Anda di halaman 1dari 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WI

Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LINGKAR TIMUR KOTA BENGKULU TAHUN 2011

Djusmalinar, Erli Zainal, Elvina Desmayanti

Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

High and low coverage of pregnant women to visit health facilities seen by the mother in obedience to antenatal care. One factor that could affect the ANC's visit is support her husband. The notion that the husband did not want to take his wife to their pregnancy to health center or other health services because busy and say it is the women's affairs so that the objectives of this study was to determine the relationship of husband's support of ANC visits increased in the Lingkar Timur Health Center of Bengkulu City in 2011. The research was conducted in Lingkar Timur Health Center of Bengkulu City in April-June 2011. This type of research is an analytical study, using cross-sectional design. In this study using primary and secondary data. The sampling technique was accidental sampling from the population numbered 82 people. The results of univariate analysis that the husband's support of ANC visits increased in pregnant women at health centers in 2011 East Circle largely classified as good (70.7%) and was conducted in full (63.4%). The results of the calculation of Chi square test statistic obtained value p value = 0.000

1 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

Key word : Support, visit ANC

Kehamilan adalah sebuah impian dan cara untuk mencapai kepuasan tertinggi untuk prestasi seorang ibu dan suami. Kehamilan dimulai dari pembuahan dan berakhir dengan kelahiran manusia baru. Kehamilan dan persalinan merupakan proses yang alami, tetapi bukannya tanpa resiko dan merupakan beban tersendiri bagi seorang wanita. Namun demikian tidak semua hasil persalinan dan kehamilan akan menggembirakan seorang suami, ibu dan bayi lahir sehat. Ibu hamil bisa menghadapi kegawatan dengan derajat ringan sampai berat yang dapat memberikan bahaya terjadinya ketidak nyamanan, ketidak puasan, kesakitan, kecacatan bahkan kematian bagi ibu hamil resiko tinggi, maupun rendah yang mengalami komplikasi dalam persalinan (Saifudin, 2002).

Saat ini angka kematian ibu di Indonesia masih tetap tinggi di kawasan ASEAN. Hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007, menunjukkan Angka Kematian Bayi (AKB) 34/1000 Kelahiran Hidup (KH), Angka Kematian Balita (AKBA) 44/1000 KH dan Angka Kematian Ibu (AKI) 228/100.000 KH. Target pencapaian sasaran di tahun 2015 yaitu AKB 23/1000 KH dan AKBA 32/1000 KH. Salah satu upaya yang dilakukan Departemen Kesehatan dalam rangka mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi adalah pendekatan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualitas, yaitu melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC). Tujuan dari ANC sendiri menurut Depkes RI (2008) adalah untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilan, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat, serta menghasilkan bayi yang sehat.

Kunjungan ANC yang teratur dan pengawasan yang rutin dari bidan maupun dokter selama masa kehamilan tersebut diharapkan komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum dapat dikenali secara lebih dini. Hal ini dapat mengurangi resiko kematian ibu hamil. Menurut Depkes RI (2008) faktor yang mempengaruhi pencapaian kunjungan KI dan K4 ibu hamil diantaranya adalah faktor internal (paritas dan usia) dan eksternal (pengetahuan, sikap, ekonomi, sosial budaya, geografis, informasi dan dukungan). Dampak dari ibu hamil yang tidak mengikuti ANC adalah : meningkatnya angka mortalitas dan morbilitas ibu, tidak terdeteksinya kelainan-kelainan kehamilan dan kelainan fisik yang terjadi pada saat persalinan tidak dapat dideteksi secara dini.

