Anda di halaman 1dari 27

Alat Pengaman Bahaya Listrik

oleh: Mikael Fredi Indra

Bentuknya menyerupai MCB , tapi berbeda fungsi. Alat ini untuk menghindarkan musibah kebakaran dan sengatan listrik, yang mengancam keselamatan. MCB (Mini Circuit Breaker) biasanya dijadikan satu-satunya pengaman listrik di rumah. Sebenarnya, MCB hanya berfungsi sebagai pengaman arus berlebih dan korsleting (hubungan pendek). Korsleting hanya sebagian dari penyebab kebakaran. Untuk pengaman bahaya kebakaran, sistem jaringan listrik membutuhkan Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB). Alat yang sering disebut dengan GPAS (Gawai Proteksi Arus Sisa) ini berfungsi sebagai pemutus arus saat jaringan instalasi listrik dalam rumah mengalami kebocoran arus. Kebocoran arus ini sering menjadi penyebab utama kebakaran.

Mekanisme ELCB menyerupai MCB tapi sensitivitasnya berbeda. ELCB akan mendeteksi kebocoran arus hingga 300mA (miliAmpere) dan memutuskan arus secara langsung. Alat pemutus arus ini juga mampu mencegah tubuh manusia tersengat listrik berlebih. Jenis ELCB yang ini mempunyai tingkat sensitivitas berbeda, yaitu 30mA. Jadi, ketika orang tersengat listrik, arus listrik akan diputus. Orang yang tersengat pun hanya mengalami gangguan pernapasan. Gangguan jantung atau meninggal dunia seperti kasus lain dapat dihindari. ELCB 30mA cocok ditempatkan pada jaringan kamar mandi, dapur, kolam renang, dan jaringan listrik yang berhubungan dengan air, juga dapat ditempatkan pada jaringan dan sambungan yang mudah dijangkau oleh anak kecil. Foto: Dok. SHNEIDER ELECTRIC

Selasa, 29 Maret 2011

Ini alat pengaman listrik yang sangat sensitif dan akurat, jika rumah kita sudah terpasang alat ini ,maka jika kita kesetrum listrik dalam waktu 0,3 detik listrik segera trip dan kita aman dari sengatan listrik, terutama untuk anak2 dan ibu rumahtangga Harga terpasang 389 rb. bayar setelah dipasang atau diangsur sesuai kemampuan.

Pesanan ke pemasaran; bisa SMS atau call(XL) : 087838041263 Diposkan oleh BANGUNAN RUMAH di 19:34 0 komentar Label: safety listrik Reaksi: Link ke posting ini

Tip Mendesain Rumah Tinggal Saya mau bagikan TIPS MENDISAIN RUMAH TINGGAL SENDIRI SEBELUM DISERAHKAN ARSITEK Sekarang saya memposisikan diri sebagai klien yang akan mendisainkan rumah ke arsitek. Saya akan membagi zona pembagian ruangan sbb : Zona Publik ( biasanya digunakan oleh keluarga & non keluarga): Ruang Tamu, Carport (Garasi) dan Teras depan. Zona Semi Publik ( biasanya digunakan oleh keluarga saja ): Ruang Keluarga, Ruang Makan, Perpustakaan , Taman dan Teras Dalam jika ada. Zona Private ( biasanya digunakan oleh keluarga saja yg sifatnya lebih privat ): Ruang Tidur, Kamar Mandi dan WC. Zona Service (ruang pelayanan ): Dapur, Ruang Cuci dan Ruang Jemur. Tujuan adanya pembagian zona agar tidak terjadi bercampurnya atau kesimpangsiuran aktifitas di dalam rumah. Seperti misalnya: Ruang Tidur (Zona Private) tidak baik bila berdekatan dengan ruang yang ber Zona Publik seperti Ruang Tamu yang mempunyai akses orang-orang yang bukan anggota keluarga. Maka Ruang Tidur paling baik berdekatan dengan ruang-ruang yang ber Zona Semi Publik seperti Ruang Keluarga atau Ruang Makan. Selain membuat zona berdasarkan sifat ruangan, saya kelompokkan juga zona berdasarkan kebutuhan akan sinar matahari / angina dan sejenisnya. Contohnya : Ruang-ruang yang mempunyai akses langsung dari luar seperti: Garasi atau Carport dan Ruang Tamu. Ruang-ruang yang membutuhkan lebih banyak sinar matahari dan pertukaran hawa misalnya: Ruang Tidur, Dapur, dan Kamar Mandi. Lalu yang perlu diperhatikan lagi adalah menentukan lokasi ruang-ruang yang bersifat basah seperti ; Dapur, Kamar Mandi, WC dan Tempat Cuci. Usahakan ruang-ruang ini berdekatan atau dalam satu jalaur agar memudahkan pemasangan instalasi air bersih dan air kotor.

Alat Pengaman Problem Listrik - Electric Power Treatment System (EPTS)


Peralatan Era Digital Technology Peralatan elektronik era digital seperti saat ini sebagian besar adalah Digital Technology, menggunakan komponen yang terintegrasi antara Hardware dan Software yang berbentuk Microchip / Micro Controllers. Disamping memiliki banyak keunggulan, peralatan tersebut juga memiliki kelemahan yaitu sangat sensitif dan mudah rusak bila kualitas catu daya listrik yang digunakan tidak optimal / stabil, karena sumber listrik yang digunakan belum memenuhi standar kelayakan untuk peralatan Digital Technology.

Untuk itu kami memberikan suatu solusi agar dapat mengatasi problem listrik yang berpotensi merusak peralatan elektronik dengan menggunakan satu Alat Pengaman Problem Listrik : Electric Power Treatment System / EPTS.

Melalui Riset, Pengembangan dan Uji Coba Alat EPTS Lebih dari tiga tahun kami merancang alat melalui uji coba, hingga berhasil menciptakan alat yang mampu menanggulangi problem kelistrikan sekaligus mengamankan peralatan Elektronik Anda. EPTS tersedia dalam 2 model, Tower dan Portable.

Fitur EPTS Voltage Protection for Electric Extreme Condition Kondisi Tegangan listrik yang berubah secara tiba-tiba melebihi batas normalnya akibat kerusakan pada peralatan jaringan listrik (Gardu Induk PLN) ataupun akibat dari imbas petir.

