Anda di halaman 1dari 6

ZERO BASED BUDGETING (ZBB)

ENDRI SANOPAKA STISIPOL RAJA HAJI

ZBB merupakan sistem penganggaran yang didasarkan pada perkiraan kegiatan tahun yang bersangkutan, bukan pada apa yang telah dilakukan pada masa lalu. ZBB mensyaratkan adanya evaluasi atas semua kegiatan atau pengeluaran dan semua kegiatan dimulai dari basis nol, tidak ada level pengeluaran minimum tertentu.

LANGKAH2 PENYUSUNAN ZBB


Tiga langkah penyusunan ZBB adalah :
Identifikasi unit keputusan Membangun paket keputusan Meninjau ulang dan peringkat paket keputusan

Keunggulan :
Proses pembuatan paket keputusan dapat menjamin tersedianya informasi yang lebih bermanfaat bagi kepentingan manajemen; Dana dapat dialokasikan dengan lebih efisien karena terdapat beberapa alternatif keputusan dan alternatif pelaksanaan keputusan tersebut; Setiap program dan kegiatan selalu ditinjau ulang; Pengambilan keputusan dapat memperoleh informasi mengenai kegiatan yang ada dalam kondisi kritis dan mendesak.

Kelemahan :
Tidak mudah untuk diterapkan; Tidak semua kegiatan dapat disusun menurut ranking keputusan secara konsisten; Terlalu mahal dan memakan banyak waktu; Memerlukan keahlian khusus dalam penetapan prioritas; Memerlukan data lebih lengkap dan dukungan analisis yang cukup kuat; Sulit diputuskan bahwa satu kegiatan lebih penting dibanding kegiatan lainnya.

Contoh penerapannya :
Prosedur penganggaran diorientasi untuk pencapaian tujuan organisasi. Oleh sebab itu, penentuan tujuan menurut ZBB dapat dilakukan dalam tahapan sebagai berikut : Identifikasi unit keputusan seluruh kegiatan organisasi pemerintah dilakukan di berbagai unit kerja. Mengembangkan paket keputusan, yaitu : Paket keputusan Mutually Exclusive, paket keputusan ini dimaksud untuk mengidentifikasi beberapa alternatif yang sesuai fungsi manajemen. Paket keputusan Incremental, Paket keputusan ini mengidentifikasi macam kegiatan, biaya serta dampak kegiatan fungsi manajemen.