Jasa Profesi Apoteker dlm pelayanan kefarmasian

Ahaditomo Disampaikan dalam Rapat Kerja Ikatan Apoteker Indonesia Daerah Jawa Barat Di Bandung, 16 Oktober 2010

Jasa Apoteker,apakah itu ?
• Fenomena “ gaji” , “jasa” dan “remunerasi” • Apoteker, dari “pegawai apotek” menjadi “ pemberi jasa pelayanan farmasi” • Konsep apotek, dari “toko berjualan obat” menjadi “ sarana yg memberikan pelayanan kefarmasian, sebagai bagian integral pelayanan kesehatan” • Apoteker Indonesia masa depan, harapan baru dan kendalanya.

Apoteker Indonesia , masa lalu dan masa depan
• Apoteker Indonesia selama 60 tahun berselang. Konsep “bekerja di apotek” sebagai “pekerjaan sampingan” • Tidak ada peraturan perundangan yang menjamin “ apoteker Indonesia berpraktik profesi apoteker” seperti di negara maju ( PP 25/80 gagal dilaksa nakan oleh sistem) • UU 36/09 dan PP 51/09, landasan hukum praktik apoteker Indonesia setelah 60 tahun dan yg dihargai oleh FIP

Apoteker Masa Depan
• Memerlukan “keberanian Apoteker Muda Indonesia” dan dukungan “apoteker senior” • Apoteker Indonesia masa depan berhak dan berkewajiban untuk menjalankan praktik berbasis ilmu Farmasi dan standard profesi apoteker ( global) • Memerlukan keberanian Pengurus Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), yang dipimpin Apoteker generasi muda ,menuntaskan ikhtiar Apoteker Senior yang memperjuangkan “ entitas profesi” .

Tugas apoteker sebagai profesi • Mengambil tanggung jawab seluruh proses obat dalam pelayanan kesehatan • Mengambil tanggung jawab sekaligus resiko “ bekerjanya obat” pada pasien atau pemakai obat ( unjuk kerja obat) • Entitas Apoteker yg memiliki SIPA. dalam setting Industri-apoteker dan dokter dimuka pasien dan publik . adalah subsistem yang independen atau merdeka.

GUARDIAN ROLE ? ? 6 .OUT COME COMPETENCY :THE DEFINED APOTEKER ROLE AND FUNCTION IN THE HEALTHCARE SERVICE AND THE SOCIETY PHARMACEUTICAL INDUSTRY PATIENTS AND THOSE LAYMEN SOCIETY ? 5/29/2012 ? THE PHARMACIST OR APOTEKER.

JENIS .JUMLAH DAN HARGA SATUAN • DIMENSI MUTU PRODUK • DIMENSI PRODUSEN DAN DISTRIBUSI • DIMIENSI PROMOSI .BERAPA “BAGIAN APOTEKER” ? YG SEKARANG DAN KEMARIN ? OBAT = • KOMODITI “ BARANG ” YG DIPERDAGANGKAN • DIMENSI .

DAN DIJUAL KE KONSU MEN UNTUK SATU KEUNTUNG AN DAN JUGA RESIKO RUGI • PASIEN TDK BISA MENAWAR • DIMENSI HUBUNGAN.OBAT = PRODUK BISNIS • OBAT DIBELI OLEH PERUSAHA AN . PEMILIK DAN KARYAWAN • TIDAK ADA OBLIGASI THD KEBERHASILAN FARMAKOTERAPI OBAT=PRODUK KESEHATAN • OBAT “DITEBUS” OLEH PASIEN • OBAT “DILAYANKAN” OLEH APOTEKER ( NAKES) UNTUK TUJUAN KESEMBUHAN • APOTEKER = PELAYANAN KESEHATAN ATAU HEALTH PROVIDER • OBLIGASI PROFESI ATAS KEBERHASILAN FARMAKOTERAPI .