Automatic Voltage Control for Electric Surge Kondisi aliran listrik yang menimbulkan hentakan listrik setelah terjadi pemadaman singkat. Voltage Stabilizer for Unstable Voltage Kondisi tegangan listrik yang kurang stabil. Insulated Transformer for Bad Grounding Mengatasi sistem grounding yang tidak optimal. Fungsi dan Prinsip Kerja EPTS Memproteksi Aliran LISTRIK EKSTRIM EPTS yang telah dipasang pada sumber listrik untuk peralatan elektronik, akan melakukan scanning terhadap sumber listrik inputnya. Jika suatu saat terjadi aliran listrik Ekstrim, maka EPTS akan melakukan proteksi secara sistematis. EPTS akan membuka proteksi secara otomatis bila kondisi tegangan listrik sudah normal kembali. Memproteksi KEJUTAN LISTRIK EPTS memproteksi kejutan listrik pada saat adanya hentakan listrik yang terjadi setelah pemadaman listrik secara mendadak dan dalam waktu singkat listrik menyala kembali, dengan Delay Output System. Menstabilkan TEGANGAN LISTRIK EPTS menstabilkan tegangan listrik yang tidak stabil dengan output Tegangan yang presisi. Memperbaiki SISTEM GROUNDING EPTS menggunakan teknologi Isolation Magnetik flux Power Transfer (IMPT) untuk proses perbaikan Grounding. Dengan desain yang spesifik maka output sumber listrik dari EPTS merupakan sumber listrik yang baru, terpisah dengan sumber listrik inputnya karena perpindahan dayanya melalui sistem Flux Magnetik yang sangat memungkinkan untuk mendapatkan sistem grounding yang sangat baik, disamping itu dengan sistem ini akan dapat, meredam transient, spike dan noise.

EPTS Dapat Digunakan Pada Peralatan: - Komputer dan Peripheralnya - Telekomunikasi - Automatic Teller Machine (ATM) - Kontrol Industri - Laboratorium - Peralatan Elektronik Rumah Tangga - Dll. Product Specification

Input : 220 Volt Output : 220 Volt 1 KVA 14 KVA Voltage Range Stabilizing : 180 ~ 240 Volt Soft Fuse Protection : < 750 Volt Hard Fuse Protection : > 750 Volt Delay Output Time : 12 sec Grounding : Zero Ground Tipe dan Model Produk

Electric Power Treatment System (EPTS)

EPTS.1 EPTS -1 (1 Kva) EPTS -1 (2 Kva) EPTS -1 (3 Kva) EPTS -1 (4 Kva) EPTS -1 (5 Kva) EPTS -1 (7 Kva) EPTS -1 (10 Kva) EPTS -1 (14 Kva) EPTS -1 (20 Kva) EPTS.2 EPTS -2 (1 Kva) EPTS -2 (2 Kva) EPTS -2 (3 Kva) EPTS -2 (5 Kva) EPTS -2 (7 Kva) EPTS -2 (10 Kva) EPTS -2 (14 Kva) EPTS -2 (20 Kva)

Keterangan ( 1.000 watt ) ( 2.000 watt ) ( 3.000 watt ) ( 4.000 watt ) ( 5.000 watt ) ( 7.000 watt ) ( 10.000 watt ) ( 14.000 watt ) ( 20.000 watt ) Keterangan ( 1.000 watt ) ( 2.000 watt ) ( 3.000 watt ) ( 5.000 watt ) ( 7.000 watt ) ( 10.000 watt ) ( 14.000 watt ) ( 20.000 watt )

Fungsi dan Prinsip Kerja Alat EPTS : Voltage Protection for Electric Extreme Condition Proteksi secara otomatis terhadap tegangan listrik yang berubah secara tiba-tiba melebihi batas normal. Automatic Voltage Control for Electric Surge Proteksi secara otomatis terhadap aliran listrik yang menimbulkan hentakan listrik setelah terjadi pemadaman singkat. Voltage Stabilizer for Unstable Voltage Menstabilkan tegangan listrik yang tidak stabil dengan output tegangan listrik yang presisi. Insulated Transformer for Bad Grounding Memberikan sistem grounding yang baik (Zero Grounding) Keterangan : 1. EPTS.1 (3 fungsi) Extreme Voltage, Electric Surge Protection & Grounding (model portable / central) 2. EPTS.2 (4 fungsi) Extreme Voltage, Electric Surge Protection, Stabilizer, Grounding (model portable / central.

Electric Buffer System (EBS)

EBS.1 EEBS-1 (1 Kva) EBS-1 (2 Kva) EBS-1 (3 Kva) EBS-1 (4 Kva) EBS-1 (5 Kva) EBS-1 (7 Kva) EBS-1 (10 Kva) EBS-1 (14 Kva) EBS.2 EBS-2 (1 Kva) EBS-2 (2 Kva) EBS-2 (3 Kva) EBS-2 (4 Kva) EBS-2 (5 Kva)

Keterangan (1.000 watt ) ( 2.000 watt ) ( 3.000 watt ) ( 4.000 watt ) ( 5.000 watt ) ( 7.000 watt ) ( 10.000 watt ) ( 14.000 watt ) Keterangan ( 1.000 watt ) ( 2.000 watt ) ( 3.000 watt ) ( 4.000 watt ) ( 5.000 watt )

EBS-2 (7 Kva) EBS-2 (10 Kva) EBS-2 (14 Kva) EBS-2 (20 Kva) EBS-2 (25 Kva) EBS-2 (30 Kva) EBS.3 EBS-3 (1 Kva) EBS-3 (2 Kva) EBS-3 (3 Kva) EBS-3 (5 Kva) EBS-3 (7 Kva) EBS-3 (10 Kva) EBS-3 (14 Kva)

( 7.000 watt ) ( 10.000 watt ) ( 14.000 watt ) ( 20.000 watt ) ( 25.000 watt ) ( 30.000 watt) Keterangan (1.000 watt ) ( 2.000 watt ) ( 3.000 watt ) ( 5.000 watt ) ( 7.000 watt ) ( 10.000 watt ) ( 14.000 watt )

Fungsi dan Prinsip Kerja Alat EBS : Voltage Protection for Electric Extreme Condition Proteksi secara otomatis terhadap tegangan listrik yang berubah secara tiba-tiba melebihi batas normal. Automatic Voltage Control for Electric Surge Proteksi secara otomatis terhadap aliran listrik yang menimbulkan hentakan listrik setelah terjadi pemadaman singkat. Voltage Stabilizer for Unstable Voltage Menstabilkan tegangan listrik yang tidak stabil dengan output tegangan listrik yang presisi. Keterangan : 1. EBS.1 (2 fungsi) : Extreme Voltage & Electric Surge Protection, untuk rumah / kantor (model portable). 2. EBS.2 (2 fungsi) : Extreme Voltage & Electric Surge Protection, untuk rumah / kantor (model central). 3. EBS.3 (3 fungsi) : Extreme Voltage, Electric Surge Protection & Stabilizer, untuk rumah / kantor (model portable dan central)

Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah Tinggal

Anda pasti sudah mengenal peralatan listrik yang terpasang dirumah anda seperti sakelar, stop kontak, steker, sekering dan lainnya. Dan untuk anda yang awam dengan dunia listrik, artikel kali ini akan mengajak anda untuk mengenal fungsi dan jenis peralatan listrik tersebut secara umum. Pengenalan peralatan listrik instalasi listrik rumah tinggal ini akan dimulai dengan Bargainser.

