P. 1
Inpres 12 Th 2011 Pemberantasan Narkoba

Inpres 12 Th 2011 Pemberantasan Narkoba

|Views: 69|Likes:
Dipublikasikan oleh Siwas Polres Ciamis

More info:

Published by: Siwas Polres Ciamis on May 30, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/03/2013

pdf

text

original

I I I

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

I

I

I

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PELAKSANAAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI NASIONAL PENCEGAHAN DAN PEREDARAN GELAP

I

I

I I

DAN PEMBERANT ASAN PENYALAHGUNAAN

NARKOBA TAHUN 2011- 2015 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

I I I

Untuk lebih memfokuskan pencapaian "Indonesia Negeri Bebas Narkoba", diperlukan Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (Jakstranas P4GN) sebagai bentuk kornitmen bersama seluruh komponen masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia, dengan ini menginstruksikan: Kepada 1. Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II; 2. Sekretaris Kabinet; 3. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia; 4. Jaksa Agung; 5. Panglima Tentara Nasional Indonesia; 6. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal; 7. Para Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian; 8. Para Gubernur; dan 9. Para Bupati/Walikota; Untuk: PERTAMA Mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-rnasing, dalam rangka pelaksanaan Jakstranas P4GN Tahun 2011 - 2015, yang meliputi bidang:
1.

I I I

I

I

I I I I

I

I

Pencegahan ".

PRESICEN RUUBLIK INDONESIA.

... 2 •

1. 2. Pemberdayaan Masyarakat~
3. Rehabllitasi; clan

4. Pcmbenmtasan.

KEDUA

Daam ranska

peJaksanUll

Jakstranas

P4GN T &hun 2011 • 2015

sebagaimana dimaksud daJam Diktum PERT AMA: I. Bidang PcnccsablDt memfokuskan pada: a. Upaya mcnjadikan siswalpe1ajar pcndiclikan mcncngab dan mahasiswa memiliki poIa pikir. sikap. dan ccrampil mcnolak

pcnyaJahgunaan dan peredaran SClap narkoba;

b. Upaya mcnjadibn para pekerja mem1llki pola pikir, sikap. dan
terampll menolak pcnyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. 2. Bidaog Pcmberdayaan Masyarakat. mcmfokuskan pada:
a. Upaya

meD(;iptakan Impungan

pendidikan

menenph

dan

kampus bebas dari penyallbguoaan dan peredaran gelap nerkoba terutama gaojls shabu, elcsWi, dan beroin; b. Upaya mcnciptakan lingkunSflIl ked. bcbas dari penyaJa.hguna8n dan pcredaran geJap narkoba. tcrutama pnja, shabu. ckstaSi. dan heroin;
c. Upaya penyadaran dengan pembenlayaan masyarakat di daerab·

d.aerah

yang

sccara

sosiologis

dan

ek.onamia

melakulcan

. pmanaman ganjL
3. Bidang Rebabilitasi, memfokuskan pada:

a. Upaya mengintellSifkan Wajib Lapor Pecandu Narkotikaj

b. Upaya .• _

REP'U6II..IK

I="R. £91oeN

INDONESIA

• • • • •

·3·

• •

h. Upaya memberikan pelayanan rebabilitasi medis dan rehabiliwi so.siaJ kepsda ~alahguna.
korttBo peIIyalMgunaan. den pocandu

narkoba;
c.
Upll)'8

pembengunan kapasitas lembaga rehebilitasi medis dan
3CQCa

• • • •

rmabililaSi sosiw

prioritas bcrdasarkm kcrawanan damh

penya1ahgunaan narko ba;
d. Upaya pembirwm lanjul kepadl. mantan pe.D)'alahguna. korban

penyalallgunaan, dan pccandu narkobe..
4. Bidang Pem.bcnut.tasw:I. manfoktakan pada.: a. llptya
,pcngawatCl

lcetat ttrhadap impor, ptOdulCIi, diItrIbusi.

• • -= • -=
Ie

-=

peBl&IlDun

(Inti wer). ekspoc. dan re-ekspcr

bahan kimia
YMI danfatali
wmg yang

It

prekuJor dan penepbn bukum terbatJap jarlDpn ~
melatukan penyimpangan;

b. Upeya c. Upaya

pengungkapan pensungkapan

pabrikan

gc:lap

narkoba terti bat;.

lahoratorium nunahan dan jariPltm· sindikat tinda.k pidana

)lana

pencucian

beJbitan dengan tindak pidana narkotika secara sesuai pentunul pcrundang.undangan; d, Upayapenyelidikan
jaringan sindikAt

toga$

dan xc.m

dan pmyidibn, penWllutan, daD pmulilan baik da1arn owtpWl

narkoba

luar ncR«i sccara

s~
c. Upaya ptnindakan yang lege dan kerns te:rbadap aparat penegak lwkum dan
oparat

pemerlnah lalnnya yang terllbat jaringan
kerja sema antarpenelak
di lapangan;

sindikrtt narkobt;
f. Upaya peningbtan

II

• • • • • • • • •
K

hukum untuk

I
I I I

DlCIlghindllri kcsmjangan

g. Up a;, a ."