PEMAHAMAN BARU MARGIN APOTEK MARGIN APOTEK SBG “TOKO” • OBAT DIBELI DENGAN HARGA NETTO • DIJUAL DENGAN HET ATAU HARGA AKIBAT PERSAINGAN BEBAS • MARGIN ADALAH PERHI TUNGAN BIAYA DAN PROFIT • APOTEKER= KOMPONEN BIAYA YG MENGURANGI PROFIT .

khususnya pasal 108 dan 203. • Apotek berubah menjadi “ tempat dijalankannya praktik kefarmasian” oleh apoteker.Implikasi UU 36/09 dan PP 51/09. Apoteker menjadi satu satunya pribadi yang bertanggung jawab atas seluruh proses penyelenggaraan pelayanan apotek. • Apotek sebagai entitas bukan lagi usaha berbasis “badan hukum”. merubah pekerjaan kefarmasian menjadi praktik kefarmasian. satu prosedur yang berbasis profesi apoteker dan tenaga kesehatan. . kepada sistem apotek • UU 36/09 tentang kesehatan. Dengan demikian “badan hukum” yang sebelumnya mewakili eksistensi apotek “batal demi hukum”. walaupun belum pernah diatur sebelumnya. yang memiliki lisensi dan tanggung jawab hukum atas semua proses apotek.

Skema Apoteker dan apotek •Menyelenggarakan •Mengelola •Melaksanakan •Memberikan Apoteker yg memiliki SIPA Kewenangan Apoteker Pelayanan Farmasi Kepada pasien dan Masyarakat Pemegang ijin dan pelaku pelayanan farmasi di apotek Mengadakan dan Membeli Obat dan Alkes Memberikan Pelayanan kepada pasienMasyarakat .

Status baru apotek • Apotek adalah fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk menyelenggarakan Pelayanan Profesi Apoteker • Apotek adalah “nama” fasilitas pelayanan yg diselenggarakan oleh Apoteker sebagai “tempat praktik” apoteker yang memiliki SIPA( Surat Ijin Praktik Apoteker) • Apotek adalah entitas “usaha profesi” yang mandiri dari seorang apoteker( tempat praktik dokter.arsitek dll) . pengacara. notaris. akuntan.

Hubungan Distributor obat-alkes dengan apotek • Hubungan ditributor/PBF dan alkes dengan apotek adalah hubungan antara PBF dengan Apoteker pemegang SIPA yang membuka apotek. dan karenanya tidak berhak melakukan transaksi. • Distributor/PBF melakukan transaksi dengan apoteker sesuai dengan tata cara umum yang berlaku • Apotek “tidak lagi” melakukan transaksi dengan PBF • Dan Apotek bukan suatu “badan usaha dagang”. hanya boleh ditransaksikan oleh Apoteker yg memiliki SIPA dan membuka Apotek. • Obat golongan Obat Keras dan Narkotika/Psikotropika. .

PROYEK HPEQ (Health Professional Education Quality) DARI DIKTI DAN KEMKES .

Melihat dan mengkaji ulang • Reviewing Pharmacy Practice In Indonesia currently and based on UU36 & PP51 • Reviewing Pharmacy Practice as a part of Health System in Indonesia • Reviewing Pharmacy Practice in Indonesia compared to other country • Reviewing Pharmacy Education • Reviewing Competency of Pharmacy Profession • Reviewing Accreditation Policy and Procedure of Pharmacy School • Reviewing Certification of Pharmacy's Graduate .