BARGAINSER Bargainser merupakan alat yang berfungsi sebagai pembatas daya listrik yang masuk ke rumah tinggal, sekaligus juga berfungsi sebagai pengukur jumlah daya listrik yang digunakan rumah tinggal tersebut (dalam satuan kWh). Ada berbagai batasan daya yang dikeluarkan oleh PLN untuk konsumsi rumah tinggal, yaitu 220 VA, 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA.

Pada bargainser terdapat tiga bagian utama, yaitu: - MCB atau Miniature Circuit Breaker, berfungsi untuk memutuskan aliran daya listrik secara otomatis jika daya yang dihantarkan melebihi nilai batasannya. MCB ini bersifat on/off dan dapat juga berfungsi sebagai sakelar utama dalam rumah. Jika MCB bargainser ini dalam kondisi off, maka seluruh aliran listrik dalam rumah pun terhenti. Sakelar ini biasanya dimatikan pada saat akan dilakukan perbaikan instalasi listrik dirumah. - Meter listrik atau kWh meter, alat ini berfungsi untuk mengukur besaran daya yang digunakan oleh rumah tinggal tersebut dalam satuan kWh (kilowatt hour). Pada bargainser, meter listrik berwujud deretan angka secara analog ataupun digital yang akan berubah sesuai penggunaan daya listrik. - Spin Control, merupakan alat kontrol penggunaan daya dalam rumah tinggal dan akan selalu berputar selama ada daya listrik yang digunakan. Perputaran spin control ini akan semakain cepat jika daya listrik yang digunakan semakin besar, dan akan melambat jika daya listrik yang digunakan berkurang/sedikit. Pada kanal output Bargainser biasanya terdapat 3 kabel, yaitu kabel fasa, kabel netral dan kabel ground yang dihubungkan ketanah. Listrik dari PLN harus dihubungkan dengan bargainser terlebih dahulu sebelum masuk ke instalasi listrik rumah tinggal. PENGAMAN LISTRIK Instalasi listrik rumah tinggal pun membutuhkan pengaman yang berfungsi untuk memutuskan rangkaian listrik apabila terjadi gangguan pada instalasi listrik rumah tinggal tersebut, seperti gangguan hubung singkat atau short circuit atau korsleting. Terdapat dua jenis pengaman listrik pada instalasi listrik rumah tinggal, yaitu: - Pengaman lebur biasa atau biasa disebut sekering, alat pengaman ini bekerja memutuskan rangkaian listrik dengan cara meleburkan kawat yang ditempatkan pada suatu tabung apabila kawat tersebut dialairi arus listrik dengan ukuran tertentu. - Pengaman listrik thermis, biasa disebut MCB dan merupakan alat pengaman yang akan memutuskan rangkaian listrik berdasarkan panas .

SAKELAR Sakelar atau switch merupakan komponen instalasi listrik yang berfungsi untuk menyambung atau memutus aliran listrik pada suatu pemghantar. Berdasarkan besarnya tegangan, sakelar dapat dibedakan menjadi: - sakelar bertegangan rendah. - Sakelar tegangan menengah. - Sakelar tegangan tinggi serta sangat tinggi.

Sedangkan berdasarkan tempat dan pemasangannya, sakelar dapat dibedakan menjadi : - Sakelar in-bow, sakelar yang ditanam didalam tembok. - Sakelar out-bow, sakelar yang dipasang pada permukaan tembok. Jenis sakelar berikutnya dapat dibedakan berdasarkan fungsinya, yaitu: - Sakelar on-off, merupakan sakelar yang bekerja menghubungkan arus listrik jika tombolnya ditekan pada posisi on. Untuk memutuskan hubungan arus listrik, tombol sakelar harus ditekan pada posisi off. Sakelar jenis ini biasanya digunakan untuk sakelar lampu. - Sakelar push-on, merupakan sakelar yang menghubungkan arus listrik jika tombolnya ditekan pada posisi on dan akan secara otomatis memutus arus listrik, ketika tombolnya dilepas dan kembali ke posisi off dengan sendirinya. Biasanya sakelar jenis ini digunakan untuk sakelar bel rumah. Berdasarkan jenis per-unitnya, sakelar dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: - Sakelar tunggal, merupakan sakelar yang hanya mempunyai satu buah kanal input yang terhubung dengan sumber listrik, serta kanal output yang terhubung dengan beban listrik/alat listrik yang digunakan. - Sakelar majemuk, merupakan sakelar yang memiliki satu buah kanal input yang terhubung dengan sumber listrik, namun memiliki banyak kanal output yang terhubung dengan beberapa beban/alat listrik

yang digunakan. Jumlah kanal output tergantung dari jumlah tombol pada sakelar tersebut.

STOP KONTAK Stop kontak, sebagian mengatakan outlet, merupakan komponen listrik yang berfungsi sebagi muara hubungan antara alat listrik dengan aliran listrik. Agar alat listrik terhubung dengan stop kontak, maka diperlukan kabel dan steker atau colokan yang nantinya akan ditancapkan pada stop kontak. Berdasarkan bentuk serta fungsinya, stop kontak dibedakan menjadi dua macam, yaitu: - Stop kontak kecil, merupakan stop kontak dengan dua lubang (kanal) yang berfungsi untuk menyalurkan listrik pada daya rendah ke alat-alat listrik melalui steker yang juga berjenis kecil. - Stop kontak besar, juga nerupakan stop kontak dengan dua kanal AC yang dilengkapi dengan lempeng logam pada sisi atas dan bawah kanal AC yang berfungsi sebagai ground.sakelar jenis ini biasanya digunakan untuk daya yang lebih besar.

Sedangkan berdasarkan tempat pemasangannya. Dikenal dua jenis stop kontak, yaitu: - Stop kontak in bow, merupakan stop kontak yang dipasang didalam tembok. - Stop kontak out bow, yang dipasang diluar tembok atau hanya diletakkan dipermukaan tembok pada saat berfungsi sebagai stop kontak portable.

STEKER Steker atau Staker atau yang kadang sering disebut colokan listrik, karena memang berupa dua buah colokan berbahan logam dan merupakan alat listrik yang yang berfungsi untuk menghubungkan alat listrik dengan aliran listrik, ditancapkan pada kanal stop kontak sehingga alat listrik tersebut dapat digunakan.

