Anda di halaman 1dari 21

EVALUASI PROYEK PENGEMBANGAN ASET BERDASARKAN ANALISIS EKONOMI

Disampaikan oleh Budi Asmarawati

Definisi Proyek

Kegiatan-kegiatan yang dapat direncanakan dan dilaksanakan dalam satu bentuk kesatuan dengan mempergunakan sumber-sumber untuk mendapatkan benefit.

Sumber-sumber dalam proyek al.


Barang-barang modal Tanah Bahan mentah Bahan setengah jadi Tenaga kerja Waktu Tingkat konsumsi yang lebih besar Penambahan kesempatan kerja Perbaikan tingkat pendidikan Peningkatan kesehatan

Benefit al.

Dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, pengertian barang termasuk di dalamnya tanah dan bangunan (pasal 17).
Kegiatan evaluasi proyek terkait dengan pasal 3 (1) yang menyatakan bahwa pengelolaan barang milik negara/daerah dilaksanakan berdasarkan asas fungsional, kepastian hukum, transparansi dan keterbukaan, efisiensi, akuntabilitas, dan kepastian nilai.

Dengan demikian proyek yang dilaksanakan diharapkan dapat memberikan benefit yang optimal bagi masyarakat.

SIKLUS PROYEK
Gagasan Suatu Proyek

IDENTIFIKASI (I)

EVALUASI (VI)

FORMULASI (persiapan) (II)

SIKLUS PROYEK
OPERASI (V) ANALISIS (III)

IMPLEMENTASI (IV)

Tahap Pertama: Identifikasi


Dalam tahap ini perlu dilakukan identifikasi calon-calon proyek yang perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan.
Apakah proyek termasuk sektor yang diprioritaskan? Apakah secara garis besar menguntungkan?

Tahap Kedua: Formulasi


Mengadakan persiapan dengan melakukan prastudi kelayakan dengan meneliti sejauh mana calon-calon proyek tersebut dapat dilaksanakan menurut aspekaspek teknis, institusional, sosial dan eksternalitas. Setelah mempertimbangkan aspek-aspek tersebut, barulah disusun studi kelayakan. Studi kelayakan yang ideal meliputi:
Ringkasan proyek Studi teknis Studi pemasaran Studi manajemen/organisasi Studi finansial Studi sosial ekonomi

Tahap Ketiga: Analisis


Mengadakan appraisal atau evaluasi terhadap laporan-laporan studi kelayakan yang ada. Studi kelayakan calon proyekproyek tersebut dianalisis untuk dipilih yang terbaik berdasarkan ukuran tertentu.

Tahap Keempat: Implementasi


Merupakan tahap pelaksanaan proyek ini tanggung jawab utama dari para perencana serta penilai proyek adalah pengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan fisik agar sesuai dengan final designnya.

Tahap Kelima: Operasi


Pada tahap operasi perlu dipertimbangkan metode pembuatan laporan atas pelaksanaan operasinya. Laporan-laporan tersebut akan sangat bermanfaat untuk tahap selanjutnya.

Tahap Keenam: Evaluasi Hasil


Dalam tahap ini dilakukan evaluasi hasil-hasil pelaksanaan serta operasi proyek, berdasarkan laporan-laporan sebelumnya. Kemudian, diperbandingkan antara apa yang direncanakan dengan apa yang dicapai. Hasil evaluasi ini diperlukan untuk mengadakan perbaikan bagi proyek-proyek berikutnya atau untuk mengembangkan gagasan baru dalam memilih proyek-proyek baru.

Evaluasi ex post dan appraisal ex ante


(1) evaluasi ex post evaluasi yang dilakukan setelah dan perihal pelaksanaan serta operasi proyek. Merupakan penganalisisan secara sistematis elemen-elemen yang sukses dan gagal dari proyek yang telah dilaksanakan untuk diambil pelajaran bagi perencanaan di masa depan.
Proyek hendaknya memberi manfaat Proyek dapat meningkatkan nilai tambah bagi lingkungan di sekitarnya

(2) appraisal ex ante Merupakan analisis atau evaluasi yang menyangkut diterima atau tidaknya suatu proyek untuk dilaksanakan. Dalam hubungan ini evaluasi proyek berfungsi untuk
(1). menghindari pemilihan proyek yang justru merugikan kepentingan masyarakat secara keseluruhan, dan (2). menentukan proyek yang akan dilaksanakan sesuai dengan dana yang tersedia serta prioritas pada proyek yang memberikan manfaat terbesar.

Unsur-unsur Kritis dalam Formulasi Proyek


Aspek Teknis Aspek Institusional Aspek Sosial Aspek Eksternalitas

Aspek-aspek dalam Evaluasi Proyek


1. 2. 3. 4. 5. 6. Aspek Teknis Aspek Organisasi Aspek Manajerial dan Administrasi Aspek Komersial Aspek Finansial Aspek Ekonomi

Aspek Teknis
Berhubungan dengan penerimaan dan pengeluaran dari barang dan jasa yang akan digunakan maupun yang dihasilkan dalam suatu proyek

Aspek Organisasi
Perhatian utama dari aspek ini ditujukan pada hubungan antara administrasi proyek dengan administrasi pemerintah Aspek organisasi ini diharapkan dapat memadukan sumberdaya-sumberdaya dengan cara teratur dan mengatur orang-orang dalam pola yang sedemikian rupa, sehingga dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan proyek tersebut

Aspek Manajerial
Menyangkut kemampuan staf menjalankanadministrasi dalam pengambilan keputusan yang tepat dan realistis serta menangani masalah penilaian terhadap kesigapan (kecepatan) penyelesaian permasalah yang muncul

Aspek Komersial
Menyangkut masalah permintaan faktor produksi dari suatu proyek dan penganalisisan penawaran produk yang akan dihasilkan oleh proyek Berkaitan dengan faktor produksi, perlu dipertimbangkan al. :
Dari mana faktor produksi diperoleh? Berapa jumlah faktor produksi diperlukan? Bagaimana kalau terjadi kenaikan harga faktor produksi? Hingga berapa kenaikan harga faktor produksi dapat ditolerir agar proyek tetap dapat berjalan? Dll.

Aspek Komersial (lanjutan)


Dari produk yang dihasilkan oleh proyek, perlu dipertimbangkan al.:
Jumlah konsumen dari produk yang dihasilkan Tingkat harga produk di pasar Elastisitas permintaan produk Kemampuan menguasai pasar dari produk tersebut Tingkat harga minimal produk agar proyek dapat dilanjutkan

Aspek Finansial
Berkaitan dengan masalah pengeluaran dan penerimaan dari pelaksanaan proyek Menyangkut masalah kemampuan proyek mengembalikan dana yang digunakan. Dapatkah proyek berkembang, sehingga secara finansial mampu membiayai sendiri?

Aspek Ekonomi
Seberapa besar sumbangan atau peranan proyek tersebut terhadap pembangunan ekonomi secara keseluruhan.

Analisis Finansial dan Analisis Ekonomi


Analisis finansial (privat) suatu proyek mengukur benefit dan biaya berdasarkan pada sudut pandang perusahaan. Analisis ekonomi tidak hanya memperhatikan benefit yang dinikmati dan pengorbanan yang ditanggung oleh perusahaan, namun juga oleh semua pihak dalam perekonomian. Pada dasarnya, perhitungan dalam analisis finansial dan analisis ekonomi berbeda dalam beberapa hal, yaitu: harga pajak, subsidi biaya investasi dan pelunasan pinjaman, serta bunga.

Dengan demikian tidak mengherankan bila kedua analisis ini menghasilkan nilai yang berbeda.

Perbedaan Analisis Finansial dan Analisis Ekonomi

ANALISIS FINANSIAL Harga Harga pasar atau harga yang diterima pengusaha Subsidi Subsidi merupakan keringanan proyek, karena mengurangi biaya Pajak Besarnya pajak diperhitungkan dalam biaya proyek Biaya Investasi dan Pelunasan Pinjaman Biaya investasi awal proyek hanyalah besarnya biaya yang dibiayai Si Pemilik modal (bisa hanya sebagian) Bunga Bunga atas pinjaman merupakan biaya proyekBunga atas modal sendiri merupakan benefit.

ANALISIS EKONOMI Harga yang digunakan adalah harga bayangan (shadow prices). Harga ini merupakan opportunity cost. Besarnya subsidi merupakan biaya. Oleh karena itu, subsidi harus ditambahkan pada harga pasar barang-barang bersubsidi yang digunakan

Pajak merupakan transfer payment sehingga tidak diperhitungkan dalam biaya proyek
Seluruh biaya investasi dihitung sebagai biaya, tidak masalah apakah berasal dari modal sendiri ataupun pinjaman. Demikian pula tidak dipedulikan apakah dibayarkan sekaligus atau lewat termin. Karena modal dianggap sebagai modal masyarakat (meskipun dari pinjaman), maka bunga merupakan benefit.