“PP 51 dan SIPA” berkenaan dengan Praktik Apoteker Ahaditomo 16 .

dan kosmetika. • Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah. • Fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan. preventif. baik promotif. bahan obat. pemerintah daerah. 17 . dan/atau masyarakat.Definisi dan pengertian • Sediaan farmasi adalah obat. obat tradisional.

perbekalan kesehatan. dan kosmetika. 18 . tenaga.Definisi dan pengertian • Sumber daya di bidang kesehatan adalah segala bentuk dana. bahan obat. dan/atau masyarakat • Sediaan farmasi adalah obat. obat tradisional. pemerintah daerah. sediaan farmasi dan alat kesehatan serta fasilitas pelayanan kesehatan dan teknologi yang dimanfaatkan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah.

termasuk produk biologi yang diigunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis. pencegahan.Definisi dan pengertian • Obat adalah bahan atau paduan bahan. atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan. 19 . untuk manusia. • Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan. sediaan sarian (galenik). penyembuhan. bahan mineral. pemulihan. dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. peningkatan kesehatan dan kontrasepsi. bahan hewan.

terintregasi dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit.Definisi dan pengertian • Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu. peningkatan kesehatan. pengobatan penyakit. dan pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan/atau masyarakat. • Perbekalan kesehatan adalah semua bahan dan peralatan yang diperlukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan 20 .

Selama memberikan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang mengutamakan kepentingan yang bernilai materi. 4. Ketentuan mengenai perizinan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dalam Peraturan Menteri. Tenaga kesehatan berwenang untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan. 21 . tenaga kesehatan wajib memiliki izin dari pemerintah. 2. Kewenangan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki. 3. 5. Dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan.Pasal 23 1.

3. standar pelayanan. standar pelayanan. dan standar prosedur operasional. 2. Ketentuan mengenai kode etik dan standar profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh organisasi profesi. Ketentuan mengenai hak pengguna pelayanan kesehatan. standar profesi. Tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 harus memenuhi ketentuan kode etik. hak pengguna pelayanan kesehatan.Pasal 24 1. dan standar prosedur operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri. 22 .

Pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada kompetensi dan kewenangan sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki. kelalaian tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu melalui mediasi. tenaga kesehatan wajib melakukan pemeriksaan kesehatan atas permintaan penegak hukum dengan biaya ditanggung oleh negara.Pasal 28 dan Pasal 29 Pasal 28 1. Untuk kepentingan hukum. Pasal 29 1. 2. Dalam hal tenaga kesehatan diduga melakukan kelalaian dalam menjalankan profesinya. 23 .

Memahami UU 36/09 pasal 108 dan PP 51/09 24 .

promosi. 25 • . dan pengedaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3). dan mengawasi pengadaan. mengolah. bermutu. Setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan dilarang mengadakan. Bagian Kelima Belas Pengamanan dan Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan • • • Pasal 98 Sediaan farmasi dan alat kesehatan harus aman. mengatur. dan mengedarkan obat dan bahan yang berkhasiat obat. penyimpanan. promosi. mempromosikan. dan terjangkau. menyimpan.UU 36/09. penyimpanan. Pemerintah berkewajiban membina. pengolahan. mengendalikan. pengedaran sediaan farmasi dan alat kesehatan harus memenuhi standar mutu pelayanan farmasi yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. berkhasiat / bermanfaat . Ketentuan mengenai pengadaan.

pengaman an.UU 36/09 Pasal 108 Praktik kefarmasiaan • Praktik kefarmasiaan yang meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi. pelayanan informasi obat serta pengembangan obat. pengadaan . • Ketentuan mengenai pelaksanaan praktik kefarmasian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. 26 . pelayanan obat atas resep dokter. bahan obat dan obat tradisional harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. penyimpanan dan pendistribusian obat.

perhitungan dosis dengan keberhasilan farmakoterapi • Liabiliti mutu obat • Tujuan STRA dan SIPA atau SIK • Obat dalam pelayanan kesehatan • Obat dalam Pelayanan Kefarmasian 27 .Mengapa Apoteker harus memiliki STRA dan SIPA atau SIK ? • Definisi apoteker • Definisi Obat • Keterkaitan Obat.

