Anda di halaman 1dari 3

Mekanisme pernapasan Udara bergerak masuk-keluar paru pada saat inspirasi dan ekspirasi karena terdapat perbedaan antara

tekanan di dalam paru (tekanan intra pulmonal) dan tekanan diluar (tekanan atmosfer). Tekanan atmosfer pada tingkat permukaan air laut adalah 760 mmHg pada suhu, tekanan dan kekeringan standar (standart temperature and pressure, dry). Agar inspirasi dapat dimulai, pusat pernapasan mengirim rangsangan eksitatori kepada diafragma dan otot intercosta eksterna untuk berkontraksi. Kontraksi diafragma memperpanjang rongga thoraks. Kontraksi otot intercosta eksterna memperlebar rongga toraks. Keadaan ini menghasilkan perbedaan tekanan karena rongga toraks kini menjadi lebh besar dan tekanan intrapulmonal turun menjadi 758 mmHg. Udara masuk kedalam paru dari daerah tekanan eksternal yang lebih tinggi ke daerah tekanan internal yang lebih rendah. Pada akhir inspirasi, otot mengalami relaksasi dan rongga thoraks menjadi lebih kecil. Keadaan ini meningkatkan tekanan intrapulmonal menjadi 762 mmHg yang melampaui tekanan atmosfer. Akibatnya, udara mengalir keluar paru dari daerah bertekanan internal tinggi ke daerah bertekanan eksternal rendah.

Hemotoraks Hemotoraks merupakan keadaan berkumpulnya darah di dalam rongga intrapleura. Cedera tumpul atau tusukan pada dinding dada dapat menyebabkan pembuluh darah setempat ruptura, seperti arteri interkostalis. Hemotoraks luas terjadi jika darah yang berkumpul di dalam rogga pleura melebihi 1,5 L. manifestasi klinisnya menyerupai manifestai klinik pneumotoraks, tetapi pemeriksaan perkusi dada akan menghasilkan bunyi pekak. Gejala hemotoraks dapat meliputi gajala syok karena kehilangan darah, seperti penurunan tekanan darah, takikardia, pucat, kulit dingin atau lembab, pengisia kembali kapiler buruk, dan vena leher datar. Diagnosis ditegakkan melalui manifestasi klinis, riwayat, dan radiograf dada. Penanganan hemotoraks berupa pemasangan slang dada di daerah ruang intercosta ke-5 hingga ke-6 pada linea midaksila di sisi dada yang terkena untuk drainase darah; terai lainnya berupa resusitasi cairan yang harus diberikan jika terdapat tanda syok.

Patofisiologi Emfisema Emfisema ditandai oleh kerusakan elastin dan kolagen, yang menyebabkan hiperinflasi alveoli, penghancuran dinding alveoli, dan pembentukan rongga udara yang besar ( lobulus) sehingga area permukaan alveoli lebih kecil dibadingkan alveoli normal. Rongga ini mengurangi sirkulasi paru karena merusak dinding kapiler alveoli , yang menyebabkan penurunan difusi kapiler- alveoli sehigga pertukaran gas berkurang. Untk mengatasi hal ini , pasien emfisema secara tidak sadar meningkatkan frekuensi pernapasan mereka. Untuk meningkatkan ventilasi alveolar. Emfisema dapat bersifat pusat , yaitu area primer gangguan berada di bagian sentral dari bronkiolus (sering dikaitkan dengan bronkitis kronis), atau panlobular, yaitu kerusakan dan distensi berada dibagian distal bronkiolus. Pneumonia

Peradangan akut parenkim paru-paru yang biasanya berasal dari suatu infeksi. Pneumoni merupakan penyakit yang sering terjadi dan setiap tahunnya menyerang sekitar 1% dari seluruh penduduk amerika. Meskipun telah ada kemajuan dalam bidang antibiotik pneumonia tetap merupakan penyebab terbanyak dari kematian. Bayi dan anak kecil lebih rentan terhadap penyakit ini karena respon imunitas mereka masih belum berkembang dengan baik. Pneumonia sering kali merupakan hal yang terakhir terjadi pada orang tua dan orang yang lemah akibat penyakit kronik tertentu. Pasien pasca bedah, peminum alkohol, dan penderita penyakit pernapasan kronik atau infeksi virus juga mudah terserang penyakit ini. Agen-agen yang dapat menyebabkan infeksi paling sering masuk melalui inhalasi atau merupakan flora normal saluran pernapasan. Gambara patologi dalam batas tertentu tergantung pada agen etiologiknya. Pneumonia bakteri ditandai oleh eksudat intraalveolar supuratif disertai konsolidasi. Proses infeksi dapat diklasifikasikan berdasarkan anatomi. Terdapat konsolidasi dari seluruh lobus pneumonia lobaris, sedangkan pneumonia lobularis atau bronkopneumonia menyatakan adanya penyebaran daerah infeksi yang berbecak dengan diameter sekitar 3-4cm yang mengelilingi dan juga melibatkan bronki. Pneumonia virus ditandai dengan peradangan interstisial yang disertai penimbunan infiltrat dalam dinding alveolus, meskipun rongga alveolar sendiri bebas dari eksudat dan tidak ada konsolidasi. Jika agen infeksi adalah jamur, maka gambaran patologis yang sring ditemukan adalah penyebaran granuloma berbeca yang dapat mengalami nekrosis kaseosa disertai pembentukan kaverna. Respon yang dfitimbulkan tergantung pada agen penyebabnya. Infeksi nosokomial lebih sering disebabkan oleh bakteri gram negatif atau staphylococus aureus dan jarang oleh pneumokok atau Myco plasma. Streptococus Pneumoniae adalah sebab yang paling sering dari pneumonia bakteri, baik yang didapat dari masyarakat maupun dari rumah sakit. Diantara semua pneumonia bakteri, patogenesis dari pneumonia pneumokok merupakan yang paling banyak diselidiki. Pneumokok umumnya mencapai alveoli lewat percikan mucus atau saliva. Setelah mencapai alveoli, maka pneumokokmenimbulkan respon yang khas terdiri dari 4 tahap yang berurutan : 1. Kongesti (4 sampai 12 jam pertama) : eksudat serosa masuk ke dalam alveoli melalui pembuluh darah yang berdilatasi dan bocor. 2. Hepatisasi merah (48 jam berikutnya) : paru-paru tampak merah dan bergranula (hepatisasi = seperti hepar) karena sel darah merah, fibrin, dan leukosit polimorfonuklear mengisi alveoli. 3. Hepatisasi kelabu (3 sampai 8 hari) : paru-paru tampak kelabu karena leukosit dan fibrin mengalami konsolidasi di dalam alveoli yang terserang. 4. Resolusi (7 sampai 11 hari) : eksudat mengalami lis dan direabsorbsi oleh makrofag sehingga jaringan kembali pada strukturnya semula. Pnemonia aspirasi menyatakan pnemonia yang disebabkan oleh aspirasi isi lambung. Pnemonia yang terjadi sebagian bersifat kimia akibat reaksi terhadap asam lambung, dan sebagian bersifat bakterial akibat organisme yang mendiami mulut dan lambung. Aspirasi paling sering terjadi selama atau sesudah anestesia (terutama pada pasien obstetrik dan pembedahan darurat karena kurangnya persiapan pembedahan), pada anak-anak dan pada tiap pasien yang dianestesi dengan refleks batuk atau refleks muntah yang tertekan. Jenis pnemonia ini dapat sangat berat dan mempunyai tingkat mortalitas yang tinggi. Inhalasi isi lambung dalam jumlah yang cukup banyak dapat menimbulkan kematian tiba-tiba akibat obstruksi, sedangkan aspirasi

isi lambung dalam jumlah sedikit dapat mengakibatkan edema paru-paru yang menyebar luas dan kegagalan pernafasan. Pnemokoniosis adalah sekelompok penyakit yang disebabkan karena inhalasi debu anorganik dan organik tertentu. Beberapa jenis debu kalau terinhalasi dalam kadar yang cukup banyak ke dalam paru-paru akan menimbulkan reaksi fibrosis, sedangkan debu lainnya tidak mempunyai pengaruh apa-apa. Apakah suatu partikel debu dapat menimbulkan fibrosis paru-paru? Tergantung dari ukuran partikel (yang paling berbahaya adalah yang berukuran 1 5 mikromili, karena partikel yang lebih besar tidak dapat mencapai alveolus), kadar dan lamanya paparan (biasanya digunakan kadar tinggi untuk dapat mengalahkan kerja eskalator silia dan paparan yang lama, contohnya pnemokoniosis pekerja tambang atau penyakir paru-paru hitam, biasanya membutuhkan 20 tahunmasa terpapar sebelum terjadi fibrosis paru-paru yang luas), sifat dari debu (bahan-bahan tertentu terutama debu organik seperti serat kapas yang menimbulkan bisinosis : tebu (baganosis) dan jerami yang berjamur mempunyai efek antigenik yang tak lazim dan menyebabkan alveolitis alergika. Debu silika (biasanya diinhalasi oleh penggiling, pembersih debu dan pekerja tambang batu karang ) sangat berbahaya karena menyebabkan silikosis. Gejala-gejala sistematik kelompok penyakit yang mengakibatkan fibrosis paru-paru sangat bervariasi. Pada stadium dini mungkin tidak ada gejala sama sekali, akan tetapi gejala paruparunya hampir mirip. Gejala primer adalah dispnea prigesif pada waktu melakukan kerja fisik. Dispnea mencerminkan daya kembang yang buruk dan menyebabkan peningkatan beban kerja bernapas.

Anda mungkin juga menyukai