Anda di halaman 1dari 4

ASUHAN KEPERAWATAN Kasus : Seorang mahasiswa laki-laki berusia 20 tahun sedang merokok di parkiran kampus.

Tiba-tiba dadanya sesak dan dia tidak sadarkan diri. Setelah di cek nadi carotisnya tidak ada.
1. Pengkajian

Analisa data Data DS: DO: - Warna kulit pucat - Kulit Dingin - CRT > 2 detik Analisa Cardiac arrest kemampuan pompa jantung menurun Curah Jantung menurun Suplai O2 ke otak tidak terprnuhi Gangguan perfusi serebral Cardiac arrest kemampuan pompa jantung menurun - Cianosis kuku dan bibir Curah Jantung menurun Suplai O2 ke jaringan tidak terprnuhi Gangguan perfusi jaringan Cardiac arrest kemampuan pompa jantung menurun Curah Jantung menurun Suplai O2 ke seluruh tubuh menurun Kebutuhan O2 di paru-paru tidak terprnuhi Gangguan pertukaran gas Cardiac arrest Masalah Keperawatan Gangguan Perfusi serebral

DS: DO:

Gangguan perfusi jaringan

DO: DS: - Nilai GDA tidak normal - Terlihat distress pernafasan

Gangguan pertukaran gas

DS:

Penurunan curah jantung

DO: - Tekanan darah tidak ada - nadi perifer tidak teraba

kemampuan pompa jantung menurun Curah Jantung menurun

2. Diagnosa keperawatan :
1. Gangguan perfusi cerebral berhubungan dengan penurunan suplai O2 ke otak 2. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan suplai O2 ke jaringan 3. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan suplai O2 tidak adekuat

4. Penurunan curah jantung berhubungan dengan penurunan daya pompa jantung


3. INTERVENSI

Dx : Gangguan perfusi cerebral berhubungan dengan penurunan suplai O2 ke otak Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam diharapkan sirkulasi darah kembali normal sehingga transport O2 kembali lancar Kriteria Hasil : - Pasien akan mempertahankan tanda-tanda vital dalam batas normal - Warna dan suhu kulit normal - CRT < 2 detik. No Intervensi 1.Posisikan kaki lebih tinggi dari jantung Rasional Mempercepat superficial, pengosongan mencegah vena distensi

berlebihan dan meningkatkan aliran balik vena 2.Pantau tanda-tanda vital: TD, nadi, frekuensiPeningkatan TD sistemik yang diikuti nafas, suhu. oleh penurunan TD diastolik (nadi yang membesar) merupakan tanda terjadinya peningkatan TIK, jika diikuti oleh penurunan Hipovolemia/hipertensi mengakibatkan kesadaran. dapat kerusakan/iskhemia

cerebral. Demam dapat mencerminkan

kerusakan Peningkatan

pada kebutuhan

hipotalamus. metabolisme

dan konsumsi oksigen terjadi (terutama saat demam dan menggigil) 3.Pantau adanya pucat, sianosis dan kulit dinginSirkulasi yang terhenti menyebabkan atau lembab transport O2 ke seluruh tubuh juga terhenti sehingga akral sebagai bagian yang 4.Pantau pengisian kapiler (CRT) paling jauh dengan jantung menjadi pucat dan dingin. Suplai darah kembali normal jika CRT < 2 detik dan menandakan suplai O2 5.Berikan vasodilator misal kembali normal nitrogliserin,Obat diberikan untuk meningkatkan sirkulasi miokardia.

nifedipin sesuai indikasi

Dx : Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan suplai O2 tidak adekuat Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam sirkulasi darah kembali normal sehingga pertukaran gas dapat berlangsung Kriteria hasil : - Nilai GDA normal - Tidak ada distress pernafasan No Intervensi 1 Berikan O2 sesuai indikasi Rasional Meningkatkan alveolar 2 Pantau GDA Pasien 3 Pantau pernapasan klien dan konsentrasi dapat oksigen

memperbaiki

hipoksemia jaringan Nilai GDA yang normal menandakan pertukaran gas semakin membaik Untuk evaluasi distress pernapasan

Dx : Penurunan curah jantung berhubungan dengan kemampuan pompa jantung menurun Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pompa jantung Kriteria hasil :

- Nadi perifer teraba - Tekanan darah dalam batas normal

No Intervensi 1 Lakukan Pijat Jantung 2 Berikan oksigen dan tambahan obat dengan sesuai

Rasional untuk mengaktifkan

kerja

pompa

jantung kanula Meningkatkan sediaan oksigen untuk indikasi kebutuhan miokard untuk melawan efek hipoksia/iskemia. Banyak obat dapat digunakan untuk meningkatkan volume sekuncup, memperbaiki kontraktilitas. Penurunan curah jantung dapat menunjukkan menurunnya nadi radial, dorsalis pedis dan postibial. Nadi mungkin hilang atau tidak teratur untuk dipalpasi. Pada pasien Cardiac Arrest tekanan darah menjadi rendah atau mungkin tidak ada. Pucat menunjukkkan perfusi sekunder adekuatnya curah jantung.

nasal/masker (kolaborasi)

3 Palpasi nadi perifer

4 Pantau Tekanan Darah

5 Kaji kulit terhadap pucat dan sianosis

menurunnya tidak

terhadap