Anda di halaman 1dari 4

Menggunakan/Memanfaatkan Fasilitas dan Potensi Yang Ada di Masyarakat Masalah kesehatan pada umumnya disebabkan rendahnya status sosial

ekonomi yang akibatkan ketidaktahuan dan ketidakmampuan memelihara diri sendiri (self care) sehingga apabila berlangsung terus akan berdampak pada status kesehatan keluarga dan masyarakat juga produktivitasnya. Pentingnya peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan telah diakui oleh semua pihak. Hasil pengamatan, pengalaman lapangan sampai peningkatan cakupan program yang di kaji secara sistematik, semuanya membuktikan bahwa peran serta masyarakat amat menentukan terhadap keberhasilan, kemandirian dan keseimbangan pembangunan kesehatan. Besar dan beragamnya peran serta masyarakat dapat dilihat pada beberapa fakta berikut. Dari kajian kunjungan lapangan di berbagai daerah, terungkapnya bahwa peran serta masyarakat di wujudkan dalam bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang jenisnya sangat banyak diantaranya: A. POSYANDU (Pos pelayanan terpadu) B. DANA SEHAT C. Pos UKK(pos upaya kesehatan kerja) D. SBH (Satuan karya bakti Husada) E. POLINDES (Pondok Bersalin Desa) F. POSKESTREN (pos kesehatan pesantren) G. LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Penggunaan potensi yang ada di lingkungan masyarakat ; KADER DESA Kader Desa adalah : Tenaga sukarela yang terdidik dan terlatih dalam bidang tertentu, yang tumbuh ditengah - tengah masyarakat dan merasa berkewajiban untuk melaksanakan, meningkatkan, dan membina kesejahteraan masyarakat dengan rasa iklas tanpa pamrih dan didasari panggilan untuk melaksanakan tugas - tugas kemanusiaan. Bertitik tolak dari pengertian ini, maka kader desa adalah wakil dari masyarakat yang akan merumuskan segala hal yang menjadi kebutuhan dari masyarakat dan melakukan usaha - usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kader desa akan menjadi agent of change yang akan

membawa norma - norma baru yang sesuai dengan nilai tradisional mereka dan yang akan menggali segi - segi positif yang ada pada norma - norma tradisional masyarakat mereka. Pemberdayaan adalah bagian dari paradigma pembangunan yang memfokuskan perhatiannya kepada semua aspek yang prinsipil dari manusia dilingkungannya yakni mulai dari aspek intelektual (sumber daya manusia), yakni aspek material dan fisik, sampai kepada aspek manajerial. Pemberdayaan masyarakat terkait dengan pemberian akses bagi masyarakat, lembaga, dan organisasi masyarakat dalam memperoleh dan memanfaatkan hak masyarakat bagi peningkatan hidup social, ekonomi, politik dan kesehatan. Oleh sebab itu, pemberdayaan masyarakat amat penting untuk mengatasi ketidakmampuan masyarakat yang disebabkan oleh keterbatasan akses, kurangnya pengetahuan, dan keterampilan, adanya kondisi kemiskinan yg dialami sebagian masyarakat, dan adanya keengganan untuk membagi wewenang dan sumber daya yang berada pada pemerintah kepada masyarakat. Potensi masyarakat untuk mengembangkan kelembagaan keswadayaan ternyata telah meningkat akibat kemajuan sosila ekonomi masyarakat. Pada masa depan perlu dikembangkan lebih lanjut potensi keswadayaan masyrakat,terutama keterlibatan masyarakat pada berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan ketahanan social dan kepedulian masyarakat luas dalam memecahkan masalah kemasyrakatan.

1. Definisi a. Usaha membantu manusia mengubah sikapnya terhadap masyarakat, membantu

menumbuhkan kemampuan orang, berkomunikasi dan menguasai lingkungan fisiknya. b. Pengembangna manusia yang tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi dan kemampuan manusia mengontrol lingkungannya.

2. Langkah - langkah a. Ciptakan kondisi agar potensi setempat dapat dikembangkan dan dimanfaatkan b. Tingkatkan mutu potensi yang ada c. Usahakan kelangsungan kegiatan yang sudah ada. d. Tingkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

3. Prinsip - prinsip dalam mengembangkan masyarakat

a. Program ditentukan oleh atau bersama masyarakat. b. Program disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. c. Dalam pelaksanaan kegiatan harus ada bimbingan, pengarahan, dan dorongan agar dari satu kegiatan dapat dihasilkan kegiatan lainnya. d. Petugas harus bersedia mendampingi dengan mengambil fungsi sebagai katalisator untuk mempercepat proses.

4. Bentuk - bentuk program masyarakat a. Program intensif yaitu pengembangan masyarakat melalui koordinasi dengan dinas terkait/kerjasama lintas sektoral. b. Program adaptif yaitu pengembangan masyarakat hanya ditugaskan pada salah satu instansi/departemen yang bersangkutan saja secara khusus untuk melaksanakan kegiatan tersebut/kerjasama lintas program c. Program proyek yaitu pengembangan masyarakat dalam bentuk usaha usaha terbatas di wilayah tertentu dan program disesuaikan dengan kebutuhan wilayah tersebut

Fasilitas dan potensi yang ada di masyarakat, yaitu sumberdaya alam atau potensi desa, dan sumber daya manusia/kader kesehatan. Bidan dalam member pelayanan kepada ibu dan anak di komunitas perlu memberi pelayanan kepada ibu dan anak di komunitas perlu memerhatikan factor lingkungan berikut. 1. Lingkungan sosial. Masyarakat yang berada di dalam komunitas memiliki ikatan sosial dan budaya. Dukun penolong persalinan sangat dekat dengan masyarakat, terutama di kalangan keluarga di desa karena mereka menggunakan pendekatan sosial-budaya sewaktu memberi pelayanan. Bidan dalam memberi pelayanan kepada ibu hamil dan bersalin diupayakan tidak bertentangan dengan kebiasaan, adat istiadat, kepercayaan dan agama di masyarakat. Oleh karena itu peran masyarakat penting dalam upaya peningkatan kesehatan ibu, anak, balita, keluarga, keluarga berencana. Peran serta masyarakat ini selalu digerakkan dan ditingkatkan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan. Kondisi tingkat pendidikan dan ekonomi menentukan tingkat partisipasinya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat, semakin meningkat perhatian tersebut, menimbulkan peningkatan tuntutan masyarakat.

Kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah bersama masyaraka menentukan arah upaya kesehatan masyarakat. Pelayanan kebidanan komunitas perlu mendapat dukungan politik dari organisasi swasta atau pemerintah terutama mendukung adanya undang-undang dan pelaksanaannya. 2. Lingkungan flora dan fauna. Kebutuhan gizi manusia bergantung pada keberadaan flora dan fauna. Masyarakat dianjurkan melakukan penghijauan. Pemanfaatan pekarangan dengan tanaman bergizi dan berkhasiat akan mendukung terwujudnya kesehatan keluarga. Peternakan juga mendukung gizi manusia. Bidan yang bekerja di komunitas memerhatikan pengaruh flora dan fauna ini. Pemanfaatan hewan dan tumbuh-tumbuuhan disampaikan melalui penyuluhan kesehaatan merupakan bantuan bidan kepada masyarakat terutama pada kaum ibu. Kerja sama dengan petugas gizi dan pertanian diperlukan di dalam peningkatan gizi masyarakat.

SUMBER :

http://nofiakarunia.blogspot.com/p/menggunakanmemanfaatkan-fasilitas-dan.html http://rizkaf2.wordpress.com/2010/01/07/strategi-pelayanan-kebidanan-komunitas/ http://diar13-midyuin08.blogspot.com/2010/04/makalah-askeb-komunitas.html safrudin dan hamidah. . Kebidanan Komunitas. EGC: Jakarta.