Anda di halaman 1dari 2

KINERJA OTAK SAAT TIDUR

36 February 23, 2011 by Hapsa D

Tidur merupakan proses aktif, ada aktivitas rumit di otak yang melatarbelakangi kegiatan tidur dan bangun. Aktivitas yang terjadi selama tidur dapat dibuktikan melalui pemeriksaan elektroensefalografi (EEG), selain itu pemeriksaan fisiologi tidur juga dilakukan dengan elektrookulografi (EOG) untuk memeriksa pergerakan bola mata. Pada saat tidur, terekam sinyal-sinyal yang dipancarkan sel saraf di otak di dalam EEG, Sinyal-sinyal yang menandakan adanya aktivitas otak tersebut digambarkan dalam bentuk gelombang pada EEG. Fisiologi terjadinya tidur melibatkan perubahan fungsi sel saraf otak yang aktif dan dinamis. Beberapa bagian otak yang terlibat dalam tidur-bangun adalah sistem aktivasi retikular (RAS), nukleus raphe, dan formasi retikular kaudal. Jadi selama kita tidur, otak kita tidak tertidur. Tidur dapat dianggap sebagai satu sikius yang dinamis, di mana terjadi peralihan antara tahapantahapan tersebut.

Tahapan Tidur Secara sederhana tahapan tidur dibagi menjadi 2, yaitu tahapan non REM (Rapid Eye Movement) dan REM. Tahap non REM selanjutnya dibedakan lagi dalam 4fase, fase 1 sampai 4.Tahapan tidur akan berbeda pada tiap orang, tergantung dan faktor internal (dalam tubuh) dan eksternal (lingkungan). Tahapan non REM merupakan masa transisi dan bangun (sadar) ke tidur, serta berkaitan dengan relaksasi otot dan aktivitas psikologis yang minimal. Secara sederhana, fase 1 merupakan fase tidur ringan, sudah ada perasaan mengambang (floating feeling), mudah sekali dibangunkan. Fase 2 sudah lebih dalam darifase 1,tapi masih dapat dibangunkan. Selanjutnya fase 3 dan 4,tidur sudah dalam dan akan sulit dibangunkan. Pada fase tersebutlah terjadi mimpi, mengorok, sedangkan untuk anak bisa sampai mengompol.Setelah keempat tahapan non REM dilewati, maka akan masuk ke tahap REM. Pada tahap ini, akan sulit sekali dibangunkan, pada beberapa orang, terkadang merasakan ingin bangun, tapi badannya tidak bisa digerakkan (terasa lumpuh). Ciri dan fase REM ini adalah pergerakan bola mata yang cepat, tonus (kekuatan) otot sangat rendah kecuali otot pernapasan, kadang ditemukan twitching (berkedut) pada otot. Proses tidur dimulai dan fase 1 benlanjut ke fase 2, 3, dan kemudian 4, lalu masuk ke tahapan REM. Siklus berlanjut dengan masuk kembali ke fase 3-4, kemudian mengulangi REM lagi. Send article as PDF : Artikel
Enter email