PRESIDEN
RePU8L.IK INDONESIA

•4•

g. Upaya

kerja sarna dengen aparat penegak

hukum

tingkat

int.eroaSionel KETIGA PMa Menteri dMl Kepala Lembaga bertindak sebagai penanggung jawsb di lingkttn&a:n kerja masinJ·muill3 Rencane A.ksl Nuional Peaccphan
dan Peredsran terhadap

pc:ncapaian terget sesual Penyals.hgunaan

dan Pemberanusan

Gelap Nmoba

Tahun 2011 - 2015 sebagaimana

tercaarum dalam Lampiran 100000si Presiden ini. KE-mAP AT:
Para Gubemun 1. Dalarn wUtu 3 (tip) bulan, mmyusun dan melWanakan
RcnADI.

A.bi Taboo 20]

1 • 2015 di

tingbt Prov insi eba,gaimana

dirnWud

. dalam Diktum KEDUA; 2. Mel!p(lrk.an secan. b.erkala kepada Preslden melalui Kepala Badan Narkotika Wasional.
KEL1N1A

Para. BupatifWaJikota:

I. Dalam waktu 3

(tiga) btl14tt.

menyusun dan melak.s.a:n.abn Rencana
sebagahnana
Kepala Badan

Ani rabun 20] I " 2015 d..i ti.ngk.at Kabupetea/Kota dimaksud dalam Dilctum KEDUA~
2, Melaporbn secara berbla kepada Presiden melalui

Narkotika Nasionel ,

I

KEENAM

Kopala

Badan

Narkotika

Nasional

me1akul::an pcmantauan

dan

I
I I I I
KETUJUH

pengendatian tertutdap pelaksanun
dan mengk~pilasi

JfW.tr'anftS P40N Tahun 2011 - 2015

Ia.porln lJDtuk disam.palk.an kepeda Presldea,

Melaksana.k.an Instruksi Presiden in. dengan suogguh"suoggub dan penuh
tanggung jawab,

Instrukai .. _

pne:SiDEf"
~E.i:;'iJBLlK INDONESIA

•5-

Instruksi Presiden ini rnulai berlaku pada tanggal dikeluarkan.

Dikeluarkan

di Jakarta

pada tanggal 27 J uni 20 11

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.

DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Salinan sesuai dengan aslinya SEKRET ARIA T KABINET RI

Deputi Bidung Politik, Hukum,

II:

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •
I

-=

E

-=

.:

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN INSTRUKSI PRESIDEN REPUBUK INDONESIA NOMOR : 12 Tahun 2011 TANGGAL : 27 Juni 2011

RENCANA AKSI NASIONAL PENCEGAHAN DAN PEMBERANT ASAN PENY ALAHGUNAAN DAN PEREDARAAN GELAP NARKOBA TAHUN 2011 - 2015

A. BIDANG PENCEGAHAN
, ,
:';;( ,
•••

. .
" .,
• :: t ....
',' I' .11

.

_.

.. ,
' ,
I ';

·c ~

,
"

~!('

:

,

'

.

"
I

...
'-I .
,j :

..

• - ~l

i'

I~ ':"

'.' - - -.. .~.,. II~~/- ~~,)~~.

..~ ,
"or.,

r::

')'1

1

,;

.

,

."

."~~ ~

• ,t

.

1.

Para SiswaIPelajar

pendidikan me-

nengah tidak menyalahgunakan narkobadan teliibat peredaran gelap narkoba.

Memberikan penyuluhan dan penerangan kepooa para Siswa/Pelajar pendidikan menengah yang rentan dan beresiko tinggi dan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

-

Kemendiknas

+10%

+ 20%

+30%

+40%

+50%

-

-

Kemenag
Komisi Peliindungan Anak Indonesia Baclan Kependudukan dan Keluarga Berencana

Meningkatnya jumlah Siswa/ Pelajar pendidikan menengah menolak narkoba.

PRESIDEN REPUBUK INDONESIA
2 -

.....

~ ~

Nasional Badan Narkotika Nasional

Membentuk dan meningkatkan ketrampilan kader anti narkoba di kalangan para SiswaIPelajar pendidikan menengah yang lingkungannya rentan dan beresiko tinggi daTi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Kemendiknas + 10 % + 20 %
+ 30 % + 40 % + 50 %

Kernenag Badan Narkotika Nasional

-

Meningkatnya jumlah Kader Anti Narkoba di kalangan para SiswaJPelajar pendidikan menengah. Meningkatnya jumlah Mahasiswa menolak narkoba.

2.

Para Mahasiswa tidak menyalahgunakan narkoba dan ter1ibat peredaran gelap narkoba.

Memberikan penyuluhan dan penerangan kepada para Mahasiswa yang rentan dan beresiko tinggi dan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Kemendiknas Kernenag + 10 % + 20 %
+ 30 % + 40 % + 50 %

_

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Badan Narkotika Nasional

PRESIDEN REPUBUK INDONESIA -3 -

~ .
,
[

I

-.~ ....

-

~.~

.'

~-"T

••

L ~~~..

-

-;

r-

-

~
r

.
:.f, i :

.. .

.
r
~ oJ

. ;\~~tli. 'r
fl\ j.\

~v:""; {'lP=
I

-r~. ~-~ ....

!~.~

~-

~

.

'.-, l.

.

- ..

,"

..

.

~r _"

!'. ,I

~--.

~

=.', ,r .." .

.... -.

"t"o""''!jr~.::-q •

-'~;i.!
(""",~

~ [.:
,

i

r I' It 1:\:-1

~,~,'It ~'~f·\ .1:"':-" .
_ ". ~. _I. ..,L~
.. ::.

:

-

~

-.

.

~~ - ~ -

-

.

..

..

:~.H ~)

Membentuk dan meningkatkan ketrampilan kader anti narkoba di kalangan Mahasiswa yang Iingkungannya rentan dan beresiko tinggi dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

-

(
h_

.
~

-

. ','Ill .;,:.f ",\ J.• • •• '< __

j

-

;

:!

'

~I<~ ,;)

,:! ~, ~\;\:) :\~t;\

..'

~!rH~{,·V'b;<, . '.;
,-"... ,',;:>1

..

_,t

.;, ,-,.

_

_.
- Kemenag

'.~_.~ _ ~ .. _ , ~ ." .~~il / _.~.~~f~~~:j
Meningkatnya jurnlah Kader Anti Narkoba di kalangan para Mahasiswa.

- Kemendiknas

- Badan Narkotika
+ 10% +20% +30% +40% + 50% Nasional

3.

Para peke~a swastalwiraswasta Iburuh tidal< menyalahgunakan narkoba dan terlibat peredaran gelap narkoba.

Memberikan penyuluhan dan penerangan kepada para pekena di perusahaan atau instansi swasta yang rentan dan beresiko tinggi dan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Membentuk dan meningkatkan keframpilan Kader Anti Narkoba di instansi swastalwiraswasta yang lingkungannya dan tinggi rentan beresiko dan penya!ahgunaan dan peredaran gelap narkoba

-

Kemenakertrans Kernen BUMN Badan Narkotika Nasional Kemenakertrans Kernen BUMN Badan Narkotika Nasional

+ 10%

+ 20 Clio

+30%

+40%

+50%

-

Meningkatnya jumlah Peke~a di perusahaan atau swasta instansi menolak narkoba. Meningkatnya jumlah Kader Anti Narkoba di !ingkungan perusahaan atau instansi swasta.

+ 10% +20% +30% +40% + 50%

-

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA -4 T •

:
J :. ~
I

-

:
I.
II

.' "

~~l.

I' I

r

"I

j',

:\

~ :\~~!·I~"I
;"'( ~I

,
r~
I

.
~;~-,:\: :l~~I!~. : .... "

~ ~~.
\ I

-

~:~~:-)~
~

, :
;1' .

"

:

.,

i

;1

t.:

!. I,) I" ,". 1 {_j~<
~

J.

-

'..!iI'h

I,L

~ ti ....

,
I~

. .,~
.-.

1.

.

_

_1. ~

..

-

..~

~~,
.........

• ._'I.~,;.t

4.

Para pegawai di lembaga Negaraf pemerintah tidak rnenyalahgunakan narkoba dan terperedaran libat gelap narkoba.

Memberikan penyuluhan dan penerangan kepada pegawai negeri yang rentan dan beresiko tinggi dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Membentuk dan meningkalkan ketrampilan kader anti narkoba di instansi pemerintah yang lingkungannya rentan dan beresiko tinggi dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

+ 10% +20% +30% +40% +50%

Seluruh Kementerian dan Lembaga Pemerintah Seluruh Kementerian dan Lembaga Pemerintah

Meningkatnya jumlah pegawai Negeri menolak narkoba. Meningkatnya jumlah Kader Anti Narkoba di lingkungan Instansi Pemerintah.

