Anda di halaman 1dari 2

Seorang dokter spesialis penyakit jantung tiba-tiba didatangi seorang pasien wanita, meimei berusia 17 tahun yang mengeluhkan

penyakit padanya. Pasien ini baru pertama kali berobat ke poli jantung setelah kurang lebih selama 3 tahun merasakan keanehan pada tubuhnya. Ketika si dokter menyanyakan keluhan-keluhannya, pasien mengatakan bahwa : 1. Dia mengalami sesak dengan frekuensi yang sering, apalagi setelah melakukan aktivitas berat, bahkan untuk naik tangga saja dia merasa lelah. Rasa sesak dan susah bernapas pada saat berbaring dan sering juga datang dengan tiba-tiba. 2. Terdapat ruam-ruam merah di beberapa tempat ditubuhnya. 3. Demam tinggi hingga 39 derajat celcius disertai radang tenggorokan yang tidak kunjung sembuh dalam waktu lebih dari 10 hari, selain itu radang tenggorokkan terus berkelanjutan hingga waktu yang tak tentu. 4. Rasa nyeri di sendi yang berpindah-pindah, Si dokter lalu memberikan resep pengobatan pertama yakni : R/ amoxicillin 500 mg untuk 10 hari Paracetamol untuk 5 hari Kemudian dokter memberikan rujukan kepada pasien untuk melakukan test pemeriksaan darah rutin, ASTO, CRP dan kultur ulasan tenggorokkan untuk kemudian pasien kembali melakukan pemeriksaan kepada dokter 3 hari kemudian. Setelah 3 hari, pasien memberikan hasil pemeriksaan kepada dokter,hasilnya berupa nilai ASTO yang mencapai 800, CRP meningkat dan dari hasil kultur ulasan tenggorokan positif terdapat bakteri streptococcus beta hemolytcus. Dokter menanyakan riwayat penyakit pasien, ternyata pasien memiliki riwayat penyakit maag dan pernah mengalami alergi terhadap antibiotik penicillin, sehingga antibiotic yang pertama diberikan tidak diminum oleh pasien. Dokter lalu mengkonsultasi pengobatan terhadap pasien kepada apoteker.

Apoteker lalu memberikan saran pengobatan : Yang pertama adalah pengobatan terhadap demam dan radang di sendi dapat diberikan cortisone atau aspirin dengan penggunaan obat yang diatur untuk mengurangi kekambuhan penyakit maag, yakni dikonsumsi sesudah makan. Kedua pengobatan terhadap bakteri dengan pemberian antibiotik, biasanya golongan obat antibiotika penicillin secara oral atau benzathine penicillin G. Pada penderita yang allergi terhadap kedua obat tersebut, alternatif lain adalah pemberian erythromycin atau golongan cephalosporin. Untuk mengatasi sakit maagnya dapat diberikan kombinasi obat golongan antasida dan ppi.