Aplikasi Teknologi Produksi Bersih di Instalasi Pengolahan Air Minum (Studi Kasus PDAM Surabaya) Application of Cleaner Production

in Drinking Water Treatment Plant (Case study of PDAM Surabaya)
Mohammad Razif Jurusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111

ABSTRAK Dari hasil penelitian terdahulu bisa disimpulkan bahwa lumpur PDAM Surabaya (dari Instalasi Ngagel) dapat dimanfaatkan kembali sebagai : alum recovery, pembuatan batako, sebagai tanah urug untuk keperluan pertanian. Untuk memilih yang terbaik dari 3 alternatif tersebut telah dilakukan pemilihan teknologi memakai metoda AHP (Analytical Hierarchy Process) dengan bantuan program Expert Choice. Sebagai responden dipilih 5 orang pengambil keputusan di PDAM Surabaya dan 5 orang ahli teknologi produksi bersih di Jurusan Teknik Lingkungan ITS. Dari hasil analisis diperoleh bahwa teknologi alum recovery adalah teknologi produksi bersih yang terbaik dibandingkan dengan batako dan tanah urug. Dengan memakai metoda CBA (Cost Benefit Analysis) telah dilakukan penilaian kelayakan ekonomi untuk teknologi alum recovery, dan hasilnya menunjukkan bahwa teknologi produksi bersih berupa alum recovery ini ternyata cukup layak untuk diaplikasikan di PDAM Surabaya, khususnya di Instalasi Ngagel I, II, dan III. Kata kunci : alum recovery, AHP, CBA

ABSTRACT The results of the former research explained that the mud sediment of PDAM Surabaya can be reused as : alum recovery, bricks production, and land cover in the field of agriculture. AHP (Analytical Hierarchy Process) method selection was implemented with Expert Choice Program as assistance in order to choose the best option above 5 executives has been selected as respondent and 5 expert in cleaned production from Environmental Engineering Department of ITS Surabaya. The result of the analysing shows that alum recovery technology is the best choice in cleaned production technology. It’s better than using mud in brick production or in land cover. Economical proper test has been implemented by using CBA (Cost Benefit Analysis) method and the result shows that alum recovery technology is adequate to implement in PDAM Surabaya, especially in Ngagel I, II, III Installations. Keywords : alum recovery, AHP, CBA

1. PENDAHULUAN Proses pengolahan air minum oleh PDAM yang konvensional memang menghasilkan air bersih, namun sebagai hasil samping biasanya akan diperoleh lumpur endapan. Karena air baku mengandung lumpur sungai, maka dipakai alum untuk memisahkan lumpur tersebut, sehingga karakteristik lumpur yang masuk dan keluar instalasi sangat berbeda. Perbedaannya yang prinsip adalah adanya kandungan logam Aluminium (dari pemakaian senyawa aluminium sulfat) didalam lumpur endapan yang tergolong sebagai limbah bahan beracun dan berbahaya (Lewis, 1990).

2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Hasil penelitian terdahulu Berdasarkan hasil penelitian para peneliti terdahulu, dimungkinkan untuk mengatasi lumpur endapan PDAM Surabaya dengan aplikasi konsep produksi bersih, yaitu menerapkan alternatif teknologi sbb : 1. Melaksanakan teknologi alum recovery, yaitu mengambil alum didalam lumpur untuk dipakai kembali (Wahyudin dan Wulandari, 2001) 2. Melaksanakan teknologi reused , yaitu memanfaatkan lumpur sebagai bahan baku pembuatan batako (Maulanie dan Nurjati, 2002) 3. Melaksanakan teknologi reused , yaitu memanfaatkan lumpur sebagai tanah urug untuk pertanian (Andriati, 1989)

3. proyek dinyatakan tidak layak .∑ ---------(1 + r)t (1 + r)t dimana : NPV = Net Present Value r = tingkat diskonto B = Manfaat t = waktu C = Biaya ∑ = jumlah Apabila NPV > 0. Membuat matriks perbandingan berpasangan yang menggambarkan kontribusi relatif atau pengaruh setiap elemen terhadap masing-masing tujuan atau kriteria yang setingkat di atasnya. Nilai vektor eigen merupakan bobot setiap elemen. kriteria dan kemungkinan alternatifalternatif pada tingkatan kriteria yang paling bawah. Biaya pencegahan polusi adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Konsep Analytical Hierarchy Process (AHP) Ada beberapa konsep pokok AHP yaitu (Saaty. yang tergolong sebagai biaya mencegah polusi dan biaya polusi. 5.2. Setiap tambahan pengeluaran pada program ini menghasilkan pengurangan dalam hasil polusi. Selalu dapat diubah untuk menampung kriteria baru. Menurut Suparmoko (2000) perhitungan biaya dan manfaat memerlukan keahlian dalam menentukan nilai atau harga setiap barang dan jasa yang timbul maupun hilang karena suatu tindakan atau suatu kegiatan . Langkah ini untuk mensintesis judgment dalam penentuan prioritas elemen-elemen pada tingkat hierarki terendah sampai pencapaian tujuan. 1993) 1. Masyarakat biasanya menilai usaha-usaha permulaan pengurangan polusi itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan penilaian usahausaha berikutnya. Mengulangi langkah 3. 2. Bila elemen suatu tingkat tak dapat dibandingkan. Hirarki bersifat luwes. dan 5 untuk seluruh tingkat hirarki. Menghitung nilai eigen dan menguji konsistensinya. Membuat struktur hirarki yang diawali dengan tujuan umum. Menghitung vektor eigen dari setiap matriks perbandingan berpasangan. Langkah-langkah AHP Langkah-langkah dalam metode AHP meliputi (Suryadi. Biaya polusi dibagi (a) biaya yang dikeluarkan pemerintah atau swasta untuk menghindari kerusakan akibat polusi. tingkat baru dengan perbedaan yang lebih halus harus diciptakan. Tak ada batas bagi jumlah tingkat dalam satu hirarki. yaitu sasaran menyeluruh. Mendefinisikan masalah dan menentukan solusi yang diinginkan 2. 4. dengan n adalah banyaknya elemen yang dibandingkan. 2. Biaya program adalah pengeluaran pemerintah. dan (b) kerusakan kesejahteraan masya rakat sebagai akibat polusi. 3.. 6. atau lepas dan hilang (opportunity cost).2. Rumus dasar dalam analisi biaya dan manfaat adalah Bt Ct NPV = ∑ ------. 7. Pengertian dasar Cost Benefit Analysis (CBA) Menurut Reksohadiprodjo (2000) manfaat (benefit) merupakan nilai barang dan jasa bagi konsumen.4. Jika nilainya lebih dari 10 persen maka penilaian data judgment harus diperbaiki. dilanjutkan dengan subtujuansubtujuan. Tingkat lain mengandung beberapa elemen (biasanya 5 . 5. 3. 8.9). Perbandingan dilakukan berdasarkan “judgment” dari pengambil keputusan dengan menilai tingkat kepentingan suatu elemen dibandingkan elemen lainnya. perorangan dan/atau pemerintah untuk mencegah sebagian atau keseluruhan polusi sebagai akibat kegiatan produksi atau konsumsi. 4. Jika analisis manfaat dan biaya diterapkan pada program penanggulangan / pencegahan polusi. Melakukan perbandingan berpasangan sehingga diperoleh judgment seluruhnya sebanyak n x [(n1)/2] buah. maka proyek atau kegiatan itu dianggap layak dan sebaliknya bila NPV < 0. 2. jika tidak konsisten maka pengambilan data diulangi. Memeriksa konsistensi hirarki. Asumsi analisis dan perhitungan CBA Reksohadiprodjo (2000) mengajukan berbagai asumsi untuk mempermudah analisis sbb : 1. diukur dengan nilai pemanfaatan lain sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaan program.4. Suatu hirarki fungsional sistem kompleks dipecah menjadi bagian elemen pokoknya menurut hubungan esensial antar sesamanya. sedangkan biaya (cost) merupakan manfaat yang tidak diambil. Tingkat puncak hirarki fokus hanya satu elemen. 2. maka manfaat program adalah pengurangan biaya polusi. 2000) : 1.5. Orang telah mencoba untuk menentukan biaya pembuangan sampah atau limbah. yaitu sebagai akibat pengurangan polusi 2.

