Jasa Profesi Apoteker dlm pelayanan kefarmasian

Ahaditomo Disampaikan dalam Rapat Kerja Ikatan Apoteker Indonesia Daerah Jawa Barat Di Bandung, 16 Oktober 2010

Jasa Apoteker,apakah itu ?
• Fenomena “ gaji” , “jasa” dan “remunerasi” • Apoteker, dari “pegawai apotek” menjadi “ pemberi jasa pelayanan farmasi” • Konsep apotek, dari “toko berjualan obat” menjadi “ sarana yg memberikan pelayanan kefarmasian, sebagai bagian integral pelayanan kesehatan” • Apoteker Indonesia masa depan, harapan baru dan kendalanya.

Apoteker Indonesia , masa lalu dan masa depan
• Apoteker Indonesia selama 60 tahun berselang. Konsep “bekerja di apotek” sebagai “pekerjaan sampingan” • Tidak ada peraturan perundangan yang menjamin “ apoteker Indonesia berpraktik profesi apoteker” seperti di negara maju ( PP 25/80 gagal dilaksa nakan oleh sistem) • UU 36/09 dan PP 51/09, landasan hukum praktik apoteker Indonesia setelah 60 tahun dan yg dihargai oleh FIP

Apoteker Masa Depan
• Memerlukan “keberanian Apoteker Muda Indonesia” dan dukungan “apoteker senior” • Apoteker Indonesia masa depan berhak dan berkewajiban untuk menjalankan praktik berbasis ilmu Farmasi dan standard profesi apoteker ( global) • Memerlukan keberanian Pengurus Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), yang dipimpin Apoteker generasi muda ,menuntaskan ikhtiar Apoteker Senior yang memperjuangkan “ entitas profesi” .

dalam setting Industri-apoteker dan dokter dimuka pasien dan publik .Tugas apoteker sebagai profesi • Mengambil tanggung jawab seluruh proses obat dalam pelayanan kesehatan • Mengambil tanggung jawab sekaligus resiko “ bekerjanya obat” pada pasien atau pemakai obat ( unjuk kerja obat) • Entitas Apoteker yg memiliki SIPA. adalah subsistem yang independen atau merdeka.

OUT COME COMPETENCY :THE DEFINED APOTEKER ROLE AND FUNCTION IN THE HEALTHCARE SERVICE AND THE SOCIETY PHARMACEUTICAL INDUSTRY PATIENTS AND THOSE LAYMEN SOCIETY ? 5/29/2012 ? THE PHARMACIST OR APOTEKER. GUARDIAN ROLE ? ? 6 .

JENIS .JUMLAH DAN HARGA SATUAN • DIMENSI MUTU PRODUK • DIMENSI PRODUSEN DAN DISTRIBUSI • DIMIENSI PROMOSI .BERAPA “BAGIAN APOTEKER” ? YG SEKARANG DAN KEMARIN ? OBAT = • KOMODITI “ BARANG ” YG DIPERDAGANGKAN • DIMENSI .

PEMILIK DAN KARYAWAN • TIDAK ADA OBLIGASI THD KEBERHASILAN FARMAKOTERAPI OBAT=PRODUK KESEHATAN • OBAT “DITEBUS” OLEH PASIEN • OBAT “DILAYANKAN” OLEH APOTEKER ( NAKES) UNTUK TUJUAN KESEMBUHAN • APOTEKER = PELAYANAN KESEHATAN ATAU HEALTH PROVIDER • OBLIGASI PROFESI ATAS KEBERHASILAN FARMAKOTERAPI .OBAT = PRODUK BISNIS • OBAT DIBELI OLEH PERUSAHA AN . DAN DIJUAL KE KONSU MEN UNTUK SATU KEUNTUNG AN DAN JUGA RESIKO RUGI • PASIEN TDK BISA MENAWAR • DIMENSI HUBUNGAN.

