Sifat Fisik Dan Mekanik Batuan

SIFAT FISIK DAN MEKANIK BATUAN

Sifat Fisik Batuan Sifat Fisik Batuan Reservoir Migas Sifat-Sifat Fisik Batuan Reservoir Batuan adalah kumpulan dari mineral-mineral, sedangkan suatu mineral dibentuk dari beberapa ikatan kimia. Komposisi kimia dan jenis mineral yang menyusunnya akan menentukan jenis batuan yang terbentuk. Batuan reservoir umumnya terdiri dari batuan sedimen, yang berupa batupasir dan karbonat (sedimen klastik) serta batuan shale (sedimen non-klastik) atau kadang-kadang vulkanik. Masing-masing batuan tersebut mempunyai komposisi kimia yang berbeda, demikian juga dengan sifat fisiknya. Pada hakekatnya setiap batuan dapat bertindak sebagai batuan reservoir asal mempunyai kemampuan menyimpan dan menyalurkan minyak bumi. Komponen penyusun batuan serta macam batuannya A. Porositas Porositas didefinisikan sebagai perbandingan volume pori-pori (yaitu volume yang ditempati oleh fluida) terhadap volume total batuan. Ada dua jenis porositas yaitu porositas antar butir dan porositas rekahan. Secara matematis porositas dapat dituliskan sebagai berikut. Sebagai contoh, apabila batuan mempunyai media berpori dengan volume 0,001 m3, dan media berpori tersebut dapat terisi air sebanyak 0,00023 m3, maka porositasnya adalah: Pada kenyataannya, porositas didalam suatu sistem panasbumi sangat bervariasi. Contohnya didalam sistem reservoir rekah alami, porositas berkisar sedikit lebih besar dari nol, akan tetapi dapat berharga sama dengan satu (1) pada

Dimana : ∅ = Porositas absolute (total). Pada umumnya porositas rata-rata dari suatu sistem media berpori berharga antara 5 – 30%. Porositas absolut. cc Vgr = Volume butiran. gr/cc ρf = Densitas formasi. gr/cc ρb = Densitas total. Dimana : ∅e = Porositas efektif. Porositas efektif. . yaitu: 1. yaitu : 1. adalah perbandingan antara volume pori total terhadap volume batuan total yang dinyatakan dalam persen. yaitu porositas yang terbentuk pada waktu yang bersamaan dengan proses pengendapan berlangsung. Porositas primer. cc Vb = Volume batuan (total). fraksi (%) Vp = Volume pori-pori.rekahannya. maka porositas dapat juga diklasifikasikan menjadi dua. adalah perbandingan antara volume pori-pori yang saling berhubungan terhadap volume batuan total (bulk volume) yang dinyatakan dalam persen. cc Porositas batuan reservoir dapat diklasifikasikan menjadi dua. atau secara matematik dapat ditulis sesuai persamaan sebagai berikut : 2. fraksi (%) ρg = Densitas butiran. gr/cc Berdasarkan waktu dan cara terjadinya.

k/m dikenal sebagai mobility ratio. Parameter ini dihubungkan dengan kecepatan alir fluida oleh hukum Darcy seperti di bawah ini Tanda negatif dalam persamaan di atas menunjukkan bahwa apabila tekanan bertambah dalam satu arah. susunan butir. dimana didalam teknik perminyakan.2. . Permeabilitas mempunyai arah. Dari persamaan (2. Sistem ini disebut anisotropic.3) dapat dinyatakan bahwa kecepatan alir fluida (kecepatan flux) berbanding lurus dengan k/m. maka arah alirannya berlawanan arah dengan pertambahan tekanan tersebut. ukuran porositas B. yaitu ukuran butir. Hubungan antara kedua parameter kecepatan tersebut adalah sebagai berikut: Harga flux velocity pada umumnya sekitar 10-6 m/s. Besar kecilnya porositas dipengaruhi oleh beberapa faktor. sudut kemiringan dan komposisi mineral pembentuk batuan. Permeabilitas Permeabilitas adalah parameter yang memvisualisasikan kemudahan suatu fluida untuk mengalir pada media berpori. Untuk pegangan dilapangan. C. dimana ke arah x dan y biasanya mempunyai permeabilitas lebih besar dari pada ke arah z. Kecepatan Aliran Fluida Kecepatan aliran darcy atau flux velocity (v) adalah laju alir rata-rata volume flux per satuan luas penampang di media berpori. Sedangkan kecepatan rata-rata fluida yang melalui media berpori dikenal sebagai interstitial velocity (u). Besarnya interstitial velocity digunakan untuk kecepatan suatu partikel (partikel kimia penjejak atau tracer) yang mengalir pada media berpori. yaitu porositas batuan yang terbentuk setelah proses pengendapan. Porositas sekunder.

