Anda di halaman 1dari 94

MATA KULIAH

MEKANIKA REKAYASA I / STATIS


TERTENTU I
(5103-2-142-1)
OLEH
KASMAT SALEH NUR, ST
NIP. 132 310 050
DESKRIPSI SINGKAT
Mata kuliah Mekanika Rekayasa I/Statis Tertentu I
berisikan tentang pemahaman dan cara menghitung
Gaya, Reaksi dan Gaya-Gaya Dalam (Normal, Lintang
dan Momen) serta Garis Pengaruh beban berjalan
Struktur Statis Tertentu.
Mata kuliah ini diselenggarakan dalam 16 (enam
belas) kali tatap muka dalam 1 (satu) semester.
Dalam 1 (satu) semester dilakukan 1 (satu) kali ujian
tengah semester (Mid Semster) dan Ujian akhir
semester.
MANFAAT MATA KULIAH
Mekanika Rekayasa / Mekanika Teknik merupakan mata kuliah
dasar keahlian bidang Teknik Sipil yg paling utama.
Sangat mendasari dan mewarnai proses pemahaman,
penguasaan, pengaplikasian dan pengembangan berbagai mata
kuliah keahlian Teknik Sipil.
Mendasari aspek perencanaan, analisis & perancangan,
pelaksanaan (construction method & management), aspek
pengoperasian dan pemeliharaan, serta aspek evaluasi dan
repair untuk menjaga tetap berfungsinya dengan baik
infrastruktur selama umur rencana. Mata kuliah yang
berhubungan dengan dengan mata kuliah ini adalah :

STANDAR KOMPETENSI
Setelah menyelesaikan kuliah Mekanika
Rekayasa I mahasiswa dapat menghitung, dan
menggambar gaya-gaya dalam Struktur statis
tertentu akibat beban statis dan beban berjalan

KOMPETENSI DASAR
Setelah mempelajari ini diharapakan mampu :
Memahami / menjumlahkan gaya pada bidang.
Mpengertian Struktur Statis Tertentu dan mampu
membedakan Struktur yang stabil dan labil
Dmenghitung reaksi perletakan dan gaya-gaya dalam
(Normal, Lintang dan Momen) serta menggambar gaya-
gaya dalam Struktur Statis Tertentu
Dmenghitung Garis Pengaruh Reaksi Perletakan, Lintang
dan Momen untuk beban statis dan beban berjalan Struktur
Statis Tertentu..

MATERI KULIAH

GAYA
STRUKTUR STATIS TERTENTU
ANALISA STRUKTUR STATIS TERTENTU
Ujian Tengah Semester
ANALISA GARIS PENGARUH STRUKTUR
STATIS TERTENTU
Ujian Semester


SISTEM PENILAIAN
KRITERIA PENILAIAN
Kehadiran 0 %
Tugas 10 %
Quis 20 %
Ujian Mid Semester 30 %
Ujian Semester 40 %
Total 100 %
PRESENTASI NILAI
NILAI PRESENTASI
A 85 100
B 70 84,9
C 55 69,9
D 45 54,9
E 0 49,9
BAB I G A Y A

1.1 PENDAHULUAN

1.1.1 Diskripsi Singkat
Gaya yang berkerja pada bidang (2 Dimensi) meliputi jenis-jenis gaya dalam
bidang, menjumlahkan gaya secara grafis dan analitis dengan menggunakan
beberapa metode
1.1.2 Manfaat dan Relevansi
Mahasiswa dapat membedakan gaya pada bidang dan mengetahui cara
menjumlahkan gaya dengan menggunakaan beberapa metode. Relevansinya
adalah dasar bagi materi-materi selanjutnya.
1.1.3 Kompetensi Dasar
Setelah mempelajari materi ini Mahasiswa dapat memahami dan menjumlahkan
gaya dalam bidang
GAYA




F
=
Garis kerja gaya
F = 5 N
F
5 cm
Skala : 1 cm = 1 ton
1.2.1 Gaya Pada Bidang
Gaya Koplanar

Gaya Konkuren


Gaya Koliner
o
o
o
F1
F2
1.2.2 Resultan Gaya
Resultan gaya adalah perpaduan gaya-
gaya dari sejumlah gaya yang akan
memberikan efek yang sama.






