Anda di halaman 1dari 10

Laporan Kunjungan

Ke B2P2TOOT
Edwina Aninditya W. (J500080030), Melisa Anggar F. (J500080031), Rahajeng N. (J500080032), Andre R. (J500080033), Husain (J500080036)

BALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT DAN OBAT TRADISIONAL (B2P2TOOT)

SEJARAH Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional bermula dari suatu kebun koleksi tanaman berkhasiat obat yang bernama Usaha Tanaman Obat-obatan Lawu Complex Hortus Medicus Tawangmangu yang dirintis oleh R.M. Santosa (almarhum) dibantu oleh Prof. DR. Sutarman. Pada tahun 1948 Hortus medicus menjadi cabang dari laboratorium Pharmacoterapie Klaten, dan 16 September 1951 diresmikan oleh Wakil Presiden RI Pertama Bapak Dr. M. Hatta dan dikelola di bawah lembaga Eijkman. Hortus Medicus pada awal berdiri bertugas menanam dan mempelajari tanaman obat subtropis. Antara tahun 1950 samapai 1956 telah dicobakan lebih dari 100 jenis tanaman yang berasal dari luar negeri. 1 Juni 1955 Hortus Medicus di bawah pengelolaan Lembaga Farmakoterapi dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 26124/Sekdj, sehingga selain tempat menanam tanaman obat juga menjadi lembaga penyelidikan tanaman obat. VISI Menjadi Institusi Unggulan dan Referensi Nasional dalam Bidang Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional. MISI Menghasilkan Iptek dan Informasi Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional yang Berkulaitas berdasarkan Kaidah Ilmiah dan Etika. TUGAS POKOK Melaksanakan Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional. FUNGSI Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut Balai Besar Litbang TO OT menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
1. perencanaan, pelaksanaan, evaluasi penelitian dan/atau pengembangan di bidang tanaman

obat dan obat tradisional.


2. pelaksanaan eksplorasi, inventarisasi, identifikasi, adaptasi, dan koleksi plasma nutfah

tanaman obat.

3. pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi konservasi dan pelstarian plasma

nutfahtanaman obat.
4. pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi standarisasi tanaman obat dan bahan baku

obat tradisional.
5. pelaksanaan pengembangan jejaring kerjasama dan kemitraan di bidang tanaman obat dan

obat tradisional.
6. pelaksanaan kajian dan diseminasi informasi tanaman obat dan obat tradisional. 7. pelaksanaan pelatihan teknis di bidang pembibitan, budidaya, pasca panen, analisa, koleksi

spesimen tanaman obat serta uji keamanan dan kemanfaatan obat tradisional.
8. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

KOMPETENSI Penelitian tentang Tanaman Obat dan Obat Tradisional yang meliputi : 1. Potensi Bioprospeksi TO. 2. Budidaya TO.
3. Teknologi panen dan Pasca Panen TO. 4. Teknologi ekstraksi dan analisa senyawa aktif TO. 5. Uji Keamanan dan Khasiat serta Formulasi OT.

STRUKTUR ORGANISASI Sesuai dengan Permenkes No. 491/Menkes/Per/VII/2006 Balai Besar Litbang TO&OT dipimpin oleh pejabat eselon IIB yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan Litbang Kesehatan. Susunan Organisasi Balai Besar Litbang TO&OT terdiri dari :
1. Bagian Tata Usaha Melaksanakan urusan Tata Usaha kepegawaian, perlengkapan dan

rumah tangga serta pengelolaan keuangan.


2. Bidang Program Kerjasama dan Informasi Melaksanakan penyusunan perencanaan,

koordinasi, pelaksanaan dan evaluasi program dan anggaran, kerjasama dan kemitraan, pemyediaan dan desiminasi informasi serta evaluasi dan pelaporan.
3. Bidang Pelayanan Penelitian Melaksanakan koordinasi pelaksanaan dan evaluasi pelayanan

penelitian.
4. Instalasi Merupaka fasilitas penunjang penyelenggaraan litbang dibidang TO dan OT.

5. Kelompok Fungsional Peneliti Melakukan kegiatan sesuai jabatan fungsional peneliti berdasar peraturan perundang undangan yang berlaku.

BAYAM MERAH Alternanthera amoena Voss

SINONIM Nama Latin : Alternanthera ficoidea ( L ) R. Br., Iresine herbstii Hook Nama Daerah : Jukut jatinangor, kecicak abang, bayam bang KLASIFIKASI Kingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo : Plantae (Tumbuhan) : Spermatophyta (Menghasilkan biji) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) : Hamamelidae : Caryophyllale Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Famili Genus Asal

: Amaranthaceae (suku bayam-bayaman) : Alternanthera : Daerah Amerika Tropis

Spesies: Alternanthera amoena Voss

CIRI-CIRI Habitus Daun : Semak, satu tahun, tinggi + 50 cm Batang Tegak, masif, beralur, percabanganmonopodial, hijau kemerahan. :Tunggal, berseling, lonjong, ujung runcing, pangkal meruncing, tepi rata, panjang 7-24 cm, lebar 4-12 cm, pertulangan menyirip, hijau kemerahan. Bunga : Majemuk, berkelamin dua, di ketiak daun, bentuk bongkol, tangkai panjang 2 cm, hijau kemerahan, kelopak bentuk corong, benang sari kecil, tangkai putik kuning, kepala putik bulat, mahkota merah, merah Buah Batu, merah kecoklatan. Biji Akar : Bulat, kecil, hitam. : Tunggang, putih kecoklatan. Bayam merah adalah tumbuhan dari keluarga Amaranthacea.Nama saintifiknya adalah Amaranthacea Gangeticus.Nama Inggrisnya adalah Red Spinach.Bayam merah adalah pokok berbunga tahunan yang mempunyai bunga ungu gelap.Bayam berasal dari Amerika tropis.Hingga sekarang, tumbuhan ini sudah tersebar di daerah tropis dan subtropis seluruh dunia. Di Indonesia, bayam dapat tumbuh sepanjang tahun dan ditemukan pada ketinggian 52 m dpl, tumbuh didaerah panas dan dingin, tetapi tumbuh lebih subur di dataran rendah pada lahan terbuka yang udaranya agak panas. Bayam yang biasa dikonsumsi sebagai sayuran dikenal dengan bayam cabutan (bayam sekul) terdapat 3 varietas bayam yang termasuk kedalam Amaranthustricolor, yaitu : 1. Bayam hijau biasa, bayam merah (blitum rubum) yang berwarna hijau keputih putihan. 2. Daun dan batang bayam merah mengandung cairan warna merah. Selain A. Tricolor terdapat bayam jenis lain. 3. Bayam kakap (A. Hybridus) bayam duri (A. Spinosus) dan bayam kotok / bayam tanah (A Blitum).

Jenis bayam yang sering dibudidayakan adalah A. Tricocor dan A. Hybridus sedangkan jenis bayam lainnya tumbuh liar.Panen bayam cabut paling lama dilakukan selama 25 hari. Setelah itu kualitasnya akan menurun karena daunnya menjadi kaku.

KANDUNGAN Tanaman ini banyak mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalium, zat besi, amarantin, rutin, purin dan vitamin (A,B dan C). Secara umum tanaman ini dapat meningkatkan kerja ginjal dan melancarkan pencernaan.Akar bayam merah memiliki khasiat sebagai obat untuk disentri. KANDUNGAN KIMIA Daun bayam merah mengandung saponin dan batangnya mengandung alkaloida, flavonoida, dan polifenol. MANFAAT Bayam digunakan untuk membantu melancarkan proses buang air besar karena kandungan seratnya cukup banyak. Makanan berserat seperti bayam, baik bagi penderita kanker usus besar, kencing manis, koleterol tinggi dan untuk menurunkan berat badan. Kegunaan bayam merah antara lain : 1. Dapat meningkatkan kerja ginjal dan bisa bersihkan darah sehabis bersalin. Jika ingin meningkatkan kerja ginjal, membersihkan darah sehabis bersalin maka konsumsilah bayam dalam bentuk sayur bening.
2. Anemia

Cuci 2 genggam daun bayam merah, tumbuk hingga halus, tambahkan 1 sdm air jeruk nipis lalu saring. Kemudian tambahkan 1 sdm madu dan sebutir telur ayam kampung, aduk hingga rata. Minumlah ramuan ini 1 kali sehari selama seminggu. Selanjutnya pengobatan dapat dilakukan2 x seminggu hingga penyakit sembuh.Atau 60 gram daun bayam merah direbus dengan air secukupnya, tambahkan 1 kuning telur ayam kampung kemudian dimakan. Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari
3. Disentri

Cuci 10 batang akar bayam merah sampai bersih, lalu tumbuk hingga halus. Tambahkan

garam halus seujung sendok teh dan aduk rata lalu saring. Minumlah air saringan tersebut sekaligus. 4. Memperkuat Akar Rambut Cuci bersih seikat bayam segar, lalu tumbuk hingga halus. Tambahkan garam seujung sendok teh sambil diaduk rata, selanjutnya peras dan saring.Lalu minumlah sekaligus, lakukanlah hal demikian 2 3 kali seminggu.Anemia merupakan suatu keadaan kekurangan sel-sel darah merah atau merupakan gangguan dalam halkemampuanya mengangkut oksigen. Gangguan ini ditandai rasa lemas, pusing, mata berkunang-kunang, dan wajah pucat. Pada keadaan yang sangat parah, kekurangan darah dapat mengganggu pekerjaan jantung. BUDIDAYA 1. Tanah dan Iklim Bayam biasannya tumbuh sepanjang tahun baik didtaran rendah maupun dataran tinggi, suhu udara yang dikehendaki + 20 C - 32 C, derajat keasaman tanah (pH) 6-7. Tanaman ini memerlukan cukup banyak air, sehingga paling tepat ditanam pada awal musim penghujan dan dapat ditanam pada awal musim kemarau yaitu pada tanah yang gembur dan cukup subur. Namun dapat juga tumbuh ditanah dengan tekstur liat, liat berpasir dan sebagainya dengan syarat harus diberi pupuk kandang yang cukup banyak. 2. Pembibitan dan Penanaman a. Pembibitan Bayam diperbanyak dengan biji, tanpa persemaian. Kebutuhan benih bayam untuk 10 M2 bedengan = 10 gram yang berisi kira-kira 10.000 butir biji dengan takaran + 3 sendok the atau 1 kotak korek api. Benih dapat diperoleh dengan jalan memilih sejumlah tanaman yang pertumbuhannya sehat, kuat, tidak terserang hama dan penyakit. Benih yang telah dipanen dijemur sampai kering kemudian dirontokkan, Dibersihkan dan disimpan dalam kaleng lalu dibungkus kantong plastik kedap udara. b. Pengolahan tanah Penggemburan tanah untuk bayam cabut dilakukan dengan mencangkul sedalam 20 cm sedang untuk bayam tahunan dicangkul lebih dalam lagi + 30 cm. Setelah tanah diratakan kamudian diberi pupuk kandang sebanyak + 10 ton/Ha atau 1 kg/m2. Bedengan dibuat 1 x 5 meter baik untuk bayam cabut maupun bayam tahun, diantara

bedengan dibuat parit selebar + 30 cm untuk memudahkan penyiraman dan sekaligus berfungsi sebagai saluran drainase. c. Pemupukan Pupuk kandang diberikan 1 minggu sebelum tanam, pupuk buatan perlu juga diberikan sebagai pupuk dasar. Jenisnya Urea, TSP/SP 36 dan KCI. Pemberian pupuk disebarkan dalam garitan + 5 cm di sebelah kanan dan kiri barisan. Pemupukan diberikan sesuai dengan anjuran seperti dibawah ini : HST : Hari Setelah Tanam d. Penanaman Sebelum benih disebar pada bedengan yang basah biji bayam harus dicampur dengan abu dapur yang kering dengan takaran 1 : 1. Benih disebarkan atau dideretkan dalam garitan, diatas suatu bedengan yang telah diberi cukup pupuk kandang.Jarak antar garitan 15-20 cm. Setelah benih dtebar ditutup dengan tanah tipis merata kemudian dilakukan penyiraman secara hati-hati.Benih mulai berkecambah pada hari ke 5. 3. Pemeliharaan a. Penyiangan Penyiangan dilakukan pada saat tanaman berumur + 2 minggu, rumput tanaman penggangu dicabut dan dibuang, lalu tanah disekitar batang tanaman digemburkan. Penyiangan berikutnya dilakukan setiap 2 minggu. b. Penyiraman Penyiraman dilakukan dengan hati-hati dengan menggunkan gembor berlubang halus.Tanah dijaga agar tetap lembab tetapi tidak becek.Hal ini dilakukan terusmenerus hingga tanaman siap panen. c. Penjarangan Penjarangan untuk bayam cabut dilakukan pada saat tanaman berumur 20, 25 dan 30 hari dengan mencabut tanaman yang sudah besar dan terlalu rapat.Penjarangan ini sekaligus merupakan pemanenan bayam tersebut.Proses penjarangan + 5 hari sekali, dilakukan dengan hati-hati.Agar tidak merusak tanaman yang tinggal. d. Pengendalian organisme penggangu tanaman Gangguan hama penyakit tidak banyak dijumpai, kecuali adanya kerusakan daun yang ditimbulkan oleh ulat daun. Gangguan serangan hama diatur dengan insektisida yang

ada dipasaran dengan dosis sesuai aturan yang diberikan apabila dianggap sangat perlu. Hindarkan pemberian obat-obatan secara berlebihan.Pemberian obat-obatan ini dihentikan minimal 1 minggu menjelang pemanenan. Gangguan lainseperti rumputrumput terutama rumput teki, lempuyangan dan gulma diberantas dengan dicabut. e. Panen Proses penjarangan pada bayam cabut sekaligus merupakan pelaksanaan pemanenan hasil. Pemanenan dapat dilakukan berturut-turut pada umur 20,25 dan 30 hari dengan menyisakan beberapa tanaman yang tumbuhnya subur untuk menghasilkan benih. Untuk bayam petik (bayam tahun) pemungutan hasil dilakukan dengan jalan memetik pucuk-pucuk daun. Pemungutan hasil hasil dilakukan pada umur 3 minggu setelah tanam. Hasil yang diperoleh dengan cara cabutan sebanyak + 7kg/m2 atau 35 kg per bedengan (5 m2), sedangkan untuk yang dipanen daunnya (bayam tahun) hasil yang diperoleh diperkirakan 15 kg/ 5 m2.

FOTO-FOTO

Klinik Jamu

Laboratorium Terpadu

Klinik Saintifikasi Jamu

Denah Rencana Pembangunan B2P2TOOT

Bayam Merah

Bayam Merah

Disortasi TO

Destilasi Uap