2 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

Cakupan pelayanan ANC dapat dipantau melalui pelayanan kunjungan baru ibu hamil (KI) untuk melihat akses dan pelayanan kesehatan ibu hamil sesuai standar paling sedikit 4 kali (K4) dengan distribusi sekali pada trimester pertama, sekali pada trimester kedua dan dua kali pada trimester ketiga. Menurut data Dinas Kesehatan Propinsi Bengkulu pencapaian KI dan K4 pada tahun 2009 adalah 95,20% dan 87,69% dan pada tahun itu juga tercatat ibu yang meninggal sebanyak 51 orang yang terdiri dari ibu hamil sebanyak 3 orang, ibu bersalin sebanyak 35 orang dan ibu nifas sebanyak 13 orang (Profil Kesehatan Kota, 2010). Dari 19 puskesmas yang ada di kota Bengkulu, ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya paling banyak terdapat pada Puskesmas Lingkar Timur, yaitu sebanyak 818 ibu hamil dengan kunjungan KI mencapai 89,24% dan K4 mencapai 85,94% yang dapat kita lihat pada tabel berikut :

Tabel 1.1Kunjungan Ibu Hamil (KI, K4) Kota Bengkulu Tahun 2010

NO

PUSKESMAS

IBU HAMIL

JUMLAH

KI

3 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

K4

Jembatan Kecil

323

322

99.69

295

91.33

4 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

Jalan Gedang

362

339

93.65

303

83.70

Lingkat Barat

200

188

94.00

5 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WI
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

177

88.50

Lingkar Timur

818

730

89.24

703

85.94

Sidomulyo

6 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WI
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

199

198

99.50

149

74.87

Kuala Lempuing

113

107

94.69

103

91.15

7 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

Nusa Indah

508

504

99.21

492

96.85

Sawah Lebar

505

446

8 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

88.32

440

87.13

Anggut Atas

363

334

92.01

324

89.26

10

9 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

Penurunan

362

271

74.86

256

70.72

11

Pasar ikan

385

277

71.95

10 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WI
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

375

97.40

12

Kampung Bali

279

271

97.13

248

88.89

13

Sukamerindu

11 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WI
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

370

369

99.73

358

96.76

14

Ratu Agung

275

255

92.73

192

69.82

12 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

15

Beringin Raya

337

310

91.99

247

73.29

16

Basuki Rahmad

619

605

13 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

97.94

596

96.28

17

Betungan

298

285

95.64

237

79.53

18

14 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

Kandang

298

271

90.94

241

80.87

19

Padang Serai

253

180

71.15

15 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WI
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

154

60.87

Jumlah Kota

6.867

6.262

91.19

5.890

85.77

Sumber : Dinkes Kota Bengkulu, 2010

Dari berbagai faktor yang mempengaruhi pencapaian kunjungan KI dan K4 diatas, keberhasilan upaya kesehatan ibu dan anak khususnya pemeriksaan kehamilan selain tergantung kepada petugas kesehatan, ada dukungan suami yang ikut serta dalam mengingatkan pemeriksaan kehamilan. Wanita hamil selama masa kehamilannya mengalami perubahan fisik dan juga

16 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

psikologis. Penelitian Werner (2001) menyebutkan bahwa perubahan fisik dan psikologis yang terjadi pada wanita hamil meningkatkan dependency need /kebutuhan. Penelitian tersebut juga menunjukan kebutuhan akan perhatian yang lebih besar, keinginan memastikan bahwa bantuan yang dibutuhkan telah tersedia dan keinginan akan keterlibatan teman dan keluarga. Hal ini diperkuat dengan penelitian Marks & Kumar (2001) yang menunjukan bahwa kecemasan yang dialami oleh wanita hamil lebih banyak terdapat pada mereka yang kurang mendapat dukungan sosial.

Faktor yang dapat mengurangi kecemasan yang terjadi pada wanita hamil adalah adanya dukungan suami yang didapat dari suami, keluarga atau saudara lainnya, orang tua, dan mertua. Dukungan suami yang didapatkan calon ibu akan menimbulkan perasaan tenang, sikap positif terhadap diri sendiri dan kehamilannya, maka diharapkan ibu dapat menjaga kehamilannya dengan baik sampai saat persalinan. Menurut BKKBN (2001) partisipasi suami dalam asuhan kebidanan dapat ditunjukkan dengan memberikan perhatian dan kasih sayang kepada istri, mendorong dan mengantar istri untuk memeriksakan kehamilan ke fasilitas kesehatan minimal 4 kali selama kehamilan, memenuhi kebutuhan gizi bagi istrinya agar tidak terjadi anemi, menentukan tempat bersalin (fasilitas kesehatan) bersama istri, melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan sedini mungkin bila terjadi hal-hal menyangkut kesehatan selama kehamilan dan menyiapkan biaya persalinan. Dengan adanya dukungan suami diharapkan wanita hamil dapat mempertahankan kondisi kesehatan psikologisnya dan lebih mudah menerima perubahan fisik serta mengontrol gejolak emosi yang timbul.