F2=k1
F1=k2
R
O
o
Cara Analitis
o cos
2 1
2
2
2
1
k k k k R + + =







F2=k1
F1=k2
R
O
2
2
2
1
O
maka, 90 Jika, k k R + = = o
o
Cara Analitis
Jika gaya yang dijumlahkan cukup banyak
maka dapat dijumlahkan secara aljabar
dengan ketentuan sebagai berikut
2 2
y x
R R R + =

=
=
n
i
i i x
k R
1
coso

=
=
n
i
i i y
k R
1
sino
|
|
.
|

\
|
=

x
y
R
R
1
tan o
Dimana :
CARA GRAFIS
Yang perlu diperhatikan dalam menjumlahkan gaya
dengan cara grafis adalah skala yang menyatakan
keterwakilan garis terhadap besar gaya
CARA GRAFIS
k
1

k
2

B
O
o
R
Cara Trapesium


k
1

k
2

Cara Segitiga



CARA GRAFIS
k
1

k
2

B
O
R
k
1

k
2

CARA GRAFIS
Cara Polygon
k
1

k
2

k
3

k
4

k
1

k
2
k
3

k
4

R
O
k
1

k
2

k
3

k
4

R
O
Contoh soal
Soal
Hitunglah dengan cara grafis resultan gaya
dari gaya gaya disamping dengan data
sudut sebagai berikut : o1 = 300, o2 = 350,
dan o3 = 150
o
1

k
1
= 5 N
k
2
= 3 N
k
3
= 4 N
o
3

o
2

Penyelesaian
Cara Trapesium

o
1

o
3

o
2

o
R

k
3
= 4N
k
2
= 3 N
k
1
+ k
3

k
1
= 5 N
R = k
1
+ k
2
+ k
3

Penyelesaian
Skala yang di gunakan adalah : 1 cm : 1 N





Setelah diukur ternyata panjang resultan gaya,
R = 5,5 cm sehingga R = 5,5 N
Untuk besarnya sudut oR diukur dengan
menggunakan busur diperoleh = 46.
k
1
= 5 N
o
R

k
2
= 3 N
k
3
= 4 N
R = k
1
+ k
2
+ k
3

BAB II
STRUKTUR STATIS TERTENTU
2.1.1 Diskripsi Singkat

Struktur Statis Tertentu yang akan dipelajari adalah :
Jenis struktur dan pembebanan yakni meliputi bentuk-bentuk
pengelompokan struktur dan jenis beban berdasarkan cara kerja
beban.
Jenis dan sifat tumpuan yakni meliputi bentuk-bentuk perletakan dan
jumlah gaya yang berkerja pada perletakan;
Konsep stabil dan labil yakni meluputi cara menganalisa struktur stabil
(seimbang) atau labil (tidak seimbang); dan

2.1.2 Manfaat dan Relevansi


Manfaat materi ini adalah mahasiswa dapat
membedakan struktur statis tertentu yang stabil dan
yang tidak stabil serta memahami bentuk-bentuk
beban berdasarkan cara kerja gaya (sifatnya).

Relefansi materi ini merupakan dasar dalam
menganalisa struktur statis tertentu maupun tak
tentu serta rekayasa struktur lainnya.

2.1.3 Kompetensi Dasar

Mahasiswa memahami pengertian
Struktur Statis Tertentu dan mampu
membedakan Struktur yang stabil dan
labil.
2.2.1 Idealisasi Struktur dan
Pembebanan
Idealisasi Struktur Statis Tertentu:
Balok Sederhana (simple beam)
Balok Gerber
Kantilever
Rangka Batang Sederhana (simple truss)
Frame sederhana (simple frame)
Pelengkung 3-Sendi
Model Idealisasi Struktur
model truss 2-D
pelengkung 2-sendi
model frame 2-D
Idealisasi Struktur Balok
Sederhana
Rol
Sendi
Idealisasi Struktur Kantilever
Idealisasi Struktur Rangka
Batang
Pembebanan
Klasifikasi Pembebanan :
Beban Mati
Beban Hidup
Beban Lingkungan :
Beban Angin
Beban Gempa
Beban Salju
Beban Suhu

Beban Mati

Beban mati terdiri dari berat sendiri
komponen termasuk bagian-bagian atau
kelengkapan bangunan yang melekat
permanen kepadanya.
Contoh Beban Mati
No Macam Material Berat
1 Baja 7850 kg/m
3
2 Besi Tuang 7250 kg/m
3
3 Beton 2200 kg/m
3
4 Beton Bertulang 2400 kg/m
3
5 Batu belah, batu bulat/kali 1500 kg/m
3
6 Batu pecah 1450 kg/m
3
7 Kerikil, koral 1650 kg/m
3
8 Tanah, lempung dan lanau 2000 kg/m
3
9 Pasangan batu belah 2200 kg/m
3
10 Pasangan batu merah (bata) 1700 kg/m
3
11 Pasangan batu cetak (batako) 2200 kg/m3

12 Adukan, per cm tebal dari semen
Adukan dari kapur, semen merah tras
21 kg/m2
17 kg/m2

13 Aspal, per cm tebal 14 kg/m2

14 Dinding pasangan bata merah satu bata
Dinding pasangan bata merah setengah bata
450 kg/m2
250 kg/m2

15 Langit langit dan dinding (termasuk pengaku, tanpa penggantung) dari :
Semen asbes, tebal maksimum 4 mm
Kaca, tebal 3 4 mm

11 kg/m2
10 kg/m2

16 Penggantung langit-langit kayu 7 kg/m2

17 Atap genting, reng, usuk 50 kg/m2

Beban Hidup

Beban hidup terdiri dari beban yang tidak
menetap baik dari segi posisi, intensitas
maupun rentang waktunya.
Contoh Beban Hidup Untuk Lantai
No Macam Beban Lantai Berat
1 Lantai dan tangga rumah tinggal sederhana dan gudang-gudang tidak
penting yang bukan untuk toko, pabrik, atau bengkel berat
125 kg/m
2
2 Lantai dan tangga rumah tinggal selain yang disebut pada butir 1 200 kg/m
2
3 Lantai sekolah, ruang kuliah, kantor, pertokoan, restoran, hotel, asrama
dan rumah sakit
250 kg/m
2
4 Tangga, bordes dan selain dari yang disebut pada butir 3 300 kg/m
2
5 Lantai ruang olah raga 400 kg/m
2
6 Lantai raung dansa 500 kg/m
2
7 Lantai dan balkon interior ruang pertemuan selain yang disebut di
ubutir 1 sampai 6 seperti mesjid, gereja, auditorium, ruang rapat,
panggung penonton dengan tempat duduk menetap
400 kg/m
2
8 Tangga, bordes dan selasar dari yang disebut dalam butir 5, 6, 7 500 kg/m
2
9 Panggung penonton dengan tempat duduk tidak menetap, atau
penonton berdiri
500 kg/m
2
10 Ruang pelengkap untuk butir 3, 5, 6 dan 7 250 kg/m
2
Beban Lingkungan

Aksi beban lingkungan muncul
sebagai dampak akibat fenomena
alam yang mampu mengakibatkan
deformasi pada struktur
Pengelompokan Beban
Dari ketiga jenis beban di atas dalam
analisa struktur beban tersebut dapat
dikelompokan dalam dua kelompok beban
yakni :
Beban terpusat dalam satuan berat
Beban tidak terpusat (misalnya beban
terbagi rata dan lain-lain) dalam satuan
berat perpanjang.
2.2.1 Jenis Dan Sifat Tumpuan
Tumpuan / Perletakan Rol




Jenis dan Sifat Tumpuan
Tumpuan / Perletakan Sendi / Engsel


Jenis dan Sifat Tumpuan
Tumpuan / Perletakan Jepit



Tumpuan Turunan
Perletakan Jepit-Rol.

Sifat Tumpuan
Sifat Tumpuan / Perletakan Rol adalah hanya
mempunyai satu reaksi perletakan yakni
reaksi / gaya yang tegak lurus terhadap
perletakan / tumpuan seperti yang
diperlihatkan gambar berikut ini
Free Body
r
Sifat Tumpuan
Sifat Tumpuan / Perlatakan Sendi/Engsel
adalah memiliki dua reaksi perletakan yakni
jika diuraikan dalam sumbu vertikal (x) dan
horisontal (y) dua reaksi tersebut adalah
reaksi vertikal dan reaksi horisontal (Fx dan
Fy).

Free Body
r
1

r
2

Sifat Tumpuan
Sifat Tumpuan / Perlatakan Jepit adalah
memiliki tiga reaksi perletakan. Sehingga
perletakan ini sering disebut perletakan kaku
artinya tidak dapat mengalami stranslasi
atau perpindahan dalam semua arah dan
tidak dapat berotasi atau mengalami puaran
sudut.
Free Body
r
1

r
2

r
3

2.2.2 Konsep Stabil dan Labil
Keseimbangan Gaya Pada Bidang
adalah gaya gaya yang saling menghilangkan
(menghapus) atau bila dijumlahkan secara aljabar
akan menghasilkan 0 (nol). Bila dibuat dalam bentuk
polygon gaya maka gambar polygon gaya tertutup
(menutupi) seperti gambar dibawah ini.
k
1

k
2

k
3

k
4

2.2.2 Konsep Stabil dan Labil
Keseimbangan Gaya dan Reaksi Dalam Bidang
Tinjau sebuah benda bebas dalam ruang yang dibebani
beberapa gaya. Agar benda dalam keadaan keseimbangan,
komponen resultan dalam arah x, y dan z harus sama dengan
nol, sehingga persamaan keseimbangan statis dapat dituliskan
sebagai :



Gaya yang berkerja dalam bidang x-y, persamaannya adalah


0 ; 0 ; 0
0 ; 0 ; 0
y

= = =
= = =
Z x
z y x
M M M
F F F
0 ; 0 ; 0

= = =
Z y x
M F F
2.2.2 Konsep Stabil dan Labil
Struktur Statis Tertentu


dimana: r = jumlah reaksi perletakan/tumpuan
n = jumlah elemen/batang
Contoh

n r 3 s

r =3, n = 1,

maka 3 = 3(1),

Struktur Statis Tertentu
Struktur Statis Tak Tentu

dimana: r = jumlah reaksi perletakan/tumpuan
n = jumlah elemen/batang
Contoh
n r 3 >
r = 5, n = 1,
5 > 3(1)

Struktur Statis Tak Tentu
2.2.2 Konsep Stabil dan Labil
Struktur tidak stabil


jika seluruh reaksi
perletakan/tumpuan saling
konkuren atau pararel atau
komponen-komponennya gagal
secara mekanisme
n r 3 . 1 <
n r 3 . 2 >
Contoh Stabil dan Tidak Stabil
r = 2, n = 1,

2 < 3(1); struktur dikatakan tidak stabil r < 3n
r = 3, n = 1,

3 = 3(1); struktur dikatakan stabil r < 3n
Contoh Stabil dan Tidak Stabil
B
C
P
d
O
A
B
C
P
d
O
A
r = 3, n = 1, 3 = 3(1);
struktur dikatakan tidak stabil karena
ketiga reaksi perletakan konkuren di
titik O.
Contoh Stabil dan Labil
P
A B C
P
A
B
C
struktur dikatakan tidak stabil karena
seluruh reaksi perletakan pararel. Sehingga
struktuk akan mengalami perpindahan
arah horisontal akibat baban P
BAB III
ANALISA STRUKTUR STATIS TERTENTU
Diskripsi Singkat

