Anda di halaman 1dari 9

DAMPAK POSITIF GELEMBUNG EKONOMI BAGI PEMBANGUNAN EKONOMI DALAM SEKTOR PEMERATAAN DISTRIBUSI PENDAPATAN DI INDONESIA

AINUN AZHAR NIM : 108 554 270, KELAS : PE 10 BB Fakultas Ekonomi, Univesitas Negeri Surabaya

Abstract
Problem economic bubble is moment which so worried by financial system of Indonesia, because appearance with capital flow who does foreign investor whose try enter on money instrument of Indonesia. The capital not only enter with reversal it, but also out with reversal in a lot amount. The problem like that can be caused financial crisis and raise price goods (inflation). The aim from this article so that economic bubble which have negative effect can be conversional to positive effect, thus can be helping country in economic growth for increasing income per capita. Within use direct foreign capital for build factory of manufactures. Than, reducing unbalanced (gap between the poor dan the rich) income per capita in all regional at Indonesia. Power economic of Indonesia can give capital inflow from foreign investor feel having adventages and comfort with situation economic in Indonesia next. Key words : Economic bubble, economic growth, balance distribution of income per capita, Indonesia capital

Pendahuluan.
Rencana pemerintah Indonesia untuk merancang pembangunan ekonomi yang berstruktur untuk rencana jangka panjang. Berbagai sektor diarahkan, terutama sektor permodalan atau investasi langsung yang bertujuan untuk membangun beberapa sarana dan prasarana sebagai penunjang pembangunan ekonomi. Beberapa diantaranya ialah; infrastruktur, industri berbasis ekspor, koperasi dan UKM (usaha kecil menengah) untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam, dan rekasadana (manajer investasi) sebagai penompang perekonomian Indonesia. Gelembung ekonomi ialah penarikan modal asing langsung yang berjangka pendek secara tiba tiba keluar dari instrumen keuangan Indonesia dengan jumlah dana yang besar, dan dapat terjadinya krisis keuangan negara. Gejala munculnya gelembung ekonomi terlihat dari cadangan devisa negara yang meningkat secara signifikan dalam jangka waktu yang singkat, dana menumpuk di unstrumen jangka pendek misalnya SBI (sertifikat bank Indonesia) yang bertenor (jangka waktu) 3 bulan, menguatnya nilai tukar valuta asing rupiah terhadap dolar, dan turunnya harga emas dunia. Munculnya gelembung ekonomi

merupakan tantangan yang dihadapi oleh negara negara berkembang, seperti negara Indonesia yang memberikan yield (imbal hasil) modal yang tinggi daripada negara maju/industri lainnya. Pembangunan ekonomi merupakan kelanjutan dari hasil pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi merupakan meningkatnya pendapatan nasional keseluruhan yang terdiri berbagai aspek, seperti konsumsi, investasi, penerimaan pajak, ekspor neto (setelah dikurangi oleh nilai impor bersih). Djojohadikusumo, Sumitro. (dalam Rusdarti dan Kusmuriyanto, 2008:10) menyatakan bahwa pembangunan ekonomi, pertama merupakan usaha memperbesar pendapatan per kapita dan menaikkan produktivitas per kapita dengan jalan menambah peralatan modal dan skill (kemampuan), kedua pembangunan ekonomi merupakan usaha menambah peralatan modal dan kemampuan, agar satu sama lainnya membawa pendapatan per kapita yang lebih besar dan produktivitas per kapita yang lebih tinggi. Hal terpenting bagi negara ialah pembangunan ekonomi secara nasional, yang merupakan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan untuk jangka panjang, seperti perluasan lapangan pekerjaan, peningkatan pendapatan per kapita, sarana pendidikan dan kesehatan yang tercukupi, pembangunan infrastruktur penunjang pembangunan ekonomi seperti kantor pelayanan administrasi kepengurusan pembebasan tanah oleh investor dalam mendirikan usaha manufaktur (pengolahan).

Pembahasan.
Perkembangan ekonomi Indonesia memaksa pemerintah negara untuk mencari pinjaman modal kepada para investor dalam maupun luar negeri, untuk kepentingan perkembangan sektor riil yang akan menyerap banyak pengangguran sebagai prioritas khusus di daerah Indonesia bagian timur yang masih banyak menganut sistem barter daripada menggunakan mata uang asli negaranya sebagai pembayaran yang sah. Sebab hal itu, pembangunan berkelanjutan di daerah Indonesia timur, supaya arus perputaran uang di daerah tersebut bisa memberikan efek penggandaan yang lebih besar (efek multiplier). Pemerintah dan Menteri Perekonomian perlu mengarahkan investasi yang bersifat jangka pendek menjadi investasi riil yang berjangka panjang, agar dapat memperbaiki ketertinggalan negara Indonesia dan ketimpangan distribusi pendapatan per kapita masyarakat Indonesia bagian timur. Dampak gelembung ekonomi yang negatif tersebut bisa menjadi peristiwa yang ditunggu oleh masyarakat Indonesia terutama kalangan ekonom Indonesia, pada penanganan seperti birokrasi investasi, pembangunan akses jalan, dan prospek bisnis yang jelas arah dan tujuannya. Jika sebelumnya pemerintah mengharapkan investasi masuk ke Indonesia dengan menerbitkan surat berharga atau instrumen uang lainnya yang bertujuan agar cepat memperoleh valas (valuta asing) dengan cepat, dan dengan alih alih meningkatkan indeks gabungan keuangan Indonesia, supaya mengalami kenaikan berkala. Padahal yang terjadi dapat menimbulkan dampak pada kenaikan harga secara umum di Indonesia, lain halnya jika penyerapan hutang jangka panjang tersebut digunakan untuk kegiatan investasi yang produktif, seperti peningkatan produksi barang dan jasa bagi pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia umumnya pada Indonesia bagian timur. Disisi lain, penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam kegiatan penyehatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berplat merah atau dalam

arti sedang masa penyuntikan modal Pemerintah terhadap badan usaha negara yang mengalami kemunduran berkala, Pemerintah tidak memungkinkan untuk membantu memberikan dana APBN secara berkelanjutan dan keseluruhan terhadap badan usaha negara tersebut. Oleh karena itu, penerbitan saham perdana ke bursa saham, akan mempermudah memperoleh dana untuk penyegaran sistem keuangan usaha BUMN. Permodalan sangat dibutuhkan dalam membiayai pembelian peralatan dan tenaga kerja, untuk mengolah sumber daya alam Indonesia yang melimpah, selain itu juga pengendalian usaha seperti manajer dan sistem keuangan yang efisien untuk menanamkan keyakinan investor dalam memberikan kepercayaan kepada perusahaan yang Investor beli sahamnya. Seperti halnya melalui pelatihan oleh dinas sosial ketenagakerjaan, intensif terhadap kemampuan yang dimiliki setiap individu yang tujuannya supaya modal yang ada bisa terserap sesuai dengan tujuan, dan menghasilkan laba yang bisa menguntungkan bagi tenaga kerja, negara, dan investor. Kebijakan kebijakan yang diambil oleh pihak yang berwenang, dalam hal pembangunan ekonomi di daerah otonomi yang telah memperlakukan desentralisasi oleh Pemerintah sejak lama, untuk mendesain bentuk atau pola perekonomian daerah masing masing yang sesuai. Merombak kebijakan fiskal yang bisa menyesuaikan dengan musim investasi dan rekonsiliasi pembangunan ekonomi jangka panjang, pemerintah daerah bergerak dalam memberlakukan pengeluaran APBD yang ketat, misalnya defisit anggaran APBD harus berkurang 0,5 % dengan upaya penerimaan pajak dan non pajak segera dicairkan untuk pembentukan RAPBD tahun depan. Sasaran ekonomi akan cepat terwujud dengan membangun infrastruktur dan birokrasi administrasi pembangunan usaha berbasis segala jenis industri dipermudah oleh Pemerintah daerah dan Pemerintah pusat. Memanfaatkan momentum mendapatkan dana investasi yang murah (biaya bunga yang lunak/rendah), Indonesia bisa menggunakannya dengan menciptakan multiplier (efek penggandaan modal), maupun menambah cadangan devisa likuiditas negara dan mempermudah arus perdagangan ekspor-impor. Hal negatif muncul di setiap terjadinya jumlah uang yang beredar di masyarakat tidak terkendali oleh Bank Indonesia, akibatnya memicu timbul inflasi akibat banyaknya arus uang yang beredar di masyarakat, sehingga permintaan aktual lebih tinggi daripada permintaan potensial meningkat. Selanjutnya penjual menaikkan harga barang atau jasa sebagai respon efek sampingnya gejala gelembung ekonomi. Dari semua efek negatif yang dialami oleh perekonomian Indonesia, sebagian besar penyakit perekonomian dapat diubah menjadi hal positif, jika kita sebagai warga negara yang sadar akan bangsa kita serta keinginan pemerintah untuk mementingkan kepentingan umum demi peningkatan pendapatan perkapita masyarakat di seluruh Indonesia. Hal itu sesuai dengan peryataan yang dikemukakan oleh Darmin Nasution (2011:6), bahwa Pemerintah juga sadar situasi perekonomian global saat ini akan membuat aliran modal cepat berpindah pindah dalam waktu singkat, Pemerintah harus tetap mempertahankan iklim investasi yang kondusif dan stabilitas perekonmian dalam negeri. Kekuatan ekonomi di negara liberal ialah kekuatan pada para pemilik modal yang memperkerjakan karyawan / buruh untuk menghasilkan barang atau jasa, sehingga peningkatan pendapatan dari setiap individu ditentukan oleh pemilik modal (disebut investor). Kejadian itu juga banyak terdapat di daerah - daerah di Indonesia, pada akhirnya para pemilik modal akan memperoleh lebih banyak perolehan keuntungannya dari pada karyawannya dan menumbuhkan disparitas distribusi pendapatan per kapita.