Berdasarkan fungsi dan bentuknya, steker juga memliki dua jenis, yaitu: - Steker kecil, merupakan steker yang digunakan untuk menyambung alat-alat listrik berdaya rendah, misalnya lampu atau radio kecil, dengan sumber listrik atau stop kontak. - Steker besar, merupakan steker yang digunakan untuk alat-alat listrik yang berdaya besar, misalnya lemari es, microwave, mesin cuci dan lainnya, dengan sumber listrik atau stop kontak. Steker jenis ini dilengkapi dengan lempeng logam untuk kanal ground yang berfungsi sebagai pengaman. KABEL Kabel listrik merupakan komponen listrik yang berfungsi untuk menghantarkan energi listrik ke sumbersumber beban listrik atau alat-alat listrik. Untuk instalasi listrik rumah tinggal, kabel yang digunakan biasanya berjenis sebagai berikut: - NYA, kabel jenis ini merupakan kabel listrik yang berisolasi PVC dan berintikan/berisi satu kawat. Jenisnya adalah kabel udara atau tidak ditanam dalam tanah. Kabel listrik ini biasanya berwarna merah, hitam, kuning atau biru. Isolasi kawat penghantarnya hanya satu lapis, sehingga tidak cukup kuat terhadap gesekan, gencetan/tekanan atau gigitan binatang seperti tikus. Karena kelemahan pada isolasinya tersebut maka dalam pemasangannya diperlukan pelapis luar dengan menggunakan pipa

conduit dari PVC atau besi. - NYM, merupakan kabel listrik yang berisolasi PVC dan berintikan kawat lebih dari satu, ada yang 2, 3 atau 4. Jenis kabel udara dengan warna isolasi luar biasanya putih dan warna isolasi bagian dalam beragam, karena isolasi yang rangkap inilah maka kabel listrik NYM ini relative lebih kuat terhadap gesekan atau gencetan/tekanan. - NYY, kabel listrik jenis ini merupakan kabel berisolasi PVC, berintikan 2, 3 atau 4 dengan warna isolasi luarnya hitam. Jenis kabel tanah, sehingga tahan terhadap air dan gencetan atau tekanan. - NYMHYO, kabel jenis ini merupakan kabel serabut dengan dua buah inti yang terdiri dari dua warna. Kabel jenis ini biasa digunakan pada loudspeaker, sound sistem, lampu-lampu berdaya kecil sampai sedang. Demikian sekilas pengenalan peralatan-perlatan listrik untuk instalasi listrik rumah tinggal, keterangan fungsi, bentuk/konstruksi dan cara kerja dari masing-masing alat merupakan penjelasan secara umum. Mengenal Peralatan Pengaman Jaringan Listrik

Sebagaimana kita ketahui, listrik yang kita gunakan ini bersumber dari Pembangkit listrik yang disebut Generator listrik. Pembangkit listrik yang besar pada umumnya disediakan oleh PLN dan pihak swasta, sedangkan Generator listrik yang kecil sering kita temukan ditempat tertentu seperti proyek yang belum

terjangkau PLN atau pada acara pernikahan dipasang Generator kecil sebagai cadangan listrik jika terjadi pemadaman PLN. Jenis listrik yang disuplai PLN ada 2 jenis, yang pertama jenis pemakaian untuk Rumah Tangga (RT)sederhana/ perumahan (jumlah kabel PLN ada 2 yaitu Phasa+Netral) adapula yang 3 phasa+netral+arde/ pentanahan untuk RT mewah atau pabrik dan perkantoran. Nah, sebelum listrik disalurkan selalu dipasang pemutus dan pengaman listrik / saklar berupa MCB+ ELCB untuk arus s/d 63 Amper, MCCB (Moulded Case Circuit Breaker) untuk arus s/d 630A dan ACB (Air Circuit Breaker) untuk arus s/d 6300A. Pemakaian komponen tsb. disesuaikan dengan besarnya sumber listrik yang akan dipasang dan kA (arus hubungan singkat/ short circuit) jaringan. Masing-masing komponen tsb. terdiri dari 1 phasa, 2 phasa, 3 phasa dan 1/ 2/ 3 phasa plus Netral. Contohnya MCB 1P 2A, MCB 2P, MCB/ MCCB/ ACB 3P 63A s/d 6300A. Pabrikan yang beredar di Indonesia dapat anda cari di Google, ketik saja salah satu merk seperti Schneider/ Siemens/ ABB/ Fuji/ Mitsubishi dll. Cara menghidupkanya ada yang menggunakan tuas manual dan ada yang menggunakan motor sebagai penggerak tuas tsb. (biasanya untuk saklar yang besar atau pada saklar yang dihidupkan secara otomatis). Saklar ini juga dilengkapi dengan asesories seperti kontak tambahan/ auxiliary contact, rotary handle, locking system dll. Pada saklar besar, seperti MCCB dan ACB pada umumnya ditambahkan pengaman tambahan yang kita sebut Relay Arus (Over Current Relay, Earth Fault Relay, Short Circuit Relay dll.), bisa ditambahkan pula dengan Relay Tegangan (Under/ Over Voltage Relay, Phase Sequence Relay, Differential Relay dll.). Nanti kita teruskan pada pengaman motor dan asesoriesnya.

ELCB (Earth Leak Circuit Braker):

Alat untuk pengaman listrik di rumah. Apabila ada yang terkena sengatan listrik maka sistem ELCB itu akan turun sendirinya apabila listrik yang menyengat melebihi batas aman manusia. Apabila kita mencintai keluarga, dan menginkan keamanan dan keselamatan keluarga kita di rumah,

maka tidak ada salahnya jika kita melengkapi ELCB untuk instalasi listrik kita di rumah

Pengaman listrik untuk instalasi rumah ,kantor ,ruko ,villa dll Alat ini sangat sensitif dan akan bekerja memutuskan listrik saat instalasi listrik ada kabel bocor dan mengenai air ,saat ada petir menyambar jd peralatan elektronik kita aman ,saat anggota

tubuh kita basah dan tersengat listrik maka dengan alat ini listrik langsung putus sebelum kita tersengat listrik Alat pengaman ini bernama Kensho Electric Leakeage Circuit Breaker ,pemasangan setelah meteran dan akan dipasang oleh kami para tenaga berpengalaman kelistrikan Cukup dengan 450000 ,maka keluarga akan aman dari sengatan listrik dan kebakaran ,hubungi 085327897555 alat akan kami pasangkan di tempat anda

Salah satu stand yang menarik (menurut penulis) adalah stand yang menampilkan inovasi teknologi yang digunakan oleh PLN. Beberapa diantara karya yang ditampilkan seperti, laboratorium mini untuk masalah P2TL, robot pembersih saluran transmisi dan distribusi, pengaman komponen komponen saluran transimisi dan distribusi, dan lain - lain, memberi aroma tersendiri pada sisi inovasi. Hal ini dikarenakan, dari sisi penulis, inovasi ini mampu mengurai dan membantu menjadi solusi permasalahan yang umum bidang kelistrikan.

Selain itu, solusi yang ditawarkan pun terkesan memiliki konsep sederhana, seperti alat bernama Mantra Ibu (Pengaman Trafo Distribusi). Dengan nama yang "mentereng", alat ini bertujuan sebagai pengaman komponen trafo pada saluran distribusi dengan dilengkapi kemampuan untuk pemonitoran online dan pengaturan jarak jauh. Konsep ini akan beroperasi, ketika trafo mengalami permasalahan yang kemudian akan dapat dimonitor dan menyampaikan informasi secara online yang berikutnya dapat diambil keputusan untuk mengatasinya atau sesuai dengan operasi yang telah ditanamkan sebelumnya. Alat ini diharapkan dapat menignkatkan operasi dan juga kenyamanan terutama pada sisi perawatan dan pengecekan.

Selain stand - stand dari perusahaan, pada acara ini juga terdapat rangkaian acara berupa seminar atau talkshow terkait kelistrikan nasional serta peresmian program satu juta sambungan yang dilaksanakan oleh PLN. Yah, satu juta sambungan, merupakan salah satu program "sensasional" yang dilakukan oleh PLN dengan berusaha melakukan penyambungan listrik kepada konsumen sebanyak satu juta pelanggan di seluruh Indonesia per satu hari. Sebuah program, yang beberapa pihak menilai merupakan salah satu langkah yang menunjukkan peningkatan kinerja dari sang "raja kelistrikan" Indonesia ini. Cara Memperbaiki Power Supply Unit (PSU) Komputer Untuk melanjutkan artikel saya mengetai tes kerusakkan pada power supply unit (PSU), maka kali ini saya akan membahas Cara Memperbaiki Power Supply Unit (PSU). Apakah anda mempunyai power supply unit (PSU) komputer yang sudah tidak bisa hidup/rusak. Jika anda mempunyai power supply unit yang rusak dan anda mempunyai waktu senggang, cobalah anda memberanikan diri untuk memperbaiki power supply tersebut.

PSU komputer adalah power supply dengan sistem switching. Pada power supply switching, kebanyakan yang rusak adalah komponen yang berada pada bagian primer.

Peralatan yang digunakan, yaitu :


1. 2. 3. 4. 5. 6.

Obeng Plus (+) Solder Timah Penyedot timah Avometer / Multimeter Komponen-komponen yang diperlukan / komponen yang rusak pada power supply

Kalau sudah siap, langsung saja buka tutup casing Power supply unit dengan menggunakan obeng plus (+), kemudian lepaskan papan rangkaian (PCB) dari casingnya. Setelah papan rangkainan (PCB) dilepaskan dari casing, coba anda lihat semua komponen yang ada di papan rangkainan power supply.

Beberapa komponen yang perlu diselidiki, yaitu :

Langkah pertama Cek Sekring (Fuse) Sekering (fuse) adalah alat pemutus rangkaian, karena dengan adanya pemakainan arus yang berlebihan. terjadinya arus yang berlebihan dalam suatu rangkaian, bisa disebankan

karena faktor kenaikan beban atau adanya hubungan singkat. Sekring (Fuse) disebut sebagai alat pengaman, karena digunakan untuk melindungi perangkat dan manusia dari bahaya yang ditimbulkan oleh kerusakan listrik.

Coba anda cek sekering dengan multimeter, jika sekring putus silakan ganti sekring dengan sekring baru yang sama nilainya dengan sekring yang lama. Setelah diganti sekring lama dengan yang baru dan nilainya sama dengan yang lama, maka coba anda hubungkan PSU ke listrik PLN. Jika sekring putus lagi, berarti transistor regulatornya jebol/short/rusak. Lepaskan steker dari stop kontak anda.

Langkah kedua Cek Dioda Dioda adalah komponen aktif bersaluran dua (diode termionik mungkin memiliki saluran ketiga sebagai pemanas). Dioda mempunyai dua elektrode aktif dimana isyarat listrik dapat mengalir, dan kebanyakan diode digunakan karena karakteristik satu arah yang dimilikinya. Dioda varikap (VARIable CAPacitor/kondensator variabel) digunakan sebagai kondensator terkendali tegangan. Fungsi paling umum dari diode adalah untuk memperbolehkan arus listrik mengalir dalam suatu arah (disebut kondisi panjar maju) dan untuk menahan arus dari arah sebaliknya (disebut kondisi panjar mundur). Karenanya diode dapat dianggap sebagai versi elektronik dari katup pada transmisi cairan.

Cek dioda dengan cara melepaskan dioda dengan menggunakan solder dan kemudian cek dengan multimeter. Dioda yang masih bagus yakni hanya mengalirkan arus listrik pada satu arah saja, ukur dioda bolak balik, jika tembus silakan ganti dengan dioda yang sama dengan ukurannya.

Langkah ketiga Cek Kapasitor (Elco)

Kapasitor adalah komponen elektronika yang berfungsi menyimpan muatan listrik. Kapasitor polar memiliki dua kutub yang berbeda pada kakinya (-/+), sehingga dalam pemasangannya tidak boleh terbalik. Kapasitor polar biasa disebut juga dengan nama elco, satuan yang digunakan untuk mengetahui nilai kapasitas sebuah elco adalah uF(mikro Farad). Tiap elco memiliki tegangan kerja yang berbeda-beda, biasanya batas maksimal tegangan yang diperbolehkan untuk sebuah elco tertulis pada bodynya. Tegangan kerja pada elco dinyatakan dalam volt. Apabila sebuah elco memiliki nilai 10uF/25volt, itu artinya elco tersebut bernilai 10 mikro Farad dan memiliki batas maksimum tegangan 25 volt.

Elco ini bentuk fisiknya seperti tabung, apabila terdapat kerusakan (melembung) pada kepala elko maka dipastikan 80 % sudah rusak atau sudah rusak parah. Ganti elko tersebut dengan kapasitas yang sama. Jika tidak ditemukan kerusakkan fisik maka kita dapat mengeceknya dengan cara melepaskan elco dengan menggunakan solder dari papan rangkaian dan gunakan multimeter untuk mengukur kapasitas elco tersebut. Apabila kapasitasnya kurang atau melebihi kapasitas toleransi lebih baik kita menggantinya. Hatihati dalam memasang, jangan sampai terbalik antara positif (+) dan negatif (-).

