Anda di halaman 1dari 3

Hal-hal yang di follow-up pada pasien-pasien nifas:

Pemeriksaan pasca persalinan meliputi : 1. Pemeriksaan keadaan umum: tekanan darah, frekuensi nadi, suhu, selera makan, dan keluhan pasien. 2. Keadaan payudara, puting susu dan produksi ASI. 3. Dinding perut, perineum, kandung kemih, rektrum. 4. Sekret yang keluar (lochia, flour albus). 5. Keadaan uterus.

1. Involusi (pengecilan) uterus Setelah janin dilahirkan fundus uteri kira-kira setinggi pusat, segera setelah plasenta lahir tinggi fundus uteri lebih kurang 2 jari di bawah pusat. Pada hari ke-5 pasca persalinan uterus kurang lebih setinggi 7 cm di atas simfisis atau setengah simfisis pusat, sesudah 12 hari uterus tidak dapat diraba lagi di atas simfisis. Bila pengecilan kurang baik atau terganggu, disebut sub-involusi. Penyebabnya antara lain endometritis, sisa plasenta, mioma uteri, atau bekuan-bekuan darah. Pada palpasi uterus teraba masih besar, fundus masih tinggi, lokia banyak, dapat berbau dan terjadi perdarahan. Pengobatan dilakukan dengan memberikan injeksi methergin setiap hari ditambah dengan ergometrin peroral. Bila ada sisa plasenta, lakukan kuretase. Berikan juga antibiotika sebagai pencegah infeksi.

2. Lochia Yaitu cairan sekret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas. a. Lochia rubra (cruenta): berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel desidua, verniks kaseosa, lanugo, dan mekonium, selama 2 hari pasca persalinan. b. Lochia sanguinolenta: berwarna merah kuning berisi darah dan lendir, hari ke 3-7 pasca persalinan. c. Lochia serosa: berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi, pada hari ke 7-14 pasca persalinan. d. Lochia alba: cairan putih, setelah 2 minggu

3. Buang Air Kecil

Buang air kecil harus secepatnya dilakukan sendiri. Kadang-kadang wanita sulit buang air kecil karena sfingter uretra ditekan oleh kepala janin dan spasme oleh iritasi m. sphincter ani selama persalinan, juga oleh karena adanya edema kandung kemih yang terjadi selama persalinan. Bila kandung kemih penuh dan wanita sulit buang air kecil, sebaiknya lakukan kateterisasi, sebab hal ini dapat mengundang terjadinya infeksi. Bila infeksi telah terjadi (urethritis, cystitis, pyelitis), maka berikan antibiotik.

4. Buang Air Besar Buang air besar harus sudah ada dalam 3-4 hari post partum. Bila ada obstipasi dan timbul berak yang keras, dapat diberikan obat pencahar (laxantia) peroral atau perrektal, atau dilakukan klisma. Karena jika tidak, feses dapat tertimbun di rektum, dan menimbulkan demam.

5. Rasa sakit (mules) Hal ini timbul akibat kontraksi uterus dan biasanya lebih terasa saat sedang menyusui. Hal ini dialami selama 2-4 hari pasca persalinan. Perasaan sakit ini juga timbul bila masih ada sisa selaput ketuban, plasenta atau gumpalan dari di cavum uteri. Bila ibu sangat mengeluh, dapat diberikan analgetik.

6. Laktasi Setelah persalinan, pengaruh supresi estrogen dan progesterone hilang. Maka timbul pengaruh hormon laktogenik (LH) atau prolaktin yang akan merangsang air susu. Di samping itu, pengaruh oksitosin menyebabkan mio-epitel kelenjar susu berkontraksi sehingga air susu keluar. Produksi akan banyak sesudah 2-3 hari pasca persalinan. Kelainan: a. Pembendungan air susu Terjadi karena penyempitan duktus laktiferus atau oleh kelenjar-kelenjar tidak dikosongkan dengan sempurna atau karena kelainan pada puting susu. Keluhan ibu berupa payudara bengkak, keras, panas, dan nyeri. Penanganan berupa terapi simptomatis (analgetika), kosongkan payudara (sebelum meyusukan pengurutan dulu atau dipompa sehingga sumbatan hilang). b. Mastitis Yaitu peradangan pada payudara disebabkan mikroorganisme terutama Staphylococcus aureus melalui luka pada puting susu, atau melalui peredaran darah. Berdasarkan

lokasinya, mastitis terbagi atas yang berada di bawah areola mammae, di tengah areola mammae, dan lebih dalam antara payudara dan otot-otot. Bila tidak segera diobati akan menyebabkan abses payudara. Profilaksis dengan mengadakan pemeriksaan antenatal dan perawatan putting susu selama dalam kehamilan. Penanganannya adalah menghentikan menyusukan bayi pada payudara yang sakit, berikan antibiotik, kompres dan pengurutan ringan, berikan analgetik dan antipiretik. c. Galaktokel Air susu membeku dan terkumpul pada suatu bagian payudara menyerupai tumor kistik, terjadi karena sumbatan air susu. Dapat hilang dengan sendirinya dengan pengurutan dan tekanan ketat. d. Kelainan puting susu Berupa puting susu bundar dan menonjol, terbenam dan cekung sehingga sulit menyusukan bayi, luka putting susu. e. Jumlah air susu Dapat berupa tidak ada air susu (agalaksia), air susu sedikit keluar (oligogalaksia), air susu sangat banyak (poligalaksia), air susu terus menerus keluar dalam waktu yang lama walaupun sudah menyusui bayi (galaktorea).

7. Demam Pasca persalinan, suhu badan ibu naik 0,5oC dari keadaan normal, tapi tidak melebihi 38oC. Dan sesudah 24 jam pertama suhu badan akan kembali normal. Bila suhu lebih dari 38oC berarti telah ada infeksi. Penanganannya dengan pemberian antipiretik.