Anda di halaman 1dari 14

KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN ANTENATAL CARE DENGAN SERVISITIS AKUT KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN ANTENATAL CARE

DENGAN SERVISITIS AKUT

PENGKAJIAN Tgl/jam : Oleh : Data Subjektif Data yang dibuat atau disusun dari hasil anamnesa Biodata/Identitas Nama istri dan suami Untuk mengenal dan memanggil, mencegah kekeliruan dengan penderita lain. Umur Mempunyai pengaruh pada timbulnya cervicitis akut. Semakin tua (mendekat menoepaus / 45 th) semakin rentan terjadinya cervicitis akut. Agama Memudahkan bidan melakukan pendekatan di dalam melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan kepercayaan yang dianut klian. Suku/Bangsa Perbedaan suku tidak berpengaruh pada terjadinya servisitis akut. Pendidikan Pendidikan dan pengetahuan yang rendah khususnya tentang personal higiene berpengaruh pada angka kejadian servisitis. Pekerjaan Mengetahui apakah pekerjaan ibu berpengaruh atau tidak dengan cervicitis. Pekerjaan yang berpengaruh misalnya PSK. Alamat Untuk mengetahui dimana tempat tinggal ibu, mencegah kekeliruan bila ada nama yang sama.

Alasan Kunjungan Alasan pertama yang menyebabkan ibu datang ke petugas kesehatan Keluhan Utama Keluhan utama yang paling dirasakan oleh ibu sehingga datang ke tempat pelayanan kesehatan yang menyangkut 5W+1H. Keluhan yang dirasakan pada cervicitis akut antara lain : Pasien mengeluarkan cairan kental, bau busuk, nyeri perut bagian bawah (akan tetapi gejala-gejala pada serviks biasanya tidak seberapa tampak ditengah-tengah gejala lain dari infeksi yang bersangkutan).

Riwayat Menstruasi Menarche Menarche tidak mempengaruhi terjadinya cervicitis. Riwayat Obstetri Yang Lalu Persalinan : persalinan dengan tindakan mempunyai pengaruh terhadap servisitis.

Riwayat Kesehatan Riwayat kesehatan sekarang Riwayat penyakit yang sedang diderita oleh ibu saat ini, misalnya menular (PMS, hepatitis, AIDS, TBC), menurun (DM, epilepsy), menahun (hipertensi, jantung). Riwayat kesehatan yang lalu Penyakit yang pernah diderita klien? Pernah operasi/tidak? Kapan? Riwayat kesehatan keluarga Apakah dalam keluarga ada yang sedang menderita penyakit menular (PMS. Hepatitis, AIDS, TBC) menurun (DM, Epilepsi), menahun (hipertensi, jantung)

Riwayat Social Status perkawinan Berganti - ganti pasangan, mempunyai pengaruh terjadinya cervicitis

Riwayat KB

Untuk mengetahui janin KB yang pernah digunakan, alasan penggunaan, lama pemakaian, karena penggunaan KB mempunyai pengaruh terhadap timbulnya cervicitis ( mis : AKDR )

Pola Kebiasaan Sehari-hari (sebelum dan selama hamil) Pola nutrisi : menurun Pola istirahat : menurun Pola aktifitas : ada gangguan Pola eliminasi uri dan alvi menurun, frekuensi, warna, konsistensi, nyeri BAK Personal hygiene : jarang ganti celana dalam mempengaruhi terjadinya sevisitis Pola seksual : dispereuni Kebiasaan lain ( minum alcohol, merokok, binatang peliharaan )

Keadaan Psiko Sosial Spiritial Keadaan Prikologi Biasanya ibu merasa cemas karena keadaan penyakitnya karena dapat menimbulkan nyeri, dispareunia. Keadaan social

Dukungan dari suami, dan anggota keluarga yang lain sangat penting bagi ibu. Keadaan spiritual Berdoa dan beribadah sangat membantu bagi ibu

Data Objektif Pemeriksaan Umum Keadaan umum : lemah Kesadaran : Composmentis TTV : TD : 110/70 mmHg 130/90 mmHg N : 80-100 X/menit S : 36,5 37,5 C RR : 16-24 X/menit

Berat badan : Menurun Tinggi Badan : Pada umumnya tinggi badan tidak mempengaruhi terjadinya cervicitis LILA : mengetahui status gizi Cara berjalan : normal

Pemeriksaan Fisik Inspeksi Kepala : kulit kepala bersih, tidak rontok, warna hitam Muka : tidak oedema, tidak pucat Mata : konjungtiva merah muda, sclera putih Hidung : bersih, tidak ada polip, tidak ada PCH Mulut : mukosa bibir lembab, tidak ada stomatitis, tidak ada caries gigi, lidah bersih. Telinga : bersih, tidak ada serumen Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan bendungan vena jugularis Dada : tidak ada retraksi dinding dada Payudara : tidak terdapat benjolam abnormal, payudara bersih Perut : tidak ada kelainan Genetalia : vulva kotor, mengeluarkan secret, payudara bersih. Anus : tidak ada hemorrhoid Ekstremitas atas dan bawah : tidak ada oedeme, varises, tidak ada gangguan aktifitas. Palpasi Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan bendungan vena jugularis Dada : Tidak teraba massa/benjolan, tidak ada nyeri tekan Perkusi Reflek patella : + / + Auskultasi Paru-paru : veksikular, Jantung : tidak terdengar mur- mur maupun gallop, S1 / S2 tunggal

Pemeriksaan Dalam Inspekulo : servik kemerahan, keluar cairan purulent Dilakukan pemeriksaan pap smear, biopsi Data Penunjang Pemeriksaan darah : leukosit tinggi lebih dari 10000 sel / mm3

DIAGNOSA KEBIDANAN NY . UMUR . atas indikasi cervicitis akut

DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL Mengidentifikasi diagnosa / masalah yang mungkin akan muncul berdasarkan rangkaian masalah dan diagnosa yang sudah diidentifikasi

TINDAKAN SEGERA Tindakan segera oleh bidan untuk mencegah terjadinya diagnosa/masalah potensial.

INTERVENSI Diagnosa : Ny . umur . atas indikasi cervicitis akut Tujuan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan 1 x 30 menit, diharapkan pasien dapat mengerti tentang kondisinya saat ini.

Kriteria Hasil : Kesaddaran : Composmentis KU ibu baik TTV TD : 110/70 mmHg 130/90 mmHG N : 80-100X / menit S : 36,5 C -37,5 C RR : 16-24 X/menit

Inventaris dan Rasional :

Beritahukan dan jelaskan hasil pemeriksaan kepada klien R : ibu mengetahui keadannya dan mengurangi rasa cemas pada Ibu Lakukan kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi R : kolaborasi dengan tim medis akan mempermudah pendiagnosaan dan pemberian terapi Beritahukan pada ibu tentang penyakitnya saat ini bahwa ibu terkena cervicitis akut R : ibu dapat mengerti dan mau menjalani terapi untuk penyembuhan penyakit Tentramkan hati ibu bahwa servicitis akut dapat disembuhkan R : mengurangi kecemasan ibu dan ibu dapat menerima kondisinya saat ini Berikan antibiotik golongan pencillin sesuai dokter R : pemberian antibiotik yang tepat dapat mempermudah pemyembuhan

IMPLEMENTASI Diagnosa : Ny . umur . atas indikasi cervicitis akut Tanggal : Jam : Implementasi : Memberitahukan dan jelaskan hasil pemeriksaan kepada klien Bahwa klien terkena servisitis akut Melakukan kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi dan menentukan diagnosis penyakit Memberitahukan pada ibu tentang penyakitnya saat ini bahwa ibu terkena cervicitis akut Menetramkan hati ibu bahwa cervicitis akut bisa disembuhkan Memberikan antibiotik golongan penicillin sesuai advis dokter

EVALUASI Tanggal dan jam :

S : Ibu mengatakan telah mengerti tentang penjelasan petugas tentang kondisinya O : Ibu mengangguk pertanda mengerti A : Ny . umur . atas indikasi cervicitis akut P : 1. Menganjurkan pada ibu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika pendarahan belum berkurang/hilang. 2. Memberikan HE tentang cara bagaimana menjaga kehamilan di usia muda (tidak bekerja berat secara berlebihan)

KONSEP DASAR ASUHAN PADA Ny. . DENGAN SERVISITIS KRONIKA

Langkah I : Pengkajian Data Data Subjektif Biodata Nama klien dan suami Ditanyakan untuk mengenal dan mencegah kekeliruan (Depkes, 1999 : 13). Umur klien Servisitis sebagaimana besar dijumpai pada wanita yang pernah melahirkan (umumnya di atas 20 tahun). Agama Bedanya agama tidak mempengaruhi sedang wanita dapat menderita penyakit servisitis kronis ini. Pendidikan Semakin rendah tingkat intelektual seseorang memungkinkan seseorang terkena penyakit servisitis kronis karena kepedulian personal hygiene yang kurang. Pekerjaan Seorang wanita yang bekerja sebagai PSK memiliki resiko terkena servisitis kronis yang lebih besar. Keluhan utama Pada penderita servisitis kronika biasanya pasein mengeluh mengeluarkan cairan

putih kekuningan, kental, berbau busuk dan disertai nanah. Riwayat menstruasi Mens pada penderita servisitis kronika mengalami perubahan, karena sering terjadi metrorrhagia (perdarahan yang tidak teratur atau tidak menurut siklus). Hal ini disebabkan oleh adanya infeksi pada erosio persionis sehingga warna menjadi merah menyala dan bergranulasi sehingga mudah berdarah. Riwayat obstentri yang lalu Seorang multipara memiliki resiko yang lebih tinggi menderita servisitis kronika keadaan ostium uteri eksternumnya masih belum terbuka lebar, luka-luka kecil atau besar pada serviks karena partus atau abortus memudahkan masuknya kuman-kuman ke dalam endoserviks dan kelenjar-kelenjar, lalu menyebabkan infeksi menahun. Riwayat kehamilan sekarang Riwayat kesehatan klien dan keluarga Sevisitis kronika bukan merupakan penyakit yang bisa menahun, tetapi seseorang (wanita) dengan diabetes mellitus memiliki peluang yang lebih besar terkena servisitis kronika, dan ibu dengan riwayat servisitis aku juga berpeluang lebih besar terkena servisitis kronika. Riwayat sosial Ditanyakan tentang riwayat kawin istri dan suami. Seorang wanita dengan riwayat suami lebih dari 1 (kawain > 1 kali) atau yang sering ganti-ganti pasangan memiliki resiko terkena servisitis kronika yang lebih besar. Riwayat KB Mengetahui jenis KB yang pernah dipakai klien, dimana ibu dengan riwayat KB IUD memiliki peluang lebih besar terkena servisitis dibanding KB lainnya. Pola kebiasaan sehari-hari Pola nutrisi Pola nutrisi klien dengan servisitis kronis mengalami penurunan nafsu makan. Pola eliminasi BAB bisa mengalami perubahan (konsistensi keras) jika ibu makan dengan serat yang rendah, BAK tidak ada keluhan.

Pola aktivitas dan istirahat Aktivitas ibu terganggu karena ibu tidak nyaman dengan keadaannya yang selalu mengeluarkan cairan khas berbau sehingga rasa percaya diri berkurang, pola istirahat mengalami penurunan. Pola seksual Klien mengalami perubahan pola seksual, hal ini karena klien tidak percaya diri sehubungan dengan pengeluaran cairan yang kental, berbau busuk dan disertai nanah. Personal hygiene Hendaknya ibu atau klien tetap menjaga kebersihan diri agar tetap menjaga kesehatan dan menghindari komplikasi dalam kehamilan.

Pola kebiasaan lain Ketergantungan alkohol pada ibu hamil dikaitkan dengan tingginya akan kejadian abortus spontan, merokok atau menghirup asap rokok terus menerus akan mengganggu pertumbuhan janin dan peningkatan mortalitas dan morbiditas bayi dan perinatal. Keadaan psiko, sosial, spiritual Psikologis Ibu dengan servisitis kronika mengalami penurunan, ketidak percayaan dirinya sehingga cenderung untuk menutup diri. Sosial spiritual Karena perubahan fisiknya, hubungan sosial khususnya dengan suami mengalami perubahan. Latar belakang sosial budaya Hal ini dikaji untuk mengantisipasi intervensi asuhan kebidanan yang mungkin perlu ditambahkan atau dihilangkan. Data Objektif Pemeriksaan umum Keadaan umum : Cukup

Kesadaran : Composmentis TTV : TD : 110/70-130/90 mmHG N : 76-100 x/menit S : 36,5-37,50 C RR : 16-24 x/menit Berat badan : Mengalami penurunan Tinggi badan : Tidak berpengaruh pada servisitis LILA : Mengetahui status gizi ibu UK : Mengetahui tua usia kehamilan Cara berjalan : Mengetahui adanya kelainan tentang panggung TP : Mengetahui kapan atau tafsiran persalinan Pemeriksaan fisik Inspeksi Kepala : Tidak tampak benjolan abnormal, rambut hitam, tidak rontok, kulit kepala bersih. Muka : Tidak oedemo, tidak pucat, tampak cloasma gravidarum. Mata : Sklera putih, conjungtiva merah muda. Hidung : Tidak ada polip dan secret. Tidak ada PCH. Mulut : Mukosa bibir lembab, tidak ada stomatitis dan caries gigi, lidah bersih. Telinga : Tidak serumen atau bersih. Leher : Tidak tampak bendungan vena jugularis dan pembesaran kelenjar tyroid. Dada : Tidak tampak tarikan intercoste. Payudara : Bersih, putting, menonjol, tampak hiperpigmentasi areola mammae. Abdomen : Tampak linea (alba nigra), striae (livide, albicans), pembesaran uterus sesuai UK. Punggung : Tidak ada kelainan tulang punggung. Genetalia : Vulva kotor, tidak ada varises, tanpa keluar sekret dari vagina (purulent) dan berbau busuk, tidak adapembesaran kelenjar bartholini dan skene, tidak tampak condilomalata dan condiloma acuminata. Anus : Bersih, tidak tampak hemoroid. Ekstrimitas atas : Simetri, tidak oedema, tidak ada gangguan aktivitas.

Ekstrimitas bawah : Simetris, tidak oedema, tidak ada gangguan aktivitas dan tidak ada varises vena. Palpasi Kepala : Tidak teraba benjolan abnormal Leher : Tidak teraba bendungan vena jugularis dan pembesaran kelenjar tyroid. Ketiak : Tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening. Dada/payudara : Tidak ada benjolan abnormal, tidak ada nyeri tekan. Abdomen : Tidak ada nyeri tekan, leopols sesuai UK. Ekstrimitas atas : Tidak oedema. Ekstrimitas bawah : Tidak oedema. Genetalia : Tidak ada pembesaran kelanjar bartholini dan skene. Auskuitasi Paru-paru : Ronchi (-), wheezing (-). Jantung : Mur-mur (-), gallop (-). DJJ : Berdasarkan pada UK 12 minggu dengan Doppler 12 minggu dengan funandoscope. Normal : 120-160 x/menit

Perkusi Reflek patella : + / + Pemeriksaan panggul luar (dalam batas normal) Pemeriksaan dalam Inspekulo : Porsio tampak kemerahan Tampak secret yang keluar dari canalis servikalis yang terdiri atas mucus bercampur nanah. Sobekan pada serviks lebih, luas dan mukosa endoservik lebih terlihat dari luar (ekstroipion) sehingga mudah terkena infeksi dari vagina. Tampak bintik-bintik putih dalam selaput lender. Pemeriksaan penunjang

Laboratorium : Tampak infiltrasi leukosit dalam stroma endoservik. Pemeriksaan apusan Biopsy

Langkah II : Interpresentasi Data Diagnosa : Ny./Nn, . Dengan sevisitis kronika Masalah : Kecemasan terhadap kondisi yang sedang dialami Kebutuhan : Dukungan/support.

Langkah III : Antisipasi Diagnosa/Masalah Potensial Endomentritis Salpingo-ooforitis/adneksitis.

Langkah IV : Identifikasi Kebutuhan Segera Kolaborasi dengan dr. SpOG.

Langkah V : Intervensi Diagnosa : Ny./Nn. . Dengan servisitis kronika Tujuan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan 45 menit diharapkan ibu mengerti keadaannya dan mau dirujuk ke dr. SpOG. Kriteria hasil : - Keadaan umum : Baik - Tanda-tanda vital : dbN - Pembesaran uterus sesuai UK - DJJ (dbN) - Ibu bersedia dirujuk ked r. SpOG.

Intervensi : Lakukan pendekatan terapeutik. R/ : Menjalankan kerjasama yang baik. Jelaskan hasil pemeriksaan

R/ : Ibu memahami keadaannya. Beritahu ibu cara cebok yang benar dan pola nutrisi R/ : Pencegahan infeksi dan peningkatan dengan tahan tubuh. Kolaborasi dengan dr. SpOG R/ : Terapi tetap mempercepat proses penyembuhan.

Masalah : Ibu merasa cemas akan keadaannya. Tujuan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan 15 menit diharapkan klien bisa merasa lebih tenang. Kriteria hasil : Ibu tampak tenang. Berikan dorongan semangat untuk setubuh. R/ : Dorongan semangat dapat membangkitkan semangat untuk segera sembuh

Langkah VI : Implementasi Hari/tanggal : Jam : Diagnosa : Ny./Nn. . Dengan servisitis kronika. Melakukan pendekatan terapeutik dengan klien. Salam, sapa, senyum Menjelaskan hasil pemeriksaan pada klien. Klien telah memahami bahwa dirinya menderita penyakit pada leher rahimnya (servisitis kronika) dan harus segera mendapat penanganan. Memberitahu ibu cara personal hygiene yang benar dan peningkatan pola nutrisi. Cebok dari arah depan ke belakang Nutrisi yang baik (TKTP tinggi serat) membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Melakukan kolaborasi dengan dr. SpOG. Kauterisasi radial/krioterapi. Konisasi. Trakhelorafia. Amputasi serviks.

Implementasi masalah : Hari/tanggal : Jam : Masalah : Ibu merasa cemas akan keadaannya. Memberikan dorongan semangat untuk sembuh. Jika ibu merasa putus asa, hal tersebut dapat berpengaruh terhadap psikologis dan proses penyembuhan klien.

Langkah VII : Evaluasi Hari/tanggal : Jam : Diagnosa : Ny./Nn. . Dengan servisitis kronika. S : Ibu mengatakan telah memahami keadaannya bersedia dirujuk. O : Ibu dapat mengulang kembali apa yang diberikan. A : Ny./Nn. . Dengan servisitis kronika. P : Membuatkan surat pengantar rujukan ke dr. SpOG.

Hari/tanggal : Jam : Diagnosa : Ibu merasa cemas akan keadaannya. S : - Ibu mengatakan merasa sedikit tenang dan semangat. - Untuk melakukan terapi agar cepat sembuh. O : Wajah ibu tampak tenang. A : Masalah teratasi. P : Tetap support ibu (khususnya pihak keluarga/suami).