+ 10% +20% +30% +40% +50%

. II R fit II II II II fa II II B II I!I

PRESIDEN REPUBLIKINDONESIA
5 -

B.
I I.

BIDANG PEMBEROAYAAN MASYARAKAT
-t" : ,I :~

..

~~ ... ~
• I

I .'.

:~,: ~
_

'.\1',
>
'/,j'l

-

-

., !

-

~ ..., .
~ J_ ••

\

...

I: :J~_i
-.. Il • ~

_-

., F

--

" !.I} , ,

;\:\,:-,.\"X-_
_'-" :.::

,

1~1~_Ji:\.·\r(J~-i. "

1.

Ungkungan pendidikan menengah bebas dan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba terutama Ganja, Shabu, Ekstasi, dan Heroin.

'-

.'

Melakukan test narkoba dimulai dari pendidikan menengah yang rentan beresiko dan tinggi terhadap penyalahgunan dan peredaran gelap narkoba. Memberikan pelayanan medis dan rehabilitasi rehabilitasi sosial bagi peIajar pendidikan meyang terlibat nengah sebagai penyalahguna. korban penyalahgunaan, dan ~tdu narkoba.

-

-

..

r ,

"",t\

L

-

! ,

_

.~~t;~.) ,
-."'

-

."'_--

<..,_~~ ..

6

12

12

12

12

-

Badan Narkotika Nasional

Meningkatnya jumlah pendidikan menengah bebas narkoba.

-

~;,;J

. ;;

G

12

12

12

12

-

Kemenkes

Kemensos
Badan Narkotika Nasional

Mengungkap jaringan sindikat narkoba yang mengakibatkoo pelajar
pendidjkan menengah ter1ibat sebagai penya-

-

10%

20%

30%

40%

50%

-

Poln Badan Narnotika Nasional

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA .6-

,
1\,"

--

.

i ,

,'If - .

: i!
,
-,

.,

."

, .
,
~, ~

••.•1~
~...Io

_-

..

-.
:1 ~

~.
~r~.
I~

"

, !,
...

. "~ , ~~-,~ I ,:' >~-:I{ , ': .. .. , ~:" y( ~,,\~ l f·\'
:.;.. I ~ ~ .. ~_
I

:

r-

",,-

-."

,

L.,

f

-

• - ~..= •

-

lahguna, korban penyalahgunaan, dan pecandu narkoba.

..

.1' _
_ "'~ :;>~r. ~

~~

."_

.,.

I .:

\1'1r1l;\ :,', ~ I i< ~J ~ . :~
.! »r-.
I ~

~.

<.f.

-1:

.

~)

I

~~ ~ ~

~

~

~ ~:

f :;

I~ .; ~j-~_... _;;. ~,;j,~oI'~\I~~~~ ~ ~, .

l:.... t

"

2. ~ingkungan kampus ~bas dan penya-

ahgunaan dan pere~aran gelap narkoba Ganja, erutama Ekstasi, ~habu, ~in.

Melakukan test narkoba dimulai dari kampus yang rentGWldan beresiko tinggi terhadap penyalahgunan gelap dan peredaran narkoba.

6 12 12 12 12

Badan Narkotika Nasional

Meningkatnya jumlah Kampus bebas narkoba.

Memberikan pelayanan medis dan rehabilitasi rehabilitasi sosial bagi Mahasiswa yang tertibat sebagai penyalahguna, korban penyalahgunaan, dan pecandu narkoba.

-

6

12

12

12

12

l<emenkes Kemensos Badan Narkotika Nasional

PRESIDEN REPUBUK INDONESIA .7
" ,

,~
I

r'" -,

I

"

.
I' ~ It!·.. , v 'Uo.. ~ _

,

'

..,
,';.

. ; 1'- ' [ - .. .:_

~.~

,
,

- ,-

,

-

~.I

"t. ~. 'JIo;

-

....

,

,
.0

~\;~(1~~ .
,I-i,
...... ,~~

I

;":':;-;:,'-'~' ~ : '-~r
- ......

~~\~\

I

~..I'..r

..

".

~~

3. ,._ingkungan

kerja bebas dari penyalah~unaan dan pere~aran gelap narkoba Ganja, erutama ~habu, Ekstasi, dan Heroln,

Mengungk~ jaringan snyang dikat narkoba mengakibatkan Mahasiswa teriibat sebagai penyalahguna, korban pen yalahgunaan , dan pecandu narkoba. Melakukan test narkoba dimulai dari lingkungan kerja yang rentan dan beresiko tinggi terhadap pen yalahgunanan dan ~aran gelap nark:oba. Memberikan pelayanan rehabUitasi medis dan rehabilitasl sosial bagi peketja atau pegawai yang tel1ibat sebagai penyalahguna, korban penyalahgunaan, dan pecandu narkoba.