Materi yang akan membahas adalah :
Pengertian gaya Normal, Lintang dan Momen
Sistem perjanjian tanda
Menghitung reaksi perletakan
Menghitung gaya gaya dalam dan
Menggambar gaya gaya dalam.
ANALISA STRUKTUR STATIS TERTENTU
Manfaat dan Relevansi :
Mahasiswa dapat menganalisa struktur statis tertentu berupa
menghitung reaksi perletakan, menghitung gaya-gaya dalam
dan menggambarkannya. Relevansi dari materi ini adalah
merupakan dasar dalam menganalisa struktur statis tak tentu
dan rekayasa struktur lainnya.
Kompetensi Dasar
Mahasiswa dapat menghitung reaksi perletakan dan gaya-
gaya dalam (Normal, Lintang dan Momen) serta
menggambar gaya-gaya dalam Struktur Statis Tertentu.

Gaya Gaya Pada Struktur
Gaya-gaya yang bekerja dalam struktur atau yang
sering disebut dengan gaya-gaya dalam, terbagi
atas :
Gaya Normal (N),
Gaya Lintang (Q),
Momen (M), dan
Torsi (T).
Akan tetapi Torsi tidak dibahas dalam materi ini.

Pengertian Gaya Normal
Gaya Normal
Gaya Normal adalah gaya dalam yang bekerja tegak lurus
penampang dan titik pusat kerja gaya pada titik berat
penampang dinama gaya itu bekerja. Gaya ini dapat juga
disebut juga gaya Aksial. Gaya ini disimbolkan dengan huruf N
dan satuannya adalah berat, misalnya N (Newton)
N
N
Free Body
N N
Elemen struktur
Pengertian Gaya Lintang
Gaya Lintang
Gaya Lintang adalah gaya dalam yang berkerja
melintang atau sejajar penampang melintang elemen
struktur dimana gaya itu bekerja. Gaya ini disimbolkan
dengan huruf Q dan satuannya adalah berat, misalnya
N (Newton)
Q
N N
Elemen struktur
Q
Free Body
N N
Q
Q
Pengertian Momen
Momen
Momen adalah perkalian gaya dengan jarak terpendek.
Jarak terpendek adalah jarak yang tegak lurus terhadap
gaya dengan titik pusat momen. Momen ini disimbolkan
dengan huruf M dan satuannya adalah N.m.
A
P
L
M
A
= PL
A
Pengertian Torsi
Torsi atau puntir adalah
3.2.2 Sistem Perjanjian Tanda
Untuk perhitungan reaksi perletakan
(sementara)

-
-
+
-
+
+
3.2.2 Sistem Perjanjian Tanda
Untuk Perhitungan Gaya Dalam (tetap)
Gaya Normal (N)



N N
N N
Gaya Tekan bertanda negatif (-)
Gaya Tekan bertanda positif (+)
3.2.2 Sistem Perjanjian Tanda
Gaya Lintang (Q)
Gaya Lintang Bertanda Negatif (-)




Gaya Lintang Bertanda Positif (+)

Q
Q
Q
Q
3.2.2 Sistem Perjanjian Tanda
Gaya Dalam Momen

Gaya Tekan bertanda negatif (-) Gaya Tekan bertanda positif (+)

Reaksi Perletakan/Tumpuan
Langkah perhitungan reaksi perletakan adalah :
Sketsa kembali
Periksa apakah struktur tersebut Statis Tertentu dan Stabil
Jika struktur tersebut Statis Tertentu dan Stabil maka misalkan arah
kerja reaksi perletakan sesuai dengan jenis perletakan dan beri nama
setiap reaksinya sesuai dengan titik dimana reaksi itu bekerja.
Uraikan semua gaya yang diperlukan (misalnya gaya yang miring dan
beban terbagi rata)
Hitung reaksi dengan menggunakan persamaan berikut :


