Anda di halaman 1dari 2

PENCEGAHAN KARIES NON-FLUOR 1.

Oral Hygiene Penyikatan gigi dan flossing setiap hari membantu mencegah karies gigi dan penyakit periodontal. Sebaiknya, orang tua mendapat nasehat dari para profesional mengenai teknik oral hygiene pada anak-anak. Beberapa penelitian menunjujjan bahwa kebanyakan anak dibawah 10 tahun tidak mempunyai koordinasi mata-tangan yang diperlukan untuj mengusahakan oral hygiene yang adekuat; karenanya orang tua harus menerima tanggung jawab terhadap penyikatan dan flossing. Tingkat keterlibatan orang tua harus sesuai dengan kemampuan pertumbuhan anaknya. 2. Diet Pengurangan frekuensi memakan karbohidrat mencegah terjadinya karies gigi. Orang tua dan anak-anaknya harus dianjurkan menghindari makanan kecil antar-makan yang mengandung karbohidrat. Konsumsi dari permen karet, gula-gula, dan minuman ringan yang mengandung gula (manisol, sorbitol, dan aspartam (dengan tindakan pencegahan)) merupakan pendekatan yang efektif pada anak dengan sweet tooth. Lagipula, bayi harus disapih pada umur 1 tahun untuk menghindari masalah-masalah karies karena botol susu. Seandainya hal ini tidak mungkin, pada waktu tidur malam dan siang sebaiknya memakai botol berisi air putih saja.

Gambar : Karies karena minum susu dari botol

3. Tambalan gigi dan plastik Oral hygiene yang sangat baik dan pengobatan fluorida yang optimal hanya sedikit berpengaruh pada pencegahan karies ceruk dan fisura pada permukaan oklusal gigi. Penggunaan bahan tambalan terbukti efektif dalam mencegah karies ceruk dan fisura. Tammbalan adalah lapisan plastik yang secara profesional digunakan untuk permukaan gigi posterior. Fisura gigi merupakan tempat-tempat karies gigi yang paling umum karena fisura terlalu kecil untuk dibersihkan secara mekanik tetapi dapat mendukung produksi asam bakteri. Sebelum penggunaan tambalan menyebar luas, penurunan jumlah karies pada permukaan licin gigi tidak terjadi; anak-anak yang mengalami lesi gigi pada permukaan licin, sebelumnya telah melakukan perbaikan gigi namun tambalannya lepas. Yang paling efektif adalah jika penambalan segera dilakukan setelah gigi tumbuh, juga bila penambalan secara demikian diterapkan pada anak-anak dengan lubang yang dalam dan fisura pada gigi molar, yaitu gigi-gigi yang selama ini rentan terkena karies. Konsep penggunaan tambalan ini didasarkan pada pengasaran atau penggoresan permukaan email menggunakan asam lemah dan diteruskan dengan perlekatan plastik pada kepingan email yang tertinggal. Sistem goresan ini juga digunakan pada berbagai bahan plastik yang dipakai untuk memperbaiki gigi yang patah, untuk melekatkan bracket ortodontik dan untuk perbaikan bagian dalam gigi Dapus : Ilmu Kesehatan Anak vol.2 edisi 15 Oleh Behrman Klirgman Arvin. Penerbit : EGC. Tahun 2000