P. 1
lingkaran

lingkaran

|Views: 1,622|Likes:
Dipublikasikan oleh Anindita Anung Marsela II

More info:

Published by: Anindita Anung Marsela II on Jun 02, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2013

pdf

text

original

1

BAB 1 LINGKARAN
A. DEFINISI Lingkaran adalah kurva tertutup sederhana yang khusus. Tiap titik pada lingkaran itu mempunyai jarak yang sama dari suatu titik yang disebut pusat lingkaran. Jarak titik pada lingkaran dengan pusat disebut jari-jari atau radius lingkaran.

Definisi 1.1 Lingkaran adalah garis lengkung yang bertemu kedua ujungnya, yang merupakan himpunan titik-titik yang berjarak sama dari sebuah titik tertentu. Titik ini disebut titik pusat.

Elemen-elemen yang ada pada lingkaran adalah sebagai berikut. D A G P S
Gambar 1.1

C

B E F Q

M

1.

Ruas garis yang menghubungkan sebuah titik pada lingkaran dengan titik pusat disebut jari-jari.

2. 3.

Ruas garis yang menghubungkan 2 titik pada lingkaran disebut tali busur. Ruas garis yang ditarik dari pusat tegak lurus tali busur disebut apotema. Jadi apotema adalah jarak dari titik pusat ke tali busur.

4.

Kepanjangan apotema yang terletak diantara tali busur dan busur disebut anak panah.

2

5.

Sebagian dari lingkaran yang terletak diantara kedua ujung tali busur AB disebut busur (ditulis )

6. 7.

Juring dibatasi oleh dua jari-jari dan busur. Tembereng dibatasi oleh tali busur tembereng dan busur.

Keterangan Gambar 1.1 MG : jari-jari AB : tali busur MC : apotema CD : anak panah daerah EMF : juring daerah PQS : tembereng

Teorema 1.1. Tiap-tiap tali busur yang tidak melalui titik pusat kurang dari garis tengah. 1.2. Apotema membagi tali busur tegak lurus dipertengahan. 1.3. Tali-tali busur yang sama mempunyai apotema-apotema yang sama pula. 1.4. Jika dua buah tali busur dalam sebuah lingkaran mempunyai apotemaapotema yang sama, maka tali-tali busur itu sama pula.

Perlu diperhatikan dua ketentuan berikut. 1. Setiap garis tengah juga merupakan tali busur. Tetapi tidak setiap tali busur merupakan garis tengah. 2. Tali busur yang tidak melalui pusat lingkaran selalu lebih kecil dari garis tengah.

B. GARIS DAN LINGKARAN

Definisi 1.2 Garis singgung adalah garis yang mempunyai persekutuan dengan lingkaran pada dua buah titik yang berimpitan. Titik tersebut disebut titik singgung.

3

Melukis garis singgung disebarang titik pada lingkaran. 1. Menghubungkan titik yang diketahui dengan pusat lingkaran (terbentuk jari-jari ) 2. Membuat dari titik tersebut garis yang tegak lurus jari-jari. 3. Garis singgung terlukis.

Simpulan Ada 3 kedudukan garis dan lingkaran yaitu : 1. Garis memotong lingkaran, 2. Garis menyinggung lingkaran, dan 3. Garis terletak diluar lingkaran.

Definisi 1.3 Sudut antara garis dan lingkaran (yang dipotong oleh garis ini) adalah sudut yang terletak diantara garis potong ini dan garis singgung yang ditarik melalui salah satu dari titik-titik potongnya.

Oleh karena sebuah garis memotong lingkaran pada dua titik, maka berarti ada dua sudut. Akan kita buktikan bahwa sudut-sudut itu sama. Akan dibuktikan : P R A B M

C Q

Gambar 1.2 Bukti : Lihat ABM, AM = MB ABM samakaki. Jelas  BAM =  ABM PAB = Penyiku  BAM ……………… (1)

(R+r) > a > (R-r). dan N. Cara melukis garis singgung dari titik P pada lingkaran M adalah membuat lingkaran dengan PM sebagai garis tengah sehingga memotong lingkaran M yang diketahui di A dan B.4 Dua lingkaran bersinggungan jika kedua lingkaran ini mempunyai sebuah garis singgung persekutuan di sebuah titik persekutuan. dan r = jari-jari lingkaran dengan titik pusat N. AP dan BP adalah garis singgung yang ditanyakan. C. . Melukis Garis Singgung dari Sebuah Titik di Luar Lingkaran A P  M B Gambar 1. Jika diketahui dua lingkaran dengan titik pusat M. a = (R+ r). LETAK BEBERAPA LINGKARAN Definisi 1. maka garis hubung M dan N di sebut sentral. R = jari-jari lingkaran dengan titik pusat M. (2).4 CBQ = Penyiku  CBR ……………… (2) CBR = ABM (bertolak belakang)  = Penyiku  ABM …………… (3) Dari (1). 2. Jika MN= a. a = (R-r). 3. 4. Dua buah lingkaran terletak bersinggungan di luar.3 Diketahui titik P di luar lingkaran M. Dua buah lingkaran bersinggungan di dalam. dan (3) didapat  PAB =  CBQ. maka kemungkinan: 1. Dua buah lingkaran berpotongan. a > (R+ r). Dua buah lingkaran terletak di luar sesamanya.

. Dua buah lingkaran sepusat. Lihat gambar! MCN = ACB =   MCN = ACB.5 Sudut dua lingkaran yang berpotongan ialah sudut yang di buat oleh ke dua garis singgung di salah satu dari titik-titik potongnya. Definisi 1.4 ACB = sudut kedua lingkaran M dan N yang berpotongan. B C A M  N  Gambar 1. Dua buah lingkaran terletak di dalam sesamanya.5 5. 6. a = 0. sentral kedua lingkaran membagi tali busur persekutuan tegak lurus di pertengahan. a < (R-r). Teorema 1. Jadi dapat di katakan bahwa sudut dua lingkaran yang berpotongan sama dengan sudut yang di bentuk oleh kedua jari-jari di salah satu dari titik-titik potongnya.5 Pada dua buah lingkaran yang berpotongan.

R) di A. 5. Perpanjang ME hingga memotong lingkaran (M. 2. 6. Buat garis di A hingga garis tersebut tegak lurus AM.6  Sebuah garis yang menyinggung dua buah lingkaran disebut garis singgung persekutuan. . AB adalah garis singgung luar persekutuan lingkaran M dan N. GARIS SINGGUNG PERSEKUTUAN Definisi 1.5 B r 1. maka garis singgung dalam persekutuan. Tentukan E sehi ngga ME = R – r. 4.6 D.r) di B.  Jika pusat-pusat lingkaran terletak pada pihak yang sama pada garis singgug itu maka garis singgung itu dinamakan garis singgung luar persukutuan  Jika pusat-pusat lingkaran terletak sebelah menyebelah garis singgung. Melukis Garis Singgung Luar Persekutuan A E M R N Gambar 1. 3. Lukis lingkaran dengan garis tengahnya = MN. Garis tersebut memotong lingkaran (N.

.  Sudut keliling adalah sudut yang di bentuk oleh dua tali busur yang berpotongan pada keliling lingkaran.7 Melukis Garis Singgug Dalam Persekutuan E A R M r B Gambar 1.6 1.r) di B. SUDUT DAN BUSUR Definisi 1. Sudut-sudut pusat yang sama besar berdiri di atas busur yang sama. 4.  Besarnya sebuah busur lingkaran adalah besarnya sudut pusat pada busur itu. 1. Buat garis di A hingga garis tersebut tegak lurus ME hingga memotong lingkaran (N. Sudut keliling busurnya.7  Sudut pusat adalah sudut yang di bentuk oleh dua jari-jari lingkaran.7. 2. N E. Tentukan E sehingga ME = R + r. Lukis lingkaran dengan garis tengahnya = MN.6. Teorema 1. AB adalah garis singgung dalam persekutuan. Perpotongan ME dengan lingkaran (M. 3. 5. Tali-tali yang sama menahan busur-busur yang sama.R) adalah A.

Bukti :      A C B M  + D Gambar 1. sama panjangnya. Sudut yang di bentuk oleh sebuah garis singgung dan sebuah tali busur yang melalui titik persinggungan sama dengan setengah busur yang terletak di antara garis singgung dan tali busur itu.8 Akan dibuktikan:  ABC = Bukti :       +   AC B M A atau C Gambar 1.8 Teorema 1. . Tali busur AB * tali busur CD.7 Menurut teorema . Akan di buktikan: Bukti: Tariklah garis tengah AD.8.9.  Jadi  Teorema 1. Busur-busur lingkaran yang terletak di antara dua buah tali busur yang sejajar.

Jika dua buah tali busur berpotongan di dalam lingkaran. AC = BD. A= Jadi BD dan  D = AC = BD AC. BD ( S dinamkan sudut keliling dalam).10. Jadi  S = . maka sudut yang dibentuknya sama dengan setengah jumlah busur yang terletak diantara kaki-kaki sudut itu. Akan dibuktikan  S = AC + BD C A  B S D Gambar 1. C  M A Gambar 1.  AC + (sudut luar = AC.10 M Bukti : Tariklah BC S=  = + BD. SCB). Teorema 1.9 Akan dibuktikan: Bukti : Tariklah AD.9 B D  A =  D (sudut-sudut dalam bersebrangan pada garis-garis sejajar).

 A +  S atau S Jadi  S = . BD ( S dinamkan sudut keliling keluar). C D M A B Gambar 1. maka sudut yang di bentuknya sama dengan setengah selisih busur-busur yang terletak diantara kaki-kaki sudut itu.  A = AC BD.11. maka  S=  = A AC.10 Teorema 1. Akan dibuktikan:  S = AC BD.11 Tarik AD. Jika dua buah tali busur berpotongan di luar lingkaran.

Nilai x2+y2 +Ax +By +C =0 disebut kuasa titik R terhadap Lingkaran. Bentuknya umum persamaan lingkaran adalah x2+y2 +Ax +By +C =0 Dengan pusat ⌈ ⌉ dan jari-jari r =√ Posisi sembarang titik R (k. 3. B. 1) ppada lingkaran dengan persamaan x2+y2 +Ax +By +C =0 adalah : 1. Persamaan ini adalah persamaan kuadrat dengan tiga kemungkinan diskriminan (D).11 BAB II PERSAMAAN LINGKARAN A. Garis memotong lingkaran di dua titik jika D>0. yaitu: 1. 2. . ( ( ( ) di dalam lingkaran maka ) di dalam lingkaran maka ) di luar lingkaran maka . sehingga diperoleh (1+m2)x2+(2mm+A+Bm)x +(n2+ Bn +C)= 0. b) dan berjari-jari r adalah (x-a)2 +(y-b)2 = r2. KEDUDUKAN GARIS TERHADAP LINGKARAN Salah satu cara menentukan kedudukan garis g L y= mx+n terhadap lingkaran x2+ y2+Ax+By+C=0 dapat diketahui dengan mensubtitusikan persamaan garis g ke lingkaran L. PERSAMAAN LINGKARAN Persamaan lingkaran yang berpusat di titik O dan berjari-jari r adalah x2+y2 = r2 Persamaan lingkaran yang berpusat di (a.

. ) pada lingkaran yang berpusat di M (a.12 2. Garis singgung lingkaran yang berpusat di M (a. Garis menyinggung lingkaran jika D=0.b) dan Memiliki jarijari r a) Persamaan garis singgung di titik P ( berpusat di M (a. Garis di luar lingkaran jika D < 0 Catatan: Jarak titik M (x1. ) pada lingkaran yang b) Persamaan garis singgung ( )( ) ( )( di titik P ( ) . atau 3.b) dengan jari-jari r adalah c) Persamaan garis singgung di titik P ( adalah ( ) ( ) ) pada lingkaran .b) adalah ( )( ) ( )( ) . Garis Singgung lingkaran yang berpusat di O (0. y1) dengan garis g ax + by +c adalah | √ | C. ) pada lingkaran 2. PERSAMAAAN GARIS SINGGUNG LINGKARAN 1.0) Persamaan garis singgung di titik ( adalah .

b).y) adalah ( dengan ( )( ) ( √( ) ) ( ) ) .b) dan berjari-jari r adalah ( ) √ 4.13 3. Garis Singgung Lingkaran dengan Gradien Tertentu Persamaan garis singgung bergradien m pada lingkaran L yang berpusat di (a. jari-jari r. Garis Singgung Lingkaran dari Suatu Titik di Luar Lingkaran Persamaan garis singgung lingkaran dengan pusat (a. dan melalui titik (x.

1.14 BAB III PERBANDINGAN SEHARGA GARIS-GARIS DALAM LINGKARAN A. Pada ABC berlaku A D M B Gambar 3. maka tali busur ini pembaanding tengah antara garis tengah dan proyeksinya pada garis ini.1 Teorema 3. PERBANDINGAN SEHARGA GARIS-GARIS DALAM LINGKARAN Teorema 3. Pada ABC berlaku A D M B Gambar 3. dan CD  AB.2.R) AB garis tengah.R) AB garis tengah. Jika dari sebuah titik lingkaran ditarik sebuah tali busur dan sebuah garis tengah. dan CD  AB.2 . C Diketahui : lingkaran (M. Garis tegak lurus dari sebuah titik lingkaran ke garis tengahnya adalah pembanding tengah antara bagian-bagian garis tengah itu. C Diketahui : lingkaran (M.

R). maka perkalian kedua bagian pada tali busur yang pertama sama dengan perkalian bagian-bagian pada tali busur yang kedua.15 Teorema 3.4. C P A M D Gambar 3. Diketahui : Lingkaran (M. dan AB dan CD berpotongan di P. dan AB dan CD berpotongan di P. 5. Jika dua buah tali busur berpotongan di dalam lingkaran.4 . B 4.R).3 Maka berlaku PA × PB = PC × PD  B Teorema 3. Diketahui : Lingkaran (M.3. Jika dari sebuah titik di luar lingkaran ditarik dua garis potong maka perkalian bagian-bagian garis potong yang pertama sama dengan perkalian bagian-bagian garis potong yang kedua.M D A  P C Gambar 3.

2.R) dan P di luar lingkaran. Diketahui: Lingkaran (M.3. maka garis singgung ini menjadi pembanding tengah antara bagian-bagian tengah garis potong. dan negatif jika P di dalam lingkaran. 2) Jika hasil perbanyakan PA PB diberi tanda positif atau negatif . mempunyai harga konstan.4 diatas dapat juga dikatakan sebagai berikut.16 Maka berlaku PA × PB = PC × PD Teorema 3.5. Hasil perbanyakan jarak-jarak P ke titik-titik potong A dan B dari suatu garis yang berputar pada P dengan sebuah lingkaran. Jika dari sebuah titik diluar sebuah lingkaran ditarik sebuah garis potong. Hasil perbanyakan tadi ditulis ⃗⃗⃗⃗⃗⃗ ⃗⃗⃗⃗⃗ . L) dari suatu titik P terhadap lingkaran L adalah hasil perbanyakan ⃗⃗⃗⃗⃗⃗ ⃗⃗⃗⃗⃗ . Kuasa (P. 3. dan 3. C  M B A Maka berlaku P Catatan : 1) Teorema 3. maka hasil perbanyakan dianggap positif jika P diluar lingkaran. .

R) = ⃗⃗⃗⃗⃗⃗ ⃗⃗⃗⃗⃗ (⃗⃗⃗⃗⃗ – ⃗⃗⃗⃗⃗ )(⃗⃗⃗⃗⃗ (⃗⃗⃗⃗⃗ – ⃗⃗⃗⃗⃗ )(⃗⃗⃗⃗⃗ ⃗⃗⃗⃗⃗ ) ⃗⃗⃗⃗⃗ ) ( ) . r) = . Teorema 3. Kuasa sebuah titik P terhadap lingkaran (M . Bukti : Kuasa P terhadap lingkaran (M.6.7 jika sebuah lingkaran diperkalikan dengan hasilnya sebuah lingkaran yang jari-jarinya lingkaran bermula. jika P di luar lingkaran. Kuasa ini positif.6 M1 atau . maka bangun sepanjang jari-jari . dan negatif jika P di dalam lingkaran. A1 A C M O B B1 Gambar 3.17 A dan B adalah titik potong lingkaran itu dengan sebuah garis yang melalui P. B. MENGALIKAN BANGUN-BANGUN LINGKARAN Teorema 3.

8 Titik kesebangunan luar O dari dua buah lingkaran M dan M1 terletak pada kepanjangan sentral sedemikian rupa sehingga MO:M1O = r : r1. Teorema 3.9 Titik kesebangunan dalam O1 dari dua buah lingkaran M dan M1 terletak pada sentral sedemikian rupa.18 O disebut titik kesebangunan luar O1 titik kesebangunan dalam. 3. sehingga MO1 : M1 O1 = r : r1 .

dan BC = a. Gambar 4. Dari kesebangunan ini diperoleh : atau aqJadi 2R = atau 2R = luas Jadi R = . BC dan  D =  BCE = 900. = ac atau R = .AC = b.1 Akan dibuktikan : Bukti : Dari titik B telah kita tarik garis tinggi BD = tb Dan garis tengah BE = 2R. AB = c.1. Jari-jari R lingkaran luar sebuah segitiga sama dengan perkalian sisisisinya dibagi oleh 4 kali luas segitiga itu. A  O D E . LINGKARAN LUAR Teorema 4. atau Diketahui : ABC dengan lingkaran luar O. E dihubungkan dengan C.19 BAB IV SEGITIGA DAN LINGKARAN A. maka Karena  A =  E = ABD EBC. ABC. C B .

Akan dibuktikan : R Bukti : Luas Luas Luas BIC = CIA = AIB = A + F c Gambar 4. Jadi CD +      (  +   )  = +  . karena dari segitiga ini lingkaran dalam R. Jika dari sebuah ABC diketahui alas c.20 B.2 B Luas segitiga ABC = ( Luas segitiga ABC = atau Lihat gambar AF = AD BF = BE CD = CE AE + BF + CD = AD+ BE + CE AF + BF + CD = s atau AB = CD Catatan :  AIB =  atau  (   )  ) + . maka dapat kita lukiskan . Diketahui : ABC. sudut puncak C. b E D r 1 a = Luas dibagi C keliling . Jari-jari lingkaran dalam sebuah .2. kita namakan I dan jari-jari lingkaran dalam Teorema 4. dan jari-jari AIB. . LINGKARAN DALAM Titik pusat lingkaran dalam sebuah segitiga.

Lingkaran I a yang menyinggung pada BC dan mempunyai jari-jari r a . LINGKARAN SINGGUNG Lingkaran singgung suatu segitiga adalah lingkaraan yang menyinggung pada sisi segitiga itu dan pada kepanjangan-kepanjangan kedua sisi yang lain. A  D r r r B F P Q Gambar 4. Sebuah segitiga mempunyai tiga buah lingkaran singgung. 1. 2. Jadi I c terletak pada tempat kedudukan sekalian titik yang sama jauh letaknya dari kaki-kaki ABQ dan itu adalah garis bagi luar B.Telah kita buktikan bahwa I c D = I c F.21 diketahui alas sudut puncak dan tingginya. Lingkaran I b yang menyinggung pada AC dan mempunyai jari-jari r b. Setelah lukisan ABC dapat dibuat. 3. AIB dilukiskan. Lingkaran I c menyinggung pada AB yang dan mempunyai jari-jari r C  c. garis bagi luar B juga harus melalui I c .3 I c adalah titik potong garis bagi luar A dan garis bagi C. maka C. .

22 Teorema 4. Dalam ABC jari-jari lingkaran singgungnya yaitu : Akan dibuktikan : C L L L D A r F r r I B E H Gambar 4.4 Bukti : Luas Luas ACLIc ACBIc = = + Luas segiempat CAIcB = Luas segitiga ABIc = ( ) Luas ABC = ( ) .3.

bahwa Jadi ABC = ( ) ( atau ) Kesimpulan : R= .23 Telah kita buktikan.

. 3. 3. 3. . bertambah mendekati luas-luas itu semuanya. 3.24 BAB V KELILING DAN LUAS LINGKARAN A.. 3. 3.1. Luas segibanyak luar beraturan senantiasa lebih besar daripada luas lingkaran.14.14. 3. Bertambah banyak segibanyak itu. dari gambat jelas keli segidelapan beraturan lebih mendekati luaas lingkaran dari luas bujur sangkar. Ini juga terbukti dari tabel dibawah ini.. 3..82.1413. sedangkan luas segibanyak dalam beraturan lebih kesil daripada luaslingkaran. Besarnya 4 8 16 32 64 128 256 2 2.... 3.82..1517.141. 3.. KELILING DAN LUAS LINGKARAN Untuk menghitung luas sebuah lingkaran. Banyaknya sisi Luas segibanyak dalam beraturan Luas segibanyak luar beraturan 4 3.1826.0615. Ini terlihat pada gambar.1441. 3..1366.1416.1215..1403.1. 3. kita perbandingkan luas lingkaran ini dengan luas segibanyak-segibanyak beraturan yang dilukiskan di dalam dan di luar lingkaran itu. 3. 3.1422.... 3....

maka luasnya Luas sebuah tembereng lingkaran sama dengan luas juring lingkaran dikurangi dengan segitiga sama kaki.. Untuk perhitungan kita. . kita ambil : Archimedes. yang kaki-kakinya jari-jari lingkaran itu dan alasnya tali busur tembereng itu. maka apotemanya mendekati R dan keliling segibanyak itu mendekati keliling lingkaran serta luas segibanyak itu mendekati luas lingkaran.atau = . Jika sisi-sisi segibanyak itu amat banyak. Luas sebuah juring lingkaran dengan sudut 90o = luas lingkaran. Jadi lingkaran x setengah jari-jari = luas lingkaran. Luas sebuah juring lingkaran dengan sudut pusat 36o = Jika sebuah juring lingkaran dengan sudut pusat = dan panjang busurnya . dinyatakan dengan huruf yunani terukur.25 Luas lingkaran biasanya dinyatakan dengan kuadrat jari-jarinya.14. koma. = 3.1415926535897932384624338279502884197. luas lingkaran. Bilangan memperkalikan kuadrat jari-jari itu untuk memperoleh luas lingkaran. atau keliling lingkaran = . Keliling segibanyak setengah apotema = luas segibanyak. Bilangan adalah huruf yunani yang tak dapat diketahui sampai beberapa angka dibelakang = 3. telah dilakukan oleh .. Luas sebuah lingkaran dengan jari-jari R = Luas sebuah segibanyak beraturan sama dengan setengah dari perkalian apotema dan keliling segibanyak itu.

Jika terdiri dari n segitiga. Jika kita mengkonstruksikan segitiga samakaki sebanyak n buah ( mendekati luas lingkaran. tembereng ABC = Luas ABM. maka besar sudut tersebut adalah sehingga luas segitiga ) maka jumlah seluruh luas segitiga akan semakin Jadi luas n segitiga ( ) ( ) ( ) ( ) .3 Lihat gambar.26 B A m M Gambar 5. Luas lingkaran dengan pusat O jari-jari r dapat didekati dengan luas dari beberapa segitiga samakaki dengan puncak di O danpanjang masingmasing sisi sama kakinya r.

Selanjutnya disusun secara zigzag ke samping dengan menempelkan sisi jari-jari dari masing-masing juring sehingga mendekati terbentuk persegi panjang seperti terlihat pada gambar 5.6 berikut . 1.27 ( ) Jadi L = .5 dan 5. Pembuktian Rumus Luas Lingkaran dengan Menurunkan dari Rumus Luas Persegi Panjang Lingkaran dipotong-potong menjadi 8 juring. Sehingga rumus luas daerah lingkaran dapat diturunkan dari rumus luas daerah persegi panjang atau jajargenjang. PEMBUKTIAN EMIRIS RUMUS LUAS LINGKARAN Jika jari-jari lingkaran adalah r. Pembuktian rumus luas daerah lingkaran secara empiris yang lazim dilakukan adalah dengan cara memotong-motong lingkaran sehingga menjadi juring-juring kemudian membentuknya menjadi persegi panjang atau jajargenjang. dan salah satu juring dibagi 2 sama menurut jari-jari. maka rumus ukuran luas daerah lingkaran adalah L Untuk membuktikan rumus luas daerah lingkaran dapat dilakukan pembuktian secara empiris. B.

5 Jika rumus luas persegi panjang adalah L = panjang x lebar.selanjutnya disusun secara zig-zag ke samping dengan menempelkan sisi jari-jari dari masingmasing juring sehingga mendekati terbentuk peersegi panjang seperti terlihat pada gambar 5.28 Gambar 5. yaitu L = keliling lingkaran ( ) jari-jari lingkaran 2.6 Maka diperolehrumus luas lingkaran.8 berikut.8 .7 Jika rumus luasjajargenjang adalah L = alas x tinggi Maka diperoleh rumus luas lingkaran yaitu L = keliling lingkaran ( ) jari-jari lingkaran Gambar 5. Gambar 5.7 dan5. Pembuktian Rumus Luas Lingkaran dengan Menurunkan dari Rumus Luas Jajargenjang Lingkaran dipotong-potong menjadi 8 juring. Gambar 5.

11. Pembuktian Rumus Luas Lingkaran dengan Menurunkan dari Rumus Luas Segitiga Untuk membuktikan rumus luas lingkaran dengan menurunkan dari rumus luas segitiga.. Perhatikan gambar 5. 36. 49.dan seterusnya. 5.. Berikut ini lingkaran yang dipotong menjadi 4 juring (gambar 5. pandang gambar tersebut sebagaisegitiga samakaki. Gambar 5.11.segitiga samakaki tersebut adalah bentukan 16 juring darisebuah lingkaran.10 Gambar 5. Keliling lingkaran = bujur juring.atau sebanyak .10) dan menjadi 16 juring (gambar 5. kemudian disusun sedemikian rupa sehingga membentuk segitiga sama kaki.11 susunan tersebut nampak jelasbahwa susunan tersebut membentuk segitiga samakaki. . 25... keliling lingkaran.9.. 64juring. 16. lingkaran dibagi menjadi juring-juring sebanyak 4. Alas segitiga samakaki = 4 busur juring = . Akan tampak sangat jelas jika lingkaran dipotong menjadi 36.10 Gambar 5.9 Gambar 5.29 3.11 Pada gambar 5.12).9 dan 5.

32. 8.14 Gambar 5.13) dan menjadi 18 juring (gambar 5..12 dan 5.  Gambar 5.15 .11 tersebut adalah 4. . 18.13 Gambar 5.15) yang kongruen. kemudian disusun sedemikian rupa sehingga membentuk bangun belah ketupat..12 Gambar 5..30 Tinggi segtiga tersebut adalah terdiri dari 4 juring = Jika luas daerah segitiga adalah L alas tinggi. Pembutian Rumus Luas Lingkaran dengan Menurunkan dari Rumus Luas Belah Ketupat Untuk membuktikan rumus luas lingkaran dengan menurunkan dari rumus luas belah ketupat.atau sebanyak ..14 dan 5. Berikut ini lingkaran yang dipotong menjadi 8 juring (gambar 5. Maka luas pada gambar 5. lingkaran dibagi menjadi juring-juring sebanyak 2.

Maka luas pada gambar 5. 33. 72. atau 4(n+1). 11.. 12. Kemudian disusun sedemikian rupasehingga membentuk bangun trapesium samakaki. dua tingkat....31 Pada gambar 5. Pembuktian Rumus Luas Lingkaran dengan Menurunkan dari Rumus Luas Trapesium Untuk membuktikan rumus luas lingkaran dengan menurunkan dari rumus luas trapesium. dan seterusnya. pandang gambar tersebut sebagai belah ketupat. keliling. .. Jika juringjuring akan disusun satu tingkat.15 tersebut adalah 5. tiga tingkat.. Akan lebih jelas lagi jika lingkaran dibagi lebih banyak lagi sebanyak 32. atau (2n+1). Jika juring-juring akan disusun tiga tingkat. 9.. Diagonal 1 = 3 busur juring = Tinggi belah ketupat = 6 juring = Jika luas daerah belah ketupat adalah L .. maka lingkaran dibagi menjadi juring sebanyak 5. maka lingkaran dibagi menjadi juringsebanyak 8.... Berikut . lingkaran dibagi menjadi juring-juring yang dapat disusun satu tingkat.atau3(2n+30. maka lingkaran dibagi menjadi juring sebanyak 15.15 terlihat semakin jelas membentuk bangun belah ketupat. Jika juring-juring akan disusun dua tingkat. 20. Belah ketupat tersebut adalah bentukan 16 juring dari sebuah lingkaran Keliling lingkaran = bujur juring. 27. 7. 16. 21. 50.15. dan seterusnya. Perhatikan gambar 5.

16 dan 5.19) Gambar 5.16 Gambar 5.17) dan menjadi 16 juring (gambar 5. keliling. Akan lebih jelas lagi jika lingkaran dibagi lebih banyak lagi.18 dan 5. (gambar 5.19 terlihat semakin jelas membentuk bangun trapesium. keliling keliling = Tinggi trapesium = 2 juring = 2 r.19 Pada gambar 5. Jika luas daerah trapesium adalah .19 Pandang gambar tersebut sebagai trapesium Trapesium tersebut adalah bentukan 8 juring dari sebuah lingkaran.17 Gambar 5. keliling. Keliling lingkaran = Sisi a = 3 busur juring = Sisi b = 5 busur juring = Sisi a + sisi b = bujur juring.32 ini lingkaran yang dipotong menjadi 8 juring dan disusun dua tingkat.18 Gambar 5. Perhatikan gambar 5.

33 ( ) Maka luas gambar pada gambar 5.19 tersebut adalah .

terdiri dari dua buah garis sejajar dengan g dengan jarak √ M M M .K untuk titik-titik pusat lingkaran-lingkaran. yang jari-jarinya r dan memotong sebuah tali busur k dari sebuah garis g yang diketahui.K titik-titik pusat lingkaran-lingkaran yang jari-jarinya r dan menyinggung sebuah lingkaran dengan jari-jari R diluar. Tempat kedudukan adalah sebuah garis atau beberapa garis yang sekalian titik memenuhi suatu syarat yang tertentu. 2.1. T. . Beberapa tempat kedudukan lingkaran : 1. T. sedangkan titik-titik diluar garisgaris itu tidak memenuhi syarat tersebut.K untuk titik-titik pusat lingkaran-lingkaran yang melalui sebuah titik P dan jari-jarinya r adalah sebuah lingkaran dengan P sebagai titik pusat dan r jarijari 3. A C B A C B A C B Gambar 6. a.K semua titik yang berjarak sama dari sebuah titik yang diketahui. T.1 4. Lingkaran merupakan T. adalah sebuah lingkaran sepusat dengan jari-jari R+r.34 BAB VI TEMPAT KEDUDUKAN LINGKARAN-LINGKARAN Definisi 5.

lingkaran M. A C  B R M Gambar 6.3 AB adalah tali busur k dalam lingkaran M.35 b. adalah sebuah lingkaran sepusat dengan jari-jari R-r.K titik-titik pusat lingkaran-lingkaranyang jari-jarinya r dan menyinggung sebuah lingkaran dengan jari-jari R didalam. N1 R A D r N4 M  r R E r B C F N3 N2 Gambar 6. untuk C adalah sebuah . T. senantiasa MC = √ lingkaran yang sepusat dengan jari-jari √ Akibat : .K. Jadi T. Bagaimana juga letaknya tali busur AB = k dalam . Jadi MC = √ .2 5. AMB sama kaki). T. Pertengahan C adalah titik alas garis tegak lurus dari M ke AB ( BC = k dan MB = R. yang panjangnya k dan dapat ditarik dalam sebuah lingkaran yang sepusat.K pertengahan-pertengahan tali busur. yang jari-jarinya √ .

yang jari-jarinya √ 6. AM = r dan AN = R. N1. MC = r.4 Dalam lingkaran M kita tarik sebuah garis tengah AB dan titik-titik A dan B kita lingkarkan jari-jari R.K titik-titik pusat lingkaran-lingkaran yang jari-jarinya R membagi dua sama besar keliling sebuah lingkaran dengan jari-jari r. CN2 = R. jadi MN = √ . MCB ikut berputar dengan M sebagai pusat. tali busur k dalam lingkaran M merupakan garis-garis singgung pada lingkaran sepusat. dan titik pusatnya M. C akan bergerak menurut sebuah lingkaran yang jari-jarinya √ . maka kita peroleh N2 dan N3. Juga kita tarik sebuah garis tengah CD dan kita lingkarkan dari C dan D jari-jari R. TK untuk titik-titik pusat ini adalah sebuah lingkaran yang sepusat dengan jari-jari √ . CMN2 = 900.N2 . titik-titik N .36 Jika B bergerak sepanjang lingkaran. . NN1 adalah sumbu garis AB. adalah sebuah lingkaran sepusat yang jari-jarinya √ N2 A C N1 r D M B N3 R N4 Gambar 6. jadi MN2 = √ dan seterusnya sama jauh letaknya dari M. kita peroleh N dan N1. T. Jadi.  M = 900.

6 M B C1 C2 C3 Segitiga-segitiga ini sealas dan mempunyai sudut puncak yang sama. Gambar 6. . maka sudut pencak E tidak sama dengan C.37 7. C = C1 = C2 = AB. Segitiga-segitiga ABC. T.C2 terletak pada sebuah lingkaran yang melalui A dan B. ABC2 sealas C. Gambar 6. . Sekiranya sebuah titik E diluar lingkaran dan terletak disebelah atas AB dihubungkan dengan A dan B. ikut berputar. maka P adalah sebuah lingkaran yang sepusat dengan jari-jari √ .R) adalah lingkaran sepusat yang jari-jarinya √ g R M √ . yang tali bususrnya AB dan berisi sudut yang diketahui itu. T. ABC1.5 Untuk titik P sembarang MA=R dan AP=g dan  MAP = 900 Jadi MP = √ Jika A menjalani lingkaran M dan . C1 . sedangkan M tetap titik pusat. AB.K puncak-puncak segitiga yang alasnya AB dan mempunyai sudut puncak yang diketahui. A AB.K titik-titik dari mana dapat dibuat gars singgung g pada sebuah lingkaran (M. adalah busur sebuah tembereng lingkaran. 8.

38 C C M A Ditanya : T. Kita lukiskan di titik A BAD =  dan di titik A kita dirikan sebuah garis tegak lurus pada AD. AB =   DAB =  C = Tembereng ini dapat dilukiskan sebelum menyebelah garis AB.K untuk C Kita tarik AB = c danoleh karena lingkaran ini harus melalui A dan B kita lukiskan sumbu garis AB. Garis ini memotong sumbu garis AB di titik M. AB berisi 2 . M adalah titik pusat tembereng lingkaran yang dicari itu. .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->