Anda di halaman 1dari 11

TUGAS LAPORAN INDIVIDU BLOK 6 SISTEM REPRODUKSI, UROPOETIKA, DAN ENDOKRIN UNIT PEMBELAJARAN SISTEM REPRODUKSI BETINA

Ditulis oleh: YEREMIA YOBELANNO SITOMPUL 10/300545/KH/06660 KELOMPOK 6

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2011

Learning Objective: 1. Bagaimana perkembangan secara embriologi sistem reproduksi? 2. Bagaimana struktur anatomi dan fungsi pada sistem reproduksi betina? 3. Bagaimana komparasi organ reproduksi betina antar kelas Pisces, Amfibi, Reptil, Aves, dan Mamalia?

Pembahasan:

1. Perkembangan sistem reproduksi A. Diawali dengan terbentuknya lapisan mesoderm di kedua sisi bumbung neural, notokorda dan endoderm pada periode tubulasi (Yatim, 1994) B. Mesoderm tersebut terdiri atas 3 bagian: 1. Epimere di bagian dorsal mioselom 2. Mesomere di bagian tengah nefroselom 3. Hypomere di bagian latero ventral splangnoselom Mesomer terpisah membentuk: a) Genital ridge (=gr), disebut juga krista genitalis yang menjadi bakal genital dan berlokasi di median embrio. b) Nefrotom (= nep) yang menjadi bakal ginjal dan berlokasi di lateral; tersusun metamerik; memiliki rongga yang disebut nefroselom (Yatim, 1994) Bakal genital disebut genital ridge, menonjol ke peritenium (coeloem) di ventral dan terletak di daerah antara mesenterium dorsale dan mesonephros. Jaringan ini terdiri dari epitel germinal dan jaringan rete dari mesonephros, bersama sel-sel mesenkim sekitar epitel germinal. Pada awalnya gonad terjadi pada tingkat indifferent atau bipotensial (belum bisa dibedakan antara genital jantan dan betina). Gonad dibina dari 3 sumber jaringan: 1. Sel benih induk (primordium germ cells)

Berasal dari kantong yolk, yang sesungguhnya berasal dari lapisan endodermnya. Sel benih ini kemudian bermigrasi ke genital ridge. Migrasinya dengan gerak amoeboid atau dengan diangkut pembuluh darah vitellin. Genital ridge sendiri mengandung zat yang bersifat

attractant bagi sel benih itu. Mirip seperti attractan yang d kandung ovum untuk menarik spermatozoa (fertilizin). Sel induk akan tumbuh menjadi gamet. 2. Epitel mesoderm (epitel germinal)

Epitel pelapis coeloem pada genital ridge. Sedangkan sel mesenkim berasal dari selsel di bawah epitel mesoderm itu. Epitel germinal akan membentuk untaian sel yang disebut sex-cord. 3. Sel mesenkim

Sel-sel mesenkim membina jaringan interstitial (Yatim, 1994).

Diferensiasi gonad menjadi testis berlangsung pada janin umur 8 minggu. Mula-mula gonad terdiri dari cortex dan medula. Cortex berdegenerasi dan medula menjadi tubuli seminiferi. Diferensiasi gonad menjadi ovarium, cortex tumbuh membina ovarium, medula menciut. Sex-sord menghasilkan sel-sel folikel yang akan menyelaputi dan memelihara pertumbuhan oosit. Ductus genitalis terdiri dari: (Yatim, 1994) 1. Ductus wolfii pada jantan.

Merupakan mesonephros. Ductus wolfii bagian anterior menjadi ductus epididimis dan selebihnya sampai di kloaka menjadi vas deferens. Glandula prostata dan glandula copper berasal dari difertikulum endoderm. Vesikula seminaris berasal dari divertikulum ducuts wolfii. Penis dan klitoris sama pertumbuhan awalnya, berupa evaginasi ektoderm. Pada jantan kemudian terbentuk bersama dengan terbawa nya sinus urogenitalis dari kloaka sehingga penis mengandung ductus urogenitalis. 2. Ductus mullerri pada betina.

Berasal dari pambentukan alur longitudinal ductus wolfii, kamudian menjadi saluran tersendiri yang smepurna sampai di kloaka yang disebut oviduct. Dilapisi jaringan pengikat dan otot dari sel-sel mesenkim kemudian berdiferensiasi mambentuk uterus dan vagina. 2. Struktur anatomi dan fungsi sistem reproduksi betina Makroanatomi

Genitalia Eksterna: (Frandson, 1992) A. Vulva

Tampak dari luar (mulai dari mons pubis sampai tepi perineum), terdiri dari mons pubis, labia mayora, labia minora, clitoris, hymen, vestibulum, orificium urethrae externum, kelenjar-kelenjar pada dinding vagina. B. Mons pubis / mons veneris

Lapisan lemak di bagian anterior symphisis os pubis. Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi rambut pubis. C. Labia mayora dan minora

Lapisan lemak lanjutan mons pubis ke arah bawah dan belakang, banyak mengandung pleksus vena. Ligamentum rotundum uteri berakhir pada batas atas labia mayora. Di bagian bawah perineum, labia mayora menyatu (pada commisura posterior). Lipatan jaringan tipis di balik labia mayora, tidak mempunyai folikel rambut. Banyak terdapat pembuluh darah, otot polos dan ujung serabut saraf. D. Clitoris

Terdiri dari caput/glans clitoridis yang terletak di bagian superior vulva, dan corpus clitoridis yang tertanam di dalam dinding anterior vagina. Homolog embriologik dengan penis pada pria. Terdapat juga reseptor androgen pada clitoris. Banyak pembuluh darah dan ujung serabut saraf, sangat sensitif. E. Vestibulum

Daerah dengan batas atas clitoris, batas bawah fourchet, batas lateral labia minora. Berasal dari sinus urogenital. Terdapat 6 lubang/orificium, yaitu orificium urethrae externum, introitus vaginae, ductus glandulae Bartholinii kanan-kiri dan duktus Skene kanan-kiri. Antara fourchet dan vagina terdapat fossa navicularis. F. G. Introitus/orificium vagina Terletak di bagian bawah vestibulum. Vagina

Rongga muskulomembranosa berbentuk tabung mulai dari tepi cervix uteri di bagian kranial dorsal sampai ke vulva di bagian kaudal ventral. Daerah di sekitar cervix disebut fornix, dibagi dalam 4 kuadran : fornix anterior, fornix posterior, dan fornix lateral kanan dan kiri. H. Perineum

Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Batas otot-otot diafragma pelvis (m.levator ani, m.coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor urethra). Perineal body adalah raphe median m.levator ani, antara

anus dan vagina. Perineum meregang pada persalinan, kadang perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur.

Genitalia Interna: (Frandson, 1992) A. Ovarium

Organ endokrin berbentuk oval, terletak di dalam rongga peritoneum, sepasang kirikanan. Dilapisi mesovarium, sebagai jaringan ikat dan jalan pembuluh darah dan saraf. Terdiri dari korteks dan medula. Ovarium berfungsi dalam pembentukan dan pematangan folikel menjadi ovum (dari sel epitel germinal primordial di lapisan terluar epital ovarium di korteks), ovulasi (pengeluaran ovum), sintesis dan sekresi hormon-hormon steroid (estrogen oleh teka interna folikel, progesteron oleh korpus luteum pascaovulasi). Berhubungan dengan pars infundibulum tuba Falopii melalui perlekatan fimbriae. Fimbriae "menangkap" ovum yang dilepaskan pada saat ovulasi. Ovarium terfiksasi oleh ligamentum ovarii proprium, ligamentum infundibulopelvicum dan jaringan ikat mesovarium. Vaskularisasi dari cabang aorta abdominalis inferior terhadap arteri renalis. B. Salping / Tuba Falopii / oviduct

Embriologik uterus dan tuba berasal dari ductus Mulleri. Sepasang tuba kiri-kanan, panjang 8-14 cm, berfungsi sebagai jalan transportasi ovum dari ovarium sampai cavum uteri. Pars isthmica (proksimal/isthmus) merupakan bagian dengan lumen tersempit, terdapat sfingter uterotuba pengendali transfer gamet. Pars ampularis (medial/ampula) merupakan tempat yang sering terjadi fertilisasi adalah daerah ampula/infundibulum, dan pada hamil ektopik (patologik) sering juga terjadi implantasi di dinding tuba bagian ini. Pars infundibulum (distal) dilengkapi dengan fimbriae serta ostium tubae abdominale pada ujungnya, melekat dengan permukaan ovarium. Fimbriae berfungsi "menangkap" ovum yang keluar saat ovulasi dari permukaan ovarium, dan membawanya ke dalam tuba. C. Uterus

Suatu organ muskular berbentuk seperti buah pir, dilapisi peritoneum (serosa). Selama kehamilan berfungsi sebagai tempat implatansi, retensi dan nutrisi konseptus. Terdiri dari corpus, fundus, cornu, isthmus dan serviks uteri. 1. Serviks uteri

Bagian terbawah uterus, terdiri dari pars vaginalis (berbatasan/menembus dinding dalam vagina) dan pars supravaginalis. Posisi serviks mengarah ke kaudal-posterior, setinggi spina ischiadica. 2. Corpus uteri 4

Posisi corpus intraabdomen mendatar dengan fleksi ke anterior, fundus uteri berada di atas vesica urinaria. Proporsi ukuran corpus terhadap isthmus dan serviks uterus bervariasi selama pertumbuhan dan perkembangan wanita (gambar). 3. Ligamenta penyangga uterus

Ligamentum latum uteri, ligamentum rotundum uteri, ligamentum cardinale, ligamentum ovarii, ligamentum sacrouterina propium, ligamentum infundibulopelvicum, ligamentum vesicouterina, ligamentum rectouterina. Macam-macam bentuk uterus:

A.

Mikroanatomi (Junqueira, 1992) Ovarium

Merupakan badan berbentuk amandel. Terdiri atas daerah medula, mengandung beberapa pembuluh darah dan sedikit jaringan penyambung. Bagian korteks dimana terutama mengandung folikel-folikel ovarium, yang mengandung oosit. Tidak terdapat batas yang jelas antara daerah korteks dan medula. Stroma daerah korteks terdiri atas sel-sel penyambung berbentuk spindel khas yang memberi respon dengan cara tidak sama terhadap rangsangan hormonal dibandingkan sel-sel penyambung organ-organ lain. Permukaan ovarium dibatasi oleh epitel selapis gepeng atau epitel germinativum. Di bawah epitel germinativum, stroma membentuk suatu lapisan padat, tidak menggambarkan jaringan penyambung sama sekali, dinamakan tunika albugenia ovarium. Tunika albugenia bertanggung jawab akan warna keputih-putihan dari ovarium. B. Oviduct ( Tuba Uterina )

Dinding oviduct terdiri dari 3 lapisan, lapisan mukosa, lapisan otot, dan lapisan serosa yang diwakili oleh peritoneum. Mukosa mempunyai lipatan-lipatan longitudinal panjang yang jumlahnya banyak pada ampula. Pada potongan melintang, lumen ampula menyerupai labirinth. Epitel yang membatasi mukosa adalah selapis thoraks dan mengandung dua jenis 5

sel. Salah satu diantaranya mempunyai silia dan lainnya tidak mengandung silia dan merupakan sel sekretoris. Lamina propria mukosa terdiri atas jaringan penyambung jarang. Lamina propria bereaksi sebagai endometrium, membentuk banyak sel-sel desidua. Lapisan otot terdiri atas serabut-serabut otot polos yang tersusun dalam kelompokan saling bersilangan dan dipisahkan oleh banyak jaringan penyambung jarang. C. Uterus

Dinding uterus relatif tebal dan dibentuk oleh 3 lapisan ; pada berbagai bagian uterus terdapat lapisan luar serosa ( jaringan penyambung dan mesotel ) atau adventisia ( jaringan penyambung ), miometrium, suatu tunika otot polos dan endometrium atau mukosa uterus. D. Miometrium

Merupakan tunika yang paling tebal dari uterus, terdiri atas berkas-berkas serabut otot polos yang dipisahkan oleh jaringan penyambung. Berkas berkas otot polos membentuk 4 lapisan yang tidak terbatas tegas. Lapisan pertama dan keempat terutama terdiri atas serabutserabut yang tersusun secara longitudinal, yaitu sejajar dengan sumbu panjang organ. E. Endometrium

Terdiri atas epitel dan lamina propria yang mengandung kelenjar-kelenjar tubuler sederhana yang kadang-kadang bercabang pada bagian dalamnya (dekat miometrium). F. Vagina

Dinding vagina tidak mempunyai kelenjar dan mempunyai 3 lapisan: lapisan mukosa, lapisan muskularis dan lapisan fibrosa. Epitel lapisan mukosa adalah berlapis gepeng dan selselnya dapat mengandung sejumlah keratohialin. Lamina propria mukosa vagina terdiri atas jaringan penyambung jarang yang sangat kaya akan serabut-serabut elastis. Diantara sel-sel yang ada terdapat limfosit dan neutrofil dalam jumlah yang relatif banyak. Lapisan muskularis vagina terutama terdiri dari berkas-berkas longitudinal serabut otot polos. Terdapat sedikit berkas sirkuler, khususnya pada bagian paling dalam (dekat dengan mukosa ). Diluar lapisan muskularis, terdapat selubung jaringan penyambung padat, selubung adventisia, kaya akan serabut-serabut elastin yang tebal, menghubungkan vagina dengan jaringan disekitarnya. G. Vulva ( Genitalia Eksterna )

Terdiri atas klitoris, labia minor, labia majora dan kelenjar-kelenjar tertentu yang bermuara ke dalam vestibulum, suatu ruangan yang ditutupi labia minor.

Labia minor merupakan lipatan kulit dengan inti jaringan penyambung spongiosa yang ditembus oleh serabut-serabut elastin. Epitel berlapis gepeng yang membatasinya mempunyai sel-sel yang mengandung melanin dan mempunyai lapisan tanduk yang tipis pada permukaannya, dan kelenjar-kelenjar sebasea dan kelenjar-kelenjar keringat terdapat pada kedua permukaannya. Labia majora merupakan lipatan kulit dan mengandung banyak jaringan adiposa dan lapisan otot polos tipis. Permukaan dalamnya mempunyai struktur histologis yang sama seperti labia minor. Permukaan luarnya diliputi kulit dan rambut yang kasar dan keriting. Kelenjar sebasea dan kelenjar keringat pada kedua permukaannya banyak. Gentalis eksterna banyak disuplai dengan ujung-ujung saraf sensoris taktil yaitu dengan badan Meissner, Pacini, yang berperanan membangun rangsangan seksual secara fisiologis. H. Klitoris

Mempunyai korpus, gland dan prepusium. Korpus mengandung jaringan kaverna (korpus kavernosum klitoridis), jaringan lemak dan otot polos dikelilingi jaringan kolagen padat. Glans klitoridis mempunyai jaringan kaverna pada anjing dan kuda, atau jaringan kolagen longgar kaya vaskularisasi.Prepusium adalah lipatan membrana mukosa kutanea non kelenjar dan serabut kaya akiran saraf sensoris. I. Glandula mammae modifikasi kelenjar keringat

Kelenjar tubuloalveoler kompleks dan merupakan

apokrin. Pada susu: lipid apokrin, protein dan karbohidrat merokrin. Pada laktasi: kaya parenkim, masa laten: stroma / jaringan ikat dominan. Air susu 40 pon yang dihasilkan oleh kelenjar mamae berat 50 pon membutuhkan aliran darah 8 ton.

3. A.

Komparasi Pisces ( Puntius Javanicus )

Gonade sepasang, terdapat dalam abdomen bagian lateral, diantara usus dan pneumatocyst. Pada betina disebut ovarium, tampak berupa seperti agar-agar jernih atau terlihat bintik-bintik karena berisi sel-sel telur (ova). Saluran kelenjar dari gonade sangat pendek, bersatu dengan lanjutan dari vesica urinaria, membentuk sinus urogenitalis, kemudian lanjut sebagai satu saluran yang sangat pendek dan akhirnya bermuara sebagai porus urogenitalis (Tandjung, 1974). B. Amphibia ( Rana Sp )

Terdiri atas : 1. Ovarium, sepasang. Merupakan gonade yang menghasilkan sel-sel kelamin

betina (ova). Disebelah cranialnya dijumpai jaringan lemak berwarna kuning jingga disebut corpus adiposum. Baik ovarium maupun corpus adiposum mempunyai asal yg sama ialah dari plica genitalie, masing-masing dari pars gonalis dan pars progonalis. Alat penggantungnya disebut mesovarium. 2. Oviduct, merupakan sepasang saluran yang berkelak-kelok. Oviduct dimulai

dengan bangunan sebagai corong : infundibulum dengan lubangnya yang disebut ostium abdominale. Oviduct disebelah caudal mengadakan pelebaran disebut uterus. Akhirnya uterus bermuara di dorsal cloaca. 3. Cloaca (Tandjung, 1974) C. 1. Reptile ( Mabouya multifasciata ) Ovarium, sepasang berbentuk ovoid dengan dataran luarnya benjol-benjol,

letaknya tepat di ventral columna vertebralis. 2. Oviduct, lateral dari ovarium. Mulai disebelah cranial dengan pelebaran

sebagai corong : ostium abdominale. Dinding tipis dan banyak glandula yang memberi kulit pada ovum yang telah dibuahi. Bermuara di cloaca, di dinding dorsal agak cranial muara ureter (Tandjung, 1974).

D.

Aves ( Gallus-gallus bankiva )

Hanya sebelah kiri saja yang tumbuh dengan baik, sedangkan sebelah kanan rudimenter. 1. 2. a) b) Ovarium Oviduct : Pada binatang yang masih muda berupa saluran yang lurus. Oviduct ini bermuara pada cloaca ( urodaeum )

Terdiri atas : 1) abdominale. 2) 3) tuba : oviduct bagian dorsal terdapat banyak kelenjar. uterus : bagian tuba yang membesar, mengandung kelenjar-kelenjar, juga infundibulum tubae : berbentuk corong dengan lubangnya yg disebut ostium

membentuk kulit telur (Tandjung, 1974). E. Mamalia 8

Ovarium berjumlah sepasang, pada sebelah kranialnya dijumpai jaringan lemak bermwarna kuning (korpus adiposum). Baik ovarium maupum korpus adiposum berasal dari plica gametalis, masing-masing gonalis, dan pars progonalis. Ovarium digantungkan oleh mesovarium. Saluran reproduksi, oviduk merupakan saluran yang berkelok-kelok. Oviduk dimulai dengan bangunan yang mirip corong (infundibulum) dengan lubangnya yang disebut oskum abdominal.oviduk di sebelah kaudal mengadakan pelebaran yang disebut dutus mesonefrus. Dan akhirnya bermuara di kloaka. Pada monotremata oviduk hanya sebelah kiri yang berasal dari duktus Muller. Oviduk bagian posteriornya berdilatasi membentuk uterus yang mensekresikan bungkus telur. Oviduk menuju ke sinis urogenital dan bermuara di kloaka. Pada mamalia yang lain duktus Muller membentuk oviduk, uterus, dan vvagina. Bagian anterior oviduk (tuba falopi) membentuk infundibulum yang terbuka kearah rongga selom (Tandjung, 1974).

DAFTAR PUSTAKA
Frandson. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak. UGM Press: Yogyakarta. Junqueira, C. Luis. 1992. Histologi Dasar. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta. Tandjung. 1992. Anatomia Comparativa. Fakultas Biologi UGM: Yogyakarta Yatim, Wildan. 1994. Reproduksi dan Embriologi. Tarsito: Bandung.

10