II. Kabag Instalasi Ngagel II Surabaya 5. II. dan III). METODOLOGI 3. Berdasarkan studi pustaka dapat ditentukan 3 alternatif aplikasi teknologi produksi bersih yang dapat diterapkan di PDAM Surabaya (Instalasi Ngagel I. 3. Performance sensitivity kelompok PDAM . harga alum. 2. dan III). 3. Pengumpulan data Data yang dikumpulkan adalah : a. dan gabungan yang digambarkan dalam Gambar 1. dan III). Direktur Umum PDAM Surabaya 2. Berdasarkan hasil kajian akan dilakukan analisis biaya dan manfaat untuk aplikasi teknologi produksi bersih yang terpilih di PDAM Surabaya (Instalasi Ngagel I. Menyusun definisi dari komponen hierarki c. II. Direktur Teknik PDAM Surabaya 3. aspek ekonomi • Sub kriteria aspek lingkungan : daya tampung lingkungan dan resiko kerusakan lingkungan • Sub kriteria aspek teknik : kemudahan konstruksi dan kemudahan operasional • Sub kriteria aspek ekonomi : kemurahan biaya dan manfaat yang didapat • Alternatif teknologi : alum recovery. Kabag Instalasi Ngagel I Surabaya 4. tanah urug b.2. dan III). Ahli Pengelolaan Kualitas Air Sungai 2. Untuk analisis biaya dan manfaat ini akan dilakukan perhitungan biaya yang diperlukan dan sekaligus dilakukan perhitungan besarnya manfaat yang akan diperoleh dalam satuan biaya 3. Data sekunder berupa pemakaian alum.1. 4. Menentukan rsponden. dengan urutan langkah sbb : a. terdiri dari : • 5 pengambil keputusan di PDAM Surabaya : 1. Berdasarkan data yang dikumpulkan dan hasil studi pustaka tersebut dapat dilakukan kajian pemilihan tekonogi produksi bersih lewat Surabaya Metoda analisis dilakukan lewat pendekatan sbb : 1. Kalab Rekayasa Proses ITS e. Kalab Teknologi Lingkungan ITS 5. Pemilihan teknologi memakai AHP Performance sensitivity Dari software Expert Choice didapat performance sensitivity kelompok PDAM. HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Ahli Pengolahan Air Minum 4. Pengolahan data Untuk mengolah kuesioner telah dipakai software Expert Choice. hasil penelitian terdahulu. pembuangan lumpur. pembuatan batako. Menyiapkan kuesioner untuk responden d. aspek teknik. 2. ITS.1. Menyiapkan susunan hierarki sbb : • Goal : Pemilihan Teknologi • Kriteria : aspek lingkungan.pendekatan AHP untuk PDAM (Instalasi Ngagel I. Data primer berupa kuesioner pengambil keputusan di PDAM dan pakar Lingkungan ITS b. Ahli Pengolahan Air Buangan 3. Dari analisa biaya dan manfaat ini bisa diperoleh ratio B/C (Benefit/Cost) untuk menilai kelayakan aplikasi teknologi produksi bersih di PDAM Surabaya (Instalasi Ngagel I. II. Kabag Instalasi Ngagel III Surabaya • 5 ahli produksi bersih dari Jurusan Teknik Lingkungan ITS Surabaya : 1. 2. Mengolah hasil kuesioner dengan MS Excel dan Expert Choice Kajian dan analisis Metoda kajian dilakukan lewat pendekatan sbb : 1. dan 3 Gambar 1.