09 sbg peraturan pelaksanaanya. pembuatan obat jadi . • Semangat utamanya adalah “ public safety” atas obat dan produk kefarmasian lainnya mulai bahan baku. distribusi dan pelayanannya kepada publik atau khususnya pasien 28 .Semangat UU 36 / 09 dan PP 51/09 • Setiap UU dan PP diterbitkan dengan landasan kuat dan semangat untuk kepentingan publik dalam hal ini adalah “ public safety” • Demikian halnya pasal 108 dari UU 36/09 dan PP 51/.

pelayanan dan penelitiannya merupakan “praktik Kefarmasian” yaitu satu kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan SOP Kefarmasian termasuk adanya syarat dan standard kefarmasian tertentu. bukan “Pekerjaan-kefarmasian” • Fenomena kefarmasian khususnya pembuatan distribusi.Praktik Kefarmasian. 29 . • Pelaksanaan praktik dilakukan oleh Tenaga Kesehatan Apoteker yang terdaftar dan memperoleh lisensi atau ijin melakukan praktik yang diterbitkian oleh pemerintah.

Tempat Praktik adalah tempat yang memenuhi syarat dan standard tertentu sesuai dengan ketentuan untuk jenis pekerjaan yang dilakukan. dokter gigi.Pemahaman Praktik Apoteker 1. tempat bekerja akuntan. 2. tempat beracara hakim dll) 3. apoteker atau profesi lainnya seperti tempat bekerja notaris. Praktik Apoteker adalah pekerjaan yang dilakukan oleh apoteker berdasarkan SOP Profesi dalam bentuk berbagai “tindakan apoteker” di tempat tertentu yang memenuhi syarat dan standard yang ditetapkan. ( tempat praktik dokter. Praktik adalah pekerjaan tertentu yang diselenggarakan oleh lulusan Pendidikan Tinggi dengan keahlian tertentu dan dilaksanakan berdasarkan SOP Profesi. 30 .

berlaku baginya SIPA atau Surat Ijin Praktik Apoteker dan SIK atau Surat Ijin Kerja ( yang diperoleh setelah memiliki STRA atau Surat Tanda Registrasi Apoteker) • SIPA (dan SIK) adalah lisensi untuk menjalankan praktik profesi ditempat praktik profesi .“PP 51/09” sebagai terjemahan dari UU 36/09 pasal 108 • Apoteker adalah Tenaga kesehatan ( kefarmasian) • Tenaga Tehnis Kefarmasian adalah Tenaga kefarmasian lainnya yang bukan Apoteker.yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan di Kabupaten/ kota 31 . • Bagi yang berpraktik profesi sebagai apoteker.

Produksi dan Kendali Mutu. c. b. ditempat yang dikenal sebagai “ pabrik farmasi” ataupun di tempat praktik apoteker lainnya.Lingkup pekerjaan profesi dan Tempat Praktik Profesi Apoteker • Apoteker menyelenggarakan dan melaksanakan praktik profesinya yang terkait dengan a. Apotek. Klinik Dokter bersama 32 . Distribusi sediaan farmasi ditempat yang dikenal sebagai Distributor Farmasi ditempat Distributor. Pembuatan obat dengan rangkaian pekerjaan yang terkait meliputi Quality Assurance. Puskesmas. Pelayanan Kefarmasian kepada pasien langsung di tempat yang dikenal sebagai Rumah Sakit.

33 . b. Apotek. Di rumah sakit. kelembaban dan pencahayaan. yaitu suatu tempat dengan syarat dan standard antara lain memenuhi ketentuan farmakope terhadap kebersihan. termasuk di apotek didalam Rumah Sakit dan tempat lain didalamnya yang memenuhi syarat dan standard bagi suatu praktik kefarmasian. suhu.Tempat Praktik Apoteker Apoteker setelah mendapatkan lisensi atau SIPA dapat berpraktik di fasilitas pelayanan kesehatan. suatu tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan ( ketentuan umum UU 36/09) sesuai dengan jenis praktiknya di a.

yaitu tempat yang mengatur dan menyelenggarakan dan melaksanakan proses distribusi obat. proses produksi dan kendali mutu. Distributor Obat.Tempat Praktik Apoteker a. d. Di Puskesmas. Di fasilitas pabrik obat . Klinik Dokter Bersama . c. dibagian penyelenggaraan dan pelaksanaan pelayanan kefarmasian atau apotek. di bagian Quality assurance . 34 . ditempat penyelenggaraan pelayanan kefarmasian sebagai bagian dari pelayanan kesehatan b. yang terpisah dari tempat berlangsungnya praktik dokter atau dokter gigi. Yaitu tempat tempat berlangsungnya proses pembuatan obat.

menyiapkan obat dan melayankan kepada pasien baik atas permintaan dokter atau swa medikasi. Definisi pelayanan kefarmasian di tempat praktek diatas. adalah berbagai “tindakan apoteker” yang dilakukan dan diselenggarakan berdasarkan SOP Apoteker b. 35 . puskesmas dan Klinik Bersama Dokter a. rumah sakit.Pemahaman Praktik Apoteker dan tempat praktik • Di tempat pelayanan apotek . Apoteker secara mandiri atau dengan dibantu oleh Tenaga Tehnis Kefarmasian membuat. dalam kerangka farmakoterapi.

PEMAHAMAN BARU MARGIN APOTEK MARGIN APOTEK SBG “TOKO” • OBAT DIBELI DENGAN HARGA NETTO • DIJUAL DENGAN HET ATAU HARGA AKIBAT PERSAINGAN BEBAS • MARGIN ADALAH PERHI TUNGAN BIAYA DAN PROFIT • APOTEKER= KOMPONEN BIAYA YG MENGURANGI PROFIT .

MENGHITUNG JASA PROFESI APOTEKER • • • • • • • APAKAH “JASA APOTEKER ITU ? KENAPA HARUS ADA JASA APOTEKER ? BERAPA BESAR JASA PROFESI APOTEKER ? BAGAIMANA MENGHITUNGNYA ? HUBUNGAN “JASA” DENGAN “HARGA OBAT “ HARGA OBAT APAKAH ITU ? BAGAIMANA DENGAN MEKANISME SISTEM PAJAK ? .

JASA PROFESI APOTEKER • KONSEP DASAR : OBAT ADALAH “PRODUK MANUFAKTUR” DENGAN KATEGORI KESEHATAN • OBAT TIDAK BOLEH “DIPERDAGANGKAN” SECARA BEBAS. YANG AKAN “HIDUP” MELALUI “ URAIAN DAN PENJELASAN APOTEKER . MELAINKAN MELALUI ”PROSEDUR PROFESI” ( ref di negara maju ) • OBAT ADALAH PRODUK “MATI”.

DALAM KERANGKA PELAYANAN KESEHATAN • URAIAN DAN PENJELASAN APOTEKER MEMILIKI MANFAAT DAN RESIKO SECARA HUKUM . YANG MEMILIKI STR DAN LISENSI ATAU SIPA • URAIAN DAN PENJELASAN APOTEKER DIAKUI OLEH UU-36/09 DAN PP-51-09 • DIBERIKAN DI TEMPAT PELAYANAN PROFESI APOTEK.URAIAN DAN PENJELASAN APOTEKER • URAIAN DAN PENJELASAN APOTEKER. DISAMPAIKAN BERDASARKAN ILMU FARMASI.

ANTI RHEUMATIK.OBAT DAN KEMANFAATAN DAN KEAMANAN • MODEL OBAT APIRIN • ADA BENTUK DOSIS. ANTI INFLAMASI NON STEROID. UNTUK COLON CANCER • EFEK SAMPING OBAT . TERKAIT STATUS MOLEKUL • INDIKASI KLINIK YANG BERBEDA BEDA • PENURUN PANAS. PENGENCER DARAH. TABLET BERISI ASPIRIN 500 MG DAN 100 MG • ADA STANDARD PENYIMPANAN DAN KEMASAN.