..

','(fr:
I ... """" ~ ..' ~~~

'~II'),
~_~~.( :,~.~~.~

,Ii ~.:
-

'l

! "

r~'~E'~

!~~_

~~ l ~\;\;-"'I;'I;\
~ h

~I

.- ..,;. . ..:r.~.&":.......;..:_

...

~

,

t:

1'I
~

,'tIl \, '"! ,\:',c'o''''. ,
"b L·

.... _~

~

~.

.;:...

..

10%
20%

-

Palri
8adan Narkotika

Nasional

30%

40%

50%

6

Badan Narkotika Nasional

12

12

12

12

Meningkalnya lingjumlah kefja kungan bebas narkoba.

6

12'

12

12

12

-

Kemenkes Kemensos Badan Narkotlka Nasional

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA -8
r .. ~-I,
,

-,

"-

. 1 .: \
r ~ I•:

,<

-

j .... ]

(

-

,-

"

t'_J

" ."
~l·
k~~~lo..;

::\

.,'r

.
,
~I~I ;~
•~ < ~ •

>-~)t'~

-"

'.

~~ZY;':

1 -

"

\

,J

", r_
.I'j ',
t
• I. ~

.

,

Mengungkap jaringan sindikat narkoba yang meogakibatkan peke~a atau pegawai terUbat sebagai penyalahguna, korban penyalahgunaan, dan pecandu narkoba 4, iS8caia bertahap Me\akQ(an evaluasi sa~asyarakat pena- cara periodik atau ganja tidak lagi instdentil terhadap ~anam ganja, sedang yang

-

,I

..

-

~

-

'.<1

'

.

,

•I

,

\

.:~;<;;.:,.~~)

:
I} "

.

I~!!iI;', ,~,'~)l~", ' . ',- ~,it,-;>>\ ~•

..

.

,"

-

~ .:-~

:~

..

'

10%

20%

30%

40%

50%

-

Poln 8adan Narkotika Nasional

rmm

namun

telah berubah ~ 'ClllySUng.

r~~

6

12

12

12

12

-

8adan Narkotika Nasional 8adan Narkotika Nasional

~ mata pencaharian ain sebagai altematif pengg<llticarahidup ~anglama.

program Mensinergikan dan kegiatan antar intansi terkait guna mempercepat ten::apainya hasH yang dite~.

6
12 12

12

12

Meningkatnya pejumlah nanam ganja yang telah meninggalkan cara hid up lama sebagai penanam ganja.

• •••••••••••••••••••••••••••••••••
PRESIDEN REPUBUK INDONESIA
~9 r~:,<;
t
I

~
• ~, ~
tr

r"";

..

I

~~

~~

.~~.,. ~

) n<_) :
[~. ~

l

~

I, jU:I,
•• "t
I ~

;..; (":,\ .
_. .~. _

·r ~

Co"~'" ':

.~~..

~.

~-

••

",

.. ,,' \
~

,
• -

I.T-~

_.

,

"7.:.-~ ~'

r

~-

~.

I

-

""-;.'::-_"

T(

,

---:<:~~~
~_ • ,

I

'I,'
~. ~ ~

~~

~~_~'~~;~~H ~l__
_I

.'

