Anda di halaman 1dari 13

I. TOPIK Adapun topik pada praktikum kali ini yaitu tentang hewan vertebrata kelas Aves. II.

TUJUAN PRAKTIKUM Untuk mengamati bentuk morfologi dan anatomi yang termasuk kedalam kelas Aves. III. DASAR TEORI Aves merupakan chordata yang tubuhnya ditutupi oleh bulu. Bulu bulu ini adalah modifikasi sisik yang di temukan pada reptilia. Selain bulu, morfologi tubuh yang mencolok pada aves adalah gerak tubuh depannya berupa sayap yang berfungsi untuk terbang. Aves adalah hewan yang di kenal orang, karena dapat dilihat di mana-mana, aktif pada siang hari. Warna dan suara beberapa aves merupakan daya tarik mata dan telinga manusia. Bulu pada aves dibedakan atas plumoae dan filoplumae sedangkan pada warna dibedakan atas dua golongan yaitu: warna bulu yang disebabkan oleh biocrome yang menyerap dan memantulkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu, yaitu bulu dengan warna merah, jingga, kuning, hitam, kelabu, coklat dan hijau, sedangkan warna bulu yang disebabkan oleh adanya elemen fisik, yaitu bulu dengan warna putih, biru dan gemerlapan. Paruh aves mempunyai ciri-ciri panjang-lurus-pipih datar, pendek bergigi, berkait berkantung leher. Sedangkan sayap aves memiliki ciri yaitu panjang bulat, pendek runcing, dan kaki pada aves memiliki ciri yaitu tipe bertengger, tipe berjalan, dan tipe berenang. Ciri ciri khusus pada aves yaitu : Badan terbungkus oloeh bulu. Mempunyai dua pasang anggota dan gerak ( extremitas ), anggota anterior sepasang mengalami modifikasi sebagai sayap sedangkan anggota posterior disesuaikan untuk hinggap dan berenang dan masing- masing kaki berjari empat buah , cakar terbungkus oleh kulit yang menanduk dan bersisik. Skeleton kecil dan baik kuat penulangannya sempurna, pada mulut terdapat bagian yang terpoyeksi sebagai paruh atau sudu ( cocor ) yang terbungkus oleh lapisan zat tanduk, tempurung kepala memiliki sebuah iopicitale candyl, lehernya sangat fleksibel, tulang-tulangnya membentuk pelvicus. Jantung terdiri dari 5 ruangan yakni 2 auricular , hanya archus kanan yang masih ada, eritrositnya berinti, berbentuk oval convex.

Respirasi dilakukan dengan paru paru yang kompak yang menempel pada costae dan berhubungan dengan kantong udara ( saccus pneumaticus ) yang meluas pada alat alat dalam dan memiliki kotak suara atau larynk pada dasar trectres. Tidak memiliki vesica urinaria, zat zat setengah padat, pada hewan betina biasanya hanya memiliki ovarium kiri dan oviduc kiri. Memiliki dua belas pasang nervi cranialis. Suhu tubuh tetap. Fertilisasi terjadi di dalam tubuh , telur memiliki yolk besar terbungkus oleh cangkang yang keras. Anak anaknya yang masih muda di erami oleh induknya. Klasifikasi aves

