KONSEP KEPEMIMPINAN INDONESIA DALAM PERUBAHAN Rezha Mehdi Bazargan MAGISTER ADMINISTRASI PUBLIK PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG Abstract Change is the transformation from the present to the state expected in the future to a better state. If no change, there will be a life that does not grow or lead to the death of the life. There are various arguments that the major roles and responsibilities held by a leader in engaging themselves to a change. Under conditions of such changes, the leader of Indonesia is expected to lead to either direction is a leader who is always rooted in the noble values and norms of Pancasila. The leaders of Indonesia that is truly effective is more interested in what is right rather than who is right, is religious, patriotic, professional and humane. Keyword: Kepemimpinan Indonesia, Perubahan. PENDAHULUAN Perubahan merupakan transformasi dari keadaan sekarang menuju keadaan yang diharapkan di masa yang akan datang pada suatu keadaan yang lebih baik. Apabila tidak terjadi perubahan, maka akan terjadi suatu kehidupan yang tidak berkembang atau menuju pada matinya kehidupan tersebut. Namun, perlu disadari bahwa perubahan telah terjadi sejak lama. Banyak pakar mengemukakan bahwa satu-satunya yang abadi di dunia ini adalah perubahan itu sendiri. Oleh karena itu, perubahan dapat terjadi setiap saat, kapan saja ketika situasi benar-benar mempengaruhi untuk berubah. Perubahan telah dikenal pada saat terjadinya revolusi pertanian, disusul dengan revolusi industri. Kemudian diikuti dengan datangnya masyarakat super-industrial. (Toffler: 1980, dalam Wibowo: 2011). Selanjutnya Toffler mengatakan bahwa kita menghadapi sejumlah lompatan ke depan untuk menghadapi pergolakan, perombakan dan restrukturisasi yang paling mendasar. Memasuki abad XXI, kita telah tiba pada era globalisasi dimana tidak terdapat lagi batas-batas suatu negara. Perubahan telah menjadi fenomena global.

1

jasa. meningkatkan kinerja seseorang ke dalam standar yang lebih tinggi. teknologi. kelompok maupun organisasional. 3. Truman. Dalam melihat adanya gejala konflik tersebut. Pemimpin adalah mengangkat visi seseorang ke dalam pandangan yang lebih tinggi. perlu melakukan perubahan dari keadaan sekarang menuju ke arah lebih baik. Sebagai konsekuensinya. dan informasi secara bebas keluar masuk tanpa adanya hambatan. 2 . waktu dan konflik yang bila tidak diatasi akan menjadi bumerang bagi negara itu sendiri dalam menciptakan stabilitas ekonomi. Namun. serta membahas mengenai bagaimana penggunaan kekuasaan pemimpin dalam organisasi agar dapat melaksanakan perubahan dengan efektif. 2. sosial dan politik dalam negara. membangun personalitas di atas batas-batas normal (Peter F. terdapat beragam argumen bahwa peran dan tanggungjawab besar dipegang oleh seorang pemimpin dalam melibatkan diri ke suatu perubahan. 1995). Sebagian besar akan menghadapi berbagai resistensi. 1975). KONSEP KEPEMIMPINAN DALAM PERUBAHAN Kepemimpinan meliputi bidang yang sangat luas cakupannya sehingga pengertian tentang kepemimpinan juga bermacam-macam. Drucker. Kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi kelompok untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Robbins. dalam jurnal ini akan membahas mengenai konsep-konsep kepemimpinan yang efektif dalam menghadapi perubahan terhadap resistensi-resistensi yang muncul. Selain itu. upaya untuk mengatasi berbagai dampak dari perubahan memerlukan biaya. baik tingkat individual. setiap negara merasa perlu menyesuaikan diri dengan keadaan perubahan tersebut. usaha perubahan tidaklah selalu berlangsung dengan mulus. 2003). Pemimpin adalah orang yang memiliki kemampuan untuk meminta orang lain melakukan sesuatu yang tidak mereka sukai yang akhirnya mereka menyukai (Harry S. Arus barang. Berikut adalah pengertian kepemimpinan: 1. Keluasan cakupan tersebut terjadi karena masing-masing ahli memfokuskan pada satu atau lebih sudut pandang mengenai konsep kepemimpinan.Demikian halnya terjadi pada negara maju dan berkembang. Untuk itu.

