Anda di halaman 1dari 4

PERTANYAAN UNTUK 10 TOPIK

A. Topik I : Perbanyakan Tanaman Pertanyaan: 1. Bagaimanakah jika eksplan yang ditanam tidak tepat pada media? 2. Mengapa sumber eksplan seperti : kotiledon, hipokotildan kalus banyak digunakan dalam studi morfogenesis? 3. Manakah yang lebih unggul sumber eksplan dari kotiledon, hipokotildan kalus yang menghasilakan planlet yang baik? 4. Mengapa ilmu fisologi dan biokimia sagat diperlukan untuk mempelajari morfogenesis? B. Topik II : Kultur Pucuk Pertanyaan: 1. Teknik manakah yang lebih menguntungkan diantara teknik kultur pucuk dengan kultur mata tunas? 2. Apakah tujuan dari teknik kultur pucuk? 3. Mengapa ukuran pucuk sangat mempengaruhi keberhasilan kultur pucuk ini? 4. Mengapa pada kultur pucuk, banyak digunakan medium dengan konsentrasi sitokinin yang tinggi? C. Topik III : Embriogenesis Pertanyaan: 1. Berasal dari manakah pembentukan embrio somatik? 2. Apa yang dimaksud dengan embrio somatik?

3. Berasal darimanakah embrio somatik yang dihasilkan secara invitro? 4. Bagaimanakah kesimpulan Norstog tentang proses embryogenesis?

D. Topik IV : Kultur Embrio Pertanyaan : 1. Bagaimana fase perkembangan embrio berdasarkan makanan yang dibutuhkan? 2. Apa yang dimaksud dengan kultur embrio? 3. Apa saja kegunaan dari kultur embrio? 4. Berasal dari manakah pembentukan embrio somatik? E. Topik V : Kultur Meristem dan Mericlone Pertanyaan: 1. Apa yang dimaksud dengan kultur meristem? 2. Apakah kegunaan dari kultur meristem? 3. Disebut apakah tanaman yang dihasilkan dari kultur meristem? 4. Bagaimanakah caranya agar eksplan dari kultur meristem dapat

langsung diregenerasikan?

F. Topik VI : Kultur Akar Pertanyaan : 1. Pada umumnya media apakah yang dberikan pada kultur akar? 2. Bagaimana cara memperoleh kultur akar berambut? 3. Mengapa ZPT sitokinin tidak diperlukan dalam kultur akar? 4. Dalam pembuatan kultur akar, apakah yang pertama kali dilakukan?

G. Topik VII : Kultur Protoplasma dan Fusi Protoplasma Pertanyaan: 1. Apa yang dimaksud dengan Fusi protoplas? 2. Modifikasi genetik dengan Fusi protoplas bertujuan untuk? 3. Bagaimana protoplas yang diisolasi secara mekanik dan enzimatis? 4. Teknik Fusi protoplas dapat dikembangkan dengan cara?

H. Topik VIII : Kultur Kalus Pertanyaan: 1. Apa yang dimaksud dengan kultur kalus? 2. Kemampuan jaringan dalam membentuk kalus sangat terkait dengan? 3. Medium apa saja yang digunakan untuk kultur kalus? 4. Sub kultur yang berulang-ulang dengan sumber eksplan yang terdiri dari sel-sel yang heterogen dapat menyebabkan perubahan berupa?

I. Topik IX : Kultur Sel Pertanyaan: 1. Untuk tujuan apa umumnya kultur sel digunakan? 2. Media apa yang tidak boleh digunakan untuk memproduksi metabolit sekunder dalam kultur sel? 3. Eksplan apa yang digunakan dalam kultur sel? 4. Apakah tananaman triploid dapat digunakan sebagai sumber eksplan untuk kultur anter? Mengapa?

J. Topik X : Kultur Anter Pertanyaan: 1. Mengapa kultur anter (anther Culture) sering juga disebut sebagai kultur haploid? 2. Apakah tananaman triploid dapat digunakan sebagai sumber eksplan untuk kultur anter? Mengapa? 3. Fase perkembangan serbuk sari sangat menentukan keberhasilan dilakukannya kultur anter. Untuk tanaman tembakau dan serelia, pada fase apa sebaiknya dilakukan kultur anther? 4. Apakah semua tanaman dapat digunakan sebagai sumber eksplan kultur anter? Jelaskan!