan ekstrasi gas dimana leachete collection system ini memiliki fungsi menampung dan mengalirkan leachete yang dihasilkan sampah ke bak penampung untuk selanjutnya diolah di IPL. Sedangkan ekstrasi gas nantinya berfungsi untuk mengalirka gas dari timbunan sampah yang terbentuk karena proses

dekomposisi sampah oleh aktivitas mikroorganisme karena tanpa adanaya ekstrasi gas ini , akan dapat menyebabkan tingginya akumulasi di timbunan sampah sehingga sangat mudah untuk terbakar. Tidak lupa juga pada desain sanitary landfill ini juga dibuat satu buah instalasi pengolah air lindi sehingga nantinya dapat menurunkan kadar pencemar lindi sampai sesuai dengan ketentuan standar efluen yang berlaku. Instalasi pengolah air lindi yang dibuat dengan memiliki tiga bak pengendap. System bak pengendap ini nantinya akan memudahkan petugas TPA dalam melakukan perawatan secara berkala karena system bak pengendap selain memiliki sifat ekonomis, perwatannya juga tidak memerlukan keahlian khusus. Pada dasarnya Desain sanitary landfill pada desa ini telah memiliki beberapa pelengkap sarana TPA yang diharapakan sarana-sarana tersebut dapat berfungsi secara optimum , sehingga dampak negative yang akan timbul pada pembuatan TPA ini dapat diminimalisir. Seperti yang kita ketahui bahwa pembuatan TPA itu memiliki dampak positif dan negative bagi lingkungan dan juga masyarakat sekitar. Misalnya saja, pencemaran udara oleh gas dan efek rumah kaca serta berkembang biaknya vector penyakit seprti lalat. Pada pembuatan TPA di desa Donowarih ini sudah memenuhi beberapa persyaratan dari segi pemilihan lokasi yakni sesuai dengan SNI No.03-03241-1997, dimana lokasi pemilihan TPA ini merupakan langkah awal dalam peningkatan metode pembuangan akhir sampah. Namun, pembuatan sanitary kurang

memperhatikan mengenai masalah kondisi air tanah, kondisi air permukaan, lokasi mata air hal ini dibuktikan pada lembar jurnal tidak disebutkan pada tahapan penelitian. Padahal kondisi air tanah, kondisi permukaan, dan lokasi mata air merupakan hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan TPA hal ini bertujuan agar pembuatan geomembran, instalasi pengolahan air lindi, dan landfill cellnya sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.

Selain itu, pembuatan sanitary landfill di Desa Donowarsih ini sebelumnya tidak melakukan sosialisasi pada warga di sekitar tempat pembuatan TPA. Hal ini dikhawatirkan nantinya dapat mendapat protes social atas keberadaan TPA ini. Adapun social yang harus dilakukan yakni mengenai bagaimana mengoperasikan suatu TPA dan kemungkinan dampak negative yang terjadi namun disertai dengan rencana atau upaya pihak pengelola untuk menanggulangi maslah yang mungkin timbul dan tanggapan masyarakat terhadap rencana pembangunan TPA. Sosialisasi ini seharusnya dilakukan secara bertahap dan jauh sebelum dilakukan perencanaan agar nantinya tidak mendapat protes dari masyarakat namun sayangnya hal ini sama sekali tidak dilakukan dalam tahap perencanaan pembuatan sanitary landfill ini. Hal yang kurang dari pembuatan sanitary landfill ini juga yaitu pembuatan pagar TPA yang berfungsi sebagai batas TPA dan kemanan TPA juga dapat berfungsi sebagai green barrier. Untuk pembuatan pagar TPA sebaiknya dengan menggunakan tanaman hidup dengan jenis pohon yang rimbun dan cepat tumbuh seperti pohon angsana. Namun hal ini lagi-lagi tidak dilakukan sehingga nantinya dikhawatirkan pembuatan sanitary landfill ini dapat menimbulkan efek rumah kaca seperti yang sudah disebutkan sebelumnya oleh saya pada paragraf di atas dan pembuangan sampah nantinya dapat melebihi area TPA apabila TPA tidak memiliki batas yang jelas. Dan juga tidak adanya sumur uji di sekitar TPA. Sumur uji ini dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya pencemaran terhadap air tanah yang disebabkan oleh adanya rembesan lindi dari dasar TPA. Sumur uji ini menurut saya seharusnya tetap dibuat meskipun sanitary landfill ini sudah memiliki cell landfill dimana salah satunya adanya geomembran karena dikhawatirkan dasar TPA ini tidak kedap, adanya retakan lapisan tanah, ataupun adanya kebocoran pada geomembran ini. Tidak adanya Sumur uji ini juga merupakan salah satu kelemahan daripada pembuatan sanitary landfill di desa Donowarih. Dan meskipun pembuatan sanitary landfill di desa Donowarih ini sudah

dibuat beberapa desain yang mampu meminimalisir dampak negative terhadap lingkungan apalagi seperti yang diketahui bahwa lokasi tempat pembuatan TPA ini