Dukungan suami yang tinggi disebabkan adanya dukungan emosional, dukungan insrumental, dukungan informasional, dan penilaian yang baik yang diberikan dari keluarga kepada ibu hamil, yang mampu menumbuhkan terjalinnya hubungan yang baik antara keluarga dan ibu hamil dan mencegah kecemasan yang timbul akibat perubahan fisik yang mempengaruhi kondisi psikologisnya (Safarino, 2003). Penelitian yang dilakukan Retnowati (2007) menyebutkan bahwa sebanyak 61,9 % ibu hamil mendapat dukungan dari suami mempunyai motivasi yang tinggi terhadap pemeriksaan ANC, penelitian ANC serupa dilakukan oleh Nurul Hidayati (2008) menunjukkan bahwa partisipasi suami dalam asuhan kehamilan dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan suami terhadap asuhan kehamilan.

Pada kasus psikologis atau kelainan jiwa yang berat perlu dorongan dan dukungan dari orang terdekat dalam keluarga. Pengaruh faktor psikologis atau kelainan jiwa terhadap kehamilan adalah ketidakmampuan pengasuhan kehamilan dan mempunyai potensi melakukan tindakan yang membahayakan terhadap kehamilan (Kusmiyati, 2008). Dari hasil studi pendahuluan, 3 dari 10 ibu hamil yang datang untuk memeriksakan kehamilannya mengatakan bahwa suaminya mau membantu pekerjaan di rumah tetapi tidak mau mengantar istri periksa ke Puskesmas karena sibuk atau mengatakan hal ini merupakan urusan perempuan.

17 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

Berdasarkan fenomena yang terjadi maka perlu untuk dilakukan penelitian lebih lanjut tentang Hubungan Dukungan Suami Terhadap Meningkatnya Kunjungan ANC pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur Tahun 2011.

METODE PENELITIAN

Populasi adalah keseluruhan dari suatu variabel penelitian yang menyangkut masalah yang diteliti (Nursalam, 2008). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh suami yang mempunyai ibu hamil dan masih terdaftar di Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu

Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili keseluruhan populasi (Nursalam, 2008).

Analisis univariat digunakan untuk memperoleh gambaran distribusi frekuensi dan proporsi dari variabel yang diteliti.

Analisis ini untuk menguji hipotesis hubungan antara dukungan suami dengan meningkatnya kunjungan ANC pada ibu hamil dengan uji Chi-Square.

HASIL PENELITIAN

18 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan dukungan suami terhadap meningkatnya kunjungan ANC pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur tahun 2011.

Tabel 4.1 Distribusi frekuensi dukungan suami di Wilayah Kerja

Puskesmas Lingkar Timur dari bulan April-Mei tahun 2011.

No

Dukungan suami

(F)

(%)

19 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

1.

2.

3.

Baik

Cukup

Kurang

58

18

70,7

22,0

20 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WI
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

7,3

Jumlah

82

100,0

Dari tabel 4.1 di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (70,7%)

dukungan suami baik.

Tabel 4.2 Distribusi frekuensi kunjungan ANC pada ibu hamil di Wilayah Kerja

21 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

Puskesmas Lingkar Timur dari bulan April-Mei tahun 2011.

No

Kunjungan ANC

(F)

(%)

1.

2.

Lengkap

22 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

52

63,4

Tidak Lengkap

30

36,6

Jumlah

82

100,0

Dari tabel 4.2 di atas didapatkan bahwa sebagian besar (63,4%) kunjungan ANC oleh ibu hamil

23 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

yang dilakukan secara lengkap.

Tabel 4.3 Hasil analisis hubungan dukungan suami terhadap meningkatnya kunjungan ANC di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur dari bulan April-Mei tahun 2011.

Dukungan suami

Kunjungan ANC

Total

24 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

Value

Lengkap

Tidak Lengkap

(F)

(%)

(F)

(%)

(F)

(%)

Baik

25 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

45

54,9

13

15,9

58

70,7

22,003

0,000

Cukup

3,7

26 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WI
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

15

18,3

18

22,0

Kurang

4,9

2,4

7,3

27 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WI
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

Jumlah

52

63,4

30

36,6

82

100

Dari tabel di atas didapatkan bahwadari 82 responden, sebagian besar (70,7%) dukungan suami kategori baik dengan kunjungan ANC mencapai (54,9%) sudah dilakukan dengan lengap. Serta sebagian kecil (7,3%) dukungan suami katagori kurang dengan kunjungan ANC mencapai (4,9%) sudah dilakukan dengan lengkap.

28 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

PEMBAHASAN

Dari tabel 4.1 dan 4.2 di atas didapat hasil sebanyak 70,7 % dukungan suami kategori baik dan sebanyak 7,3% dukungan suami kategori kurang, pada umumnya dukungan suami terhadap kunjungan ANC pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lingkar Timur tahun 2011 sebagian besar (70,7%) tergolong baik. Dukungan suami yang baik akan menyebabkan kunjungan ANC pada ibu hamil semakin lengkap dengan demikian ibu akan merasa tenang, nyaman, aman dan kehamilan pun akan sehat, sehingga harapan bahwa ibu dan bayi lahir sehat akan tercapai.

Hal ini sejalan pendapat Suryaningsih (2007) yang mengatakan bahwa dengan peran keluarga khususnya suami, sangat diperlukan bagi seorang wanita hamil. Keterlibatan dan dukungan yang diberikan suami kepada kehamilan akan mempererat hubungan antara ayah anak dan suami istri. Dukungan yang diperoleh oleh ibu hamil akan membuatnya lebih tenang dan nyaman dalam kehamilannya. Hal ini akan memberikan kehamilan yang sehat. Dukungan yang dapat diberikan oleh suami misalnya dengan mengantar ibu memeriksakan kehamilan, memenuhi keinginan ibu hamil yang mengidam, mengingatkan minum tablet besi, maupun membantu ibu malakukan kegiatan rumah tangga selama ibu hamil. Walaupun suami melakukan hal kecil namun mempunyai makna yang tinggi dalam meningkatkan keadaan psikologis ibu hamil ke arah yang lebih baik.

Hasil penelitian ini didukung juga oleh Sakinah (2005) yang menyatakan bahwa tinggi rendahnya cakupan kunjungan ibu hamil ke fasilitas kesehatan terlihat dengan kepatuhan ibu dalam melakukan antenatal care. Dukungan sosial memberikan peranan penting dalam setiap perkembangan

kehidupan manusia. Dukungan suami yang tinggi disebabkan adanya dukungan emosional, dukungan insrumental, dukungan informasional dan penilaian yang baik yang diberikan dari keluarga kepada ibu hamil, yang mampu menumbuhkan terjalinnya hubungan yang baik antara keluarga dan ibu hamil dan mencegah kecemasan yang timbul akibat perubahan fisik yang mempengaruhi kondisi psikologisnya. Dalam penelitian ini juga terdapat dukungan suami yang kurang dan ini berarti bahwa terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi baik atau tidaknya

29 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

dukungan suami terhadap kunjungan ANC bagi ibu hamil.

Sesuai dengan pendapat Harymawan (2007) yang mengatakan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi dukungan suami dalam perlindungan kesehatan reproduksi istri (ibu), seperti faktor budaya, dimana diberbagai wilayah di Indonesia terutama di dalam masyarakat yang masih tradisional (patrilineal) menganggap istri adalah konco wingking, yang artinya bahwa kaum wanita tidak sederajat dengan kaum pria, dan wanita hanyalah bertugas untuk melayani kebutuhan dan keinginan suami saja. Anggapan seperti ini mempengaruhi perlakuan suami terhadap kesehatan reproduksi istri, misal : kualitas dan kuantitas makanan yang lebih baik dibanding istri maupun anak karena menganggap suamilah yang mencari nafkah dan sebagai kepala rumah tangga sehingga asupan makanan untuk istri kurang, suami tidak empati dan peduli dengan keadaan ibu yang sedang hamil maupun menyusui anak, dan lain-lain.

Faktor pendapatan yang rata-rata 75%-100% penghasilannya dipergunakan untuk membiayai keperluan hidupnya bahkan banyak keluarga prasejahtera yang setiap bulan bersaldo rendah. Sehingga pada akhirnya ibu hamil tidak diperiksakan ke pelayanan kesehatan karena tidak mempunyai kemampuan untuk membayar. Atas dasar faktor tersebut di atas maka prioritas kegiatan GSI (Gerakan Sayang Ibu) ditingkat keluarga dalam pemberdayaan suami tidak hanya terbatas pada kegiatan yang bersifat anjuran (advocacy) saja seperti yang selama ini. Akan tetapi lebih bersifat holistic. Secara konkrit dapat dikemukakan bahwa pemberdayaan suami perlu dikaitkan dengan pemberdayaan ekonomi keluarga sehingga kepala keluarga tidak mempunyai alasan untuk tidak memperhatikan kesehatan istrinya karena permasalahan keuangan.

Hasil analisis bivariat didapat hasil penelitian bahwa dukungan suami yang baik menyebabkan kunjungan ANC pada ibu hamil dilakukan secara lengkap, namun dukungan suami yang kurang juga bisa menyebabkan kunjungan ANC pada ibu hamil dilakukan secara lengkap, dari hasil observasi peneliti ini terjadi karena kunjungan ANC pada ibu hamil dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan yang lengkap, ekonomi yang memadai dan juga keterbukaan dan kemudahan informasi yang didapat, sehingga tidak membatasi seorang ibu hamil untuk mengetahui pentingnya akan pemeriksaan kehamilan yang lengkap.

Faktor yang mempengaruhi pencapaian kunjungan KI dan K4 ibu hamil diantaranya adalah faktor internal (paritas dan usia) dan eksternal (pengetahuan, sikap, ekonomi, sosial budaya, geografis, informasi dan dukungan). Dampak dari ibu hamil yang tidak mengikuti ANC adalah meningkatnya angka mortalitas dan morbilitas ibu, tidak terdeteksinya kelainan-kelainan

30 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

kehamilan dan kelainan fisik yang terjadi pada saat persalinan tidak dapat dideteksi secara dini (Depkes RI, 2008).

Hasil penelitian ini diperkuat oleh Saifudin (2002) bahwa Informasi adalah keseluruhan makna, dapat diartikan sebagai pemberitahuan seseorang, biasanya dilakukan oleh tenaga kesehatan. Pendekatan ini biasanya digunakan untuk menggugah kesadaran masyarakat terhadap suatu inovasi yang berpengaruh terhadap perilaku, biasanya melalui media massa. Ibu yang pernah mendapatkan informasi tentang antenatal care dari tenaga kesehatan, media massa, maupun media elektronik akan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya melakukan antenatal care, sehingga ibu dapat teratur dalam melakukan kunjungan antenatal care.

Hal senada juga diutarakan oleh Harymawan (2007) bahwa dukungan sosial suami yang sangat diharapkan oleh sang istri antara lain suami mendambakan bayi dalam kandungan istri, suami menunjukkan kebahagiaan pada kelahiran bayi, memperhatikan kesehatan istri, mengantar dan memahami istrinya, tidak menyakiti istri, berdoa untuk keselamatan istri dan suami menunggu ketika istri dalam proses persalinan.

Pengalaman melahirkan atau paritas serta usia ibu hamil yang matang akan menjadikan pola pikir yang rasional dan matang tentang pentingnya melakukan pemeriksaan kehamilan, begitupun juga dengan pengetahuan, sikap, ekonomi dan informasi serta dukungan yang didapat pada ibu hamil. Dengan pengetahuan yang memadai, adanya sikap lebih baik tentang ANC, ekonomi yang mendukung, informasi yang didapatkan akurat serta dukungan yang baik dari keluarga, dengan kesemuanya itu berarti mencerminkan kepedulian ibu hamil terhadap kesehatan dirinya dan janin (Depkes RI,2008).