PEMAHAMAN BARU MARGIN APOTEK MARGIN APOTEK SBG “TOKO” • OBAT DIBELI DENGAN HARGA NETTO • DIJUAL DENGAN HET ATAU HARGA AKIBAT PERSAINGAN BEBAS • MARGIN ADALAH PERHI TUNGAN BIAYA DAN PROFIT • APOTEKER= KOMPONEN BIAYA YG MENGURANGI PROFIT .

yang memiliki lisensi dan tanggung jawab hukum atas semua proses apotek. merubah pekerjaan kefarmasian menjadi praktik kefarmasian. kepada sistem apotek • UU 36/09 tentang kesehatan. • Apotek sebagai entitas bukan lagi usaha berbasis “badan hukum”. walaupun belum pernah diatur sebelumnya. • Apotek berubah menjadi “ tempat dijalankannya praktik kefarmasian” oleh apoteker.Implikasi UU 36/09 dan PP 51/09. khususnya pasal 108 dan 203. satu prosedur yang berbasis profesi apoteker dan tenaga kesehatan. . Dengan demikian “badan hukum” yang sebelumnya mewakili eksistensi apotek “batal demi hukum”. Apoteker menjadi satu satunya pribadi yang bertanggung jawab atas seluruh proses penyelenggaraan pelayanan apotek.

Skema Apoteker dan apotek •Menyelenggarakan •Mengelola •Melaksanakan •Memberikan Apoteker yg memiliki SIPA Kewenangan Apoteker Pelayanan Farmasi Kepada pasien dan Masyarakat Pemegang ijin dan pelaku pelayanan farmasi di apotek Mengadakan dan Membeli Obat dan Alkes Memberikan Pelayanan kepada pasienMasyarakat .

Status baru apotek • Apotek adalah fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk menyelenggarakan Pelayanan Profesi Apoteker • Apotek adalah “nama” fasilitas pelayanan yg diselenggarakan oleh Apoteker sebagai “tempat praktik” apoteker yang memiliki SIPA( Surat Ijin Praktik Apoteker) • Apotek adalah entitas “usaha profesi” yang mandiri dari seorang apoteker( tempat praktik dokter. pengacara.arsitek dll) . notaris. akuntan.

Hubungan Distributor obat-alkes dengan apotek • Hubungan ditributor/PBF dan alkes dengan apotek adalah hubungan antara PBF dengan Apoteker pemegang SIPA yang membuka apotek. . • Distributor/PBF melakukan transaksi dengan apoteker sesuai dengan tata cara umum yang berlaku • Apotek “tidak lagi” melakukan transaksi dengan PBF • Dan Apotek bukan suatu “badan usaha dagang”. • Obat golongan Obat Keras dan Narkotika/Psikotropika. hanya boleh ditransaksikan oleh Apoteker yg memiliki SIPA dan membuka Apotek. dan karenanya tidak berhak melakukan transaksi.

PROYEK HPEQ (Health Professional Education Quality) DARI DIKTI DAN KEMKES .

Melihat dan mengkaji ulang • Reviewing Pharmacy Practice In Indonesia currently and based on UU36 & PP51 • Reviewing Pharmacy Practice as a part of Health System in Indonesia • Reviewing Pharmacy Practice in Indonesia compared to other country • Reviewing Pharmacy Education • Reviewing Competency of Pharmacy Profession • Reviewing Accreditation Policy and Procedure of Pharmacy School • Reviewing Certification of Pharmacy's Graduate .

“PP 51 dan SIPA” berkenaan dengan Praktik Apoteker Ahaditomo 16 .

obat tradisional. baik promotif. preventif. pemerintah daerah. kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah. • Fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan. dan/atau masyarakat. 17 .Definisi dan pengertian • Sediaan farmasi adalah obat. • Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. dan kosmetika. bahan obat.

dan/atau masyarakat • Sediaan farmasi adalah obat. perbekalan kesehatan. tenaga. pemerintah daerah. obat tradisional.Definisi dan pengertian • Sumber daya di bidang kesehatan adalah segala bentuk dana. dan kosmetika. sediaan farmasi dan alat kesehatan serta fasilitas pelayanan kesehatan dan teknologi yang dimanfaatkan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah. 18 . bahan obat.