yaitu : . darcy μ = viskositas. Persamaan 4 Darcy berlaku pada kondisi : 1. Dimana : Q = laju alir fluida.Apabila permeabilitas tersebut seragam ke arah horizontal maupun vertikal disebut sistem isotropik. cc/det k = permeabilitas. Formasinya homogen dan arah alirannya horizontal 6. Satuan permeabilitas adalah m2. cm2 Besaran permeabilitas satu darcy didefinisikan sebagai permeabilitas yang melewatkan fluida dengan viskositas 1 centipoises dengan kecepatan alir 1 cc/det melalui suatu penampang dengan luas 1 cm2 dengan penurunan tekanan 1 atm/cm. permeabilitas vertikal berkisar antara 10-14 m2. Viskositas fluida yang mengalir konstan 4. Satuan permeabilitas yang umum digunakan didunia perminyakan adalah Darcy (1 Darcy = 10-12 m2). Alirannya mantap (steady state) 2. dengan permeabilitas horizontal dapat mencapai 10 kali lebih besar dari permeabilitas vertikalnya (sekitar 10-13 m2). Fluidanya incompressible Berdasarkan jumlah fasa yang mengalir dalam batuan reservoir. permeabilitas dibedakan menjadi tiga. cp dP/dL = gradien tekanan dalam arah aliran. Pada umumnya pada reservoir panasbumi. atm/cm A = luas penampang. Fluida yang mengalir satu fasa 3. Kondisi aliran isothermal 5.

Dapat juga dituliskan sebagai beikut : Permeabilitas relatif reservoir terbagi berdasarkan jenis fasanya. gas dan air. misalnya hanya minyak atau gas saja.• Permeabilitas absolute (Kabs) Yaitu kemampuan batuan untuk melewatkan fluida dimana fluida yang mengalir melalui media berpori tersebut hanya satu fasa atau disaturasi 100% fluida. kw. Permeabilitas relatif gas (Krg) dimana persamaannya adalah Dimana : Krw = permeabilitas relatif air Kro = permeabilitas relaitf minyak Krg = permeabilitas relatif gas D. . (gas dan minyak) atau ketiga-tiganya. • Permeabilitas efektif (Keff) Yaitu kemampuan batuan untuk melewatkan fluida dimana fluida yang mengalir lebih dari satu fasa. dimana masing-masing untuk minyak. Densitas spesifik adalah perbandingan antara densitas material tersebut terhadap densitas air pada tekanan dan temperatur yang normal. Densitas Batuan Densitas batuan dari batuan berpori adalah perbandingan antara berat terhadap volume (rata-rata dari material tersebut). misalnya (minyak dan air). Harga permeabilitas efektif dinyatakan sebagai ko. sehingga didalam reservoir akan terdapat Permeabilitas relatif air (Krw). • Permeabilitas relatif (Krel) Yaitu perbandingan antara permeabilitas efektif pada kondisi saturasi tertentu terhadap permeabilitas absolute. (air dan gas). Harga permeabilitas relative antara 0 – 1 darcy. Permeabilitas relatif minyak (Kro). kg. yaitu kurang lebih 103kg/m3.

pada umumnya ditentukan terhadap sampel yang diambil dari lapangan. Sifat fisik batuan seperti bobot isi ”Spesific Gravity” porositas dan absorbsi ”Void Ratio”. kuat tarik. ”Poisson `s Ratio”. Satu persatu dapat digunakan untuk menentukan kedua sifat batuan. Pengujian ini dilakukan pada inti bor (core) dengan contoh berbentuk silinder dengan dimeter 50-70 mm kemudian dipotong dengan mesin untuk mendapatkan ukuran tinggi dua kali diameternya.Batuan mempunyai sifat-sifat tertentu yang perlu diketahui. Kedua sifat tersebut dapat ditentukan. Pembutan contoh batuan dapat dilakukan dilaboratorium maupun dilapangan (insitu). . Dari conto yang didalam eksikator didapatkan nilai berat jenis.berat jenuh tergantung dalam air dan berat kering conto. dalam mekanika batuan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu . kemudian dilanjutkan dengan penentuan sifat mekanik batuan yang merupakan pengujian merusak (Destructive Test) sehingga contoh fasture (hancur). modulus elastisitas. Pertama-tama adalah penetuan sifak fisik batuan yang merupakan pengujian tanpa merusak (Non Destructive Test). Ukuran percontohan dapat lebih kecil dari ukuran yang disebut diatas tergantung maksud pengujian. Sampel yang didapat berbentuk selinder dengan diameter pada umumnnya antara 50-70 mm dan tingginya dua kali diameter tersebut. Pembuatan percontohan dilaboratorium dilakukan dari blok batuan yang diambil dilapangan hasil pemboran Core (inti). a. Kemudian conto yang diambil dimasukkan eksikator dan udara yang ada dalam eksikator dihisap sehingga conto dalam keadaan vacum. b. Sifat mekanika batuan seperti kuat tekan.

Padatan-padatan mineral tersebut tidak dapat menghantarkan arus listrik kecuali mineral clay. Arus listrik akan terhantarkan oleh air akibat adanya gerakan dari ion-ion elektronik. Wettabiliti Wettabiliti didefinisikan sebagai suatu kemampuan batuan untuk dibasahi oleh fasa fluida atau kecenderungan dari suatu fluida untuk menyebar atau . ohm A = luas area konduktor. m2 L = panjang konduktor. Untuk menentukan apakah material didalam reservoir bersifat menghantar arus listrik atau tidak maka digunakan parameter resistiviti. Sifat kelistrikan batuan reservoir tergantung pada geometri pori-pori batuan dan fluida yang mengisi pori. Resistiviti didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu material untuk menghantarkan arus listrik. fragmen dan poripori. m Konsep dasar untuk mempelajari sifat kelistrikan batuan diformasi digunakan konsep “faktor formasi” dari Archie yang didefinisikan : Dimana : Ro = resistiviti batuan yang terisi minyak Rw = resistiviti batuan yang terisi air F.E. Resistiviti Batuan reservoir terdiri atas campuran mineral-mineral. ohm-m r = tahanan. Minyak dan gas bersifat tidak menghantarkan arus listrik sedangkan air bersifat menghantarkan arus listrik apabila air melarutkan garam. secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut : Dimana : ρ = resistiviti fluida didalam batuan.

dyne/cm θ = sudut kontak air-minyak 1. Akan tetapi karena adanya gaya tarik menarik antara batuan dan fluida. dengan sudut kontak sebesar θ. dyne/cm σsw = tegangan permukaan benda padat-air. Wetting-Phase Fluid dan Non-Wetting Phase Fluid A. Tegangan adhesi merupakan fungsi tegangan permukaan setiap fasa didalam batuan sehingga wettabiliti berhubungan dengan sifat interaksi (gaya tarik menarik) antara batuan dengan fasa fluidanya. Memperlihatkan sistem air-minyak yang kontak dengan benda padat. yaitu antara air dengan padatan. dyne/cm σso = tegangan permukaan benda padat-minyak. Sudut kontak diukur antara fluida yang lebih ringan terhadap fluida yang lebih berat. Sebuah cairan fluida akan bersifat membasahi bila gaya adhesi antara batuan dan partikel cairan lebih besar dari pada gaya kohesi antara partikel cairan itu sendiri. maka fasa pembasah akan mengisi ke pori-pori yang lebih kecil dahulu dari batuan berpori. dyne/cm σwo = tegangan permukaan air-minyak. yang berharga 0o – 180o. Dalam sistem reservoir digambarkan sebagai air dan minyak atau gas yang terletak diantara matrik batuan. Fasa fluida pembasah umumnya sangat sukar bergerak ke reservoir hidrokarbon.melekat ke permukaan batuan. . Wetting-Phase FluidFasa Fluida pembasah biasanya akan dengan mudah membasahi permukaan batuan. sehingga tegangan adhesi (AT) dapat dinyatakan dengan persamaan : Dimana : AT = tegangan adhesi.

Batuan Reservoir Water Wet Batuan reservoir umumnya water wet dimana air akan membasahi permukaan batuan. 4. Mobilitas fasa pembasah meningkat seiring dengan meningkatnya saturasi fasa pembasah. Misalnya pada proses pendesakan pada reservoir minyak dimana batuan reservoir sebagai water wet. Dengan adanya gaya repulsive (tolak) antara batuan dan fluida menyebabkan non-weting phase fluid umumnya sangat mudah bergerak. Kondisi batuan oil wet adalah : • Tegangan adhesinya bernilai negatif • σso ≥ σsw. AT < 0 • Sudut kontaknya (90°< θ <180°) Apabila θ = 180°. maka batuanya dianggap sebagai strongly oil wet. Batuan Reservoir Oil Wet Batuan reservoir disebut sebagai oil wet apabila fasa minyak membasahi permukaan batuan. maka batuannya dianggap sebagai strongly water wet.B. 2. Imbibisi dan Drainage Imbibisi adalah proses aliran fluida dimana saturasi fasa pembasah (water) meningkat sedangkan saturasi non-wetting phase (oil) menurun. 3. Kondisi batuan yang water wet adalah : • Tegangan adhesinya bernilai positif • σsw ≥ σso. . Non-Wetting Phase Fluid Non-wetting phase fluid sukar membasahi permukaan batuan. AT > 0 • Sudut kontaknya (0°< θ <90°) Apabila θ = 0°.

Sehingga dapat dikatakan bahwa tekanan kapiler merupakan kecenderungan rongga pori batuan untuk menata atau mengisi setiap pori batuan dengan fluida yang berisi bersifat membasahi. Besarnya tegangan adhesi dapat diukur dari kenaikkan fluida . Tekanan didalam tabung kapiler diukur pada sisi batas antara permukaan dua fasa fluida. Dimana cairan fluida akan cenderung untuk naik bila ditempatkan didalam sebuah pipa kapiler dengan jari-jari yang sangat kecil. dimana gaya total untuk menaikan cairan sama dengan berat kolom fluida. Fluida pada sisi konkaf (cekung) mempunyai tekanan lebih besar dari pada sisi konvek (cembung). Tekanan Kapiler (Pc) Tekanan kapiler pada batuan berpori didefinisikan sebagai perbedaan tekanan antara fluida yang membasahi batuan dengan fluida yang bersifat tidak membasahi batuan jika didalam batuan tersebut terdapat dua atau lebih fasa fluida yang tidak bercampur dalam kondisi statis. dimana saturasi fasa pembasah menurun dan saturasi non-wetting phase meningkat. G. Secara matematis dapat dilihat bahwa : Dimana : Pc = tekanan kapiler.Drainage adalah proses kebalikan dari imbibisi. Perbedaan tekanan diantara dua fasa fluida terebut merupakan besarnya tekanan kapiler didalam tabung. dyne/cm2 Hubungan tekanan kapiler di dalam rongga pori batuan dapat dilukiskan dengan sebuah sistim tabung kapiler. dyne/cm2 Pnw = tekanan pada permukaan fluida non wetting phase. dyne/cm2 Pw = tekanan pada permukaan fluida wetting phase. . Hal ini diakibatkan oleh adanya tegangan adhesi yang bekerja pada permukaan tabung.

criteria kehancuran batuan diakibatkan oleh adanya : Stress (tegangan) dan Strain (regangan).Dimana : Pa = tekanan udara. Jadi dengan kata lain apabila suatu batuan diberikan tekanan yang lebih besar dari kekuatan batuan tersebut. Flexure Failure . 1. Strength pada batuan adalah kemampuan batuan untuk mengikat komponen-komponennya bersama-sama. dyne/cm2 Pw = tekanan air. menyatakan variasi beban yang diberikan pada suatu batuan mengakibatkan kehancuran batuan. Terdapat empat jenis kerusakan batuan yang umum. m Sifat Mekanik Selain daripada sifat-sifat fisik dari batuan terdapat sifat-sifat mekanik batuan yang berpengaruh pula dalam penembusan batuan. yaitu : a. Lebih lanjut lagi. Goodman. m/det2 h = tinggi kolom. Tegangan dan regangan ini terjadi apabila ada suatu gaya yang dikenakan pada batuan tersebut. gr/cc g = percepatan gravitasi. maka komponen-komponennya akan terpisah-pisah atau dapat dikatakan hancur. dyne/cm2 Pc = tekanan kapiler. dyne/cm2 ρw = densitas air. Strength Batuan Arthur menyatakan bahwa strength pada batuan merupakan faktor yang sangat penting untuk penentuan laju pemboran. gr/cc ρo = densitas minyak.

rpm V = volume batuan yang dihasilkan. E = energi mekanik yang dibutuhkan. Shear Failure Shear failure. Drillabilitas Drillabilitas batuan (rock drillability) merupakan ukuran kemudahan batuan untuk dibor. c.Flexure failure terjadi karena adanya beban pada potongan batuan akibat gaya berat yang ditanggungnya. yang dinyatakan dalam satuan besarnya volume batuan yang bisa dibor pada setiap unit energi yang diberikan pada batuan tersebut. in3 . d. 2. Drillabilitas batuan dapat ditentukan melalui data pemboran (drilling record). lb-in W = weigth on bit. lbf r = jari-jari pahat. in R = laju pemboran. Crushing dan Tensile Failure Crushing dan tensile failure merupakan kerusakan batuan yang terjadi akibat gerusan suatu benda atau tekanan sehingga membentuk suatu bidang retakan. ft/hr N = kecepatan putar. kerusakan yang terjadi akibat geseran pada suatu bidang perlapisan karena adanya suatu ruang pori pada formasi dibawahnya. Direct Tension Failure Direct tension failure. b. kerusakan terjadi searah dengan bidang geser dari suatu perlapisan. karena adanya ruang pori formasi dibawahnya.

drillabilitas batuan dapat ditentukan dengan menggunakan roller cone bit. shale yang lunak dan batuan pasir yang unconsolidated atau kurang tersemen. merupakan ketahanan mineral batuan terhadap goresan. Skala kekerasan yang sering digunakan untuk mendriskripsikan batuan diberikan oleh Mohs. SKALA KEKERASAN MOHS Talk Gypsum Calcite Fluorite Apatite Orthoclase Feldspar Quartz Topaz Corondum Diamond Gatlin. yaitu : Soft rock (lunak) : clay yang lunak. menyatakan batuan diklasifikasikan dalam tiga kelompok.Selanjutnya dengan pengembangan model pemboran. 3. . Hardness Hardness atau kekerasan dari batuan.

limestone dan dolomite yang porous.Medium rock (sedang) : beberapa shale. pada umumnya batuan beku mempunyai tingkat abrasivitas sedang sampai tinggi. sehingga sering menyebabkan keausan pada gigi pahat dan diameter pahat. 4. Tekanantekanan tersebut harus diperhatikan dalam kegiatan pemboran. seperti juga torsi dan daya tekan pada pahat. Hard rock (keras) : limestone dan dolomite yang padat. . Tekanan Pada Batuan Merupakan tekanan-tekanan yang bekerja pada batuan formasi. serta limestone lebih abrasif dari batu pasir atau shale. pasir yang tersemen padat/keras dan chert. batuan yang berada pada kedalaman tertentu akan mengalami tekanan : Internal Stress yang berasal dari desakan fluida yang terkandung di dalam pori-pori batuan (tekanan hidrostatik fluida formasi). Karena berpengaruh dalam cepat-lambatnya laju penembusan batuan formasi. Eksternal Stress yang berasal dari pembebanan batuan yang ada di atasnya (tekanan overburden). batu pasir lebih abrasif daripada shale. elastisitas Adalah sifat elastis atau kelenturan dari suatu batuan. Setiap batuan mempunyai sifat abrasivitas yang berbeda-beda. 6. Secara umum. Ukuran dan bentuk dari partikel batuan menyebabkan berbagai tipe keausan. Abrasivitas Merupakan sifat menggores dan mengikis dari batuan. 5. pasir yang terkonsolidasi dan gypsum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful