Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS TEGANGAN DALAM PROSES PEMBENTUKAN

Dalam suatu proses pembentukan tegangan dan regangan memegang peranan yang sangat penting. Dengan kita mengetahui tegangan dan regangan yang mampu diterima pada suatu benda maka akan dengan sangat mudah kita dapat menentukan berapa beban yang sesuai sehingga suatu proses pembentukan dapat berhasil. Oleh karena itu dibutuhkan suatu metode analisa dalam suatu proses pembentukan. Adapun metode - metode analisa tegangan yang dapat diterapkan pada suatu proses pemebentukan, antara lain sebagai berikut : 1. Metode slab (slab methode) ; dimana deformasi dianggap homogen 2. Metode energi deformasi seragam ; menghitung tegangan pembentukan rata-rata berdasarkan kerja deformasi plastik 3. Penyelesaian batas atas dan batas bawah ; didasarkan pada teori analisis batas, menggunakan tegangan dan medan kecepatan untuk menghitung batas-batas beban pembentukan yang sebenarnya 4. Toeri medan garis-gelincir ; memungkinkan perhitungan tegangan-tegangan pada titik untuk keadaan regangan bidang. 5. Metode elemen hingga ; suatu teknik yang disebut metode matrik memungkinkan pertambahan deformasi yang besar untuk bahan plastik baku serta mengurangi waktu komputasi. Selain itu menurut kami dalam suatu proses pembentukan ada hal penting yang selalu harus diingat sebelum melakukan suatu proses pembentukan,yaitu kriteria luluh. Mengapa demikian untuk lebih jelasnya akan dijabarkan sebagai berikut: Metode Slab Mengasumsikan bahwa logam akan berdeformasi secara seragam pada daerah deformasi. Suatu kisi persegi yang terdapat pada daerah deformasi akan berubah secara seragam menjadi elemen elemen empat persegi panjang Seperti terlihat pada gambar, suatu strip lebar ditarik melalui cetakan tanpa gesekan dengan sudut liputan total 2. Karena tebal awal. Strip dianggap jauh lebih kecil dibandingkan lebarnya. Maka kondisinya mendekati deformasi regangan bidang, tanpa regangan pada arah lebar. Elemen sebelum masuk cetakan panjangnya dx

menerima bebean tegangan memanjang x dan tegangan vertikal y, disebabkan oleh tekanan cetakan p. Suatu karakteristik metode strip ialah bahwa tegangan tersebut diatas dianggap sebagai tegangan-tegangan utama. Keseimbangan gaya pada arah x terdiri dari dua komponen 1. Disebabkan oleh perubahan tegangan memanjang terhadap x yang bertambah secara positif kearah kiri (x + d x) (h + dh) w x h w 2. Akibat tekanan cetakan pada kedua antar permukaan 2 p (w dx / cos ) sin Untuk memperoleh hubungan antara x dan p, kita tinjau keseimbangan gaya pada

arah y (vertikal) y dx w + p cos (w dx / cos ) = 0 y = - p Kedua tegangan-tegangan utanma dapat dihubungkan dengan menggunkan kriteria luluh 1 3 = 2k = 2 o / 3 = o x + p = o atau p = o x Maka ; tegangan dalam arah sumbu pada bagian keluar cetakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan deformasi pada keadaan tanpa gesekan adalah:

xa = 2 / 3 o ln hb / ha
= 2 / 3 o ln 1 / 1 r

Metode energi deformasi seragam Metode ini lebih singkat dalam hal analisa dan jauh lebih sederhana. Perhatikan kasus silinder yang diberi beban tarik. Kenaikan kerja yang dibutuhkan untuk menambah panjang L adalah W = P L = A L dimana adalah tegangan luluh rata-rata. Energi deformasi tiap satuan volume adalah W / V = (A / A) (L / L) = (L / L) Kerja plastik deformasi tiap satuan volume adalah: Up = d = L / L = ln (L1 / L0) Jika kita terapkan rumus ini untuk menarik kawat bulat dari luas Ab menjadi luas Ac W = Pa La = UpV = Aa La ln (Lb / La) Pa = Aa ln Lb / La = Aa ln (Aa / Ab) Maka, tegangan tarik adalah:

xa = Pa / Aa = ln (Aa / Ab) xa = o ln 1 / 1 r

atau

Teori medan garis gelincir (slip line theory) memungkinkan perhitungan tegangan tegangan pada titik titik untuk keadaan regangan bidang

Sering digunakan sebagai metode pendekatan pertama analisis proses pengerjaan logam yang tidak mengasumsikan deformasi homogen seragam. Teori medan garis gelincir untuk regangan bidang memungkinkan penentuan tegangan dalam benda yang diubah bentuknya secara plastis, bilamana perubahan bentuk itu tidak merata pada seluruh benda

Garis tegangan geser maksimum terjadi dalam dua arah ortogonal dan , garis tegangan geser maksimum ini disebut slip line dan mempunyai sifat bahwa regangan geser mencapai mksimum dan regangan linear sama dengan nol dalam arah singgung.

Gambar 1. analisis slip line

Gambar 2. Analisa gaya dengan metode slipline

Variasi tekanan hidrostatis p dengan perubahan arah garis slip diberikan oleh persamaan Hencky , sebagai berikut: P + 2 k = konstan sepanjang garis P - 2 k = konstan sepanjang garis

Pembebanan uniaxial pada plane strain 2-D

Tekanan Hydrostatic ;dimana p adalah tekanan hidrostatis Saat yield: Terdapat 2 persamaan sebagai berikut . . (Pers 1) .. (Pers 2) Maka :

Tensor tegangan pada tekanan hidrostatik adalah, sbb:

Kesetimbangan Gaya:

Metode elemen hingga (finite element method) Metode elemen hingga (FEM) merupakan cara yang sangat baik untuk menentukan tegangan dan defleksi dalam kontruksi yang sulit diselesaikan secara analitik Pada metode ini konstruksi dibagi menjadi jaringan yang terdiri dari elemen Analisa elemen hingga dikembangkan dari metode matriks untuk analisa kecil yang dihubungkan satu sama lainnya pada titik node struktur ditunjang oleh komputer digital yang memungkinkan diselesaikannya sistem dengan ratusan persamaan simultan.

Gambar 3. Permodelan Struktur metode elemen hingga

Metode elemen hingga untuk analisa stuktur yang bisa dimodelkan

sebagai garis. Rangka dibagi menjadi tiga: 1. Truss / Rangka batang 2. Beam / balok 3. Frame / Portal

Pada Metode Elemen Hingga menggunakan prinsip superposisi, sebagai


P2 d1 d2 d3 P3 P Undeformed Shape

berikut: P1

d
deformed Shape

d1 = f11 P1 + f12 P2 + f13 P3 d2 = f21 P1 + f22 P2 + f23 P3 d3 = f31 P1 + f23 P2 + f33 P3


d= 1 P K

d1 d2 d3

f11 = f21 f31

f12 f22 f32

f13 f23 f33

P3 P3 P3

Matriks Displacement

Matriks fleksibilitas

Matriks Force

Adapun Persamaan yang sangat diperlukan pada program elemen hingga

yang menggunakan displacement atau strains sebagai variabel utama, sbb: d = Atau; d1 d2 d3 d 2 h C K

2 -1 -1

-1 2 -1 2

-1 -1 3

1 2

Dalam suatu proses pembentukan ada hal penting yang harus diperhatikan yaitu kriteria luluh, karena dalam suatu proses pembentukan adalah bekerja pada daerah plastis, dalam teori plastisitas, prediksi estimasi kondisi dimana mulai terjadinya deformasi plastic, bila material dibebani oleh kombinasi tegangan (multi aksial) adalah sangat penting Kriteria luluh dibagi menjadi 3 yaitu 1. Kriteria Rankine ( Teori Tegangan Normal Maksimum)
maks = x + y x y 2 + ( ) + ( xy ) 2 2 2
maks = 1 ys luluh

Kondisi tegangan biaxial Kondisi tegangan multiaxial

2. Kriteria Tresca ( Teori Tegangan Geser Maksimum )

maks

= (

x y 2 ) + ( xy ) 2 2

Kondisi tegangan biaxial

maks =

1 3 ys luluh 2

Kondisi tegangan multiaxial

3. Kriteria Von Misses ( Teori Energi Distorsi)

eq =
Atau

2 ( 1 2 ) 2 + ( 2 3 ) 2 + ( 3 1 ) 2 2 2
1 2 2 2 2 ( x y ) 2 + ( y z ) 2 + ( z x ) 2 + 6 xy + yz + zx 2 2

eq =
Bila;

)]

eq ys luluh