KESIMPULAN

1. Sebagian besar (70,7%) dukungan suami terhadap meningkatnya kunjungan ANC pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur tahun 2011 tergolong baik.

31 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WI
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

2. Sebagian besar (63,4%) Kunjungan ANC pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur tahun 2011 sudah dilakukan secara lengkap. 3. Ada hubungan bermakna antara dukungan suami terhadap meningkatnya kunjungan ANC pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur tahun 2011.

Diharapkan dapat dijadikan sebagai informasi khususnya para suami yang mempunyai istri hamil agar dapat lebih memahami tentang pentingnya partisipasi atau dukungan dalam pemeriksaan kehamilan, seperti dengan saling berbagi pengalaman dan pengetahuan antara masyarakat dengan ibu hamil maupun bagi sesama ibu hamil, sehingga terjadi perubahan perilaku seorang suami dan masyarakat untuk terus mendukung istrinya selama masa kehamilan terutama dalam pemeriksaan kehamilan yang lengkap.

Diharapkan petugas kesehatan dapat selalu menginformasikan dan memberikan pengetahuan yang baik melalui konsling atau penyuluhan kesehatan terutama dalam hal kunjungan ANC oleh ibu hamil yang didukung oleh suaminya, dengan begitu pemeriksaan ANC pada ibu hamil dapat dilakukan secara lengkap sehingga angka kematian ibu maupun bayi dapat ditekan.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. (2006). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta

BKKBN. (2001). Panduan Antenatal Care. Jakarta : BKKBN (diakses pada tanggal 8 Maret 2011), diunduh dari http://.depkes.go.id

32 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

Depkes RI. (2008). Panduan Pelayanan Antenatalcare. Jakarta : Depkes RI

(diakses pada tanggal 8 Maret 2011), diunduh dari http://www.depkes.go.id

Dinkes Proponsi Bengkulu. (2010). Profil Kesehatan Kota Bengkulu 2010. Bengkulu: Dinkes Kota Bengkulu

Harymawan. (2007). Dukungan Suami Dan Keluarga. (diakses pada tanggal 5 Maret 2011), diunduh dari http://www.infowikipedia.com .

Manuaba. (2008). Ilmu Kebidanan, Kandungan dan KB. Jakarta : EGC

Notoatmodjo, S. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta : Rineka Cipta

Nursalam. (2008). Metodologi penelitian. Jakarta : Salemba Medika

Nurul. H. (2008). Hubungan Tingkat Pengetahuan Suami dengan Partisipasi Suami dalam Asuhan kehamilan di Puskesmas 1 Toroh Kabupaten Grobogan Surakarta.( akses pada tanggal 6 Maret 2011), diunduh dari http://www.skripsi-KTI.com

di

Retnowati. (2007). Hubungan Antara Dukungan Suami Terhadap Motivasi ibu dalam Memeriksakan Kehamilan di Puskesmas Bathi Dolopo Madiun Jawa Timur. (diakses pada tanggal 6 Maret 2011), diunduh dari http://www.skripsi-KTI.com

33 / 34

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MENINGKATNYA KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI WIL
Senin, 19 Maret 2012 11:45 -

Safarino. (2003). Dukungan suami. Jakarta : Salemba Medika. (diakses pada tanggal 5 Maret 2011), diunduh dari http://www.worpress.com .

Saifudin. (2002). Buku Acuan Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yogyakarta : Yayasan Bina Pustaka Pustaka Sarwono Prawirohardjo. (diakses pada tanggal 6 Maret 2011), diunduh dari http ://www.Kesmas- unsoed.blogspot.com.

Sakinah. (2005). Antenatal Care. (diakses tanggal 5 Maret 2011), diunduh dari http://www.info-wikipedia.com .

Slamet B. (2007). Psikologi Umum. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Suryaningsih. (2007). Antenatal Care. (diakses pada tanggal 6 Maret 2011), diunduh dari http://www .lenterabiru.com.

34 / 34