1. Rosares ( Galliformes ) yaitu kaki berfungsi untuk mengais dan berlari serta memiliki paruh pendek. Contohnya : Ayam buras (gallus domestica), merak (pavo cristatus), kalkun (meleagris gallopavo), maleo ( marcrocephalon maleo ). 2. Ratites ( palaeognathae ) meliputi beberapa burung tak dapat terbang. Contohnya : burung unta, kasuari, kiwi, pinguin. 3. Anseriformes merupakan burung yang berkaki pendek, memiliki selaput renang diantara sela sela kaki. Contohnya: entook, itik, angsa, belibis dan pinguin. 4. Ciconiiformes, merupakan burung yang berkepala botak, memiliki paruh, dan tungkai panjang, hidup bergerombol, dan memakan hewan air. Contohnya : blekok, flaminggo, bangau jawa. 5. Coraciiformes merupakan burung raja yang berparuh besar ,kepala besar, tungkai pendek, pemakan hewan seperti ikan , udang, katak, kupu-kupu, kumbang , dan lebah. Contohnya: raja udang, rangkong, tetangket. 6. Columbiformes merupakan burung merpati atau dara yang merupakan pemakan biji bijian, paruh pendek dengan sora di pangkalnya, tembolok besar, sel epitelnya mudah mengelupas dan di berikan kepada anak-anaknya semasa maish kecil lewat paruhnya. Contohnya : merpati, perkutut, dan tekukur. 7. Apodiformes merupakan burung yang berukuran kecil, paruh lembek, lidah panjang, dan dapat dijulurkan membuat sarang dari ludahnya. Contohnya : kolibri, walet, dan lelayang. 8. Oscines merupakan burung yang pandai bernyanyi karna memiliki pita suara yang bagus, tiga jari menghadap ke depan, satu jari kaki menghadap kebelakang

sesuai untuk bertengger, telur bewarna warni, ketika menetas anaknya buta, pemakan serangga dan biji-bijian. Kemajuan aves dibandingkan kelas lainnya yaitu : Tubuh memiliki penutup yang bersifat isosiasi. Darah vena dan darah arteri terpisah secara sempurna dalam sirkulasi dalam jantung. Pengaturan suhu tubuh. Rata rata metabolisme tinggi. Kemmpuan untuk terbang. Suaranya berkembang dengan baik. Menjaga ankanya secara khusus. Mamfaat aves bagi kehidupan manusia yaitu: Daging dan telurnya merupakan sumber protein hewani. Telur ayam dan itik sebagai bahan ramuan obat obatan atau bahan membua kue. Sebagai bahan industri contohnya cock untuk bulu tangkis. Membuka lapangan kerja misalnya beternak ayam, itik, angsa, dan burung. Untuk bahan praktikum bagi siswa atau mahasiswa. IV. ALAT DAN BAHAN Adapun alat pada praktikum kali ini yaitu: No 1. 2. 3. 4. Alat Papan sectio Jarum pentul Alat bedah Lup Jumlah 1 buah 8 buah 1 set 1 buah

Adapun bahan pada praktikum kali ini yaitu: No 1. 2. Bahan Gallus domesticus Clorofom 1 ekor Secukupnya Jumlah

V.

PROSEDUR KERJA Menyiapkan alat dan bahan Membius ayam

Mengamati ayam secara morfologi

Meletakkan ayam pada papan bedah

Membedah ayam secara membujur

Mengamati ayam secara anatomi dengan lup

Menggambarkan hasil pengamatan pada lembar kerja

VI.

DATA HASIL PENGAMATAN Morfologi Gambar Pembanding

Bagian Tofograpi

Gambar Pembanding

Bagian Sistem Digestorium

Gambar pembanding

Bagian Sistem Respirasi

Gambar Pembanding

Keterangan :

1.Nares, 2. Glottis, 3.

Larynx, 4. Trachea, 5. Syrinx, 6. Bronchi dan 7. Pulmo. Bagian Sistem Kardiovaskular Gambar Pembanding

Bagian Sistem Urogenitalia

Gambar Pembanding

Bagian Sistem Nervosum

Gambar Pembanding

Jenis Bulu

Gambar Pembanding

VII.

PEMBAHASAN

Klasifikasi Ilmiah Kingdom Phylum Sub phylum Super classis Classis Sub classis Super ordo Ordo Familia Genus Species : Animalia : Chordata : Vertebrata : Tetrapoda : Aves : Neornithes : Palaeognathes : Galliformes : Gallidae : Gallus : Gallus domesticus

Morfologi Ayam Tubuh ayam dapat dibedakan atas : 1. Caput (kepala) yang terdiri dari : Rostrum (paruh), terbentuk dari maxilla pada ruang atas dan mandibula pada ruang bawah. Bagian dalam paruh dilapisi oleh lapisan yang disebut cera, sedangkan sebelah luar dilapisi oleh pembungkus selaput zat tanduk. Nares (lubang hidung), terdapat dibagian lateral dari paruh bagian atas, nares interna pada sebelah dalam dan nares eksterna pada sebeleh luar. Cera, merupakan suatu tonjolan kulit yang lemah dan terdapat pada rostum bagian atas. Organon visus (alat penglihat), pada ayam relatif besar dan terletak sebelah lateral pada kepala dengan kelopak mata yang berbulu. Iris berwarna kuning atau jingga kemerah-merahan, sedangkan pupil jika dibandingkan dengan besarnya mata relatif besar. Pada sudut medila mata terdapat membrana nictitans yang dapat ditarik untuk menutupi mata. Porus acusticus externus (lubang telinga luar), terletak di sebeleh dorso-caudal mata, sedangkan membrana tymphani yang terdapat disebelah dalamnya untuk menangkap getaran suara. 2. Cervix (leher). 3. Truncus (badan). Truncus pada ayam dibungkus oleh kulit yang seolah-olah tak melekat pada otot. Dari kulit akan muncul bulu dari hasil pertumbuhan epidermis menjadi bentuk ringan, fleksibel dan berguna sebagai pembungkus tubuh yang sangat resisten. Pada uropygium berpangkal bulu-bulu ekor, sedangkan pada facies dorsalis uropygium ada papilla yang mempunyai lubang sebagai muara kelenjar minyak, minyak ini berguna untuk meminyaki bulu-bulunya dan kelenjar minyak disebut glandula uropyglalis. 4. 5. Caudal (ekor). Extremitas / membran liberi yang terdiri dari: Extremitas anterior, berupa ala (sayap) yang skeletonnya terdiri atas humerus (lengan atas), radius (tulang pengumpil), ulna (tulang hasta) dan ossa carpalia (tulang pergelangan tangan). Pada aves tinggal 2 buah, yaitu os scaphoideum yang menempel pada radius dan os cunieforme menempel pada ulna. Persatuan antara ossa carpalia (tulang pergelangan tangan) dengan ossa metacarpalia (tulang telapak tangan) sebagai tempat melekatnya digiti yang

ada 3 yaitu jari I, II, III yang nomor-nomornya sesuai dengan banyaknya ruas jari (phalanges) yang ada. Extremitas posterior, terdiri atas femur, patella, crus yang terdiri fibula yang pendek dan tibio-tarsus yang merupakan persatuan dari tulang tibia dan tarsalia.Pes (tulang cakar) terdiri atas meta-tarsus dan digiti yang mempunyai ruas phalanx (jari-jari). Pada ujung jari terdapat falcula yaitu kuku untuk mencakar, 4 jari itu ada 3 yang mengarah ke muka dan 1 yang mengarah ke belakang. 6. Cavum oris ayam (rongga mulut) terdiri dari: Maxilla (rahang atas), di sini tidak ada gigi, nares posteriors (yang menghubungkan rongga mulut dengan rongga hidung), fissura choanae secundaria, ostium pharyngeum tuba auditiva eustachii, tunggal dan letaknya di medial.Pada palatum terdapat lipatan-lipatan crista marginalis dan plica palatini. Mandibula (rahang bawah), terdapat aditus laryngis, lingua yang sempit, panjang dan dilapisi oleh lapisan tanduk. 7. Struktur anatomi bulu ayam, Bulu-bulu ini berfungsi untuk melindungi kulit terhadap cuaca yang tidak cocok dan untuk terbang.Menurut stuktur anatomisnya ada 3 bulu yaitu : Plumae (contour-feathers) terdiri dari: calamus (quill) adalah tangkai bulu, rachis (shaft) adalah lanjutan dari calamus yang menjadi sumbu dari vexillum dan di dalamnya tidak berongga, umbilicus inferior, merupakan lubang pada pangkal calamus, umbilicus superior, merupakan lubang di bagian distal calamus yang melanjutkan diri sebagai sulcus pada rachis. Saat masih muda bulunya kedua umbilicus dilalui pembuluh darah untuk memberi makanan pada bulu muda tadi, vexillum (vane), terbentuk dari barbae yaitu suatu cabang ke arah lateral dari rachis, tiap barbae mempercabangkan lagi banyak barbulae, menurut arahnya barbulae terbagi atas: barbulae yang distal, menuju ke arah ujung bulu/ distal, mempunyai kait-kait (radioli) untuk mengait barbulae yang proximal, barbulae yang proximal, menuju ke arah pangkal bulu/ proximal. Plumulae (down-feather), biasanya terdapat pada ayam yang masih muda, atau yang sedang mengerami telurnya. Plumulae mempunyai bagian-bagian

seperti calamus pendek, rachis agak mereduksi, barbae yang panjang dan fleksibel, serta barbulaeyang pendek. Filoplumae (hair-feather), fungsinya belum diketahui, berbentuk sebagai rambut yang ujungnya bercabang-cabang pendek halus, tumbuh dengan jarak yang jarang di seluruh tubuh, mempunyai tangkai yang panjang dan pada puncaknya terdapat beberapa barbae. Anatomi Ayam Ayam memiliki alat-alat dalam seperti cor, esophagus, ingluvies, proventriculus, ventriculus, intestinum tenue, caecum, rectum, hepar, pancreas, ren, pulmo, trachea yang membentuk sistem organ diantaranya : a) Sistem Cardiovasculare. Sentralnya adalah cor yang ada di linea mediana, yang berbentuk kerucut, dibungkus oleh oleh pericardium. Pada aves tidak ada sinus venosus, pembuluh darahnya adalah venae dan arteriae yang keluar dari ventriculum sebanyak 3 buah yaitu : arteri anonima sinistra menuju ke kiri, arteri anonima dextra menuju ke kanan masing-masing arteri anonima bercabang menjadi arteri carotis communis yang menuju ke kepala, arteri pectoralis yang besar menuju ke musculus pectoralis mayor, arteri sublavia yang menuju ke ketiak menjadi arteri axillaris dan yang menuju ke anggota muka menjadi arteri branchialis, aorta merupakan sisa dari archus aorticus yang menuju ke kanan, sedangkan archus aorticus yang menuju ke kiri telah hilang. Archus aortae itu melingkari bronchus dextrum lalu membelok ke caudal menjadi aorta dorsalis. Dari ventriculum dextrum yang keluar hanya sebuah arteri yaitu arteri pulmonalis yang selanjutnya pecah menjadi ramus dextrum menuju ke pulmo kanan dan ramus sinistrum menuju ke pulmo kiri. b) Sistem Digestorium terbagi atas : Trachus digestivus, terdiri atas cavum oris yang di dalamnya ada lingua kecil runcing yang dibungkus oleh lapisan zat tanduk, pharynx yang pendek, esophagus yang panjang dan melebar menjadi ingluvies (tembolok) sebagai tempat penimbunan bahan makanan sementara dan pelunakan. Dari ingluvies masuk dalam proventriculus/ lambung kelenjar yang menghasilkan cairan lambung (asam), ventriculus yang berdinding tebal berlapis jaringan epitel yang keras di sebelah dalam dan menghasilkan sekresi, intestinum yang terbagi atas bagian haluys dan bagian akhir adalah rectum, lalu kloaka dan yang terakhir adalah anus.

Glandulae digestoria, terdiri atas glandulae buccalis/ glandulae salivales (kelenjar ludah). Hepar sebagai salah satu kelenjar pencernaan yang relatif besar, berwarna merah coklat dengan beberapa lobus, yaitu lobus dexter dan sinister, tiap lobus memiliki satu ductus hepaticus yang bermuara pada duodenum, vesica fellea sebagai penampung billus (empedu).Pancreas terletak antara pars ascendens dan pars descendens doudeni. Biasanya mempunyai 3 saluran yang bermuara pada pars ascendens doudeni. Sistem urogenital, terdiri atas organa uropoetica dan organa genitalia, yaitu : Organa uropoetica yang terdiri dari ren (metanephros), berjumlah sepasang dan masing-masing terdiri atas 3 lobi, ureter berjumlah sepasang menuju ke caudal dan bermuara langsung dalam kloaka, kloaka adalah suatu ruangan yang tunggal, dimana bermuara saluran-saluran kelamin, kencing dan makanan, bursa fabricli, terletak pada dinding kloaka sebelah dorsal, tunggal, besar dan makin mengecil untuk kemudian manghilang sama sekali. Organa genitalia, yang terdiri dari ovarium, hanya yang sebelah kiri saja, dan oviduct (saluran telur), merupakan saluran lurus yang bermuara pada kloaka. c) Sistem respiratorium, memiliki bagian-bagiannya yaitu nares (lubang hidung), berjumlah sepasang, terdapat pada pangkal rostrum bagian dorsal, nares posteriores, meruapakan lubang pada palatum, larynx, terdiri atas tulang rawan, membatasi suatu ruangan yang disebut glottis, dihubungkan dengan rongga mulut dengan perantaran celah yang disebut rima glottidis, trachea, berupa suatu pipa, mempunyai cincin-cincin tulang yang disebut annulus trachealis, tersusun sepanjang trachea tadi ke arah caudal lalu bercabang menjadi bronchus dexter dan sinister dimana tempat percabangannya disebut bifurcatia trachea, pulmo, berjumlah sepasang, relatif kecil, hanya dapat mengembang sedikit dan melekat pada dinding dorsal thorax. Pulmo dibungkus oleh selaput yang disebut pieura, dan syrinx (alat suara), terdapat pada bifurcation tracheae, tersusun dari beberapa annulus trachealis yang paling caudal dan annulus branchialis yang paling cranial.

VIII.

PENUTUP Kesimpulan, Dari hasil pengamatan dapat di simpulkan bahwa Morfologi ayam terbagi atas caput, cervix, truncus, cauda dan sepasang extremitas yaitu extremitas anterior (sayap) dan extremitas posterior (kaki), cavum oris ayam terdiri dari maxilla dan mandibula, bulu pada ayam terbagi 3 macam yaitu plumae : calamus, rachis, umbilicus inferior, umbilicus posterior dan vexillum, plumulae : calamus, rachis, barbae dan barbulae, filoplumae. Anatomi ayam, terdapat beberapa sistem organ, yaitu : - sistem cardiovaskuler : cor dan pembuluh darah. - sistem digestorium : rostrum, cavum oris, pharynx, esophagus, ingluvies, proventriculus, ventriculus, intestinum tenue dan crassum, hepar, pankreas dan glandula salivales. - sistem urogenital : ren, ureter, kloaka dan ovarium. - sistem respiratorium : nares, larynx, trachea, pulmo, syrinx dan saccus pneumaticus Saran Saya menyadari dalam pembuatan laporan ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu saya mengharapkan adanya kritik dari pembaca yang bersifat membangun guna kesempurnaan lapora ini.

DAFTAR PUSTAKA Savitri, shanty. 2006. Bahan ajar Zoologi Vertebrata, Palangka Raya: FKIP UNPAR. Sukiya. 2005. Biologi Vertebrata, Malang: UM Press. Yunita, Riska Sari. 2011. Jurnal Praktikum Zoologi vertebrata, Palangka Raya: FKIP UNPAR. http: www. Google com. Ayam.html. di akses pada tanggal 21 mei- 2012.
http://okaok.multiply.com/journal/item/76/Laporan_Praktikum_Aves. diakses pd tanggal 21 mei 2012.

GLOSARIUM Reptum Caput Servix Truncus Tenue Crasum Dentes Cauda Vesica fellea Syrinx Maxilla Mandibula

: Melata : Kepala. : Leher. : Badan. : Usus halus. : Usus besar. : Gigi. : Ekor. : Kantong empedu. : Alat suara. : Rahang atas. : Rahang bawah.