berada di kaki gunung Arjuno namun tentu saja ini belum begitu bisa menjamin bahwa lingkungan dan masyarakat sekitar bebas dari resiko terkena dampak dari pembuatan TPA ini. Adapun resiko-resiko lain yang dapat timbul antara lain : Penurunan kesehatan masyarakat di sekitar lokasi TPA. Peningkatan kepadatan lalu lintas dan kemacetan, pengangkutan sampah ke TPA. Timbulnya keresahan dan konflik social terutama masyarakat dengan pemulung. Peningkatan peluang terjadinya kecelekaan kerja akibat aktivitas pemulung di TPA. Berkurangnya nilai estetika akibat adanya aktivitas pemulung sampah membangun gubuk-gubuk dan menumpuk sampah di sekitar tempat pemukiman mereka dan di sepanjang jalan masuk ke TPA. Meningkatkan polusi udara (debu, kebisingan) Hal-hal tersebut harus diperhatikan pada pembuatan sanitary landfill sebisa mungkin diminimalisisr juga dengan cara-cara yang tepat agar pembuatan sanitary landfill di Desa Donowarih ini lebih banyak memiliki dampak positif dibanding dampak negatifnya.

Demikianlah komentar yang dapat saya utarakan mengenai isi jurnal tersebut.

KOMENTAR PENULISAN UNTUK JURNAL DESAIN SANITARY LANDFILL PADA TOPOGRAFI EXTREM DI DESA DONOWARIH KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG

Setelah membaca dengan seksama dan melihat lebih lanjut mengenai jurnal Desain Sanitary Landfill Pada Topografi Extrem Di Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang ternyata jurnal ini memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. Adapun kekurangan jurnal tersebut adalah : Tanggal dilakukannya penelitian dan tanggal pembuatan jurnal tidak dicantumkan. Pada jurnal ini penulis tidak menyertakan tanggal penelitian dilakukan dan tanggal pembuatan jurnal ini sehingga pembaca nantinya sulit menjadikan jurnal ini sebagai bahan refrensi disebabkan tidak ada tanggal yang disertakan. Di samping itu, pembaca juga nantinya tidak bias mengetahui kapan terakhir kali penelitian ini dilakukan sehingga apabila nanti salah satu pembaca ingin mengadakan penelitian di tempat yang sama bisa jadi mengalami double penelitian yang sama. Tanggal dilakukannya penelitian dan tanggal pembuatan jurnal merupakan salah satu bagian penting dari jurnal agar pembaca juga bisa menjadikan jurnal ini sebagai bahan refernsi dan dapat mengetahui kapan terakhir kalinya penelitian ini dilakukan di desa tersebut. Tidak menggunakan EYD yang baik dan benar Hal ini bisa dilihat dari judul jurnal dimana penulis mencantumkan judul dengan menggabungkan bahasa Indonesia dan bahasa asing hal ini kurang pas untuk suatu tulisan ilmiah. Adapun jika penulis tetap ingin mencantumkan bahasa asing

seharusnya menggunakan EYD yang baik dan benar karena tulisan yang penulis buat merupakan tulisan bukan hanya tulisan biasa. Bahasa yang digunakan terlalu rumit Penulis menggunakan bahasa yang rumit sehingga tulisan yang dibuat nantinya kurang bisa dimengerti oleh pembaca yang bukan berasal dari jurusan Teknik Sipil karena bahasa yang digunakan penulis kebanyakan menggunakan bahasa-bahasa dari Jurusan Teknik sipil. Menurut saya suatu tulisan ilmiah harus menggunakan bahasa ilmiah yang baik dan benar yang bisa dimengerti semua pembaca tidak hanya pembaca yang berasal dari jurusan Teknik Sipil saja tetapi pembaca yang berasal dari semua jurusan sehingga nanti banyak yang menggunakan tulisan ini sebagai salah satu refrensi untuk kepentingan penelitian juga. Hal ini tentu saja juga menguntungkan penulis ketika tulisannya banyak dijadikan sebagai bahan refrensi. Terlalu banyak gambar Jurnal ini terlalu banyak menggunakan gambar dan gambarnya pun kurang menjelaskan isi dari tulisan tersebut. Gambar yang digunakan terlihat hanya bisa dimengerti oleh penulis sendiri tidak bisa dimengrti oleh pembaca yang membaca jurnal tersebut. Pembahasan yang kurang lengkap Pada tulisan ini pembahsan yang disajikan kurang lengkap dan kurang banyak lebih banyak disajikan dalam bentuk gambar namun pembahasannya kurang sehingga maksud dari penelitian ini kurang bisa dimengerti. Penulis hanya membahas langkahlangkah awal pada saat penilitian sedangkan isi dan pembahasan dari penelitian ini kurang dibahas oleh penulis tetapi lebiha banyak dalam bentuk gambar namun

gambarnya juga pembahasannya kurang jadi tetap saja tulisan ini kurang bisa dimengerti dan ditangkap oleh pembacanya. Suatu tulisan ilmiah yang baik adalah tulisan yang menyajikan banyak pembahasan dari penelitian tersebut sehingga maksud dari penelitiaan ini dapat dimengerti dengan baik oleh pembacanya.