Anda di halaman 1dari 1

6.1 Pembahasan Hasil Diskusi 1.

Apa bedanya antara klep pengaman dan sekrup pengaman pada autoclave secara konvensional ? 2. Apa ada kalibrasi oleh autoclave ? Apakah perlu ? Bagaimana caranya ? 3. a. bagaimana hubugan antara suhu dan tekanan ? b. bagaimana penjelasan mengenai Kepadatan Muatan yang umumnya bahan yang memakan tempat dan mendekati kedap air memerlukan pemanasan lebih lama.

1. Pada autoclave konvensional terdapat klep pengaman dan sekrup pengaman.

Klep pengaman ini digunakan untuk mengatur pengeluaran uap pada katup pengeluaran uap tersebut. Sekrup pengaman ini digunakan untuk mengencangkan tutup autoclave.

2. Setiap alat sebaiknya dikalibrasi dan sangat perlu untuk dikalibrasi. Kalibrasi pada autoclave hanya dapat dilakukan oleh orang yang professional dan memiliki kemampuan dan sertifikat yang telah diakui. Namun ada yang dapat kita lakukan untuk mendeteksi dari kerja autoclave tersebut apakah sudah baik sterilisasinya. Cara yang dapat dilakukan :
-

Untuk mendeteksi bahwa autoklaf bekerja dengan sempurna dapat juga digunakan mikroba penguji yang bersifat termofilik dan memiliki endospora yaitu Bacillus stearothermophillus. Umumnya mikroba ini tersedia secara komersial dalam bentuk spore strip. Kertas spore strip ini dimasukkan dalam autoklaf dan disterilkan. Setelah proses sterilisasi lalu ditumbuhkan pada media. Jika media tetap bening maka menunjukkan autoklaf telah bekerja dengan baik.

3. Sterilisasi dengan autoclave umumnya dilakukan dengan uap air jenuh bertekanan 15 psi selama 15 menit pada suhu 121C. Hubungan antara tekanan dan suhu pada autoclave ini hanya berlaku bagi tempat-tempat pada permukaan laut. Untuk tempat-tempat di atas permukaan laut diperlukan tekanan yang lebih tinggi untuk mencapai suhu yang sama.