Definisi dan pengertian • Obat adalah bahan atau paduan bahan. pemulihan. dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. termasuk produk biologi yang diigunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis. pencegahan. bahan mineral. sediaan sarian (galenik). untuk manusia. bahan hewan. 19 . peningkatan kesehatan dan kontrasepsi. penyembuhan. • Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan. atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan.

Definisi dan pengertian • Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu. pengobatan penyakit. peningkatan kesehatan. • Perbekalan kesehatan adalah semua bahan dan peralatan yang diperlukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan 20 . dan pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan/atau masyarakat. terintregasi dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit.

Tenaga kesehatan berwenang untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan. 21 . tenaga kesehatan wajib memiliki izin dari pemerintah. 3. 2. Ketentuan mengenai perizinan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dalam Peraturan Menteri.Pasal 23 1. Selama memberikan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang mengutamakan kepentingan yang bernilai materi. 4. Kewenangan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki. 5.

dan standar prosedur operasional. standar pelayanan. standar pelayanan. 2.Pasal 24 1. Ketentuan mengenai hak pengguna pelayanan kesehatan. 22 . hak pengguna pelayanan kesehatan. 3. dan standar prosedur operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri. standar profesi. Tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 harus memenuhi ketentuan kode etik. Ketentuan mengenai kode etik dan standar profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh organisasi profesi.

2. Untuk kepentingan hukum. kelalaian tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu melalui mediasi. Dalam hal tenaga kesehatan diduga melakukan kelalaian dalam menjalankan profesinya. Pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada kompetensi dan kewenangan sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki.Pasal 28 dan Pasal 29 Pasal 28 1. 23 . Pasal 29 1. tenaga kesehatan wajib melakukan pemeriksaan kesehatan atas permintaan penegak hukum dengan biaya ditanggung oleh negara.

Memahami UU 36/09 pasal 108 dan PP 51/09 24 .

penyimpanan. promosi. dan mengedarkan obat dan bahan yang berkhasiat obat. dan pengedaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3). Pemerintah berkewajiban membina. dan mengawasi pengadaan. Bagian Kelima Belas Pengamanan dan Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan • • • Pasal 98 Sediaan farmasi dan alat kesehatan harus aman. mengendalikan. bermutu. penyimpanan. Ketentuan mengenai pengadaan. 25 • . pengedaran sediaan farmasi dan alat kesehatan harus memenuhi standar mutu pelayanan farmasi yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. dan terjangkau. Setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan dilarang mengadakan. menyimpan.UU 36/09. mempromosikan. berkhasiat / bermanfaat . mengatur. mengolah. pengolahan. promosi.

• Ketentuan mengenai pelaksanaan praktik kefarmasian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. pelayanan informasi obat serta pengembangan obat. pelayanan obat atas resep dokter. pengaman an. penyimpanan dan pendistribusian obat. pengadaan . bahan obat dan obat tradisional harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 26 .UU 36/09 Pasal 108 Praktik kefarmasiaan • Praktik kefarmasiaan yang meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi.

Mengapa Apoteker harus memiliki STRA dan SIPA atau SIK ? • Definisi apoteker • Definisi Obat • Keterkaitan Obat. perhitungan dosis dengan keberhasilan farmakoterapi • Liabiliti mutu obat • Tujuan STRA dan SIPA atau SIK • Obat dalam pelayanan kesehatan • Obat dalam Pelayanan Kefarmasian 27 .