.
..~.~ ~') ~~

-;_I.\~~.' ~

~~

~~~:;I~:L~~t :\ j ~_~~ ~II~~~.;-~
1-_

~':" ;':(;"':\~I',

_~ ,~ _-=.i:L;

,'11'!111:\~\' ~);-{;.;
~~.~-L~ ~ .~~

I

Membantu petani penanam ganja dengan mala pencaharian pengganti lainnya.

+25% 100%

Badan Narkotika Nasional

+50%

Melakukan pengembangan program di daerah barn yang rawan terhaclap tanaman ganja illegal.

1

2

3

4

-

8adan Natkotika Nasional

- PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA - 10 ~

5.

Secara bertahap masyarakat Kampung Pennata, Jakarta Barat, OK! Jakarta bebas dan penyalahgunaan peredaran dan gelap narkoba dan pengembangan program di tempat rawan kota lainnya.

Melakukan evaluasi sa-cara periodik atau insidentil terhadap program yang sedang ber1angsung.

6

Badan Narkotika Nasional

12

12

12

12

Mensinergikal program dan kegiatan antar intansi terkait guna mempercepat tercapainya hasil yang ditetC!Q_kan.

6

12

12

12

12

-

8adan Narkotika Nasional

Berkurangnya penyalahguna narkoba da n sindikat per edaran gela p d narkoba Kampung Per mata, Jakart a OK\' Bara~ Jakarta.

1M

.,.

_

WI

III

"

"

II II

II II II .. II ••••

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ~ 11 ~

Melakukan

pengem-

Badan Narkotika

bangan program di kota lainnya yang rawan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Nasional

1

5

10

20

33

PRESIDEN REPUBUK INDONESIA
- 12 -

C.

BIDANG REHABIUTASI

1.

Para pencandu narkoba Melakukan pendataan yang sudah cukup umur Wajib Lapor secara atau ke\uarganya dan terpadu. orang tua atau wali Narkotika pecandu yang belum cukup umur Membangun kapasitas IlleIa(xrtan <Hi institusi institusi penerima wajib penerima wajib lapor. lapor terdepan. (penetapan Institusi Wajib

5.000
orang

7.500
orang

10.000
orang

15.000
orang

20.000
orang

-

-

Kemenkes Kemensos Pain Badan Narkotika Nasional

128

170

210

250

290

-

Kemenkes

Meningkatnya jumlah pecandu narkotika yang melaporkan din dan rnenerima perawatan. Meningkatnya pejumlah nyalahguna, korban penyalahgunaan, dan pecandu narkoba yang mengikuti proRenagram bilitasL

2.

lapor) Secara bertahap para Melakukan

penyalahguna. koman penyalahgunaan, dan pencandu nadoba dapat menerima pelayanan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

pendataan kondisi lembaga rehabilitasi medts dan rehabllitast sosiaJ instansi pemertntah dan kom_2CI!t8n ma~akat. Melakukan pelayanan rehabilitasi penyalahguna, korbal

13
Provinsi

20
Provinsi

Provinsi

26

33
Provinsi

-

-

-

Kemenkes Kemensos Badan Nariotika

Nasional
Kemenkes Kemensos lembaga

1.200
orang

1.320
orang

1.452
orang

1.597
orang

1.756 orang

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

...

WIll

WI

I!I I!I

II II II II II ••••••••••••

PRESIDEN REPUBUK INDONESIA

~, Y-'.
r

13 .
,
~• ~ {~ I
r

" t

'\
j:j/.':
"'

~r .

.....

~~
"

,
I ~

,
_,
!
..i. : _ ...:. ... ~: ~ ~ ~ ~ ,

,
t

,,'r"-

~l

-,

>.

J.

I

" ,.

" r: , . '·-: ·'·r.
I

1\',' "

"

-

tl

~.

" penyalahgunaan. pecandu narkoba.

dan

-

-

.

,

",

:

,

~

,

[

I

-.

. . "il,'~:: .:f ...::-

t ~~':~ ~ f'.,·;t~.;·:~""\,.~:~:~~ -"::. =; hl;Jb\,~~ '. '"
t
!t._.
·\,~~ltH(·1 I !()l"'<t;:"
.-> ~ __ .-,

.',_·t,,'~L,::,~_'

Meningkatkan penguatan lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial terutama lembaga yang hendak berhenti beroperasi.

Rehabilitasi Komponen Masyarakat Badan Narkotika Nasional

2

31P 250KP

275KP

41P

300KP

41P

300KP

41P

51P 325 KP

-

Badan Narkotika Nasional

Melakukan

penataan 6 12 12 12
12

kembafi Iembaga reh&bititasi sesuaf dengan status penyaialglBla,

-

Kemenkes

Kemensos
8adan Narkotika

gunaan. dan

korban

.~

Nasional

pecandu

yang datang

sandin, mengiwti program wajib laper, tefSangkal
terdakwa, atau tefpidana

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA 14 ~

3.

tersedianya lembaga rehabilitasi medis dan rehabiHtasi sosial didaerah rawan penyalahgunaan narkoba.

Secara bertahap

Melakukan pendataan - Prov kembali terhadap Sulbar tersedianya lembaga - Prov rehabilitasi medis dan Malut rehabilitasi sosial - Prov terutama provinsi yang Papua benar-benar beklm Barat tersedia lembaga rehabilitasi. Metakukan pemkapasitas bangunan lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi +10% sosial dimulai dan daerah yang rawan penyalahgunaan

- Prov Kepri - Prov Babel - Prov Gorontalo

- Prov Sum bar

-

-

-

- Prav
Sulut - Prov Sulteng

-

Kemenkes Kemensos Badan Narkotika Nasional Meningkatnya lembaga rehabilitasi di daeraw an rah pen yalahg una an narkoba

+ 10% + 10% + 10% + 10%

-

Kemen kes Kemensos Badan Narkotika Nasional

narkoba.

PRESIDEN REPUBUK INDONESIA
~ 15 ~

4.

penyalahguna, korban penyalah~ gunaan, dan pencandu narkoba YCI1Q teIftI lengkap menyelesaikan program

Para

Melakukan evaluasi program after care yang selama ini sudah ada elM mengembangkan program

-

-

~......

...

.........

...

_.';jJ.~':J..:..~

........

"~J ..

t

-

6

12

12

12

12

Kemensos Badan Narkotika Nasional

after

rehabilitasi secara berlanjut mengikuti teruji keberhasilannya program after care (evidence based). untuk mencegah te~adinya kekambuhan kembali (relapse).

care dengan metode yang telah

Meningkatnya mantan penyalahguna, korban penyalahgunaan, pecandu narkoba yang mengikuti

program care.

after

Memberikan pelayanan mantan penya-

Kemensos
Badan Narkotika

lahguna,

kaman
+ 10% + 10% + 10% + 10% +10%

Nasional

penyalahgunaan, dan pecandu narkoba dengan program after care.

PRESIDEN REPUBUK INDONESIA . 16 -

Melakukan pembangunan kapasitas after care tierbasis masyarakat. Melakukan penataan slstem mana)emen infoonasi yang terpadu bagi para mantan penyalahguna, kotban penyalahgunaan, dan

+ 10%
+

10%

+ 10%

+

10%

+

10%

-

Kemensos Bacian Narkotika Nasional Kemenkes Kemensos Badan Narkotika Nasional

-

-

6

12

12

12

12

narkoba,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA - 17 -

D.

BlDANG PEMBERAHTASAN

1.

Terungkapnya penyelewengan bcmn kinia

Meningkatkan koordinasi instItsi terkait bertiIlggung prekursor dan penin- yang dakal jalingan ter- jawab metakukan pengawasan bahan sangka berdasarkan hukum yang ber1aku_ kimia prekursor.

6 12 12 12 12

Kemenkes BPOM Kemendag Kemenperin BeaCUkai Polri

-

-

Badan Nar1rotika Nasional Surveyor Indc:nesia

Meningkatnya hasit pengungkapan

penyek!wengan
kursor.

".

bahan kimia pre-

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

,l " "
r~
I ~ ...

'

.

,

~

~ ~T

........ <
~~ ,J

I~

""''f

~

"t;

J

~

,

\!

r

,

-'"

-

I

, !

-

···T
~ .,:J,

v'

~~ •
~ •

».:

- -! ~ "I
•• <
I ~

f..,'
_ J.

,::~'t j.',," -

C

~. ~ .~'~.~~.,
",,~ ,"
.' _ .~ :"" ~.;

:r;.)
.' ,',
l~'" •

~7:.~
'
~.

r~
I' ~: ~,\,:

r

t ~'

_,,-'
'!. •

"i

~ ~.. ~ ...

-

,

_~

f

Melakukan penegakan hukum yang tegas dan keras ter~ hadap setiap ter- 25 Kasus jaclinya penyimpangan bahan kimia prekursor. - Prekursor +25% yang disita - Produksi kimia Prekursor + 10% yang diungkap - Tersangka yang ter1ibat produksi kimia + 10% prekursor yang ditan_g~ap

"-

!'!~ • ..;

.~!I ~ ~~~.F 1 .

,I' "'

"

;I

r - :'

'.\:\

'I,'"

~.~:y

~~ - .~ _ ..

_.

~~~I~.

~~:

::~

'
I

I'-r'\' '\II! ,';Jl('"'''~ .•,~
u- ~ :;

"~I

.. ,~~ ..~..~! ,.".

__".I:~I

.'_'

••• _~,Illii.. ".'f,o_'._ . ..:,,-,,,-!',

_ ' .• _

_'"",,
.~I

_"

_.'_

~_

..i.tJ1t~
l.I<

-

25 Kasus 50 Kasus 50 Kasus 75 Kasus

PaIn Baclan Narkotika Nasional

+25% +10%

+25% + 10%

+25%
+ 10%

+25% + 10%

+ 10%

+ 10%

+ 10%

+ 10%

PRESIDEN REPUBUK INDONESIA 19 -

2.

Terungkapnya pabrikan gelap narkoba danlatau laboratorium rumahan dan jaringan sindikat yang terlibat.

Mengungkap pabrikan gelap narkoba dan atau Laboratorium rumahan.

25 Lab

25 Lab

50 Lab

50 Lab

75 Lab

-

Polri 8adan Narkotika Nasional

Meningkatkan koordinasi para penyidik dan penyelidik dalam pengembangan jaringan sindikat narkoba hingga terungkap produsennya. Melakukan penegakan hukum yang tegas dan

6

12

12

12

12

-

Polri Badan Nar1<.otika Nasional

Meningkatnya pengungkapan laboratorium rumahan atau pabrikan gelap narkoba dan tersangka jaringan sindikat.

3
Jaringan

9
Jaringan

15 Jaringan

Jaringan

21

Jaringan

27

-

Poln

PRESIDEN REPUBLIKINDONESIA - 20
r.~

..
,
,
\ ~ ..... I~ ~

i

i

,-

• ~.+'"\. .....
: r

" !
L

:

'I,
"

~

I,

: ;',

(I'.

II

"I
F

"

,

narkoba.
3.

keras ternadap jaringan sindikat produsen

.

~

_.

-,

,

'
"

.

,

.1' . \

.~

~

": I) , ~

.

.,

--

-.

~

'," ,,-, -'" ~.~:l~-'
, 'v

,; , ':1:

1'1' 11\" ;!1·;:'~~ , ',"," 'if"
. ~~~ v: ~.~,
I _ ..::~ ~~~~

?,~

--

. _.

-

Badan Nari<otika Nasional

Tersitanya seluruh aset Melakukan penyejaringan sindikat narlidikan dan penyidikan, koba yang terkait tindak penuntutan, dan perpidana narkotika. adilan tindak pidana pencucian uang sempai dengan penyitaan dengan tindak pidana

5%

PoIri
Badan Narkotika Meningkatnya nilai asset yang disita.

10%

15%

20%

25%
-

Nasional
Kejagung Kemhukharn

aset yang bet1I;aitan narkotika.
Tertaksanooya penyeIidikan dan penyidikoo, penuntutan, dan para-dilan jarlngan sindikat nar1wba baik daJam maupun fuar negen
secara sinergi.

-

4.

dalam maupun luar negeri dalam upaya melakukan tindakan tegas dan keras ternadap master baik

Meningttatkan koor~ dinasl, inte9rasi, dal sinkronisasi antar aparat penegak hukum

BeaCukai
Imigrasi

17.000

Kasus

17.500 Kasus

18.00(} Kasus

18.500
Kasus

19.000
Kasus

-

Poll;
Badan Narkotika Nasional Kejaksaan

Meningkatnya penyelesaian jumJah kasus TP Narkotika.

......

---

,....._

-

-

----

-

--

--

---

-

--

PRES1DEN REPUBLlK INDONESIA - 21 -

mind jaringan sindikat yang berada di luar negeri dengan memanfaatkan UU Pencucian Uang menyelenggarakan peradilan
in - abstentia 5.

Agung Kemhukham Lembaga Pemasyarakatan

Terciptanya aparat pemerintah yang bersih dan berwibawa.

Melibatkan seluruh komponen masyarakat, bangsa, dan Negara Indonesia dalam melakukan pengawasan terhadap kine~a aparat penegak hukum.

6

12

12

12

12

-

LSM Tokoh Pemuda Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Pengacara Keluarga

TersangkafT er
dakwa Tersangka/Ter dakwa

8erkurangnya aparat penegak hukum yang tedibat jaringan sindikat narkoba.

PRESIDEN REPUBUK INDONESIA
• 22 .

Melakukan penindakan tanpa pandang bulu temadap para aparat penegak hukum dan aparat pemerintah lsinnya yang tertibat jaringan sindikat nerkoba melaJui proses peradilan.

-

Polri 8adan Natkotika Nasional Kejaksaan Agung Kemhukham

6

12

12

12

12
-

6.

Te~nggalcmya ~ negakan hukum yang sinergL

Meningkatkan koordinasi antar aparat JlEmegak hukum di

-

Bea Cukai

Berkurangnya permasalahan aparat penegak hukum di

------

.....

- - - - - - - .....

--

-

---.

-

~

-

---

-

...............

--

------

-

-

-

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
23 -

lapangan demi ungkapnya Janngan sindikat yang lebih besar.

lapangan.
6

12

12

12

12

Badan Narkotika Nasional

7.

Terungkapnya jaringan Membangun komusindikat narkoba inter- nikasi dengan sesama nasiona!. aparat penegak hukum dan saling tukar in- 2 Jaringan formasi tentang perkembangan jannqan Intemasindikat yang menjadi sional target intemasional.

Bea Cukai Imigrasi 3 Jaringan Inlemasional 4 Jaringan Intemasional 5 Jaringan Intemasional 6 Jaringan Inlemasional

-

Palri Badan Narkotika Nasional

Meningkatnya hasil pengungkapan jaringan sindikat

PRESIDEN REPUBUK INDONESIA
- 24 -

Mergeva\uasi dan mengintensifkan ke~asama yang telah te~alin selama ini.

6

12

12

12

12

-

-

-

Sea Cukai Imigrasi Polri Badan Narkotika Nasional

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, ttd. DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
Salinan sesuai dengal aslinya SEKRETARIAT KABiNET RI l~.I<i'liIlR'o(,l,·1"f ang Politk, Hukum,

...

- - ...

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->