Anda di halaman 1dari 3

Tabel 4 Rata-Rata Konsumsi Kalori (Kkal) dan Protein (Gram) per Kapita Sehari menurut Kelompok Makanan dan

Daerah Tempat Tinggal, 2011


Kalori (kkal) Kelompok Makanan Perkotaan (1) 1. Padi-padian 2. Umbi-umbian 3. Ikan 4. Daging 5. Telur dan susu 6. Sayur-sayuran 7. Kacang-kacangan 8. Buah-buahan 9. Minyak dan lemak 10. Bahan minuman 11. Bumbu-bumbuan 12. Konsumsi lainnya 13. Makanan dan minuman jadi Jumlah (2) PerProtein (gram) PerPerPerPerkotaan+ kotaan+ desaan Per-desaan kotaan desaan Perdesaan (3) (4) (5) (6) (7) 919.10 43.49 47.83 44.71 55.97 37.40 54.17 39.44 232.03 97.69 16.14 59.70 304.35 18.97 0.24 7.66 3.51 3.94 2.03 5.76 0.41 0.21 1.00 0.69 1.35 11.46 24.14 21.57 0.47 8.38 1.99 2.55 2.82 4.62 0.43 0.41 1.14 0.69 1.08 6.57 0.36 8.02 2.75 3.25 2.43 5.17 0.42 0.31 1.07 0,69 1.21 9.01

808.97 1 028.33 24.51 45.02 56.05 69.32 33.01 59.00 36.77 225.30 90.06 16.33 65.93 367.93 62.31 50.61 33.45 42.72 41.75 49.39 42.09 238.71 105.25 15.95 53.52 241.29

1 898.19 2 005.39 1 952.01

57.23

55.29

56.25

Sumber: BPS, Susenas 2011 triwulan 1

Berdasarkan data susenas 2011 triwulan 1, menunjukkan bahwa untuk jumlah konsumsi kalori tiap individu dalam sehari lebih banyak dibandingkan dengan jumlah konsumsi protein tiap individu dalam sehari, baik untuk daerah pedesaan atau perkotaan. Untuk konsumsi kalori tiap individu dalam sehari daerah perdesaan lebih banyak dibandingkan dengan daerah perkotaan, yaitu 2005,39, ditambah lagi jumlah konsumsi kalori daerah pedesaan telah memenuhi standard kebutuhan kalori individu (Departemen Kesehatan RI) yaitu diatas 2000 kkal/hari,

hal ini mengindikasikan bahwa di daerah perdesaan memiliki pemenuhan kebutuhan pangan yang lebih baik dibandingkan dengan daerah perkotaan. Tetapi untuk daerah perdesaan+perkotaan jumlah konsumsi kalori masih dibawah standard kebutuhan kalori, yaitu 1952,01 kkal. Selanjutnya, untuk konsumsi protein, daerah perkotaan memiliki jumlah konsumsi protein lebih banyak dibandingkan dengan daerah perdesaan, yaitu sebesar 57,23 gram, tetapi untuk daerah perdesaan, perkotaan dan perdesaan+perkotaan belum mencapai Angka Kebutuhan Gizi harian untuk protein, yaitu sebesar 60 gram. Terdapat 13 kelompok makanan yang menjadi sumber konsumsi kalori, secara keseluruhan asupan kalori terbesar berasal dari padi-padian, menunjukkan bahwa padi-padian masih menjadi makanan pokok bagi penduduk Indonesia. Untuk konsumsi kalori dari padi-padian, daerah perdesaan lebih banyak dari pada daerah perkotaan, hal ini dikarenakan daerah perdesaan merupakan daerah produksi padi, sehingga daerah perdesaan memiliki persediaan yang lebih banyak. Asupan kalori terbesar kedua berasal dari makanan dan minuman jadi. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia senang terhadap makanan cepat saji. Asupan kalori untuk daerah perkotaan lebih besar dibandingkan dengan daerah perdesaan, yaitu 367,93 kkal. Hal ini dikarenakan industri makanan dan minuman jadi berada di daerah perkotaan, sehingga masyarakat daerah perkotaan lebih cenderung mengkonsumsi makanan dan minuman jadi. Di urutan ketiga ditempati oleh minyak & lemak, hal ini mengindikasikan bahwa makanan yang dikonsumsi oleh tiap individu terdapat lemak & minyak yang cukup dominan. Dan asupan kalori terendah berasal dari bumbu-bumbuan, sebesar 16,14 kkal. Pada bahan makanan umbi-umbian, terdapat perbedaan konsumsi antara desa dan kota yang cukup signifikan, yaitu untuk daerah perkotaan sejumlah 24,51 kkal sedangkan daerah perdesaan sebesar 62,31 kkal. Hal tersebut disebabkan karena di daerah perdesaan banyak lahan yang digunakan untuk bercocok tanam, salah satunya adalah umbi-umbian, dan tentunya harganya relatif lebih murah dari pada di daerah perkotaan sehingga tidak heran jika masyarakat perdesaan memiliki konsumsi kalori yang berasal dari umbi-umbian yang lebih besar dari pada daerah perkotaan. Hal serupa juga terjadi pada sayur-sayuran dan buah-buahan, dengan konsumsi kalori yang lebih besar di daerah perdesaan, dikarenakan daerah

perdesaan merupakan tempat produsen dari kedua bahan makanan tersebut, sehingga harga cenderung lebih relatif murah dan mudah didapat di daerah perdesaan. Untuk konsumsi protein terbesar berasal dari bahan makanan padi-padian, dengan total 21,57 gram dan bersifat seperti konsumsi kalori yaitu jumlah konsumsi protein daerah perdesaan lebih besar dibandingkan daerah perkotaan. Selanjutnya di urutan kedua adalah makanan dan minuman jadi, sebesar 9,01 gram. Yang ketiga adalah ikan dengan total 8,02 gram, dengan konsumsi daerah perdesaan yang lebih banyak dibandingkan dengan daerah perkotaan. Konsumsi protein terkecil adalah minyak & lemak, meskipun konsumsi kalori minyak & lemak jumlahnya besar, tetapi untuk kandungan proteinnya sangat rendah. Secara keseluruhan tidak ada perbedaan yang signifikan untuk konsumsi protein antara daerah perdesaan & perkotaan. Untuk daging, daerah perkotaan memiliki konsumsi protein dari daging lebih banyak dibandingkan dengan daerah perdesaan (perdesaan : 1,99 gram; perkotaan : 3,51 gram), hal tersebut terjadi, diduga karena di daerah perkotaan banyak supermarket atau minimarket yang banyak menjual daging lokal maupun impor dengan harga yang tidak terlalu berbeda jauh, sehingga daging di daerah perdesaan dan perkotaan berbeda, baik dari segi kuantitas maupun harga, yang nantinya akan berpengaruh pada daya beli masyarakat itu sendiri. Hal tersebut juga terjadi pada telur & susu. Secara total, konsumsi protein per hari untuk tiap individu masih di bawah angka kecukupan gizi, yaitu 60 gram, baik untuk daerah perdesaan, perkotaan maupun keduaduanya. Sehingga perlu dilakukan tindakan-tindakan / kebijakan tertentu dari pemerintah, baik itu dari segi harga maupun tingkat produksi agar angka kecukupan gizi untuk potein terpenuhi.