• Semangat utamanya adalah “ public safety” atas obat dan produk kefarmasian lainnya mulai bahan baku. pembuatan obat jadi .09 sbg peraturan pelaksanaanya. distribusi dan pelayanannya kepada publik atau khususnya pasien 28 .Semangat UU 36 / 09 dan PP 51/09 • Setiap UU dan PP diterbitkan dengan landasan kuat dan semangat untuk kepentingan publik dalam hal ini adalah “ public safety” • Demikian halnya pasal 108 dari UU 36/09 dan PP 51/.

29 .pelayanan dan penelitiannya merupakan “praktik Kefarmasian” yaitu satu kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan SOP Kefarmasian termasuk adanya syarat dan standard kefarmasian tertentu. bukan “Pekerjaan-kefarmasian” • Fenomena kefarmasian khususnya pembuatan distribusi. • Pelaksanaan praktik dilakukan oleh Tenaga Kesehatan Apoteker yang terdaftar dan memperoleh lisensi atau ijin melakukan praktik yang diterbitkian oleh pemerintah.Praktik Kefarmasian.

Praktik adalah pekerjaan tertentu yang diselenggarakan oleh lulusan Pendidikan Tinggi dengan keahlian tertentu dan dilaksanakan berdasarkan SOP Profesi. Tempat Praktik adalah tempat yang memenuhi syarat dan standard tertentu sesuai dengan ketentuan untuk jenis pekerjaan yang dilakukan. apoteker atau profesi lainnya seperti tempat bekerja notaris. tempat beracara hakim dll) 3.Pemahaman Praktik Apoteker 1. tempat bekerja akuntan. 30 . dokter gigi. Praktik Apoteker adalah pekerjaan yang dilakukan oleh apoteker berdasarkan SOP Profesi dalam bentuk berbagai “tindakan apoteker” di tempat tertentu yang memenuhi syarat dan standard yang ditetapkan. ( tempat praktik dokter. 2.

• Bagi yang berpraktik profesi sebagai apoteker.“PP 51/09” sebagai terjemahan dari UU 36/09 pasal 108 • Apoteker adalah Tenaga kesehatan ( kefarmasian) • Tenaga Tehnis Kefarmasian adalah Tenaga kefarmasian lainnya yang bukan Apoteker. berlaku baginya SIPA atau Surat Ijin Praktik Apoteker dan SIK atau Surat Ijin Kerja ( yang diperoleh setelah memiliki STRA atau Surat Tanda Registrasi Apoteker) • SIPA (dan SIK) adalah lisensi untuk menjalankan praktik profesi ditempat praktik profesi .yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan di Kabupaten/ kota 31 .

Pelayanan Kefarmasian kepada pasien langsung di tempat yang dikenal sebagai Rumah Sakit. Apotek. Distribusi sediaan farmasi ditempat yang dikenal sebagai Distributor Farmasi ditempat Distributor. c. b. Puskesmas.Lingkup pekerjaan profesi dan Tempat Praktik Profesi Apoteker • Apoteker menyelenggarakan dan melaksanakan praktik profesinya yang terkait dengan a. Pembuatan obat dengan rangkaian pekerjaan yang terkait meliputi Quality Assurance. Klinik Dokter bersama 32 . Produksi dan Kendali Mutu. ditempat yang dikenal sebagai “ pabrik farmasi” ataupun di tempat praktik apoteker lainnya.

Tempat Praktik Apoteker Apoteker setelah mendapatkan lisensi atau SIPA dapat berpraktik di fasilitas pelayanan kesehatan. termasuk di apotek didalam Rumah Sakit dan tempat lain didalamnya yang memenuhi syarat dan standard bagi suatu praktik kefarmasian. suatu tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan ( ketentuan umum UU 36/09) sesuai dengan jenis praktiknya di a. suhu. Di rumah sakit. b. Apotek. kelembaban dan pencahayaan. 33 . yaitu suatu tempat dengan syarat dan standard antara lain memenuhi ketentuan farmakope terhadap kebersihan.

