Anda di halaman 1dari 12

PEMBAHASAN MATERI UAMBN QURAN HADIS MTs SYAROFUL MILLAH 2011/2012

I. Memahami dan mencintai

hidup

Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman

A. Pengertian Al-Qur'an Pengertian Al-Quran Menurut Bahasa Al-Qur'an ditinjau dari segi bahasa artinya bacaan atau yang dibaca. Kata AlQuran adalah bentuk isim masdar dari kata , yaitu :


Pengertian Al-Quran Menurut Istilah

.
Artinya : Al - Quran ialah firman Allah yang mengandung mujizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW (dengan perantara Malaikat Jibril) yang tertulis dalam mushhaf-mushhaf (lembaran-lembaran) yang disampaikan kepada kita secara mutawatir dan membacanya termasuk ibadah. B. Pengertian Hadis
a. b. A -H l adis m enurut lughah / bahasa berasal dari bahasa A rab

yang

berarti baru, m uda, cerita, berita dan riw ayat dari N M abi uham ad Saw m .
A dapun pengertian hadis m enurut istilah terdapat beberapa m acam baik m , enurut ahli hadis , ahli ushul hadis , ataupun yang lainnya. D baw ini dipaparkan i ah beberapa pengert ian : A rtinya : H adis adalah segala ucapan, perbuatan dan keadaan N abi M uham ad SA . m W

.
A rtinya : Segala sesuatu yang bersum dari N M ber abi uham ad SAW baik m . perkataan, perbuatan, taqrir ( persetujuan ) ataupun yang sepadannya .


A rtinya : H adis adalah segala ucapan, perbuatan dan taqrir N abi M uham ad SAW Yang berkaitan dengan hukumkepada kita . m .

C. Fungsi Al-Quran a) Sebagai petunjuk, pedoman dan rahmat bagi orang-orang yang meyakininya. Allah SWT. berfirman : Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. (al-Israa : 9) b) Sebagai penawar bagi segala macam penyakit, Firman Allah SWT : ..... Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin.........". (Fushshilat : 44) c) Sebagai pembeda antara yang haq (benar) dan yang batil (salah), Allah SWT. Berfirman :

...... (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)..... (al-Baqarah : 185) D. Fungsi Hadis a. Mengukuhkan hukum-hukum yang telah disebutkan dalam Al-Quran b. Menafsirkan ayat-ayat Al-Quran yang bersifat mujmal (global) c. Membatasi keumuman Al-Quran d. Menetapkan hukum yang belum disebutkan dalam Al-Quran
E. Cara-cara Memfungsikan Al-Quran dan Hadis dalam Kehidupan 1. Menjadikan Al-Quran dan hadis sebagai pedoman dalam kehidupan pribadi,

keluarga/rumah tangga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara 2. Menjadikan Al-Quran dan hadis sebagai hakim dalam menyelesaikan masalah.
F. Menerapkan Al- Quran dan Hadis sebagai pedoman hidup umat

1. 2.

3.

4.

5.

manusia. Dalam kehidupan pribadi Menjadi kewajiban bagi setiap muslim adalah menjadikan Al-Quran dan hadis sebagai pedoman hidupnya sehari-hari. Dalam Kehidupan Keluarga a. suami di dalam kehidupan rumah tangga adalah membimbing istri dan anak-anaknya berdasarkan petunjuk Allah SWT. dan Rasul-Nya. b. bahwa istri juga merupakan pemimpin dilingkungan rumah tangga suaminya. bahwa istri juga merupakan pemimpin dilingkungan rumah tangga suaminya. Dalam Kehidupan Bermasyarakat a. Saling tolong menolong dalam kehidupan b. berbuat baik kepada sesama c. Mau memberi dan menerima nasihat Dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara a. sikap saling menghargai antara yang satu dengan yang lain b. budaya musyawarah dalam memecahkan suatu persoalan yang menyangkut kepentingan orang banyak Menjadikan Al-Quran dan hadis sebagai hakim dalam menyelesaikan masalah. Wajib bagi seorang muslim dalam menyelesaikan perselisihan yang terjadi merujuk/kembali kepada petunjuk Al-Quran dan hadis. G. Cara Mencintai Al-Quran dan Hadis 1. berusaha untuk dapat membaca Al-Quran dan hadis dengan benar; 2. berusaha dengan sunguh-sungguh untuk dapat memahami isi Al-Quran dan hadis dengan benar; 3. rajin mendatangi majlis-majlis ilmu yang mempelajari Al-Quran dan hadis; 4. berusaha menerapkan ajaran Al-Quran dan hadis dalam kehidupannya; 5. tidak suka bila ada orang lain yang meremehkan dan menghina Al-Quran dan hadis; 6. berusaha menjaga kemurnian Al-Quran dan hadis; 7. memiliki kepedulian apabila melihat lembaran yang bertuliskan Al-Quran dan hadis berceceran dengan mengumpulkan atau membakarnya. H. Perilaku Orang Yang Mencintai Al-Quran dan Hadis Perilaku mencintai Al-Quran dan hadis dapat diwujudkan dengan langkahlangkah sebagai berikut : 1. merintis terwujudnya taman pendidikan Al-Quran di lingkungannya ( TPQ ); 2. mengikuti secara aktif kegiatan TPQ yang ada dilingkungannya;
2

3. 4. 5. 6.

mempelajari Al-Quran dan hadis dengan sungguh-sungguh; mau mengajarkan ilmu yang telah dikuasainya kepada orang lain; mengajak orang-orang yang belum mau belajar Al-Quran dan hadis; menjadikan Al-Quran dan hadis sebagai dasar dalam segala tindakan dan cara berfikir

II. Menerapkan Al-Quran surat-surat pendek pilihan dalam kehidupan sehari-hari tentang tauhid rububiyyah dan uluhiyyah
Kata Tauhid ( )ditinjau dari segi bahasa merupakan bentuk masdar dari kalimat : ( ,) yang artinya : mengesakan. Sedangkan menurut istilah, Tauhid adalah meng-Esakan Allah SWT. dalam Rububiyyah Uluhiyyah, Asma wa sifat . Dari pengertian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa tauhid terbagi menjadi tiga bagian yaitu : Tauhid Rububiyyah, Tauhid Uluhiyyah dan Tauhid Asma wa sifat. A. Tauhid Rububiyyah Secara bahasa, kata rububiyyah ( ) diambil dari kalimat : Rabb ) ) yang berarti : yang pemelihara, pencipta, pemilik, tuan dan pemberi keputusan. Adapun menurut istilah, tauhid rububiyyah, ialah mengesakan Allah dalam semua perbuatan-Nya seperti menghidupkan, mematikan, mencipta, mengatur, memberi rizki dan lain sebagainya. Allah SWT. Berfirman :


segala puji bagi Allah, Rabb (Tuhan) semesta alam. (al-Fatihah:2) B. Tauhid Uluhiyyah Secara bahasa, kata uluhiyyah ( ) diambil dari kalimat : ( ,) yang berarti : yang disembah dan ditaati, dia adalah sesuatu yang menjadi tempat bergantung hati karena cinta dan pengagunggan. Sedangkan menurut istitah, tauhid uluhiyyah ialah mengesakan Allah dalam hal beribadah, seperti dalam berdoa, thawaf, menyembelih, bernadzar, shalat, mengharap, takut, memohon pertolongan, tawakkal dan berbagai ibadah lainnya. Allah SWT. berfirman :

sembahan manusia. (An-Naas : 3).

C. Penerapan Surat Al-Fatihah dalam kehidupan sehari-hari

Surat Al-Fatihah mengandung beberapa unsur pokok yang mencerminkan seluruh isi Al-Quran, yaitu tauhid/keimananan, hukum-hukum dan kisah-kisah. Mengenai tauhid rububiyyah terkandung pada ayat 1-4. Ayat 1 dan 3 : bahwa Allah mencurahkan kasih sayang-Nya kepada hambaNya. Ayat 2 : tegas menunjukkan akan tauhid rububiyah, bahwa segala puji dan ucapan syukur atas suatu nikmat itu bagi Allah, karena Allah adalah pencipta dan sumber segala nikmat yang terdapat di alam ini. Ayat 4 : menjelaskan akan adanya hari pembalasan ( hari kiamat). Pada hari itu hanya Allahlah yang berkuasa, segala sesuatu tunduk dan patuh kepada kebesarann-Nya. Kekuasaan, kegagahan, dan keangkuhan yang pernah dimiliki manusia ketika di Pada hari itu hanya Allahlah yang berkuasa, segala sesuatu tunduk dan patuh kepada kebesarann-Nya. Kekuasaan, kegagahan, dan keangkuhan yang pernah dimiliki manusia ketika di dunia tidak berarti lagi. Ayat 5 : Menunjukkan adanya Tauhid Uluhiyyah bahwa hanya Allah-lah yang pantas dan berhak untuk diibadahi dan dimintai pertolongan.

Ayat 6 : permohonan kepada-Nya melalui ucapannya Tunjukilah kami kepada jalan yang lurus yaitu Islam. Ayat 7 : yaitu jalannya orang-orang yang diberi nikmat dan bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalannya orang-orang yang sesat. Yang dimaksud dengan orang yang diberi nikmat adalah pada nabi, para siddiqiin, para suhada.

III. Problematika Dakwah


Pengertian Dakwah Secara bahasa kata dakwah berasal dari bahasa arab daa, yadu, dawatan, yang berarti ajakan, seruan,panggilan atau undangan. Secara istilah dakwah berarti mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan untuk keselamatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan di akherat. Orang yang berdakwah disebut dai, sedang orang yang menjadi sasaran dakwah disebut madu. Selain kata dakwah, kita juga mengenal kata tabligh. Secara bahasa tabligh berarti penyampaian. Secara istilah berarti menyampaikan ajaran Islam kepada umat manusia untuk dijadikan pedoman hidup dan dilaksanakan agar memperoleh kebahagiaan dunia dan akherat. Orang yang bertabligh disebut mubaligh. Dalam masyarakat keduanya dianggap sama, karena keduanya mempunyai tujuan sama yaitu menyeru manusia agar mengamalkan ajaran Islam. Metode Dakwah Islam

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (AnNahl:125)

1. Metode bil hikmah Metode bil hikmah adalah dakwah dengna cara berdialog dengan kata-kata yang bijak.Dakwah disampaikan dengan keterangan yang tegas dan jelas, tidak ragu dan bimbang. Sasaran dakwahnya adalah cendekiawan yang memilki pengetahuan tinggi. 2. Metode bil mauidzah hasanah Metode bil mauidzatil hasanah adalah dakwah dengan member nasehat dan prumpamaan yang menyentuh jiwa sesuai dengan taraf pengetahuan yang sederhana. Metode ini tepat jika sasaran dakwahnya adalah kaum awm. 3. Metode bil jidal Metode bil jidal adalah dakwah dengan perdebatan, dengan cara yang baik yaitu dengan logika dan retorika yang halus, lepas dari kekerasan dan umpatan. Sasaran dakwahnya ahli kitab dan pemeluk agama lainnya atau kaum terpelajar. Q.S. An-Nashr
4


Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,(1) dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, (2) Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (3). (An-Nashr:1-3)

Asbabun Nuzul Surat An-Nashr Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika Rasulallah SAW. masuk kota Makah pada waktu fathu makah, Khalid bin Walid diperintahkan memasuki kota Makah dari jurusan dataran rendah untuk menggempur pasukan quraisy (yang menyerangnya) serta merampas senjatanya. Setelah memperoleh kemenangan. Maka berbondong-bondonglah kaum quraisy masuk Islam. Ayat ini (Q.S. an-Nashr 1-3) turun berkenaan dengan peristiwa itu. Sebagai perintah untuk memui syukur dengan me-Mahasucikan Allah atas kemenangannya dan meminta ampun atas segala kesalahan.

Q.S. Al-Lahab
1. 2. 3. 4. 5. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan Sesungguhnya Dia akan binasa[1607]. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak Dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar[1608]. Yang di lehernya ada tali dari sabut. (Al-Lahab : 1-5)

Asbabul Nuzul Surat Al-Lahab Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa suatu ketika Rasulallah SAW.. naik ke bukit Shafa ambil berseru: Mari kumpul pada pagi hari ini! Maka berkumpulah kaum Quraisy. Rasulullah SAW..bersabda: Bagaimana pendapat kalian, seandainya aku beri tahu bahwa musuh akan datang besok pagi atau petang, apakah kalian percaya kepadaku? Kaum Quraisy menjawab: pasti kami percaya. Rasulallah SAW. bersabda: Aku peringatkan bahwa siksaan Allah yang dahsyat akan datang. Berkata Abu Lahab: Celaka engkau! Apakah hanya untuk ini, engkau kumpulkan kami? Maka turunlah ayat ini (S. 1 s/d 5) berkenaan dengan peristiwa itu yang melukiskan bahwa kecelakaan itu akan terkena kepada orang yang memfitnah dan menghalang-halangi agama Allah.