Untuk bisa mengatasi permasalahan gelembung ekonomi, Pemerintah negara dan bank Indonesia melakukan mengkaji ulang kebijakan yang menyulitkan pembangunan berkelanjutan pada perluasan sektor industri manufaktur, menjaga kestabilan suku bunga acuan, merevisi undang undang pertanahan nasional (untuk mempermudah pembebasan tanah), membahas perubahan kebijakan fiskal khususnya kepada pengenaan pajak penanaman modal, dan merevisi undang undang ketenagakerjaan atas perusahaaan asing di Indonesia. Pada stigma masyarakat, tentang efek gelembung ekonomi yang buruk dapat dijadikan efek positif bagi permodalan yang bisa memajukan industrialisasi di Indonesia, dan menaikkan taraf hidup masyarakat Indonesia. Pembahasan dari solusi yang dilakukan Pemerintah dan Bank Indonesia, keyakinan akan timbulnya gelembung ekonomi yang lebih besar akan dapat di reduksi. Pertama dalam melakukan kajian ulang kebijakan di bidang manufaktur atau pengolahan bahan mentah menjadi barang siap jual dengan memberikan nilai tambah dari setiap produksinya. Industri yang bisa disebut hulu ke hilir merupakan kegiatan yang memanfaatkan sumber daya alam, serta menambah nilai tambah barang yang potensial di daerah melimpah akan bahan baku industri. Kedua, kestabilan tingkat suku bunga dan bunga bagi hasil sangat penting dalam mekanisme penanaman modal asing langsung maupun permodalan domestik, dan berpengaruh pada tingkat imbal hasil atas modal investor. Ketiga, revisi undang undang dilakukan agar pendirian usaha dipermudah, bahkan jika memungkinkan dapat dipersingkat. Keempat, kebijakan fiskal berupa reformasi pajak bagi investasi jangka panjang (investasi portofolio) Pemerintah perlu menaikkan tarif pajak, supaya tidak mengalami penarikan modal secara tiba tiba oleh investor asing, maka diberikan pungutan pajak yang tinggi bagi investasi jangka pendek. Sedangkan investor asing yang menanamkan modalnya dengan jangka panjang, diberi aturan pungutan pajak yang rendah, supaya Investor memutuskan untuk menaruh modalnya dengan jangka waktu yang lebih lama. Pernyataan yang dikemukakan oleh Darmin Nasution (2011:6) bahwa Bank Indonesia sebaiknya mengubah skema penempatan dana di SBI agar perlahan terbawa ke tenor (jangka) diatas enam bulan, sedangkan tenor yang enam bulan kebawah supaya dirilis melalui surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah itu sendiri. Aliran dana asing yang masung ke Indonesia harus terkontrol dan memiliki jangka waktu yang sekurang kurangnya satu bulan atau lebih, untuk memberikan kontribusi kepada negara Indonesia. Terakhir, merupakan partisipasi negara tuan rumah untuk negara Indonesia dari perusahaan asing yang mendirikan perusahaammya di Indonesia, supaya bersedia menampung tenaga kerja dari daerah sekitar atau orang orang ahli di Indonesia. Sehingga, penyerapan tenaga kerja lokal bisa ditambah kapasitasnya untuk mengurangi pengangguran, dan pemerataan distribusi pendapatan per kapita di Indonesia akan cepat terealisasi dalam waktu singkat. Menurut Agus Martowarjo (2011:5) menyatakan Pemerintah Indonesia juga mewaspadai dan terus memantau arus modal asing yang masuk ke Indonesia, Pemerintah menilai kebijakan Bank Indonesia menerapkan kebijakan menahan modal dengan satu bulan, supaya aliran odal tidak serta merta berpindah dengan cepat ke luar instrumen uang. Gambar yang menunjukkan belum adanya kesiapan Pemerintah Indonesia terhadap iklim investasi asing

Investor Asing

Investor Asing

Investor Asing

Instrumen Pasar Uang Jangka Pendek Indonesia

Penarika n Dana Secara Tiba Tiba Oleh Investor Asing

Keterangan : Aliran Dana

Dana Digunakan untuk Kegiatan Ekspor Impor

Dana untuk Membangun Industri Manufaktur

Tidak Ada Kebijakan untuk Mengatasi Aliran Dana Asing

Peranan lembaga pengatur keuangan negara sangat penting, hal itu disebabkan aliran dana investasi yang telah diklarifikasikan tempo/jangka pengembaliannya dapat memudahkan pendirian usaha secara cepat dan efisien dalam persyaratan pengembalian modalnya. Selain itu, pembangunan nasional yang telah berjalan akan terus berkembang secara teratur. Peranan tersebut sangat penting, sebab perekonomian indonesia sekarang ditompang oleh dana asing yang jumlahnya sangat banyak. Jadi jika fundamental perekonomian Indonesia tidak labil dalam menghadapi masalah seperti tekanan gelembung ekonomi, maka dana asing akan ditarik ke luar dan perekonomian Indonesia akan mengalami krisis keuangan, maupun resiko gagal bayar (hutang luar negeri), disebabkan dana modal asing telah digunakan untuk pengeluaran negara dalam rancangan RAPBN yang pada akhirnya mengalami defisit atau sebagai pembayaran perdagangan impor yang lebih tinggi dari nilai ekspor. Meskipun negara negara di Eropa dan Amerika Serikat sedang mengalami krisis keuangan, fondasi ekonomi Indonesia mampu menghadapi tekanan berat saat resesi Amerika Serikat tahun sebelumnya, karena bank Indonesia telah mengeluarkan kebijakan mengurangi cadangan simpanan bank terhadap penyesuaian anggaran untuk mengatasi tarikan oleh nasabahnya dan mendiskusikan tingkat suku bunga. Indonesia yang kini telah sedang optimis mengalami pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% - 6 % , dengan tambahan kenaikan peringkat investasi (sebagai negara layak investasi). Dengan raihan positif tersebut, bank Indonesia juga seharusnya menurunkan tingkat suku bunga acuan, supaya keyakinan yang sebelumnya dapat ditingkatkan menjadi tujuan investasi yang baik.

Menilik instrumen keuangan indonesia yang bersifat jangka panjang, diantaranya berupa saham, surat utang negara (SUN), investasi riil (properti seperti apartemen atau gedung), obligasi ritel Indonesia (ORI), surat berharga negara (SBN), warrant (surat berharga perusahaan), dan deposito memberikan banyak keuntungan bagi investor. Gambar yang menunjukkan setelah adanya kebijakan yang dilakukan pemerintah dan Bank Indonesia.

Investo r Asing

Investo r Asing

Instrumen Pasar Uang Indonesia

Pemerinta h Indonesia UKM dan Koperasi Perusahaan Berbasis Usaha Manufaktur

Bank Indonesia

Usaha Bidang Swasembada Pangan Nasional

Pemerintah dengan Bank Indonesia, merevisi kebijakan untuk aliran modal asing jangka pendek dengan reformasi penarikan pajak pada investor asing.

Keterangan : Aliran Dana Kemajuan negara Indonesia yang hanya terkonsentrasi kepada kekuatan perekonomian di pulau Jawa dan Sumatra semata yang memberikan kontribusi lebih banyak tingkat pertumbuhan ekonomi dari pada pulau pulau lain di Indonesia, akan menimbulkan dampak perluasan jumlah ketimpangan distribusi pendapatan per kapita. Wilayah diluar Jawa dan Bali diminati oleh investor karena ingin menggali migas (minyak dan gas) atau tambang mineral, jika Pemerintah Indonesia memberikan dana talangan pendidikan lebih di daerah Indonesia timur khususnya, meraih keuntungan demi keuntungan akan diperoleh. Keuntungan yang berupa peningkatan pembangunan ekonomi yang merata, penerimaan negara meningkat, dan sumber daya manusia berkualitas.

Penutup.

Indonesia dengan teratasinya gelembung ekonomi, maka eksistensinya di dunia perekonomian akan dinilai sebagai pelopor perubahan ekonomi global. Dukungan semua pihak untuk pemerintah demi pembangunan ekonomi melalui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan berdaulat kepada rakyat menjadikan sebagai penggerak kemajuan di tengah globalisasi serta krisis global. Usaha para Pemerintah Daerah untuk menjadikan daerah di Indonesia bagian timur khususnya, dengan melakukan berbagai usaha seperti ; 1. Membuat proposal rencana usaha yang menarik minat Investor asing baru, yang akan merambah usaha manufaktur yang bernilai tinggi dan berdaya saing di pasaran global. Kegiatan seperti mengadakan pameran skema perindustrian potensi daerah yang diisi oleh provinsi provinsi di Indonesia Timur, yang berskala internasional. 2. Meyakini tujuan Investor dengan membangun prasarana dan sarana sesuai kebutuhan pengembangan usaha, sebelum memulai usaha. 3. Pemerintah Daerah membuka kesempatan kepada angkatan kerja di seluruh Indonesia, untuk mengisi perusahaan yang akan dibangun Investor tersebut. 4. Meningkatkan kepercayaan Investor dengan cara memberikan hasil imbal balik yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, antara Pemerintah Daerah dan Investor. 5. Membangun tempat perdagangan, pariwisata, pendidikan, dan hiburan guna merealisasikan daerah dengan otonomi khusus. Selain itu, mempromosikan daerah masing masing kepada masyarakat Indonesia agar mengurangi ketimpangan jumlah penduduk, seperti Jawa dan Bali. 6. Memfokuskan swasembada, swadaya dan swakarya, untuk mencukupi kebutuhan daerah masing masing maupun keperluan daerah lainnya. Dengan cara seperti itu, maka seetiap provinsi di Indonesia tidaka akan mengalami ketimpangan dari segi kependudukan, dan distribusi pendapatan.

Kesimpulan.
Dampak gelembung ekonomi yang telah dikemukakan sebelumnya, usaha untuk menjadi negara industri bagi Indonesia, akan terwujud dengan aspek permodalan, bahan baku, dan tenaga kerja terampil dengan mayoritas di daerah bagian Indonesia timur yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah seperti di pulau Papua. Kejadian gelembung ekonomi dapat dijadikan perencanaan kelak kedepan dengan mempertimabngkan baik dan buruk kita menganggap penambahan modal di instrumen pasar uang Indonesia. Kekuatan ekonomi yang ditompang oleh permintaan konsumsi, investasi properti, dan investasi emas batangan karena menjanjikan kepada keuntungan imbal balik yang menarik. Dari para investor negara Indonesia akan lebih mempererat hubungan dengan negara asal investor tersebut, serta menjadi mitra kerja sama diluar bidang ekonomi untuk kelancaran seluruh sektor yang mengantarkan Indonesia menuju negara yang terbuka dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan disusunnya artikel ini, pembaca dapat menyempurnakan pemabahsan serta solusi yang disampaikan diatas, memperbaiki ejaan tulisan artikel ini yang sempurna dan memberikan solusi dengan cara efektif dengan kebijakan yang lebih baik serta efisien dalam mengatasi permasalahan gelembung ekonomi bagi perekonomian negara Indonesia.

Daftar Rujukan.
Martowarjo, Agus. 12 Desember, 2011. Dampak Gelembung Ekonomi Jawa Pos, hal. 5. Nasution, Darmin. 4 Desember, 2011. Dana Asing Membanjiri Indonesia. Jawa Pos, hal. 6. Rusdarti dan Kusmuriyanto. 2008. Ekonomi untuk Kelas XI IPS. Jawa Tengah:Tiga Serangkai. Torado, Michael P. 2000. Ekonomi Untuk Negara Berkembang. Jilid I alih bahasa. Agustinus Subekti. Ed. 3 Jakarta:Bumi Aksara. Tambunan, Tulus, T.H. 2001. Perekonomian Indonesia: Teori dan Temuan Empiris. Jakarta: Ghalia Indonesia.

ARTIKEL NONPENELITIAN
DAMPAK POSITIF GELEMBUNG EKONOMI BAGI PEMBANGUNAN EKONOMI DALAM SEKTOR PEMERATAAN DISTRIBUSI PENDAPATAN DI INDONESIA

Oleh AINUN AZHAR 108 554 270 PE 10 BB