Distributor Obat. Klinik Dokter Bersama . dibagian penyelenggaraan dan pelaksanaan pelayanan kefarmasian atau apotek. Yaitu tempat tempat berlangsungnya proses pembuatan obat. ditempat penyelenggaraan pelayanan kefarmasian sebagai bagian dari pelayanan kesehatan b. Di fasilitas pabrik obat . proses produksi dan kendali mutu. 34 . d. di bagian Quality assurance . Di Puskesmas. c.Tempat Praktik Apoteker a. yang terpisah dari tempat berlangsungnya praktik dokter atau dokter gigi. yaitu tempat yang mengatur dan menyelenggarakan dan melaksanakan proses distribusi obat.

puskesmas dan Klinik Bersama Dokter a. adalah berbagai “tindakan apoteker” yang dilakukan dan diselenggarakan berdasarkan SOP Apoteker b. menyiapkan obat dan melayankan kepada pasien baik atas permintaan dokter atau swa medikasi. rumah sakit. Apoteker secara mandiri atau dengan dibantu oleh Tenaga Tehnis Kefarmasian membuat. 35 . dalam kerangka farmakoterapi. Definisi pelayanan kefarmasian di tempat praktek diatas.Pemahaman Praktik Apoteker dan tempat praktik • Di tempat pelayanan apotek .

PEMAHAMAN BARU MARGIN APOTEK MARGIN APOTEK SBG “TOKO” • OBAT DIBELI DENGAN HARGA NETTO • DIJUAL DENGAN HET ATAU HARGA AKIBAT PERSAINGAN BEBAS • MARGIN ADALAH PERHI TUNGAN BIAYA DAN PROFIT • APOTEKER= KOMPONEN BIAYA YG MENGURANGI PROFIT .

MENGHITUNG JASA PROFESI APOTEKER • • • • • • • APAKAH “JASA APOTEKER ITU ? KENAPA HARUS ADA JASA APOTEKER ? BERAPA BESAR JASA PROFESI APOTEKER ? BAGAIMANA MENGHITUNGNYA ? HUBUNGAN “JASA” DENGAN “HARGA OBAT “ HARGA OBAT APAKAH ITU ? BAGAIMANA DENGAN MEKANISME SISTEM PAJAK ? .

JASA PROFESI APOTEKER • KONSEP DASAR : OBAT ADALAH “PRODUK MANUFAKTUR” DENGAN KATEGORI KESEHATAN • OBAT TIDAK BOLEH “DIPERDAGANGKAN” SECARA BEBAS. MELAINKAN MELALUI ”PROSEDUR PROFESI” ( ref di negara maju ) • OBAT ADALAH PRODUK “MATI”. YANG AKAN “HIDUP” MELALUI “ URAIAN DAN PENJELASAN APOTEKER .

DISAMPAIKAN BERDASARKAN ILMU FARMASI.URAIAN DAN PENJELASAN APOTEKER • URAIAN DAN PENJELASAN APOTEKER. YANG MEMILIKI STR DAN LISENSI ATAU SIPA • URAIAN DAN PENJELASAN APOTEKER DIAKUI OLEH UU-36/09 DAN PP-51-09 • DIBERIKAN DI TEMPAT PELAYANAN PROFESI APOTEK. DALAM KERANGKA PELAYANAN KESEHATAN • URAIAN DAN PENJELASAN APOTEKER MEMILIKI MANFAAT DAN RESIKO SECARA HUKUM .

TERKAIT STATUS MOLEKUL • INDIKASI KLINIK YANG BERBEDA BEDA • PENURUN PANAS. PENGENCER DARAH.OBAT DAN KEMANFAATAN DAN KEAMANAN • MODEL OBAT APIRIN • ADA BENTUK DOSIS. ANTI RHEUMATIK. UNTUK COLON CANCER • EFEK SAMPING OBAT . ANTI INFLAMASI NON STEROID. TABLET BERISI ASPIRIN 500 MG DAN 100 MG • ADA STANDARD PENYIMPANAN DAN KEMASAN.

INFEKSI. MULTI OBAT. BAYI. RESPIRASI. INTERAKSI OBAT. GI TRACT.PERHITUNGAN JASA APOTEKER • BERDASARKAN URAIAN DAN PENJELASAN APOTEKER ATAS “OBAT” DAN “CARA PENGGUNAANNYA” ( REGIMENTASI OBAT) • DERAJAD KESULITAN DAN RESIKO DALAM MENGURAIKAN DAN MENJELASKAN TERKAIT DENGAN SISTEM TUBUH ( KARDIO VASKULER. TPN. KULIT. PEMBERIAN IV DAN IM. SSP. KANKER. KEADAAN KEGAWATAN DLL) . LANSIA.

BERDASARKAN KEPADA SAF ( SENYAWA AKTIF FARMASI) ATAU API. INFUS.RINCIAN JASA • DIPERHITUNGKAN DARI SETIAP OBAT . LARUTAN SUNTIK. DAN BENTUK DOSISNYA ( TABLET. INHALASI) • DARI INDIKASI KLINIK OBAT. OK TERKAIT KEMANFAAT AN DAN KEAMANANNYA. TERMASUK ADR-NYA • PENATA LAKSANAAN REGIMENTASI DOSISNYA • BIAYA MANAJEMEN “BARANG OBAT” UNTUK MENJAGA DAN MEMPERTAHANKAN MUTU PRODUK . TOPIKAL. KAPSUL.

5. 500 PER URAIAN DAN PENJELASAN RHEUMATIK DAN INFLAMASI TABLET 100 MG “ PENGENCER DARAH” DALAM SISTEM KARDIOVASKULER RP.OBAT DAN SAF-NYA ASPIRIN.1000 RP.000 . ACIDUM ACETYL SALYCILAT BENTUK DOSIS TABLET 500 MG INDIKASI KLINIK ANTIPYRETIK BESARAN JASA RP.

TDD: • JASA APOTEKER • BIAYA MANAJEMEN BARANG OBAT • BIAYA ADMINISTRASI PELAYANAN • BIAYA PERSONEL • HARGA OBAT ( NETTO) • PROFIT PELAYANAN (RASIONAL) • HET OBAT • 1 R/ TDD DARI 1 SD N OBAT YANGTERKAIT DG SAF DAN INDIKASI KLINIK • BIAYA PERSONEL 4 % DARI TOTAL OMZET • BIAYA MANAJEMEN BARANG OBAT • HARGA NETTO OBAT TERGANTUNG KEPUTUSAN PBARIK OBAT DENGAN SISTEM ASURANSI NASIONAL • PROFIT.PERHITUNGAN HET BARU • KOMPONEN HARGA. SESUAI STANDARD UMUM USAHA .

1000 • PROFIT ( SEBELUM PAJAK) 20 % .HET OBAT • KOMPOSISI RESEP • R/ ASPIRIN 500 MG 12 TABLT • R/ AMOXICILLIN 500 MG 15 TABLT • HET BARU • ASPIRIN HNA X 15 TABLET • AMOXICILLIN HNA X 15 TABLET • JASA PROFESI • ASPIRIN RP 500 • AMOXICILLIN RP.

ADA 200 RIBU APOTEKER YANG MENGATUR DIRINYA SENDIRI • APOTEKER SANGAT BERHAK ATAS PERPUTARAN EKONOMI FARMASI MELALUI PELAYANAN YANG DIAKUI OLEH NEGARA.MASA DEPAN APOTEKER • APOTEKER HARUS BERANI MELIHAT MASA DEPANNYA SECARA MANDIRI • IAI ADALAH ORGANISASI “PERJUANGAN” UNTUK MERAIH MASA DEPAN YANG SUDAH DEKAT SEKALI • FARMASI ADALAH SEBUAH “SISTEM” YANG DIAKUI OLEH DUNIA SEPERTI WHO. . • DIA AMERIKA. FAPA. FIP.

APOTEKER INDONESIA 2020 .