Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN INFEKSI SALURAN KEMIH Topik Hari/Tanggal Waktu Sasaran Tempat : Health Education Infeksi Saluran

Kemih : Rabu , 16 Maret 2012 : Pukul 10.00 10.20 WITA : Pasien dan keluarga pasien : Ruang Cempaka RSUP Bangli

1. Latar Belakang Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi akibat berkembang biaknya mikroorganisme di dalam saluran kemih, yang dalam keadaan normal air kemih tidak mengandung bakteri, virus atau mikroorganisme lain. Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering ditemukan di praktik umum. Infeksi saluran kemih dapat terjadi pada pria maupun wanita dari semua umur, dan dari kedua jenis kelamin ternyata wanita lebih sering menderita infeksi saluran kemih dari pria (Sukandar, 2006). Prevalensi ISK di masyarakat makin meningkat seiring dengan meningkatnya usia. Pada usia 40 60 tahun mempunyai angka prevalensi 3,2 %. Sedangkan pada usia sama atau diatas 65 tahun kira-kira mempunyai angka prevalensi ISK sebesar 20%. Infeksi saluran kemih dapat mengenal baik laki-laki maupun wanita dari semua umur baik anak-anak, remaja, dewasa maupun lanjut usia. Akan tetapi dari kedua jenis kelamin, ternyata wanita lebih sering dari pria dengan angka populasi umum kurang lebih 5-15%. Lebih kurang 35% kaum wanita selama hidupnya pernah menderita infeksi saluran kemih akut dan umur tersering adalah di kelompok umur antara 20 sampai 50 tahun. Angka kejadian bakteriuri pada wanita meningkat sesuai dengan bertambahnya usia dan aktifitas seksual. Prevalensi selama periode sekolah (school girls) 1% meningkat menjadi 5% selama periode aktif seksual. Ini dibuktikan dengan banyaknya temuan yang menunjukkan kelompok wanita yang tidak menikah angka kejadian ISK lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang sudah menikah (Sukandar, 2006). Menurut Journal of Oxford prevalensi infeksi saluran kemih meningkat dari 0,47% pada tahun 2005 menjadi 1,7% pada tahun 2008 (Calbo, 2009). Tetapi data menunjukkan bahwa kebanyakan kasus-kasus infeksi saluran kemih pada wanita yang belum menikah baik yang berstatus pelajar maupun mahasiswi biasanya disebabkan

karena faktor-faktor yang sebenarnya dapat dicegah. Yang diakibatkan kurangnya pengetahuan dan kelalaian dalam mencegah terjadinya infeksi saluran kemih. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya Infeksi Saluran Kemih, sehingga usaha pencegahan harus bentuk multifaktorial juga. Pencegahan harus diusahakan sedapat mungkin dengan cara pengendalian gaya hidup. Infeksi saluran kemih merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang terjadi pada jutaan orang setiap hari. Infeksi pada saluran kemih merupakan infeksi kedua tersering yang terjadi pada tubuh manusia. 2. Tujuan 1. Tujuan Instruksional Umum(TIU) Setelah di lakukan pendidikan kesehatan selama 1x25 menit, peserta di harapkan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai Infeksi Saluran Kemih beserta pencegahannya dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari 2. Tujuan Intruksional Khusus (TIK) Setelah di lakukan pendidikan kesehatan selama 1x25 menit, peserta mengerti apa yang telah di sampaikan dengan kriteria hasil : 1. Peserta dapat menjelaskan pengertian ISK dengan benar 2. Peserta dapat menyebutkan penyebab terjadinya ISK dengan benar 3. Peserta dapat menyebutkan minimal 2 tanda dan gejala ISK dengan benar 4. Peserta dapat menyebutkan pencegahan ISK dengan benar 5. Peserta dapat menyebutkan 3 penatalaksanaan ISK dengan benar 6. Peserta dapat menyebutkan cara cebok yang benar 3. orang. 4. Penyelenggara Penyuluhan Sasaran Penyuluhan

Pasien dan keluarga pasien di Ruang Cempaka RSUD Bangli minimal sebanyak 6

Penyelenggara penyuluhan Pencegahan Infeksi Saluran Kemih adalah mahasiswa kelompok IX di Semester 6 PSIK Program A FK UNUD sebanyak 10 orang.

5.

