Anda di halaman 1dari 2

JAKARTA--MICOM: Sebanyak

15

contoh

ayam

potong

ditemukan

positif

mengandung bahan pengawet formalin. Semuanya ditemukan dalam sidak yang digelar oleh Suku Dinas Peternakan Jakarta Selatan di Pasar Kebayoran Lama.

Potongan ayam yang dinyatakan positif mengandung zat formalin itu ditemukan setelah dilakukan tes oleh tim laboratorium kesehatan masyarakat veteriner (Lab Kesmavet).

"Hasil yang kami dapat adalah 15 sampel positif memiliki kandungan formalin. Yaitu 11 di daging ayam dan 4 pada usus ayam," kata Kepala Suku Dinas Peternakan Jakarta Selatan Chaidir Taufik dalam sidak di Pasar Kebayoran Lama di Jakarta, Rabu (3/8).

Hasil tersebut diperoleh dari 64 sampel yang diambil. Yaitu 56 daging ayam, 5 usus ayam, 2 jeroan, dan 1 sampel air yang digunakan merendam ayam.

Sedangkan tim lab sengaja diikutsertakan secara langsung agar dapat mengetahui hasil tes dan segera menindak jika didapati ada yang positif mengandung zat berbahaya.

Chaidir menegaskan hasil sidak itu cukup mengejutkan. Pasalnya sepekan sebelum sidak dilakukan, pihaknya memberikan sosialisasi tentang pelarangan penggunaan formalin untuk produk daging, termasuk daging ayam.

"Persentasenya sampai 25% lebih. Ini yang terbanyak dibanding beberapa pasar lain di Jakarta yang sudah dilakukan sidak," ucapnya.

Chaidir menambahkan sidak ini bertujuan untuk mengamankan kualitas daging ayam untuk konsumsi warga selama bulan Ramadan.

Pasar yang telah disidak antara lain Pasar Senen Jakarta Pusat, dari 17 sample 0%, Pasar Klender Jakarta Timur dari 50 sample hanya ada 1 yang positif atau 2%, Pasar Sukapura Jakarta Utara dari 23 sampel 0%. Begitu juga Pasar Rawamangun

Jakarta

Timur

yang

mengambil

50

sample.

Menurut Chaidir, untuk kali ini pihaknya masih akan bertindak persuasif bagi pedagang yang diketahui menggunakan formalin. Namun begitu, ia berjanji untuk tetap menindaklanjuti hingga tempat pemotongan di mana ayam tersebut dipotong.

"Kalau memang beberapa kali kedapatan memakai formalin, bukan hanya pedagangnya yang kita proses hukum tapi juga pemilik tempat pemotongannya," tegasnya.

Chaidir menghimbau konsumen untuk berhati-hati memilih daging ayam yang ingin dikonsumsi. Mereka diharapkan dapat mengenali bentuk daging yang berformalin dan yang tidak terkontaminasi.

"Kalau berformalin daging kesat, lalu tidak ada lalat yang mengerubungi, dan tekstur daging kenyal. Sedangkan yang tidak, dagingnya sedikit berlendir, dan kalau terlalu lama sering dikerubungi lalat," terang Chaidir. (NY/OL-3)