Anda di halaman 1dari 114

SISTEM KENDALI PERANGKAT LISTRIK BERBASIS

KOMPUTER DAN TELEPON SELULER





SKRIPSI




Oleh:
YUDA BAHTIAR
NIM. 05550035
















JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2009
SISTEM KENDALI PERANGKAT LISTRIK BERBASIS
KOMPUTER DAN TELEPON SELULER


SKRIPSI


Diajukan Kepada Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang
Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar
Sarjana Komputer (S.Kom)




Oleh:
YUDA BAHTIAR
NIM. 05550035











JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2009


SURAT PERNYATAAN
ORISINALITAS PENELITIAN


Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Yuda Bahtiar
NIM : 05550035
Fakultas / Jurusan : Sains dan Teknologi / Teknik Informatika
Judul Penelitian : Sitem Kendali Perangkat Listrik Berbasis Komputer Dan
Telepon Seluler



Menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa hasil penelitian saya ini
tidak terdapat unsur-unsur penjiplakan karya penelitian atau karya ilmiah yang
pernah dilakukan atau dibuat oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis dikutip
dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka.
Apabila ternyata hasil penelitian ini terbukti terdapat unsur-unsur jiplakan,
maka saya bersedia untuk mempertanggung jawabkan, serta diproses sesuai
peraturan yang berlaku.


Malang, 17 Oktober 2009
Penulis




Yuda Bahtiar
NIM. 05550035

SISTEM KENDALI PERANGKAT LISTRIK BERBASIS
KOMPUTER DAN TELEPON SELULER




TUGAS AKHIR





Oleh:
YUDA BAHTIAR
NIM. 05550035





Telah disetujui oleh:

Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II





Totok Chamidy, M.Kom Achmad Nashihuddin, MA
NIP. 196912 222006 041001 NIP. 197307 052000 031002



Tanggal 17 Oktober 2009


Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Informatika





Ririen Kusumawati, M.Kom
NIP. 197203 092005 012002
SISTEM KENDALI PERANGKAT LISTRIK BERBASIS KOMPUTER
DAN TELEPON SELULER


SKRIPSI


Oleh:
YUDA BAHTIAR
NIM. 05550035


Telah dipertahankan di Depan Dewan Penguji Tugas akhir dan
Dinyatakan Diterima Sebagai Salah Satu Persyaratan Untuk
Memperoleh Gelar Sarjana Komputer (S.Kom)

Tanggal 17 Oktober 2009
Susunan Dewan Penguji Tanda Tangan

1. Penguji Utama : Ririen Kusumawati, M.Kom (.)
NIP. 197203 092005 012002
2. Ketua Penguji : Muhammad Faisal, MT (.)
NIP. 197405102005011007
3. Sekretaris : Totok Chamidy, M.Kom (.)
NIP. 196912 222006 041001
4. Anggota : Achmad Nashihuddin, MA (.)
NIP. 197307 052000 031002

Mengetahui dan Mengesahkan
Ketua Jurusan Teknik Informatika



Ririen Kusumawati, M.Kom
NIP. 197203 092005 012002
MOTTO MOTTO MOTTO MOTTO




Apa yang kita pikirkan itulah yang akan terjadi. Berfikirlah bisa, niscaya pasti
akan bisa, karena Allah bersama sangkaan hamba-Nya

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka
merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri
(Q.S Ar-Rad ayat 11)


Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang
demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusu yaitu
orang-orang yang mengetahui bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan
bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
(Qs. Al-Baqarah : 45-46)

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu
Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh
(urusan) yang lain. Dan Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu
berharap.
(Qs. Alam-Nasyrah : 6-8}









PERSEMBAHAN



Dari relung hati yang terdalam
Kuucap beribu syukur atas nikmat-Mu Ya 4JJI ...
Yang telah memberiku kekuatan dalam setiap langkah
Yang selalu menolong, segala kesulitanku

Karya ini ku persembahkan kepada:
Bapak Moch. Sulchan dan Ibu Sukarlin tercinta
yang setiap saat selalu bersujud dan berdoa kepada Allah SWT, serta senantiasa
mendukung dan memberiku kekuatan untuk terus berjuang. Semoga Yuda bisa
menjadi putra bungsu yang bisa membuat Bapak dan Ibu bangga ya. Amin.

Kakak-kakakku semua yang telah senantiasa memotivasi, mendukung, dan bayarin
kuliahku. Insya 4JJI bulan ini terakhir kak uang bulananya, next month untuk Ibu ma
Bapak ja jatahnya.

Bapak Totok Chamidy, M.Kom dan Bapak Achmad Nashihuddin, MA selaku
pembimbing skripsi saya. Mohon maaf Pak ya, sering ganggu waktu Bapak dan
menghabiskan pulsa Bapak. Bimbingan Bapak sangat berarti buat ilmu pengetahuan saya.

Semua guru-guruku dari TK hingga Perguruan Tinggi
yang dengan ketulusan mendidik dan memberikan ilmunya.

Kakak-kakak Laboratorium, temen-temen HMJ, HMI, temen seperjuangan: SyafiI, afif,
uuz, kang Kosim, mahjonk, Ajis, Aan.,Ukil, Mbak Ivana ma mas Azwar makasi ya kabel
datanya faiz 06 makasi ya pinjeman laptopnya, uus kls A makasi ya pinjeman HP bwt
serverx

Semua rekan seperjuangan TI 2005 yang tidak bisa disebutkan
satu persatu, makasi smwax. Untuk adiq2 q angkatan 06, 07, ma 08 mas doain moga lulus
tepat waktu ya..
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.
Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT Dzat yang maha berilmu di
atas mereka yang merasa diri berilmu, serta pencipta Maha Sempurna di atas
segala yang dianggap sempurna oleh cipta-duga, rekayasa-logika, dusta terpola.
Ucapan sholawat serta salam tertuju kepada Rasulullah Saw insan termulia yang
telah menghabiskan waktu hanya untuk menuntun umat pengikutnya ke arah
keselamatan hidup.
Adapun benar skripsi sulit untuk dapat terwujud manakala penulis tidak
dapat dukungan dari berbagai pihak, baik berupa saran maupun kritik, lebih-lebih
bantuan yang bersifat moral. Karena itulah sepatutnya diucapkan terimakasih
yang tak terhingga, terutama penulis tujukan kepada yang terhormat :
1. Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, selaku Rektor Universitas Islam Negeri (UIN)
Maulana Malik Ibrahim Malang.
2. Prof. DR. Sutiman Bambang Sumitro. SU.DSc, selaku Dekan Fakultas Sains
dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim
Malang.
3. Ririen Kusumawati, M.Kom, selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika
Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
4. Totok Chamidy, M.Kom dan Achmad Nashihuddin, MA selaku Dosen
Pembimbing, karena atas bimbingan, pengarahan, dan kesabarannya
penulisan tugas akhir ini dapat terselesaikan.
5. Moch. Sulchan dan Sukarlin, selaku Ayah dan Ibunda tercinta yang dengan
sepenuh hati memberikan dukungan moril maupun spirituil sehingga
penulisan tugas akhir ini dapat terselesaikan.
6. Seluruh Dosen Teknik Informatika Universitas Islam Negeri Malang yang
telah mengajar penulis selama empat tahun lamanya, dan memberikan
dukungan untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini.
7. Seluruh Asisten Laboratorium Teknik Informatika Universitas Islam Negeri
Malang yang selalu memberikan bimbingan serta keceriaan.
8. Teman-teman Jurusan Teknik Informatika angkatan 2005, kakak-kakak
Laboratorium, dan teman-teman kampus tercinta di UIN Maulana Malik
Ibrahim Malang yang namanya tidak mungkin disebutkan satu-persatu.
Semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat dan menambah khasanah ilmu
pengetahuan
Wassalamualaikum Wr. Wb.


Malang, 17 Oktober 2009
Penulis


Yuda Bahtiar




DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL .................................................................................. i
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS ....................................... ii
HALAMAN PERSETUJUAN.................................................................... iii
HALAMAN PENGESAHAN..................................................................... iv
MOTTO .................................................................................................. v
HALAMAN PERSEMBAHAN.................................................................. vi
KATA PENGANTAR................................................................................. vii
DAFTAR ISI ............................................................................................... ix
DAFTAR TABEL....................................................................................... xi
DAFTAR GAMBAR................................................................................... xii
ABSTRAK .................................................................................................. xiii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang............................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................... 5
1.3 Batasan Masalah.......................................................................... 5
1.4 Tujuan Penelitian......................................................................... 6
1.5 Manfaaat Penelitian..................................................................... 6
1.6 Metodologi Penelitian.................................................................. 6
1.7 Sistematika Penulisan.................................................................. 8

BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1 Konsep Sistem Pengendali........................................................... 10
2.1.1 Pengertian Sistem Pengendali ........................................... 10
2.1.2 Sistem Pengendalian Berbasis Komputer .......................... 13
2.1.2.1 Perangkat Sistem Pengendali Komputer............... 13
2.1.2.1.1 Perangkat Keras .................................... 14
2.1.2.1.2 Perangkat Lunak Pengendali ................. 16
2.1.2.1.3 Manusia (Brainware) ............................ 18
2.1.2.2 Keuntungan Sistem Kendali Komputer ................ 19
2.1.3 Sistem Kendali Dalam Perspektif Islam............................ 20
2.1.3.1 Konsep Habluminanas dalam Islam...................... 20
2.1.3.2 Integratif Sistem Kendali Dalam Islam................. 24
2.2 Borland Delphi ............................................................................ 26
2.2.1 Mengenal IDE Delphi ....................................................... 26
2.2.2 Struktur File...................................................................... 29
2.2.3 Code Editor ...................................................................... 30
2.3 SMS (Short Message Service)...................................................... 32
2.3.1 PDU ................................................................................. 34
2.3.2 SMS PDU Pengirim.......................................................... 34
2.3.3 SMS PDU Penerima ......................................................... 40
2.4 Port Paralel .................................................................................. 46
2.5 Flowchartz .................................................................................. 51
2.6 Hardware .................................................................................... 52

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN SISTEM
3.1 Analisis Sistem............................................................................ 55
3.1.1 Spesifikasi Aplikasi .......................................................... 55
3.1.2 Spesifikasi Pengguna ........................................................ 55
3.1.3 Lingkungan Operasi.......................................................... 56
3.2 Perancangan Sistem..................................................................... 56
3.2.1 Perancangan Sistem Keseluruhan..................................... 56
3.2.2 Perancangan Perangkat Lunak ......................................... 58
3.2.3 Perancangan Hardware.................................................... 62
3.3 Perancangan Format SMS............................................................ 64
3.4 Desain Tampilan Perangkat Lunak .............................................. 65
3.5 Konteks Diagram......................................................................... 67
3.6 Data Flow Diagram ..................................................................... 69
3.6.1 Data Flow Diagram Level 1............................................. 69
3.6.2 Data Flow Diagram Level 2............................................. 70
3.7 Entity Relationship Diagram........................................................ 71
3.8 Analisis Use Case........................................................................ 72
3.9 Activity Diagram......................................................................... 73
3.10 Desain Basis Data........................................................................ 74
3.11 Pengujian Sistem......................................................................... 76

BAB IV HASIL DAN IMPELEMENTASI
4.1 Implementasi Ruang Lingkup........................................................ 78
4.1.1 Ruang Lingkup Perangkat Keras........................................ 78
4.1.2 Ruang Lingkup Perangkat Lunak....................................... 79
4.2 Hasil Uji Coba............................................................................... 79
4.2.1 Hasil Uji Coba Perangkat Lunak........................................ 79
4.2.2 Hasil Uji Coba Hardware................................................... 81
4.3 Implementasi Pemrograman SMS.................................................. 83
4.4 Implementasi Desain Tampilan Form Program.............................. 85
4.5 Sistem Kendali Perangkat Listrik Berbasis Komputer dan Telepn
Seluler Menurut Kajian Al-Quran.................................................. 95


BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan................................................................................ 97
5.2 Saran ......................................................................................... 97

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................... 99
LAMPIRAN................................................................................................... 100


DAFTAR TABEL



Tabel 2.1 Skema Format SMS PDU Pengirim............................................. 35
Tabel 2.2 Service Centre Address Pengirim................................................. 35
Tabel 2.3 SMS PDU Type Pengirim............................................................ 36
Tabel 2.4 Destination Address..................................................................... 37
Tabel 2.5 Validity Period ............................................................................ 38
Tabel 2.6 User data Pengirim...................................................................... 39
Tabel 2.7 Skema Format SMS PDU Penerima............................................. 40
Tabel 2.8 Service Center Address Penerima ................................................ 41
Tabel 2.9 PDU Type Penerima .................................................................... 42
Tabel 2.10 Originator Address...................................................................... 43
Tabel 2.11 Service Center Time Stamp.......................................................... 44
Tabel 2.12 User Data.................................................................................... 45
Tabel 2.13 Kode ASCII................................................................................. 45
Tabel 2.14 Fungsi dan Pin Konektor DB25 ................................................... 48
Tabel 2.15 Port Data Pada Parallel Port ....................................................... 48
Tabel 2.16 Port Status Pada Parallel Port ..................................................... 49
Tabel 2.17 Port Kontrol Pada Parallel Port .................................................. 49
Tabel 2.18 Alamat Register Port Kontrol....................................................... 50
Tabel 3.1 Tabel Kebenaran.......................................................................... 60
Tabel 3.2 Format SMS ................................................................................ 64
Tabel 3.3 Tabel User................................................................................... 74
Tabel 3.4 Tabel Admin................................................................................ 75
Tabel 3.5 Tabel Informasi Perangkat ........................................................... 75
Tabel 3.6 Tabel Histori................................................................................ 76
Tabel 4.1 Hasil Pengujian Perangkat Lunak ................................................ 81
Tabel 4.2 Hasil Pengujian Sistem Secara Keseluruhan ................................ 83
Tabel 4.3 Coding Program Kendali Perangkat Listrik.................................. 87
Tabel 4.4 Spesifikasi Handphone ................................................................ 89















DAFTAR GAMBAR



Gambar 2.1 Konsep Sistem Pengendalian .................................................... 11
Gambar 2.2 Bagian Bagian IDE Delphi..................................................... 27
Gambar 2.3 Object TreeView pada IDE Delphi ........................................... 28
Gambar 2.4 Skema Proses Pengiriman SMS ................................................ 33
Gambar 2.5 Susunan DB25.......................................................................... 47
Gambar 3.1 Blok Diagram Sistem Keseluruhan ........................................... 57
Gambar 3.2 Blok Diagram Perangkat Lunak ................................................ 58
Gambar 3.3 Diagram Alir Perangkat Lunak SIstem Kendali......................... 59
Gambar 3.4 Diagram Alir Pemrosesan Kendali Perangkat Listrik ................ 61
Gambar 3.5 Diagram Alir Pemrosesan Setting Time..................................... 62
Gambar 3.6 Diagram Blok Hardware........................................................... 63
Gambar 3.7 Desain Interface........................................................................ 67
Gambar 3.8 Kontek Diagram....................................................................... 68
Gambar 3.9 DFD Level 1............................................................................. 69
Gambar 3.10 DFD Level 2 Proses Entry data................................................. 71
Gambar 3.11 ERD ......................................................................................... 72
Gambar 3.12 Diagram Use case ..................................................................... 72
Gambar 3.13 Activity Diagram...................................................................... 73
Gambar 4.1 Hasil Perangkat 1 Yang Telah Dihidupkan................................ 80
Gambar 4.2 Isi SMS Konfirmasi .................................................................. 80
Gambar 4.3 Pengiriman SMS Dengan NO Yang Belum Didaftarkan ........... 80
Gambar 4.4 Isi SMS Konfirmasi .................................................................. 81
Gambar 4.5 Indikator Perangkat3 pada Program.......................................... 82
Gambar 4.6 Indikator Perangkat3 pada Hardware ........................................ 82
Gambar 4.7 Lampu3 Pada Hardware............................................................ 82
Gambar 4.8 Keadaan Lampu3 Pada Hardware ............................................. 83
Gambar 4.9 Form Login............................................................................... 86
Gambar 4.10 Form Kendali Perangkat Listrik ................................................ 88
Gambar 4.11 Form Timer Setting................................................................... 89
Gambar 4.12 Form Mobile Phone Status Connectivity ................................... 90
Gambar 4.13 Form HP Setelah Dikoneksikan Dengan Komputer................... 90
Gambar 4.14 Form History Of Messages........................................................ 91
Gambar 4.15 Form Perangkat Name Setting................................................... 92
Gambar 4.16 Form User Setting..................................................................... 93
Gambar 4.17 Form Admin Setting Muncul Pesan Username Salah................. 94
Gambar 4.18 Form Profile Programmer ......................................................... 94



ABSTRAK


Yuda Bahtiar. 2009. Sistem Kendali Perangkat Listrik Berbasis Komputer
dan Telepon Seluler. Pembimbing : (1) Totok Chamidy, M.Kom, (2)
Achmad Nashihuddin, MA

Kata Kunci : Interfacing paralel, SMS.