Materi 1. Pengertian ISK 2. Penyebab terjadinya ISK 3. Tanda dan gejala ISK 4. Pencegahan ISK 5. Penatalaksanaan ISK 6. Cara membersihkan alat kelamin (cebok)

6.

Metode 1. Ceramah 2. Tanya jawab 3. Demonstrasi

7. Alat/Media/Sumber Alat : Kursi Poster Sumber: Buku dan Internet 8. NO 1. Kegiatan WAKTU 3 menit KEGIATAN 1. Memberikan salam 2. Memperkenalkan diri 3. Menyampaikan tujuan 4. Menyepakati kontrak waktu 1. Peserta menjawab salam 2. Peserta mendengarkan 3. Peserta mendengarkan 4. Peserta menjawab menyepakati kontrak Media : Leaflet

TAHAP Pembu kaan

2.

Pelaksan aan

19 menit

1. Menjelaskan kepada sasaran penyakit menit)


2. Menjelaskan

1.

Peserta mendengarkan secara seksama

definisi Infeksi

2. Peserta memperhatikan 3. Peserta beberapa menjawab pertanyaan

Saluran Kemih (1

yang dilontarkan

penyebab penyakit ISK (2 menit)


3. Menjelaskan

tanda

dan gejala penyakit ISK (1 menit)


4. Menjelaskan

cara

pencegahan ISK (3 menit)


5. Menjelaskan

cara

penanganan ISK (3 menit) 6. Demonstrasi menit) 7. Tanya menit) 3. Penutup 3 menit 1. Menyampaikan hasil kegiatan 2. Mengakhiri kegiatan salam 8. Pengorganisasian
a. b. c. d.

cara

cebok yang benar (5 jawab (4

1. Peserta memperhatikan 2. Peserta menjawab salam

dengan

Penyuluh Moderator Notulis Fasilitator

: Nyoman Agus Jagat Raya : Kadek Novi Puspitawati : Ni Putu Riska Widyari :

I Gusti Ayu Meila Satria Dewi Kadek Laras Prasanti Dewi Ni Komang Trisna Dewi Luh Putu Eva Sri Sedana I Kadek Dwipayana Ni Komang Suryaningsih
e.

Observer

: Luh Komang Ratna Pertiwi

9. Setting Tempat
1 3

4 2 2 4 2 5

2 2 4 2 4

2 4 2 2 4

Keterangan gambar: 1. 2. 3. 4. 5. 10. Kriteria Evaluasi Evaluasi Struktur SAP sudah siap satu hari sebelum di laksanakan kegiatan Alat dan tempat siap Penyuluh Peserta Moderator Fasilitator Observer

Sudah di bentuknya struktur pembagian peran Perencanaan pendidikan kesehatan yang sesuai dan tepat Perawat dan peserta siap Alat dan tempat bisa di gunakan sesuai rencana Peserta mau atau bersedia untuk mengikuti kegiatan yang telah direncanakan. Pasien dapat menjelaskan pengertian ISK dengan benar Pasien dapat menyebutkan minimal 2 tanda dan gejala ISK dengan benar Pasien adapat menyebutkan 2 penyebab terjadinya ISK dengan benar Pasien dapat menyebutkan pencegahan ISK Pasien dapat menyebutkan 3 penatalaksanaan yang terjadi ISK Satu dari enam pasien dapat menyebutkan langkah cebok yang benar

Evaluasi Proses

Evaluasi Hasil

11. Referensi

Grace, Pierce A. & Neil R. Borley. 2006. Surgery at a Glance. Jakarta: Penerbit Erlangga. Tessy Agus, Ardaya, Suwanto. (2001). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam: Infeksi Saluran Kemih. Edisi: 3. Jakarta: FKUI. Corwin, Elizabeth J. 2009. Buku Saku Patofisiologi (Edisi 3). Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC

LAMPIRAN MATERI

A. Pengertian Infeksi Saluran Kemih ( ISK ) urinarius tractus infection (UTI ) adalah suatu keadaan adanya infasi mikroorganisme pada saluran kemih. (Agus Tessy, 2001). ISK adalah suatu keadaan adanya infeksi bakteri pada saluran kemih. (Enggram, Barbara, 1998) B. Penyebab ISK Jenis-jenis mikroorganisme yang menyebabkan ISK, antara lain: - Escherichia Coli :90% penyebab ISK uncomplicated - Pseudomonas, Proteus, Klebsiella : penyebab ISK complicated - Enterobacter, staphylococcus epidemidis, enterococci, dan-lain-lain. - Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat akibat pengosongan kandung kemih yang kurang efektif - Mobilitas menurun - Nutrisi yang sering kurang baik - Sistem imunitas menurun, baik seluler maupun humoral - Adanya hambatan pada aliran urin - Hilangnya efek bakterisid dari sekresi prostat C. Tanda dan Gejala Tanda dan gejala ISK pada bagian bawah (sistitis): - Nyeri yang sering dan rasa panas ketika berkemih - Spasame pada area kandung kemih dan suprapubis - Hematuria - Nyeri punggung dapat terjadi Tanda dan gejala ISK bagian atas (pielonefritis) - Demam - Menggigil - Nyeri panggul dan pinggang - Nyeri ketika berkemih - Malaise - Pusing

- Mual dan muntah D. Pencegahan -

Gunakanlah air mengalir, hindari air dari dalam bak untuk membersihkan vagina Minum air putih yang banyak (minimal 8 gelas air putih perhari) Tidak menahan kencing Untuk wanita ketika selesai BAB/BAK harus membilas dari depan ke belakang untuk menghindari kontaminasi lubang uretra oleh bakteri faeces. Membersihkan Vagina sebelum dan setelah melakukan hubungan sex

E. Penatalaksanaan Penanganan Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang ideal adalah agens antibacterial yang secara efektif menghilangkan bakteri dari traktus urinarius dengan efek minimal terhaap flora fekal dan vagina. Terapi Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada usia lanjut dapat dibedakan atas: Terapi antibiotika dosis tunggal Terapi antibiotika konvensional: 5-14 hari Terapi antibiotika jangka lama: 4-6 minggu
Terapi dosis rendah untuk supresi

Pemakaian antimicrobial jangka panjang menurunkan resiko kekambuhan infeksi. Jika kekambuhan disebabkan oleh bakteri persisten di awal infeksi, factor kausatif (mis: batu, abses), jika muncul salah satu, harus segera ditangani. Setelah penanganan dan sterilisasi urin, terapi preventif dosis rendah. Penggunaan medikasi yang umum mencakup: sulfisoxazole (gastrisin), trimethoprim/sulfamethoxazole (TMP/SMZ, bactrim, septra), kadang ampicillin atau amoksisilin digunakan, tetapi E. Coli telah resisten terhadap bakteri ini. Pyridium, suatu analgesic urinarius jug adapt digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat infeksi.
F. Cara menjaga kebersihan organ reproduksi

Alat kelamin merupakan organ sistem reproduksi yang sangat penting fungsinya bagi kita sehingga harus kita rawat dan jaga kesehatannya baik di masa kini dan di masa

yang akan datang. Jika lalai dalam menjaganya, maka bisa saja alat kelamin tersebut bisa terkena berbagai penyakit maupun gangguan karena rentan terhadap perubahan. CEBOK (membersihkan area dubur dan alat kelamin) Cebok adalah tindakan membersihkan (membasuh) dubur, alat genetalia (alat kelamin) serta saluran kencing setelah buang air. Cebok penting dilakukan untuk menjaga kesehatan. Cebok yang bertujuan membersihkan dubur dapat dilakukan dengan menggunakan kertas (dan bahan sejenis kertas) atau air. Selain itu, di beberapa kebudayaan, cebok juga dapat dilakukan dengan menggunakan batu, daun, kain lap, dan lain-lain. Sebelum membahas mengenai bagaimana cara cebok yang benar, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam menjaga kebersihan alat kelamin kita selain dengan melakukan cebok. Itu artinya ada beberapa factor ekstrinsik selain cebok yang sangat berpengaruh juga pada kebersihan alat kelamin laki-laki ataupun wanita. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1.

Gunakan Celana Dalam Yang Bersih Higienis

Ganti celana dalam yang kita pakai minimal dua kali dalam satu hari jika penggunanya mudah berkeringat agar tidak mudah ditumbuhi kuman. CD atau celana dalam yang tidak higienis baik kotor terkena keringat serta lembab akan memudahkan bakteri berkembangbiak yang bisa mengundang penyakit, bau tak sedap, biang keringat, dan lain-lain.
2.

Cukur Rambut Kemaluan Secara Rutin/Berkala

Bagi yang memiliki rambut kemaluan panjang sebaiknya melakukan pangkas rambut kemaluan untuk menjaga tetap pendek agar tidak banyak ditumbuhi bakteri. Di samping itu ada bakteri baik yang tumbuh di rambut si sekitar kemaluan sehingga tidak baik untuk dicukur habis hingga plontos. Hindari membersihkan bulu di daerah kemaluan dengan cara mencabut karena akan ada lubang pada bekas bulu kemaluan tersebut dan menjadi jalan masuk bakteri, kuman, dan jamur. Selanjutnya dapat menimbulkan iritasi dan penyakit kulit. Perawatan bulu itu disarankan untuk dirapikan saja dengan memendekkan, dengan gunting atau dicukur tetapi sebelumnya menggunakan busa sabun terlebih dahulu dan menggunakan alat cukur khusus yang lembut, dan sudah dibersihkan dengan sabun dan air panas. Perlu diketahui setelah menggunakan simpan dalam tempat yang bersih dan kering, jangan di tempat yang lembab dan jangan menggunakannya secara bergantian.

Rambut-rambut tersebut berfungsi untuk kesehatan alat kelamin, yaitu berguna untuk merangsang pertumbuhan bakteri baik yang melawan bakteri jahat serta menghalangi masuknya benda asing kecil ke dalam vagina, menjaga alat kelamin tetap hangat dan merupakan bantalan ketika berhubungan seksual dan melindungi dari gesekan. Sehingga perlu rajin menjaganya agar tidak menjadi sarang kutu dan jamur.
3.

Jauhi / Hindari Ancaman Berbahaya

Alat kelamin cukup sensitif dengan sinar x rontgen, sehingga perlu diwaspadai untuk tidak sering melakukan rontsen. Usahakan ronsen satu kali saja dalam tenggat waktu 6 bulan. Hindari pula makanan, minuman dan kebiasaan yang merusak kesehatan alat reproduksi seperti minum minuman keras mengandung alkohol, merokok, menggunakan narkoba, dan lain sebagainya.
4.

Jaga Suhu Pada Bagian Alat Kelamin

Jika alat kelamin pria/laki-laki berada dalam lingkungan yang panas, maka sperma yang dihasilkan akan menurun kualitasnya sehingga bisa jadi tidak akan mampu untuk membuahi sel telur istri yang dikawininya. Oleh sebab itu hindarilah menggunakan pakaian yang ketat yang berbahan panas kurang ventilasi serta jauhi kebiasaan yang meningkatkan suhu alat kelamin seperti memangku laptop di paha dekat alat kelamin.
5.

Hindari Hubungan Seks Pranikah dan Tetap Setia Pada Pasangan

Dengan alasan apapun jangan melakukan hubungan seks layaknya suami isteri dengan pasangan yang bukan pasangan sah kita serta pilihlah pasangan yang setia dan bebas penyakit menular seksual (pms). Mengabaikan hal ini akan beresiko tinggi terjangkit penyakit menular seksual yang berbahaya sepert HIV AIDS, herpes, raja singa, kutil kelamin, hepatitis b, dan masih banyak lagi yang lainnya.
6. Cebok dengan cara yang baik dan benar

Cara cebok yang baik pada wanita dan pria, meliputi :

Memilih Toilet Sebisa mungkin pilihlah toilet jongkok untuk menghindari kontak dengan dudukan toilet yang sangat mungkin terpapar bakteri, virus, maupun parasit lainnya. Bila terpaksa menggunakan toilet duduk, khususnya di tempat-tempat umum, gunakanlah terlebih dahulu cairan pembersih toilet yang umumnya mengandung antiseptik serta tisu untuk membersihkan area toilet yang akan bersentuhan dengan kulit. Cairan pembersih ini umumnya sudah banyak tersedia di pasaran, baik dalam bentuk spray maupun

sediaan lainnya, bahkan beberapa toilet umum pun sudah ada yang menyediakan cairan pembersih toilet.

Penggunaan Air Selalu gunakan air bersih untuk membersihkan baik area genital maupun area dubur. Usahakan untuk tidak menggunakan air yang ditampung di bak air maupun ember, terutama ketika menggunakan toilet umum. Gunakanlah air mengalir baik dari shower maupun dari keran. Yang terbaik untuk membersihkan organ intim,

Penggunaan Tisu Toilet Yang terbaik tetaplah dengan menggunakan air untuk membersihkan organ genetalia maupun area dubur. Gunakanlah tisu hanya untuk mengeringkan dan bukan sebagai pengganti air. Ketika mengeringkan dengan tisu pun harus hati-hati, karena seringkali sisa tisu toilet yang tertinggal di area organ genetalia secara tidak disadari malah dapat memicu terjadinya keradangan.

Pada wanita, cara yang paling baik adalah dengan tetap menggunakan air bersih dan akhiri dengan mengeringkan area vagina dengan menggunakan handuk lembut, bersih, dan kering dengan cara ditepuk-tepuk dan bukan dengan digosok. Sedangakan pada pria hampir sama dengan wanita.

Penggunaan Sabun dan Cairan Antiseptik Sabun yang mengandung antiseptik memang sebaiknya digunakan untuk membersihkan area dubur, namun tidak untuk area genitalia. Pada Pria dan Wanita Penggunaan sabun akan mengiritasi dan mengeringkan mucus disekitar vulva dan gland penis sedangkan sabun antiseptik akan membunuh semua bakteri, bukan hanya yang berbahaya. Gunakanlah cairan antiseptic pada vagina hanya bila didapatkan keluhan, misalnya keputihan, atau sesuai petunjuk dokter. Penggunaan cairan antiseptik pada vagina secara berlebihan, terutama yang tidak memiliki pH balance, akan mengakibatkan perubahan pada pH vagina yang menyebabkan bakteri-bakteri yang tumbuh normal pada vagina mati, dan akhirnya malah timbul keluhan-keluhan seperti keputihan. Sedangkan pada pria akan menyebabkan iritasi dan kemerahan pada penis jika pH sabun terlalu asam.

Perhatikan Kebersihan Tangan

Selalu perhatikan kebersihan tangan saat akan cebok. Jangan menyentuh organ genetalia dengan tangan yang masih kotor. Pada Wanita Jangan juga membersihkan vulva dan vagina langsung dengan tangan yang habis digunakan untuk membersihkan area dubur. Cara yang terbaik adalah mencuci tangan sebelum dan sesudah cebok, serta setelah membersihkan dubur dan akan membersihkan organ genetalia.

Perhatikan Arah Cebok Berikut gambar anatomi alat kelamin laki-laki dan wanita sehingga bias memperjelas tentang bagaimana cara membersihkan alat kelamin yang baik dan benar.

Pada Wanita Bersihkan area genital dari depan ke belakang untuk menghindari perpindahan bakteri dari dubur ke vagina, baik saat menyiram, membersihkan, maupun mengeringkan. Sebisa mungkin juga bersihkan dari arah dalam ke luar, dan bukan sebaliknya, untuk menghindari perpindahan bakteri dari bagian luar organ genetalia ke dalam. Untuk yang perempuan rajinlah mengganti pembalut saat haid/menstruasi/datang bulan serta membiasakan cebok dengan arah depan ke belakang agar kotoran pup tidak pindah ke vagina. Pada Pria bersihkan area genital dengan cara membuka preputium sehingga gland penis bisa terlihat kemudian bersihkan disekitar leher gland penis dengan lembut hingga bersih dan kemudian bilas. Secara lebih jelas adalah sebagai berikut:

Siram dan bilas dengan air bersih hingga bersih setelah buang air kecil

dan air besar agar tidak ada sisa air seni / air kencing yang menempel pada kulit kelamin. Untuk laki-laki yang tidak disunat dan penis masih memiliki kulup penutup maka wajib membersihkan bagian dalam kulup (kepala penis dalam) hingga bersih setiap hari untuk menghindari kanker. Adapun urutannya adalah sebagai berikut: Pegang penis secara tegas, kemudian buka preputium atau kulup penis Selanjutnya bersihkan area disekitar gland penis (kepala penis) terutama bagian leher penis (batas gland penis) Setelah itu, tutup kembali kulup atau preputium Kemudian bersihkan area luar penis atau disekitar penis Kemudian area disekitar atau bagian bawah testis dan lipatannya Kemudian bilas hingga bersih secara keseluruhan.