Anda di halaman 1dari 10

BAB 1 PENDAHULUAN

Latar belakang Melanoma maligna ialah neoplasma maligna yang berasaldari sel melanosit. Disamping di kulit dapat pula terjadi pada mukosa. Di Amerika Serikat melanoma maligna merupakan tumor ganas nomor 6 atau 7 terbanyak. Melanoma maligna dapat terjadi pada semua usia dan paling banyak pada usia 35-55 tahun, insidensi pada pria sama dengan wanita. Faktor risiko yang diketahui untuk terjadinya melanoma antara lain : Congenital nevi>5% dari luas permukaan tubuh, riwayat melanoma sebelumnya, faktor keturunan, dysplastic nevi syndrome, terdapat 5 nevi berdiameter >5mm, terdapat 50 nevi berdiameter >2mm, riwayat paparan/terbakar sinar matahari ter utama pada masa anak-anak, ras kulit putih, rambut berwarna merah, mata berwarna biru, frecles/bintik-bintik kulit, tinggal di daerah tropis, psoralen sunscreen, xeroderma pigmentosum. Melanoma termasuk kanker kulit yang sangat ganas, bisa terjadi metastasis luas dalam waktu singkat melalui aliran limfe dan darah ke alat-alat dalam. Tujuan

ASUHAN KEPERAWATAN MELANOMA MALIGNA


Konsep Medis A.Definisi Kanker kulit adalah penyakit dimana kulit kehilangan kemampuannya untuk generasi dan tumbuh secara normal. Sel-sel kulit yang sehat secara normal dapat membela diri secara teratur untuk menggantikan sel-sel kulit mati dan menumbuhkan Melanoma maligna merupakan sejenis neoplasia yang malignan berasal daripada sel yang boleh membentuk melanin di mana-mana bagian kulit ataupun mata. Juga berasal dari membran mucus di kawasan kemaluan, lubur, rongga mulut. Penyakit ini biasanya berlaku pada dewasa secara de novo ataupun nevus berpigmen, lentigo maligna. Definisi lain dari melanoma maligna yaitu tumor ganas kulit yang berasal dari system melanositik kulit (melanosit) dengan gambaran berupa lesi kehitam-hitaman pada kulit. Biasanya menyebabkan metastasis yang luas dalam waktu singkat, tidak saja melalui aliran limfe ke kelenjar regional, tetapi juga menyebar melalui aliran darah ke alat-alat dalam, serta dapat menyebabkan kematian. Ini adalah jenis penyakit kanker kulit yang paling ganas dan berpotensi mematikan. Di Amerika, didapatkan data enam dari tujuh penderita kanker ini meninggal dunia. Dan jumlah orang yang terserang meningkat dari tahun ke tahun. Melanoma Maligna bisa berkembang dari tahi lalat timbul yang sudah ada atau yang baru muncul. B.Insiden Melanoma maligna predileksi pada orang kulit putih,wilayah Queensland Australia merupakan daerah insidentinggi yang terkenal. Pada tahun 1982 insidennya padapria 18/100.000, pada wanita 17,6/100.000, angka itumasih terus meningkat. Amerika Serikat dalam 60 tahunsilam memiliki pertumbuhan insiden melanoma malignayang tercepat, pada tahun 1935 dari 1500 orang AmerikaSerikat ada 1 orang menderita melanoma maligna, tahun1987 dari 135 orang ada 1 orang, pada tahun 2000 sudahberkembang menjadi dari 75 orang ada 1 menderita tumorini. Di kalangan kulit berwarna kejadian melanomamaligna lebih rendah. Kejadiannya berkaitan denganradiasi ultraviolet. Di kalangan penduduk sekitarKatulistiwa, angka kejadian dan kematian penyakit inisecara jelas lebih tinggi dari penduduk yang jauh dariKatulistiwa. Asia Tenggara termasuk kawasanKatulistiwa, insiden melanoma maligna belum terdatasecara tepat, tapi penulis dalam beberapa kesempatanberbakti sosial sudah menemukan 6 kasus, tampaknyapenyakit ini tidak jarang terjadi di wilayah ini. Insiden diantara kulit pria kulit putih meningkat 5,1% setiap tahun,93,3% secara keseluruhan, sedangkan pada wanita peningkatan hanya sebesar 3,8% pertahun,6,7 secara keseluruhan. C.Etiologi Penyebab yang pasti tidak diketahui. Dapat timbul dari kulit normal (de novo) atau berasal dari nevus pigmentosus (nevus junctional), Hutchinsons melanotic freckle, giant pigmented nevus, nevus biru. Penyebab terjadinya kanker kulit ini ada dua, yaitu penyebab dari dalam tubuh maupun dari luar tubuh. Banyak factor yang diduga berperan dalam timbulnya melanoma maligna diantaranya factor genetic (ada sejak lahir), sinar matahari (Sering kali melanoma maligna dikaitkan dengan penyebab kulit terhadap cahaya matahari. Contohnya, golongan lelaki tumor melanoma biasanya tumbuh pada bagian belakang begitupun dengan wanita, tumor tumbuh pada belakang dan juga kaki), penyebab karsinogen, factor fenotip (mata