dan fleksibel terhadap situasi. Karakteristik kepemimpinan hanya berlaku jika lingkungan tidak terlalu kuat menekan pemimpin. kejujuran dan integritas. Kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang-orang yang terorganisir untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Roach dan Behling. Prinsip teori ini bahwa yang membedakan pemimpin dari yang bukan pemimpin dengan berfokus pada berbagai sifat dan karakteristik kepemimpinan yang dibawa sejak lahir. intelegent. Tichy dan Devana. 1988). Tentu dalam menilai sebuah kepemimpinan yang efektif dalam perubahan perlu digunakan beberapa teori yang dapat menjelaskan dari sudut pandang mana pemimpin dinilai efektif. Teori-teori tersebut diantaranya adalah: 1. 3 . 1986). Namun. Sifat itu antara lain: ambisi. 6. b. dalam teori ini terdapat beberapa kelemahan. 1985. Tidak ada karakteristik kepemimpinan yang dapat berlaku umum. Kepemimpinan sebagai proses menciptakan visi untuk orang lain dan memiliki kekuatan untuk menterjemahkan visi ke dalam realitas dan menjaga keberlanjutannya (Kotter. dan menterjemahkan visi tentang perubahan yang akan dicapai dan menjaga keberlangsungannya. diantaranya: a.4. Teori Sifat (Trait Theory) Teori sifat merupakan teori kepemimpinan yang paling tua. kepercayaan diri. Dari berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan dalam perubahan adalah bagaimana seorang pemimpin dapat mempengaruhi bawahannya dengan menciptakan. Dengan adanya sifat ini kita bisa memprediksi kepemimpinan yang lebih baik dan dapat membedakan antara pemimpin yang efektif dan pemimpin yang tidak efektif. Kepemimpinan menstransformasikan pengikut. menciptakan visi tentang tujuan yang akan dicapai. menyampaikan. 1984). dan menyampaikan cara pencapaiannya kepada para pengikutnya (Bass. ini terjadi karena sifat yang dibawa seseorang sejak lahir pasti berbeda antara satu orang dengan orang lain. 5.

Kajian dari Ohio State University Teori perilaku ini berusaha mengidentifikasikan dimensi-dimensi independent dari perilaku pemimpin. Struktur inisiasi merujuk pada tingkat sampai mana seorang pemimpin akan menetapkan serta menyusun perannya dan peran bawahannya dalam usaha mencapai tujuan. konsiderasi dideskripsikan sebagai tingkat sampai mana seorang pemimpin akan memiliki hubunganhubungan pekerjaan yang ditandai oleh kesalingpercayaan. rasa hormat terhadap ide-ide bawahan. Namun. dan. karateristik atau efektivitas kepemimpinan 2. kajian tersebut mendapat kritikan bahwa kepemimpinan yang didasarkan pada konseptualisasi dua faktor perilaku kepemimpinan tidak banyak memperdalam pengetahuan tenatang kepemimpinan efektif. Karakteristik hanya mampu digunakan untuk memprediksi penampilan kepemimpinan. dimensi tersebut yaitu struktur inisiasi (initiating structure) dan konsiderasi (consideration). d. maka setiap orang dapat dilatih menjadi seorang pemimpin. Karena. b. Teori Perilaku Dengan adanya kelemahan pada pendekatan sifat mendorong para ahli untuk melakukan tindakan baru. Jika pemimpin itu dapat diciptakan. Sedangkan. Kajian dari University of Michigan Studi yang dilakukan Michigan University hampir bersamaan waktunya dengan Ohio. Hanya saja dua dimensi kepemimpinan menurut Michigan adalah perilaku pemimpin yang berorientasi pada pekerja (employee- 4 . dalam praktik pemimpin dengan tingkat konsiderasi tinggi dan struktur inisiasi tinggi akan sulit dicapai bahkan tidak mungkin. dan rasa hormat terhadap perasaan-perasaan mereka. Perbedaan antara teori sifat dan perilaku adalah terletak pada pemimpin itu dilahirkan atau diciptakan.c. diantaranya adalah: a. Setidaknya terdapat empat teori yang masuk kategori pendekatan perilaku. bukan untuk membedakan pemimpin yang efektif dan tidak efektif. dimana para ahli mulai fokus kepada faktor perilaku dalam upaya menjelaskan mengapa seseorang efektif menjadi pemimpin atau tidak. Tidak jelas yang mana mendahului.

Sehingga. para ahli dari Swedia dan Finlandia mencoba meneliti ulang dengan menggunakan kerangka penelitian yang digunakan di Ohio. Pemimpin yang berorientasi pada pekerja akan menekankan pentingnya hubungan antar manusia. d. Dalam penelitian Ohio. Kesimpulannya adalah kepemimpinan yang efektif adalah pemimpin yang berorientasi kepada pengembangan. dan melakukan perubahan. Kelemahan pada tabel ini adalah tidak menjelaskan mengenai hasil produksi tetapi lebih kepada faktor yang mendominasi pemikiran seorang pemimpin terkait dengan pencapaian hasil. Managerial Grid Managerial grid merupakan suatu gambar grafis mengenai gaya kepemimpinan dua dimensional yang dikembangkan oleh Blake dan Mouton. pendekatan yang digunakan tidak memberikan penjelasan yang cukup tentang efektivitas kepemimpinan.oriented) dan berorientasi pada produksi (production-oriented).9 bila dibandingkan dengan gaya kepemimpinan 9. yaitu pemimpin yang menghargai eksperimen.1 ( tipe otoritas) atau 1. Sehingga dasar pemikiran yang digunakan dalam Studi Skandinavia adalah dunia berubah menjadi lebih dinamis. dan menerima perbedaan antar individu. maka diperlukan kepemimpinan yang berorientasi kepada pengembangan (development oriented).9 ( tipe laissezlaire). c. pemimpin yang berorientasi pada pekerja akan lebih berhasil dibandingkan dengan pemimpin yang berorientasi pada tugas. memperhatikan kebutuhan individu. selalu mencari ide-ide baru. Sedangkan pemimpin yang berorientasi pada produksi akan menekannkan pada aspek-aspek yang berhubungan dengan pekerjaan. 5 . manajer dapat dipandang berkinerja sangat baik bila memiliki gaya kepemimpinan 9. Kajian Skandinavia Pada kajian skandinavia. Berdasarkan temuan Blake dan Mouton tersebut. tabel manajerial merupakan tabel gaya kepemimpinan yang didasarkan pada gaya perhatian pada manusia (garis vertikal) dan perhatian pada produksi (garis horizontal).

kemudian muncul masalah dengan LPC dna kegunaan praktis dari model friedler yang perlu ditangani.  Teori sumber daya kognitif.  Memahami situasinya. keinginan personal.  Mencocokkan pemimpin dan situasi. tergantung dari faktorfaktor seperti sistem nilai pemimpin. struktur pekerjaan lebih tinggi dan kekuatan posisi lebih kuat. mengonseptualisasi ulang teorinya. a. secara keseluruhan toeri friedler mengahasilkan kesimpulan yang positif. Friedler menyakini bahwa salah satu faktor utama bagi kepemimpinan yang berhasil adalah gaya kepemimpinan dasar seorang individu. Teori Kontingensi dan Situasional Pendekatan kontingensi dissusun berdasarkan asumsi bahwa gaya seorang pemimpin dapat berbeda dari satu situasi ke situasi lain. Model Kontingensi Fiedler Model ini menyatakan bahwa kinerja kelompok yang efektif bergantung pada kesesuaian antara gaya pemimpin dan sejauh mana situasi tersebut memberikan  kendali kepada pemimpin tersebut. Faktor yang diidentifikasi dalam model ini antara lain: Mengindentifikasi gaya kepemimpinan. Faktor-faktor tersebut adalah hubungan pemimpin-anggota. Friedler menyimpulkan bahwa pemimpin yang berorientasi tugas cenderung bekerja secara lebih baik dalam situasi yang sangat menguntungkan dan dalam situasi yang sangat tidak menguntungkan mereka. Mereka berfokus pada peran stress sebagai salah satu bentuk situasional yang kurang menguntungkan serta bagaimana kecerdasan dan pengalaman 6 . struktur tugas dan kekuatan posisi. kepercayaan diri pegawai dan kesanggupan bawahan untuk menerima tanggung jawab.3. Freidler bersama rekannya Joe Gracia. feidler mengidentifikasikan tiga dimensi kemungkinan efektivitas kepemimpinan. Freidler menyatakan bahwa gaya kepemimpinan bersifat tetap atau tidak berubah. Hubungan pemimpin-anggota lebih baik.  Evaluasi. kontrol yang dimiliki oleh pemimpin tersebut pun lebih besar.

b. Kepemimpinan yang berhasil dicapai dnegan cara memilih gaya kepemimpinan yang benar. yaitu:  bila pengikut tidak mampu (unable) dan tidak bersedia (unwilling). 4. pemimpin harus menampilkan orientasi tugas yang tinggi untuk mengimbangi kurangnya kemampuan pengikut serta orientasi hubungan yang juga tinggi untuk membuat para pengikut mengikuti pimpinan. dan menyatakan tujuan-tujuan penting secara sederhana. Teori Situational Hersey dan Blanchard Kepemimpinaan situasional adalah sebuah teori kemungkinan yang berfokus pada para pengikut. yang menurut Hersey dan Blanchard bergantung pada tingkat kesiapan para pengikut.  Bila pengikut tidak mampu namun bersedia. Adapun karakteristik-karakteristik Pemimpin transformasional sebagai berikut: a. Kepemimpinan Transformasional Pemimpin transformasional (transformasional leader) yaitu menginspirasi para pengikutnya untuk mengeyampingkan kepentingan pribadi mereka demi kebaikan organisasi dan mereka demi kebaikan organisasi dan mereka mampu memilih pengaruh yang luar biasa pada diri para pengikutnya.seorang pemimpin memengaruhi reaksinya terhadap stress. pemimpin harus menggunkaan gaya yang supportif dan partisipatif Bila pengikut mampu dan bersedia. Motivasi yang Inspirasional: Mengomunikasikan ekspektasi yang tinggi. Hersey dan Blanchard mengidentifikasikan empat perilaku pemimpin yang khusus. 7 . menggunakan simbol-simbol untuk berfokus pada upaya. pemimpin harus memberiakan pengarahan secara jelas dan spesifik. menanamkan kebanggaan serta mendapatkan respek dan kepercayaan. pemimpin tidak perlu berbuat banyak. Inti dari teori ini adalah bahwa stress merupakan musuh rasionalitas. Pengaruh yang ideal: Memberikan visi dan misi. b.   Bila pengikut mampu namun tidak bersedia.

b. Menurut Kartono (2009). dan yakin bahwa tujuan-tujuan yang mereka kejar itu memang penting. berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 sebagai panutannya. Pada akhirnya. rasionalitas. Pertimbangan yang bersifat individual: Memberikan perhatian pribadi. dan pemecahan masalah yang cermat. untuk kemungkinan dipadukan dengan nilai-nilai positif dari modernisme. dan tujuan pembangunan yang ingin dicapai. Kepemimpinan dalam era pembangunan nasional harus bersumber pada falsafah negara. Diharapkan agar kepemimpinan Pancasila mampu menggali intisari dari nilainilai tradisional kuno yang tinggi peninggalan para leluhur dan nenek moyang kita. dan menyetujui tujuan-tujuan strategis organisasi. memperlakukan masing-masing karyawan secara individual seta melatih dan memberikan saran. Para pemimpin yang tranformasional lebih efektif karena mereka sendiri lebih kreatif. Diantaranya adalah: a. Para pemimpin transformasional mendorong bawahannya agar lebih inovatif dan kreatif. c. kepemimpinan efektif adalah kepemimpinan yang memiliki jiwa kepribadian Indonesia. Para ahli juga menunjukan bahwa visi menjelaskan bagian dari dampak transformasional. Para pengikut pemimpin transformasional cenderung mengejar tujuan-tujuan ambisius. d. 8 . tetapi mereka juga lebih efektif karena mampu mendorong para pengikutnya menjadi lebih kreatif pula. Stimulasi Intelektual: meningkatkan kecerdasan. memahami. kepemimpinan transformasional juga menghasilkan komitmen di pihak para pengikut dan menanamkan pada diri mereka rasa percaya yang lebih besar. yaitu Pancasila. dalam gaya kepemimpinan Indonesia. setidaknya terdapat beberapa persyaratan yang harus dimiliki oleh seorang pejabat dan aparatur pemerintah dalam kepemimpinan dalam era pembangunan. pelaksanaan.c. KEPEMIMPINAN INDONESIA Dalam konteks Indonesia. Memahami benar makna dari perencanaan.

bahwa seorang pemimpin haruslah memberikan sauri tauladan yang baik bagi bawahan. nilai-nilai kepemimpinan tersebut diantaranya: a. Nilai-nilai positif dari modernisme sebagai hasil dari refleksi mengenai tujuan hidup bangsa pada era pembangunan dan zaman modern. dan pejuang kemerdekaan yang masih relevan dengan situasi sekarang. Sehingga semua pekerjaan yang dilakukan akan terasa mudah atau ringan dan akan makin mempererat hubungan antara bawahan dan pimpinan. Ing Madyo mangun karso. Refleksi dan kontemplasi mengenai hakikat hidup dan tujuan hidup bangsa pada era pembangunan dan zaman modern. Ing ngarso sung tulodho. b. 9 . Selalu bertindak dan bertutur kata yang bisa memberikan contoh yang baik yang bisa merangsang para bawahan untuk bersikap seperti pemimpinnya. pujangga. Pemimpin harus mampu membangun kerjasama yang harmonis dan sinergis dalam pencapaian tujuan organisasi. Kartono memberikan penjelasan mengenai hal-hal yang dianggap sebagai sumber kepemimpinan Pancasila. pendeta. dalam mana konsep kepemimpinan mengutamakan unsur keikhlasan berkorban dan mengabdi demi kepentingan orang banyak dan sekaligus memberikan ketauladanan yang baik. Tut wuri handayani. artinya di depan sebagai teladan. b. raja. c. namun tetap tidak melanggar etika jalur kepemimpinan. Kartono (2004) berpendapat bahwa setidaknya ada beberapa contoh bentuk ajaran kepemimpinan yang baik pada zaman dulu diantaranya adalah konsep kepemimpinan Ki Hajar Dewantara yang dibuat sesuai dengan budaya bangsa dan sangat arif serta sarat dengan nilai spiritualitas yang diperlukan untuk kondisi Indonesia saat ini. c. artinya di belakang memberikan dorongan.Untuk lebih memahami maksud dari ketiga hal tersebut diatas. antara lain: a. Nilai-nilai dan norma kepemimpinan yang diwariskan oleh para pujangga di masa lalu merupakan suatu bentuk investasi spiritual. Intisari dari nilai-nilai dan norma kepemimpinan yang telah ditulis oleh para nenek moyang. Pemimpin selalu memberikan arahan dan kesempatan kepada bawahan untuk maju. artinya di tengah menggerakkan.

ambeg paramarta. d. b. Sifat guru: memberikan teladan baik. sederhana. tekun. Rumangsa handarbeni (merasa ikut memiliki negara) b. tidak punya interestinterest. Landasan kebijaksanaan (Sri Sultan Iskandar Muda) a. Mulat sarira hangrasa wani (mawas diri untuk bersikap berani) 4. Peunilaian: penilaian d. Atasan tidak boleh mempunyai pikiran takut tersaingi. b. 10 . Peutunjuk: petunjuk sesepuh dan petunjuk dari Tuhan YME. R. Sosrokartono) a. Peubanding: perbandingan. Landasan kepemimpinan: a.memberikan ilmu-ilmu dan bekal-bekal yang akan menambah wawasan dan kepintaran mereka. penelaahan. masih terdapat beberapa landasan-landasan berupa nilai-nilai moral kepemimpinan lainnya yang telah diwariskan oleh nenek moyang bangsa Indonesia. e. Sifat pandita: membelakangi kemewahan dunia. Menang tanpa ngasorake (menang tanpa mengalahkan) d. maka tujuan dari kelompok akan tercapai dengan sempurna. Seandainya atasan tidak ada maka ada bawahan yang mampu menggantikan peran sementara. bawahannya pintar lalu dikelola dengan baik. Landasan pengabdian (Sri Mangkunegara I) a. Dr. Dan bila pimpinannya cerdas. Nglurug tanpa bala (melurug tanpa balatentara) c. pengumpulan data dan kearifan. c. blaka. Sifat petani: jujur. adil. Sugih tanpa banda (kaya tanpa harta-benda) b. pembahasan. dapat melihat jauh ke depan/ waskita. Selain itu. konsekuen janjinya. Peuputoh: pengambilan keputusan terakhir. Wajib melu angrungkebi (wajib ikut membela negara) c. Keempat macam landasan pokok kepemimpinan itu ialah: 1. berilah kesempatan bawahan kita untuk maju. Sifat ratu/ raja: bijaksana. Peusiap: persiapan. ulet. Weweh tanpa kelangan (memberi tanpa merasa kehilangan) 2. c. 3. Landasan diplomasi (Ajaran Alm.

Pemimpin efektif adalah dapat meraih kepercayaan pengikut. besifat religious. Visi merupakan segala sesuatu yang ingin dicapai secara ideal dari seluruh aktivitas. dan keadilan sosial”. warisan ke depan yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu. Pada awalnya. Para pemimpin Indonesia yang benar-benar efektif lebih tertarik pada apa yang benar ketimbang siapa yang benar. perdamaian abadi. Kartono (2004) berpendapat bahwa. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. kepemimpinan pancasila ialah bentuk kepemimpinan yang selalu bersumber pada nilai-nilai luhur dan norma Pancasila. cita-cita. gambaran mental tentang sesuatu yang ingin dicapai di masa depan. setelah tahun 1990-an (era globalisasi) arti kepemimpinan dikembangkan menjadi kemampuan dalam membawakan visinya dengan jelas. mencerdaskan kehidupan bangsa. tujuan hidup bangsa Indonesia telah termaktub dalam alinea 4 UUD 1945 yaitu “melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. kita dapat menyimpulkan beberapa karakter dan kecenderungan pemimpin Indonesia yang efektif dalam kepemimpinannya. Saat seseorang kehilangan kepercayaan. Singkat kata. dari berbagai macam teori kepemimpinan yang ada. manajemen adalah mengerjakan hal-hal dengan benar. diantaranya sebagai berikut: 1.Nilai adalah ukuran tentang kebaikan atau kebenaran yang dipraktekkan dalam kehidupan individu maupun organisasi. ia 11 . profesional dan humanis. Kemudian. para ahli mengartikan kepemimpinan sebagai kemampuan dalam mempengaruhi kegiatan suatu kelompok untuk mencapai tujuan. dan untuk melakukan hal-hal yang benar tersebut diikuti oleh banyak faktor. Berkomitmen dan berkarakter berani. Ia adalah orang yang berbuat sesuai dengan perkataannya. Kondisi pemimpin Indonesia yang diharapkan untuk membawa visi itu adalah yang memiliki nilai-nilai kepemimpinan pancasila. Pemimpin efektif memegang teguh konsistensi antara kata dan perbuatan. Sedangkan kepemimpinan adalah melakukan hal-hal yang benar. Dengan demikian nilai-nilai dalam kepemimpinan merupakan ukuran kebaikan dan kebenaran seorang pemimpin yang di praktekkan dalam kegiatan organisasi untuk mewujudkan visi organisasi dan dapat dijadikan contoh bagi orang lain dan pegawainya serta memberikan kebaikan bagi sekitarnya. Berbicara mengenai visi. bersifat kearifan intuitif yang menyentuh hati dan menggerakkan jiwa untuk berbuat (Sedarmayanti: 2009). patriotis.