Kontrol hasil perhitungan dengan menggunakan persamaan yang
belum pernah dipakai dalam perhitungan struktur yang sedang kita
hitung reaksi perletakannya
0 ; 0 ; 0

= = =
Z y x
M F F
Contoh Perhitungan
Soal
Hitunglah reaksi perletakan dari struktur
dibawah ini
A B
P
a
L
b = L - a
Penyelesaian




Apakah struktur statis tertentu ?
r = 3(n); 3 = 3(1), struktur statis tertentu
Apakah struktur stabil ?
r < 3(n); tidak
Apakah reaksi konkuren pada satu titik ? tidak
Apakah reaksi perletakan pararel ? tidak
Kesimpulan struktur stabil

R
A

H
A

R
B

A
B
P
a
b = L - a
C
L
Penyelesaian
A
B
P
a
R
A

b = L - a
C
H
A

R
B

L


;

= ; 0 H
A
H

= ; 0
B
M L
( )
L
a L P
=
L
Pb
=

= ; 0
A
M

= ; 0 V
0 =
A
R
P
( ) a L
A
R
B
R L a + 0 =
L
Pa
R
B
=
A
R
P
P
B
R
+ 0 =
L
Pb
P
L
Pa
+
( )
L
a L P
L
Pa
+ P 0 =
L
PL
L
Pa
+ P 0 =
L
Pa

Ok
Kontrol
0 =
0 =

Gaya Gaya Dalam Struktur Balok
Sederhana
Gaya Gaya Dalam adalah gaya yang
terjadi dalam struktur akibat gaya yang
bekerja pada struktur tersebut. Fungsi
gaya dalam adalah untuk mengetahui
besaran dan perilaku gaya yang bekerja
pada setiap titik-titik kritis atau titik-titik
lain yang diinginkan. Kegunaannya
untuk keperluar design struktur
tersebut
Contoh Soal
Soal
Hitung dan gambar gaya gaya dalam
dari struktur dibawah ini.

A
L/4
L
B
=30
o

P=qL
C
q
Penyelesiaan
Hitung Reaksi Perletakan


P
V

P
H

R=qL
H
A

R
A

R
B

=30
o

L/4
L
A
P=qL
C
q
B
L/2
P
V
= P sin 30 = qL
P
H
= P cos 30 =\3 qL

= ; 0 H
A
H
H
P =

= ; 0
B
M
L

= ; 0
A
M

H
P 0 =
A
H
qL 3
2
1
=
2
L
A
R
R
+
0 =
V
P
4
L
L
2
L
A
R qL +
0 =
4
L
qL
2
1
8
3qL
R
A
=
|
.
|

\
|
+
4
L
L
B
R L +
R
2
L
+
V
P 0 = |
.
|

\
|
+
4
L
L
B
R L
+ qL
2
L
+ 0 = qL
2
1
8
9qL
R
B
=
Penyelesaian

Kontrol






= ; 0 V
A
R
qL
+
R
B
R
V
P
0 =
8
3qL
8
9qL
+
2
qL
0 =
2
3qL

8
12qL
0 = Ok
A
L/4
L
B
=30
o

P=qL
C
q
A
H qL 3
2
1
=
8
3qL
R
A
=
8
9qL
R
B
=
P
V

L/4
L
A
=30
o

P=qL
C
q
P
H

R=qL
H
A

R
A

R
B

P
V
= P sin 30 = qL
P
H
= P cos 30 =qL
Hitung Gaya-Gaya Dalam
Gambar Gaya-Gaya Dalam
BAB IV
ANALISA GARIS PENGARUH STRUKTUR
STATIS TERTENTU
PENDAHULUAN
Diskripsi Singkat
Manfaat dan Relevansi
Kompetensi Dasar
Mahasiswa dapat menghitung Garis
Pengaruh Reaksi Perletakan, Lintang dan
Momen untuk beban statis dan beban
berjalan Struktur Statis Tertentu
BAB IV
ANALISA GARIS PENGARUH STRUKTUR
STATIS TERTENTU

Efek atau pengaruh beban bergerak terhadap
struktur dapat digambarkan dalam bentuk grafik
garis yang selanjutnya disebut Garis Pengaruh
Langkah Perhitungan :
Kerjakan beban satu satuan sejauh x pada masing-masing
interval sesuai dengan garis pengaruh yang dihitung.
Hitung reaksi dengan menggunakan prinsip keseimbangan.
Hitung besarnya garis pengaruh pada titik-titik kritis.
Gambar grafik garis pengaruh
4.2.1 Garis Pengaruh Reaksi
Perletakan
Garis pengaruh reaksi perletakan adalah suatu garis
yang menggambarkan besarnya reaksi
perletakan/tumpuan yang diakibatkan oleh beban
berjalan.
Langkah langkah perhitungan :
Kerjakan beban terpusat satu satuan pada interval tertentu
sejauh x.
Hitung reaksi perletakan dengan menggunakan prinsip-
prinsip keseimbangan (reaksi perletakan yang diperoleh
berupa persamaan linier).
Hitung reaksi perletakan pada titik- titik kritis dengan cara
memasukkan nilai-nilai x.
Gambar garis pengaruh reaksi perletakan.
Contoh soal
Contoh
Hitung Garis Pengaruh Reaksi
Perletakan RA dan RB
A
B
L
R
A

R
B

Penyelesaian
Gambar garis pengaruh reaksi
perletakan
4.2.2 Garis Pengaruh Gaya Lintang
(Q)
Langkah-langkah perhitungan :
Kerjakan beban terpusat satu satuan pada interval
tertentu sejauh x.
Hitung reaksi perletakan dengan menggunakan
prinsip-prinsip keseimbangan (reaksi perletakan
yang diperoleh berupa persamaan linier).
Hitung gaya lintang pada titik yang diharapkan
(gaya lintang yang diperoleh berupa persamaan
linier).
Hitung gaya lintang pada titik-titik kritis dengan
cara memasukan nilai x.
Gambar garis pengaruh gaya lintang
Contoh Soal
Hitung Garis Pengaruh Gaya Lintang Q
C





Penyelesaian
Perhit
Reaksi
Perletakan
2L/3
A
B
L/3
C
Perhitunga GP Gaya Lintang
Gambar GP Gaya Lintang
4.2.3 Garis Pengaruh Momen
Soal yang sama hitung Garis Perngaruh
M
C

Penyelesaian
Perhitungan GP Momen
Gambar GP Momen
4.2.4 Garis Pengaruh Reaksi Perletakan dan
Gaya Dalam Maksimum Akibat Beban
Berjalan
Langkah-langkah perhitungan :
Beban berjalan yang bekerja pada struktur dihilangkan.
Kerjakan beban terpusat satu satuan pada interval tertentu
sejauh x.
Hitung reaksi perletakan, gaya lintang dan momen dengan
menggunakan prinsip-prinsip keseimbangan (reaksi
perletakan yang diperoleh berupa persamaan linier).
Hitung reaksi perletakan, gaya lintang dan momen pada titik
yang diharapkan (momen yang diperoleh berupa persamaan
linier).
Hitung reaksi perletakan, gaya lintang dan momen pada titik-
titik kritis dengan cara memasukan nilai x.
Gambar garis pengaruh reaksi perletakan, gaya lintang dan
momen.
Kerjakan beban berjalan sedemikian hingga nilai momen yang
diperoleh maksimum.
Contoh Soal
Hitung dengan Garis Pengaruh R
A
max, R
B

max, Q
C
max dan M
C
max akibat beban
berjalan yang bergerak dari A ke B.
Penyelesaian
Hitung garis pengaruh R
A
, R
B
, Q
C
dan M
C
(Hasil berikut adalah hasil perhitungan pada contoh sebumnya)
Perhitungan R
A max

Perhitungan R
B m,ax

Perhitungan Q
C max

Perhitungan M
C max

Perhitungan M
C max