biru, rambut pirang, kulit terang seperti contohnya pada orang yang berkulit cerah pada masa yang sama, seseorang yang berkulit cerah dan kurang berpigmen mempunyai risiko yang tinggi mendapat tumor melanoma maligna. D.Patofisiologi Melanoma bisa berawal sebagai pertumbuhan kulit baru yang kecil dan berpigmen pada kulit yang normal. Paling sering tumbuh pada kulit yang terpapar sinar matahari, tetapi hamperseparuh kasus tumbuh dari tahi lalat yang berpigmen. Melanoma mudah menyebar ke bagiantubuh yang jauh (metastase), dimana akan terus tumbuh dan menghancurkan jaringan. Semakinsedikit pertumbuhan melanoma ke dalam kulit, maka semakin besar peluang untukmenyembuhkannya. Jika melanoma telah tumbuh jauh ke dalam kulit, akan lebih mungkinmenyebar melalui pembuluh getah bening dapembuluh darah dan bisa menyebabkan kematiandalam beberapa bulan atau tahun. Perjalanan penyakit melanoma bervariasi dan tampaknya dipengaruhi oleh kekuatan pertahananoleh sistem kekebalan tubuh. Beberapa penderita yang keadaan kesehatannya baik, bisa bertahan hidup selama bertahun-tahun meskipun melanomanya telah menyebar.Tanda-tanda peringatan akan terbentuknya melanoma bintik atau tahi lalat berpigmen (terutama yang berwarna hitam atau biru tua) yang semakin membesar Perubahan warna pada tahi lalat, terutama pigmentasi merah, putih dan biru di kulit sekelilingnya Perubahan pada kulit diatas bintik yang berpigmen, misalnya perubahan konsistensi atau bentuk Tanda-tanda peradangan pada kulit di sekitar tahi lalat Melanoma berasal dari melanosit, yang timbul dari puncak saraf dan bermigrasi ke epidermis, uvea, meninges, dan mukosa ectodermal. Melanosit, berada di kulit dan menghasilkan melanin pelindung, yang terkandung dalam lapisan basal epidermis, di antara dermis dan epidermis. Melanoma dapat berkembang di atau dekat lesi yang sudah ada sebelumnya atau di kulit yangtampak sehat. Sebuah melanoma ganas yang berkembang dalam kulit yang sehat dapat dikatakantimbul de novo, tanpa bukti adanya lesi sebelumnya. Banyak dari melanoma yang diinduksi olehradiasi matahari. Risiko terbesar yang disebabkan paparan sinar matahari-yang dapat menyebabkan melanoma dikaitkan dengan terbakar oleh sinar matahari secara akut, intens, danberselang. Risiko ini berbeda dibandingkan dengan kanker sel skuamosa dan basal kulit, yang terkait dengan lama, paparan sinar matahari jangka panjang Melanoma juga dapat terjadi di daerah tidak terbakar kulit, termasuk telapak tangan, telapak kaki, dan perineum.lesi tertentu dianggap prekursor lesi melanoma, termasuk nevus diperoleh secara biasa, nevus displastik, nevus kongenital, dan nevus biru selular. melanoma memiliki 2 fase pertumbuhan, radial dan vertikal. Selama fase pertumbuhan radial, sel-sel ganas tumbuh dalam mode radial pada epidermis Dengan waktu berlangsung, sebagian besar melanoma ke fase pertumbuhan vertikal, di mana sel-sel ganas menginvasi dermis dan mengembangkan kemampuan untuk bermetastasis. E.Menifestasi klinik Gejala atau tanda yang patut di curigai sebagai tanda keganasan suatu lesi adalah perubahan warna seperti lebih terang atau lebih gelap, gatal, perubahan bentuk menjadi tidak teratur atau nevus bertambah luas serta bertambah tebal, pertumbuhan horizontal dan vertikal, permukaan tidak rata, dan akhirnya pembentukan tukak. Pendarahan menandakan proses sudah sangat lanjut.

