PENGUATAN PERAN PEMDA DALAM PENGELOLAAN MENARA TELEKOMUNIKASI (BTS

)

(Dalam Koridor UU 32/2004 Jo PP 38/2007)
Oleh : DR.MADE SUWANDI Msoc.sc Dirjen Pemerintahan Umum KEMENTERIAN DALAM NEGERI
HP 0816914482

EMAIL: made_suwandi@yahoo.co.id

I. TATARAN FILOSOFIS
1. Kenapa Perlu Ada Pemerintah ?

a. Untuk menciptakan “Law and Order” (ketentraman dan ketertiban)
b. Untuk menciptakan “welfare” (Kesejahteraan) 2. Kenapa Perlu Ada Pemerintah Daerah ? a. Wilayah negara terlalu luas b. Menciptakan kesejahteraan secara demokratis

KANDEP/KANWIL INTEGRATED FIELD ADMINISTRATION. KEPALA WILAYAH PEMERINTAH PUSAT POWER SHARING 1. OTONOMI LUAS (GENERAL COMPETENCE) DESENTRALISASI (PEMERINTAH DAERAH) .BAGAIMANA MENCIPTAKAN KESEJAHTERAAN OLEH PEMERINTAH DEKONSENTRASI (PEMERINTAH WILAYAH/FIELD ADMINISTRATION) FUNCTIONAL FIELD ADMINISTRATION. OTONOMI TERBATAS (ULTRA VIRES) 2.

PEMENCARAN URUSAN PEMERINTAHAN DEKONSENTRASI PEMERINTAH ADMINISTRATIF / WILAYAH • KANWIL/KANDEP • KEPALA WILAYAH • DLL PRIVATISASI • • • • • SWASTA MURNI BOT BOO BOL DLL PEMERINTAH PUSAT • • • • DELEGASI OTORITA BUMN NUSAKAMBANGAN DLL DAERAH OTONOM DESENTRALISASI PROPINSI KABUPATEN/ KOTA .

Alinea IV Pembukaan UUD Negara RI 1945 “Kemudian daripada itu.II. TATARAN NORMATIF (UUD NEGARA RI 1945) 1. dst Kesimpulan : Pemerintah RI dibentuk untuk melindungi (Law and Order) dan mensejahterakan rakyat (Welfare) . mencerdaskan kehidupan bangsa…. untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum.

dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Walikota masing-masing sebagai kepala pemerintah daerah provinsi. (2) Pemerintahan daerah provinsi. Pasal 18 UUD Negara RI (1) Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas Daerahdaerah Provinsi dan Daerah Provinsi itu dibagi atas Kabupaten dan Kota. daerah kabupaten.2. yang tiap-tiap Provinsi. Bupati. dan kota memiliki DPRD yang anggota-anggotanya dipilih melalui Pemilihan Umum. (4) Gubernur. yang diatur dengan Undang-undang. dan kota dipilih secara demokratis. daerah kabupaten. . kabupaten. (5) Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya. Kabupaten dan Kota itu mempunyai pemerintahan daerah. (3) Pemerintahan daerah provinsi.

3. . Sektor unggulan dapat diidentifikasi dari sintesis PDRB. Untuk meningkatkan pencapaian HDI dilakukan melalui pelayanan publik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat 4.III. dan (iii) pendidikan. dengan indikator utamanya (i) penghasilan. mata pencaharian. Kesejahteraan diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index). Keberadaan Pemda untuk melindungi dan mensejahterakan masyarakat secara demokratis 2. URGENSI KEBERADAAN PEMERINTAH DAERAH 1. dan Kebutuhan Pengembangan Sektor Unggulan (Core Competences). (ii) kesehatan. dan pemanfaatan lahan. Kebutuhan masyarakat terdiri dari : (i) Kebutuhan Pokok (Basic Needs).

Pasal 18A UUD Negara RI (1) Hubungan wewenang antara Pemerintah dan pemerintah daerah provinsi. Dalam rangka menciptakan ketentraman dan ketertiban serta kesejahteraan masyarakat wajib bersinergi. Provinsi.2. dan Kabupaten/Kota berkewajiban dan mempunyai kewenangan untuk menciptakan ketentraman dan ketertiban serta kesejahteraan masyarakat 2. dan kota. Kesimpulan : 1. Pemerintah Pusat. kabupaten. atau antara provinsi dan kabupaten dan kota diatur dengan undang-undang dengan memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah. .

b. RS. Outputs / end products Pemda adalah : a. pasar. KK. sekolah.5. seperti : jalan. pengaturan-pengaturan masyarakat. dsb. Misi utama Pemda adalah : Menyediakan pelayanan dasar (Basic Services) dan mengembangkan sektor unggulan (Core Competences) dengan cara-cara yang demokratis 6. seperti KTP. HO. Public Regulations. Public Goods. dsb. IMB. Kesimpulan : Pemda harus mempunyai kewenangankewenangan yang memungkinkan mereka dapat menghasilkan public goods dan public regulations yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat (kebutuhan dasar dan pengembangan sektor unggulan) . barang-barang kebutuhan masyarakat. Akte Kelahiran.

ANATOMI URUSAN PEMERINTAHAN URUSAN PEMERINTAHAN ABSOLUT (Mutlak urusan Pusat) CONCURRENT (Urusan bersama Pusat.IV. kelautan dsb WAJIB/OBLIGATORY (Pelayanan Dasar) Contoh: kesehatan. perdagangan. dan perhubungan SPM (Standar Pelayanan Minimal) . Provinsi. lingkungan hidup. pariwisata. pendidikan. industri. dan Kab/Kota) - Pertahanan Keamanan Moneter & Nasional Yustisi Politik Luar Negeri Agama Fiscal PILIHAN/OPTIONAL (Sektor Unggulan) Contoh: pertanian. pekerjaan umum.

URUSAN PEMERINTAHAN Dalam amandemen UUD 1945 Pasal 17 dan Pasal 18. istilah baku yang dipakai adalah “urusan pemerintahan” bukan “kewenangan” .

Externalitas (Spill-over) Siapa kena dampak. Efisiensi  Otonomi Daerah harus mampu menciptakan pelayanan publik yang efisien dan mencegah High Cost Economy  Efisiensi dicapai melalui skala ekonomis (economic of scale) pelayanan publik  Skala ekonomis dapat dicapai melalui cakupan pelayanan (catchment area) yang optimal . DISTRIBUSI URUSAN PEMERINTAHAN ANTAR TINGKAT PEMERINTAHAN Kriteria Distribusi Urusan Pmerintahan Antar Tingkat Pemerintahan : 1. mereka yang berwenang mengurus 2.V. Akuntabilitas Yang berwenang mengurus adalah tingkatan pemerintahan yang paling dekat dengan dampak tersebut (sesuai prinsip demokrasi) 3.

standar. fasilitasi dan urusan-urusan pemerintahanbidang telekomunikasi dengan eksternalitas nasional dan internasional. Provinsi: Berwenang mengatur dan mengurus urusanurusan pemerintahan bidang telekomunikasi dengan eksternalitas regional (lintas Kab/Kota) Kab/Kota: Berwenang mengatur dan mengurus urusan-urusan pemerintahan telekomunikasi dengan eksternalitas lokal (dalam satu Kab/Kota) . BAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN YANG DILAKSANAKAN OLEH MASING-MASING TINGKATAN PEMERINTAHAN BERDASARKAN 3 KRITERIA 1. 3. 2. Pusat: Berwenang membuat norma-norma. supervisi. prosedur.VI. Monev.

VII. Hubungan Antar Tingkatan Pemerintahan Contoh 1: Urusan Pendidikan Dasar & SLTP  Kab/Kota Urusan Pendidikan Menengah oleh Provinsi Urusan PT oleh Pemerintah Pusat Ada hubungan interelasi dan interdependensi Contoh 2: Jalan Kab/Kota oleh Pemkab/Kota Jalan Prov oleh Pemprov Jalan negara oleh Pem.1. Adanya interkoneksi dan interdependensi antar tingkatan Pemerintahan dalam mengatur dan mengurus urusannya. Pusat Ada hubungan interelasi dan interdependensi .

STANDAR PROSEDUR 2. 3. 6. 1. PEMBERIAN PERIJINAN PENYELENGGARAAN JASA TITIPAN SUB BIDANG TELEKOMUNIKASI PERUMUSAN KEBIJAKAN. DAN PROSEDUR PEMBERIAN BIMBINGAN TEHNIS DI BIDANG TARIF DAN SARANA KOMUNIKASI PEMBERIAN IJIN PENYELENGGARAAN JARINGAN TELEKOMUNIKASI PELAKSANAAN EVALUASI KEGIATAN DI BIDANG TARIF DAN SARANA KOMUNIKASI PEMBERIAN IJIN AMATIR RADIO PENYELENGGARAAN UJIAN AMATIR RADIO B. STANDAR. NORMA. SUB BIDANG POS 1. PERUMUSAN NORMA. 4. 2. .PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA A. 5.

SUB BIDANG KELEMBAGAAN KOMUNIKASI SOSIAL DARI 4 SUB-SUB URUSAN. SUB BIDANG KELEMBAGAAN INTERNASIONAL POS DAN TELEKOMUNIKASI DARI 5 SUB-SUB BIDANG URUSAN. 1 DI DESENTRALISASIKAN F. SUB BIDANG STANDARISASI POS DAN TELEKOMUNIKASI DARI 7 SUB-SUB BIDANG. SUB BIDANG PENYIARAN DARI 12 SUB-SUB BIDANG URUSAN . 2 DI DESENTRALISASIKAN G.LANJUTAN …… 7. 1 DIDESENTRALISASIKAN . 2 YANG DI DESENTRALISASIKAN E. PEDOMAN PENYELENGGARAAN WARTEL/WARNET DLL 8. SUB BIDANG SPEKTRUM FREKWENSI RADIO DAN ORBIT SATELIT DARI SEKITAR 30 SUB-SUB BIDANG URUSAN HANYA 4 YG DI DESENTRALISASIKAN D. PEDOMAN PANGGILAN DARURAT TELEKOMUNIKASI C.

LANJUTAN ……. SUB BIDANG KELEMBAGAAN KOMUNIKASI PEMERINTAH DARI 4 SUB-SUB BIDANG. . TIDAK ADA YG DI DESENTRALISASIKAN l.. H. TIDAK ADA DI DESENTRALISASIKAN SUB BIDANG KELEMBAGAAN KOMUNIKASI PEMERINTAH DAERAH DARI 5 SUB-SUB BIDANG. J. 1 DI DESENTRALISASIKAN SUB BIDANG KEMITRAAN MEDIA DARI 4 SUB-SUB BIDANG.

DEPKOMINFO MELAKUKAN MAPPING DAERAH2 PENGEMBANGAN TELEKOMUNIKASI DEPKOMINO BERSAMA DAERAH2 TSB MENYUSUN STRATEGI PENGEMBANGAN TELEKOMUNIKASI ATAS DASAR STRATEGI TSB DIBAGI PERAN SIAPA MENGERJAKAN APA SESUAI DENGAN KEWENANGAN SEBAGAIMANA PP 38/2007 STRATEGI TSB DIBAHAS DENGAN SELURUH STAKE HOLDERS DALAM MUSRENBANGNAS . 3. 2.STRATEGI PEMBANGUNAN TELEKOMUNIKASI 1. 4.

ISU-ISU STRATEGIS MENARA TELEKOMUNIKASI 1. 6. 7. TATA RUANG KABUPATEN/KOTA (KEBIJAKAN TATA RUANG DAN KELAYAKAN TEHNIS) KESESUAIAN TATA RUANG KAB/KOTA VV TATA RUANG PROVINSI IMB (RETRIBUSI IMB) ESTETIKA ( KEARIFAN LOKAL) PUSAT BERPERAN MONEV. INDIRECT REVENUES . FASILITASI. 3. 8. MENDORONG PEREKONOMIAN DAERAH KARENA KOMUNIKASI LANCAR. 4. 5. BINWAS TERMASUK LAW ENFORCEMENT GUBERNUR SEBAGAI WAKIL PUSAT MELAKUKAN BINWAS HINDER ORDONANTIE (HO). 2.

9. 10. UU 36/1999 TENTANG TELEKOMUNIKASI SEBAGAI DASAR HUKUM PEMBANGUNAN MENARA MENARA BERSAMA DILAKUKAN UNTUK ESTETIKA DAN PEMENUHAN TATARUANG PENYEDIA MENARA ATAS DASAR LELANG TERBUKA UU 36/1999 MEMBERIKAN HAK KEPADA PENYELENGGARA TELEKOMUNIKASI UNTUK MENYEDIAKAN MENARA UU 28/2009 TENTANG PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH MEMBERIKAN HAK KEPADA DAERAH UNTUK MENARIK RETRIBUSI PENGENDALIAN MENARA .ISU-ISU STRATEGIS MENARA TELEKOMUNIKASI 8. 11. 12.

BISAKAH DAERAH DEMI ESTETIKA DAERAH DAN TATA RUANG DAERAH. 2.CRITICAL ISSUES 1. 5. 4. MENSYARATKAN PENYELENGGARA TELEKOMUNIKASI DAN PENYEDIA MENARA MEMAKAI MENARA BERSAMA ? BISAKAH PENYEDIA MENARA DITUNJUK LANGSUNG ATAU HARUS MELALUI LELANG UNTUK EFISIENSI ? . MENENTUKAN LOKASI MENARA ? BISAKAH DAERAH MELARANG PENYELENGGARA TELEKOMUNIKASI MEMBANGUN MENARA UNTUK MENDUKUNG AKTIVITAS JASA TELEKOMUNIKASI ? BISAKAH DAERAH MENGATUR LOKASI2 MENARA AGAR SELARAS DENGAN TATA RUANG DAERAH ? BISAKAH DAERAH MENGATUR AGAR TATA RUANG DIIKUTI DAN ESTETIKA DIJAGA. 3.

Matur suksma dan Hatur Nuhun 22 .Terima Kasih.