3 % 10. Hasil pemilihan teknologi kelompok gabungan (PDAM + ITS) Jika dilakukan penggabungan persentase kriteria dan alternatif teknologi untuk ketiga gambar tersebut akan diperoleh hasil sebagai berikut : Kriteria Lingkunan Teknik Ekonomi Gambar 4. Alternatif terbaik bisa dilihat dari skema pohon hierarki pada Gambar 4.8 % ITS 59.2 % 11.3 % PDAM + ITS 74. Performance sensitivity kelompok ITS Gambar 3. Hasil pemilihan teknologi kelompok PDAM PDAM 65.8 % PDAM + ITS 58. Dengan memakai software Expert Choice telah ditentukan alternatif terbaik diantara t1 (alum recovery).5 % PDAM 56. Hasil pemilihan teknologi kelompok ITS Gambar 6. yang tidak jauh berbeda.8 % 18. t2 (batako) dan t3 (tanah urug). gabungan PDAM + ITS) terlihat adanya pola atau kecenderungan yang sama. Oleh sebab itu masih perlu dilihat alternatif teknologi yang terbaik.5 % 9. 5 dan 6. Performance sensitivity kelompok Gabungan (PDAM + ITS) Alternatif teknologi terbaik Jika dibandingkan hasil analisis sensitivity antara 3 kelompok responden (PDAM.1 % 22.0 % ITS 78.Gambar 2.9 % 10.9 % 22. Gambar 5.9 % 22. ITS.8 % 21.3 % 23.8 % 17.4 % Alternatif teknologi Alum Recovery (t1) Batako (t2) Tanah urug (t3) .9 % 15.

000.580.800 + 150.pertahun • Discount rate = 8 % Analisis biaya dan manfaat (CBA) Dari hasil perhitungan present value bisa diperoleh : a.000 KK) dengan tidak terjadinya dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat (biaya berobat) : 12 bulan x 10. karena berkurangnya lumpur alum yang dibuang ke sungai & muara :12 bulan x 20 ton ikan x Rp 6.000. Biaya Operasi dan Bahan (C) • Biaya tenaga kerja : 9 orang x 12 bulan x Rp 700.000.000.080. B/I ratio = 66.500.• Biaya tangki filtrat.000. aspek lingkungan memperoleh presentase tertinggi untuk semua kelompok.000.150 – 2.3.3.Total Manfaat (B) = Rp 74.000.807.000.-= Rp 63. Penilaian kelayakan memakai CBA Perhitungan komponen biaya 1. 4. Biaya investasi (I) • Biaya pengadaan lahan nol. Untuk aplikasi lebih lanjut diusulkan kepada PDAM Surabaya beberapa langkah sbb 1. Dari angka-angka perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa teknologi produksi bersih berupa alum recovery cukup layak ditinjau dari cost benefit analysis.636.448.000. Usulan Aplikasi Teknologi Bersih Berdasarkan hasil analisis memakai AHP dan CBA. B/C ratio = B : (C + I) = 638.000.500.000.817.237.000.080.• Biaya tangki lumpur.12 (cukup layak) NPV = B – (C + I) = 638..670 (571.786. • Kompensasi PDAM tidak membayar pollution fee akibat membuang lumpur kesungai (jika peraturan sudah diberlakukan) : 365 hari x 378.000.2.5 m3 sebesar Rp 42.000 = 446 (sangat layak) c.000.• Kompensasi biaya kesehatan masyarakat (setara 5 kelurahan = 10.000.000. maka aplikasi teknologi produksi bersih yang diusulkan untuk PDAM Surabaya adalah alum recovery. 30.(positif/layak) d.Total Cost (C) = Rp 66.-=Rp 52.000.738.000) = 1.• H2SO4 36 N : 6090 m3 x Rp 10.5 m3 sebesar Rp 30.Dari penggabungan terlihat bahwa dari segi kriteria. 1.000. Manfaat (B) • Penurunan pembelian alum oleh PDAM:(8.= Rp.800.000.000) = Rp 66.738. digunakan lahan kosong di IPAM Ngagel I.350.448.000.000.000. dan III.807.845. II.000= Rp 2.-=Rp 17.650.425. Net Benefit = Total B – Total (C + D) = Rp 638.780.000.000.Total Biaya Investasi (I) = Rp 150. Membuat & mengoperasikan pilot plant (reaktor penelitian skala laboratorium) untuk mengkaji ulang dan melengkapi data hasil penelitian Wahyudin (2001) .96 kg lumpur x Rp 200.500.000.000.000. yaitu mengambil kembali aluminium dari lumpur endapan untuk dipakai kembali (berulangkali) dalam proses pengolahan air minum di Instalasi Ngagel I.• Kompensasi tidak terjadinya dampak negatif terhadap biota air (ikan).904.945.560.= Rp 5.722.• Biaya energi pengadukan di tangki asidifikasi : 350 hari x Rp150.000.670.845.500.000.738.600.• Alum: 2.– (Rp 571.600.-/kg = Rp 27. 38.000.2.-= Rp 10.• Biaya perawatan : 350 hari x Rp50.725 ton x Rp1.000.000. • Kompensasi berkurangnya jumlah endapan lumpur di Kali Wonokromo yang perlu dikeruk untuk pengamanan banjir kanal Kota Surabaya (frekwensi pengerukan setiap tahun menjadi setiap dua tahun) :10 km panjang sungai x Rp 1.000.651..000. 10.725) ton =5425 ton x Rp 1.= Rp 75.670 : (571. 4.904..000.800 + Rp 85. Dari penggabungan alternatif teknologi terlihat bahwa teknologi t1 (alum recovery) adalah teknologi produksi bersih dengan persentase yang tertinggi dibandingkan dengan teknologi t2 (batako) dan teknologi t3 (tanah urug).722.b.000. dan III • Biaya tangki asidifikasi.000..904.725.815.= Rp.722.000.Perhitungan present value Dalam perhitungan Present Value telah dilakukan asumsi sbb : • Umur teknis ekonomis ditetapkan 15 tahun • Depresiasi investasi sebesar Rp 10.000.• Biaya pipa / perlengkapan sebesar Rp 13.000.000 KK x Rp 250.237.807.800 + 150.810 : 150.000. II.000.810.000. 81 m3 sebesar Rp 64.000) = Rp 66.

PDAM Surabaya masih bisa memanfaatkan lagi lumpur yang sudah tidak mengandung aluminium untuk bahan baku pembuatan batako (dengan sedikit keuntungan). sehingga mencegah terjadinya protes oleh masyarakat dan pemerhati lingkungan yang mulai meningkat kesadaran lingkungannya. Pustaka Binaman Pressindo. dan III. PDAM Surabaya disarankan mengkaji kemungkinan pemanfaatan lumpur yang sudah tidak mengandung aluminium untuk bahan campuran pembuatan batako. 3. Yogyakarta Wahyudin. 7. dan tangki penampung fitrat sesuai dengan hasil pilot plant dan detail disain di Instalasi Ngagel I. 4. Edisi Pertama BPPE. A. khususnya dari Instalasi Ngagel I. 4.P. II. D. Mengkaji kemungkinan pemanfaatan lumpur yang sudah tidak mengandung Aluminium ini untuk bahan campuran pembuatan batako. Dengan tidak membuang lumpur ke sungai. KESIMPULAN & SARAN Kesimpulan 8. & Nurjati C (2002) Pengendalian Banjir lewat Pemanfaatan Limbah Lumpur IPAM yang dibuang langsung ke sungai. PDAM Surabaya disarankan membuat konstruksi dan mengoperasikan unit alum recovery sesuai dengan hasil pilot plant dan detail desain. antara lain : 1. Surabaya.(2000) Ekonomi Lingkungan (Suatu Pengantar). M dan Suparmoko M. Surabaya. 5. berdasarkan hasil uji coba pilot plant. 1. Michigan. (2000) Ekonomika Lingkungan. 5. dan dengan memperhitungkan scale up faktor. W. dan III. (2001) Uji Kelayakan Recovery Alum pada Lumpur Hasil Proses KoagulasiFlokulasi di IPAM Ngagel III Surabaya. III. 3. Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS. dan tangki penampung fitrat sesuai dengan hasil pilot plant dan detail disain di Instalasi Ngagel I. dan III. Saran 1. Saaty T. Pengeluaran biaya untuk pembelian tawas hampir sebagian besar (2/3 bagian) dan biaya pollution fee dapat ditiadakan. tangki lumpur. Tugas Akhir. 2.2. dan III.B. (2001) Studi Optimasi Kombinasi Recovered Alum dan Tawas Asli 2. Wulandari. II. Jakrta Suparmoko. Reksohadiprodjo. 3. Tugas Akhir. Mengoperasikan tangki asidifikasi.E(1990) Environmen tal Chemistry and Toxicity of Aluminium. dan biaya ini bisa dikompensasikan untuk pembelian asam H2SO4 2. Inc. PDAM Surabaya termasuk kedalam kelompok perusahaan yang tidak mencemari lingkungan.N. ada beberapa manfaat akan diperoleh oleh PDAM Surabaya. Dengan menjalankan langkah-langkah diatas. 3. sehingga secara tidak langsung PDAM Surabaya akan memperoleh air baku yang kualitas airnya lebih baik (tidak tercemar). Surabaya. PDAM Surabaya disarankan membuat pilot plant dan detail desain untuk aplikasi teknologi alum recovery ini. DAFTAR PUSTAKA 1. II. Alum recovery adalah teknologi produksi bersih yang terbaik dibandingkan dengan pemanfaatan untuk batako dan tanah urug.T. Prosiding Seminar Nasional Insentif Ekonomi dan Teknologi dalam Pembangun an Berkelanjutan. 5. PDAM Surabaya masih menghasilkan lumpur endapan yang mengandung aluminium. Membuat detail disain dari tangki asidifikasi. 5. khususnya untuk Instalasi Ngagel I. Maulanie E. M. 4. Edisi 2. tangki lumpur. S.R. Membuat konstruksi tangki asidifikasi. Apabila budaya tidak membuang lumpur ke sungai ini bisa disosialisasikan dan ditiru oleh banyak industri pencemar sungai saat ini. maka dimungkinkan daya dukung lingkungan sungai tetap terjaga. Program Studi Teknik Penyehatan FTSP-ITS.L (1993) Pengambilan Keputusan bagi Para Pemimpin. Lewis. . BPFE. 6. Dengan mengaplikasikan teknologi produksi bersih PDAM Surabaya dapat pula mengupayakan meningkatkan kinerjanya dengan target memperoleh sertifikat ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan) dan sertifikasi ISO 14024 (Ekolabel). Puslit KLH ITS. Yogyakarta. Lewis Publishers. (1989) Studi Pemanfatan Langsung Lumpur dari Instalasi Penjernihan Air Minum Ngagel II untuk Tanah Pertanian dan Tanah Urug. dan Brodjonegoro. tangki lumpur. 2. Andriati. dan tangki penampung filtrat untuk Instalasi Ngagel I. 3. II. II. Dengan memakai metoda BCA aplikasi alum recovery cukup layak ditinjau dari ratio benefit/cost maupun nilai NPV.

Sebagai Bahan Koagulan pada Proses KoagulasiFlokulasi IPAM Ngagel III Surabaya. . Tugas Akhir. Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS. Surabaya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful