Anda di halaman 1dari 31

MODUL

Pernakah kalian membayangkan, dunia tanpa engineer di dalamnya ?

Pernakah kalian membayangkan, dunia dilengkapi engineer tapi tanpa pengetahuan ilmu bahan?

Setelah mengikuti pokok bahasan ini mahasiswa diharapkan :


1. Dapat menjelaskan jenis-jenis material teknik 2. Dapat menjelaskan sifat dan karakteristik setiap jenis material teknik 3. Dapat menjelaskan kegunaan dari setiap jenis material teknik

Terdapat 4 golongan besar material teknik : 1. Logam 2. Polimer 3. Keramik 4. Komposit

DEFENISI :
Unsur-unsur yang mempunyai sifat kuat, liat, keras, mengkilat dan penghantar listrik serta panas yang baik

PENGERTIAN KHUSUS :
Suatu unsur dapat dikatakan logam bila memiliki sifat-sifat sebagai berikut 1. Kemampuan memberikan elektron dan membentuk ion 2. Memiliki Struktur kristal 3. Bahan dengan konduktifitas listrik dan panas yang tinggi 4. Kemampuan mengalami perubahan plastik 5. Sifat berkilau dan memantulkan cahaya

Dalam pembekuan logam dari pencairannya saat Ekstraksi, diawali oleh proses pengintian (terbentuknya inti sel satuan dari atom-atom) yang biasanya membentuk dendrit (pohon pinus kecil), lalu disusul pertumbuhan inti sel ke segala arah sesuai bentuk awal inti sel (cubic, hexagonal, tetragonal dan lain-lain) dan pertumbuhan ini akan terhenti, bila telah bersentuhan dengan pertumbuhan inti sel disekitarnya dan batas pertumbuhan ini disebut batas butir.

Bentuk ukuran butir dari struktur logam ini, memberikan karakteristik sifat mekanik yang berbeda, dimana bentuk ukuran butir halus dan kasar memberikan sifat mekanik yang berbeda pula. Besar kecilnya ukuran butir logam ditentukan 2 hal yang sangat penting, yaitu pengintian dan pertumbuhan inti sel bila pengintian lebih cepat dari pertumbuhannya akan menghasilkan butirbutir halus, sebaliknya pertumbuhan inti sel lebih cepat dengan pengitian akan menghasilkan butir-butir kasar. Butir halus menghasilkan sifat mekanik lebih baik daripada struktur dengan butirbutir kasar.

Penomoran menurut AISI-SAE Awalan AISI :


B C CB D E Acid Bessemer karbon steel Basic Open Hearth karbon steel Salah satu dari B dan C menurut kehendak pembuatnya Acid Open Hearth Karbon steel Electric Furnace Karbon steel.

Baja Karbon Resulfurisasi Baja Mangan Baja Nikkel Baja Nikkel Chrom Baja Tahan karat & Panas Baja Molibden Baja Moliden Chrom Baja Molibden Cr Ni Baja Molibden Nikkel

10 XX 11 XX 13 XX 20 XX 31 XX 33 XX 40 XX 41 XX 43 XX 46 XX

2 angka terakhir menunjukkan prosentase karbon terlarut Baja Chrom 50 xx Baja Chrom Vanadium 56 xxx Baja woltram 57 xxx Baja timah hitam HL xx Baja silikon mangan 59 xxx dan lain-lain

Dari logam hasil ekstraksi (logam murni) dikembangkan menjadi logam paduan, yaitu penggabungan 2 unsur atau lebih dan menghasilkan sifat-sifat logam, sebab penggabungan unsur ini dapat berupa logam dengan logam, ataupun logam dengan bukan logam (metalloid) contoh baja, logam dengan bukan logam (Fe dan Karbon) Dalam paduan ini akan tercipta larutan padat dan senyawa logam. Untuk larutan padat sangat dipengaruhi oleh ukuran Atom dari unsur terlarut dan pelarut dalam menghasilkan larutan padat intransitisi dan subsitusi. Sedang senyawa logam adalah senyawa yang tidak mengikuti aturan valensi sebagaimana pada senyawa kimia lainnya tetapi tergantung pada perbandingan yang tetap dan ini menghasilkan sifat mekanik yang keras tetapi cukup getas. Contoh pada Fe3C, Mn3C, Cr4C, W2C adalah logam besi yang dipadukan dengan unsur karbon, dimana karbon menghasilkan karbid-karbid yang sangat keras, demikian juga CU2Zn3 (kuningan putih), CU Al2 (dural) dan CU3Sn (perunggu tima putih) yang memiliki kekerasan cukup tinggi.

Ada 2 kelompok besar dari logam dan paduan yaitu :


1. Besi dan paduannya (Fe dan paduannya), paduan Fero adalah paduan paduan yang mengandung Fe terbanyak seperti baja karbon, baja paduan tinggi, baja paduan rendah, baja tuang, besi tuang, besi ingot baja tempa, baja tahan karat, bahan perkakas dan lain-lain. 2. Besi Tuang - mengandung lebih banyak karbon dari pada baja. Macamnya adalah besi tuang putih, besi tuang abu-abu, besi tuang lunak (malleable) dan besi tuang Noduler. 3. Temperatur leleh 1140oC untuk Besi Tuang, dan baja pada temperatur 1371oC s.d. 1538oC. 4. Besi tuang abu-abu diklasifikasi oleh ASTM, sifatnya sangat rapuh, dimana kekuatan tariknya lebih rendah daripada kekuatan tekanannya, semua besi cor (tuang) dapat dilas kecuali besi tuang putih.

DEFENISI :

PENGERTIAN KHUSUS :

Sifat-sifat umum bahan polimer :


Mampu cetak baik, Produk yang ringan dan kuat. Dapat bersifat isolasi listrik yang baik (pada umummya polimer) tetapi dapat bersifat konduktif listrik bila dicampur dengan butiran karbon serbuk logam dan lain-lain. Ketahanan air, zat kimia, yang baik Produk-produk dengan sifat yang berbeda dapat dibuat, tergantung pada cara pembuatannya, seperti dengan mencampur zat pengisi pemplastis dan lain-lain. Polimer umumnya lebih murah daripada logam dan keramik Kurang tahan terhadap panas, dibanding logam dan keramik Kekerasan permukaan kurang dibanding logam dan keramik. Kurang tahan terhadap pelarut Mudah termuati listrik secara elektrostatik Beberapa bahan polimer bersifat tahan abrasi dan mempunyai koefisien gesek kecil.

Sifat-sifat khas bahan polimer :


Massa jenis rendah, memungkinkan volume yang sama

dihasilkan bahan lebih ringan dan lebih kuat. Polietilen massa jenisnya lebih ringan dari air sehingga beberapa produk dapat dibuat mengapung dalam air Sifat viskoelastik, yaitu perpanjangan tidak selalu berbanding lurus dengan beban yang diberikan dan pada penurunan beban sebagian kecil regangannya hilang kembali, dan sebagian tinggal mengakibatkan tidak kembali kepanjang asal. Kekuatan Tarik, hubungan tegangan regangan pada tarikan memberikan nilai yang cukup berubah tergantung pada laju regangan, temperatur, lembaban dan seterusnya

Sifat-sifat khas bahan polimer :


Kekuatan Tekan, beban tekan kebalikan beban tarik cara kerjanya karena polimer mempunyai cacat kecil atau mengandung zat pengisi tertentu, maka polimer dapat mengalami deformasi yang besar Kekerasan, polimer menunjukkan sifat kekerasan yang berbeda dibanding dengan logam karena sifat visko elastiknya. Ketahanan aus dan Gesekan, berbeda dengan logam, koefisien gesekannya tergantung pada beban, bidang kontak, laju gesekan dan lain-lain Sifat thermal, panas jenis polimer lebih besar daripada logam dan keramik yaitu 0,250,55 cal/g/oC karena besarnya panas yang diperlukan untuk pergerakan molekul-molekul dari strukturnya pada polimer lebih besar daripada logam dan keramik.

DEFENISI :
Komposit adalah polimer yang diperkuat serat atau kombinasi antara 2 atau lebih dari 3 bahan yang memiliki sejumlah sifat yang tidak dimiliki oleh masing-masing komponennya

PENGERTIAN KHUSUS :
Bahan ini dibentuk dari resin sebagai matriks yang diperkuat serat, seperti serat gelas, karbon, asbes, wisker dan lain-lain. Untuk bahan matriks hampir dari semua jenis resin baik termoset seperti poliester, epoksi fenol dan seterusnya

Sebagai penguat Resin termoset harus memenuhi syarat berikut :


Resin yang digunakan berviskositas rendah, dapat sesuai dengan bahan penguat dan permeable. Dapat diukur pada temperatur kamar dalam waktu yang optimal. Mempunyai penyusutan yang kecil pada pengawetan. Mempunyai kelengketan yang baik dengan bahan penguat Mempunyai sifat yang baik dari bahan diawetkan.

Bahan Penguat :
Bahan penguat yang paling sering digunakan serat gelas yaitu gelas non alkali (jenis E) serat gelas ini mempunyai kekuatan tarik tinggi + 1000 x lebih kuat dari kawat baja (90 kg/mm2) massa jenis rendah, 2,5 g/cm3, modulus elastik rendah

DEFENISI :
Keramik adalah bahan padat anorganik yang bukan logam, dan bahan keramik adalah bahan dasar penyusun kerak bumi yaitu SiO2, AL2O3, CaO, MgO, K2O, Na2O dan seterusnya.

Sifat-Sifat Keramik Sifat mekanik keramik keras, kuat dan stabil pada temperatur tinggi, tetapi getas dan mudah patah seperti proselin, keramik cina dan gelas, kekuatan tarik keramik berkisar 70 s/d 2000 MN/m2, modulus yang berkisar 72 s/d 460 GN/m2. yaitu terendah pada gelas pyrex dan tertinggi pada alumina kristal tunggal. Kekuatan pada temperatur tinggi Keramik memiliki ketahanan termal dan kestabilan kimia dan dapat digunakan untuk temperatur tinggi yang tidak dapat dilaksanakan oleh logam. Penurunan kekuatan dan deformasi plastis dengan cepat sering juga ditemui pada bahan keramik pada temperatur diatas 1000oC seperti SI3N4

Sifat termal Semua keramik dibuat dengan melalui pemanasan temperatur tinggi, menghasilkan sifat termalnya yang unggul, seperti tahan panas, hantaran panas, ketahanan kejut termal titik cair tinggi, koefisien pemurnian termal rata-ratanya yaitu koefisien pemuian panjang 0 1000oC adalah 0,5 (oC-1 x 104), Sifat listrik dan magnet Kebanyakan keramik tidak menghantar listrik secara praktis dan bersifat isolasi, tetapi sejumlah senyawa termasuk oksida dan sulfida bersifat konduktor listrik tinggi semi konduktor, dielektrik, magnet atau konduktor ion kebanyakan keramik elektronik ini ditentukan oleh kelakuan elektron yang dimiliki atom-atom ion yang membentuk bahan

Sifat kimia Sifat khas keramik adalah kestabilan kimia, tetapi slag dan gelas berdifusi pada temperatur tinggi merusak bata tahan api