KEMACETAN DI JAKARTA

I.

LATAR BELAKANG MASALAH

Transportasi

merupakan tanggung jawab pemerintah terutama

berkaitan dengan penyediaan prasarana/infrasturktur dan angkutan umum. Pemerintah adalah sebagai institusi yang bertanggung jawab terhadap kinerja sektor transportasi tersebut. Baik buruknya sektor transportasi sangat bergantung dari konsistensi dan implementasi kebijakan publik yang dikeluarkan pemerintah. Buruknya layanan Transportasi di Jakarta menyebabkan kemacetan yang semakin hari semakin parah. Menurut data dari Dinas Perhubungan DKI, tercatat 46 kawasan dengan 100 titik simpang rawan macet di Jakarta. Definisi rawan macet adalah arus tidak stabil, kecepatan rendah serta antrean panjang. Selain oleh warga Jakarta, kemacetan juga diperparah oleh para pelaju dari kotakota di sekitar Jakarta seperti Depok, Bekasi, Tangerang, dan Bogor yang bekerja di Jakarta. Untuk di dalam kota, kemacetan dapat dilihat di Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, Jalan Rasuna Said, Jalan Satrio, dan Jalan Gatot Subroto Secara Umum hal-hal yang menyebabkan permasalahan transportasi dipengaruhi oleh berbagai kondisi sebagai berikut:

1.

Pertambahan jumlah kendaraan Jumlah kendaraan pribadi, khususnya yang beroda empat di Jakarta, terus meningkat. Bahkan, setiap hari sedikitnya ada 120 pengajuan surat untuk mobil baru di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Ini tentu berdampak pada kian parahnya kemacetan di Ibukota. Laju pergerakan kendaraan di Jakarta terus menurun, saat ini tinggal 12 kilometer per jam. Penyebab utama kemacetan di Jakarta adalah mobil low MPV. Karena selain harganya terjangkau, kapasitasnya penumpangnya cukup banyak. Data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya pada tahun 2010 menunjukkan jumlah kendaraan roda empat telah mencapai 3.118.050 unit. Berdasarkan data, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil semester pertama 2011 adalah sebanyak 417.687 unit.

1|Page

Sarana dan Prasarana lalu lintas yang masih terbatas meliputi 1) Pertambahan prasarana jaringan jalan yang hanya 0.5 kilometer dan hanya bertambah 0. 3.621. Manajemen lalu lintas yang belum berfungsi secara optimal antara lain: 1) Penggunaan kendaraan berpenumpang kurang dari 2(dua) orang masih terlalu banyak 2) Fungsi jalan belum terpisah secara nyata (fungsi jalan arteri masih bercampur dengan fungsi jalan lokal 3) Jalan dan trotoar digunakan oleh pedagang kaki lima dan usaha lainnya seperti bengkel dan parkir liar 4) Lalu lintas satu arah masih terbatas pada jalan-jalan tertentu saja 5) Lajur khusus bus baru diterapkan pada beberapa jalan dan untuk jalan tertentu saja 6) Sistem kontrol lampu lalu lintas sudah terlalu tua dan tidak memadai dalam kondisi lalu lintas sekarang 4.01% pertahun 2) Sarana pejalan kaki belum memadai 3) Kapasitas persimpangan masih terbatas 4) Sarana penyebrangan belum memadai Data Dinas Perhubungan DKI Jakarta 2008 menunjukkanTotal panjang jalan di DKI Jakarta mencapai 5.KEMACETAN DI JAKARTA 2.01 persen per tahun. Pelayanan angkutan umum penumpang belum memadai sehingga menyebabkan orang malas menggunakan angkutan umum dan beralih menggunakan kendaraan pribadi karena hal-hal sebagai berikut: 1) Tidak seimbangnya antara jumlah angkutan umum dengan jumlah orang yang harus dilayani dan jumlah perjalanan yang menyebabkan muatan angkutan umum melebihi kapasitasnya terutama pada jam sibuk 2) Penataan angkutan umum belum mengacu kepada hierarki jalan 3) Sistem angkutan massal yang belum memadai Untuk melayani mobilitas penduduk Jakarta. Selain itu terdapat pula bus kota yang dikelola oleh pihak 2|Page . pemerintah menyediakan sarana bus PPD.