Bentuk dini sangat sulit dibedakan dengan tumor lainnya. Karena melanoma maligna merupakan penyakit yang fatal bila telah metastasis jauh, maka kemampuan untuk mengenali keganasan dini perlu diperdalam. Lokalisasi dilaporkan terbanyak di ekstremitas bawah, kemudian didaerah badan, kepala/leher, ektremitas atas, kuku. Kunci penyembuhan melanoma maligna adalah penemuan dini, sehingga diagnosis melanoma harus ditingkatkan bila penderita melaporkan adanya lesi berpigmen baru atau adanya tahi lalat yang berubah, seperti:berpigmen, yaitu: 1. perubahan dalam warna 2. perubahan dalam ukuran (terutama pertumbuhan yang cepat) 3. timbulnya gejala (gatal, rasa terbakar, atau rasa sakit) 4. terjadi peninggian pada lesi yang sebelumnya datar 5. perubahan pada permukaan atau perubahan pada konsistensi lesi berpigmen 6. berkembangnya lesi satelit Akademi dermatologi Amerika menekankan pentingnya ABCD saat mengevaluasi setiap lesi berpigmen, yaitu A. Asimetri B. Border irregularity C. Color variegation D. Diameter yang lebih dari 6 mm F. Pengobatan Tindakan yang dilakukan pada penderita kanker melanoma maligna ini adalah pengangkatan secara komplit jaringan kanker dengan jalan pembedahan, apabila telah diketahui terjadi penyebaran maka dibutuhkan operasi lanjutan untuk mengangkat jaringan di sekitarnya. Untuk pengobatan secara medikomentosa dengan kemoterapi (obat-obat anti kanker) yang dikelompokkan menjadi beberapa kategori yaitu: alkylating agents, antimetabolit, alkaloid tanaman, antibiotik antitumor, enzim, hormon dan pengubah respon biologis. Dan pengobatan secara nonmedikomentosa meliputi radioterapi, pembedahan dan terapi fisik.

G. Pencegahan 1. Penghindaran terhadap sinar matahari yang berlebihan,terutama usia 20, adalah pencegahan yang paling efektif. 2. Tabir surya mungkin membantu, tetapi penelitian belum bisa menyimpulkannya. 3. Pemeriksaan kulit pada diri sendiri direkomendasikan dalam sebuah penelitaian ternyata dapat mengurangi mortalitas melanoma sampai 65%. 4. Asuahan primer teratur atau penapisan dermatologi memungkinkan lesi terdiagnosis pada stadium yang lebh awal.

KONSEP DASAR KEPERAWATAN PENGKAJIAN Pengkajian terhadap pasien melanoma maligma dilakukan berdasarkan riwayat pasien

dan gejalanya. Pasien ditanya khusunya tentang gejala pruritus,nyeri tekan dan rasa sakit yang bukan merupakan ciri khas nevus yang benigna. Kepada pasien juga ditanyakan mengenai perubahan yang terjadi pada nevus yang sudah ada sebelumnya atau pertumbuhan lesi baru berpigmen orang-orang yang beresiko harus dipriksa dengan cermat. Kaca pembesar dan pencayaan yang baik diperlukan dalam melakukan infeksi kulit untuk mendapatkan iregulitas dan perubahan pada nevus. Tanda-tanda yang menujukkan perubahan maligma mencakup berikut ini: 1.Warna yang bervariasi Warna yang dapat menjukkan keganasan pada lesi yang coklat dan hitam adalah bayangan yang warna merah,putih dan biru. Bayangan warna biru dianggap lebihlah mengkhawatirkan Daerah-daerah putih dalam lesi yang berpigmen perlu dicurigai. Selain melanoma maligma tidak memiliki warna yang bervariasi tetapi sebaliknya mempunyai warna yang seragam (hitam kebiruan, kelabu kebiruan,merah kebiruan) 2.Tepi yang ireguler Identitas atau lakukan yang menyudut pada bagian tepi nevus harus dicatat 3.Permukaan yang ireguler -Tonjolan permukaan yang tidak merata(topografi irregular) dapat teraba atau terlihat perubahan pada permukaan bias licin hingga seperti sisik. - Sebagian melanoma noduler memeliki permukaan yang licin. DIAGNOSA KEPERAWATAN,INTERVENSI DAN RASIONAL 1. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan adanya infeksi dan peradangan pada kulit Intervensi : kaji kulit dengan sering terhadap efek samping terapi kanker,perhatikan kerusakan atau perlambatan penyembuhan luka Rasional : efek kemerahan atau kulit samak( reaksi radiasi) dapat terjadi dalam area radiasi 2. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan system pertahanan tubuh kurang Intervensi : bersihkan daerah luka dan perhatikan personal hygiene. Rasional: menurunkan resiko komunitas terhadap agen infeksius 3. Nyeri berhubungan dengan proses infeksi Intervensi :tentukan riwayat nyeri missal lokasi,frekuensi,durasi dan intensitas serta berikan tindakan kenyamanan dasar. Rasional :meningkatkan relaksasi dan membantu memfokuskan kembali perhatian. 4. Resiko tinggi perubahan pola seksualitas berhubungan dengan kecemasan Intervensi : diskusikan dengan pasien atau orang terdekat siat seksualitas dan reaksi bila ini berubah atau terancam. Rasional : pengakuan legimitasi tentang masalah. Seksualitas cara pria dan wanita memandang mereka sendiri sebagai individu dan bagian cara menyampaikan diantara mereka 5. Inflamasi atau peradangan yang berhubungan dengan masukknya antigen dalam tubuh. Intervensi : berikan pengobatan Rasional :menurunkan peradanga dan membunuh mikroorganisme yang menyebabkan inflamasi.

6. Ansietas berhubungan proses tindakan eksisi dan proses penyakit Intervensi : dorong pasien untuk mengungkapkan pikirkan dan perasaan Rasional: memberikan kesempatan untuk memeriksaa rasa takut realistic serta kesalahan konsep tentang diagnosis 7. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan nafsu makan kurang Intervensi : dorong pasien untuk makan diet tinggi kalori kaya nutrient dengan masukan cairan adekuat. Rasional : kebutuhan jaringan metabolic ditingkatkan begitu juga cairan untuk menghilangkan produk sisa) 8. Hipertermi berhubungan dengan peradangan Intervensi :berikan kompres mandi hangat, hindari perdangan alcohol. Rasional :dapat membantu mengurangi demam selain itu alcohol dapat mengeringkan kulit 9. Gangguan imobilitas fisik berhubungan dengan adanya metastasis Intervensi : bantu atau dorong pola perawatan diri/kebersihan(mandi,mencukur). Rasional ;meningkatkan kekuatan otak dan sirkulasi 10. Perubahan status ekonomi berhubungan biaya pengobatan Intervensi :tekankan pentingnya dialog terbuka kontinu antara anggota keluarga Rasional : meningkatkan pemahaman dan membantu anggota keluarga untuk mempertahankan komunikasi jelas dan mengatasi masalah dengan efektif. 11. Gangguan konsep diri atau harga diri rendah berhubungan dengan pembentukan ulserasi atau tumor. Intervensi : berikan dukungan emosi untuk pasien/orang terdekat selama tes diasnostik dan fase pengobatan. Rasional :pada masa ini pasien membutuhkan dukungan atas efek dari penyakitnya. 12. Kurang pengetahuan tentang pengobatan dan pnyakit Intervensi : tinjau ulang dengan pasien/orang terdekat pemahaman diagnose khusus alternaif pengobatan dan sifat harapan. Rasional : memvaliadasi tinkat pemahaman saat ini,mengidentifikasikan kebutuhan belajar dan memberikan dasar pengetahuan dimana pasien membuat keputusan berdasarkan informasi 13. Resiko terjadinya komplikasi berhubungan dengan penyakit yang bermestastasis yang jauh dan tindakan pengobatan yang lambat Intervensi : kaji kesehatan gigi dan personal hygiene oral pada penerimaan dan secara priodik Rasional : memvalidasi tingkat pemahaman saat ini,megidentifikasikan kebutuhan belajar dan memberikan dasar mpengetahuan dimana pasien membuat keputusan berdasarkan informasi. 14. Kelelahan berhubungan dengan perubahan perkimia dan obat-obatan kemo berhubungan degan tindakan Intervensi :dorong masukan nutrisi

ASUHAN KEPERAWATAN MELANOMA MALIGNA

OLEH: KELOMPOK 6 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. ISMAIL FAHRIANI ULFA ANDRIANI FARID MARUF KARTIA HERMIN ABUHAER TITIN ANGRYANI AYO

AKADEMI KEPERAWATAN PELEMONIA KESDAM VII WIRABUANA MAKASSAR 2012

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ...................................... i DAFTAR ISI........................................... ii KATA PENGANTAR........................................ iii BAB I ( PENDAHULUAN ) 1. Latar Belakang...............................1 2. Tujuan ..............................................1 BAB II PEMBAHASAN 1. Konsep medis. 2 2. Konsep keperawatan 4 BAB III PENUTUP 1.Kesimpulan............................... 16 2.Saran .................................. 16 DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................ .17

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allh SWT, karena atas berkah, rahmat dan HidayahNya jualah penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dalam bentuk yang sederhana. Dalam makalah yang berjudul ASUHAN KEPERAWATAN MELANOMA MALIGNA Didalam menyelesaikan makalah ini ini banyak hambatan dan kendala yang di hadapi, namun berkat dukungan dan kerja sama yang baik dari semua pihak sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada para pembimbing, orang tua kami, serta teman-teman yang telah memberikan motivasi untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak dapat di pungkiri bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu saran dan kritik dari pembaca dengan senang hati penulis terima. Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat dan dijadikan sebagai salah satu pedoman bagi rekan-rakan perawat mencapai profesianalisme dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatannya, terkhususnya bagi penulis sendiri.

Makassar,

Mei 2012

Penulis

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN Melanoma maligna ialah neoplasma maligna yang berasaldari sel melanosit. Disamping di kulit dapat pula terjadi pada mukosa. Melanoma termasuk kanker kulit yang sangat ganas, bisa terjadi metastasis luas dalam waktu singkat melalui aliran limfe dan darah ke alat-alat dalam.