Langkah keempat Cek Transistor regulator Transistor merupakan komponen elektronik yang cara kerjanya bisa di analogikan sebagai resistor pada Collector dan Emiiternya, yang nilainya, tergantung pada seberapa arus kecil yang melewati Base ke Emitter untuk transistor jenis NPN dan dari Emitter ke Base untuk transistor jenis PNP. Dengan prinsip ini, maka transistor bisa digunakan sebagai penguat, yaitu dengan memberikan arus berubah kecil antara Base dan Emitternya (atau sebaliknya untuk PNP) yang akan menghasilkan nilai resistor yang berubah secara besar, sehingga bisa memperkuat arus maupun tegangan. Fungsinya sebagai penguat ini yang dikembangkan menjadi rangkaian osilator, rangkaian regulator dan sebagainya.

Transistor ini dipasang pada aluminium dan transistor ini terletak dekat dengan komponen elco besar. Untuk mengecek transistor yakni dengan cara melepaskan transistor dari papan rangkaian (PCB) dengan menggunakan solder, cek komponen transistor dengan multimeter. Jika kaki emitor dan kolektor tersambung, berarti transistor tersebut jebol/putus/rusak. Silakan ganti transistornya dengan yang baru dan harus sama kapasitasnya dengan yang lama. Jika transistor regulator jebol/rusak, periksa juga komponen yang berada di dekat transistor regulator tersebut. Karena biasanya komponen yang berada di jalur transistor regulator

akan ikut jebol/putus/nilainya berubah.Komponen yang mempengaruhi itu adalah dioda dan resistor.Jika ada yang jebol/putus/nilainya berubah, silakan ganti dengan komponen yang masih bagus.

Langkah kelima Cek IC B0813 IC (Integrated Circuit) adalah komponen semikonduktor ekuivalensi dari ratusan atau ribuan komponen lain. tetapi IC mempunyai komponen terpisah, rangkaian dibentuk pada sekeping kecil silikon. Dengan cara ini rangkaian yang sangat sulit dapat dibuat pada ruangan yang sangat kecil.

Jika anda sudah yakin power supply unit anda sudah baik, silakan hubungkan ke stop kontak. Ukur tegangan pada kabel warna ungu terhadap Ground (kabel warna hitam), ukur dengan menggunakan avometer, jika ada tegangan 5 volt yang terbaca pada multimeter, berarti sudah ada titik terang power supply anda anda akan hidup lagi.

Hubungkan kabel yang berwarna hitam ke kabel yang berwarna hijau. Hubungkan dengan menggunakan kabel jumper/konektor yang anda punya (sudah di bahas di artikel Tes Kerusakan Power Supply Unit). Jika PSU anda berjalan normal, sudah tentu kipas power supply langsung berputar. Dan jika kipas power supply berputar, maka semua tegangan di setiap kabel dipastikan sudah ada. Dan untuk memastikannya maka kita ukur tegangan pada konektor dengan menggunakan multimeter.

Hubungkan kabel multimeter yg warna hitam ke salah satu kabel warna hitam dari PSU, kemudian hubungkan kabel warna merah multimeter ke setiap kabel yang berwarna selain warna hitam, hijau, dan abu-abu. Cek apakah disetiap warna kabel tersebut sudah sama nilainya sesuai dengan keterangan yang ada di casing penutup power supply tersebut.

Demikian yang semua yang saya ketahui untuk memperbaiki Power Supply Unit (PSU). Silahkan anda mencoba, semoga berhasil.

TLV (Threshold Limit Values) Liburan kemaren tidak ada kegiatan dirumah, daripada bengong di rumah, akhirnya saya membuka buku-buku koleksi pas kuliah dulu. Berhubung bukunya pake bahasa Ingris, kalo cuma dibaca saja gak bakalan masuk di otak (cuma lewat aja..hehe) akhirnya saya putuskan untuk mengetik hasil terjemahannya dengan harapan bisa masuk dan saya share di sini. Jadi sebelumnya saya mohon maaf apabila terjadi kesalahan penerjemahan. TLV (Threshold Limit Values) TLV adalah besarnya Konsentrasi suatu bahan kimia diudara yang diijinkan memapar manusia secara continue, tanpa menyebabkan efek samping yang merugikan pada tubuh. TLV tidak bisa digunakan untuk mengukur tingkat polusi udara, relative index of toxicity, dan memperkirakan bahaya keracuran dari paparan continue tanpa adanya jedda Ada beberapa tipe dari TLV TLV-TWA = besarnya Konsentrasi suatu bahan kimia diudara yang diijinkan memapar manusia secara continue selama 8 jam setiap hari, 40 jam dalam satu minggu, tanpa menyebabkan efek samping yang merugikan pada tubuh. TLV-STEL = besarnya konsentrasi yang di ijinkan dari suatu bahan kimia, memapar pekerja secara terus menerus dalam waktu singkat (15 menit), tanpa menyebabkan suatu cidera, iritasi yang berat, efek kronis terhadap jaringan lunak, efek membius. Diperbolehkan tidak lebih dari 4 kali pemaparan , dengan sedikitnya istirahat 60 menit disetiap periode pemaparan, asalkan TLV-TWA harian tidak terlampaui. TLV-C = batas paling maximum. Konsentrasi yang tidak boleh dilanggar, dan seketika itu juga harus diambil tindakan. Satuan TLV yaitu menggunakan ppm (part per million by volume), mg/m3 (milligram uap per meter kubik udara), mppcf (millions of particle per cubic foot air). Bagaimana kita membayakang 1 ppm..? yaitu kita bisa mengandaikan nilai dari 1 detik dalam 11,5 hari (1000000 detik) Evaluasi tingkat paparan bahan kimia beracun Metode yang digunakan untuk menentukan tingkat paparan suatu bahan kimia terhadap pekerja yaitu dengan cara melakukan monitoring terhadap konsentrasi racun yang ada diudara selama pekerjaan itu berlangsung. Dari data hasil monitoring kita dapat menghitung konsentrasi TWA (Time-Weight average) dengan menggunakan rumus dibawah ini Keterangan : tw = Shift pekerja (JaM) C (t) = konsentrasi bahan kimia diudara ( ppm atau mg/m3) Integral ini selalu membagi 8 jam, merupakan kondisi jam kerja orang actual dalam satu shift. Apabila pekerja terpapar selama 12 jam (1 shift = 12 jam) dan dihitung dengan menggunakan rumus ini maka TLV-TWA akan melampaui karena rumus ini hanya digunakan untuk 8 jam kerja dalam 1 shift. Monitoring merupakan kegiatan yang tidak biasa karena tidak ada fasilitas dan perlatan yang mencukupi untuk melakukan kegiatan ini. Yang sering digunakan untuk memperoleh sample dengan melakukan pengukuran dengan memilih beberapa waktu paling tepat untuk melakukan pengukuran. Apabila kita beramsumsi konsentrasi Ct adalah tetap (atau rata-rata) dalam sebuah periode pengukuran Ti, maka TWA bisa dihitung dengan: Seluruh system monitoring mempunyai kekurangan karena : (1) pekerja keluar dan masuk tempat kerja dan (2) konsentrasi

racun mungkin berfariasi di tempat yang berbeda. Industrial Hygienists harus menerapkan peraturan khusus dalam pemilihan lokasi dan penempatan peralatan monitoring dalam pengambilan data. Apabila bahan kimia yang terdapat di tempat kerja lebih dari satu, salah satu prosedur untuk memperkirakan efek dari racun (kecuali ada informasi lain yang berbeda) yaitu dengan mengkombinasikan TLV-TWA yang berbeda, dari paparan beberapa bahan beracun dengan menggunakan rumus sebagai berikut Dimana n = Jumlah total bahan beracun Ci = konsentrasi dari bahan kimia I dengan memperhatikan bahan kimia lain (TLV TWA)i = adalah TLV-TWA dari bahan kimia jenis i Apabila hasil perhitungan rumus (1-3) lebih dari 1, waktu itu pekerja terpapar berlebihan Perhitungan TLV-TWA campuran dapat diperoleh dari : Apabila hasi perhitungan konsentrasi dari campuran berbagai bahan beracun melebihi kwantitas, maka pekerja disaat itu terpapar secara berlebihan. Untuk campuran bahan kimia dengan efek yang berbeda (seperti uap asam yang bercampur dengan asap) TLVnya tidak bisa dihitung. Contoh 1. Udara mengandung diethylamine 5 ppm (TLV-TWA = 10 ppm), cyclohexanol 20 ppm (TLVTWA = 50 ppm) dan propylene oxide 10 ppm (TLV-TWA = 20 ppm), berapa TLV-TWA campuran dan apakah levelnya melebihi Solusi Gunakan rumus 1-4 Total konsentrasi campuran adalah 5+20+10 = 35 ppm, pada keadaan ini pekerja menerima paparan yang berlebihan Alternative lain yang mendekati yaitu menggunakan rumus 1-3 Karena hasilnya lebih dari 1 maka TLV-TWA terlalu berlebihan 2. Tentukan TWA dalam 8 jam apabila seorang pekerja terpapar uap toluene seperti data dibawah ini : Terpapar selama 2 jam = 110 ppm, 2 jam 330 ppm, 4 jam = 90 ppm. Solusi Menggunakan rumus 1-2 Karena TLV dari toluene adalah 100 ppm, pekerja tersebut mengalami paparan yang berlebihan. Control tambahan yang harus dilakukan yaitu semua pekerja yang akan bekerja ditempat itu harus menggunakan alat pelindung pernafasan yang sesuai. Yah sekian dulu terjemahan dari saya, semoga bermanfaat bagi rekanrekan sekalian..dan mohon maaf bila ada kesalahan terjemahan Sumber : Chemical process safety second edition, Daniel A.Crowl , Josep F.Louvar Diposkan oleh Bekti Widi Admaja di 15:18 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Kamis, 23 Desember 2010 Perilaku Api Ok.Bismillah Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai perilaku api, ini topic pertama saya mengenia Fire, Api pada dasarnya terdiri dari 3 unsur yaitu : Panas, Oksigen dan bahan bakar. Dari 3 unsur pembentuk api diatas akhirnya dikenal sebagai Segi tiga api (fire Triangle), yang secara sederhana dapat menjelaskan bagaimana api itu terbentuk. Segitiga Api Akan tetapi coba anda bayangkan dalam satu ruangan yang tentunya sudah banyak terdapat Oksigen, lalu juga ada bahan bakar (misal bensin) dan juga terdapat sumber panas (misal dalam ruangan tersebut ada orang merokok) yang mencukupi untuk terjadinya nyala api. Apakah anda bisa menjamin akan terjadi api?. Dengan adanya 3 unsur tersebut diatas belum tentu akan menciptakan api. Selama bertahun-tahun, segitiga api (oksigen, bahan bakar, dan panas) digunakan untuk mengajarkan tentang unsur-unsur api. Walaupun contoh sederhana ini berguna, secara teknis, hal ini tidak benar. Ada empat unsur api yang diperlukan agar terjadi pembakaran: Oksigen ( bahan pengoksidasi) Bahan bakar Panas Reaksi kimia independen Fire tetrahedron Keempat unsur ini secara grafis dapat digambarkan sebagai segi-empat api. Setiap unsur pada segi-empat tersebut harus ada sebagai syarat terjadinya pembakaran. Konsep ini sangat penting bagi orang-orang yang mempelajari pengendalian, pencegahan, dan penyelidikan kebakaran. Pembakaran tidak akan terjadi bila salah satu unsur ini hilang. Jika api telah menyala, api dapat dipadamkan ketika salah satu unsurnya diambil dari reaksi tersebut. Selanjutnya kita bahas satu persatu dari ke empat unsur api diatas 1. Oksigen (Bahan pengoksidasi) Bahan pengoksidasi (oksidator) adalah bahan yang dapat menghasilkan oksigen atau gas pengoksidasi lainnya selama proses kimia terjadi. Bahan pengoksidasi ini tidak

mungkin terbakar dengan sendiinya. Untuk membantu proses pembakaran bahan Pengoksidasi harus tercapur dengan bahan bakar Bromat Brom Klorat Klorin Fluorinn Yodium Nitrat Asam Nitrit Nitrit Perklorat Permanganat Peroksida Bahan Pengoksidasi Lain selain Oksigen Pada kondisi normal kadar oksigen diudara berkisar 21%. Ketika konsentrasi udara melebihi 21% kondisi ini disebut kondisi udara kaya Oksigen.Yang dapat menyebabkan meningkatnya kecepatan proses pembakaran. Dalam kondisi kaya oksigen materi-materi akan menunjukkan sifat yang berbeda-beda. Materi yang dapat terbakar diudara normal akan lebih mudah tersulut dan terbakar dengan cepat pada kondisi udara kaya oksigen, bahkan beberapa materi berbahan dasar minyak bumi dapat menyala sendiri, materi yang tidak bisa terbakar pada kondisi udara normal dapat terbakar hebat pada kondisi udara kaya oksigen misalkan bahan tahan api yang diproduksi oleh NOMEX tidak bisa terbakar pada kondisi udara normal akan tetapi dapat terbakar dengan cepat pada kondisi udara dengan kadar Oksigen 31%. Kebakaran dalam yang terjadi di kondisi udara kaya Oksigen akan sangat sulit ditangani. Misalkan kebakaran yang terjadi di instalasi perawatan kesehatan dan kawasan industry 2. Bahan Bakar Pada dasarnya bahan yang terbakar adalah materi gas/uap yang dihasilkan oleh bahan bakar tersebut. Sebatang kayu memerlukan panas yang cukup untuk menghasilkan uap yang mudah tersulut, oleh sebab itu dibutuhkan energy yang besar untuk membakar kayu. Begitu juga dengan bahan bakar cair juga membutuhkan energy untuk menghasilkan gas yang mudah tersulut. Bahan-bakar berbentuk gas dapat menjadi bahan bakar paling berbahaya di antara jenis-jenis bahan bakar lainnya karena bahan-bakar gas tersebut telah berada dalam bentuk yang secara alami siap dinyalakan. Tidak diperlukan energy yang besar untuk proses penguapan dan pembakaran. Dalam proses pembakaran diperlukan campuran udara dan bahan bakar/uap banan bakar yang sesuai, yang dikenal dengan LFL (lower flammable limit) = Terlalu miskin bahan bakar = batas minimum campuran udara dan bahan bakar untuk mendukung terjadinya proses pembakaran, UFL (Upper flammable limit) = terlalu kaya bahan bakar = batas maksimamum campuran udara dan bahan bakar untuk bisa terjadinya proses pembakaran 3. Panas Panas dalam proses pembakaran bisa diperoleh dari adanya sumber panas terbuka yang memungkinkan terjadinya kontak dengan udara dan bahan bakar, misalkan panas dari api terbuka, peralatan listrik, panas permukaan pipa atau panas dari alam 4. Reaksi berantai Pembakaran Reaksi pembakaran merupakan reaksi kimia yang membutuhkan oksigen dan menghasilkan panas (eksotermis), dalam siklus nyala api adalah reaksi oksidasi kimia oksotermal secara berantai. Diposkan oleh Bekti Widi Admaja di 12:29 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Rabu, 22 Desember 2010 Pekerjaan listrik dirumah Bismillah OK..untuk pekerjaan listrik dirumah kita tidak bisa terlalu idealis mengenai safety regulation ataupun tool standard, disini kita tekankan dimana kita bisa melaksanakan pekerjaan itu dengan selamat dan aman. Karena kondisi ekonomi setiap orang berbeda mungkin beberapa orang akan kesulitan untuk membeli tool yang standard electrical work. Pertama-tama sebelum saudara melakukan pekerjaan perbaikan listrik dirumah sebaiknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu : Kemampuan saudara untuk pekerjaan listrik, jika anda kurang paham mengenai listrik sebaiknya memanggil teknisi listrik saja. Kondisi apakah memungkinkan untuk melakukan pekerjaan itu Saat anda akan melukan perbaikan sebaiknya anda mematikan seluruh instalasi listrik dirumah anda Yakinkan semua peralatan anda terisolasi dengan baik Yakinkan anda menggunakan APD (alat pelindung diri) yang baik dan benar Saya rasa cukup 5 hal itu saja yang perlu diperhatikan oleh saudara apa bila akan melukan pekerjaan listrik dirumah (kalo diperusahaan akan lain lagi..he..he..he) Kita bahas satu persatu dulu Apabila anda sudah yakin dengan kemampuan anda maka silahkan perbaiki instalasi listrik dirumah anda, pertama saudara harus memperkirakan penyebab kerusakan,

jangan sampai terjadi kasus yang mati bola lampunya tapi yang anda perbaiki sakelarnya gak nyambung deh,.... Jika terjadi kerusakan yang disebabkan oleh putusnya kabel, sehingga menyebabkan anda harus naik keatas plafon/wuwungan rumah maka : carilah bantuan karena anda butuh teman yang selalu setia menunggu dan memantau dibawah saat anda berada diatas wuwungan/plafon (buat jaga-jaga jika anda tiba-tiba pingsan paling tidak ada yang bantuin cari pertolongan). Bukalah manhole/jalan masuk ke plafon dan tunggu 10-15 menit baru anda boleh masuk ke plafon. Kondisi manhole/jalan masuk harus selalu dalam keadaan terbuka, kalo bisa beberapa gentengnya dibuka untuk menambah penerangan dan ventialsi udara. Jangan masuk plafon jika tercium bau tidak sedap. Siapkan tangga yang tingginya mencukupi, letakkan tangga diposisi yang aman dan stabil tangga yang ideal seperti gambar dibawah ini (akan tetapi tidak mutlak...soalnya dirumah bukan ditempat kerja) suruh rekan anda memegangi tangga disaat anda turun-naik tangga, Oh iya jangan lupa tangganya dikasih alas yang tidak licin untuk mencegah tangga tergelincir. Menginjak ke hal yang lain yaitu kondisi, Kondisi yang saya maksud disini yaitu cuaca jangan memperbaiki instalasi listrik saat cuaca sedang hujan. Jangan memperbaiki listrik saat ada acara keluarga dirumah (bisa di omelin sama istri entar..he..he..he) Mematikan aliran listrik adalah wajib hukumnya bagi anda yang akan memperbaiki listrik, perlu diingat setelah dimatikan jangan sampai ada orang yang menyalakan listrik tanpa sepengetahuan anda karena hal itu sangat berbahaya bagi keselamatan anda, untuk menghindari hal tersebut sebaiknya informasikan kepada seluruh anggota keluarga kalau anda akan memperbaiki listrik. Pasanglah Tag Out / informasi yang diletakkan di KWH meter /sakelar agar tidak dinyalakan oleh orang lain. Perlu diperhatikan apabila anda menggunakan 1 KWH meter untuk beberapa rumah (biasanya rumah didesa), akan sangat berbahaya bila anda tidak memasang Tag Out di KWH, karena kemungkinan ada orang lain yang menyalakan tanpa sepengetahuan anda., dibawah ini contoh Tag Out di Perusahaan Inti dari Tag Out yaitu : Mudah dilihat Terikat kuat Berisi Informasi minimal : DILARANG DINYALAKAN DALAM PERBAIKAN, Nama Yang meletakkan Tag Out Bahan dan format tidak mutlak seperti gambar diatas, bisa dibuat dari kertas dan ditempelkan dengan isolasi yang kuat tidak masalah, asalkan Tag Out tidak mudah terbang terbawa angin, dan mudah terlihat JANGAN LUPA SELALU Periksa ujung kabel dengan tespen sebelum anda menyentuhnya..... Alat-alat / tool yang anda pakai semuanya harus terisolasi dengan baik, tang, obeng, cutter, dan lainnya kalo memang ada isolasi dari alat yang rusak maka tambahkanlah selotip (bila terpaksa, lagi bokek buat beli tool baru). Pastikan alat-alat yang anda pakai tidak dalam kondisi basah, karena percuma isolasi alat baik tapi basah akan tetap menghantarkan listrik. Gunakan APD (Alat Pelindung Diri) yang layak, misalkan sarung tangan (bila ada), sepatu (bila ada), sendal (harus), baju (harus), celana (harus). Ingat semua APD tidak boleh basah Harus kering Demikian Tips dari saya semoga bermanfaat, bila ada yang menambahkan silahkan