Anda di halaman 1dari 33

MENENGOK KURIKULUM PAUD

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan kegiatan pengembangan dan pendidikan yang dirancang sebagai pedoman dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan anak usia dini. LANDASAN UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. 58 tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini Peraturan Menteri Pendidikan nasional tentang standar pendidikan anak usia dini Standar pendidikan anak usia dini meliputi pendidikan formal dan nonformal yang terdiri atas : 1. Standar tingkat pencapaian perkembangan 2. Standar pendidik dan tenaga kependidikan 3. Standar isi, proses dan penilaian 4. Standar sarana dan prasarana, pengelolaan dan pembiayaan PENGERTIAN SNP(Standar Nasional Pendidikan) Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah NKRI HUBUNGAN SNP DENGAN KURIKULUM Standar digunakan sebagai acuan dalam pengembangan kurikulum Standar bersifat nasional, harus diikuti oleh satuan pendidikan tersebut Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. KOMPONEN KURIKULUM TK Format Kurikulum TK dapat dikembangkan menjadi 2 dokumen yang mencakup Dokumen I dan Dokumen II KURIKULUM TK DOKUMEN 1 BAB I . Pendahuluan A. Latar Belakang B. Tujuan Pengembangan KTSP C. Prinsip Pengembangan KTSP BAB II. Tujuan A. Tujuan Pendidikan di TK B. Visi TK C. Misi TK D. Tujuan TK BAB III. Struktur dan Muatan Kurikulum A. Struktur Kurikulum B. Muatan Kurikulum BAB IV. Kalender Pendidikan KURIKULUM TK DOKUMEN II Program tahunan / semester Perencanaan mingguan

Perencanaan harian Penilaian KURIKULUM TK (Dokumen 1) Bab I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang : Tentang dasar pemikiran penyusunan KTSP B. Tujuan Pengembangan KTSP : Menguraikan tujuan pengembangan KTSP C. Prinsip Pengembangan KTSP sesuai karakteristik sekolah : Minimal berisi prinsip yang terdapat dalam Panduan Penyusunan KTSP dari BSNP BAB II. Tujuan A. Tujuan Pendidikan di TK: Sesuai dengan rumusan tujuan pendidikan TK yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan B. Visi TK a. Cita-cita bersama warga sekolah pada masa datang b. Memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada warga sekolah c. Selaras dengan visi institusi di atasnya dan visi pendidikan nasional d. Dirumuskan dengan bahasa yang mudah diingat e. Diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh KS dengan memperhatikan masukan komite sekolah f. Disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan C. Misi TK Memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah sesuai dg tujuan pendidikan nasional Meruppkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu. Menjadi dasar program pokok sekolah Menekankan pd kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapkan Memuat pernyatan umum dan khusus yang berkaitan dg program sekolah Memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan unit sekolah yang terlibat Dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yg berkepentingan ter masuk komite sekolah Dirumuskan dengan bahasa yang mudah diingat Disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan D.Tujuan TK Menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka menengah (empat tahunan) Mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dg kebutuhan masyarakat. Mengacu pada Standar tingkat pencapaian perkembangan yg sudah ditetapkan oleh sekolah dan Pemerintah Mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yg berkepentingan termasuk komite sekolah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidikan yeng dipimpin oleh Kepala Sekolah Disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A.Struktur Kurikulum : 1. Nilai-nilai agama dan moral 2. Fisik Motorik Kasar

Motorik Halus Kesehatan Fisik 3. Kognitif : Pengetahuan umum dan sains Konsep bentuk warna, ukuran dan pola Konsep bilangan, lambang bilangan,dan huruf 4. Bahasa Menerima bahasa Mengungkapkan bahasa Keaksaraan 5. Sosial Emosional 6. Mulok (muatan lokal) : Menganyam Buat tempe Dll 7.Pengembangan diri : Melukis BTA Drum Band , dll B. Muatan Kurikulum Taman Kanak-kanak Muatan Kurikulum Taman Kanak-kanak meliputi sejumlah bidang pengembangan yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum. Ruang lingkup Kurikulum TK , berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 58 Tahun 2009 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini meliputi aspek perkembangan berikut dan pengembangannya : 1. Bidang Pengembangan a.Bidang Pengembangan Pembiasaan b.Bidang Pengembangan Kemampuan dasar. Berbahasa Kognitif, Fisik/Motorik 2. Muatan Lokal Berisi tentang: Jenis, Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah.Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb: Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah. 3. Pengembangan Diri Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, bakat, minat peserta didik, dan kondisi sekolah. Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: -Bimbingan konseling, (kehidupan pribadi, sosial, kesulitan belajar, karir ), dan atau - Ekstra kurikuler, Pengembangan kreativitas, kepribadian siswa. 4. Pengaturan Beban Belajar Berisi tentang jumlah beban belajar per Bidang Pengembangan, per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah, sesuai dengan alokasi waktu yang

tercantum dalam Struktur Kurikulum. Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk setiap bidang pengembangan pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan, tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap 5. Pengelompokan Anak didik: Kriteria pengelompokan disesuaikan dengan usia perkembangan anak didik 4 - 5 th kelompok A 5 6 th kelompok B 6. Perpindahan Kelompok Perpindahan kelompok dilaksanakan pada setiap akhir tahun pembelajaran, apabila anak sudah cukup umur . (A ke B, B ke SD ) 7. Pendidikan Kecakapan hidup Merupakan kompetensi yang berisi pendi-dikan kecakapan hidup yang diintegrasi-kan ke bidang pengembangan yang ada(Mis:mandi sendiri,makan sendiri, gosok gigi sendiri, BAB sendiri, pakai sepatu sendiri dll) 8. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global Merupakan kompetensi yang merupakan keunggulan lokal dan daya saing global (yang materinya tidak bisa masuk ke bidang pengembangan yang ada )Mis: Bahasa Inggris, Bahasa arab, komputer dll. BAB IV KALENDER PENDIDIKAN Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di TK diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Alokasi Waktu 1. Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. 2. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan 3. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, di tambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. 4. Waktu libur adalah waktu yang ditetapakan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libir akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari, dan hari libur khusus. libur umum termasuk hari hari besar nasional

KTSP TAMAN KANAK-KANAK DOKUMEN II


DOKUMEN II MELIPUTI 1. Program tahunan / semester 2. Perencanaan mingguan 3. Perencanaan harian 4. Penilaian PROGRAM TAHUNAN & PROGRAM SEMESTER Merupakan program pembelajaran yang berisi jaringan tema, bidang pengembangan, kompetensi dasar,hasil belajar,indikator, dan alokasi waktu LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN PROGRAM SEMESTER 1. Mempelajari Kurikulum, kerangka dasar dan standar Kompetensi 2. Menentukan tema 3. Membuat matriks hubungan Kompetensi dasar dengan tema 4. Menetapkan alokasi waktu untuk setiap jaringan tema Tema Semester I: 1. Diri Sendiri, alokasi waktu 3 Minggu. 2. Lingkunganku, alokasi waktu 4 Minggu. 3. Kebutuhanku, alokasi waktu 4 Minggu. 4. Binatang, alokasi waktu 3 Minggu. 5. Tanaman, alokasi waktu 3 Minggu. Tema Semester II: 1. Rekreasi, alokasi waktu 4 Minggu. 2. Pekerjaan, alokasi waktu 3 Minggu. 3. Air, Udara, Api, alokasi waktu 2 Minggu. 4. Alat Komunikasi, alokasi waktu 2 Minggu. 5. Tanah Airku, alokasi waktu 3 Minggu. 6. Alam Semesta, alokasi waktu 3 Minggu. RENCANA KEGIATAN MINGGUAN (RKM) Merupakan penjabaran dari perencanaan semester yang berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai indikator yang telah direncanakan dalam satu minggu sesuai dengan keluasan pembahasan tema dan sub tema RKM ada 2 bentuk : A. RKM model pembelajaran berdasar Kelompok B. RKM model pembelajaran berdasar Minat Komponen RKM berdasar kelompok Tema dan sub tema Alokasi waktu Aspek pengembangan Kegitan per aspek pengembangan Langkah-langkah pengembangan RKM berdasar kelompok 1. Menjabarkan tema dan merinci sub tema 2. Menjabarkan indikator menjadi kegiatan-kegiatan pada bidang pengembangan dalam program semester 3. Membuat matrik hubungan antar tema, sub tema dengan kegiatan kegiatan 4. Menentukan alokasi waktu untuk setiap RKM

Komponen RKM berdasar minat Tema dan sub tema Alokasi waktu Aspek pengembangan Kegitan per aspek pengembangan Langkah-langkah pengembangan RKM berdasar minat 1. Menjabarkan tema dan merinci sub tema 2. Menjabarkan indikator menjadi kegiatan-kegiatan dan dimasukkan dalam area 3. Membuat matrik hubungan antar tema, sub tema dengan kegiatan kegiatan 4. Menentukan alokasi waktu untuk setiap RKM RENCANA KEGIATAN HARIAN (RKH) Merupakan penjabaran dari RKM, yang memuat kegiatan-kegiatan pembelajaran, baik yang dilaksanakan secara individual, kelompok, maupun klasikal dalam satu hari.

Nilai dan Deskripsi Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa


1. Religius: Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. 2. Jujur: Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. 3. Toleransi: Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. 4. Disiplin: Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. 5. Kerja Keras: Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. 6. Kreatif: Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. 7. Mandiri: Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. 8. Demokratis: Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. 9. Rasa Ingin Tahu: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar. 10. Semangat Kebangsaan: Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. 11. Cinta Tanah Air: Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa. 12. Menghargai Prestasi: Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. 13. Bersahabat/Komuniktif: Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain. 14. Cinta Damai: Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. 15. Gemar Membaca: Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. 16. Peduli Lingkungan: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. 17. Peduli Sosial: Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. 18. Tanggung-jawab: Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa

HYPNOPARENTING
Sebagai orang tua suatu saat tentu kita pernah merasa begitu jengkel manakala anak-anak tidak mau menuruti perintah kita. Dan bila hati sudah jengkel kadang yang terlintas adalah segera menjatuhkan hukuman pada si anak agar dia merasa jera. Tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Bukannya anak merasa jera tetapi justru semakin menjadi-jadi. Dalam hati kecil kita kadang terlintas juga perasaan bersalah karena telah memarahi anak-anak. Tetapi kadang kita tidak melihat kemungkinan lain selain memberi hukuman pada anak-anak. Mendidik anak agar berperilaku baik sesuai dengan yang kita harapkan memang tidak mudah. Kadang kita sudah mendidik anak sedemikian baik, tetapi bila anak mulai berbaur dengan temannya kadang kebaikan yang telah kita usahakan seperti tidak ada bekasnya. Anak seperti lebih menuruti temannya daripada kita orang tuanya. Keadaan yang demikian benarbenar membuat orang tua menjadi stress. Banyak orang tua gagal mendidik anaknya dengan baik. Bukannya karena mereka tidak mampu. Melainkan karena orang tua seringkali tidak konsisten dalam mendidik anak. Kadang aturan yang telah mereka ciptakan, mereka langgar pula sendiri. Akibatnya anakanak juga menjadi bersikap inkonsisten. Hypnoparenting Terdiri dari kata hypnosis dan parenting. Hypnosis adalah menurunnya kondisi kesadaran seseorang. Merupakan fenomena alamiah yang dialami setiap manusia. Sedangkan parenting adalah segala hal yang berkaitan dengan pengasuhan terhadap anak. Hypnoparenting adalah ilmu yang menggabungkan pengetahuan tentang mendidik anak dengan pengetahuan hypnosis. Tahukah anda, kenapa anak-anak seakan susah dibilangin saat mereka tengah aktif terjaga? Konon hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi otak. Dengan kata lain otak manusia mempunyai beberapa tahapan kondisi yang berbeda-beda. Yakni kondisi fase Beta, Alfa, Theta, dan Delta. Pada kondisi Beta, gelombang otak dalam kondisi konsentrasi yang tinggi. Muncul ketika seseorang anak sedang mengerjakan sesuatu yang sulit dan perlu berpikir keras. Pada saat ini otak anak hanya mempunyai kemampuan fokus tunggal. Kondisi beta cocok untuk tujuan menyelesaikan suatu pekerjaan secara serius, seperti mengerjakan soal serta ketika anak aktif bermain. Kondisi Alfa merupakan kondisi tenang sehingga memungkinkan otak untuk multifokus, memperhatikan beberapa hal sekaligus. Kondisi Alfa sangat tepat untuk belajar yang bersifat menyerap, memahami, menghafalkan pengetahuan, karena pada kondisi ini otak menjadi siap belajar. Gelombang otak Theta merupakan keadaan setengah sadar. Pada kondisi ini ide kreatif banyak muncul karena peran otak bawah sadar menjadi lebih dominan. Kabarnya, otak bawah sadar mempunyai kemampuan lebih besar 7:1 dibanding otak sadar. Kondisi ini merupakan kondisi yang sangat sugestif. Segala pengetahuan yang disampaikan dalam kondisi Theta akan diserap anak secara cepat kemudian disimpan dalam memori jangka panjangnya. Karena pada saat itu perhatian anak hanya terfokus pada informasi yang disampaikan. Sedangkan ketika anak tengah asyik bermain atau dalam kondisi Beta,

konsentrasi anak banyak di pengaruhi oleh lingkungannya. Sehingga seringkali pesan yang kita sampaikan dalam kondisi ini tidak dicerna dengan baik oleh anak. Fase Delta adalah fase tidur. Ini merupakan kondisi gelombang otak terendah di mana saat itu kita sedang tertidur nyenyak. Itulah mengapa dongeng sangat efektif bila disampaikan menjelang tidur. Dongeng-dongeng dengan pesan moral biasanya sangat membekas dalam ingatan anak bahkan hingga dewasa. Karena itu sempatkanlah waktu untuk mendongeng sebelum tidur bagi anak. Pilihlah dongeng-dongeng yang bermoral baik, karena secara langsung dongeng tersebut akan masuk ke dalam alam bawah sadar anak. Sebaliknya sangatlah buruk memberi pengantar tidur dengan memarahi anak, memberi tontonan seram, dan perlakuan kasar, karena hal itu akan membekas saat anak hampir tidur. Dalam memberikan pesan kepada anak pilihlah kata-kata yang baik. Hindari penggunaan kalimat negatif karena itu justru akan menjadi bumerang bagi orang tua. Bisikanlah kata-kata yang baik pada anak saat menjelang tidur. Jangan gunakan kata-kata tidak atau jangan. Misalnya tidak boleh nakal, jangan nakal. Karena anak akan cenderung mendengarkan katakata terakhir. Ulangilah terus menerus sampai terjadi perubahan yang diinginkan pada anak.

KTSP PAUD INSANI RENGAT-LENGKAP


Posted on October 14, 2008 by khansasulthana

MODEL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN UNTUK KELOMPOK BERMAIN ISLAM TERPADU PLAYGROUP INSANI Jl. Aski Aris No. 47 Rengat Riau 29311 Telp. 0769 323518 Email: anakyasin_foundation@yahoo.com Web blog: http://www.hidayat-soeryana.blogspot.com DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NASIONAL PUSAT KURIKULUM KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN KELOMPOK BERMAIN ISLAM TERPADU PLAYGROUP INSANI I. PENDAHULUAN A. Rasional Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi pengelolaan pendidikan dengan diberikannya wewenang kepada sekolah untuk menyusun kurikulumnya mengacu pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan pasal 35 tentang standar nasional pendidikan. Juga adanya tuntutan globalisasi dalam bidang pendidikan yang memacu agar hasil pendidikan nasional dapat bersaiang dengan hasil pendidikan negara-negara maju. Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah perlu segera dilaksanakan. Bentuk nyata dari desentralisasi pengelolaan pendidikan ini adalah diberikannya kewenangan kepada sekolah untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunannya maupun pelaksanaannya di sekolah. Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan

acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk : (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Kewenangan sekolah dalam menyusun kurikulum memungkinkan sekolah menyesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa, keadaan sekolah, dan kondisi daerah. Dengan demikian, daerah dan atau sekolah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan hal-hal yang akan diajarkan, pengelolaan pengalaman belajar, cara mengajar, dan menilai keberhasilan belajar mengajar B. Dasar Pemikiran, Visi dan Tujuan Sekolah 1. Dasar Pemikiran Dan hendaklah takut (kepada ALLAH) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraannya)(QS. An Nisaa : 09) 2. Visi Menjadi lembaga pendidikan prasekolah yang mampu membentuk tunas-tunas muda Islam yang sehat, cerdas, kreatif dan bertaqwa. 3. Tujuan Pembentukan Aqidah yang benar (Salimul Aqidah) Membentuk perilaku dan akhlak yang mulia Membentuk keilmuan dan pengetahuan dasar anak. Membentuk visi dan jiwa sosial anak Mendidik anak mampu berkomunikasi dengan lancar dan percaya diri Membentuk dan mengembangkan jiwa keindahan, kreatifitas dan keterampilan anak C. Pengertian 1. Kurikulum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. 3. Silabus Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Contoh silabus terdapat pada lampiran 4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. Contoh rencana

pelaksanaan pembelajaran PLAYGROUP INSANI terdapat pada Lampiran II. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A. Struktur Kurikulum Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik pada satuan pendidikan dalam kegiatan pembelajaran. Struktur kurikulum Playgroup Insani disusun berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar pendidikan anak usia dini. STANDAR KOMPETENSI ANAK USIA DINI A. Pengertian Standar kompetensi anak usia dini adalah standar kemampuan anak usia 0-6 tahun yang didasarkan pada perkembangan anak. Standar kompetensi ini digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan kurikulum anak usia dini. B. Standar Kompetensi Anak Usia Dini Standar kompetensi anak usia dini terdiri atas pengembangan aspekaspek sebagai berikut: a. Moral dan nilai-nilai agama b. Sosial, emosional, dan kemandirian c. Bahasa d. Kognitif e. Fisik/Motorik f. Seni Dalam program belajar pengenalan dan penyampaian materi dilakukan selama 2 semester dengan tema-tema sebagai berikut : Tema untuk Semester I : 1. Aku ( Mengenal Identitas diri ) 2. Pengenalan Panca Indra 3. Pengenalan Keluarga 4. Pengenalan Tempat tinggal (Rumah) 5. Pengenalan Sekolah 6. Pengenalan Makanan dan Minuman 7. Pengenalan Pakaian 8. Pengenalan Kesehatan, kebersihan dan keamanan. 9. Pengenalan Makhluk lain ( binatang, tanaman ) Tema untuk semester II : 1. Pengenalan ciptaan Allah dan Ciptaan Manusia, 2. Pengenalan kendaraan, 3. Pekerjaan 4. Rekreasi 5. Mengenal air dan udara 6. Mengenal api 7. Negaraku 8. Alat komunikasi 9. Mengenal gejala alam, matahari bulan, bintang dan bumi. Belajar hafalan doa dan surat-surat pendek (Al quran ) . Kegiatan Belajar Mengajar Jadwal pertemuan / proses belajar : 2 jam per hari, 3 hari dalam 1 minggu Senin : 08.00 10.15 WIB Rabu : 08.00 10.15 WIB Jumat: 08.00 10.15 WIB SKBM ( Sistem Kegiatan Belajar Mengajar )

No. Jam ( WIB ) Kegiatan 1. 08.00 08.15 Anak berbaris di halaman dengan membaca IKRAR 2. 08.15 08.30 Anak dibimbing masuk ke dalam kelas untuk menyebutkan apa saja 3. 08.30 09.30 1. Membaca doa sebelum belajar 2. Membaca doa pembuka hati 3. IQRA secara klasikal 4. Anak belajar a. Bernyanyi b. Mewarnai c. Menempel d. Berkreasi sendiri 4. 09.30 10.00 Snack 5. 10.00 10.15 Gosok gigi bersama, Istirahat Persiapan pulang dan membaca doa pulang Catatan : Khusus hari jumat dilakukan senam sebelum masuk kelas Sarana Dan Prasarana a. Sarana Belajar dan Bermain Alat bermain edukatif Buku mewarnai, buku cerita bergambar Alat peraga, miniatur binatang Maket, gambar dan poster Bendera, tali, lilin / malam dan puzzles Rumah rumah taman, ayunan, prosotan, jungkitan, balok titian dll Miniatur alat transportasi Mobil mobilan, pesawat, balon, bola dll Alat bermain imajinatif , balok besar / kecil, beraneka rumah-rumahan Alat permainan tradisional, tanah liat dll Mainan konstruksi bongkar pasang , potongan kayu, krayon, cat warna dll Alat kesenian, tipe recorder, kaset lagu, krincingan dan alat untuk senam Berbagai macam mainan dari bahan plastik lainnya. b. Perlengkapan lainnya Laporan perkembangan anak Kartu masalah Daftar Hadir Rak sepatu / rak mainan Papan tulis / White board Kasur Bangku duduk kecil dan Meja warna Ruang untuk belajar dan bermain P3K Peralatan kantor lainnya untuk guru dan kepala sekolah Karakteristik Penilaian Keberhasilan Untuk anak didik Pembentukan akidah dan keimanan anak-anak muslim sejak dini Mengenal konsep-konsep dasar Islam Mampu mengekspresikan ahlaqul karimah Mampu menghapal 5 doa sehari-hari dan 5 surat-surat pendek Juz 30

Berbadan sehat, bugar dan energik Mampu bersosialisasi dan berkomunikasi dengan guru sesama teman dan lingkungannya Mampu mengekspresikan kreatifitas secara lisan, gerak, dan gambar Mencintai, patuh dan santun terhadap orang tua guru dan orang yang lebih tua Menyayangi sesama teman dan anak yang lebih muda Mengenal cara hidup bersih, aman. Terpenuhinya kesiapan anak untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi secara emosional, intelektual, fisik dan spiritual. Untuk Orangtua Meningkatnya partisipasi orang tua dalam setiap kegiatan bagi anak. Meningkatnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan, kesehatan dan gizi anak. Untuk Lembaga Meningkatnya apresiasi dan minat masyarakat untuk mengikuti kegiatan Playgroup ini. Menjadi pusat layanan yang terpadu bagi anak prasekolah yang mencakup aspek spiritual, pendidikan, kesehatan dan gizi anak. III. KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. KALENDER PENDIDIKAN DAN ANALISIS HARI BELAJAR EFEKTIF PLAYGROUP INSANI TAHUN PELAJARAN 2007/2008 BULAN SEMESTER JUMLAH Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu HARI KETERANGAN / KEGIATAN Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Januari SEMESTERI 3227 1-15 Penerimaan murid baru 16 Juli awal belajar semester I 16,17, 18, 19 Juli awal belajar semester I 4 5 4 13 17 Agustus HUT Kemerdekaan RI 15 Perlombaan dalam rangka HUT RI & Isra Miraj

4 3 3 10 12,13,14 libur awal ramadhan 22 Ifthor Shaum bersama 4 4 2 10 12,15,16, cuti bersama 13,14 Hari raya Idul Fitri 17,18,19,20 Perkiraan libur setelah Idul Fitri 4 4 5 13 4 4 3 11 21,24 cuti bersama 25 hari Raya Natal 20 Idul Adha 1428 H Pembagian buku raport semester 232 1 Tahun Baru 2008 JUMLAH BULAN SEMESTER JUMLAH Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu HARI KEGIATAN Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli S E M E S T E R II 444345543343432---0 JUMLAH 109 Rengat, 03 May 2007 Kepala PLAYGROUP INSANI Apriza Angraeny, AMa Skom TEMA ALAM SEMESTA 3 Minggu Bahasa Kompetensi Dasar Membaca

Dapat mengungkapkan keinginannya melalui ungkapan sederhana Indikator Mengenal buku cerita yang disukainya melalui cover buku dan meminta dibacakan Menjawab pertanyaan sederhana APA, SIAPA, DIMANA Menceritakan pengalaman sehari hari secara sederhana Kognitif Kompetensi Dasar Berfikir scientific : menemukan Dapat memahami keberadaan benda yang terlihat dan disembunyikan Indikator Mengamati benda di sekitarnya Mencari benda yang disembunyikan Mencari sebuah benda diantara koleksi beberapa benda dan memberi respon terhadap permintaan (ex. Temukan beberapa benda yang berwarna pink atau Tunjukan padaku kulit kerang berwarna hijau Fisik Motorik Kompetensi Dasar Gerakan halus Berpindah tempat Dapat memainkan benda menggunakan tangan /kaki (motorik kasar) Indikator Melompat turun dari ketinggian 10-20 cm dengan 2 kaki. Menghindari rintangan ketika berjalan Menirukan gerakan binatang dan tanaman Naik turun tangga tanpa berpegangan. Mengaduk cairan dengan berbagai alat Menuang (air, beras, biji-bijian) Meraup pasir, beras dan biji-bijian Seni Kompetensi Dasar Dapat bergerak mengikuti bendabenda

di lingkungannya Dapat mengekspresikan diri dalam bentuk coretan sederhana Dapat bernyanyi beberapa lagu Indikator Meniru gerakan binatang dan benda-benda lainnya seperti kapal terbang Bersenandung/menyayikan katakata pada lirik lagu yang diulang Membuat coretan tak berbentuk Mengekspresikan fikiran dan perasaan melalui menggambar bebas Menyanyikan beberapa lagu Pembiasaan (moral, social, emosi) Kompetensi Dasar Berinteraksi dengan yang lain Indikator Merangkul teman yang sedang menangis Senang bermain dengan teman Mau menyapa teman Sabar menunggu giliran JARINGAN RENCANA BELAJAR TEMA: ALAM SEMESTA Minggu 1,2,3 Sub tema: Pengenalan benda-benda alam semesta a. Kegunaan matahari, bulan, bintang dan bumi (1). b. Yang menciptakan matahari, bulan, bintang dan bumi (2). c. Kapan dapat dilihat (2) d. Gejala alam (3): Jenis-jenis, sebab terjadinya dan pemeliharaan lingkungan Bahasa Mengenal dan mengamati beberapa huruf yang sama dengan huruf namanya (1) Menggunakan ilustrasi untuk menerka apa yang tertulis (2,3) Kognitif Berinteraksi dengan benda sesungguhnya atau tiruan dalam bermaian peran (1) Menggambar atau membangun

dengan balok dan menyebutkan namanya (2,3) Fisik Motorik Memegang benda kecil dengan telunjuk dan ibu jari (1) Membuat bangunan dengan menggunakan satu bentuk balok yang sama (2,3) Seni Menebalkan titik-titik Menggambar bebas dalam lembar kosong Melukis Mencipta pola dengan kolase Mencipta pola dengan merobek dan menempel Membentuk dengan plastisin Menyanyikan syair lagu anak-anak Pembiasaan (moral, social, emosi) Terbiasa berdoa sebelum memulai kegiatan (1) Menerima tugas dengan ikhlas (1) Sangat memperhatikan saat anak lain masuk ke kelas sambil menangis (1,2) Membantu teman kelas membersihkan tumpahan (2,3) Berlatih khusyu dalam berdoa (2) Senang melaksanakan ibadah (3) SKM SATUAN KEGIATAN HARIAN Kelompok Level : 2.5 4 Tahun Semester/Minggu : I / 1 Tema : Alam Semesta Sub Tema : Kegunaan matahari, bulan, bintang dan bumi INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN ALAT ATAU SUMBER BELAJAR PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK ALAT HASIL Mau menyapa teman (Pb) Menjawab pertanyaan sederhana (B) Menceritakan pengalaman sehari hari (B) I. Kegiatan awal Penyambutan anak Berbaris Bernyanyi Berdoa

Tanya jawab tentang alam Semesta Observasi Observasi Observasi Observasi Observasi Observasi Unjuk kerja Bersenandung atau menyanyikan lirik lagu yang diulang (S) II. Kegiatan Inti Bernyanyi Kaset, tamborin, Tape Unjuk kerja Mencari benda yang disembunyikan (K) Membuat benda-benda yang berbentuk benda langit dan anak disuruh mencari Karton, lem, warna Hasil Karya Membuat coretan tak berbentuk (S) Mencipta pola dengan kolase Kertas, ampas kelapa warna, lem Hasil Karya III. Istirahat atau makan Mencuci tangan Membaca doa sebelum dan sesudah makan Bermain Air, ember, baskom, sendok, piring, gelas, lap Observasi Menjawab pertanyaan sederhana IV. Kegiatan akhir Pemberian tugas pulang sekolah Bernyanyi Berdoa Pulang Penugasan Mengetahui Kepala Sekolah Guru Pendamping

Taman Tumbuh Kembang Anak CERIA Laboratorium PAUD UNJ

KELOMPOK BERMAIN CERIA TAHUN AJARAN 2005 2006


Disusun Oleh : Tim Kurikulum Taman Tumbuh Kembang Anak CERIA Laboratorium PAUD UNJ 2005 Membangun dan menghasilkan generasi yang tangguh secara fisik dan psikis yang memiliki kecerdasan sesuai dengan potensinya.

Mengembangkan seluruh potensi anak secara optimal.

Memberikan layanan pengasuhan, perawatan dan pendidikan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik perkembangan anak. Memberikan stimulasi dan intervensi pendidikan dengan mendeteksi perkembangan anak normal dan berkebutuhan khusus secara optimal. PROGRAM KEGIATAN BELAJAR KELOMPOK BERMAIN CERIA

Program yang diterapkan di Kelompok Bermain CERIA mengacu pada Kurikulum KBK 2004 Departemen Pendidikan Nasional, yang dimodifikasi oleh para pakar dari Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini FIP UNJ sesuai dengan perkembangan anak (Developmentally Appropriate Practice = DAP) serta berbasis pada Kecerdasan Jamak (Muiltiple Intelligent). Program Kegiatan Belajar KB CERIA meliputi dua program yaitu Program Kegiatan Kurikuler dan Program Kegiatan Ekstra Kurikuler. Kedua Program ini dalam pelaksanaan pembelajarannya diaplikasikan dengan model pembelajaran Sentra Bermain Aktif yang berisi berbagai variasi kegiatan Bermain Seraya Belajar yang merupakan ciri dari Kelas Berpusat Pada Anak (Child Oriented). Ruang lingkup kedua Program Kegiatan diuraikan berikut ini : I. Program Kegiatan Kurikuler Program Kegiatan Kurikuler adalah program yang disusun berdasarakan Kurikulum Diknas / Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan disesuaikan dengan ciri khas KB Ceria. Program ini terdiri dari 6 aspek pengembangan, yaitu: 1. Pengembangan Moral dan Nilai Agama

Meliputi pembiasaan Perilaku positif, penanaman Kemandirian dan Disiplin serta pembinaan Keimanan dan Ketaqwaan (IMTAQ). Pengembangan ini mengarah pada pencapaian Kecerdasan Spiritual. 2. Pengembangan Sosio Emosional Meliputi pengembangan Perasaan dan Emosi serta pengembangan Kemampuan Sosial / Sosialisasi untuk peningkatan kepekaan terhadap kehidupan bermasyarakat. Pengembangan ini mengarah pada pencapaian Kecerdasan Intrapersonal, Kecerdasan Interpersonal dan Naturalistik. 3. Pengembangan Bahasa Meliputi pengembangan Bahasa agar anak mampu berkomunikasi secara aktif dan pasif dengan lingkungan. Pengembangan Bahasa mengarah pada pencapaian Kecerdasan Linguistik. 4. Pengembangan Kognitif Meliputi pengembangan Matematika Permulaan dan Sains Permulaan. Pengembangan ini mengarah pada pencapaian Kecerdasan Logika Matematika dan Kecerdasan Visual Spatial. 5. Pengembangan Seni Meliputi pengembangan Seni Musik dan Seni Tari sederhana serta keterampilan membuat karya kreatif (kerajinan tangan). Pengembangan Seni mengarah pada pencapaian Kecerdasan Musikal dan Visual Spatial. 6. Pengembangan Fisik Meliputi pengembangan Motorik Halus (fine motor) dan Motorik Kasar (gross motor) untuk pertumbuhan dan kesehatan anak. Pengembangan Fisik mengarah pada pencapaian Kecerdasan Body Kinestetik. Setiap Program Pengembangan tersebut di atas (6 Aspek Pengembangan) terdiri beberapa indikator kemampuan dasar yang ingin dicapai. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajarannya, setiap kemampuan dasar yang diajarkan dikaitkan dengan Tema yang berlaku untuk waktu tertentu. Tema ini kemudian dijabarkan menjadi tema yang lebih khusus atau lebih spesifik (Sub Tema). Sub Tema dipilih dan ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama tim guru KB dengan memperhatikan lingkungan anak, kesukaan dan minat belajar anak serta disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas belajar sekolah. Tujuan penggunaan Tema adalah agar kegiatan belajar yang diciptakan dapat lebih bermakna (meaning full), menarik dan menyenangkan (fun & enjoyfull) serta dapat memperkaya pengalaman serta perbendaharaan kata anak.

II.

Program Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan ekstra kurikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan diluar jam pelajaran, yang merupakan kegiatan pengayaan dari program kurikuler. Program Kegiatan Ekstra Kurikuler KB Ceria, terdiri dari : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Bahasa Inggris Melukis Gerak Kreatif (Menari) Komputer Berenang IQRO (bagi anak muslim)

Sentra Bermain Aktif Suasana belajar di Kelompok Bermain adalah suasana Bermain Seraya Belajar , dimana terlihat anak melakukan kegiatan bermain yang menyenangkan dan ia tidak merasakan bahwa sesungguhnya ia sedang belajar tentang berbagai hal. Kegiatan bermain yang dilakukan anak berada dalam situasi belajar/situasi kelas yang informal, dimana anak diberikan kesempatan untuk memilih beberapa kegiatan pada Sentra Bermain Aktif /Area Kegiatan yang sudah disiapkan guru. Sentra Bermain adalah area kegiatan yang dirancang di dalam atau di luar kelas, yang berisi berbagai kegiatan bermain dengan bahan-bahan yang dibutuhkan dan disusun berdasarkan kemampuan anak serta sesuai dengan tema yang dikembangkan dan dirancang terlebih dahulu. Sentra memungkinkan anak untuk melakukan manipulasi terhadap berbagai objek, terlibat dalam role playing saling bercakap-cakap dengan teman-temannya, bereksplorasi, berinteraksi secara fisik, emosional, sosial dan secara kognitif serta kegiatan variatif yang menarik lainnya. Sentra memberikan kesempatan pada anak untuk bermain baik secara individual, kelompok kecil maupun kelompok besar dan bahkan secara klasikal. Anak diperbolehkan memilih kegiatan yang menarik baginya dan akhirnya akan menjadikan anak sebagai pembelajar yang aktif dan interaktif. Kegiatan bermain dilakukan anak dalam kelompok kecil di Sentra/Area-Area yang didalamnya terdapat berbagai material bermain. Setiap Sentra bermain telah disiapkan oleh guru sesuai dengan Program Pengembangan yang akan diajarkan kepada anak, dengan jadual yang telah ditentukan. Semua kegiatan bermain diarahkan untuk pencapaian target yang disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak (child oriented). Dengan menggunakan sentra bermain aktif, anak akan terlibat secara aktif baik secara fisik maupun mental karena anak mendapatkan berbagai pengalaman belajar dengan melihat, mendengar dan mengerjakan secara langsung/praktek langsung (learning by doing). Berbagai Sentra Bermain Aktif yang akan disiapkan adalah :

Sentra ImTaq Sentra ini berisi berbagai kegiatan untuk menanamkan nikai-nilai agama, keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan yang sederhana dan menyenangkan bagi anak mengingat bahwa pengenalan dan pemahaman terhadap agama merupakan suatu konsep yang abstrak yang perlu diterjemahkan menjadi aktivitas yang konkret bagi anak. Bahan-bahan yang disiapkan adalah berbagai bangunan ibadah berbentuk mini, alat-alat beribadah dan kitab berbagai agama, buku-buku cerita, gambar-ganbar dan alat permainan lain yang bernuansa agama. Sentra Bermain Balok Sentra balok berisi macam-macam balok dengan berbagai bentuk dan ukuran untuk menciptakan bangunan yang dimajinasikan anak atau bangunan lain yang telah dikenal seperti rumah, kebun binatang, gedung perkantoran, jembatan dll. Melalui kegiatan membangun balok, anak mengembangkan kemampuan matematika/berhitung permulaan, kemampuan berpikir dan memecahkan masalah serta memperkuat daya konsentrasi. Bendabenda seperti mobil, truk, orang-orangan/boneka, hewan, kapal terbang, kain dapat ditambahkan sebagai pelengkap bermain balok. Benda-benda ini diberikan setelah anak selesai membuat bangunan dengan balok untuk kegiatan microplay. Sentra Bermain Peran Sentra ini memiliki berbagai pakaian dan asesoris yang mendorong anak untuk memperagakan apa yang mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari, membantu anak untuk memahami dunianya dan memainkan berbagai macam peran. Pemilihan berbagai benda/pakaian dan asesoris tergantung pada minat anak pada saat itu. Guru menyiapkan berbagai perlengkapan bermain peran yang berbeda setiap minggu. Sentra Seni Melalui bahan-bahan baru dan pengalaman fisik secara langsung, sentra seni dapat menimbulkan rasa senang, mengembangkan dan mengeksplorasi daya kreativitas anak memacu komunikasi verbal dan non verbal, kepercayaan diri, perkembangan motorik halus dan kasar serta kemampuan intelektual anak. Bahan-bahan yang digunakan antara lain; kertas, cat air, krayon, spidol, gunting, kapur, lilin, kain, potongan bahan/gambar untuk digunting dan ditempel dan bahan-bahan seni lainnya. Bahan alami juga dapat digunakan seperti kayu, daun-daun, pasir, batu, kulit telur dan lain-lain. Sentra Persiapan Sentra persiapan meliputi berbagai kegiatan persiapan membaca permulaan, menulis permulaan serta berhitung permulaan untuk anak. Kegiatan persiapan ini harus dilaksanakan dalam suasana bermain. Bahan yang digunakan adalah buku-buku dan bahan-bahan untuk kegiatan menyimak, menulis dan matematika. Berbagai kegiatan bermain di sentra ini dapat membantu anak belajar mencocokan, berhitung dan mengelompokkan serta menciptakan sendiri permainan yang mereka sukai dan berlatih kemampuan berbahasa. Sentra persiapan akan mengembangkan kemampuan intelektual anak, otot halus, koordinasi mata-tangan, belajar keterampilan sosial seperti berbagi, bernegosiasi dan memecahkan masalah. Sentra Bahan Alam dan Sains Sentra ini memberikan banyak kesempatan bagi anak untuk menggunakan panca inderanya, dengan cara mengeksplorasi bahan-bahan alami, menciptakan, berpikir dan

berkomunikasi serta melatih otot halus dan kasarnya. Kegiatan sains mencerminkan langsung minat anak terhadap kejadian-kejadian alamiah dan berbagai benda yang ditemukan anak. Konsep-konsep matematika, IPA, gagasan-gagasan ilmiah dan kreativitas juga dapat dikembangkan di sentra ini. Bahan-bahan yang diperlukan adalah daun, ranting kayu pasir, batu, biji-bijian dll, sedangkan alat yang dapat digunakan diantaranya adalah sekop, saringan, kerucut, ember dll. Sentra Musik Musik dapat dilakukan sepanjang hari aktivitas anak untuk menyatukan kegiatan belajar melalui bernyanyi, menggerakkan badan, bertepuk tangan, menari dan memainkan alat-alat musik atau menyimak dengan tenang. Sentra musik dengan berbagai jenis alat musiknya, dapat mengembangkan panca indera anak, memperkuat otot halus dan kasar serta mendorong kreativitasnya. Area Kegiatan di luar kelas (Out Door Area) Kegiatan di luar kelas merupakan bagian yang penting dalam jadual kegiatan seharihari karena anak dapat belajar mengenal lingkungannya dan mengembangkan kecintaan terhadap lingkungan sehingga membantu anak memahami bagaimana menempatkan diri di dunianya. Anak juga akan belajar ilmu pengetahuan alam, matematika, keterampilan sosial, serta meningkatkan penggunaan otot-otot halus dan kasar ketika melakukan kegiatan di luar kelas. Jenis-jenis sentra yang dipaparkan di atas tidaklah mutlak, artinya guru dapat mengembangkan lagi jenis-jenis sentra lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan bermain anak dan perkembangan ilmu pengetahuan serta kondisi lingkungan. PROGRAM KEGIATAN TAHUNAN Program Kegiatan Tahunan Kelompok Bermain Ceria dilaksanakan dengan kegiatan yang bervariasi yang meliputi : a. Kunjungan luar Adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan mengunjungi tempat sumber belajar secara langsung untuk mendapatkan informasi/pengetahuan yang menunjang materi belajar. Kegiatan ini bermanfaat bagi perkembangan nalar anak, memenuhi rasa ingin tahu dan perkembangan sosial anak. Kunjungan luar terdiri dari : Kunjungan Kecil Berupa kunjungan ke lingkungan sekitar sekolah, misalnya kunjungan ke Taman, Masjid, Kantor Polisi, Kantor Pos, Pemadam Kebakaran, stasiun Kereta Api dll. Kunjungan Besar Kunjungan besar dilakukan ke tempat yang cukup jauh dan membutuhkan waktu khusus serta transportasi untuk para siswa, contohnya kunjungan ke Kids Sport, Taman Mini, Bandara, Taman Safari dll. b. Pengenalan Profesi

Adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan cara mengundang

nara sumber dari profesi tertentu untuk memberikan penjelasan dan peragaan secara langsung dihadapan siswa tentang suatu materi pelajaran yang sedang dibahas berkaitan dengan profesi tersebut. Contohnya adalah pengenalan profesi Dokter, Pilot/Penerbang, Polisi, Kepala Desa, Pedagang, dll.
c. Tasyakur dan PHB (Peringatan Hari Besar ) Adalah kegiatan peringatan Hari-hari Besar, yang dilakukan dengan berbagai macam kegiatan seperti perlombaan, panggung seni, parade karya dan lain-lain. Mislanya Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI, Hari Kartini, dll. d. BakSos Ceria Adalah kegiatan sosial yang bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial pada siswa, yaitu dengan memberi bantuan kepada masyarakat sekitar sekolah yang membutuhkan bantuan, seperti sumbangan sembako untuk fakir miskin, korban bencana alam, atau sumbangan alat sekolah untuk anak-anak tidak mampu. e. Partisipasi Orangtua Yaitu kegiatan melibatkan orangtua siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran, sebagai

nara sumber, guru pendamping atau guru bantu dll. Misalnya orang tua membantu membimbing siswa dalam praktik memasak sederhana ( fun cooking ), menghadiri acara khusus sekolah, mengisi buku penghubung, memberi saran dan usul pengembangan dan peningkatan sekolah, dll.
f. Pemeriksaan Kesehatan Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran hidup sehat serta mengakrabkan anak pada profesi paramedis. Terdiri dari pemeriksaan gigi dan pemeriksaan umum. g. Sumbangan Sosial & Tabungan Sumbangan social rutin dilakukan setiap seminggu sekali untuk melatih anak beramal secara konkrit dan berjiwa sosial, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kaum dhuafa. Kegiatan menabung di sekolah dilakukan tiap seminggu sekali, dimaksudkan untuk melatih anak bersikap hemat dan belajar menunda keinginan untuk mendapatkannya di waktu lain. h. Pemutaran Film Edukatif Yaitu kegiatan belajar dengan menggunakan media audio visual Televisi/Film yang memiliki tema/topik acara sesuai dengan materi pembelajaran. i. Aneka Lomba

Dilakukan untuk menumbuhkan persaingan sehat pada anak, melatih kecepatan berpikir dan bertindak, melatih diri menghadapi dan menghargai kawan satu tim atau lawan pertandingan. j. Pameran Karya Dilakukan untuk menanamkan kepercayaan diri dengan ditampilkan karyanya di depan kelas, sehingga menumbuhkan konsep diri yang positif dan memotivasi anak untuk mengembangkan kreativitasnya. k. Panggung Seni / Pentas Anak Dilakukan untuk melatih keberanian dan rasa percaya diri anak untuk tampil di muka umum, serta menunjukkan kemampuan dan keterampilannya. l. Puncak TEMA. Adalah kegiatan atraktif yang dilakukan sebagai akhir dari sebuah tema, dengan berbagai kegiatan yang menarik berupa proyek, lomba, kunjungan dan kegiatan lainnya sesuai perencanaan kelas. Kegiatan - kegiatan di atas ditentukan oleh tim guru untuk dilakukan pada waktu-waktu tertentu dalam 1 Tahun Ajaran apakah di semester 1 atau semester 2, Kegiatan dilakukan secara berkesinambungan dengan Program Kegiatan Belajar (Indikator Kemampuan) dan Tema Pembelajaran yang telah ditentukan. Kegiatan-kegiatan ini merupakan kegiatan besar, sehingga membutuhkan persiapan yang matang. Persiapan dapat dibuat dalam bentuk perencanaan kegiatan tahunan yang melibatkan seluruh personil sekolah (guru, kepala sekolah, administrasi dll.), siswa dan orangtua siswa. TEMA PEMBELAJARAN KELOMPOK BERMAIN CERIA SE MESTER TEMA SUB TEMA TERM PER-

1 2 3 4 KIRAAN WAKTU (minggu) Alat Bermain Orang-orang yang ada di sekolah Perlengkapan sekolah Tata Tertib Identitasku Ciri-ciriku Kepunyaanku

1. Aku dan Sekolahku

2. Aku dan Identitask u

3. Aku dan Rumahku

Anggota Keluargaku Tugas anggota keluarga Ruangan di rumahku Kebiasaan di rumahku Tata tertib di rumahku Makanan dan minuman Warna Alat Permainan/Kegiatan Bermain Binatang Tanaman Kendaraan Sarana Umum Hari Besar Nasional Hari Besar Keagamaan Hari Spesial

II

1. Aku dan Kesukaan ku

2. Aku dan Alam Sekitarku

3. Aku dan Hari Besar

Catatan Pada waktu tertentu dapat diberlakukan Tema Sisipan yang berhubungan dengan moment/peristiwa yang terjadi misalnya Hari Raya Agama seperti Idul Fitri,

Natal , dsb. Tema sisipan dapat pula dimasukkan ke Tema yang berlaku pada saat itu,
lama tema sisipan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran. Program Kegiatan Belajar Kelompok Bermain CERIA SEBARAN INDIKATOR KEMAMPUAN BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENT Kelompok Usia 2,5 4 Tahun No. Program Pengembangan Multiple Intelligent Semester I Semester II

dan Indikator Kemampuan PENGEMBANGAN MORAL DAN NILAI 1 AGAMA 2 Mampu menirukan kegiatan keagamaan. 3 Mampu meniruakan sikap 4 berdoa. 5 Mampu berpartisipasi dalam hal keagamaan. 6 Mampu menyanyikan lagu7 lagu keagamaan. 8 Menunjukkan rasa senang mendengarkan cerita 9 keagamaan. 10 Mampu menyebutkan ciptaan Tuhan secara sederhana. Mampu mengenal sifat-sifat Tuhan secara sederhana. Mampu mengucapkan bacaan doa dengan lengkap dan benar. Terbiasa menggunakan kalimat pujipujian/thoyyibah. Mampu menunjukkan konsekuensi apabila berbuat benar atau salah. PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL PENGEMBANGAN BAHASA Mampu menyebut nama, jenis kelamin, dan umur Mampu berbicara dengan suara yang cukup terdengar Mampu berbicara lancar

Term Term Term Term 1 A SPIRITUAL 2 1 2

II III 1 2 3 4

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

dengan kalimat sederhana Mampu mengungkapkan sesuatu dengan kalimat pendek 3-4 kata Mampu mengulang lagu anak-anak, menyanyikan lagu sederhana Mampu menyebut benda dan fungsinya nama

Mampu melaksanakan dua perintah lisan secara berurutan dengan benar Mampu menjawab pertanyaan sederhana Mampu menyebut pertanyaan dengan menggunakan kara apa, mengapa, dan kenapa Mampu mengenal menirukan berbagai suara Mampu bercerita pengalaman sendiri dan jenis

tentang

Mampu mengenal kata yang menunjukkan posisi, seperti: di atas, di bawah, di depan, di belakang Mampu mengajukan pertanyaan lebih banyak Mampu mengenal masingmasing bunyi huruf alfabet PENGEMBANGAN KOGNITIF

IV 1 2 3 4

D Logika

Mampu menyebutkan warna dasar Matematika Mampu membedakan besar dan kecil ( 2 dimensi) Mampu panjang menggunakan pendek (2

dan

5 6 7 8 9 10

dimensi) Mampu mengelompokkan menurut warna dasar Mampu mengelompokkan dua bentuk yang sama Mampu mengenal konsep makna berlawanan kosongpenuh, berat-ringan Mampu mengelompokkan benda-benda yang sama sejenis. Mengenali angka 1-10 dan menyebut

Mampu mengenal ukuran Mampu mengenal konsep bilangan 1-5 dengan bendabenda PENGEMBANGAN SENI E Dapat memukul-mukul benda Musikal dengan tangan Mampu menyanyikan lagu anak-anak dan menyanyikan lagu sederhana Dapat mengekspresikan gerakan sesuai dengan irama musik sederhana Mampu menggerakkan kepala, tangan, atau kaki sesuai dengan irama Mampu mengulang lagu anak-anak dan menyanyikan lagu sederhana Dapat bertepuk mengikuti irama tangan

V 1 2 3 4 5 6 7

Mampu membuat bunyibunyian dengan berbagai alat Mampu menggambar bebas dengan berbagai media, misal

2 3 4 5 6

: pensil warna, crayon, spidol Mampu bermain warna dengan berbagai media, misal : caryon, cat air, spidol dll Mampu melukis dengan jari Mampu mewarnai gambar sederhana bentuk

Mampu menjahit sederhana dengan berbagi media, misal : benang wol atau tali sepatu Mampu membedakan 3 warna atau lebih Pengembangan Fisik Mampu melompat atau berlari ditempat Mampu melompat dengan 2 kaki sebanyak 4 kali Mampu berjalan pada garis lurus Mampu mendorong, menarik, dan mengendarai sepeda roda tiga Mampu menggunakan papan luncur tanpa bantuan (latihan ketangkasan dan kelincahan) Mampu berlari dengan cepat dan berputar-puter tanpa kendala Mampu bermain dengan bola : menendang dengan mengayunkan kaki kedepan dan ke belakang Mampu merayap dan merangfkak lurus kedepan Dapat berjalan di atas papan titian dengan tinggi 20 cm Menaiki dan menuruni tangga dengan berganti-ganti kaki dan berpegangan pada

VI 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

pegangan tangga Mampu menangkap bola yang melambung dengan mendekapnya ke dada Mampu menaiki kursi dan berdiri di atasnya Mampu melakukan gerakan senam sederhana Kelompok Usia 4 5Tahun Kelompok Usia 5 6 tahun

PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN TK

TK NEGERI PEMBINA CIAWIGEBANG DESA GEESIK CIAWIGEBANG KUNINGAN 2010