Anda di halaman 1dari 6

PENGGUNAAN MEDIA FLASH FLIP BOOK DALAM PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

SISWA (Studi Eksperimen Kuasi terhadap Siswa Kelas XII di Madrasah Aliyah Al-Hidayah Cikancung)
Diena Rauda Ramdania Pendidikan Ilmu Komputer FPMIPA UPI diena.rauda@gmail.com ABSTRAK
Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah Apakah media Flash Flip Book memberi pengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi? Metode penelitian yang digunakan adalah One group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII IPS di Madrasah Aliyah Swasta. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 40 orang kelas XII IPS-1 di madrasah Aliyah Al-Hidayah Cikancung Bandung. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka dapat ditarik kesimpulan secara umum bahwa terdapat pengaruh media Flash Flip Book terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas XII-IPS 1 pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di Madrasah Aliyah Al-Hidayah Cikancung Bandung. Kata kunci Flip Book, media pembelajaran, PBK model kelompok, mata pelajaran TIK mudah paham, sehingga pembelajaran akan terasa lebih bermakna dan menyenangkan baginya. Motivasi bukan saja penting karena menjadi faktor penyebab belajar, namun juga memperlancar belajar dan hasil belajar [8]. Motivasi belajar yang dimiliki siswa-siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran sangat berperan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran tertentu [2]. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pendidikan adalah Flash Flip Book. Seiring dengan perkembangan zaman, telah banyak vendor yang menyediakan perangkat lunak untuk membuat media Flip book. Hal ini tentunya akan membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan diharapkan dapat meningkatkan motivasi serta hasil belajar siswa.

Heri Sutarno, Drs. M.T Pendidikan Ilmu Komputer FPMIPA UPI heriupi@yahoo.co.id

Drs.Waslaluddin, M.T. Pendidikan Ilmu Komputer FPMIPA-UPI waslaluddin@yahoo.com

2. KAJIAN TEORITIS
2.1. Metode Pembelajaran Berbasis Komputer
Menurut Pusat Teknologi dan Komunikasi (PUSTEKKOM) [4], dalam pembelajaran berbasis komputer terdapat tiga metode pembelajaran yang digunakan secara umum, yaitu: 1. Metode Klasikal Metode Klasikal ini menggunakan media komputer dengan sebuah media tayang lebar sebagai penampil media yang digunakan dalam pembelajaran. 2. Metode Kelompok Metode ini dapat diterapkan pada kelas dengan sejumlah kecil komputer. sebuah komputer digunakan untuk beberapa siswa. Cara ini memungkinkan siswa untuk berdiskusi.

1. PENDAHULUAN
Apabila membahas tentang mutu pendidikan maka tidak lepas dari kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar di sekolah merupakan kegiatan yang paling fundamental. Hal ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan antara lain bergantung pada bagaimana proses belajar yang dialami siswa sebagai peserta didik. Dalam proses belajar terdapat dua unsur yang mempengaruhi siswa, yaitu unsur yang berasal dari dalam dan dari luar diri siswa. Motivasi merupakan unsur yang mempengaruhi keberhasilan siswa dari dalam dirinya, karena motivasi merupakan kecenderungan untuk tetap memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan, juga disertai dengan rasa senang. Jika seseorang belajar dengan keadaan senang, maka ia akan

3. Metode Individual Metode ini diterapkan dengan sistem satu anak satu komputer. dapat digunakan untuk sekolah yang memiliki banyak komputer dan laboratorium.

3.2. Populasi dan Sampel


Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII Madrasah Aliyah Swasta di Kabupaten Bandung. Lokasi penelitian dilakukan di Madrasah Aliyah Al-Hidayah Cikancung Bandung. Sampel diambil dengan cara purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII IPS-1 Madrasah Aliyah Cikancung yaitu sebanyak 40 orang siswa sebagai kelas eksperimen.

2.2. Media Pembelajaran


Terdapat beberapa definisi media pembelajaran. Gagne [6] menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara Briggs [6] berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajarnya.

3.3. Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data mengacu pada cara apa yang harus dilakukan untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instrumen yang telah disusun sebelumnya, yaitu berupa tes pada ranah kognitif dan pengumpulan data pada lembar observasi untuk mengetahui keterlaksanaan model yang diujicoba.

2.3. Flash Flip Book


Menurut website animasi Teknokids [7], Flip Book adalah salah satu jenis animasi klasik yang dibuat dari setumpuk kertas menyerupai buku tebal, pada setiap halamannya di gambarkan proses tentang sesuatu yang nantinya proses tersebut terlihat bergerak atau beranimasi. Misalnya kita mau membuat daun jatuh, maka pada setiap lembaran flipbook di gambarkan proses jatuhnya daun secara perlahan-lahan hingga pada akhirnya sampai ke tanah, setelah gambar selesai, lalu dibalikkan (flip) dan akan terlihat hasilnya. Ide flip book yang pada awalnya hanya digunakan untuk menampilkan animasi kini diadopsi oleh banyak vendor untuk berbagai jenis aplikasi digital, seperti majalah, buku, komik dan sebagainya. Buku digital sendiri menurut Wikipedia adalah versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku ini berisikan informasi digital yang juga dapat berbentuk teks atau gambar [9]. Software yang disediakan oleh vendor ini kini mampu membuat animasi Flip Book dengan lebih variatif, tidak hanya teks, gambar, video dan audio juga bias disisipkan dalam Flip Book yang kita buat.

3.4. Teknik Pengolahan Data


Instrumen penelitian yang akan digunakan sebagai alat pengumpul data diujicobakan kepada kelas yang telah mempelajari materi tersebut. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan alat ukur yang valid dan reliabel, serta mengukur tingkat kesukaran dan daya pembedanya. 3.4.1. Analisis Validitas Butir Soal Teknik yang digunakan untuk mengetahui kesejajaran adalah teknik korelasi product moment yang dikemukakan oleh Pearson, yaitu sebagai berikut: NXY (X)(Y)

rxy

[1] {NX (X) }{NY (Y) }


2 2 2 2

Untuk menguji keberartian koefisien validitas dilakukan pengujian keberartian (signifikansi) dengan menggunakan rumus uji t sebagai berikut : r n-2 t = 1-r2 [1]

3. METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Metode dan Desain Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen kuasi, yaitu suatu bentuk eksperimen yang ciri utama validasinya tidak dilakukannya penugasan random, melainkan menggunakan kelompok yang sudah ada, dalam hal ini adalah kelas biasa. Desain penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah desain One Group Pretest Posttest, yang merupakan bentuk desain penelitian dalam metode eksperimen kuasi. Kelompok eksperimen dipilih tanpa penugasan random dan diadakan pretest dan posttest.

Berdasarkan hasil penghitungan didapat rhitung sebesar 1,00 dan rtabel sebesar 0.361 dengan tingkat kepercayaan 95% untuk jumlah responden 30. Maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel X (skor tem ganjil) dan variabel Y (skor tem genap) memiliki korelasi yang signifikan dengan arah korelasi positif dan indeks korelasi yang besar. 3.4.2. Reliabilitas Instrumen Perhitungan reliabilitas instrument dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus product moment Pearson, yaitu sebagai berikut [1]:
r 11

Untuk mencari realibilitas seluruh tes, digunakan rumus Spearman-Brown yang pada prinsipnya adalah menghitung koefisien korelasi diantara kedua belah koefisien yaitu sebagai berikut [1]: 2rxy R = 1+ rxy Instrumen dinyatakan reliabel apabila rhitung lebih besar daripada rtabel (rhitung> rtabel). Berdasarkan perhitungan didapat rhitung sebesar 1 dan rtabel sebesar 0.361 dengan tingkat kepercayaannya 95%. Dengan nilai reliabilitas = 1, bila disesuaikan dengan tabel koefisien reliabilitas maka termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa instrumen tes objektif ini secara keseluruhan reliabel dengan kriteria sangat tinggi.

Analisis Soal Validitas

Kriteria Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi

Persentase 8,33% 5,55% 86,11% 0% 0% 13,89% 69,44%

Reliabilitas

Tingkat kesukaran

Sukar Sedang

Mudah

16,67% 8,33% 16,67% 58,33% 16,67% 0%

3.4.3Tingkat Kesukaran Rumus yang digunakan untuk menentukan tingkat kesukaran soal pilihan ganda adalah sebagai berikut [1]: P=B JS

Daya beda

Negatif Jelek Cukup Baik Sangat baik

Setelah proses perhitungan, terdapat 5 buah soal yang masuk dalam kategori sukar, yaitu nomor 13, 21, 25, 33 dan 34. Terdapat pula 6 soal yang termasuk dalam kategori mudah, yaitu nomor 1, 2, 5, 17, 19 dan 30. Soal-soal yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal-soal yang termasuk dalam kategori sedang.

3.5. Teknik Analisis Data


3.5.1. Uji Normalitas Uji normalitas merupakan salah satu cara untuk memeriksa keabsahan/normalitas sampel. Pada penelitian ini, uji normalitas dilakukan dengan menggunakan rumus uji kecocokan Chi kuadrat (X2) sebagai berikut:
2

3.4.4 Daya Pembeda Rumus yang digunakan untuk menentukan indeks diskriminasi adalah [1]: BA D = JA JB BB = PA - PB

(Oi Ei) 2 Ei

[5]

Perhitungan daya pembeda menunjukkan terdapat 3 buah soal negatif, 6 soal bersifat jelek, 6 soal bersifat baik dan 21 soal bersifat cukup. Soal-soal yang bersifat negatif tidak akan digunakan dalam penelitian. Agar mempermudah analisis data, maka dibuatlah persentase hasil perhitungan. Persentase tingkat validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:

Oi = frekuensi hasil pengamatan; Ei =frekuensi yang diharapkan Adapun langkah-langkah dalam menghitung normalitas ini adalah: 1. 2. Menentukan kelas interval dengan rumus: k=1+3.3 log n, dengan n adalah banyaknya data. Menentukan panjang kelas (p) dengan rumus: p= r/k, dimana r adalah hasil dari nilai maksimum nilai minimum. Membuat daftar distribusi frekuensi dengan mengklasifikasikan nilai setiap siswa kedalam range kelas. Menentukan batas kelas atas (Xi). Menentukan nilai z dengan rumus: z =(Xi- x ) / s. Mencari nilai proporsi kumulatif (pk) yang diambil dari nilai z tabel. Nilai pk pertama berilah nilai 1 karena menunjukkan seluruh daerah kurva normal.

3. 4. Hasil perhitungan persentase validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda dapat dipersentasikan seperti pada tabel berikut ini: 5. 6.

7.

8.

9.

Menentukan nilai frekuensi kumulatif (fk), dengan rumus: fk=pk.n. Untuk nilai awal fk, diisi dengan jumlah keseluruhan nilai n. Mencari nilai Ei dengan cara mengurangi frekuensi kumulatif (fk) yang ada diatasnya dengan nilai fk yang langsung berada di bawahnya. Menghitung nilai Chi Kuadrat.

terdapat peningkatan sebesar 5.0. Nilai gain ternormalisasi <g> sama dengan 0.7 dan bila diinterpretasikan kedalam tabel Meltzer, termasuk dalam kriteria tinggi. Perbandingan nilai rataan pretest dan posttest dapat dilihat pada tabel berikut:

Dengan taraf nyata 99%, kriteria pengujiannya adalah apabila nilai xhitung < xtabel, maka hasil test terdistribusi normal. 3.5.2. Uji Gain Ternormalisasi Uji gain ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana peningkatan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah pembelajaran. Perbedaan skor tes awal dan tes akhir (gain) diasumsikan efek dari treatment [3]. 3.5.3. Uji Hipotesis Persentase nilai <g> menunjukkan bahwa 47,5% siswa mengalami peningkatan hasil belajar dengan kriteria tinggi, 52,2% siswa mengalami peningkatan hasil belajar sedang, dan tidak ada siswa yang mengalami peningkatan hasil belajar rendah.

Hipotesis dalam penelitian ini adalah: Hipotesis Nol Peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan media Flash Flip Book sama dengan nilai rataan kelas pada pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Hipotesis Kerja Peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan media Flash Flip Book lebih besar dari nilai rataan kelas pada pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan rumus uji-t untuk mengujij signifikansi perbedaan rata-rata (mean). Adapun yang diperbandingkan pada uji hipotesis ini adalah rata-rata nilai skor posttest dari kelompok eksperimen dibandingkan dengan rerata nilai pretest pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Rumusnya adalah; t =

4.6 Uji Hipotesis


Nilai thitung yang didapat adalah 11.325. Setelah menghitung t tabel, didapat nilai titik kritis sebesar 1.645. Kesimpulan yang didapatkan adalah thitung>ttabel, atau 11.325 > 1.645, artinya H0 ditolak dan H1 diterima yaitu peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan media Flash Flip Book lebih besar dari hasil belajar siswa sebelum menggunakan media Flash Flip Book pada pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi.

x
x

4.7 Pembahasan Hasil Penelitian


Rumusan masalah pertama adalah bagaimana penggunaan media Flash Flip Book dalam pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi? Demi menjawab pertanyaan rumusan masalah pertama tersebut, berikut adalah tahapan penggunaan media pembelajaran Flash Flip Book yang peneliti lakukan ketika memberikan treatment pada kelas eksperimen. 1. Siswa dibagi dalam 10 kelompok kecil yang masingmasing terdiri dari 3 orang. 2. Bukalah folder Flip Book Corel Draw dan masuklah kedalam folder Free version. 3. Pilih default.html. 4. Web browser (pada gambar diatas menggunakan Mozilla) akan secara otomatis membuka file ini setelah menekan dua kali pada mouse.

Menentukan peraturan-peraturan pengujian atau kriteria untuk satu sisi adalah: a. Pengujian satu sisi kanan H0 diterima apabila: t t H0 ditolak apabila: t > t b. Pengujian satu sisi kiri H0 diterima apabila: t - t H0 ditolak apabila: t < - t

HASIL PEMELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.4 Uji Normalitas


Setelah menguji hasil pretest dan posttest yang dilakukan siswa, hasil yang didapat menunjukkan bahwa nilai pretest siswa adalah -64 dan untuk posttest adalah -10. Kedua nilai ini lebih kecil dari nilai x tabel, maka dapat disimpulkan keduanya berdistribusi normal.

4.5 Uji gain ternormalisasi


Hasil uji gain ternormalisasi menunjukkan rerata nilai pretest siswa sebesar 2.8 dan rerata nilai posttest sebesar 7.8. artinya,

Gambar 4.7.1 Halaman depan Flash Flip Book Corel Draw 5. Setelah melewati halaman Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator Pembelajaran, siswa akan menjumpai halaman Daftar isi.

Gambar 4.7.3 Halaman menu video tutorial

Gambar 4.7.2 Halaman daftar isi 6. Siswa juga disuguhkan dengan materi interaktif berupa video tutorial. Masuklah ke menu video tutorial kemudian pilih salah satu menunya. 7.

Gambar 4.7.4 Tampilan salah satu video yang dipilih Flash Flip Book juga dilengkapi dengan Lembar Kerja Siswa yang berisi latihan-latihan untuk praktikum siswa

Secara khusus, kesimpulan dalam penelitian ini dijabarkan sebagai berikut: 1. Cara penggunaan media Flash Flip Book adalah: Masuk kedalam folder Free version. Pilih default.html. Media pembelajaran Flash Flip Book siap digunakan. 2. Hasil belajar siswa setelah menggunakan media Flash Flip Book lebih besar dari hasil belajar siswa sebelum menggunakan media Flash Flip Book. 3. Penggunaan media pembelajaran Flash Flip Book memberikan perbedaan berupa peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media dalam pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi.

REFERENSI

Gambar 4.7.5 Halaman lembar kerja siswa 8. Media pembelajaran Flash Flip Book juga menyediakan alat evaluasi berisi 20 soal pilihan ganda yang bersifat random.

[1]Arikunto, Suharsimi. (2008). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta:Bumi Aksara. [2]Nashar, Drs. 2004. Peranan Motivasi dan Kemampuan Awal dalam Kegiatan Pembelajaran. Jakarta: Delia Press. [3]Panggabean, Luhut. (1996). Penelitian Pendidikan. Depdikbud: Bandung. [4]Pustekkom (2010) . Tersedia di: pustekkom.depdiknas.go.id. Diakses tanggal: 12 April 2010. [5]Ruseffendi. (1992). Statistika Dasar untuk Penelitian Pendidikan. Depdikbud: Bandung. [6]Sadiman, Arief. (2003). Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta:PT RajaGrafindo Persada. [7]Teknoanimasi. (2010). Flip book dan Thaumatrope [Online]. Tersedia di: http://teknoanimasi.blogspot.com/2008/11/flip-bookdan-thaumatrope.html. Diakses tanggal 13 Februari 2010. [8]Tri, Chatarina. 2006. Psikologi Belajar. Semarang: UPT UNNES Press. [9]Wikipedia (2010). Buku digital [Online]. Tersedia di: http://id.wikipedia.org/wiki/buku_elektronik. Diakses tanggal: 5 Oktober 2010.

Gambar 4.7.6 Tampilan halaman evaluasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan media Flash Flip Book lebih besar dari nilai rata-rata kelas pada pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Kenyataan bahwa nilai posttest siswa lebih besar dari nilai rata-rata kelas pada semester sebelumnya menggambarkan bahwa media pembelajaran Flash Flip Book dapat mempertinggi hasil belajar siswa terutama pada aspek kognitif.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka dapat ditarik kesimpulan secara umum bahwa terdapat pengaruh media Flash Flip Book terhadap peningkatan hasil belajar siswa di kelas XII-IPS 1 Madrasah Aliyah Al-Hidayah Cikancung Bandung.