yang artinya di belakang memberikan dorongan. Seorang pemimpin efektif mampu menggambarkan garis akhir yang jelas. Kepercayaan adalah keyakinan bahwa sang pemimpin bersungguh-sungguh berbuat pada apa yang dikatakannya. Sehingga. kepemimpinan visioner merupakan pola kepemimpinan yang ditujukan untuk memberi arti pada kerja dan usaha yang perlu dilakukan bersama-sama oleh anggota organisasi dengan cara memberi arahan dan makna pada kerja dan usha yang dilakukan berdasarkan visi yang jelas. pemimpin efektif harus bisa menetapkan tujuan. pemimpin harus “Ing Madyo mangun karso”. Selain itu seorang pemimpin juga membutuhkan keberanian yang di atas ratarata untuk membuat keputusan-keputusan sulit. Dan yang terakhir. dengan cara ini. dan memotivasi mereka untuk menjadi lebih baik tanpa pemimpin merasa takut tersaingi. “Tut wuri handayani”. Dalam mendapatkan kesetiaan. Diperlukan keberanian yang luar biasa untuk meninggalkan hal-hal di mana posisi pemimpin dalam kepentingan pribadi. moral meningkat. menetapkan prioritas. berputar tidak menuju sasaran dan akhirnya punah. atau pemimpin sebagai teladan memberi makna yang dalam bahwa seorang pemimpin haruslah memberikan sauri tauladan dan dapat memberikan contoh yang baik bagi bawahan. Pemimpin dapat memberi dorongan akan nilai-nilai dalam organisasi untuk bisa memotivasi bawahannya untuk menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi. atau setidaknya sesuai. Tanpa adanya visi yang jelas. yaitu menggerakkan para bawahan untuk dapat bekerja sama. Mempunyai visi yang jelas. dan standar. Mempercayai pemimpin bukan berarti menyukainya. organisasi berjalan tanpa arah. Jadi.kehilangan pengikutnya sehingga memustahilkan terjadinya kepemimpinan yang efektif. 3. 2. Memiliki loyalitas. Menurut Dian Kartanegara (Sedarmayanti: 2009). dan dalam posisi jabatan yang diemban. 12 . Tindakan seorang pemimpin dan kepercayaan yang dianutnya harus sejajar. Pemimpin efektif dapat menginspirasi seluruh jajarannya. bukan pula selalu setuju dengannya. Ajaran Ki Hajar Dewantoro mengenai “Ing ngarso sung tulodho”.

 Perbedaan terakhir adalah terkait dengan penekanan ahlian. Perubahan memerlukan pemimpin yang kompeten untuk mengelola perubahan dan bawahan yang mampu menjalankannya. Sebaliknya. pemimpin dapat menilai dan mengerti bagaimana mereka mempengaruhi orang lain dan mengerti bagaimana cara menggunakan kekuasaan tersebut. Dengan kekuasaan. Ahlian mengenai kepemimpinan.KEKUASAAN DALAM PERUBAHAN Dalam perubahan. pimpinan memperoleh alat untuk mempengaruhi perilaku para pengikutnya. makin banyak organisasi yang mengalami perubahan. Namun. Kepemimpinan berfokus pada pengaruh kebawah kepada para pengikut dan meminimalkan pola-pola pengaruh ke samping dan ke atas. dan menyebabkan 13 . kepemimpinan mensyaratkan keserasian antara tujuan pemimpin dan mereka yang dipimpin. kekuasaan sediri tidak selalu berarti buruk. sedangkan mereka yang menjadi target perubahan perlu dilibatkan dalam proses perubahan. pemimpin harus dapat bertindak sebagai sponsor perubahan. sedangkan lapisan bawahnya dipersiapkan untuk menjadi agen perubahan. Meskipun ungkapan kekuasaan lebih sering erat dengan power corrupt and absolute power corrupt absolutely (kekuasaan itu korup dan kekuasaan penuh akan sepenuhnya korup). terdapat perbedaan yang jelas antara kekuasaan dengan kepemimpinan diantaranya adalah:  Perbedaan pertama. Kekuasaan tidak mensyaratkan kesesuaian tujuan. Menurut Robbins (2009). Kekuasaan merupakan proses yang alamiah disemua kelompok atau organisasi. Sebaliknya. Robbins (2009) menyatakan bahwa. Dengan memberikan hubungan yang menyeluruh antara kepemimpinan dan kekuasaan. kekuasaan cenderung mencakup bidang yang lebih luas dan terfokus pada taktik-taktik untuk memperoleh kepatuhan dari bawahan. Konsep kepemimpinan dan kekuasaan terkadang menimbulkan suatu kekaburan dalam perkembangannya. sebagian besar menekankan gaya. Sebaliknya kekuasaan tidak demikian. mengenai kesesuaian tujuan. Konsep kekuasaan (power) erat sekali hubungannya dengan konsep kepemimpinan. dan hanya fokus pada ketergantungan.  Perbedaan kedua berkaitan dengan arah pengaruh.

Adapun strategi tersebut adalah: (1) Pendidikan dan komunikasi. (2) Partisipasi. Dari berbagai praktek kepemimpinan yang telah di contohkan diatas. dapat diambil kesimpulan bahwa keteladan pemimpin banyak dinuansai oleh nilai-nilai spiritualitas sebagai potensi kecerdasan tertinggi manusia. (3) Negosiasi. Seseorang memberikan reaksinya terhadap kekuasaan ini karena rasa takut terhadap akibat-akibat negative yang mungkin terjadi jika ia tidak patuh. namun juga selalu memperhatikan bawahannya. moral dan semangat juangnya dalam menghadapi setiap permasalahan yang muncul. Maka organisasi tersebut pasti menghadapi suatu tentangan atau penolakan terhadap perubahan tersebut. atau ancaman aplikasi. Kondisi di Indonesia saat ini memerlukan pemimpin teladan yang mengacu pada visi sesuai isi alinea 4 pembukaan 4 UUD 1945 dan mampu menerapkan nilai-nilai spiritualitas Pancasila dalam pekerjaan. atau pengendalian paksa terhadap kebutuhan dasar fisiologis atau keamanan. Kekuasaan koersif (coercive power) adalah menanamkan rasa takut. (5) Paksaan (coercion). (3) Fasilitasi dan bantuan. Seorang pemimpin dapat menggunakan kekuasaan ini bila suatu perubahan terjadi pada kondisi yang kritis dimana bawahan melalui strategi pendidikan dan negosiasi tidak berhasil diterapkan. Keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya terletak kepada kemampuan individunya saja namun meliputi semua unsur pendukung termasuk peran bawahan yang dipimpinnya. sanksi fisik yang menimbilkan rasa sakit. pemimpin harus dapat menjaga kewibawaannya. Kekuasaan koersif mengandalkan aplikasi. Kepemimpinan teladan memuat nilai-nilai spiritual yang mampu memberikan makna pada pekerjaan dan manfaat serta memanusiakan manusia. PENUTUP Kepemimpinan meliputi bidang yang sangat luas cakupannya sehingga pengertian tentang kepemimpinan juga bermacam-macam. Dia harus memiliki kelebihan-kelebihan tertentu bila dibandingkan dengan kualitas orang-orang yang dipimpinnya. Seperti yang tertuang dalam tiga prinsip kepemimpinan 14 .keharusan untuk berubah. menimbulkan frustasi melalui pembatasan gerak. Kelebihan ini terutama dari segi teknis. Agar mampu melaksanakan tugas kewajibannya. (4) Manipulasi dan kooptasi. Pemimpin yang baik tidak hanya memperhatikan tujuan utama dari organisasi yang dia pimpin. Untuk itu terdapat beberapa strategi yang harus diterapkan oleh pemimpin sebagai agen perubahan dalam menghadapi perubahan.

2010.com/2010/04/07/kepemimpinan-ki-hajar-dewantara/ http://pusdiklat. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Stephen P. Ing madya mangun karso. Jakarta: Salemba Empat Sedarmayanti. Kartini.depnakertrans.id/index. Robbins and Timothy A. Jakarta: Universitas Terbuka Kartono. Reformasi Birokrasi. Perilaku Organisasi : Konsep Dasar dan Aplikasinya. Pemimpin Dan Kepemimpinan. Tut wuri handayani. Judge. 2009.wordpress. Perilaku Organisasi. Jakarta: PT Grafindo Persada http://hendradarta.go. Wilfridus B. Inovasi dan Perubahan Organisasi. Bandung: Refika Aditama Thoha. REFERENSI Elu. 2009. 2004. Reformasi Administrasi Publik. Miftah.yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu Ing ngarso sung tulodo. 2009.php?hal=ruang_nilai.php 15 . dan Kepemimpinan Masa Depan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful