P. 1
Jasa Profesi Apoteker

Jasa Profesi Apoteker

|Views: 597|Likes:
Dipublikasikan oleh Belladonna Perdana Putra

More info:

Published by: Belladonna Perdana Putra on May 30, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2014

pdf

text

original

Jasa Profesi Apoteker dlm pelayanan kefarmasian

Ahaditomo Disampaikan dalam Rapat Kerja Ikatan Apoteker Indonesia Daerah Jawa Barat Di Bandung, 16 Oktober 2010

Jasa Apoteker,apakah itu ?
• Fenomena “ gaji” , “jasa” dan “remunerasi” • Apoteker, dari “pegawai apotek” menjadi “ pemberi jasa pelayanan farmasi” • Konsep apotek, dari “toko berjualan obat” menjadi “ sarana yg memberikan pelayanan kefarmasian, sebagai bagian integral pelayanan kesehatan” • Apoteker Indonesia masa depan, harapan baru dan kendalanya.

Apoteker Indonesia , masa lalu dan masa depan
• Apoteker Indonesia selama 60 tahun berselang. Konsep “bekerja di apotek” sebagai “pekerjaan sampingan” • Tidak ada peraturan perundangan yang menjamin “ apoteker Indonesia berpraktik profesi apoteker” seperti di negara maju ( PP 25/80 gagal dilaksa nakan oleh sistem) • UU 36/09 dan PP 51/09, landasan hukum praktik apoteker Indonesia setelah 60 tahun dan yg dihargai oleh FIP

Apoteker Masa Depan
• Memerlukan “keberanian Apoteker Muda Indonesia” dan dukungan “apoteker senior” • Apoteker Indonesia masa depan berhak dan berkewajiban untuk menjalankan praktik berbasis ilmu Farmasi dan standard profesi apoteker ( global) • Memerlukan keberanian Pengurus Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), yang dipimpin Apoteker generasi muda ,menuntaskan ikhtiar Apoteker Senior yang memperjuangkan “ entitas profesi” .

adalah subsistem yang independen atau merdeka. dalam setting Industri-apoteker dan dokter dimuka pasien dan publik .Tugas apoteker sebagai profesi • Mengambil tanggung jawab seluruh proses obat dalam pelayanan kesehatan • Mengambil tanggung jawab sekaligus resiko “ bekerjanya obat” pada pasien atau pemakai obat ( unjuk kerja obat) • Entitas Apoteker yg memiliki SIPA.

OUT COME COMPETENCY :THE DEFINED APOTEKER ROLE AND FUNCTION IN THE HEALTHCARE SERVICE AND THE SOCIETY PHARMACEUTICAL INDUSTRY PATIENTS AND THOSE LAYMEN SOCIETY ? 5/29/2012 ? THE PHARMACIST OR APOTEKER. GUARDIAN ROLE ? ? 6 .

JUMLAH DAN HARGA SATUAN • DIMENSI MUTU PRODUK • DIMENSI PRODUSEN DAN DISTRIBUSI • DIMIENSI PROMOSI .BERAPA “BAGIAN APOTEKER” ? YG SEKARANG DAN KEMARIN ? OBAT = • KOMODITI “ BARANG ” YG DIPERDAGANGKAN • DIMENSI .JENIS .

DAN DIJUAL KE KONSU MEN UNTUK SATU KEUNTUNG AN DAN JUGA RESIKO RUGI • PASIEN TDK BISA MENAWAR • DIMENSI HUBUNGAN.OBAT = PRODUK BISNIS • OBAT DIBELI OLEH PERUSAHA AN . PEMILIK DAN KARYAWAN • TIDAK ADA OBLIGASI THD KEBERHASILAN FARMAKOTERAPI OBAT=PRODUK KESEHATAN • OBAT “DITEBUS” OLEH PASIEN • OBAT “DILAYANKAN” OLEH APOTEKER ( NAKES) UNTUK TUJUAN KESEMBUHAN • APOTEKER = PELAYANAN KESEHATAN ATAU HEALTH PROVIDER • OBLIGASI PROFESI ATAS KEBERHASILAN FARMAKOTERAPI .

PEMAHAMAN BARU MARGIN APOTEK MARGIN APOTEK SBG “TOKO” • OBAT DIBELI DENGAN HARGA NETTO • DIJUAL DENGAN HET ATAU HARGA AKIBAT PERSAINGAN BEBAS • MARGIN ADALAH PERHI TUNGAN BIAYA DAN PROFIT • APOTEKER= KOMPONEN BIAYA YG MENGURANGI PROFIT .

• Apotek sebagai entitas bukan lagi usaha berbasis “badan hukum”. . khususnya pasal 108 dan 203. satu prosedur yang berbasis profesi apoteker dan tenaga kesehatan. Dengan demikian “badan hukum” yang sebelumnya mewakili eksistensi apotek “batal demi hukum”. merubah pekerjaan kefarmasian menjadi praktik kefarmasian. Apoteker menjadi satu satunya pribadi yang bertanggung jawab atas seluruh proses penyelenggaraan pelayanan apotek. yang memiliki lisensi dan tanggung jawab hukum atas semua proses apotek. • Apotek berubah menjadi “ tempat dijalankannya praktik kefarmasian” oleh apoteker.Implikasi UU 36/09 dan PP 51/09. walaupun belum pernah diatur sebelumnya. kepada sistem apotek • UU 36/09 tentang kesehatan.

Skema Apoteker dan apotek •Menyelenggarakan •Mengelola •Melaksanakan •Memberikan Apoteker yg memiliki SIPA Kewenangan Apoteker Pelayanan Farmasi Kepada pasien dan Masyarakat Pemegang ijin dan pelaku pelayanan farmasi di apotek Mengadakan dan Membeli Obat dan Alkes Memberikan Pelayanan kepada pasienMasyarakat .

akuntan.Status baru apotek • Apotek adalah fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk menyelenggarakan Pelayanan Profesi Apoteker • Apotek adalah “nama” fasilitas pelayanan yg diselenggarakan oleh Apoteker sebagai “tempat praktik” apoteker yang memiliki SIPA( Surat Ijin Praktik Apoteker) • Apotek adalah entitas “usaha profesi” yang mandiri dari seorang apoteker( tempat praktik dokter. pengacara.arsitek dll) . notaris.

dan karenanya tidak berhak melakukan transaksi.Hubungan Distributor obat-alkes dengan apotek • Hubungan ditributor/PBF dan alkes dengan apotek adalah hubungan antara PBF dengan Apoteker pemegang SIPA yang membuka apotek. hanya boleh ditransaksikan oleh Apoteker yg memiliki SIPA dan membuka Apotek. . • Distributor/PBF melakukan transaksi dengan apoteker sesuai dengan tata cara umum yang berlaku • Apotek “tidak lagi” melakukan transaksi dengan PBF • Dan Apotek bukan suatu “badan usaha dagang”. • Obat golongan Obat Keras dan Narkotika/Psikotropika.

PROYEK HPEQ (Health Professional Education Quality) DARI DIKTI DAN KEMKES .

Melihat dan mengkaji ulang • Reviewing Pharmacy Practice In Indonesia currently and based on UU36 & PP51 • Reviewing Pharmacy Practice as a part of Health System in Indonesia • Reviewing Pharmacy Practice in Indonesia compared to other country • Reviewing Pharmacy Education • Reviewing Competency of Pharmacy Profession • Reviewing Accreditation Policy and Procedure of Pharmacy School • Reviewing Certification of Pharmacy's Graduate .

“PP 51 dan SIPA” berkenaan dengan Praktik Apoteker Ahaditomo 16 .

• Fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan. dan kosmetika. obat tradisional. 17 . bahan obat. • Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. baik promotif. pemerintah daerah.Definisi dan pengertian • Sediaan farmasi adalah obat. kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah. preventif. dan/atau masyarakat.

dan/atau masyarakat • Sediaan farmasi adalah obat. 18 . perbekalan kesehatan. sediaan farmasi dan alat kesehatan serta fasilitas pelayanan kesehatan dan teknologi yang dimanfaatkan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah. obat tradisional. bahan obat. tenaga. pemerintah daerah.Definisi dan pengertian • Sumber daya di bidang kesehatan adalah segala bentuk dana. dan kosmetika.

pencegahan. peningkatan kesehatan dan kontrasepsi. bahan hewan. untuk manusia. atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan. bahan mineral. sediaan sarian (galenik). penyembuhan. termasuk produk biologi yang diigunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis. dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.Definisi dan pengertian • Obat adalah bahan atau paduan bahan. 19 . pemulihan. • Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan.

Definisi dan pengertian • Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu. peningkatan kesehatan. • Perbekalan kesehatan adalah semua bahan dan peralatan yang diperlukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan 20 . pengobatan penyakit. dan pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan/atau masyarakat. terintregasi dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit.

2. 5. Ketentuan mengenai perizinan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dalam Peraturan Menteri. 21 .Pasal 23 1. Tenaga kesehatan berwenang untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan. 3. Kewenangan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki. 4. tenaga kesehatan wajib memiliki izin dari pemerintah. Dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Selama memberikan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang mengutamakan kepentingan yang bernilai materi.

standar pelayanan. Ketentuan mengenai hak pengguna pelayanan kesehatan. 2. Tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 harus memenuhi ketentuan kode etik. 3.Pasal 24 1. dan standar prosedur operasional. Ketentuan mengenai kode etik dan standar profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh organisasi profesi. standar pelayanan. hak pengguna pelayanan kesehatan. dan standar prosedur operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri. standar profesi. 22 .

Pasal 29 1. kelalaian tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu melalui mediasi.Pasal 28 dan Pasal 29 Pasal 28 1. Pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada kompetensi dan kewenangan sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki. Dalam hal tenaga kesehatan diduga melakukan kelalaian dalam menjalankan profesinya. Untuk kepentingan hukum. 23 . 2. tenaga kesehatan wajib melakukan pemeriksaan kesehatan atas permintaan penegak hukum dengan biaya ditanggung oleh negara.

Memahami UU 36/09 pasal 108 dan PP 51/09 24 .

promosi. dan mengedarkan obat dan bahan yang berkhasiat obat. Pemerintah berkewajiban membina. mengolah. 25 • . dan terjangkau. Setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan dilarang mengadakan. menyimpan. penyimpanan. dan mengawasi pengadaan. bermutu. pengedaran sediaan farmasi dan alat kesehatan harus memenuhi standar mutu pelayanan farmasi yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. mempromosikan.UU 36/09. penyimpanan. pengolahan. dan pengedaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3). mengatur. promosi. Ketentuan mengenai pengadaan. berkhasiat / bermanfaat . Bagian Kelima Belas Pengamanan dan Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan • • • Pasal 98 Sediaan farmasi dan alat kesehatan harus aman. mengendalikan.

pelayanan informasi obat serta pengembangan obat. pengaman an. bahan obat dan obat tradisional harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pelayanan obat atas resep dokter. penyimpanan dan pendistribusian obat. 26 . • Ketentuan mengenai pelaksanaan praktik kefarmasian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. pengadaan .UU 36/09 Pasal 108 Praktik kefarmasiaan • Praktik kefarmasiaan yang meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi.

perhitungan dosis dengan keberhasilan farmakoterapi • Liabiliti mutu obat • Tujuan STRA dan SIPA atau SIK • Obat dalam pelayanan kesehatan • Obat dalam Pelayanan Kefarmasian 27 .Mengapa Apoteker harus memiliki STRA dan SIPA atau SIK ? • Definisi apoteker • Definisi Obat • Keterkaitan Obat.

distribusi dan pelayanannya kepada publik atau khususnya pasien 28 .09 sbg peraturan pelaksanaanya. • Semangat utamanya adalah “ public safety” atas obat dan produk kefarmasian lainnya mulai bahan baku. pembuatan obat jadi .Semangat UU 36 / 09 dan PP 51/09 • Setiap UU dan PP diterbitkan dengan landasan kuat dan semangat untuk kepentingan publik dalam hal ini adalah “ public safety” • Demikian halnya pasal 108 dari UU 36/09 dan PP 51/.

bukan “Pekerjaan-kefarmasian” • Fenomena kefarmasian khususnya pembuatan distribusi.pelayanan dan penelitiannya merupakan “praktik Kefarmasian” yaitu satu kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan SOP Kefarmasian termasuk adanya syarat dan standard kefarmasian tertentu. • Pelaksanaan praktik dilakukan oleh Tenaga Kesehatan Apoteker yang terdaftar dan memperoleh lisensi atau ijin melakukan praktik yang diterbitkian oleh pemerintah. 29 .Praktik Kefarmasian.

tempat bekerja akuntan. tempat beracara hakim dll) 3. Praktik adalah pekerjaan tertentu yang diselenggarakan oleh lulusan Pendidikan Tinggi dengan keahlian tertentu dan dilaksanakan berdasarkan SOP Profesi. Tempat Praktik adalah tempat yang memenuhi syarat dan standard tertentu sesuai dengan ketentuan untuk jenis pekerjaan yang dilakukan.Pemahaman Praktik Apoteker 1. dokter gigi. Praktik Apoteker adalah pekerjaan yang dilakukan oleh apoteker berdasarkan SOP Profesi dalam bentuk berbagai “tindakan apoteker” di tempat tertentu yang memenuhi syarat dan standard yang ditetapkan. apoteker atau profesi lainnya seperti tempat bekerja notaris. 30 . ( tempat praktik dokter. 2.

berlaku baginya SIPA atau Surat Ijin Praktik Apoteker dan SIK atau Surat Ijin Kerja ( yang diperoleh setelah memiliki STRA atau Surat Tanda Registrasi Apoteker) • SIPA (dan SIK) adalah lisensi untuk menjalankan praktik profesi ditempat praktik profesi .“PP 51/09” sebagai terjemahan dari UU 36/09 pasal 108 • Apoteker adalah Tenaga kesehatan ( kefarmasian) • Tenaga Tehnis Kefarmasian adalah Tenaga kefarmasian lainnya yang bukan Apoteker. • Bagi yang berpraktik profesi sebagai apoteker.yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan di Kabupaten/ kota 31 .

Pembuatan obat dengan rangkaian pekerjaan yang terkait meliputi Quality Assurance. Puskesmas. c. Pelayanan Kefarmasian kepada pasien langsung di tempat yang dikenal sebagai Rumah Sakit. Distribusi sediaan farmasi ditempat yang dikenal sebagai Distributor Farmasi ditempat Distributor. Klinik Dokter bersama 32 . Produksi dan Kendali Mutu. b. ditempat yang dikenal sebagai “ pabrik farmasi” ataupun di tempat praktik apoteker lainnya.Lingkup pekerjaan profesi dan Tempat Praktik Profesi Apoteker • Apoteker menyelenggarakan dan melaksanakan praktik profesinya yang terkait dengan a. Apotek.

kelembaban dan pencahayaan. suatu tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan ( ketentuan umum UU 36/09) sesuai dengan jenis praktiknya di a. suhu. Di rumah sakit. Apotek. 33 . termasuk di apotek didalam Rumah Sakit dan tempat lain didalamnya yang memenuhi syarat dan standard bagi suatu praktik kefarmasian.Tempat Praktik Apoteker Apoteker setelah mendapatkan lisensi atau SIPA dapat berpraktik di fasilitas pelayanan kesehatan. yaitu suatu tempat dengan syarat dan standard antara lain memenuhi ketentuan farmakope terhadap kebersihan. b.

ditempat penyelenggaraan pelayanan kefarmasian sebagai bagian dari pelayanan kesehatan b. d. Di fasilitas pabrik obat . yaitu tempat yang mengatur dan menyelenggarakan dan melaksanakan proses distribusi obat. Klinik Dokter Bersama .Tempat Praktik Apoteker a. di bagian Quality assurance . dibagian penyelenggaraan dan pelaksanaan pelayanan kefarmasian atau apotek. 34 . proses produksi dan kendali mutu. Distributor Obat. yang terpisah dari tempat berlangsungnya praktik dokter atau dokter gigi. Di Puskesmas. Yaitu tempat tempat berlangsungnya proses pembuatan obat. c.

Pemahaman Praktik Apoteker dan tempat praktik • Di tempat pelayanan apotek . Apoteker secara mandiri atau dengan dibantu oleh Tenaga Tehnis Kefarmasian membuat. dalam kerangka farmakoterapi. Definisi pelayanan kefarmasian di tempat praktek diatas. rumah sakit. menyiapkan obat dan melayankan kepada pasien baik atas permintaan dokter atau swa medikasi. 35 . adalah berbagai “tindakan apoteker” yang dilakukan dan diselenggarakan berdasarkan SOP Apoteker b. puskesmas dan Klinik Bersama Dokter a.

PEMAHAMAN BARU MARGIN APOTEK MARGIN APOTEK SBG “TOKO” • OBAT DIBELI DENGAN HARGA NETTO • DIJUAL DENGAN HET ATAU HARGA AKIBAT PERSAINGAN BEBAS • MARGIN ADALAH PERHI TUNGAN BIAYA DAN PROFIT • APOTEKER= KOMPONEN BIAYA YG MENGURANGI PROFIT .

MENGHITUNG JASA PROFESI APOTEKER • • • • • • • APAKAH “JASA APOTEKER ITU ? KENAPA HARUS ADA JASA APOTEKER ? BERAPA BESAR JASA PROFESI APOTEKER ? BAGAIMANA MENGHITUNGNYA ? HUBUNGAN “JASA” DENGAN “HARGA OBAT “ HARGA OBAT APAKAH ITU ? BAGAIMANA DENGAN MEKANISME SISTEM PAJAK ? .

JASA PROFESI APOTEKER • KONSEP DASAR : OBAT ADALAH “PRODUK MANUFAKTUR” DENGAN KATEGORI KESEHATAN • OBAT TIDAK BOLEH “DIPERDAGANGKAN” SECARA BEBAS. MELAINKAN MELALUI ”PROSEDUR PROFESI” ( ref di negara maju ) • OBAT ADALAH PRODUK “MATI”. YANG AKAN “HIDUP” MELALUI “ URAIAN DAN PENJELASAN APOTEKER .

DALAM KERANGKA PELAYANAN KESEHATAN • URAIAN DAN PENJELASAN APOTEKER MEMILIKI MANFAAT DAN RESIKO SECARA HUKUM . YANG MEMILIKI STR DAN LISENSI ATAU SIPA • URAIAN DAN PENJELASAN APOTEKER DIAKUI OLEH UU-36/09 DAN PP-51-09 • DIBERIKAN DI TEMPAT PELAYANAN PROFESI APOTEK.URAIAN DAN PENJELASAN APOTEKER • URAIAN DAN PENJELASAN APOTEKER. DISAMPAIKAN BERDASARKAN ILMU FARMASI.

PENGENCER DARAH. TERKAIT STATUS MOLEKUL • INDIKASI KLINIK YANG BERBEDA BEDA • PENURUN PANAS. UNTUK COLON CANCER • EFEK SAMPING OBAT . ANTI INFLAMASI NON STEROID.OBAT DAN KEMANFAATAN DAN KEAMANAN • MODEL OBAT APIRIN • ADA BENTUK DOSIS. TABLET BERISI ASPIRIN 500 MG DAN 100 MG • ADA STANDARD PENYIMPANAN DAN KEMASAN. ANTI RHEUMATIK.

RESPIRASI.PERHITUNGAN JASA APOTEKER • BERDASARKAN URAIAN DAN PENJELASAN APOTEKER ATAS “OBAT” DAN “CARA PENGGUNAANNYA” ( REGIMENTASI OBAT) • DERAJAD KESULITAN DAN RESIKO DALAM MENGURAIKAN DAN MENJELASKAN TERKAIT DENGAN SISTEM TUBUH ( KARDIO VASKULER. KEADAAN KEGAWATAN DLL) . PEMBERIAN IV DAN IM. BAYI. KULIT. INTERAKSI OBAT. TPN. MULTI OBAT. KANKER. GI TRACT. INFEKSI. SSP. LANSIA.

INHALASI) • DARI INDIKASI KLINIK OBAT. TOPIKAL. TERMASUK ADR-NYA • PENATA LAKSANAAN REGIMENTASI DOSISNYA • BIAYA MANAJEMEN “BARANG OBAT” UNTUK MENJAGA DAN MEMPERTAHANKAN MUTU PRODUK . INFUS.RINCIAN JASA • DIPERHITUNGKAN DARI SETIAP OBAT . OK TERKAIT KEMANFAAT AN DAN KEAMANANNYA. DAN BENTUK DOSISNYA ( TABLET. BERDASARKAN KEPADA SAF ( SENYAWA AKTIF FARMASI) ATAU API. KAPSUL. LARUTAN SUNTIK.

ACIDUM ACETYL SALYCILAT BENTUK DOSIS TABLET 500 MG INDIKASI KLINIK ANTIPYRETIK BESARAN JASA RP.5. 500 PER URAIAN DAN PENJELASAN RHEUMATIK DAN INFLAMASI TABLET 100 MG “ PENGENCER DARAH” DALAM SISTEM KARDIOVASKULER RP.000 .OBAT DAN SAF-NYA ASPIRIN.1000 RP.

PERHITUNGAN HET BARU • KOMPONEN HARGA. SESUAI STANDARD UMUM USAHA . TDD: • JASA APOTEKER • BIAYA MANAJEMEN BARANG OBAT • BIAYA ADMINISTRASI PELAYANAN • BIAYA PERSONEL • HARGA OBAT ( NETTO) • PROFIT PELAYANAN (RASIONAL) • HET OBAT • 1 R/ TDD DARI 1 SD N OBAT YANGTERKAIT DG SAF DAN INDIKASI KLINIK • BIAYA PERSONEL 4 % DARI TOTAL OMZET • BIAYA MANAJEMEN BARANG OBAT • HARGA NETTO OBAT TERGANTUNG KEPUTUSAN PBARIK OBAT DENGAN SISTEM ASURANSI NASIONAL • PROFIT.

1000 • PROFIT ( SEBELUM PAJAK) 20 % .HET OBAT • KOMPOSISI RESEP • R/ ASPIRIN 500 MG 12 TABLT • R/ AMOXICILLIN 500 MG 15 TABLT • HET BARU • ASPIRIN HNA X 15 TABLET • AMOXICILLIN HNA X 15 TABLET • JASA PROFESI • ASPIRIN RP 500 • AMOXICILLIN RP.

MASA DEPAN APOTEKER • APOTEKER HARUS BERANI MELIHAT MASA DEPANNYA SECARA MANDIRI • IAI ADALAH ORGANISASI “PERJUANGAN” UNTUK MERAIH MASA DEPAN YANG SUDAH DEKAT SEKALI • FARMASI ADALAH SEBUAH “SISTEM” YANG DIAKUI OLEH DUNIA SEPERTI WHO. FIP. . ADA 200 RIBU APOTEKER YANG MENGATUR DIRINYA SENDIRI • APOTEKER SANGAT BERHAK ATAS PERPUTARAN EKONOMI FARMASI MELALUI PELAYANAN YANG DIAKUI OLEH NEGARA. • DIA AMERIKA. FAPA.

APOTEKER INDONESIA 2020 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->