IV. Toleransi Dalam Kehidupan


Q.S. al-Kafirun 1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, 2. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. 3. dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. 4. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, 5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. 6. untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." (Al-Kafiruun : 1-6)

Kandungan Q.S. al-Kafirun Nama surah Namanya yang populer adalah surah al-Kafirun. Nama lainnya adalah alIbadah, surah ad-Din. Ada juga yang menamainya al-Muqasyqisyah (penyembuh). Termasuk jenis surah makiyah. Surat yang ke-19 dari perurutan turunnya dan ke-109 dari perurutan penulisannya Tema utama Tema utamanya adalah penolakan usul kaum musyrikin untuk penyatuan ajaran agama dalam rangka mencapai kompromi, sambil mengajak agar masing-masing melaksanakan agama dan kepercayaannya tanpa saling mengganggu. Asbabun Nuzul Q.S. al-Kafirun Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Al Walid bin Al Mughirah , Al Ashi bin Wail, Al Aswad bin Al Mutahalib dan Umayyah bin Khalaf bertemu dengan Rasulallah SAW. Dan berkata: Hai Muhammad! Mari kita bersama menyembah apa yang kami sembah dan kami akan menyembah apa yang engkau sembah dan kita bersekutu dalam segala hal dan engkaulah yang memimpin kami. Maka Allah menurunkan ayat ini. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Said bin Mina.

Q.S. Al-Bayyinah 1. Orang-orang kafir Yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, 2. (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaranlembaran yang disucikan (Al Quran), (Al-Bayyinah:1-2) Isi kandungan QS Al Bayyinah Ayat 1 dan 2 sebagai dasar sikap fanatik, orang-oarang ahli kitab ( Yahudi dan Nasrani ) tidak akan meninggalkan agama mereka sebelum datang bukti yang nyata, yaitu datangnya Nabi akhir zaman yang mereka dambakan, yang akan membacakan lembaran-lembaran yang suci sebagai pedoman hidup Keterkaitan Isi Kandungan Q.S. al-Kafirun dan al-Bayyinah Q.S. al-Kafirun dan al-Bayyinah kedua mempunyai hubungan erat dan saling melengkapi. Q.S. al-Kafirun ayat 2-5 menjelaskan tentang wajibnya memiliki fanatisme atau istiqamah dalam beragama. Demikian juga dalam Q.S. al-Bayyinah, disitu menggambarkan kegigihan kaum ahli kitab dan orang-orang musyrik mempertahankan keyakinan mereka.

V. Kepedulian Sosial
Al-Kautsar:1-3 1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. 2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.

3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus. Al-Maun : 1-7 1. tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? 2. Itulah orang yang menghardik anak yatim, 3. dan tidak menganjurkan memberi Makan orang miskin. 4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, 5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, 6. orang-orang yang berbuat riya, 7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna. Keterkaitan QS. al-Kautsar dan al-Maauun tentang Kepedulian Sosial 1. Kedua-duanya mengandung pengajaran agar umat Islam memiliki kepedulian sosial dalam kehidupan. 2. Bentuk kepedulian sosial yang dimaksud dalam surat Al-Kautsar adalah penyembelihan hewan qurban, dimana dagingnya diberikan kepada arang lain utamanya kepada fakir miskin. 3. Bentuk kepedulian sosial yang dimaksud dalam surat Al-Maauun adalah : a. Menyayangi dan menyantuni anak yatim; b. Memperhatikan nasib orang miskin dengan menganjurkan dan atau memberi bantuan kepada mereka; c. Mau membantu orang lain untuk meringankan beban dan kesulitan yang dialaminya. 4. Surat Al-Kautsar mengandung perintah untuk memiliki kepedulian sosial, sedangkan surat Al-Maauun mengandung ancaman kepada mereka yang tidak memiliki kepedulian sosial dengan dicap sebagai pendusta agama.

VI. Hukum Alam


Al-Qariah:1-8 1. hari kiamat, 2. Apakah hari kiamat itu? 3. tahukah kamu Apakah hari kiamat itu? 4. pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, 5. dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan. 6. dan Adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, 7. Maka Dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. 8. dan Adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, Al-Zalzalah:1-8
7

1. apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), 2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, 3. dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?", 4. pada hari itu bumi menceritakan beritanya, 5. karena Sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. 6. pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam Keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, 7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. 8. dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula. Keterkaitan Kandungan Surat Al-Qaariah dan Al-Zalzalah Al-Qariah dan al-Zalzalah meskipun secara bahasa memiliki arti yang berbeda Al-Qariah (bahaya besar) sedang al-Zalzalah (guncangan yang dahsyat); tetapi pengertian yang dimaksud sama yaitu tentang hari kiamat. 2. Al-Qaariah dan al-Zalzalah sama-sama menjelaskan tentang fenomena hancurnya alam semesta. Al-Qariah pada ayat 5 (gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihamburhamburkan). Al-Zalzalah pada ayat 1-2 (Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandungnya) 3. Al-Qariah dan al-Zalzalah sama-sama menjelaskan tentang kepanikan manusia pada hari kiamat. Al-Qariah pada ayat 4 (Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran), al-Zalzalah pada ayat 3 (Dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?") 4. Al-Qariah dan al-Zalzalah sama-sama menjelaskan tentang balasan surga bagi yang beramal baik, dan siksa bagi yang beramal jelek. Dalam Q.S. Al-Qariah dijelaskan pada ayat 6-9, sedangkan dalam surat AzZalzalah dijelaskan pada ayat 7-8. Penerapan Surat al-Qaariah dan al-Zalzalah dalam Kehidupan Seharihari 1. Meyakini bahwa alam ini suatu saat akan mengalami kehancuran.Oleh karena itu kita berhati-hati dalam berbuat, karena semua amal manusia akan dimintai pertanggungjawabannya; 2. Meyakini dengan sepenuh hati, bahwa Allah yang mengatur alam semesta ini. Semua fenomena alam terjadi atas kuasa Allah swt, dengan demikian akan semakin mempertebal keimanan kita kepada Allah swt; 3. Lebih bersemangat dalam beribadah, beramal, berhati- hati dalam bergaul, dan menjauhkan diri dari pergaulan yang tercela; 1.

VII. Menuntut Ilmu dan Menghargai Waktu


Al-Ashr:1-3

1. demi masa. 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, 3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. Al-Ashr:1-5 1. bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, 2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, 4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, 5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Keterkaitan kandungan surat al- ashr dan al-Alaq tentang menghargai waktu dan menuntut ilmu 1. Surat al-ashr berisi perintah agar kita pandai menghargai waktu , maksudnya agar kita mampu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, seperti untuk belajar atau menuntut ilmu sebagaimana yang terungkap dalam surat al-Alaq ayat 1-5 2. Menuntut ilmu membutuhkan kesabaran sehingga membutuhkan waktu yang tidak singkat 3. Orang yang berilmu akan mempunyai kedudukan mulia, baik dihadapan Allah swt maupun manusia Penerapan kandungan surat al- ashr dan al-Alaq dalam kehidupan sehari-hari 1. Pandai menggunakan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat 2. Tidak menyia-nyiakan waktu dengan bermalas-malasan 3. Bersemangat dalam menuntut ilmu dan rela mengeluarkan biaya untuk kepentingan pendidikan 4. Hormat kepada guru atau kepada orang-orang yang tinggi ilmunya 5. Rajin mendatangi majlis ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum

VIII. Tolong menolong dan Mencintai Anak Yatim


Hadis 1

( (
Bahwasanya Abdullah bin Umar r.a. mengabarkan, bahwa Rasulullah saw. bersabda: Muslim yang satu adalah saudara muslim yang lain; oleh karena itu ia tidak boleh menganiaya dan mendiamkannya. Barang siapa memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Barang siapa membantu kesulitan seorang muslim, maka Allah akan membantu kesulitannya dari beberapa kesulitannya nanti pada hari kiamat. Dan barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya pada hari kiamat . ( HR Bukhari ) Hadis 2

( )
9

Dari Sahl, Rasulullah SAW. bersabda: Aku dan orang-orang yang memelihara anak yatim di surga seperti ini. Beliau menunjukkan telunjuk dan jari tengah serta beliau merenggangkan antara keduanya . ( HR Bukhari ) Penerapan Sikap Tolong-menolong dan Mencintai Anak Yatim dalam Kehidupan Suka membantu orang lain dalam menyelesaikan permasalahan, sesuai dengan kemampuan kita. Membantu orang lain untuk meringankan beban yang dihadapinya 3. Tidak membicarakan aib atau cacat orang lain yang membuat mereka tidak suka bila aibnya itu diketahui orang lain. 4. Menyantuni dan menyayangi anak yatim 5. Menjaga harta anak yatim dengan sebaik-baiknya sampai ia bisa mengurus hartanya sendiri 6. Membantu menyelesaikan segala permasalahan anak yatim yang ia belum mampu mengatasinya sendiri. 7. Membantu segala keperluan hidup anak yatim hingga ia mampu hidup mandiri.

IX. Keseimbangan Hidup di Dunia dan Akhirat

: ( )
Bukanlah orang yang baik diantara kamu orang yang meninggalkan kepentingan dunia untuk mengejar akhirat atau meninggalkan akhirat untuk mengejar dunia sehingga dapat memadukan keduanya. Sesungguhnya kehidupan dunia mengantarkan kamu menuju kehidupan akhirat. Janganlah kamu menjaadi beban orang lain. (HR.Ibnu Asakir dari Anas) Hadis 2

Hadis 1

( )
Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari pada mukmin yang lemah, sedangkan pada masing-masing ada kebaikannya. Bersemangatlah kamu mencapai sesuatu yang bermanfaat bagimu. Mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu merasa tak berdaya. (HR.Muslim dari Abu Hurairah)

: ( )
Sungguh jika salah seorang diantara kamu membawa seutas tali untuk mencari seikat kayu bakar, lalu kayu itu dijual sehingga Allah mencukupkan kebutuhan hidupnya dengan hasil jualannya, lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik diberi maupun ditolak (tidak diberi). (HR. Al-Bukhari dari Zubair bin Awwam)

Hadis 3

X. Menjaga Kelestarian Alam


Hadis 1

( . )
10

Barang siapa menghidupkan suatu bumi yang mati, maka bumi itu baginya ( miliknya ).(H.R. At-Tirmidzi dari jabir bin Abullah). Penjelasan hadis 1 Di dalam hadis ini dijelaskan bahwa, siapa saja yang menghidupkan bumi yang mati maka dia berhak atas bumi itu. Pengertian bumi yang mati bisa berarti tanah yang gersang, tandus sehingga sulit untuk ditanami; bisa berarti sebenarnya tanah itu subur, namun tidak terawat dengan baik, bahkan manusia justru merusaknya. Hadis ini sebagai bukti bahwa Rasulullah saw. adalah orang yang peduli terhadap lingkungan yang berupa tanah. Telah banyak kawasan yang dirusak manusia baik itu kawasan hutan, pegunungan, lembah, maupun pantai. Dari sinilah sebenarnya banyak terjadinya bencana alam. Orang hanya menebang pohon tidak mau menanam. Kawasan yang semula menjadi resapan air menjadi gersang akibat erosi. Lapisan tanah yang gembur terkikis oleh air. Sedangkan pengertian dia berhak atas bumi itu tidak semata-mata menjadi pemiliknya, namun dengan menghidupkan bumi berarti manusia akan dapat memperoleh manfaat dari bumi itu. Hadis 2

. ()
Sesungguhnya Nabi saw melarang seseorang mengurung setiap yang bernyawa dan mengebiri binatang-binatang dengan larangan yang keras . (H.R. al-Bazzar dari ibnu Abbas ) Penjelasan hadis 2 Hadis ini menjelaskan larangan mengebiri kuda dan binatang-binatang. Mengebiri binatang adalah menghilangkan alat kelamin binatang tersebut (biasanya untuk jantan), dengan maksud untuk menghilangkan nafsunya. Kuda yang dikebiri akan lebih dapat dimaksimalkan tenaganya untuk keperluan manusia. Biri-biri, domba jika dikebiri akan lebih cepat gemuk. Maka Rasulullah saw melarang mengebiri binatang. Dampak negatif yang akan terjadi pada masa datang ketika mengebiri binatang adalah: Memutuskan perkembang biakan binatang tersebut, Manusia hanya memperoleh keuntungan sesaat, tetapi kerugian dimasa yang akan datang akan terjadi dikarenakan punahnya hewan ternak, dan Menyalahi kodrat Illahi, yaitu hak biologis makhluk hidup.

( )
Barang siapa menggali suatu sumur, maka ia (berhak) 40 hasta sebagai kandang ternaknya. (H.R. Ibnu Majjah dari Abdullah bin Mughaffal) Penjelasan hadis 3 Pada hadis ini, Rasulullah saw memberikan pedoman hidup kepada kita tentang pemanfaatan sumur. Dijelaskan bahwa, siapa menggali suatu sumur, maka ia (berhak) empat puluh hasta sebagai kandang ternaknya. Sebagaimana kita ketahui air adalah sumber kehidupan. Semua makhluk hidup membutuhkan air. Disinilah ketinggian ajaran islam sebagai rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam) dituntunkan. Orang yang membuat sumur diberi hak untuk lahan pemeliharaan ternak 40 hasta (kurang lebih 20 m). Dari sinilah terbentuk ekosistem, yaitu dari air orang dapat hidup, hiduplah tumbuh-tumbuhan, dan binatang. Dengan adanya tumbuhan orang dapat menghirup udara segar memanfaatkannya dalam kehidupan, binatang ternak memperoleh makanan. Dari kotoran ternak tumbuhan
11

Hadis 3

menjadi subur, manusia dapat menanam dengan pemupukan yang baik, dan seterusnya.

XI. Iman dan Ibadah

) (
Iman itu ialah dipercaya dalam hati, diucapkan dengan lisan,dan diamalkan dengan perbuatan . (HR. Ibnu majah dari Ali bin Abi thalib ) Hadis 2

Hadis 1

Allah SWT. berfirman, Aku adalah sebaik-baik sekutu. Barang siapa mempersekutukan Aku dengan yang lain, berarti ia telah diserahkan kepada sekutu itu. Wahai manusia! Beramallah kalian dengan ikhlas karena Allah. Sesungguhnya Allah tidak menerima amal seseorag, kecuali yang didasari keikhlasan kepada-Nya. Janganlah kalian mengucapkan, Ini demi Allah dan ini demi keluarga. Perbuatan itu hanya karena kekeluargaan, tidak sedikitpun karena Allah. Jangan pula kalian mengucapkan, Ini demi Allah dan ini demi pemimpin kalian, Amalan seperti itu hanyalah untuk kehormatan pemimpin kalian, tidak sedikitpun karena Allah . (HR. Al-Bazzar dari Ad-Dahaq)

. ( )

Hadis riwayat Al-Bazzar memberikan tuntuan di dalam beribadah, agar ibadah seorang muslim itu diterima oleh Allah SWT. Dijelaskan bahwa amal ibadah yang akan diterima oleh Allah SWT. adalah ibadah yang dikerjakan dengan rasa ikhlas untuk mencari keridhaan Allah semata. Amal ibadah yang ditujukan kepada selain Allah, maka tidak ada nilainya karena ibadah yang demikian itu tidak akan diterima, bahkan yang demikian itu termasuk bagian dari perbuatan syirik. Kandungan Hadis tentang Iman dan Ibadah dalam Fenomena Kehidupan Tidak diterima iman seseorang tanpa direalisasikan dalam perbuatan yang bernilai ibadah Ibadah yang tidak didasari dengan keimanan, maka tidak akan diterima oleh Allah SWT Amal shalih yang bernilai ibadah akan dapat meningkatkan keimanan Menerapkan Isi Kandungan Hadis tentang Iman dan Ibadah. Selalu mengerjakan amal shalih sebagai perwujudan dari iman Menghindari perbuatan-perbuatan maksiat yang dapat melemahkan iman Mempelajari dan memahami rukun iman, kemudian diaplikasikan dalam kehidupan Mengikhlaskan segala macam bentuk ibadah hanya kepada Allah semata menjauhkan diri dari berbagai bentuk kesyirikan

12