KEMACETAN DI JAKARTA swasta.Dukuh Atas Koridor 7 Kampung Rambutan . yaitu : Koridor 1 Blok M . Untuk angkutan lingkungan.Harmoni Koridor 9 Pinang Ranti .Kampung Melayu Koridor 8 Lebak Bulus . seperti Mayasari Bhakti.Pluit Koridor 10 Cililitan . dengan rute dari terminal ke lingkungan sekitar terminal. dan Bianglala. Tanjung Priok.Pulo Gebang Peta jalur Transjakarta (http://id. Layanan ini menggunakan bus AC dan halte yang berada di jalur khusus. Sejak tahun 2004. Saat ini ada sebelas koridor Transjakarta yang telah beroperasi. dan bemo untuk angkutan jarak pendek. bajaj. Kalideres. Pemerintah Daerah DKI Jakarta telah menghadirkan layanan transportasi umum yang dikenal dengan TransJakarta.Dukuh Atas Koridor 5 Kampung Melayu . Selain itu ada pula ojek. dan Kampung Melayu. Kampung Rambutan. Lebak Bulus. Blok M.Stasiun Kota Koridor 2 Pulogadung . Metro Mini. Grogol.Ancol Koridor 6 Ragunan .Latuharhary .wikipedia. terdapat angkutan kota seperti Mikrolet dan KWK.Tanjung Priok Koridor 11 Kampung Melayu .org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta 3|Page . antara lain Pulogadung.Harmoni Koridor 4 Pulogadung . Bus-bus ini melayani rute yang menghubungkan terminal-terminal dalam kota. Kopaja. Rawamangun.Harmoni Koridor 3 Kalideres .

Disiplin pemakai jalan yang rendah seperti berikut: 1) Disiplin pengendara. tali pegangan yang semrawut. bau. bukan kendaraan pribadi. bangku reyot. kotor. asap knalpot yang hitam dan tebal. Padahal moda transportasi ini dibuat sebagai salah satu upaya mengatasi kemacetan di Jakarta dan memfasilitasi masyarakat yang ingin bermobilisasi dengan lebih efisien karena memiliki jalur sendiri. ugal-ugalan. namun itulah fungsi sebenarnya dari koridor busway. jendela kotor. Sayangnya banyak masyarakat tidak paham akan hal itu. Selain itu. sehingga para penumpang harus selalu siaga serta menghapal halte apa saja yang sudah dilalui. Dari segi fisik banyak armada Transjakarta yang sudah tidak layak: lantai sudah lapuk. banyak pula supir Transjakarta yang mengemudi sekehendak hati. pintu yang berkarat dan tidak menutup sempurna. sebagai jalur melintas bis Transjakarta. berhenti di sembarang tempat. tidak ramah terhadap penumpang lanjut usia dan sebagainya Transjakarta Busway yang merupakan salah satu ikon transportasi di Jakarta pun kondisinya tidak kalah buruk. penumpang dan pejalan kaki masih kurang 2) Perubahan peraturan menyebabkan perlunya waktu untuk penyesuaian 3) Pendidikan mengenai lalu lintas belum masuk dalam pendidikan formal 4|Page . Tidak sterilnya koridor busway tentu saja menghambat pergerakan Transjakarta. 5.KEMACETAN DI JAKARTA Kondisi transportasi publik di Jakarta saat ini memang sangat buruk. Bukannya bermaksud untuk bersifat ekslusif. dll) yang bentuk fisiknya seperti kaleng sabun. kopaja. banyak ancaman gangguan pengemis dan preman. Announcer yang sudah tidak berfungsi – hal ini berpengaruh dalam proses penyampaian informasi lokasi. Orang awam dapat melihatnya dengan jelas melalui gambaran bis dalam kota (metro mini.

Waktu kemacetan. semua kendaraan di Jakarta akan terjebak kemacetan sesaat setelah keluar dari rumah pada tahun 2014. Kedua. karena kecepatan perjalanan yang rendah.00. yang semula hanya terjadi pada jam puncak pagi dan sore hari. Kemacetan terjadi sejak dari pinggiran kota sampai ke tengah kota. dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal. Meningkatkan polusi udara karena pada kecepatan rendah Dalam skala global. Beberapa pengamat transportasi memperkirakan. Tanggerang.00 agar dapat sampai di kantor sebelum pukul 08. Jika berangkat sesudah pukul 06. Hal ini berkorelasi langsung dengan perbandingan antara jumlah kendaraan bermotor. radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang lebih tinggi energi lebih tinggi. Kemacetan lalu lintas memberikan dampak negatif yang besar antara lain: 1.00. para pekerja yang rumahnya dari daerah Bekasi. Berdasarkan data 5|Page . Sebagai perbandingan. kini sudah bertambah pada siang dan malam hari. karena waktu yang lebih lama untuk jarak yang pendek. 3. kadar partikel debu (particulate matter) yang terkandung dalam udara Jakarta adalah yang tertinggi nomor 9 (yaitu 104 mikrogram per meter kubik) dari 111 kota dunia yang disurvei oleh Bank Dunia pada tahun 2004. Depok. jumlah penduduk dan luas wilayah DKI Jakarta. Keausan kendaraan lebih tinggi. Jakarta adalah kota dengan tingkat polusi terburuk nomor 3 di dunia (setelah kota di Meksiko dan Thailand). Kerugian waktu. Uni Eropa menetapkan angka 50 mikrogram per meter kubik sebagai ambang batas tertinggi kadar partikel debu dalam udara. 2. Penyebab paling signifikan dari polusi udara di Jakarta adalah kendaraan bermotor yang menyumbang andil sebesar ±70 persen. masih dalam skala global.KEMACETAN DI JAKARTA Berbagai permasalahan transportasi ini lah yang mengakibatkan kemacetan di kota-kota besar. Kemacetan di Jakarta terasa semakin parah dan waktu tempuh butuh 10-30 menit untuk jarak tempuh 5 kilometer. Bogor menuju pusat kota Jakarta harus meninggalkan rumah sebelum pukul 06. akan membutuhkan waktu tiga jam untuk menempuh perjalanan 27 kilometer ke kantor.

KEMACETAN DI JAKARTA Komisi Kepolisian Indonesia. Data yang sama diungkapkan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bambang Susantono. kemacetan lalu lintas berkepanjangan di Jakarta menyebabkan pemborosan senilai Rp 8. dan dampak kesehatan akibat polusi udara sebesar Rp 2. mengacu pada kajian Study on Integrated Transportation Master Plan for Jabodetabek (SITRAMP 2004).id/index. (http://bstp. Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans. yakni pemborosan BBM akibat biaya operasional kendaraan senilai Rp 3 triliun.php?pil=4&jd=Polusi+Udara+di+Jak arta&dn=20100304125156) 4. Meningkatkan stress pengguna jalan Akibat kemacetan di ibukota. jumlah kendaraan bermotor yang terdaftar di DKI Jakarta (tidak termasuk kendaraan milik TNI dan Polri) pada bulan Juni 2009 adalah 9. kerugian akibat waktu yang terbuang Rp 2.867 kendaraan. pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya 6|Page . Pemborosan energi.kabarindonesia.php?mod=detilSorotan&idMenuKiri=345&i dSorotan=54) 6. kerugian yang diderita mencapai Rp 12. karena pada kecepatan rendah konsumsi bahan bakar lebih rendah.5 tri.3 triliun per tahun.com/berita.liun. stres dan gangguan kesehatan lainnya 5. Perhitungan itu mencakup tiga aspek sebagai konsekuensi kemacetan.385 jiwa.8 triliun per tahun termasuk kehilangan waktu di perjalanan.8 triliun. tekanan psikis.993. (http://www. sedangkan jumlah penduduk DKI Jakarta pada bulan Maret 2009 adalah 8.hubdat.web.513. Berdasarkan data Yayasan Pelangi. Perbandingan data tersebut menunjukkan bahwa kendaraan bermotor di DKI Jakarta lebih banyak daripada penduduknya.

LINGKUP MASALAH Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. ketika ekonomi dan pembangunan berkembang. permasalahan lalu lintas kota tidak dibenahi. Kendaraan7|Page . Sistem angkutan umum angkutan umum yang modern dan efisien tidak dibangun. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar. terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk. begitu pula dengan sistem manajemen lalu lintas yang baik tidak dirancang Kemacetan muncul selain karena tidak seimbangnya pertumbuhan kendaraan dengan pertambahan ruas jalan juga akibat arus urbanisasi yang deras membutuhkan sistem angkutan massal yang sesuai dengan jumlah kepadatan penduduk dimana masyarakat Indonesia memiliki disiplin yang rendah dan penegakan hukumnya juga lemah Kendaraan yang memenuhi jalan-jalan di Jakarta juga lebih banyak kendaraan pribadi karena angkutan massal yang tidak nyaman.KEMACETAN DI JAKARTA II.wikipedia.org/wiki/Kemacetan) Permasalahan kemacetan distrukturalisasikan sebagai berikut Pertambahan Jumlah Kendaraan pelayanan Angkutan Umum kurang memadai Disipilin pemakai jalan yang rendah Sarana prasarana jalan yang kurang memadai kemacetan Manajemen Lalu Lintas belum optimal Kemacetan lalu lintas di Jakarta merupakan kemacetan struktural akibat kegagalan penentu kebijakan membenahi sejak dini perkembangan kota. misalnya Jakarta dan Bangkok (http://id.

sekolah. Terbatasnya lahan parkir menyebabkan kendaraan pribadi ini menggunakan bahu jalan untuk mengatasi kebutuhan sehingga mengakibatkan kemacetan karena sebagian jalan terpakai untuk parkir dan antrian kendaraan yang menunggu tempat kosong untuk parkir. hotel berbintang sehingga memperparah kemacetan Pelaku-pelaku yang terlibat dalam masalah kemacetan ini adalah 1) Pemerintah sebagai penentu kebijakan 2) Pengusaha otomotif 3) Pemakai Jalan III. perumahan. Jaringan jalan juga diperbanyak termasuk membuat jalan layang non-tol seperti di jalur Casablanca dan Jalan Antasari.KEMACETAN DI JAKARTA kendaraan ini ini dapat dipastikan berpenumpang sedikit dan untuk kendaraankendaraan pribadi ini membutuhkan parkir pribadi pula. wilayah dan kementerian dalam mengatasi kemacetan 1. berikut langkah-langkah alternatif menyeluruh yang meliputi berbagai aspek. Pelebaran jalan. Selain itu pembagian hierarki jalan masih acak-acakan tidak jelas mana system arteri. mal. 3) Pengembangan lajur khusus bus yang di Jakarta dikenal sebagai Busway dan pembuatan parkir di kawasan yang telah dilalui jalur Trans-Jakarta 8|Page . dan membangun jembatan layang dan terowongan. lintas sektoral. kolektor dan sistem lokal dan belum lagi ketidakjelasan kategori jalan dimana pada tepiannya masih campur aduk antara terminal. ALTERNATIF KEBIJAKAN Untuk mengatasi kemacetan khususnya di Ibukota Jakarta. Pembangunan sarana dan Prasarana Jalan 1) Pelaksanaan pembangunan jalan lingkar sepanjang tujuh kilometer yang terputus di kawasan Jakarta Barat 2) pembangunan infrastruktur dan pengaturan transportasi. Jalur pejalan kaki juga ditingkatkan.

5) Perbaikan penglolaan angkutan kereta api. Akibatnya adalah penumpukan kendaraan lain di belakang yang menimbulkan kemacetan serius karena berkurangnya kapasitas jalan 4) Menegakkan Standar Pelayanan Minimum (SPM) bagi angkutan umum di Jakarta. berhenti dimana daja dan menjadikan setiap jalan sebagai terminal liar. Perbaikan pelayanan Angkutan Massal 1) Sterilisasi jalur busway. kereta api bandara Soekarno-Hatta hingga Stasiun Manggarai termasuk penyiapan lahan parkir di dekat-dekat stasiun kereta api di Kabupaten Bogor dan Provinsi Tangerang 2. monorel. pembuatan jalur ganda berganda (double-double track) kereta api. Minimnya penegakkan hukum saat ini membuat tidak disiplinnya para awak atau pengemudi angkutan umum. kereta api dan waterway. mass rapid transit (MRT) atau subway. 3) Penegakkan Hukum. terlihat saat menaikkan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat tanpa menghitung keamanan penumpangnya. 5) Melakukan Evaluasi Trayek Angkutan Umum Eksisiting (Reguler). Sesuai dengan norma hukum yakni dalam pasal 141 dan pasal 198 UU no: 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diatur bahwa setiap layanan angkutan umum harus mempunyai SPM. pembangunan jalur rel kereta api lingkar dalam kota. Para pengemudi terlihat jadi biasa dan bebas melakukan pelanggaran hukum atau aturan lalu lintas. Harus diakui dan dilakukan sebuah evaluasi atau restrukturisasi trayek dengan berorientasi sebagai feeder untuk kereta api dan Transjakarta. Keberadaan SPM ini akan melindungi hak konsumen atau pengguna angkutan umum untuk mendapatkan jaminan pelayanan yang baik. 9|Page . nyaman serta aman.KEMACETAN DI JAKARTA 4) Pengembangan angkutan massal sperti busway atau APTB monorel. 2) Peninjauan penggunaan kendaran kecil bagi angkutan transportasi sampai larangan angkutan liar.

Evaluasi trayek dilakukan untuk mengetahu kebutuhan armada dalam trayek. Fasilitas untuk melanjutkan perjalanan ke tengah kota. Strategi itu ditujukan dengan memfasilitasi peluang perjalanan kombinasi ini adalah dengan membangunkan fasilitas park and ride (fasilitas Parkir dan Menumpang). gubernur tidak memiliki otoritas apa pun dalam mengontrol operasional kereta api di Jakarta. Idealnya juga adalah pengelolaan kereta api haruslah di bawah kendali Gubernur Jakarta tidak seperti sekarang. izin trayek adalah milik pemerintah bukan milik pengusaha (operator).KEMACETAN DI JAKARTA Pada tataran operasional banyak trayek angkutan umum tumpang tindih. Idealnya.. 6) Evaluasi terhadap trayek sangat perlu dilakukan dan haruslah memenuhi orientasi: menegakkan aturan. membatasi pemberian izin trayek baru secara selektif. Evaluasi trayek ini juga harus dilakukan dengan mengintegraikan strategi yang membuka luas peluang untuk melakukan perjalanan kombinasi antara kendaraan pribadi dan angkutan umum. Sehubungan dengan ini maka sudah saatnya PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) memberikan ruang juga pada pemerintah provinsi Jakarta sebagai salah satu operator kereta api komuter. tetapi juga bagi pengusaha dan pengemudi. 10 | P a g e . angkutan kereta api menjadi tulang punggung (Back Bone) sarana angkutan umum massal di Jakarta dan sekitar (Jabodetabek). 7) Memperbaiki layanan kereta api komuter Jabodetabek. Fasilitas Park n Ride ini dapat dibangun di pinggir kota Jakarta yang akses dengan angkutan umum massal seperti Transjakarta atau kereta api komuter Jabodetabek. Trayek yang tumpang tindih tersebut tidak hanya berdampak bagi pengguna. Terjadi persaingan tidak sehat karena tidak aksesnya dan tidak terintegrasinya trayek yang sudah ada. melakukan pengalihan kendaraan dari rute “kurus” ke rute “gemuk” dan memulai system pemberian ijin trayek berdasarkan “Quality Licencing” atau Lelang. Revitalisasi ini merupakan wujud satu kesatuan dari revitalisasi angkutan umum berbasis jalan raya serta berbasis rel yakni kereta api.

bukan kendaraan pribadi (subsidi BBM). Secara nyata para operator yang individu-individu ini sulit diatur dan dikontrol 3) Melakukan restrukturisasi Dinas Perhubungan menjadi Dinas Transportasi dan Infrastruktur Jakarta. Badan hukum kelembagaan bisnisnya sebuah PT atau Koperasi namun pengelolaannya mayoritas masih secara pribadi Individu). Peningkatan kualitas manajemen lalu lintas 1) Melakukan kebijakan mensubsidi angkutan umum. Peningkatan Disiplin pemakai jalan 1) Pembatasan lalu lintas tertentu memasuki kawasan atau jalan tertentu. hanya angkutan umum yang berhak atas subsidi. Dalam konteks politik manajemen transportasi. seperti diterapkan di Jakarta yang dikenal sebagai kawasan 3 in 1 atau contoh lain pembatasan sepeda motor masuk jalan tol. Padahal dalam konteks tarif. pembatasan mobil pribadi masuk jalur busway.KEMACETAN DI JAKARTA 3. Sebagai penunjang penting dalam revitalisasi pelayanan angkutan umum adalah juga perlu dilakukan peningkatan kapasitas institusi yang yang menangani angkutan umum itu sendiri. 2) pembatasan parkir melalui fasilitas park and ride. Untuk itu langkah ke delapan yang harus dilakukan untuk merevitalisasi angkutan umum adalah merestrukturisasi organisasi Dinas 11 | P a g e . serta pengaturan penggunaan jalan 4. Akibatnya adalah kesulitan dalam mengontrol. Kelembagaan angkutan umum sesuai amanat Undang – Undang Nomor 22 tahun 2009 harus dikelola oleh sebuah badan hukumnya. Sebagian tarif seharusnya menjadi beban (subsidi) pemerintah daerah Jakarta atau bahkan pemerintah pusat. membina dan mengembangkan pelayanan angkutan umum karena operator banyak sekali yang individu-individu bukan sebuah manajemen badan hukum yang jelas. 2) Melakukan perbaikan kelembagaan bisnis atau operator angkutan (regular) yang ada sekarang. tidak seharusnya besaran tarif ditanggung semuanya oleh konsumen. Kondisi ini selanjutnya membuat pemerintah daerah Jakarta sangat kesulitan misalnya membuat apalagi menerapkan Standar Pelayanan Minimum (SPM) bagi penggunanya.

biasanya yang paling dominan membatasi arus belok kanan. Dinas Pekerjaan Umum. Bentuk lain dengan penerapan kebijakan parkir yang dapat dilakukan dengan penerapan tarip parkir yang tinggi di kawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya. terutama kawasan Transit Oriented Development (TOD). 5. 6) Meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas. persimpangan transport sistem 7) Restrukturisasi angkutan umum kendaraan kecil tujuannya. 2) Meningkatkan biaya penggunaan kendaraan bermotor pribadi di Jakarta. Issue murah berkendaraan bermotor pribadi di Jakarta ini mendorong peralihan dari pemakai kendaraan umum ke angkutan pribadi.Mengembangkan inteligent Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi menuju suatu kawasan tertentu seperti yang direncanakan akan diterapkan di Jakarta melalui Electronic Road Pricing (ERP). dan UPT Parkir ke dalam satu lembaga (Dinas) 4) Merubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah. 12 | P a g e . Stokholm. ERP berhasil dengan sangat sukses di Singapura. Dinas Tata Kota. meningkatkan kecelakaan dan memperparah kualitas udara kota Jakarta. Akhirnya pada gilirannya memperparah kemacetan. Penerapan Jalan Berbayar (Electronic Road Pricing/ERP) pembatasan kendaraan dengan sistem ERP akan efektif mengurangi kemacetan di Jakarta.KEMACETAN DI JAKARTA Perhubungan menjadi Dinas Transportasi dan Infrastruktur melalui penggabungan terhadap Dinas Perhubungan. Stasiun dan terminal sebagai pusat kawasan didampingi bangunan berkepadatan tinggi untuk hunian. ataupun pembatasan penyediaan ruang parkir dikawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya. agar bisa diatur lagi jalurnya. London. menurunkan kinerja lalu lintas. penerapan ERP akan menjadi jalan keluar untuk mengurangi tingkat kemacetan di Jakarta. Pembatasan jumlah kendaraan 1) tidak sebidang/flyover. Diharapkan. TOD merupakan kawasan campuran permukiman dan komersial dengan aksesibilitas tinggi terhadap angkutan umum massal. 5) Mengurangi konflik dipersimpangan melalui pembatasan arus tertentu.

Pendapatan yang diperoleh dari peningkatan biaya penggunaan kendaraan bermotor pribadi dapat digunakan untuk mensubsidi angkutan umum 4) Membatasi produksi otomotif. 3) Mencabut subsidi BBM. Ketiga alternatif ini memiliki feasibilitas yang tinggi dan hambatan resistensi masyarakat yang rendah karena sebenarnya ke tiga hal ini lah yang diharapkan dari masyarakat agar Pemerintah bisa segera melaksanakannya Untuk alternatif Keempat Pembatasan jumlah kendaraan memiliki feasibilitas yang rendah dan hambatan resistensi masyarakat yang tinggi karena menurut pemakai jalan kebijakan tersebut melanggar hak-hak kebebasan pribadi Yang kelima Pembangunan sarana dan Prasarana Jalan alternatif yang kelima ini memiliki feasibilitas yang tinggi dan hambatan resistensi masyarakat yang rendah namun membutuhkan biaya yang tinggi dan waktu yang cukup lama 13 | P a g e . memiliki tempat parkir untuk kendaraan pribadi dari tempat asalanya seperti Bogor. hambatan dan konsekuensinya yang pertama yang menurut saya lebih mudah dilaksanakan dan lebih cepat adalah Perbaikan pelayanan Angkutan Massal karena jika angkutan massal sudah memadai.KEMACETAN DI JAKARTA Langkah berani untuk meningkatkan biaya penggunaan kendaraan pribadi perlu diambil oleh pemerintah daerah Jakarta. Pembatasan pemilikan kendaraan pribadi melalui peningkatan biaya pemilikan kendaraan. Tanggerang dan Bekasi tentu orang akan beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan massal Yang kedua Peningkatan kualitas manajemen lalu lintas untuk mendukung perbaikan pelayanan angkutan massal Yang ketiga Peningkatan Disiplin pemakai jalan menurut saya akan terbentuk dengan sendirinya karena pemakai jalan menjadi tidak disiplin akibat kebutuhan untuk segera sampai ke tempat yang dituju sangat sulit karena macet akibatnya pemakai jalan berusaha dengan berbagai cara walaupun melanggar aturan. bea masuk yang tinggi Dari berbagai kebijakan diatas setelah membandingkan konsekuensi alternatif beserta dampak. pajak kendaraan bermotor. pajak bahan bakar. Depok. terintegrasi. diantaranya dengan penerapan Kebijakan Parkir Mahal Berdasarkan Zonasi.

14 | P a g e . Depok. Melakukan gerakan moral penumbuhan kesadaran masyarakat untuk mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Gerakan moral ini bisa dirintis/dimulai misalnya oleh Pegawai Pemda DKI Jakarta. Selain mengurangi kemacetan lalu lintas. Di sini dibutuhkan peran seluruh stakeholders transportasi Ibukota Negara. dan lain-lainnya untuk menumbuhkan kesadaran dan kebanggaan menggunakan angkutan umum. mulai dari Pemerintah Pusat.KEMACETAN DI JAKARTA IV. ada banyak manfaat lain yang akan diperoleh dari penggunaan angkutan umum secara massal. Pemerintah Daerah. berbagai elemen masyarakat mulai dari lembaga pendidikan. Tanggerang dan Bekasi tentu orang akan beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan massal Untuk mewujudkan kebijakan tersebut Kerangka Implementasinya sebagai berikut: 1. Masalah mendasar transportasi DKI Jakarta khususnya masalah kemacetan lalu lintas harus diikuti pembenahan mendasar masalah Tata Ruang Wilayah Provinsi DKI Jakarta. harus ada keterpaduan multidimensi dan komitmen lintas sektor dalam melakukan pembenahan sistem transportasi Provinsi DKI Jakarta. Pembiasan dan penyimpangan tata ruang yang telah terjadi dan mengganggu eksistensi Kota Jakarta sebagai Ibukota NKRI harus dibenahi. pada hari-hari tertentu diwajibkan untuk menggunakan angkutan umum. terintegrasi. Melakukan pembenahan sistem transportasi Kota Jakarta. Penataan ruang Provinsi DKI Jakarta harus memprioritaskan kepentingan Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibukota NKRI. 2. Pembenahan sistem transportasi Kota Jakarta tidak bisa dilakukan secara parsial. REKOMENDASI KEBIJAKAN Menurut saya rekomendasi kebijakan alternatif yang paling baik untuk diambil dan dilaksanakan adalah Perbaikan pelayanan Angkutan Massal karena jika angkutan massal sudah memadai. lembaga/organisasi kemasyarakatan. Tentunya upaya ini harus didahului dengan pembenahan terpadu dan berkelanjutan terhadap sistem angkutan umum dengan menerapkan standar pelayanan prima dan penyelenggaran angkutan umum yang sesuai harapan masyarakat. memiliki tempat parkir untuk kendaraan pribadi dari tempat asalanya seperti Bogor.

KEMACETAN DI JAKARTA antara lain penghematan bahan bakar kendaraan bermotor dan mengurangi pencemaran udara dari emisis gas buang kendaraan bermotor. Pemerintah Daerah. termasuk bagi masyarakat dengan kemampuan yang berbeda (difable). Pemahaman yang sama juga diimplementasikan pada slogan “Jakarta untuk Semua”. sosial. bahwa pelayanan dan kemudahan aksesibilitas transportasi Kota Jakarta harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat dan rakyat Indonesia. perekayasaan. Ketersediaan dan Ketepatan waktu dan jadwal operasional moda transportasi dan 8. 15 | P a g e . bukan semata-mata hanya masalah warga dan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta. pengaturan. Pemerintah harus menyusun kembali angkutan massal sehingga moda terintegrasi ini tidak saling bertumpuk antara pola moda transportasi satu dan lainnya Pemerintah harus menanamkan kesadaran bahwa Kota Jakarta merupakan Ibukota NKRI. baik secara ekonomi. Kota Jakarta bukan hanya milik warga Provinsi DKI Jakarta. akan tetapi pemerintah harus mampu memberikan pelayanan yang baik. Dispartitas harga yang ditetapkan kepada moda yang terintegrasi dan non integrasi harus diperhatikan (diskriminasi harga). Kota ini milik seluruh rakyat Indonesia yang harus selalu dijaga citra dan eksistensinya terhadap dunia internasional. seyogyanya masalah transportasi merupakan tanggung jawab bersama antara Masyarakat. 3. Artinya setiap masalah strategis yang dihadapi Kota Jakarta. budaya. Sebagai Daerah Otonom Provinsi yang mendapat status sebagai Daerah Khusus Ibukota. nyaman dan aman bagi pengguna moda tersebut 4. tanpa membedakan latar belakang dan kondisi masyarakat. 6. Penyediaan layanan ini tidak hanya menyediakan layananan (moda) nya saja. Kenyamanan dan keamanan penggunaan moda transportasi terintegrasi baik 7. namun juga menjadi masalah yang harus ditanggung bersama oleh seluruh rakyat Indonesia dan Pemerintah Pusat. Pemerintah harus menetapkan biaya (harga) yang tepat dengan memperhatikan komparasi biaya yang dikeluarkan oleh penumpang jika menggunakan kenderaan pribadi (perbandingan biaya) 5. dan Pemerintah Pusat melalui manajemen dan rekayasa lalu lintas yang meliputi perencanaan.

dan pengawasan. dan terjangkau pola transportasi massal yang terintegrasi serba teratur dan pesat sehingga bebas dari kemacetan. nyaman. termasuk sistem pembiayaan transportasi Ibukota Negara dengan Ukuran Keberhasilan dari kebijakan alternatif ini adalah angkutan massal yang aman. 16 | P a g e . tepat waktu. selamat.KEMACETAN DI JAKARTA pemberdayaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful