Anda di halaman 1dari 2

RINGKASAN JAMILA DIANASARI. 0001040039-41.

Pengaruh Sistem Pengolahan Tanah dan Macam Mulsa Organik Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays saccharata Sturt). Di bawah bimbingan Ir. Nur Edy Suminarti, MS selaku pembimbing utama dan Ir. Sardjono Soekartomo, MS selaku pembimbing pendamping Keunggulan tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) dibandingkan jagung biasa adalah memiliki rasa lebih manis (sukrosa 11%-14%), kandungan vitamin A (400 SI), serta umur panen lebih genjah (60-80 hari). Hal ini merupakan salah satu faktor pendorong bagi petani dan pengusaha untuk mengembangkan usaha tani tanaman jagung manis (Palungkun dan Budiarti, 2002). Kenyataan di Indonesia produksi jagung manis di tingkat petani masih sangat rendah hanya mencapai 3 ton per ha tongkol segar, sedangkan produksi jagung manis di lembah Australia bisa mencapai 7-10 ton per ha (Lubach, 1980). Untuk meningkatkan produksi jagung manis yang stabil dan memadai dalam jangka panjang perlu diterapkan sistem pertanian berkelanjutan yaitu input luar yang rendah dengan mengoptimalkan sumber daya alam dan manusia yang ada di tempat (in situ) yang dikenal dengan istilah LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture). Pengolahan tanah yang tepat dengan memperhatikan keberlanjutan lahan adalah pengolahan tanah konservasi yaitu Olah Tanah Minimum (OTM) dan Tanpa Olah Tanah (TOT). Upaya selanjutnya adalah pemanfaatan sisa organ tanaman sebagai mulsa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mempelajari pengaruh sistem pengolahan tanah dan aplikasi mulsa organik pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. (2) Menentukan sistem pengolahan tanah yang sesuai atau yang tepat pada pertumbuhan dan hasil jagung manis. (3) Menentukan jenis mulsa organik yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Hipotesis yang diajukan adalah 1) Sistem olah tanah minimum yang diikuti dengan aplikasi mulsa jerami akan diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis yang paling tinggi. 2) Sistem olah tanah minimum akan diperoleh pertumbuhan dan hasil tertinggi pada tanaman jagung manis. 3) Penerapan aplikasi mulsa jerami akan diperoleh pertumbuhan dan hasil tertinggi pada tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan di dusun Dadaptulis, Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu dengan jenis tanah Inceptisol pada bulan April 2007 sampai dengan Juni 2007. Alat yang digunakan dalam penelitian meliputi rol meter, mistar, timbangan analitik, jangka sorong, cangkul atau cetok, sabit, sprayer, dan oven. Bahan yang digunakan adalah benih jagung manis varietas Honey Jean, mulsa segar jerami, mulsa segar daun paitan (Thitonia difersivolia), dan mulsa jagung (Zea mays), serta pupuk Urea (46% N), SP-36 (36% P2O5), dan KCl (50% K2O). Insektisida yang digunakan Furadan 3G dan Dursban serta Antracol. Pemberantasan gulma menggunakan herbisida Roundup 486 SL.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dan diulang 3 kali. Perlakuan pengolahan tanah diletakkan sebagai petak utama (P) yang terdiri dari 3 macam yaitu (P0) = Tanpa Pengolahan Tanah (TOT), (P1)= Olah Tanah Minimum (OTM), dan (P2)= Olah Tanah Sempurna (OTS). Aplikasi mulsa organik (M) ditempatkan sebagai anak petak dan terdiri dari 4 macam, yaitu (M0)=Tanpa

mulsa, (M1)= Mulsa jerami, (M2)= Mulsa brangkasan jagung, dan (M3)= Mulsa paitan. Pengamatan dilakukan secara destruktif pada saat tanaman berumur 15, 25, 35, 45, dan 55 hst serta panen. Parameter pengamatan meliputi komponen pertumbuhan dan hasil. Komponen pertumbuhan meliputi jumlah daun, luas daun, dan bobot kering total tanaman. Komponen hasil meliputi jumlah tongkol per tanaman, bobot tongkol berklobot per tanaman, panjang tongkol kupas, diameter tongkol kupas, bobot tongkol kupas per tanaman, hasil tongkol berklobot per ha, hasil tongkol kupas per ha. Analisis pertumbuhan tanaman meliputi laju pertumbuhan relatif (LPR) dan indeks panen (IP). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam (uji F) dengan kepercayaan 5%. Apabila terjadi interaksi dilanjutkan uji BNT pada kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya interaksi antara sistem pengolahan tanah dengan macam mulsa organik pada pertumbuhan dan hasil jagung manis Honey Jean. Pada perlakuan sistem pengolahan tanah komponen pertumbuhan dan hasil menunjukkan tidak berbeda nyata pada semua variabel pengamatan. Namun pada perlakuan macam mulsa organik mulsa jerami memberikan pengaruh yang nyata pada variabel pengamatan jumlah daun.

ii