Praktis adalah sesuatu yang sangat diincar pada zaman sekarang. Dapat
dikatakan bahwa semua pekerjaan dituntut untuk menghasilkan kemudahan,
kecepatan, dan efisiensi. Untuk mempermudah seseorang dalam menyelesaikan
pekerjaannya, diperlukan suatu alat yang dapat bekerja praktis dan efisien
sehingga tanpa menghabiskan banyak waktu dan tenaga dalam melaksanakan
pekerjaan tersebut. Dalam kehidupan manusia modern tentunya penuh dengan
aktivitas dan adakalanya merasa kerepotan untuk melakukan beberapa pekerjaan
sekaligus. Seiring dengan perkembangan dunia ilmu pengetahuan, terutama
dibidang elektronik dan teknologi informasi yang melibatkan komputer
didalamnya. Otomatisasi perangkat atau peralatan merupakan salah satu jawaban
yang paling tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Perangkat atau peralatan
yang dimaksud adalah alat-alat bantu yang dibutuhkan manusia untuk melakukan
aktivitas kesehariannya dan tentunya mempunyai manfaat yang berarti.
Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian dilakukan dengan tujuan untuk
merancang dan membuat suatu perangkat berbasis komputer dan telepon seluler
yang berfungsi untuk memantau dan mengendalikan perangkat listrik secara jarak
jauh.
Perancangan dan pembuatan sistem kendali perangkat listrik berbasis
komputer dan telepon seluler ini menggunakan rangkaian relay sebagai saklar
otomatis yang dihubungkan ke PC dan HP agar dapat mengendalikan saklar
secara otomatis. Dan menggunakan port paralel sebagai penghubung antara alat
dan komputer. Dalam hal pembuatan program aplikasi tersebut akan dibuat
dengan menggunakan Bahasa Pemrograman Borland Delphi dan sebuah
perangkat mobile berupa handphone yang berfungsi sebagai penerima dan
pemberi informasi pada program server yang berisi instruksi mati atau hidupkan
perangkat listrik. Adapun untuk implementasinya nanti dapat diterapkan pada
perangkat listrik yang ada di suatu rumah, gedung-gedung bertingkat, atau pabrik
dan pergudangan.
Dengan adanya alat ini diharapkan lebih memudahkan untuk
memonitoring atau mengendalikan perangkat listrik, sehingga untuk mematikan
dan menghidupkan perangkat listrik bisa dilakukan secara jarak jauh, dan dimana
saja selama ada sinyal telepon seluler tersebut.



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Praktis adalah sesuatu yang sangat diincar pada zaman sekarang. Dapat
dikatakan bahwa semua pekerjaan dituntut untuk menghasilkan kemudahan,
kecepatan, dan efisiensi. Untuk mempermudah seseorang dalam menyelesaikan
pekerjaannya, diperlukan suatu alat yang dapat bekerja praktis dan efisien
sehingga tanpa menghabiskan banyak waktu dan tenaga dalam melaksanakan
pekerjaan tersebut.
Dalam kehidupan manusia modern tentunya penuh dengan aktivitas dan
adakalanya merasa kerepotan untuk melakukan beberapa pekerjaan sekaligus.
Seiring dengan perkembangan dunia ilmu pengetahuan, terutama dibidang
elektronik dan teknologi informasi yang melibatkan komputer didalamnya.
Otomatisasi perangkat atau peralatan merupakan salah satu jawaban yang paling
tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Perangkat atau peralatan yang dimaksud
adalah alat-alat bantu yang dibutuhkan manusia untuk melakukan aktivitas
kesehariannya dan tentunya mempunyai manfaat yang berarti.
Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang
berkembang saat ini, memungkinkan manusia untuk membuat suatu alat yang
mampu membantu ataupun mempermudah pekerjaannya tersebut. Teknologi
komputer, elektronika, serta telekomunikasi mempunyai peranan yang sangat
penting dalam usaha pencapaian tujuan tersebut.
Islam mengajarkan umatnya untuk hidup saling menghormati dan
membantu antar sesamanya. Bahkan Allah sendiri menjamin mereka dengan
melepas kesusahannya di akhirat kelak, dan memudahkan urusannya di dunia.
:
,
,
,
,


.
Artinya: Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa
Sallam, beliau bersabda: Barang siapa yang melepaskan satu
kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu
kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah
urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di
akhirat. Barang siapa yang menutup aib seorang muslim, pasti Allah
akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa
menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong
saudaranya. Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu,
pasti Allah memudahkan baginya jalan ke surga. Apabila berkumpul
suatu kaum di salah satu masjid untuk membaca Al Quran secara
bergantian dan mempelajarinya, niscaya mereka akan diliputi sakinah
(ketenangan), diliputi rahmat, dan dinaungi malaikat, dan Allah
menyebut nama-nama mereka di hadapan makhluk-makhluk lain di sisi-
Nya. Barangsiapa yang lambat amalannya, maka tidak akan dipercepat
kenaikan derajatnya. (Hadits Riwayat Muslim no. 2699).
%!# _ `39 {# 9 #$ $:.$ #=. % 9) '9#
Artinya: Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah
di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan
hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (Surat Al-
Mulk: 15)
Al-Quran Surat Al-Mulk ayat 15 diatas menjelaskan bahwa pada dasarnya
Allah telah membuat segala sesuatu yang ada di bumi menjadi mudah dalam
menjalaninya. Segala kesusahan atau kesukaran yang ada di bumi sebenarnya
karena ketidaktahuan kita cara menjangkau kemudahan itu. Menuntut ilmu adalah
solusi agar kita dapat menggapai kemudahan itu.

Artinya: Mencari ilmu itu wajib atas setiap muslim.(HR. Ahamad dan Ibnu
Majah).
Dari hadits diatas menunjukkan bahwa menuntut ilmu wajib hukumnya.
Karena dengan menuntut ilmu manusia dapat membantu sesamanya, seperti
tujuan penulis melakukan penelitian sistem kendali perangkat listrik yang bisa
dikendalikan secara jarak jauh.
Pada zaman sekarang, komputer atau disebut PC (personal computer)
sudah berada hampir di setiap rumah, gedung atau perkantoran. Kebanyakan
komputer lebih sering digunakan untuk keperluan ketik-mengetik, film, musik dan
permainan. Padahal komputer juga bisa digunakan untuk keperluan pengontrolan
peralatan listrik rumah tangga seperti lampu, kipas angin, dispenser dan lain-lain
dengan memanfaatkan port paralel (DB25) pada komputer tersebut.
Dalam dunia komputer, port adalah satu set instruksi atau perintah sinyal
dimana microprocessor menggunakan port untuk memindahkan data dari atau ke
piranti lain. Penggunaan umum port adalah untuk berkomunikasi dengan printer,
modem, keyboard dan display. Kebanyakan port-port komputer adalah berupa
kode digital, di mana tiap-tiap sinyal atau bit adalah berupa kode biner 1 atau 0.
Seiring dengan berkembangnya teknologi nirkabel (wireless), salah
satunya adalah teknologi GSM (Global System for Mobile Communications), yang
semakin murah dan dengan kapasitas jangkauan yang semakin luas, menyebabkan
pemakaian telepon seluler tidak hanya berada pada salah satu golongan
masyarakat tertentu saja (kaum elit), namun pemakai telepon seluler sudah
menjangkau semua lapisan. SMS (Short Message Service) adalah salah satu
fasilitas yang terdapat pada telepon seluler yang hampir setiap orang
mengenalnya. Selain memiliki biaya operasional yang cukup murah, fasilitas ini
juga merupakan media komunikasi dan sarana informasi antar individu yang
cukup memiliki sifat waktu nyata (rea-ltime), sehingga tidaklah mengherankan
apabila SMS masih tetap menjadi pilihan bagi setiap orang sebagai sarana
komunikasi.
Selain kebutuhan sarana dan prasarana komunikasi, keamanan sudah
menjadi kebutuhan pokok bagi manusia. Salah satu contohnya adalah kebutuhan
keamanan rumah. Tingginya aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan
ekonomi semakin mengurangi waktu bagi manusia untuk berada di sekitar rumah,
baik untuk berkumpul bersama keluarga maupun untuk menjaga keamanan tempat
tinggal tersebut. Permasalahan ini mendorong manusia untuk mengadakan
penelitian dan perancangan peralatan pemantau dan pengendali jarak jauh yang
efektif dan efisien.
Telepon seluler dengan fasilitas SMS yang mampu bertukar informasi
berbasis teks secara jarak jauh (remote) dan tanpa kabel (wireless) dapat
memberikan solusi yang tepat terhadap masalah pengontrolan keamanan secara
jarak jauh. Ditambah dengan dukungan port paralel pada komputer, menjadikan
telepon seluler sebagai sarana alternatif selain sebagai sarana komunikasi juga
dapat dijadikan sebagai sarana pengendali jarak jauh.

1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari perancangan dan pembuatan tugas akhir ini
diantaranya adalah bagaimana cara merancang dan membuat program alat alat
yang bisa digunakan untuk memantau dan mengendalikan perangkat listrik yang
ditampilkan dan diatur lewat sebuah perangkat komputer dan telepon seluler?

1.3 Batasan Masalah
Untuk mengarahkan pokok bahasan agar lebih fokus, maka dalam
penulisan tugas akhir ini dilakukan pembatasan pada pokok bahasan yaitu:
1. Hanya menyediakan lima terminal pada rangkaian relay, sehingga program
hanya mengontrol lima perangkat listrik saja.
2. Perangkat lunak yang dibuat tidak dapat mendeteksi peralatan listrik yang
diuji rusak atau tidak.

1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penyusunan tugas akhir ini adalah untuk merancang
dan membuat suatu perangkat berbasis komputer dan telepon seluler yang
berfungsi untuk memantau dan mengendalikan perangkat listrik secara jarak jauh.

1.5 Manfaat Penelitian
Kegunaan yang dapat dihasilkan dari hasil penelitian dalam tugas akhir ini
adalah :
1. Memberikan kemudahan dalam pemantauan dan pengendalian suatu
perangkat listrik, sehingga menghidupkan atau mematikan perangkat listrik
tidak harus berada pada gedung tersebut.
2. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan rujukan bagi para peneliti
berikutnya yang akan membahas mengenai masalah sistem kendali dengan
menggunakan komunikasi parallel (Interfacing Parallel).

1.6 Metode Penelitian
Pembuatan tugas akhir ini terbagi menjadi beberapa tahap pengerjaan yang
tertera sebagai berikut :
1. Pengumpulan data-data yang diperlukan
Beberapa metode yang akan dipakai dalam pengumpulan data:
a. Studi Literatur
Pada metode ini penulis akan melakukan pencarian, pembelajaran dari
berbagai macam literatur dan dokumen yang menunjang pengerjaan tugas
akhir ini khususnya yang berkaitan dengan sistem kendali yang
menggunakan komunikasi parallel.
b. Browsing
Melakukan pengamatan ke berbagai macam website di internet yang
menyedikan informasi yang relevan dengan permasalahan dalam
pembuatan sistem kendali ini.
2. Perancangan Dan Perakitan Hardware
Setelah melakukan kajian literatur dapat dilakukan perancangan dan perakitan
hardware sistem kendali perangkat listrik.
3. Perancangan Dan Pembuatan Perangkat Lunak
Setelah melakukan kajian literatur dilakukan perancangan dan pembuatan
perangkat lunak sistem kendali perangkat listrik, sehingga perangkat lunak ini
sudah bisa untuk mengendalikan perangkat listrik secara jarak jauh.
4. Uji Coba Perangkat Lunak
Pengujian perangkat lunak dilakukan untuk mengetahui tingkat kesalahan dan
keberhasilan program.
5. Uji Coba Perangkat Lunak dengan Hardware
Proses uji coba ini diperlukan untuk memastikan bahwa sistem kendali yang
telah dibuat sudah benar, sesuai dengan karakteristik yang ditetapkan dan
tidak ada kesalahan-kesalahan yang terkandung di dalamnya.

6. Penyusunan Buku Tugas Akhir
Tahap terakhir ini merupakan dokumentasi pelaksanaan tugas akhir.
Diharapkan, buku tugas akhir ini bermanfaat bagi pembaca yang ingin
mengembangkan sistem ini lebih lanjut maupun pada lain kasus.

1.7 Sistematika Penulisan
Sistematika dalam penulisan skripsi ini akan dibagi menjadi beberapa
bab sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah,
tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian, dan
sistematika penulisan tugas akhir ini.
BAB II Tinjauan Pustaka
Bab ini menjelaskan tentang teori-teori yang terkait dengan
permasalahan yang diambil.
BAB III Analisis, dan Perancangan Sistem
Bab ini menjelaskan tentang perancangan hardware yang dibuat
beserta alat dan bahannya. Perancangan perangkat lunak yang
dibuat, meliputi perancangan perangkat lunak utama dan
perancangan perangkat lunak pengendali perangkat listrik jarak
jauh.


BAB IV Hasil Dan Pembahasan
Bab ini membahas tentang implementasi dari sistem kendali yang
dibuat secara keseluruhan. Serta melakukan pengujian terhadap
hardware dan perangkat lunak yang dibuat untuk mengetahui
aplikasi tersebut telah dapat menyelesaikan permasalahan yang
dihadapi sesuai dengan yang diharapkan.
BAB V Penutup
Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran yang diharapkan
dapat bermanfaat untuk pengembangan pembuatan aplikasi
selanjutnya.













BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Konsep Sistem Pengendali
2.1.1 Pengertian Sistem Pengendali
Dalam kehidupan manusia modern tentunya penuh dengan aktivitas dan
adakalanya merasa kerepotan untuk melakukan beberapa pekerjaan sekaligus.
Seiring dengan perkembangan dunia ilmu pengetahuan, terutama di bidang
elektronik dan teknologi informasi yang melibatkan komputer di dalamnya.
Otomatisasi perangkat atau peralatan merupakan salah satu jawaban yang paling
tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Perangkat atau peralatan yang dimaksud
adalah alat-alat bantu yang dibutuhkan manusia untuk melakukan aktivitas
kesehariannya dan tentunya mempunyai manfaat yang berarti.
Secara umum sistem pengendalian adalah susunan komponen-komponen fisik
yang dirakit sedemikian rupa sehingga mampu mengatur sistemnya sendiri atau
sistem diluarnya. Sistem kontrol adalah proses pengaturan atau pengendalian terhadap
satu atau beberapa besaran (variabel, parameter) sehingga berada pada suatu harga
range tertentu. Istilah lain sistem kontrol atau teknik kendali adalah teknik
pengaturan, sistem pengendalian, atau sistem pengontrolan.
Sistem pengendalian atau teknik pengaturan juga dapat didefinisikan suatu
usaha atau perlakuan terhadap suatu sistem dengan masukan tertentu guna
mendapatkan keluaran sesuai yang diinginkan. Dalam buku berjudul Modern
Control Systems, bahwa sistem pengaturan merupakan hubungan timbal balik antara
komponen-komponen yang membentuk suatu konfigurasi sistem yang memberikan
suatu hasil yang dikehendaki berupa respon.
Contoh sistem pengaturan yang paling mendasar adalah kendali on -off
saklar listrik. Aktivitas menghidupkan dan mematikan saklar menyebabkan
adanya situasi saklar hidup atau mati. Masukan on atau off mengakibatkan
terjadinya proses pada suatu pengendalian saklar listrik sehingga sistem bekerja
sesuai dengan kondisi yang diinginkan, yaitu listrik menyala atau mati. Keadaan
on-off (hidup atau mati) merupakan masukan, sedangkan mengalir dan tidak
mengalirnya listrik merupakan keluaran. Suatu keadaan dimana listrik sudah
dihidupkan namun tidak menyala, berarti ada yang salah pada sistem tersebut.
Proses yang dicontohkan itu mengilustrasikan sistem kendali yang terjadi secara
manual.
Secara umum ada empat aspek yang berkaitan dengan sistem pengendalian
yaitu masukan, keluaran, sistem dan proses. Masukan (input) adalah rangsangan
dari luar yang diterapkan ke sebuah sistem kendali untuk memperoleh tanggapan
tertentu dari sistem pengaturan. Keluaran (output) adalah tanggapan sebenarnya
yang didapatkan dari suatu sistem kendali. Tanggapan ini bisa sama dengan
masukan atau mungkin juga tidak sama dengan tanggapan pada masukannya.

Gambar 2.1 Konsep Sistem Pengendalian
Untuk menggambarkan sistem pengendalian, kita bisa ilustrasikan dengan
sebuah perangkat yang sering dikenal dalam kehidupan sehari-hari yaitu
sekering. Sekering merupakan alat yang dipergunakan untuk memutus arus
listrik dan biasanya dipasang pada instalasi listrik PLN atau perangkat elektronik.
Sekering akan putus apabila diberi beban arus listrik yang berlebihan, dan
akibatnya lampu akan padam. Fenomena ini menunjukkan bahwa sebenarnya
terjadi pengukuran terhadap aliran listrik, membandingkan terhadap kapasitas
maksimal, dan selanjutnya melakukan langkah koreksi dengan cara memutus arus.
Proses yang dicontohkan itu menggambarkan sistem kendali yang terjadi secara
otomatis.
Menurut Distefano dkk (1992), ada tiga jenis sistem pengaturan dasar
yakni
1. Pengendalian Alamiah
Contohnya pengendalian suhu tubuh manusia, mekanisme buka-tutup pada
jantung, sistem peredaran darah, sistem syaraf, sistem kendali pankreas dan
kadar gula dalam darah, sistem pengaturan adrenalin, dan sistem kendali
lainnya yang ada pada makhluk hidup.
2. Pengendalian Buatan
Contohnya yaitu mekanisme on-off pada saklar listrik, mekanisme buka-tutup
pada keran air, sistem kontrol untuk menghidupkan dan mematikan
televisi/radio/tape, kendali pada mainan anak -anak, pengaturan pada kendali
suhu ruangan ber-AC, serta kendali perangkat elektronik seperti pada kulkas,
freezer dan mesin cuci.
3. Sistem Kendali yang Komponennya Buatan dan Alamiah
Contohnya adalah pengendalian ketika orang mengendarai sepeda, motor atau
mobil. Pengendara senantiasa mempergunakan matan ya sebagai komponen
alamiah untuk mengamati keadaan, disamping itu pengendara juga mengatur
kecepatan berkendara dengan mengatur putaran mesinnya yang merupakan
komponen buatan.

2.1.2 Sistem Pengendalian Berbasis Komputer
Komputer merupakan hasil evolusi dibidang teknologi informasi yang
berkembang pesat, telah menjadi salah satu komponen dalam memenuhi
kebutuhan akan informasi yang kompleks, cepat, dan akurat. Hal ini didukung
kemampuan komputer untuk mengolah data secara cepat dan akurat serta konsep-
konsep sistem informasi dibidang ilmu teknik informatika yang mendukung
dalam hal pengolahan data. Keunggulan dan keguanaan komputer dalam
mempermudah kehidupan manusia telah terbukti, dewasa ini hampir setiap
aktivitas manusia tidak dapat dilepaskan dari proses komputerisasi.
2.1.2.1 Perangkat Sistem Pengendalian Komputer
Sebagai sebuah sistem, sebuah komputer harus memiliki bagian-bagian
yang mendukung kinerjanya. Sebuah prosesor atau pengolah logika saja tidak
cukup untuk melakukan aktivitasnya. Manusia memerlukan tangan dan kaki
sebagai alat gerak, dan organ-organ lain untuk menunjang kehidupannya.
Demikian juga sebuah komputer, akan memerlukan unit-unit tertentu untuk
melakukan tugasnya. Ada tiga jenis perangkat utama yang mutlak diperlukan
dalam sebuah sistem komputer.
2.1.2.1.1 Perangkat Keras (Hardware)
Perangkat keras sebuah komputer dapat digolongkan kedalam tiga bagian
utama, yaitu bagian pengolah logika, bagian memori atau pengingat, dan bagian
input/output.
1. Unit Pengolah Logika (Prosesor)
Prosesor adalah otak dari sebuah komputer. Semua proses perhitungan
dilakukan dalam unit prosesor. Selain perhitungan, juga dilakukan
pengorganisasian memori dan koordinasi dari unit input dan output. Prosesor
sebuah komputer memproses sederetan instruksi (command) yang tersimpan
dalam memori, dan mengubahnya menjadi tindakan nyata terhadap unit input atau
output. Sederetan instruksi inilah yang kemudian nantinya akan dapat diakses dan
dimanfaatkan dalam teknik programming. Teknologi prosesor sekarang ini telah
berkembang dengan pesat. Bahkan banyak komputer dengan level desktop telah
menggunakan banyak prosesor (multi processor) untuk mengoptimalkan
kinerjanya.
2. Unit Pengingat (Memori)
Sel-sel memori pada sebuah komputer berdasarkan fungsinya dapat
dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
a. RAM (Random Access Memory)
Memori dengan tipe RAM dapat dibaca dan ditulis atau diupdate setiap
saat. Data yang tersimpan didalamnya adalah data-data bersifat permanen.
Apabila aliran tenaga listrik terhadap sistem komputer putus, data-data yang
tersimpan dalam RAM akan hilang.
b. ROM (Read Only Memory)
Memori dengan tipe ROM adalah memori yang hanya dapat dibaca saja,
dan tidak dapat dihapus atau diupdate. Memori jenis ini digunakan untuk
menyimpan instruksi-instruksi yang dibutuhkan oleh prosesor untuk diproses.
Cara untuk melakukan update ialah dengan menghapus terlebih dahulu seluruh isi
memori ROM, dan menggantinya dengan data baru.
3. Unit Input dan Output
Unit input pada sebuah sistem komputer dapat dianalogikan sebagai indera
pada tubuh manusia. Unit input berfungsi untuk menerima rangsangan dari luar
yang berupa kode-kode digital, dan mengirimkannya ke prosesor untuk diolah dan
dirubah menjadi tindakan dari komputer. Pada sistem komputer desktop, mouse
dan keyboard adalah salah satu contoh dari unit input.pada aplikasi pengendalian.
Unit input mendapat masukan yang bervariasi, umumnya berasal dari tanggapan
satu atau beberapa sensor yang diamati oleh sistem pengendali komputer.
Unit output pada komputer dapat dianalogikan sebagai alat gerak dalam
tubuh manusia. Unit output bertugas untuk melakukan tindakan nyata terhadap
dunia luar sesuai dengan instruksi yang telah diolah oleh prosesor. Contohnya
adalah layar monitor (display). Monitor bertugas menampilkan data hasil input
user, atau data olahan dari prosesor dalam bentuk visual (gambar).


2.1.2.1.2 Perangkat Lunak Pengendali (Software)
Apabila perangkat keras sebuah komputer dapat diibaratkan sebagai
organ-organ dalam tubuh manusia. Maka perangkat lunak dapat diibaratkan
sebagai jiwa, isi hati, atau pikiran dari manusia. Perangkat lunak merupakan
jembatan yang menghubungkan keseluruhan komponen yang ada pada tubuh
sebuah komputer. Program aplikasi atau software dalam komputer, berfungsi
sebagai pengendali terhadap dunia luar. Aplikasi ini dapat dibuat dengan berbagai
macam bahasa pemrograman. Berdasarkan tingkat kemudahan pemrogramannya,
bahasa pemrograman dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Generasi Pertama
Bahasa yang berorientasi pada mesin. Program disusun menggunakan bahasa
mesin/kode mesin. Bahasa mesin ini sangat sulit dipahami oleh orang awam
sehingga programmer harus menguasai operasi komputer secara teknis.
2. Generasi Kedua
Bahasa pemrograman yang menggunakan bahasa rakitan / Assembly. Bahasa
Assembly adalah bahasa pemrograman yang menggunakan instruksi yang
sama seperti pada bahasa mesin, tetapi instruksi dan variable yang digunakan
mempunyai nama sehingga mempermudah proses pemrograman.
3. Generasi Ketiga
Bahasa pemrograman yang menggunakan pendekatan prosedural. Instruksi
program ditulis menggunakan kata-kata yang biasa digunakan oleh manusia.
Contohnya; WRITE (untuk menampilkan kelayar), READ (untuk membaca
data masukan dari keyboard). Bahasa pada generasi ini disebut juga Bahasa
beraras tinggi / High Level Language. Contoh bahasa pemrogaman :PASCAL,
FORTRAN, C, COBOL, BASIC dll.
4. Generasi Keempat
Merupakan Bahasa Non-Prosedural. Bahasa pemrograman generasi keempat
dirancang untuk mengurangi waktu pemrogram untuk membuat program
sehingga pembuatan program dibuat dengan waktu lebih cepat. Program ini
dapat digunakan oleh pemakai yang kurang mengenal hal-hal teknis
pemrograman tanpa perlu bantuan seorang programmer professional. Bahasa
generasi keempat disebut juga dengan Very High Level Language atau
Problem Oriented Language (bahasa yang berorientasi pada masalah) karena
memungkinkan pemakai menyelesaikan masalah dengan sedikit penulisan
kode pemrograman dibandingkan dengan bahasa prosedural. Contoh bahasa
generasi keempat diantaranya; Oracle, Microsoft Access dsb.
5. Generasi Kelima
Merupakan bahasa pemrograman yang ditujukan untuk menangani kecerdasan
buatan (artificial intelligence). AI adalah disiplin ilmu komputer yang
mempelajari cara komputer meniru kecerdasan manusia. Contoh Bahasa
Pemrogramannya; PROLOG dan LISP.
Menurut tingkat kesulitannya bahasa pemrograman diklasifikasikan
sebagai berikut:
1. Bahasa Tingkat Rendah (Low Level Language)
Bahasa yang menggunakan bahasa mendekati bahasa mesin
Contoh : bahasa Assembly
2. Bahasa Tingkat Menengah (Middle Level Language)
Bahasa pemrograman yang menggunakan aturan-aturan (sintax) dalam
penulisan pernyataannya yang mudah dipahami dan memiliki instruksi/sintax
tertentu yang dapat langsung diakses oleh komputer.
Contoh : Bahasa BASIC, Bahasa C
3. Bahasa Tingkat Tinggi (High Level Language)
Bahasa pemrograman yang penulisan pernyataannya (sintax) mudah dipahami
secara langsung oleh manusia. (karena sintaxnya menggunakan bahasa
manusia).
Contoh dalam PASCAL : WRITE (untuk menampilkan kelayar)
Bahasa pemrograman tingkat tinggi terdiri dari dua kelompok bahasa:
1. Procedure Oriented Language
Scientific/Science (Masalah Ilmiah) yang digunakan untuk memecahkan
persoalan matematik atau bisnis.
Contoh : PASCAL, FORTRAN, BASIC, Cobol, PL/1.
2. Problem Oriented Language
Contoh : RPG (Report Program Generator).

2.1.2.1.3 Manusia (Brainware)
Sumber daya manusia sebagai brainware memegang peranan yang paling
penting dalam suatu sistem kendali komputer. Menurut fungsi dan perannya,
sumber daya manusia dapat diklasifikasikan dalam dua golongan, yaitu:
1. Programer dan System Engineer
Programer dan system engineer adalah pencipta dari sistem kendali
berbasis komputer. Mereka bertugas untuk merancang suatu sistem kendali secara
keseluruhan, termasuk didalamnya pembuatan aplikasi komputer dan menentukan
perangkat keras apa saja yang terlibat dalam sistem kendali tersebut.
2. User atau Operator
User atau sering juga dikenal dengan sebutan operator adalah sumber daya
manusia yang berinteraksi langsung dengan sistem pengendalian, pada saat sistem
tersebut beroperasi. Operator menjalankan sistem, menerapkan aplikasi yang telah
dirancang oleh programer, dan melakukan perawatan (maintenance) atau
perbaikan seperlunya apabila terjadi kesalahan dalam sistem kendali tersebut.

2.1.2.2 Keuntungan Sistem Kendali Komputer
Penggunaan sistem pengendali berbasis komputer yang telah banyak
dikenal dan diaplikasikan dalam segala aspek kehidupan manusia tidak hanya
menumbulkan kesan canggih saja. Banyak keuntungan lain yang bisa dirasakan
dengan keberadaan sistem pengendali berbasis komputer dalam kehidupan
manusia. Sistem pengendali berbasis komputer akan sangat terasa berguna apabila
diaplikasikan sesuai kebutuhannya.
Secara umum, beberapa keuntungan yang diperoleh dengan sistem
pengendalian berbasis komputer, diantaranya:
1. Lebih murah dalam biaya operasional, dibandingkan dengan sistem manual.
Menggunakan sebuah sistem komputer yang baik dan stabil akan lebih murah
dibandingkan dengan membayar sekelompok orang untuk berkutat dengan
satu masalah pengendalian.
2. Membuat produktivitas manusia menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan
adanya bantuan komputer, maka peran manusia akan lebih sedikit dalam
sistem pengendalian. Sumber daya manusia akan memiliki waktu yang lebih
fleksibel untuk menyelesaikan masalah-masalah lain yang belum tersentuh.
3. Membuat masalah rumit dan kompleks menjadi lebih sederhana. Sebuah
sistem pengendali secara keseluruhan bisa melibatkan banyak alat atau elemen
didalamnya. Hal ini menyebabkan sistem menjadi rumit dan kompleks.
Dengan komputer, masalah yang rumit dapat disederhanakan. (Tim Penelitian
dan Pengembangan Wahana Komputer, 2006)

2.1.3 Sistem Pengendali Dalam Perspektif Islam
2.1.3.1 Konsep Hablumminanas Dalam Islam
Diantara nikmat besar yang Allah SWT anugerahkan kepada manusia
adalah Dia menjadikan-Nya secara fitrah sebagai makhluk sosial. Karena itulah
manusia dinamakan insan, yang berarti orang lembut dan senang berkumpul.
Islam mengajarkan umatnya untuk berkumpul dengan sesamanya, berhubungan
baik dengan sesamanya, saling mencintai diantara mereka, saling mengenal watak
masing-masing, saling memanggil dengan panggilan yang baik, dan saling
meringankan beban orang lain. (Khalil Al-Musawi, 2006)
Mahmud Muhammad dalam bukunya yang berjudul The Most Perfect
Habit menyatakan bahwa solidaritas adalah sikap yang mencakup beberapa
bentuk tolong-menolong, kerja sama dan partisipasi dalam menutup lubang.
Solidaritas merupakan sikap berupa pemberian bantuan, perlindungan, hiburan,
dan pertolongan, sehingga dapat menutupi kebutuhan orang yang membutuhkan,
dan dapat menghilangkan duka orang yang bersedih. Allah SWT berfirman:
$' '$9# $) /3)=z . \& 3=_ $/` $7% #$G9
) /32& !# 39)?& ) !# = 7z
Artinya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang
laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa -
bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah
orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal (Al-Hujurat: 13).

Imam Muhammad Al-Baqir berkata, Ramahlah terhadap orang munafik
dengan lisanmu, tuluskanlah kecintaanmu bagi orang mukmin, dan jika orang
Yahudi duduk bersamamu maka bersikap baiklah dalam berbincang-bincang
dengannnya. Imam Ali berkata, Dengan pergaulan yang baik kecintaan berlanjut,
dengan pergaulan yang baik persahabatan menjadi lembut. Rasullah SAW
bersabda, Perbaguslah persahabatan dengan sahabatmu, niscaya kamu menjadi
muslim. (Mahmud Muhammad Al-Hazanadar, 2006)
Islam mengajarkan umatnya untuk menjalin hubungan dengan sesamanya,
berlandaskan takwa, karena takwa adalah pokok akhlak. Firman Allah SWT:
& [& / ? )? !# z & &
/ ? $ ``_ $ $$ / $ _ !# )9#
=9#

Artinya: Maka apakah orang-orang yang mendirikan masjidnya diatas dasar
taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-
orang yang mendirikan bangunannya ditepi jurang yang runtuh, lalu
bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka
Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang- orang
yang zalim. (At-Taubah: 109)

kt:# "& M= kt:# ] X
#_ ks9# $ #=? z = !# #? * z #9#
)G9# )?# <`' =69{#
Artinya: Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan
bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.. (Al-
Baqarah:197)

#$? ? 99# )G9# #$? ? O}# `9# #)?# !#
) !# >$)9#
Artinya: Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan
takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan
pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah
amat berat siksa-Nya. (Al-Maidah: 2)

Manusia yang bergaul dengan tidak didasari dengan takwa, biasanya
melakukan apa saja yang diinginkannya dengan berbagai cara, dan bergaul dengan
maksud tertentu yang bisa menguntungkan dirinya dalam hal keduniawan.
Mahmud Muhammad mengatakan bahwa sikap solidaritas tidak hilang kecuali
jika dikuasai oleh sikap egoisme, kehilangan perasaan persaudaraan, dan
tenggelam dalam ambisi serta aktivitas individual. (Khalil Al-Musawi, 2006)

2.1.3.2 Integratif Sistem Kendali Komputer Dalam Islam
Dari konsep sistem kendali diatas disebutkan bahwa keuntungan dari
system kendali diantaranya, produktivitas manusia meningkat dan membuat
masalah rumit dan kompleks menjadi lebih sederhana. Dari konsep habluminanas
diatas disebutkan, bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk hidup saling
menghormati dan membantu antar sesamanya. Bahkan Allah menjamin mereka
dengan memudahkan urusannya di dunia dan melepas kesusahannya di akhirat
kelak.
:
:



. .
Artinya: Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa
Sallam, beliau bersabda: Barang siapa yang melepaskan satu
kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu
kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah
urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di
akhirat. Barang siapa yang menutup aib seorang muslim, pasti Allah
akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa
menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong
saudaranya. Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu,
pasti Allah memudahkan baginya jalan ke surga. Apabila berkumpul
suatu kaum di salah satu masjid untuk membaca Al Quran secara
bergantian dan mempelajarinya, niscaya mereka akan diliputi sakinah
(ketenangan), diliputi rahmat, dan dinaungi malaikat, dan Allah
menyebut nama-nama mereka di hadapan makhluk-makhluk lain di sisi-
Nya. Barangsiapa yang lambat amalannya, maka tidak akan dipercepat
kenaikan derajatnya.(Hadits Riwayat Muslim no. 2699).
(Ibnu Daqiqiel Ied, 2007)
:


. .
Artinya: Diriwatkan dari Abdulah bin Umar r.a bahwa Rasullah saw bersabda:
Seorang Muslimin adalah saudara bagi muslim yang lain. Janganlah ia
menzhaliminya dan menyakitinya. Barang siapa memenuhi kebutuhan
saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa
melepaskan kesulitan seorang muslim maka Allah akan melepaskan
karenanya kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Barang siapa
menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya nanti di
hari kiamat. (Hadits riwayat Al-Bukhaari dan Muslimin).
(Abdul Aziz Saad Al-Utaiby, 2002)

%!# _ `39 {# 9 #$ $:.$ #=. %
9) '9#
Artinya: Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah
di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan
hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (Surat Al-
Mulk: 15)
Al-Quran Surat Al-Mulk ayat 15 diatas menjelaskan bahwa pada dasarnya
Allah telah membuat segala sesuatu yang ada di bumi menjadi mudah dalam
menjalaninya. Segala kesusahan atau kesukaran yang ada di bumi sebenarnya
karena ketidaktahuan kita cara menjangkau kemudahan itu. Menuntut ilmu adalah
solusi agar kita dapat menggapai kemudahan itu.

Artinya: Mencari ilmu itu wajib atas setiap muslim. (HR. Ahamad dan Ibnu
Majah).
:
:



. .
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Darda r.a ia berkata: Aku pernah
mendengar Rasullah saw bersabda: Barangsiapa menempuh jalan
dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya
jalan menuju jannah dan sesungguhnya para Malaikat meletakkan
sayap-sayapnya terhadap penuntut ilmu karena ridha dengan
perbuatannya. Sesungguhnya semua yang ada di langit dan di bumi
hingga ikan yang ada di dalam air memintakan ampunan (kepada
Allah) untuk seorang alim. Keutamaan orang alim dengan ahli
ibadah adalahseperti keutamaan bulan diantara bintang-bintang.
Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris Nabi dan para Nabi tidak
mewariskan dinar dan dirham, tetapi mewariskan ilmu. Barangsiapa
mengambil ilmu tersebut berarti ia telah mengabil bagian yang
sempurna. (Hadist riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzy)
(Abdul Aziz Saad Al-Utaiby, 2002)

Dari hadits diatas menunjukkan bahwa menuntut ilmu wajib hukumnya.
Keutamaan orang yang menuntut ilmu adalah dimudahkan baginya jalan ke surga.
Karena dengan menuntut ilmu manusia dapat membantu sesamanya, meringankan
beban sesamanya seperti konsep habluminanas dalam Islam. Sistem kendali atau
otomatisasi merupakan satu diantara pengembangan teknologi yang dapat
meringankan beban oaring lain. Khususnya sistem kendali perangkat listrik jarak
jauh yang dapat memudahkan manusia dalam hal monitoring perangkat listrik.
Sehingga dengan demikian, manusia dapat mengendalikan perangkat listrik kapan
saja, dimana saja mereka berada.

2.2 Borland Delphi
Delphi merupakan versi visual dari Pascal. Berbagai kemudahan
ditawarkan oleh Delphi, mulai dari perancangan aplikasi berbasis form,
kemudahan pemberian komponen visual, manipulasi property dan event yang
terintegrasi melalui object inspector, sampai code insight.
2.2.1 Mengenal IDE Delphi
Pada dasarnya IDE Delphi dibagi menjadi tujuh bagian utama, yaitu
Menu, Speed Bar, Component Palette, Form Designer, Code Explorer, Object
Treeview, dan Object Inspector.


Gambar 2.2 Bagian-bagian IDE Delphi

Menu
Menu pada Delphi memiliki kegunaan seperti menu pada aplikasi
windows lainnya, semua yang ada berhubungan dengan IDE Delphi dapat
dilakukan dari menu. contohnya: memanggil atau menyimpan program,
menjalankan program, dan sebagainya.
Speed Bar
Speed Bar atau sering juga disebut toolbar berisi kumpulan tombol
sebagai pengganti beberapa item menu yang sering digunakan. Dengan kata lain,
setiap tombol pada speed bar menggantikan salah satu item menu. Sebagai contoh,
tombol kiri atas adalah pengganti menu File | New, tombol disebelah kanannya
adalah pengganti menu File | Open, dan seterusnya.

Menu
Component
Speed
Object
Object
Form
Code Explore
Component Palette
Component Palette berisi ikon yang melambangkan komponen-
komponen pada VCL (Visual Component Library) atau CLX (Component Library
for Cross Platform). VCL merupakan pustaka komponen yang dengannya dapat
membangun aplikasi. Pada Component Palette terdapat beberapa tab, yaitu
Standard, Additional, Data Access, dan seterusnya
Form Designer
Form Designer merupakan tempat untuk merancang jendela aplikasi.
Perancangan form dilakukan dengan meletakkan komponen-komponen yang
diambil dari component palette.
Code Explorer
Code Explorer adalah tempat untuk menuliskan program. Pernyataan-
pernyataan tersebut ditulis dalam bentuk bahasa object Pascal. Kita tidak perlu
menuliskan semua kode sumber karena Delphi telah menuliskan semacam
kerangka program.
Object TreeView
Object TreeView berisi daftar komponen yang telah diletakkan pada
Form Designer. Sebagai contoh, jika meletakkan 2 komponen, TGroupBox dan
TLabel, Object TreeView terlihat seperti gambar




Gambar 2.3 Object TreeView pada IDE Delphi
Object Inspector
Object inspector digunakan untuk mengubah karakteristik sebuah
komponen. Pada object inspector terdapat 2 tab yaitu Properties dan Event. Tab
tersebut dapat diaktifkan salah satu dengan menklik Properties atau Event.
Pada tab properties, bisa digunakan untuk mengubah property dari
komponen yang telah dibuat. Sedsangkan pada tab event, dapat digunakan untuk
menyisipkan kode dalam menengani kejadian tertentu. Kejadian bisa dibangkitkan
karena beberapa hal, seperti pengklikan mouse, penekanan tombol keyboard,
penutupan jendela, dan sebagainya. Misalnya onClick, yang dibangkitkan bila
mengklik form.
2.2.2 Struktur File
Tidak seperti Turbo Pascal, Delphi tidak hanya menyimpan file kode
dengan ekstensi .pas, tetapi karena pada Delphi terdapat form beserta
parameternya, maka ada beberapa file yang akan disimpan. Untuk memudahkan,
sebuah program disebut dengan sebuah Project. Project tersebut akan berisi form,
source code untuk form, dan source code untuk project.
Untuk sebuah form akan diberi sebuah unit, yang akan berisi kode-kode
program untuk memanipulasi form tersebut, termasuk untuk event-event yang
dimiliki oleh form tersebut.
Beberapa file yang terbentuk ketika program Delphi disimpan dalam
sebuah hardisk, antara lain:
1) Project file (*.dpr) adalah file proyek yang dibuat berisi program kecil,
berisi program utama dari aplikasi yang telah dibuat untuk:
Mendefinisikan Unit yang ada dalam file proyek
Menginisialisasi data
Membangun form
Menjalankan aplikasi
2) Unit file (*.pas) adalah unit-unit yang nantinya digunakan untuk
menangani kejadian pada form, bisa terdiri satu atau banyak file. File ini
berisi source code dari obyek-obyek Pascal maupun perintah-perintah
yang ingin ditulis
3) Form file (*.dfm) merupakan file binary yang merepresentasikan gambar
dari form/tampilan yang kita buat. File ini biasanya bergabung dengan file
.pas. Untuk penambahan form baru, akan selalu dibuat sebuah file
form/dfm dengan file pas.
4) Resource file (*.res) adalah file yang berisi resource, biasanya ikon, tertapi
dapat juga kursor, bitmap, dll
5) Option (*.dof) dan konfigurasi (*.cfg) adalah file konfigurasi untuk
proyek yang telah dibuat. File ini dapat diubah konfigurasi proyeknya
melalui menu Project | Options.
2.2.3 Code Editor
Tiap form diberikan satu file unit dan file unit itulah yang dipakai untuk
menulis kode program yang berhubungan dengan form. Selain itu, setiap kali
form baru di desain, maka secara otomatis pada code editor akan tampil baris-
baris kode seperti di bawah ini:

unit Unit1;
interface
uses
Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics,
Controls, Forms,
Dialogs;
type
TForm1 = class(TForm)
private
{Private declarations}
public
{Public declarations}
end;
var
Form1: TForm1;
implementation
{$R *.dfm}
end.
Baris kode tersebut disediakan oleh Delphi yang menandakan bahwa form
yang akan didesain secara default merupakan TForm1 (default object formnya
adalah Form1), yang merupakan kelas turunan dari TForm. Selain itu disediakan
pula bagian private dan public dari kelas TForm1 tersebut.
Bagian private dan public inilah yang bisa dimanipulasi langsung oleh
pemrogram, dengan menambahkan fields, methods, maupun property. Jangan
mengubah deklarasi fields maupun methods yang ada di atas bagian private,
karena bagian ini akan diubah secara otomatis oleh Delphi setiap kali pemrogram
menambahkan komponen atau event baru.
Untuk penulisan kode program tambahan dapat dilakukan seperti halnya
memanipulasi unit pada Turbo Pascal. Elemen-elemen yang dilarang diubah
adalah:
1. Antara baris TForm1 = class (TForm) dengan baris private
2. Deklarasi variabel form, yaitu baris var dengan baris Form1:TForm1;
Adapun fungsi dari perintah standard pada public dan private adalah:
1. Perintah standard pada public digunakan untuk:
Mendeklarasikan field data dimana kita menginginkan metode di obyek
luar unit lain dapat mengaksesnya
Mendeklarasikan metode dimana obyek di unit lain dapat mengaksesnya
2. Perintah standard pada private digunakan untuk:
Mendeklarasikan field data dimana hanya metode di dalam file unit aktif
(current unit file) yang dapat mengaksesnya
Mendeklarasikan metode jika hanya obyek yang didefinisikan di file unit
aktif yang dapat mengaksesnya. (Divisi Penelitian dan Pengembangan
MADCOMS, 2002)
2.3 SMS (Short Message Servis)
Short Messaging Service (SMS) merupakan salah satu fitur dari GSM
yang dikembangkan dan distandarisasi oleh ETSI. Pada saat kita mengirim pesan
SMS dari handphone, maka pesan SMS tersebut tidak langsung dikirim ke
handphone tujuan, akan tetapi terlebih dahulu dikirim ke SMS Center (SMSC)
dengan prinsip Store and Forward, setelah itu baru dikirimkan ke handphone
yang dituju.
Dengan adanya SMSC ini, kita dapat mengetahui status dari SMS yang
dikirim, apakah telah sampai atau gagal diterima oleh handphone tujuan. Apabila
handphone tujuan dalam keadaan aktif dan menerima SMS yang dikirim, ia akan
mengirim kembali pesan konfirmasi ke SMSC yang menyatakan bahwa SMS
telah diterima. Kemudian SMSC mengirimkan kembali status tersebut kepada si
pengirim. Tetapi jika handphone tujuan dalam keadaan mati atau diluar
jangkauan, SMS yang dikirimkan akan disimpan pada SMSC sampai periode
validitas terpenuhi, Jika periode validitas terlewati maka SMS itu akan dihapus
dari SMSC dan tidak dikirimkan ke handphone tujuan. Disamping itu juga SMSC
akan mengirim pesan Informasi ke nomor pengirim yang menyatakan pesan yang
dikirim belum diterima atau gagal.
Proses pengiriman SMS dapat dilihat pada Gambar dibawah ini.
Gambar 2.4 Skema proses pemgiriman SMS
(Adi Purnomo, 2007)


2.3.1 PDU (Protocol Data Unit)
Dalam pengiriman dan penerimaan pesan SMS terdapat dua mode yaitu
mode text dan mode PDU (Protocol Data Unit). Mode text adalah format pesan
dalam bentuk text asli yang dituliskan pada saat akan mengirim pesan.
Sesungguhnya mode Text ini adalah hasil enkode dari mode PDU. Sedangkan
mode PDU adalah format pesan dalam bentuk heksadesimal octet dan
semidecimal octet dengan panjang mencapai 160 (7 bit) atau 140 (8 bit) karakter.
Di Indonesia, tidak semua operator GSM maupun terminal mendukung mode text,
sehingga mode yang digunakan adalah mode PDU. Pada pengiriman pesan
terdapat dua jenis mobile, yaitu Mobile Terminated (Handphone Penerima) dan
Mobile Originated (Handphone Pengirim).

2.3.2 SMS PDU Pengirim (Mobile Originated)
SMS PDU Pengirim adalah pesan yang dikirim dari handphone ke
terminal yang kemudian dikirimkan ke SMSC. Pada prinsipnya apabila kita
mengirim pesan ke nomor tujuan, pesan itu akan melalui SMSC. Pesan yang akan
dikirimkan oleh terminal masih dalam bentuk Text, sedangkan dalam pengiriman
ke SMSC harus dalam bentuk PDU. Untuk itu sebelum dikirim, terminal atau
handphode akan melakukan perubahan dari format Text menjadi format PDU,
proses ini sering disebut proses encodec. Adapun skema dari format PDU pengirim
telah diatur dan ditetapkan oleh ETSI (tabel 2.1).



Tabel 2.1 Skema format SMS PDU pengirim
Contoh : Kita mengirim pesan SMS ke nomor 628122898840 dengan isi pesan
Pesan pendek dengan batas waktu pengiriman (waktu penyimpanan pesan di
SMSC, jika nomor tujuan tidak dapat menerima pesan) 5 hari. Maka format PDU
adalah : 0011000C912618229888040000AB0CD0F23CEC06C1CB6E72790D
2.3.2.1 SCA (Service Center Address)
SCA adalah informasi dari alamat (nomor) SMSC. SCA memiliki tiga
komponen utama, yaitu len, type of number, dan Service center number. Dalam
pengiriman pesan SMS, nomor SMSC tidak dicantumkan.
Tabel 2.2 Service Center Address Pengirim
Octet Keterangan Hasil
Len Panjang informasi SMSC dalam octet. 00
Type of number Format nomor dari SMSC
81 hexa = format local
91 hexa = format internasional
<none>
Service center Nomor SMSC dari operator pengirim. Jika <none>
number panjangnya ganjil maka pada karakter
terakhir ditambahkan 0F hexa.

Jadi pada Service Center Address hasilnya adalah 00.
2.3.2.2 PDU Type
Nilai default dari PDU Type untuk SMS Pengirim adalah 11 hexa, yang
memiliki arti sebagai berikut : 11 hexa = 00000100
Tabel 2.3 SMS PDU Type Pengirim

Keterangan :
RP : Reply Path. Parameter yang menunjukkan bahwa alur jawaban ada
UDHI : User Data Header Indicator. Bit ini bernilai 1 jika Data pengirim
dimulai dengan suatu judul/tema
SRR : Status Report Request. Bit ini bernilai 1 jika laporan status
pengiriman diminta
VPF : Validity Period Format. Format dari batas waktu pengiriman jika
Pesan gagal diterima.
0 0 Jika pesan tidak disimpan di SMSC
1 0 Relative format (one octet)
0 1 Enhanced format (7 octets)
1 1 Absolute format (7 octets)
RD : Reject Duplicates. Parameter yang menandakan ya atau tidaknya
Service Center akan menerima suatu Pengiriman pesan SMS untuk
suatu Pesan yang masih disimpan dalam Service Center tersebut
yang mempunyai MR yang sama dan DA yang sama sebagai Pesan
dikirimkan dari OA yang sama.
MTI : Message Type Indicator. bit bernilai 0 untuk menunjukkan bahwa
PDU ini adalah suatu SMS-DELIVER.

2.3.2.3 MR (Message Reference)
Message Reference adalah acuan dari pengaturan pesan SMS. Untuk
membiarkan pengaturan pesan SMS dilakukan sendiri oleh handphone tujuan,
maka nilai yang diberikan adalah 00. Jadi pada Message Reference hasilnya
adalah 00.

2.3.2.4 DA (Destination Address)
DA adalah alamat (nomor) tujuan, yang terdiri dari panjangnya nomor
tujuan (Len), format dari nomor tujuan (Type Number) dan nomor tujuan
(Destination Number).
Tabel 2.4 Destination Address
Jadi pada Destination Address hasilnya adalah 0C91261822988804


2.3.2.5 PID (Protocol Identifier)
Protocol Identifier adalah tipe atau format dari cara pengiriman pesan,
yang biasanya diatur dari handphone pengirim. Misalnya tipe Standard Text, Fax,
E-mail, Telex, X400 dan lain-lainnya Nilai default dari PID adalah 00 = Standard
Text. Pada contoh ini pesan SMS yang akan dikirim menggunakan format teks
standart, jadi pada Protocol Identifier hasilnya adalah 00.

2.3.2.6 DCS (Data Coding Scheme)
Data Coding Scheme adalah rencana dari pengkodean data untuk
menentukan class dari pesan tersebut apakah berupa SMS teks standart, Flash
SMS atau Blinking SMS. Pada contoh ini pesan SMS yang dikirim berupa teks
standart, jadi pada Data Coding Scheme hasilnya adalah 00

2.3.2.7 VP (Validity Period)
Validity period adalah lama waktu pesan SMS disimpan di SMSC apabila
pesan tersebut gagal diterima oleh Handphone penerima.

Tabel 2.5 Validity Period

Pada tabel 2.5 terlihat, waktu Validitas Periodenya adalah 5 hari maka nilai VP
adalah 166 + 5 = 171 d = AB h. Jadi pada Validity Period hasilnya adalah AB.

2.3.2.8 UDL (User Data Length)
User Data Length adalah panjangnya pesan SMS dikirim dalam bentuk
teks standart. Pada contoh pesan SMS yang dikirim adalah Pesan pendek, yang
memiliki 12 karakter (0C h). Jadi pada User Data Length hasilnya adalah 0C.

2.3.2.9 UD (User Data)
User Data adalah isi pesan yang akan dikirim dalam format Heksadesimal.
Pada contoh ini isi pesan SMS yang dikirim adalah Pesan pendek. Pengkodean
dari nilai teks standart menjadi Heksadesimal dilakukan dengan bantuan Default
Alphabet yang dibakukan oleh ETSI GSM 03.38 (Tabel 2.1) dapat dilihat pada
tabel 2.6.
Tabel 2.6 User Data Pengirim


Dari tabel 2.6 dapat dilihat bahwa hasil dari pengkodean adalah
D0F23CEC06C1CB6E72790D.
Jadi pada User Data hasilnya adalah D0F23CEC06C1CB6E72790D
Maka diperoleh hasil untuk pengiriman SMS dalam format PDU seperti pada
contoh tersebut adalah :
0011000C912618229888040000AB0CD0F23CEC06C1CB6E72790D

2.3.3 SMS PDU Penerima (Mobile Terminated)
SMS PDU Penerima adalah terminal menerima pesan yang datang atau
masuk dari SMSC ke handphone dalam format PDU. Pada prinsipnya apabila kita
menerima pesan dari SMSC masih dalam format PDU setelah itu terminal
handphone yang menerima pesan akan melakukan pengkodekan menjadi text,
proses ini sering disebut proses decodec. Cara pengkodean format PDU sudah
diatur dan distandarkan oleh ETSI. Format PDU dari SMS Penerima adalah :
Tabel 2.7 Skema format SMS PDU penerima

Contoh : Kita menerima pesan dari 628122888374 dengan isi pesan SMS adalah
hello hello pada tanggal 6 Januari 2004 pukul 16.22 wib.
Maka format PDU adalah :
06912618010000040C912618228838470000401060612202820AE8329BFD4697
D9EC37

2.3.3.1 SCA (Service Center Address)
SCA adalah alamat (nomor) dari SMSC. SCA memiliki tiga komponen
utama, yaitu len, type of number, dan Service center number. Pada contoh yang
terlihat bahwa nilai dari SCA adalah 06912618010000.

Tabel 2.8 Service Center Address Penerima

2.3.3.2 SMS PDU Type Penerima
Nilai default dari PDU Type untuk SMS-Deliver adalah 04 hexa, yang
memiliki arti sebagai berikut : 04 hexa = 00000100
Tabel 2.9 PDU Type Penerima



Keterangan :
RP : Reply Path. Parameter yang menunjukkan bahwa alur jawaban ada
UDHI : User Data Header Indicator. Bit ini bernilai 1 jika Data pengirim
dimulai dengan suatu judul/tema
SRI : Status Report Indication. Bit ini bernilai 1 jika suatu status laporan
akan dikembalikan ke SME
MMS : More Messages to Send. Bit ini bernilai 0 jika ada pesan lebih yang
akan dikirim
MTI : Message Type Indicator. bit bernilai 0 untuk menunjukkan bahwa PDU
ini adalah suatu SMS-Deliver

2.3.3.3 OA (Originator Address)
OA adalah alamat (nomor) dari pengirim, yang terdiri dari panjangnya
nomor pengirim (Len), format dari nomor pengirim (Type Number) dan nomor
pengirim (Originator Number). Nilai dari OA pada contoh di atas adalah
0C91261822883847.
Tabel 2.10 Originator Address

2.3.3.4 PID (Protocol Identifier)
Protocol Identifier adalah tipe atau format dari cara pengiriman pesan,
yang biasanya diatur dari handphone pengirim. Misalnya tipe Standard Text, Fax,
E-mail, Telex, X400 dan lain-lainnya. Nilai default dari PID adalah 00
=Standard Text. Untuk contoh di atas nilai dari PID adalah 00, sehingga pesan
yang diterima berupa text standart.

2.3.3.5 DCS (Data Coding Scheme)
Data Coding Scheme adalah rencana dari pengkodean data untuk
menentukan class dari pesan tersebut apakah berupa SMS teks standart, Flash
SMS atau Blinking SMS. Pada contoh di atas DCS adalah 00 yang berarti bahwa
pesan yang diterima merupakan pesan teks standart.

2.3.3.6 SCTS (Service Center Time Stamp)
Service Center Time Stamp adalah waktu dari penerimaan pesan oleh
SMSC penerima. SCTS terdiri dari tahun, bulan, tanggal, jam, menit dan detik,
serta zona waktu. Nilai SCTS pada contoh di atas adalah 40106061220282.
Tabel 2.11 Service Center Time Stamp
Dari tabel 2.11 terlihat bahwa pesan diterima oleh SMSC pada tanggal 06 Mei
2004 pukul 16:22:20 WIB.

2.3.3.7 UDL (User Data Length)
User Data Length adalah panjang dari pesan yang diterima dalam bentuk
teks standart. Pada contoh nilai dari UDL adalah 0A, yang berarti pesan yang
diterima adalah sebanyak 10 karakter.


2.3.3.8 UD (User Data)
User Data adalah pesan yang diterima dalam format Heksadesimal. Pada
contoh di atas nilainya adalah E8329BFD4697D9EC37. Pengkodean dari nilai
Heksadesimal menjadi teks standart dengan bantuan tabel kode ASCII (Tabel
2.13) dapat dilihat pada tabel 2.12.
Tabel 2.12 User Data

Dari tabel 2.12, maka dapat dilihat bahwa nilai dari heksadesimal dari
E8329BFD4697D9EC37 adalah hellohello. Ini berarti pesan yang diterima
adalah hellohello.
Tabel 2.13 Kode ASCII



2.4 Port Paralel
Port paralel (DB-25) adalah salah satu jenis soket pada personal computer
untuk berkomunikasi dengan peralatan luar seperti printer model lama. Karena itu
parallel port sering juga disebut printer port. Perusahaan yang memperkenalkan
port ini adalah Centronic, maka port ini juga disebut dengan Centronics port.
Kesederhanaan port ini dari sisi pemrograman dan antarmuka dengan hardware
membuat port ini sering digunakan untuk percobaan-percobaan sederhana dalam
perancangan peralatan elektronika
Ada dua macam konektor parallel port, yaitu 36 pin dan 25 pin. Konektor
36 pin dikenal dengan nama Centronics dan konektor 25 pin dikenal dengan
DB25. Centronics lebih dahulu ada dan digunakan dari pada konektor DB-25.
DB-25 diperkenalkan oleh IBM (bersamaan dengan DB-9, untuk serial port), yang
bertujuan untuk menghemat tempat. Karena DB-25 lebih praktis, maka untuk
koneksitor parallel port pada komputer sekarang hanya digunakan DB-25.
Di komputer, konektor parallel port yang terpasang adalah DB-25 betina,
sehingga kabel penghubung keluar adalah DB-25 jantan. Susunan/bentuk DB-25
tampak seperti gambar:

Gambar 2.5 susunan DB-25
Dari 25 pin konektor DB-25 tersebut, hanya 17 pin yang digunakan untuk
saluran pembawa informasi dan yang berfungsi sebagai ground 8 pin. Ketujuh
belas saluran informasi itu terdiri dari tiga bagian, yakni data 8 bit; status 5 bit;
dan control 4 bit. Bit control dan status berfungsi dalam jabat tangan dalam
proses penulisan data ke paralel port. Berikut ini tabel fungsi dari pin konektor
DB-25.


Tabel 2.14 Fungsi dari pin konektor DB-25







Semua data, kontrol, dan status dari port paralel berhubungan dengan
register-register yang ada didalam komputer. Dengan mengakses langsung
register-register tersebut, masukan dan keluaran dari port paralel dapat diatur.
Register-register pada port paralel adalah:
1. Register data
2. Register status
3. Register kontrol
Table 2.15 Port data pada parallel port
Offset Nama Baca / Tulis Bit No. Sifat
Bit 7 Data 7 (Pin 9)
Bit 6 Data 6 (Pin 8)
Bit 5 Data 5 (Pin 7)
Bit 4 Data 4 (Pin 6)
Bit 3 Data 3 (Pin 5)
Bit 2 Data 2 (Pin 4)
Bit 1 Data 1 (Pin 3)

Base + 0

Data Port

Tulis
Bit 0 Data 0 (Pin 2)

Table 2.16 Port status pada parallel port
Offset Nama Baca /
Tulis
Bit No. Sifat
Bit 7 Busy (Pin 11)
Bit 6 Ack (Pin 10)
Bit 5 PaperOut (Pin 12)
Bit 4 Selection (Pin 13)
Bit 3 Error (Pin 15)
Bit 2 IRQ (not)
Bit 1 Reserved


Base + 1


Status
Port


Baca
(read only)
Bit 0 Reserved

Table 2.17 Port kontrol pada parallel port
Offset Nama Baca /
Tulis
Bit No. Sifat
Bit 7 Unused
Bit 6 Unused
Bit 5 Enable bidirectional port
Bit 4 Enable IRQ via ack line


Base + 2


Control
Tulis Bit 3 Select printer (Pin 17)
Tulis Bit 2 Initialize printer (Pin 16)
Tulis Bit 1 Auto Linefeed (Pin 14)
Port
Tulis Bit 0 Strobe (Pin 1)
(Iswanti, S.T, 2008)
Pada umumnya dikomputer personal alamat dasar LPT1 adalah 0x378
(378 hexadecimal) dan LPT2 adalah 0x278. Alamat dari ketiga register tersebut
diatas dapat ditentukan dengan menjumlahkan alamat dasar dari port kontrol
dengan bilangan kontrol tertentu. Misalnya kita ingin mengakses register data dari
port kontrol LPT1, alamat register datanya sama dengan alamat dasar dari LPT1
yaitu 0x378. Sedangkan alamat register status sama dengan alamat register dasar
+ 1 atau 0x379 dan alamat register kontrolnya sama dengan alamat register dasar
+ 2 atau 0x37A. Hal tersebut berlaku juga pada LPT2. Untuk lebih jelasnya, dapat
dilihat ditabel dibawah ini.
Table 2.18 Alamat Register Port Kontrol
Register LPT1 LPT2
Register data (alamat dasar + 0) 0x378 0x278
Register status (alamat dasar + 1) 0x379 0x279
Register kontrol (alamat dasar + 2) 0x37A 0x27A
(Agus Sudono, 2004)
2.5 Flowchart
Flowchart adalah suatu diagram alur yang menggambarkan logika atau
urut-urutan instruksi program dari suatu permasalahan. Pada diagram alur, dapat
dilihat secara jelas arus pengendalian algoritma, yakni bagaimana rangkaian
pelaksanaan kegiatan program tersebut. Suatu diagram alur akan memberi
gambaran dua dimensi berupa simbol-simbol yang masing-masing symbol
tersebut telah ditetapkan lebih dahulu fungsi dan artinya.
Berikut ini seperangkat simbol diagram alur beserta fungsi dan manfaatnya
yang digunakan dalam pembuatan langkah algoritma pemrograman, yaitu:
Process/Proses, satu atau beberapa himpunan penugasan yang
akan dilaksanakan secara berurutan
Input, data yang akan dibaca dan dimasukkan ke dalam memori
computer dari suatu alat input atau data dan harus melewati
memori untuk dikeluarkan dari alat-alat output
Terminal, berfungsi sebagai awal (berisi Start) dan juga sebagai
akhir (berisi End) dari suatu proses alur
Decission, atau kotak keputusan berfungsi untuk memutuskan arah
atau percabangan yang diambil sesuai dengan kondisi yang
dipenuhi, yakni benar atau salah
Output/Print, berfungsi untuk mencetak (dan/atau menyimpan)
hasil output/keluaran
Conector/penghubung, sebagai penghubung bila diagram alur
terputus disebabkan misalnya oleh pergantian halaman (misal
diagram tidak cukup dalam satu halaman)
Flowline, menunjukkan bagian arah instruksi dijalankan

Selain simbol-simbol diatas masih banyak lagi simbol-simbol lain yang
kesemuanya dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan penggunaan.
(http://www.deakin.edu.au, 2009).

2.6 Perangkat Keras
1. Relay
Relay adalah komponen elektronika berupa saklar elektronik yang
digerakkan oleh arus listrik. Secara prinsip, relay merupakan tuas saklar dengan
lilitan kawat pada batang besi (solenoid) di dekatnya Ketika solenoid dialiri arus
listrik, tuas akan tertarik karena adanya gaya magnet yang terjadi pada solenoid
sehingga kontak saklar akan menutup. Pada saat arus dihentikan, gaya magnet
akan hilang, tuas akan kembali ke posisi semula dan kontak saklar kembali
terbuka.
Relay biasanya digunakan untuk menggerakkan arus/tegangan yang besar
(misalnya peralatan listrik 4 ampere AC 220 V) dengan memakai arus/tegangan
yang kecil (misalnya 0.1 ampere 12 Volt DC). Dalam pemakaiannya biasanya
relay yang digerakkan dengan arus DC dilengkapi dengan sebuah dioda yang
diparalel dengan lilitannya dan dipasang terbalik yaitu anoda pada tegangan (-)
dan katoda pada tegangan (+). Ini bertujuan untuk mengantisipasi sentakan listrik
yang terjadi pada saat relay berganti posisi dari on ke off agar tidak merusak
komponen di sekitarnya.
Penggunaan relay perlu memperhatikan tegangan pengontrolnya serta
kekuatan relay men-switch arus/tegangan. Biasanya ukurannya tertera pada body
relay. Misalnya relay 12VDC/4 A 220V, artinya tegangan yang diperlukan
sebagai pengontrolnya adalah 12Volt DC dan mampu men-switch arus listrik
(maksimal) sebesar 4 ampere pada tegangan 220 Volt. Sebaiknya relay
difungsikan 80% saja dari kemampuan maksimalnya agar aman, lebih rendah lagi
lebih aman.
Relay jenis lain ada yang namanya reedswitch atau relay lidi. Relay jenis
ini berupa batang kontak terbuat dari besi pada tabung kaca kecil yang dililitin
kawat. Pada saat lilitan kawat dialiri arus, kontak besi tersebut akan menjadi
magnet dan saling menempel sehingga menjadi saklar yang on. Ketika arus pada
lilitan dihentikan medan magnet hilang dan kontak kembali terbuka (off). Penemu
relay pertama kali adalah Joseph Henry pada tahun 1835.
2. Dioda
Dioda adalah komponen semiconductor yang paling sederhana, ia terdiri
atas dua elektroda yaitu katoda dan anoda. Fungsi dioda ini adalah sebagai
pengaman arus balik.


3. Resistor 330 ohm dan 1 Kilo ohm
Resistor adalah komponen yang mempunyai nilai yang terdapat pada
warna gelang-gelang pada bodi dari resistor tersebut, fungsi resistor 330 ohm
untuk menentukan nilai arus dari lampu LED. Sedangkan fungsi resistor 1 kilo
ohm sebagai pull up dari basis transistor BD 139 atau sebagai penguat
tegangan.atau
4. Transistor BD 139
Komponen ini boleh dikatakan temasuk komponen yang susunannya
sederhana bila dibandingkan dengan Integrated Circuit. Pada prinsipnya, suatu
transistor terdiri atas dua buah dioda yang disatukan. Agar transistor dapat
bekerja, pada kaki - kakinya harus diberikan tegangan, tegangan ini dinamakan
bias voltage. Basis emitor diberikan forward voltage, sedangkan basis kolektor
diberikan reverse voltage. Sifat transistor adalah bahwa antara kolektor dan emitor
akan ada arus (transistor akan menghantar) bila ada arus basis. Makin besar arus
basis makin besar penghatarannya. Fungsi transistor BD 139 ini adalah sebagai
driver antara 5V dan 12 V agar relay aktif.
5. LED (Light Emiting Dioda)
Led adalah jenis dioda yang dapat mengeluarkan cahaya bila di aliri arus
listrik, fungsi LED adalah sebagai indicator. Rangakain ini harus memperhatikan
tata letak kaki pada saat merangkai, sebab kaki-kakinya tidak dapat dialiri listrik
yang berbeda antara positif(+) dan negatif(-).
BAB III
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

3.1 Analisis Sistem
Analisis sistem bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan-
permasalahan yang ada pada sistem, dimana aplikasi dibangun meliputi perangkat
keras (hardware) dan perangkat lunak (software).
3.1.1 Spesifikasi Aplikasi
Aplikasi yang akan dibangun memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Mengendalikan (mematikan dan menghidupkan) perangkat listrik melalui
software pada komputer atau telepon seluler.
2. Set timer menyalakan atau mematikan perangkat listrik melalui software
pada komputer atau telepon seluler.
3. Mengecek suatu perangkat listrik sedang mati atau hidup melalui telepon
seluler.
4. Mengecek nama perangkat listrik yang bisa dikendalikan melalui telepon
seluler.
3.1.2 Spesifikasi Pengguna
Aplikasi ini ditujukan untuk digunakan oleh semua pihak yang
membutuhkan kemudahan atau kepraktisan dalam hal pengendalian perangkat
listrik, karena dengan aplikasi ini jarak tidak akan menjadi penghalang kita dalam
monitoring dan pengendalian perangkat listrik.
3.1.3 Lingkungan Operasi
Untuk membangun aplikasi sistem kendali perangkat listrik jarak jauh,
dibutuhkan lingkungan operasi sebagai berikut:
a. Sistem Operasi Windows XP
Sistem operasi ini dipilih karena sudah banyak di kenal sehingga
mudah dalam pengoperasiannya.
b. Borland Delphi
Bahasa pemrograman ini digunakan untuk membuat program sistem
kendali perangkat listrik dan SMS gateway, sehingga dari sinilah
pengguna dapat mengendalikan perangkat listrik melalui software dalam
komputer atau telepon seluler.
c. Microsoft Office Acces
microsoft Office Acces berfungsi sebagai database penyimpanan data user,
data admin, data informasi perangkat, dan data histori.
3.2 Perancangan Sistem
3.2.1 Perancangan Sistem Secara Keseluruhan
Sistem yang dirancang bertujuan untuk mengontrol perangkat listrik secara
jarak jauh. Prinsip kerja secara keseluruhan dapat dilihat pada diagram blok
berikut:
Perangkat Listrik Terminal Listrik
Alat Kendali
Perangkat Listrik
Komputer
HP Server HP Client

Gambar 3.1 Blok Diagram Sistem Keseluruhan
Fungsi dari masing-masing blok diagram adalah sebagai berikut:
1. HP client penerima informasi dan memberi perintah kepada program pada PC
2. HP server sebagai handphone penerima instruksi berupa SMS untuk
mematikan atau menghidupkan perangkat. Dan sebagai pengirim informasi
dari program kepada HP (client).
3. Komputer sebagai media untuk mensimulasikan dan mengendalikan perangkat
listrik melalui sebuah program.
4. Alat kendali perangkat listrik digunakan sebagai perangkat hardware dalam
pengontrolan perangkat.
5. Terminal listrik sebagai pengatur jalur perangkat listrik ke rangkaian.
6. Perangkat listrik merupakan perangkat yang akan disimulasikan dan
dikendalikan oleh program.

Prinsip Kerja Blok Diagram
Sistem kendali perangkat listrik ini direncanakan mempunyai fungsi untuk
memantau dan mengendalikan perangkat listrik secara simulasi yang ditampilkan
dan diatur lewat sebuah perangkat komputer. Adapun prinsip kerja dari alat ini
yaitu SMS dari HP client diterima HP server. Kemudian SMS diolah oleh
program pada komputer. Program mengirimkan informasi ke port parallel untuk
mengendalikan perangkat listrik. Dari port parallel informasi diteruskan ke alat
kendali perangkat listrik. Hingga akhirnya listrik pada terminal akan mati atau
hidup sesuai instruksi atau informasi yang dikirimkan program kr port parallel.
3.2.2 Perancangan Perangkat Lunak
Perancangan perangkat lunak sistem kendali perangkat listrik dapat dilihat
pada gambar blok diagram, dan flowchart sebagai berikut:

Gambar 3.2 Blok Diagram Perangkat Lunak



Gambar 3.3 Diagram Alir Perangkat Lunak SIstem Kendali

Prinsip kerja diagram alir diatas adalah pertama sebagai input yang akan
diolah oleh sistem program adalah SMS user, oleh karena itu proses yang berjalan
pertama kali adalah menunggu dan menerima SMS dari user, dari SMS user akan
diketahui no HP, tanggal, waktu, dan isi SMS.oleh karena itu proses berikutnya
adalah mengecek no HP user, jika no terdaftar proses berikutnya adalah
kapitalisasi isi SMS, karena sistem hanya bisa mengolah isi SMS dengan huruf
kapital. Setelah itu proses selanjutnya adalah pemecahan SMS yang dibedakan
dengan tanda koma dan titik (command,value.pin). setelah proses pemecahan baru
bisa diketahui mana yang command, value, atau pin. Sehingga proses berikutnya
adalah pengecekan pin. Jika pin sesuai, baru dilakukan proses cek isi kata SMS
(yang dimaksud cek isi kata adalah, mengecek command dan valuenya). Setelah
itu masuk ke proses manipulasi bit agar perangkat mati atau hidup. Proses terakhir
adalah mengirim SMS balasan ke HP user.

3.2.2.1 Perancangan Pemrosesan Sistem Kendali Perangkat Listrik
Dalam pengendalian perangkat listrik baik itu berupa menghidupkan atau
mematikan perangkat listrik, dalam proses pemrogramannya berhubungan dengan
bit. Bit merupakan digit biner, nilai bit bisa bernilai 0 atau 1, sehingga nilainya
sembarang. Jika bit x AND 0, maka hasilnya akan selalu 0, jika bit x OR 1 maka
hasilnya akan selalu satu. Berikut tabel kebenarannya.
Tabel 3.1 Tabel Kebenaran
A B AND OR
X 0 0 X
X 1 X 1

Sehingga dengan kata lain jika ingin menghidupkan perangkat listrik maka
bit port tersebut harus di OR kan dengan satu. Begitu juga sebaliknya jika ingin
mematikan perangkat listrik maka bit port harus di AND kan dengan satu. Adapun
diagram alir pemrosesan kendali perangkat listrik dapat dilihat pada gambar
berikut.

Gambar 3.4 Diagram Alir Pemrosesan Kendali Perangkat Listrik

3.2.2.2 Pemrosesan Setting Timer
Setting timer merupakan fasilitas menghidupkan atau mematikan
perangkat listrik sesuai dengan waktu yang diinginkan. Adapun format setting
timer ini adalah jam:menit. Untuk acuan waktu yang digunakan sebagai setting
timer adalah jam yang ada pada komputer. Adapun gambar diagram alir
pemrosesan setting time dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 3.5 Diagram Alir Pemrosesan Setting Time

3.2.3 Perancangan Hardware
3.2.3.1 Alat dan Bahan
Dalam perancangan dan pembuatan alat ini digunakan beberapa alat dan
bahan sebagai berikut:
1. Konektor DB 25
2. Lima transistor BD139
3. Lima relay 12 Volt
4. Lima dioda 4148
5. Lima dioda 1N4001
6. Lima resistor 1 KiloOhm
7. Lima resistor 330 ohm
8. Transformator Step Down
9. Lima lampu LED
10. Papan sirkuit
11. Kabel serabut

3.2.3.2 Perancangan
Perancangan hardware kendali perangkat listrik dapat dilihat pada gambar
blok diagram sebagai berikut.

Gambar 3.6 Diagram Blok Hardware

Prinsip Kerja Hardware:
Prinsip kerja hardware pada dasarnya berpusat pada relay sebagai
penyambung dan pemutus arus. Rangkaian relay pengontrol digunakan sebagai
komponen kontrol untuk peralatan yang beroperasi dengan tegangan DC atau AC,
sehingga memberikan perlindungan apabila terjadi kerusakan port pada komputer.
Rangkaian pengontrol relay menggunakan relay magnetic 12 volt. Relay magnetic
merupakan sebuah kumparan dengan induktansi spesifik yang menyebabkan
sebuah kontak atau sambungan untuk membuka atau menutup ketika arus spesifik
memuatnya. Sambungan pada relay magnetic akan tetap pada posisinya sampai
arus turun yang nantinya dikendalikan oleh program aplikasi komputer. Sehingga
dari relaylah perangkat listrik dapat menyala atau mati. Untuk menggerakkan
relay magnetic diperlukan driver relay, dalam rangkainan ini adalah Transistor
BD 139.
3.3 Perancangan Format SMS
Tahap penentuan format SMS ini bertujuan untuk mendesain format SMS
yang cocok, yang nantinya digunakan untuk acuan dalam pemrosesan SMS yang
dikirimkan oleh user. Format SMS yang nantinya digunakan sebagai acuan
pengiriman SMS oleh user seperti terdapat pada tabel 3.2.

Tabel 3.2 Format SMS
No Command SMS Fungsi
1 ON1,NOW.PIN
ON2,NOW.PIN
ON3,NOW.PIN
ON4,NOW.PIN
ON5,NOW.PIN


Untuk menghidupkan perangkat listrik
pada saat itu juga.
2 OFF1,NOW.PIN
OFF2,NOW.PIN
OFF3,NOW.PIN
OFF4,NOW.PIN
OFF5,NOW.PIN


Untuk mematikan perangkat listrik pada
saat itu juga.
3 ON1,00:00.PIN
ON2,00:00.PIN
ON3,00:00.PIN
ON4,00:00.PIN
ON5,00:00.PIN
Untuk menghidupkan perangkat listrik
sesuai dengan waktu yang diinginkan.
00:00 merupakan format waktu yang
diisi berdasarkan jam dan menit.
Sehingga perangkat akan hidup pada
waktu tersebut.
4 OFF1,00:00.PIN
OFF2,00:00.PIN
Untuk mematikan perangkat listrik
sesuai dengan waktu yang diinginkan.
OFF3,00:00.PIN
OFF4,00:00.PIN
OFF5,00:00.PIN
00:00 merupakan format waktu yang
diisi berdasarkan jam dan menit.
Sehingga perangkat akan mati pada
waktu tersebut.
5 ALL,ON.PIN Untuk menghidupkan semua perangkat
listrik pada saat itu juga.
6 ALL,OFF.PIN Untuk mematikan semua perangkat
listrik pada saat itu juga.
7 ALL,CEK.PIN Untuk mengecek semua perangkat,
apakah sekarang dalam keadaan mati
atau hidup.
8 ALL,PERANGKAT.PIN Untuk mengetahui informasi semua
perangkat, bahwa psuatu perangkat
bernama apa dan ditempatkan dimana.

3.4 Desain Tampilan Perangkat Lunak
Desain tampilan perangkat lunak adalah tahapan perancangan tampilan
aplikasi yang nantinya akan dibuat. Adapun menu menu yang akan dibangun
dalam program adalah:
1. Menu Kendali Perangkat Listrik
Halaman ini berisi tentang sistem kendali perangkat listrik, yaitu mematikan
atau menghidupkan perangkat listrik secara manual dengan menggunakan
button click.
2. Menu Setting Timer
Halaman ini berisi tentang setting timer kendali perangkat listrik, yaitu
mematikan atau menghidupkan perangkat listrik secara manual berdasarkan
waktu yang diinputkan pada checkbox dengan format jam:menit.
3. Menu Mobile Connectivity
Halaman ini berisi tentang koneksi handphone server dengan computer.
Halaman ini juga berisi tentang spesifikasi handphone server.
4. Menu Histori SMS
Halaman ini berisi tentang table histori SMS, sehingga admin dapat
mengetahui semua request SMS ke handphone server.
5. Menu Setting Informasi Perangkat
Halaman ini berisi tentang input data informasi perangkat listrik yang dapat
dikendalikan.
6. Menu Admin dan User Setting
Halaman ini berisi tentang input data admin, data ini diperlukan pada saat
login program pertama kali dijalankan. Selain data admin, halaman ini juga
berisi data user.
7. Menu Profile
Halaman ini berisi tentang profile programmer.
Gambar rancangan interface dapat dilihat pada gambar 3.7.









Gambar 3.7 Desain Interface
SISTEM KENDALI PERANGKAT LISTRIK BERBASIS
KOMPUTER DAN TELEPON SELULER





BODY



MENU - MENU
3.5 Konteks Diagram
Konteks diagram mencakup satu simbol proses yang mewakili
seluruh aplikasi sistem kendali perangkat listrik berbasis komputer dan telepon
seluler. Dalam sistem ini terdapat dua entitas yang mempengaruhinya, yaitu
admin, dan user, Konteks diagram ini ditunjukkan pada gambar 3.8.

Gambar 3.8 Kontek Diagram

Penjelasan Konteks diagram aplikasi sistem kendali perangkat listrik
berbasis komputer dan telepon seluler adalah sebagai berikut :
1. Admin
Admin login ke sistem dengan memasukkan username, password lalu
sistem menampilkan halaman perangkat lunak. Admin bertugas mengkoneksikan
HP server ke komputer, melakukan input data user, dan data informasi perangkat.
Dan dapat melakukan kendali perangkat listrik.
2. User
User dapat melakukan pengendalian perangkat listrik melalui SMS dengan
mendaftarkan keanggotaannya terlebih dahulu ke admin.

3.6 DFD (Data Flow Diagram)
3.6.1 DFD (Data Flow Diagram) Level 1
Data flow diagram level 1 pada gambar 3.9 memuat proses-proses
yang ada disistem, yaitu: proses koneksi HP server, proses kendali perangkat
listrik, proses entry data, dan proses SMS user.

Gambar 3.9 DFD Level 1

Penjelasan DFD Level 1 sistem kendali perangkat listrik berbasis
komputer dan telepon seluler diatas adalah sebagai berikut :
1. Admin
Admin login ke sistem dengan memasukkan username, password lalu
sistem menampilkan halaman perangkat lunak. Admin mengkoneksikan HP
server, menginputkan data user dan disimpan pada tabel user, menginputkan data
informasi perangkat dan disimpan pada tabel informasi perangkat. Dan terakhir
melakukan kendali perangkat listrik.
2. User
User dapat mengirimkan SMS request, kemudian SMS disimpan pada
tabel histori. Dan mendapat SMS konfirmasi dari sistem.

3.6.2 DFD (Data Flow Diagram) Level 2 Proses Entry Data
Data flow diagram level 2 proses entry data pada gambar 3.10 memuat
proses update dan delete.

Gambar 3.10 DFD Level 2 Proses Entry Data
Penjelasan DFD Level 2 proses entry data aplikasi sistem kendali
perangkat listrik berbasis komputer dan telepon seluler diatas adalah admin
melakukan proses update atau delete pada data user dan data informasi perangkat.

3.7 ERD (Entity Relationship Diagram)
ERD dalam Aplikasi sistem kendali perangkat listrik berbasis komputer
dan telepon seluler, hanya ada satu relasi seperti pada gambar 3.11.

Gambar 3.11 Entity Relationship Diagram

3.8 Analisis Use Case
Diagram use case akan menggambarkan bagaimana seseorang akan
menggunakan atau memanfaatkan sistem kendali perangkat listrik ini, Berikut ini
merupakan gambaran sistem dari sisi pengguna:
User
Input Informasi Perangkat
Input Data User
Setting HP server
Request SMS
Admin
kirim SMS konfirmasi

Gambar 3.12 Diagram Use Case
Pada sistem ini hanya terdapat dua aktor yaitu admin dan user. Pada sistem
ini keberadaan admin juga sebagai pengguna atau user. Sehingga ketika admin
menggunakan sistem kendali perangkat listrik ini, statusnya menjadi user. Ketika
pertamakali menjalankan sistem admin bisa mengkoneksikan handphone server ke
komputer terlebih dahulu, menginputkan data informasi perangkat, dan
menginputkan data user. Sedangkan user sebagai pengirim SMS request yang
nantinya akan diproses didalam sistem sesuai dengan format sms yang telah
ditentukan. Hasil request akan dikirimkan ke nomor handphone pengirim.

3.9 Activity Diagram







Gambar 3.13 Activity Diagram Input User Dan Inpu Tinformasi Perangkat


Activity diagram digunakan untuk memodelkan aspek dinamis dari sistem.
Activity diagram secara esensial mirip dengan diagram alir (flowchart),
memperlihatkan aliran kendali dari suatu aktifitas ke aktifitas yang lain.

3.10 Desain Basis Data
1. Tabel User
Tabel user adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan data user, berupa
nomor ID, nama, nomor handphone, dan nomor pin. Tabel ini mempunyai
struktur seperti terlihat pada tabel 3.3.

Tabel 3.3 Tabel User
NO Fields Type
1 NO (primary key) AutoNumber
2 Nama String
3 Nomor handphone String
4 Nomor PIN String

2. Tabel Admin
Tabel admin adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan data admin,
berupa username, dan password. Tabel ini mempunyai struktur seperti
terlihat pada tabel 3.4.


Tabel 3.4 Tabel Admin
NO Fields Type
1 username AutoNumber
2 password String

3. Tabel Informasi Perangkat
Tabel informasi perangkat adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan
data informasi perangkat listrik yang akan dikendalikan. Tabel ini
mempunyai struktur seperti terlihat pada tabel 3.5.

Tabel 3.5 Tabel Informasi Perangkat
NO Fields Type
1 Perangkat1 String
2 Perangkat2 String
3 Perangkat3 String
4 Perangkat4 String
5 Perangkat5 String

4. Tabel Histori
Tabel histori adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan data SMS yang
masuk ke sistem. Tabel ini berisi nomor pengirim, command SMS, tanggal,
dan waktu kirim. Tabel ini mempunyai struktur seperti terlihat pada tabel
3.6.
Tabel 3.6 Tabel Histori
NO Fields Type
1 No_HP String
2 Isi_SMS String
3 Tanggal String
4 Waktu String




3.6 Pengujian Sistem
3.4.1 Pengujian Perangkat Lunak
Tujuan pengujian perangkat lunak adalah mengetahui apakah sistem pada
perangkat lunak sebagai otak pengendalian bekerja sesuai dengan perencanaan,
Prosedur pengujian
Menghubungkan kabel HP server ke komputer.
Menjalankan program kendali perangkat listrik.
Mengkoneksikan HP server dengan komputer, dengan cara menekan tombol
Connection pada menu Mobile Phone Connection.
Mendaftarkan no pengirim pada menu user setting.
Mengirim SMS dengan format ON1,NOW.pin
Mencatat reaksi indikator perangkat 1 pada menu sistem kendali, dan SMS
balasan dari HP server.
Mengirim SMS ke HP server lagi dengan catatan no HP belum didaftarkan,
dengan format SMS ON2,NOW.pin.
Mencatat reaksi indikator perangkat 2 pada menu sistem kendali, dan SMS
balasan dari HP server.

3.4.2 Pengujian Hardware
Tujuan pengujian hardware adalah mengetahui apakah hardware bekerja
sesuai dengan perencanaan. Dalam pengujiannya hardware harus dihubungkan
dengan perangkat lunak. Sehingga dengan demikian pengujian hardware
merupakan pengujian sistem secara keseluruhan.
Prosedur pengujian
Menghubungkan kabel HP server ke komputer.
Menghubungkan konektor DB25 pada komputer.
Menghubungkan kabel catu daya pada stok kontak listrik.
Menjalankan program kendali perangkat listrik.
Mengkoneksikan HP server dengan komputer, dengan cara menekan tombol
Connection pada menu Mobile Phone Connection.
Mendaftarkan no pengirim pada menu user setting.
Mengirim SMS dengan format ON3,NOW.pin
Mencatat reaksi indikator perangkat 3 pada menu sistem kendali, dan SMS
balasan dari HP server.
Mencatat reaksi lampu indikator perangkat 3 pada hardware, dan reaksi
keadaan perangkat 3.













BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini dibahas mengenai hasil uji coba sistem yang telah
dirancang dan dibuat. Uji coba dilakukan untuk mengetahui apakah sistem dapat
berjalan sebagaimana mestinya dengan lingkungan uji coba yang telah
ditentukan serta dilakukan sesuai dengan perancangan.
4.1 Implementasi Ruang Lingkup
Implementasi meliputi ruang lingkup perangkat keras serta ruang lingkup
perangkat lunak yang dipakai untuk membangun aplikasi ini.

4.1.1 Ruang Lingkup Perangkat Keras
Perangkat keras yang digunakan dalam pengembangan aplikasi sistem
kendali perangkat listrik berbasis computer dan telepon seluler ini adalah sebagai
berikut.
1. Prosesor Intel Pentium3 500 MHz
2. RAM 256 MB
3. Hardisk Dengan Kapasistas 40 GB
4. Monitor 17
7. Keyboard
8. Mouse PS2
9. Handphone Nokia tipe 3315
10. Kabel data generik Nokia 3310 yang kompatibel dengan Nokia 3315,
dan 3330.
4.1.2 Ruang Lingkup Perangkat Lunak
Perangkat lunak yang digunakan antara lain :
1. Sistem Operasi Windows XP Service Pack 2
2. Borland Delphi
3. Microsoft Office Access

4.2 Hasil Uji Coba Sistem Kendali Perangkat Listrik
4.2.1 Hasil Uji Coba Perangkat Lunak Sistem Kendali
Pengendalian sistem secara keseluruhan berpusat pada perangkat
lunak pada komputer. Dengan kata lain perangkat lunaklah sebagai otak
sistem pengendalian, sedangkan hardware hanyalah kaki atau tangan yang
menerima instruksi dari perangkat lunak. Hasil pengujian perangkat lunak
kali ini dilakukan dengan mengirim SMS ke HP server dengan format
ON1,NOW.1234. Dengan catatan no pengirim telah terdaftar pada tabel
user. Maka pada form program indikator perangkat1 menjadi hidup seperti
pada gambar berikut.

Gambar 4.1 Hasil Perangkat 1 Yang Telah Dihidupkan


Gambar 4.1 Isi SMS Konfirmasi
Pada percobaan kedua user mengirimkan format SMS
ON1,NOW.1234. dan nomor HP pengirim belum didaftarkan pada tabel
user. Sehingga tampilan program dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 4.3 Pengiriman SMS Dengan NO Yang Belum Didaftarkan


Gambar 4.4 Isi SMS Konfirmasi

Tabel 4.1 Hasil Pengujian Perangkat Lunak

Format SMS Keadaan Lampu Indikator SMS Balasan
ON1.NOW.1234
(No HP terdaftar)
Perangkat1: ON www.oxygensoftware.com
Perangkat1 Telah Dihidupkan
ON2.NOW.1234
(No HP tidak
terdaftar)
Perangkat2: OFF www.oxygensoftware.com
handphone / PIN / Format Anda
Salah


4.2.2 Hasil Uji Coba Hardware
Pengujian dengan mengirimkan SMS ke HP server dengan format
ON3,NOW.1234, hasil pengujian dapat dilihat pada gambar dan tabel
berikut.

Gambar 4.5 Indikator Perangkat3 Pada Program


Gambar 4.6 Indikator Perangkat3 Pada Hardware








Gambar 4.7 Lampu 3 Pada Hardware








Gambar 4.8 Keadaan Lampu 3 Pada Hardware

Tabel 4.2 Hasil Pengujian Sistem Secara Keseluruhan
Format SMS ON3.NOW.1234 (No HP
terdaftar)
Keadaan Lampu Indikator pada program Perangkat3: ON
Keadaan Lampu Indikator pada
hardware
Lampu3: ON
Keadaan perangkat Perangkat3: ON
SMS Balasan www.oxygensoftware.com
Perangkat3 Telah
Dihidupkan


4.3 Implementasi Pemrograman SMS
Dalam pemrograman SMS ini penulis menggunakan komponen bantuan
bernama TOxygenSMS, komponen ini bersifat shareware. Fungsi dari komponen
ini adalah untuk menghubungkan perangkat komputer dangan handphone server.
Sub bab ini membahas tentang proses implementasi pemrograman SMS.
Berdasarkan sistem kerjanya pemrograman SMS dapat dijelaskan dalam tiga
bagian:
4.3.1 Kapitalisasi Isi SMS
Dalam pemrograman SMS, SMS yang dapat diolah adalah jika isi SMS
semuanya huruf capital. Untuk menangani hal ini, maka dalam pemrograman
SMS kali ini, sebelum isi SMS dipecah dan diolah. Maka isi SMS harus dibuat
huruf kapital. Dengan cara isi SMS diUppercase, sehingga meskipun user
mengirim SMS dengan huruf kecil, isi SMS akan menjadi huruf besar semua.
Adapun source code kapitalisasi isi SMS dapat dilihat sebagai berikut.
command := UpperCase(Copy(s,1,p-1));
val := UpperCase(Copy(s,p+1,(length(s)-(p+(length(s)-(p1-1))))) );
pin := UpperCase(Copy(s,p1+1,length(s)));

4.3.2 Pemecahan SMS
Sebelum SMS diolah sesuai formatnya, maka isi SMS perlu dipecah agar
mengetahui mana yang command, value, atau pin. Adapun format pemecahan
SMS yang penulis buat adalah sebagai berikut
(command, value. pin)
Sehingga tanda pembeda SMS adalah tanda koma dan tanda titik. Adapun source
code pemecahan SMS yang penulis buat adalah sebagai berikut.
s := trim(text);
p := Pos(',',s);
p1 := Pos('.',s);

command := UpperCase(Copy(s,1,p-1));
val := UpperCase(Copy(s,p+1,(length(s)-(p+(length(s)-(p1-1))))) );
pin := UpperCase(Copy(s,p1+1,length(s)));

s: adalah isi SMS secara utuh
p: adalah tanda koma, pos adalah perintah cari posisi tanda koma yang ada pada
s (isi SMS)
p1: adalah tanda titik, pos adalah perintah cari posisi tanda titik yang ada pada s
(isi SMS)

4.3.3 Penanganan Command SMS
Setelah tahap pemotongan SMS, proses berikutnya adalah penanganan isi
SMS, SMS yang bias dilayani adalah isi SMS yang sesuai format, sehingga jika
format tidak sesuai, akan ada konfirmasi balasan bahwa format SMS salah. Sistem
penanganan request SMS pada dasarnya terbagi menjadi dua, yaitu SMS yang
menginstruksikan pengendalian perangkat, dan yang kedua adalah request SMS
yang sifatnya hanya mengecek atau meminta informasi. Jika request SMS berisi
pengendalian perangkat, maka sistem akan menginstruksikan perangkat untuk
mati atau hidup, setelah itu baru membalas SMS. Sedangkan untuk request SMS
yang hanya untuk mengetahui informasi, sistem hanya mengecek database, lalu
mengirim SMS balasan.

4.4 Implementasi Tampilan Form Program
User interface aplikasi sistem kendali perangkat listrik berbasis komputer
dan telepon seluler ini terdiri dari dua form, yaitu form login dan form program
utama.
4.4.1 Form Login
Form login merupakan form yang pertama kali muncul ketika program
dijalankan, form ini berisi inputan username dan password sebagai kunci untuk
mengoperasikan program kendali perangkat listrik. Ketika admin menginputkan
username dan password program akan mengecek, bahwa kedua inputan tersebut
sesuai atau tidak dengan database, kalau sesuai akan masuk ke form program
utama, kalau tidak sesuai akan mencul pesan bahwa username atau password
salah. Berikut adalah skrip login dan gambar form login.
ADOQuery1.Close;
s := 'select * from tadmin';
ADOQuery1.sql.Text := s;
ADOQuery1.Open;

username := ADOQuery1.fieldbyname('userID').AsString;
passwd := ADOQuery1.fieldbyname('passw').AsString;

if (sEdit1.Text = username) and (sEdit2.Text = passwd) then
begin
sEdit1.Text := '';
sEdit2.Text := '';
frmSARInf_Main.Enabled := true;
frmSARInf_Main.Show;
form1.close;
end
else ShowMessage('invalid username or password !');


Gambar 4.9 Form Login

4.4.2 Form Program Utama
Form program utama ini berisi tujuh menu yaitu menu sistem kendali
perangkat listrik, timer setting, mobile phone connectivity, history of message,
perangkat name setting, user and admin setting, dan profile.

1. Menu Sistem Kendali Perangkat Listrik
Menu ini berisi tentang sistem kendali perangkat listrik, yaitu mematikan
atau menghidupkan perangkat listrik secara manual dengan menggunakan
button click. Pada pemrograman sistem kendali perangkat listrik ini penulis
menggunakan komponen bantuan bernama inpout32.dll. Fungsi komponen
tersebut adalah untuk membuka dan membaca isi sebuah port. Sebelum coding
program dimulai langkah pertama yang dilakukan adalah membuat Procedure
dan Function berikut:
Function Out32(Addr:word;Data:byte);stdcall;external 'inpout32.dll';
Function Inp32(Addr:word):byte;stdcall;external 'inpout32.dll';

Function Out32 digunakan untuk menulis port, sedangkan untuk membaca
port menggunakan function Inp32. adapun tabel coding program dan gambar
tampilan bisa dilihat pada tabel dan gambar berikut.

Tabel 4.3 Coding Program Kendali Perangkat Listrik
Nama Hidup Mati
Perangkat 1 out32($378,tmp or $1); out32($378,tmp and $fe);
Perangkat 2 out32($378,tmp or $2); out32($378,tmp and $fd);
Perangkat 3 out32($378,tmp or $4); out32($378,tmp and $fb);
Perangkat 4 out32($378,tmp or $8); out32($378,tmp and $f7);
Perangkat 5 out32($378,tmp or $10); out32($378,tmp and $ef);


Gambar 4.10 Form Kendali Perangkat Listrik

2. Menu Timer Setting
Menu ini berisi tentang setting timer kendali perangkat listrik, yaitu
mematikan atau menghidupkan perangkat listrik secara manual berdasarkan
waktu yang diinputkan pada checkbox dengan format jam:menit. Adapun
acuan waktu yang digunakan dasar menghidupkan atau mematikan perangkat
listrik adalah waktu yang ada pada komputer.


Gambar 4.11 Form Timer Setting

3. Menu Mobile Phone Status Connectivity
Menu ini berisi tentang koneksi handphone server dengan komputer.
Halaman ini juga berisi tentang spesifikasi handphone server. Adapun
spesifiksi penjelasannya bisa dilihat pada tabel 4.2 berikut.

Tabel 4.4 Spesifikasi Handphone
Spesifikasi Fungsi
IMEI Untuk mengetahui nomor IMEI
Model Untuk mengetahui model HP
PhoneType Untuk mengetahui tipe assembly HP
SW Untuk mengetahui versi software HP
SWDate Untuk mengetahui tanggal versi software
BatteryLevel Untuk mengetahui kapasitas baterai
SignalLevel Untuk mengetahui kapasitas sinyal
State Untuk mengetahui status HP


Gambar 4.12 Form Mobile Phone Status Connectivity


Gambar 4.13 Form HP Setelah Dikoneksikan Dengan Komputer

4. Menu History Of Message
Menu ini berisi tentang histori SMS, sehingga admin dapat mengetahui
semua request SMS ke handphone server. Menu ini berupa tabel yang berisi
nomor pengirim, isi SMS, tanggal SMS, dan waktu SMS. Jika pengirim telah
terdaftar, maka no pengirim akan berisi nama pengirim, tetapi jika no
pengirim belum terdaftar akan muncul no handphonenya. Adapun sourcecode
dan gambar formnya bisa dilihat sebagai berikut.
ADOQuery1.Close;
ADOQuery1.SQL.Text := 'select * from tuser where
no_HP='+QuotedStr(pengirim);
ADOQuery1.Open;
orang:= (ADOQuery1.FieldByName('no_HP').AsString);
orang2:= (ADOQuery1.FieldByName('nama').AsString);
if (pengirim = orang) then
begin
ADOQuery1.Close;
ADOQuery1.SQL.Text := 'INSERT INTO Thistori
(kirim,comand,tanggal, waktu) VALUES ('
+QuotedStr(orang2)+','+QuotedStr(s)+','+QuotedStr(DatetoStr(now))+'
,'+QuotedStr (TimetoStr(now))+')';
ADOQuery1.ExecSQL;
end
else
begin
ADOQuery1.Close;
ADOQuery1.SQL.Text := 'INSERT INTO Thistori
(kirim,comand,tanggal, waktu) VALUES ('
+QuotedStr(pengirim)+','+QuotedStr(s)+','+QuotedStr(DatetoStr(now))+','
+QuotedStr(TimetoStr(now))+')';
ADOQuery1.ExecSQL;
end;


Gambar 4.14 Form History Of Messages


5. Perangkat Name Setting
Menu ini berisi tentang input data informasi perangkat listrik yang dapat
dikendalikan. Jadi dari sinilah user bisa mengetahui nama dan lokasi
perangkat yang dikendalikan. Sistem dari setting informasi perangkat ini
adalah update. Sehingga jika admin menginputkan data lalu menekan tombol
apply, proses yang akan bekerja adalah update data informasi perangkat.
Adapun sourcecode dan gambar formnya bisa dilihat sebagai berikut.
ADOQuery1.Close;
ADOQuery1.SQL.Text := 'UPDATE tperangkat SET
P1='+QuotedStr(sEdit1.Text)+',P2='+QuotedStr(sEdit2.Text)+',P3='+Quot
edStr(sEdit3.Text)+',P4='+QuotedStr(sEdit4.Text)+',P5='+QuotedStr(sEdit
5.Text);
ADOQuery1.ExecSQL;
ShowMessage('Data telah diupdate');


Gambar 4.15 Form Perangkat Name Setting

6. Menu User and Admin Setting
Menu ini berisi tentang input data admin dan data user.
a. User Setting
user setting merupakan from yang digunakan untuk pendaftaran
user melalui admin, user setting berisi nama, no HP, dan PIN user.
Halaman ini juga terdapat tabel yang apabila diklik, maka data user yang
dipilih tersebut secara otomatis akan berada pada field user setting.

Gambar 4.16 Form User Setting
b. Admin Setting
Admin setting merupakan form yang digunakan admin untuk
mengganti username dan atau password. Sistem kerja program ini adalah
pertama admin menginputkan username dan password yang lama dan
baru. Jika username dan atau password lama tidak sesuai dengan database
maka proses update ditolak dan akan muncul pesan username atau
password salah. Tetapi jika sesuai secara otomatis program akan
mengupdate data admin.

Gambar 4.17 Form Admin Setting Muncul Pesan Username Salah

7. Menu Profile
Menu ini berisi tentang profile programmer. Berisi nama, NIM, jurusan,
fakultas, alamat email, dan nama perguruan tinggi programmer.

Gambar 4.18 Form Profile Programmer

4.5 Sistem Kendali Perangkat Listrik Berbasis Komputer dan Telepn
Seluler Menurut Kajian Al-Quran
Fungsi kendali perangkat listrik sangat penting bagi kehidupan manusia.
Karena jika tidak ada kendali penggunaan listrik bisa menyebabkan mudharat
bagi pemiliknya. Begitu juga dengan pengendalian diri. Pengendalian serta
pengarahan sangat dibutuhkan oleh manusia. Pada umumnya jiwa manusia
berpotensi untuk terpengaruh atau dipengaruhi oleh dunia luar, baik itu berimbas
positif atau negatif bagi manusia. Islam tidak menyuruh umatnya untuk menutup
diri dari pergaulan luar agar tidak terkena dampak negatif, tetapi dalam konsep
pergaulan Islam terdapat filter untuk menyaring efek negatif. Sehingga umat Islam
menjadi umat yang sosial dan berakhlak yang luhur. Allah berfirman pada firman-
Nya Surat Al-Hujurat : 13.
$' '$9# $) /3)=z . \& 3=_ $/` $7% #$G9 )
/32& !# 39)?& ) !# = 7z
Artinya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang
laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa -
bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah
orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal (Al-Hujurat: 13)

Dalam dunia IPTEK perangkat listrik merupakan hasil pemikiran manusia.
Dimana dalam penggunaannya diperlukan pengendalian. Sehingga manusia dapat
mengendalikannya perangkat listrik tersebut. Dari konsep pengendalian ini bisa
ditarik pelajaran, bahwa manusia sebagai pencipta pengendalian perangkat listrik
dapat mematikan dan menghidupkan perangkat listrik dengan mudah dan sesuka
manusia. Namun untuk pengendalian seluruh alam semesta adalah Allah, Sang
Khalik Yang Menciptakan segala apa yang ada di dunia dan akhirat. Dan memiliki
ilmu yang sangat luas.
% 9 %. ``s79# ## M=39 1 9 ``s69# 7% & ? M=.
1 9 $_ &#W/ #
Artinya: Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-
kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis)
kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan
sebanyak itu (pula)". (Surat Al-Hujurat: 109)


%!# t M` `&! #=Gz# 9# $9# & =)?
Artinya: Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang
(mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka Apakah kamu tidak
memahaminya. (Surat Al-Muminun: 80)

#) $& & 7= % $& $I` #) $ , $= `)9#
$ #?
Artinya: Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka Kami
perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu
(supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam
negeri itu, Maka sudah sepantasnya Berlaku terhadapnya Perkataan
(ketentuan kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-
hancurnya. (Surat Al-Isra: 17)

Bukti akan kebesaran dan kekuasaan ALLAH dalam mengendalikan alam
semesta ini untuk kejadian baru-baru ini adalah terjadinya Gempa bumi di
Sumatera Barat 7,6 SR dan Jambi 7,0 SR. Dengan menewaskan lebih dari seribu
orang.












BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian mengenai sistem kendali
perangkat listrik berbasis komputer dan telepon seluler yaitu:
1. Perangkat akan mati jika byte port di AND kan dan akan hidup jika di OR
kan.
2. Sebelum isi SMS diproses perlu adanya kapitalisasi, karena sistem hanya
bisa menangani isi SMS dengan huruf kapital.
3. Sebelum isi SMS diolah perlu adanya pemotongan isi SMS untuk
menbedakan tiap kata pada isi SMS.

5.2 Saran
Beberapa saran pengembangan lebih lanjut yang dapat diberikan oleh
penulis adalah :
1. Diharapkan adanya percobaan dan penelitian lebih lanjut untuk
penggunaan Java Native Invocation, merupakan pemrograman Java yang
dapat diterapkan pada pemrograman Interfacing.
2. Pengembangan lebih lanjut, dapat digunakan rangkaian mikrokontroller
tanpa menggunakan program simulasi di komputer sebagai perantara
dalam mengcoding dan mengolah data, sehingga dengan demikian akan
menghasilkan efisiensi dari penghematan listrik komputer




























DAFTAR PUSTAKA


Al-Musawi, Khalil. 2006. Surga Kalbu. Jakarta: Lentera.

Aziz, Abdul. 2002. Mutiara Pilihan Riyadush Shalihin. Solo: At-Tibyan.

Daqiqiel Ied, Ibnu. 2007. Syarah Hadits Arbain. Solo: At-Tibyan.

Husni.2004. Pemrograman Database dengan Delphi. Malang: Graha ILmu.

Iswanto. 2008. Antarmuka Port Paralel dan Port Serial. Yogyakarta: Gava
Media.

Madcoms. 2002. Seri Panduan Pemrograman Borland Delphi 7. Yogyakarta:
Andi.

Marcus, Zakaria dan Josef W. 2006. Aplikasi SMS untuk Berbagai Keperluan
membuat Aplikasi SMS Menggunakan Delphi dan OxygenSMS.
Bandung: Innnformatika.

M. Al-Hazanadar, Mahmud. 2006. The Most Perfect Habit. Jakarta: Dar
Thayyiban.

Muzakki. 2003. Elektonika Buku IIA. Surabaya: UNAIR Press.

Pujianto. 2007. Borland Delphi 8. baturaja: Graha Ilmu.

Punomo, Adi. 2007. Pemrograman Java Membangun Beragam Aplikasi
Layanan SMS 2. Semarang: Salemba Infotek.

Sudono, Agus. 2004. Memanfaatkan Port Printer Komputer Menggunakan
Delphi. Yogyakarta: Presisi Offset.

Wahana Komputer. 2006. Teknik Antarmuka Mikrokontroler Dengan Komputer
Berbasis Delphi. Jakarta: Salemba Infotek.

Wibawanto, Hari. 2007. Elektronika Dasar Pengenalan Praktis. Jakarta: Elex
Media Komputindo.






LAMPIRAN





Gambar Hardware Dari Atas







Gambar Hardware Dari Depan






Gambar Hardware Dari Samping Kanan







Gambar Handphone Server