Anda di halaman 1dari 1

Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan, melibatkan hampir 25.

000 ibu hamil yang teridentifikasi hipotiroid subklinis, peningkatan risiko menjadi pre-eklampsia berat dibanding ibu eutiroid. Asosiasi tetap kuat bahkan stelah menyingkirkan faktor risiko pre-eklampsia yang telah dikenal seperti usia, paritas, ras dan berat badan ibu. Beberapa pengamatan mendukung asosiasi ini. Termasuk, efek kardiovaskular konsentrasi abnormal tiroid, hasil kehamilan yang buruk dilaporkan pada wanita hipotiroid, komplikasi vaskular terkait kehamilan lainnya telah dihubungkan dengan hipotiroid subklinis, dan aktivasisel endotelial oleh jumlah abnormal hormon tiroid. Sehubungan pengamatan pertama, terdapat banyak efek kardiovaskuler yang telah didokumentasi dengan baik pada wanita tidak hamil yang mensekresikan hormon tiroid dalam jumlah abnormal. Telah diketahui terdapat transkripsi protein struktural dan regulator dalam miosit yang merangsang pertumbuhan, yang dimediasi genomik. Kerja langsung T4 yang nongenomik termasuk meningkatkan kontraktilitas dan menurunkan tahanan vaskular sistemik. Selain itu, paparan berkepanjangan jumlah tiroid abnormal baik berlebihan maupun sedikit dapat mengakibatkan gagal jantung. Sekitar seperempat penderita hipotiroid yang jelas menngalamai hipertensi, dengan penurunan tekanan nadi, pengisian diastolik lambat, penurunan pengisian dan kontraktilitas ventrikel, dan peningkatan tahanan tahanan vaskukar sistemik. Walau belum banyak diteliti, terdapat bukti hipotiroid subklinis, terutama pada orang tua, dapat menyebabkan hipertensi, gagal jantung, dan penyakit vaskular aterosklerosis. Akhirnya, hipotiroid subklinis dibuktikan menyebabkan disfungsi endotelial, ditandai dengan penurunan produksi nitrit oksida dengan gangguan vasorelaksasi.

Beri Nilai