KEADAAN KEGAWATAN DLL) . LANSIA.PERHITUNGAN JASA APOTEKER • BERDASARKAN URAIAN DAN PENJELASAN APOTEKER ATAS “OBAT” DAN “CARA PENGGUNAANNYA” ( REGIMENTASI OBAT) • DERAJAD KESULITAN DAN RESIKO DALAM MENGURAIKAN DAN MENJELASKAN TERKAIT DENGAN SISTEM TUBUH ( KARDIO VASKULER. INTERAKSI OBAT. MULTI OBAT. INFEKSI. RESPIRASI. KANKER. KULIT. BAYI. TPN. GI TRACT. PEMBERIAN IV DAN IM. SSP.

TERMASUK ADR-NYA • PENATA LAKSANAAN REGIMENTASI DOSISNYA • BIAYA MANAJEMEN “BARANG OBAT” UNTUK MENJAGA DAN MEMPERTAHANKAN MUTU PRODUK . INHALASI) • DARI INDIKASI KLINIK OBAT. TOPIKAL. BERDASARKAN KEPADA SAF ( SENYAWA AKTIF FARMASI) ATAU API. KAPSUL. INFUS. OK TERKAIT KEMANFAAT AN DAN KEAMANANNYA. DAN BENTUK DOSISNYA ( TABLET. LARUTAN SUNTIK.RINCIAN JASA • DIPERHITUNGKAN DARI SETIAP OBAT .

ACIDUM ACETYL SALYCILAT BENTUK DOSIS TABLET 500 MG INDIKASI KLINIK ANTIPYRETIK BESARAN JASA RP.5. 500 PER URAIAN DAN PENJELASAN RHEUMATIK DAN INFLAMASI TABLET 100 MG “ PENGENCER DARAH” DALAM SISTEM KARDIOVASKULER RP.OBAT DAN SAF-NYA ASPIRIN.1000 RP.000 .

PERHITUNGAN HET BARU • KOMPONEN HARGA. TDD: • JASA APOTEKER • BIAYA MANAJEMEN BARANG OBAT • BIAYA ADMINISTRASI PELAYANAN • BIAYA PERSONEL • HARGA OBAT ( NETTO) • PROFIT PELAYANAN (RASIONAL) • HET OBAT • 1 R/ TDD DARI 1 SD N OBAT YANGTERKAIT DG SAF DAN INDIKASI KLINIK • BIAYA PERSONEL 4 % DARI TOTAL OMZET • BIAYA MANAJEMEN BARANG OBAT • HARGA NETTO OBAT TERGANTUNG KEPUTUSAN PBARIK OBAT DENGAN SISTEM ASURANSI NASIONAL • PROFIT. SESUAI STANDARD UMUM USAHA .

HET OBAT • KOMPOSISI RESEP • R/ ASPIRIN 500 MG 12 TABLT • R/ AMOXICILLIN 500 MG 15 TABLT • HET BARU • ASPIRIN HNA X 15 TABLET • AMOXICILLIN HNA X 15 TABLET • JASA PROFESI • ASPIRIN RP 500 • AMOXICILLIN RP.1000 • PROFIT ( SEBELUM PAJAK) 20 % .

• DIA AMERIKA. .MASA DEPAN APOTEKER • APOTEKER HARUS BERANI MELIHAT MASA DEPANNYA SECARA MANDIRI • IAI ADALAH ORGANISASI “PERJUANGAN” UNTUK MERAIH MASA DEPAN YANG SUDAH DEKAT SEKALI • FARMASI ADALAH SEBUAH “SISTEM” YANG DIAKUI OLEH DUNIA SEPERTI WHO. FIP. ADA 200 RIBU APOTEKER YANG MENGATUR DIRINYA SENDIRI • APOTEKER SANGAT BERHAK ATAS PERPUTARAN EKONOMI FARMASI MELALUI PELAYANAN YANG DIAKUI OLEH NEGARA. FAPA.

APOTEKER INDONESIA 2020 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful