Anda di halaman 1dari 21

TUGAS INDIVIDU

RUANG LINGKUP PENGELOLAAN KEGIATAN DI LEMBAGA PAUD


Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Management Penyelenggaraan PAUD Dosen :

Disusun Oleh :

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


1

SEBELAS APRIL 2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah berkenan memberi petunjuk dan kekuatan kepada penulis sehingga makalah, Ruang Lingkup Pengelolaan Kegiatan di Lembaga PAUD ini dapat diselesaikan. Makalah ini disusun dan dibuat berdasarkan data-data yang ada, dan bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita dalam belajar mendeteksi pertumbuhan dan perkembangan anak secara dini. Mudah-mudahan dengan mempelajari makalah ini kita akan mampu menghadapi masalah-masalah atau kesulitan-kesulitan yang timbul dalam masalah ruang lingkup pengelolaan kegiatan di lembaga PAUD.

Ciamis, Mei 2012 Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................... i DAFTAR ISI............................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN............................................................... 1 A. Latar Belakang............................................................. 1 B. Rumusan Masalah........................................................ 2 C. Tujuan Penulisan.......................................................... 2 D. Metode......................................................................... 2 BAB II PEMBAHASAN................................................................. 3 A. Pengelolaan Kegiatan di Kelompok Bermain (Kober).... 3 B. Dasar Legalitas PAUD di Indonesia............................... 4 C. Pendirian Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). 5 D. Pengajuan Rintisan Program Pendidikan Anak Usia Dini 6 E. Dasar Pengelolaan Lingkungan Belajar di Lembaga PAUD 8 F. Teknik Penataan Ruangan dan Perlengkapan Belajar di Lembaga PAUD........................................................... 8 BAB III PENUTUP.........................................................................11 ii

DAFTAR PUSTAKA

iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pendidikan Anak Usia Dini sangat penting dilaksanakan sebagai dasar bagi pembentukan kepribadian manusia secara utuh, yaitu untuk pembentukan karakter, budi pekerti luhur, cerdas, ceria, terampil dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan usia dini dapat dimulai di rumah atau dalam keluarga, perkembangan anak pada tahun-tahun pertama sangat penting dan akan menentukan kualitasnya di masa depan. Oleh karena itu, upaya-upaya pengembangan anak usia dini hendaknya dilakukan melalui belajar dan melalui bermain (learning through games). Hal ini karena bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi anak melalui bermain anak memperoleh kesempatan untuk bereksplorasi (exploration), menemukan (finding), mengekspresikan (expression), perasaannya dan berkreasi (creation). Lembaga-lembaga PAUD di Indonesia memiliki pijakan yang sangat kuat bernpa landasan yuridis, landasan filosofis, landasan religius, dan landasan keilmuan serta landasan empirik. 1. Landasan yuridis adalah landasan yang berkaitan dengan pentingnya penyelenggaraan lembaga PAUD. 2. Landasan filosofis dan religius, yaitu landasan yang didasarkan pada keyakinan agama yang dianut oleh para orang tua anak usia dini.

3. Landasan empirik adalah landasan yang berdasarkan pada fakta yang terdapat di lapangan. 4. Landasan keilmuan adalah teori-teori dan kajian-kajian yang melandasi apa, mengapa, dan bagaimana anak usia dini mendapat pengasuhan, pendidikan dan perlindungan yang tepat.

B. Rumusan Masalah 1. 2. 3. 4. Apakah yang dimaksud Landasan ruang lingkup Bagaimana legalitas PAUD di Indonesia ? Bagaimana cara mendirikan lembaga PAUD ? Bagaimana cara mengelolaan lingkungan belajar di pengelolaan kegiatan di lembaga PAUD?

Lembaga PAUD ? C. Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui landasan ruang lingkup pengelolaan kegiatan lembaga. 2. Untuk mengetahui tentang legalitas lembaga PAUD. 3. Untuk mengetahui lebih jelas lagi tentang mendirikan lembaga. 4. Untuk mengetahu pengelolaan lingkungan belajar di lembaga. D. Metode Penelitian Dalam menyusun makalah ini, penyusun menggunakan metode dalam mengumpulkan informasi dari data-data media dengan cara mengumpulkan internet, dengan

membandingkan buku sumber yang berhubungan dengan 2

landasan ruang lingkup pengelolaan kegiatan di lembaga PAUD.

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengelolaan Kegiatan di Kelompok Bermain (Kober) Landasan ruang lingkup pengelolaan kegiatan di lembaga PAUD (Kelompok Bermain dan Taman Pendidikan Anak) adalah landasan yuridis, filosofis dan religius, empirik, dan landasan keilmuan secara teoretis. Pengelolaan lembaga PAUD pada dasarnya merupakan suatu kegiatan yang dilakukan orang dewasa secara sadar dan bertanggung jawab untuk memberikan pengaruh positif pada anak usia dini sehingga multipotensi dan multikecerdasan yang dimiliki oleh anak usia dini dapat berkembang secara optimal.

Hakikat pengelolaan kegiatan di Kelompok

Bermain

adalah merupakan salah satu alternatif upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak prasekolah melalui Kelompok Bermain dalam aspek-aspek pendidikan, pemberian gizi, dan kesehatan yang dilakukan oleh lembaga atau lingkungan yang terdiri dari keluarga, sekolah, lembaga-lembaga perawatan, keagamaan dan pengasuhan anak serta teman sebaya yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Hakikat pengelolaan kegiatan di Kelompok Bermain merujuk pada : 1. 2. 3. 4. 5. Pengertian anak bayi tiga tahun (batita). Karakteristik perkembangan fisik, kognitif, dan sosial Teori psikologi perkembangan anak. Kontinum perkembangan belajar anak. Bentuk pendidikan di Kelompok Bermain. Tujuan pengelolaan kegiatan di Kelompok Bermain adalah untuk membantu meletakkan dasar pengembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan daya cipta yang diperlukan oleh anak dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar siap memasuki lembaga pendidikan selanjutnya, dan untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Pendekatan pengelolaan kegiatan di Kelompok Bermain dilakukan berdasarkan prinsip berikut : 1. Prinsip pendidikan anak usia dini, yaitu berorientasi lingkungan yang kondusif, menggunakan pada kebutuhan anak, belajar melalui bermain, kreatif dan inovatif, pembelajaran terpadu, mengembangkan keterampilan hidup, menggunakan berbagai media dan sumber belajar. 2. 3. Prinsip perkembangan anak. Prinsip belajar melalui bermain.

emosional.

B. Dasar Legalitas PAUD di Indonesia Pendidikan untuk semua (education for All), termasuk pendidikan anak usia dini telah menjadi perhatian masyarakat seluruh dunia. Hal ini ditunjukkan dengan diadakannya pertemuan Forum Pendidikan Dunia pada tahun 2002 di Dakar Senegal. Pada pertemuan ini, dihasilkan 6 komitmen sebagai kerangka aksi pendidikan untuk semua (The Dakar Framework for Action) yang disahkan dan diterima Forum Pendidikan Dunia (The World Education Forum) dengan dua belas strategi yang akan dilakukan untuk mendukung dan melaksanakan keenam komitmen tersebut. Setiap anak memiliki hak yang sama dan harus diperhatikan oleh tersebut adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Untuk Untuk dilahirkan, memilik untuk memiliki yang nama dan dan kewarganegaraan; keluarga menyayangi mengasihi saya; Untuk hidup dalam komunitas yang aman, damai dan Untuk mendapatkan makanan yang cukup dan tubuh Untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan lingkungan yang sehat; yang sehat dan aktif; mengembangkan potensinya; Untuk diberikan kesempatan bermain waktu santai; Untuk dilindungi dari penyiksaan, eksploitasi, penyiaUntuk dipertahankan dan diberikan bantuan oleh seluruh masyarakat. Hak Setiap Anak

siaan, kekerasan dan dari mara bahaya; pemerintah;

9.

Agar bisa mengekspresikan pendapat sendiri. Setiap pelanggaran atas hak anak tersebut mendapat

sanksi, baik secara legislatif, administratif maupun tindakan lainnya secara moral dan politis. Landasan Dasar PAUD di Indonesia meliputi landasan yuridis (hukum), empiris maupun keilmuan. Jalur dan Bentuk layanan pendidikan anak usia dini di Indonesia tertuang dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Bagian VII Pasal 28 ayat (14), yaitu sebagai berikut : 1. 2. Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan jalur pendidikan formal, nonformal dan atau jenjang pendidikan dasar. melalui informal. 3. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman kanak-kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA) dan bentuk lain yang sederajat. 4. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan berbentuk anak Kelompok usia dini Bermain pada (KB), jalur Taman informal yang dini nonformal 5.

Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat. Pendidikan berbentuk 6. pendidikan keluarga atau pendidikan anak usia

diselenggarakan oleh lingkungan. Ketentuan mengenai pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4), diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah Jalur dan bentuk layanan PAUD dilaksanakan melalui jalur formal (TK/RA), Nonformal (KB, TPA, dan bentuk lain yang sejenis, seperti posyandu dan BKB)

Program PAUD jenis apa pun yang akan, sedang dan telah diselenggarakan oleh berbagai pihak, yang terpenting adalah menyediakan wahana yang dapat memfasilitasi hak-hak anak untuk menyenangkan sesuai dengan tahap perkembangan anak dan konvensi Hak Anak. C. Pendirian Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pada saat ini banyak sekal; bermunculan lembaga PAUD di berbagai tempat seperti Jamur yang tumbuh saat musim penghujan. Ada yang berskala kecil maupun besar, didirikan oleh perorangan maupun lembaga atau kelompok Kelompok Bermain (KB) adalah salah satu bentuk layanan PAUD pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan sekaligus program kesejahteman bagi anak sejak lahir sampai dengan enam tahun. (dengan prioritas anak usia dua sampai empat tahun) dan merupakan salah satu bentuk PAUD pada jalur nonformal yang mengutamakan kegiatan bermain sambil belajar. Penyelenggaraan KB harus memenuhi persyaratan minimal yang meliputi: peserta didik, pendidik, pengelola, persyaratan pendirian dan prosedur pendirian dan pengelolaan administrasi dan pelaporan dan pembinaannya. Penyelenggaraan KB harus memenuhi persyaratan minimal, yang meliputi peserta didik, pendidik, pengelola, pengasuh/perawat, rasio pendidik atau pengasuh dengan peserta didik, teknis penyelenggaraan, perizinan, pengelolaan administrasi, evaluasi, pelaporan dan pembinaannya. Satuan PAUD yang sejenis merupakan area program pelayanan AUD yang tujuannya sama dengan lembaga PAUD lainnya. Sasaran SPS selain Anak Usia 6 tahun juga orang tua

dan pengasuh anak usia dini. Pelaksanaannya lebih fleksibel bergantung pada kesepakatan antara warga dan pengelola atau kader SPS tersebut. Tempat belajarnya juga lebih Fleksibel dan bisa dilakukan di mana saja. D. Pengajuan Rintisan Program Pendidikan Anak Usia Dini Misi Utama Direktorat PAUD adalah : 1. 2. 3. dini. Pendidikan anak usia dini di Indonesia perlu mendapat perhatian yang sangat serius dari berbagai pihak. Oleh karenanya pemerintah memberikan kesempatan yang seluasluasnya kepada masyarakat yang ingin mengembangkan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk program PAUD dengan cara memberikan bantuan dana rintisan. Oleh karena itulah, pemerintah perlu mengeluarkan pedoman pengajuan rintisan program PAUD. Dalam pedoman ini berisikan ketentuan umum, pelaksanaan, penilaian dan tindak lanjut pengajuan dana rintisan program PAUD Termasuk bentuk usulan kegiatannya (proposal). Dengan Demikian, bagi masyarakat yang ingin mengajukan dana rintisan akan memiliki ramburambu pengajuan secara jelas. Mengupayakan pemerataan peningkatan mutu, dan Meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya Meningkatkan kesadaran, kemampuan dan peran efisiensi penyelenggaraan pendidikan dini; PAUD bagi masa depan anak-anaknya; serta masyartakat dalam menyelenggarakan pendidikan

E. Dasar Pengelolaan Lingkungan Belajar di Lembaga PAUD Lingkungan sebagai unsur yang menyediakan sejumlah rangsangan perlu mendapat perhatian dan perlu diciptakan sedemikian rupa, agar menyediakan objek-objek sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak. Dalam merencanakan program yang sesuai perkembangan anak, orang dewasa atau pendidik hendaknya melakukan beberapa hal berikut ini : 1. Menyediakan kegiatan berikut peralatan yang bervariasi dan kaya yang dapat dipilih sendiri oleh anak. 2. Menawarkan kepada anak-anak untuk memilih apakah mereka ingin berpartisipasi dalam kelompok kecil atau melakukan kegiatan sendiri (individu) 3. Membantu dan memandu anak-anak yang tidak atau belum mampu memanfaatkan kemudahan dan kesenangan kegiatan pilihan sendiri dalam sesi kegiatan pilihan anak. 4. Memberikan kesempatan kepada anak untuk berinisiatif dan melakukan praktik langsung mengenai kegiatan yang dipilihnya sendiri. Pendidik perlu menciptakan dan menyediakan lingkungan belajar yang mendukung dan memudahkan sensori anak untuk bersentuhan dengan lingkungan belajar sehingga setiap aspek perkembangan anak dapat berkembang sebaik-baiknya. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan perkembagan anak usia dini, khususnya anak usia tiga sampai dengan empat tahun. Faktor lingkungan memberikan pengaruh yang sangat besar untuk membedakan kualitas program di lembaga PAUD. Oleh karenanya guru dan harus lebih berhati-hati ruang kelas dalam dan merencanakan mengorganisir

peralatannya. Perencanaan dan pengorganisiran ruang kelas secara 1. 2. 3. 4. 5. baik dan berhati-hati akan memberikan banyak keuntungan, diantaranya : Membuat pekerjaan guru menjadi mudah, Hari-hari anak menjadi lebih menyenangkan, Anak dapat menyelesaikan tugas secara lebih

produktif dan tertantang, Anak-anak akan terus berkeliling dari satu kegiatan ke Atmosfer kegiatan cemerlang, pembelajaran inspiratif, lebih dapat kegiatan lainnya tanpa merasa bosan, terantisipasi, menakjubkan,

menantang dan mempesona. Ruangan yang perlu disiapkan, antara lain ruangan untuk bayi dan ruangan untuk anak-anak kecil lengkap dengan peralatannya. Ruangan ini disiapkan dengan mengacu pada panduan National Association Education for the Young Children (NAEYC) dalam bukunya Developmentally Appropriate Practice (DAP). Terdapat beberapa panduan yang dapat diikuti yang berhubungan dengan perlatan dalam ruangan, meliputi : 1. 2. Pertimbangkan untuk Mengenalkan alat dan bahan, Berikan waktu pada anak-anak untuk Menentukan

kelompoknya sendiri Sebelum anda mengajaknya untuk berbagi, 3. 4. 5. Anjurkan anak-anak untuk memahami bahwa setiap Bantu anak-anak merencanakan apa yang ingin jenis benda mempunyai tempat, mereka lakukan, Membiarkan ruangan terbuka untuk anak-anak,

10

6. anak

Panduan umum ketika mengevaluasi fasilitas untuk usia dini, meliputi bentuk ruangan, bagaimana

meredam bunyi, warna dinding, lantai, alat pemanas atau pendingin ruangan, cahaya dan ventilasi, air dan bak cuci, ruang penyimpanan, kursi dan meja dan rak. Selain itu faktor keamanan sangat penting diperhatikan dalam menata ruangan untuk anak usia dini. Penataan ruangan untuk memfasilitasi anak usia dini juga akan berpengaruh pada keamanan dan keberhasilan pelaksanaan kegiatan kreatif yang menggunakan peralatan perlu dipertimbangkan beberapa faktor, yaitu usia dan tingkat perkembangan anak-anak, pengawasan, fleksibilitas, arus lalu lintas dan ruang pribadi. F. Teknik Penataan Ruangan dan Perlengkapan Belajar di Lembaga PAUD Pada saat ini pendekatan model sentra menjadi trend dalam menyelenggarakan PAUD, berikut akan dibahas alasan penggunaan sentra dalam PAUD, yang meliputi :

1. Nilai bermain Seperti telah kita ketahui bahwa semboyan kegiatan pengembangan pada anak usia dini adalah bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain. Bermain adalah pekerjaan anak-anak dan anak-anak selalu ingin bermain. Dalam bermain anak-anak mengembangkan sesuatu yang berbeda dan membedakan pendekatan yang terbaik. Dalam bermain anak-anak menggunakan bahasa untuk melancarkan kegiatan, menjelajah dan menyaring bahasa

11

mereka ketika mereka bicara dan mendengarkan anak-anak lainnya. 2. Pusat Minat atau Pusat kegiatan (Sentra) Salah satu pendekatan yang membantu kreativitas dalam penggunaan perlatan adalah dengan menyediakan salah satu bagian dari kegiatan, minat dan lingkungan dengan mengidentifikasi kegiatan dan peralatan untuk setiap kelompok anak di kelas. Dalam ruang kelas untuk anak usia dini, lingkungan didesain untuk pengembangan total secara alamiah bagi anak-anak. Kegiatan kelas menyediakan kesempatan pada anak-anak untuk berpartisipasi secara individual dalam tim dan kelompok kecil. 3. Sentra adalah pembelajaran terpadu Sentra adalah pembelajaran terpadu yang terbaik. Sentra dapat membantu anak-anak mengembangkan seluruh kemampuannya secara bersamaan. Dalam satu kegiatan belajar, anak-anak dapat mengembangkan aspek bahasa, kognitif fisik motorik, sosialemosionalnya dalam satu kesempatan. Penataan ruangan di lembaga PAUD yang dibahas dalam kegiatan belajar ini, ditujukan untuk pendidik (guru dan pengasuh) yang menginginkan kelasnya menjadi tempat yang menarik atau memadai sebagai tempat bermain dan belajar. Selain itu, dengan membaca kegiatan belajar ini, diharapkan para pendidik untuk lembaga PAUD tertarik mencoba menyusun ruangan sentra yang sesuai dengan kebutuhan, minat dan kondisi lingkungan di lembaga PAUD di manapun berada dan memberi kesempatan kepada pendidik untuk menata dan mendesain ruangan kelasnya dengan cara yang kreatif

12

sehingga proses pengembangan kemampuan anak dapat lebih optimal. Beberapa 1. 2. alasan mengapa pada lembaga PAUD

disarankan untuk menggunakan sentra adalah karena : Dunia anak adalah dunia bermain, Sebaiknya pendidik menyediakan lingkungan belajar

yang merangsang anak untuk bermain, mengeksplor dan mengembangkan ide-ide tersebut dengan pengalaman yang telah mereka peroleh dalam 3. kehidupan yang diperoleh ketika anak berinteraksi dengan lingkungannya, Sentra adalah pembelajaran terpadu yang terbaik. Sentra dapat membantu anak-anak mengembangkan seluruh kemampuannya secara bersamaan. Dalam satu kegiatan belajar, anak-anak dapat mengembangkan aspek bahasa, kognitif, fisik-motorik, sosial emosionalnya dalam satu kesempatan. Pemilihan sentra sebaiknya disesuaikan dengan.ruang kelas yang disesuaikan dengan bakat anak-anak, sedangkan banyaknya sentra tergantung pada jumlah anak dalam kelas, dan sesuaikan dengan kondisi dan keadaan sekolah dan ruang kelas Anda.

13

BAB III PENUTUP

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan, rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

14

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. (2002). Acuan Menu Pembelajaran Pada Kelompok Bermain. Jakarta: Depdiknas Direktorat Jendral Pendidikan Luar Sekolah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. Depdiknas. (2007). Pedoman Teknis Penyelenggaraan Taman Penitipan Anak. Jakarta : Depdiknas Direktorat Jendral Pendidikan Luar Sekolah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. Direktorat PAUD, Ditjen PLS. (2006). Penyelenggaraan Taman Penitipan Depdiknas Pedoman Teknis Anak. Jakarta :

Direktorat PAUD, Ditjen PLS. (2006). Pedoman Teknis Penyelenggaraan Kelompok Bermain. Jakarta : Depdiknas Dombro, Amy, Laura, et al. (2001). The Creative Curriculum for Infants and Toddlers. Washington : Teaching Strategies. Depdiknas (2002). Acuan Penyelenggaraan Kelompok Bermain. Jakarta: Depdiknas Direktorat Jendral Pendidikan Luar Sekolah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini.

15

16