P. 1
pengembangan dan perekrutan tenaga rumah sakit

pengembangan dan perekrutan tenaga rumah sakit

|Views: 798|Likes:
Dipublikasikan oleh Mohamad Judha

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Mohamad Judha on Jun 02, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2014

pdf

text

original

RENCANA STRATEGI MANAJEMEN RUMAH SAKIT RESPATI HEALTH AND NUTRITION TAHUN 2013 - 2018

i

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, Rumah sakit Respati yang didirikan yayasan Respati dapat berdiri dan dapat mengabdikan diri kepada masyarakat melalui bidang kesehatan. Rumah Sakit adalah merupakan salah satu jaringan pelayanan kesehatan yang penting, sarat dengan tugas, beban, masalah dan harapan yang digantungkan padanya. Rumah Sakit dapat kita analogikan sebagai makhluk hidup yang harus berinteraksi dengan lingkungan yang berubah tersebut. Renstra RS Respati Health And Nutrition Center memuat Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kebijakan, Program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya, berpedoman pada rencana pengembangan jangka menengah daerah tahun 2013 – 2018 dan bersifat indikatif. Selanjutnya Renstra menjadi landasan atau pedoman bagi penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT). Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi hingga tersusunnya Renstra ini. Perlu disadari bahwa masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam penyusunan Renstra ini, oleh karena itu masukan serta saran sangat kami harapkan.

ii

DAFTAR ISI

Halaman Kata Pengantar ..................................................................................................... i

Daftar Isi .............................................................................................................. ii BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1 A. Latar Belakang ............................................................................... 1 B. Maksud dan Tujuan ........................................................................ 2 C. Landasan Hukum ........................................................................... 3 D. Hubungan Renstra 4 E. Sistematika 4 BAB II TUGAS DAN FUNGSI ...................................................................... 6 A. Struktur Organisasi ........................................................................ 6 B. Susunan Kepegawaian ................................................................... 8 C. Tugas dan Fungsi ........................................................................... 9 BAB III GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH ..................................... 10 A. Kondisi Daerah Masa Kini ............................................................ 10 B. Kondisi yang Diinginkan dan Proyeksi ke Depan ........................ 13 BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN STRATEGI ............................................ 16 A. Visi dan Misi .................................................................................. 16 B. Tujuan dan Sasaran ........................................................................ 17 C. Strategi ........................................................................................... 21 Penulisan dengan Dokumen Perencanaan Lainnya

iii

BAB V PROGRAM DAN KEGIATAN .......................................................... 23 BAB VI PENUTUP ............................................................................................ 26 Lampiran .............................................................................................................. 27 Rencana Strategi Tahun 2013 - 2015.................................................... 27 Rencana Kerja Tahun 2015 - 2017....................................................... 29 Pagu Anggaran Indikatif 2018 ............................................................. 32

iv

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Penyusunan RS Respati dilandasi oleh semangat otonomi daerah dimana pemerintah daerah berwenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintah menurut azas otonomi dan tugas pembantuan. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 4 ayat 1. Pemberian otonomi dimaksudkan untuk mempercepat proses terwujudnya

kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat. Prinsip tata pemerintahan yang baik (good governance) mengandung 3 (tiga) pilar utama yaitu ”Akuntabilitas, Transparansi dan Partisipasi” yang dijabarkan sebagai berikut : Akuntabilitas artinya penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintah dan swasta harus dapat dipertanggung jawabkan. Transparansi artinya penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintah dan swasta harus memiliki mekanisme yang jelas dan diinformasikan kepada semua pihak. Demokrasi dan partisipasi artinya fungsi-fungsi pemerintah swasta diselenggarakan tanpa mengabaikan kepentingan bersama serta melibatkan masyarakat dan pihak swasta sebagai bagian dari pilar utama kekuatan negara

5

Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kebijakan, Program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya, berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan bersifat indikatif. Renstra RSRHN tersebut dirumuskan dalam bentuk Rencana Satuan Kerja Perangkat Daerah yang memuat kebijakan, program dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.

B. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dibuatnya Renstra RSRHN adalah untuk menjabarkan RPJM (Renstra Pengembangan Jangka Menengah) yayasan Respati tahun 2013– 2018. Maka pembangunan RSRHN dalam Renstra memperhatikan RS Respati tahun 2013 – 2018. Tujuan penyusunan Renstra RS Respati tahun 2006 – 2010 adalah membuat suatu dokumen perencanaan pembangunan yang memberikan arah/ strategi pembangunan, sasaran-sasaran strategis yang ingin dicapai selama lima tahun ke depan serta memberikan arahan mengenai kebijakan umum dan program pembangunan daerah selama lima tahun ke depan. Dengan demikian maka Renstra pedoman bagi penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT). menjadi maupun

C. LANDASAN HUKUM Penyusunan Renstra dilandasi dasar hukum sebagai berikut : 1. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah 2. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional

6

3. Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2000 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah 4. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah D. HUBUNGAN RENSTRA DENGAN DOKUMEN PERENCANAAN LAINNYA Maksud dibuatnya Renstra ini adalah untuk menjabarkan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah RSRHN) di Kabupaten Semarang tahun 2013 – 2018. Selanjutnya Renstra ini menjadi landasan maupun pedoman bagi penyusunan Renja Rumah Sakit dan Rencana Kerja Tahunan (RKT).

E. SISTEMATIKA PENULISAN Renstra RS Respati terdiri dari 6 (enam) bab dan beberapa Lampiran Renstra memuat Lampiran Rencana Strategis, Lampiran Rencana Kerja serta Lampiran Penganggaran. Renstra disusun dengan sistematika sebagai berikut : Bab I : Pendahuluan, berisi tentang latar belakang serta maksud dan tujuan penyusunan Renstra , landasan hukum, hubungan Renstra dengan dokumen perencanaan lainnya, serta sistematika penulisan Bab II : Tugas dan Fungsi , berisi tentang Struktur Organisasi, Susunan Kepegawaian, Tugas dan Fungsi serta hal lain yang dianggap penting Bab III : Gambaran Umum Kondisi Daerah, berisi tentang kondisi daerah masa kini dan kondisi yang diinginkan dan proyeksi ke depan Bab IV : Berisi tentang Visi dan Misi , Tujuan dan Sasaran serta Strategi Bab V : Berisi tentang Program serta penjelasan kegiatan

Bab VI : Penutup

7

Lampiran : - Rencana Strategi - Rencana Kerja - Penganggaran

8

BAB II TUGAS DAN FUNGSI

A. STRUKTUR ORGANISASI Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengelola RSRHN sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Bupati ...............................tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Badan Pengelola, adalah unsur penunjang kesehatan di Pemerintah Daerah di bidang Kesehatan dengan Susunan Organisasi sebagai berikut : 1. Direktur 2. Sekretariat Subbag. Umum dan Perlengkapan Subbag. Kepegawaian Subbag. Keuangan Subbag. Evaluasi dan Pelaporan

3. Bidang Pelayanan Subbid. Pelayanan Medik Subbid. Pelayanan Keperawatan

4. Bidang Penunjang Subbid. Penunjang Medik Subbid. Penunjang Non Medik

5. Jabatan Fungsional Komite Medik Staf Medik Fungsional Komite Keperawatan

9

-

Instalasi

BADAN STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENGELOLA RSRHN KABUPATEN SEMARANG

DIREKTUR

KEL. JABATAN FUNGSIONAL
Komite Medik

SEKRETARIAT
Sub Bag Umum & Perlengkapan Sub Bag Kepegawaian

Staf Medik Fungsional

Komite Keperawatan

Sub Bag Keuangan Sub Bag Evaluasi & Pelaporan

Instalasi

Bidang Pelayanan

Bidang Penunjang

Sub Bid Pelayanan Medik

Sub Bid Pelayanan Keparawatan

Sub Bid Penunjang Medik

Sub Bid Penunjang Non Medik

B. SUSUNAN KEPEGAWAIAN

10

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Badan Pengelola RSRHN didukung oleh Sumber Daya Manusia sebagai berikut :
No 1 1 2 3 4 5 6 7 Jab. Struktural/ Jab. Fungsional 2 Direktur Sekretaris Kepala Bidang Kepala Sub Bagian Kepala Sub Bidang Staf Struktural Staf Fungsional Jml 3 Pangkat/ Gol. Ruang 4 Jml 5 1 1 1 1 1 1 2 1 3 4 Pendidika Jml n Terakhir 6 7 S.2 S.2 S.2 S.1 S.2 S.1 S.1 D.3 D.3 S.1 1 1 1 1 1 1 2 1 3 2

C. TUGAS DAN FUNGSI Tugas Badan Pengelola seperti yang tercantum pada Keputusan ........................ .............................. Nomor 10 Tahun 2003 adalah : Melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan serta pencegahan, dan melaksanakan upaya rujukan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan fungsi dari Badan Pengelola RS Respati adalah : 1. Pelayanan Medis 2. Pelayanan Penunjang Medis dan Non Medis 3. Pelayanan Asuhan Keperawatan 4. Pelayanan Rujukan 5. Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan

11

6. Pelaksanaan Penelitian dan Pengembangan 7. Pelayanan Administrasi dan Keuangan

12

BAB III GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

A. KONDISI DAERAH MASA KINI Secara geografis Kabupaten Semarang terletak pada .................sampai dengan ...............Lintang Selatan dan diantara ........................sampai ..........................Bujur Timur. Kabupaten Semarang memiliki luas wilayah kurang lebih 1.812,8 km2 atau ± 3,78% dari luas wilayah Propinsi Jawa tengah . Daratan wilayah kabupaten terdiri dari daratan rendah dan tinggi dengan tingkat ketinggian 0 – 25 mm seluas 50,17%, sedangkan ketinggian 25 – 100 meter seluar 45,68%, selebihnya 4,15% berketinggian di atas 100 m diatas permukaan air laut, dengan panjang garis pantai sepanjang 47 km. Batas wilayah administrative Kabupaten Semarang adalah : Sebelah Utara Sebelah Timur Sebelah Selatan Sebelah Barat : Berbatasan dengan ............ : Berbatasan dengan ...................... : Berbatasan dengan Kabupaten .................................... : Berbatasan dengan Kabupaten ........................

Tujuan pembangunan di bidang kesehatan adalah tercapainya hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum. Kesehatan adalah investasi yang mengandung makna bahwa kesehatan adalah kekayaan dan anugrah yang patut disyukuri, dijaga, dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya. Pelayanan kesehatan merupakan hak dasar bagi warga negara seperti halnya pendidikan sebagai upaya membangun sumber daya manusia. Pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap masalah kesehatan. Melalui Departemen

13

Kesehatan Pemerintah Indonesia berusaha mewujudkan Indonesia Sehat 2014, oleh karena itu Pemerintah Kabupaten telah berkomitmen untuk mewujudkan cita-cita tersebut dan berusaha mewujudkan dengan segala sumber daya yang ada. Pembangunan kesehatan di Kabupaten Semarang telah dilaksanakan melalui program-program Pelayanan Kesehatan dan Upaya Kesehatan Rujukan, Kesehatan Keluarga, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit, Penyehatan Lingkungan Pemukiman, Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Makanan dan Minuman, dan Sumber Daya Kesehatan. Untuk menunjang pelayanan di Bidang Kesehatan, Kabupaten Semarang telah melengkapi sarana dan prasarana antara lain : Pusling sebanyak 36 unit, Puskesmas 33 unit, Puskesmas Pembantu 108 unit, Polindes 238 unit, Posyandu 1.740 unit. Sumber daya manusia kesehatan yang tersedia adalah : Tenaga Medis sebanyak 142 orang, Paramedis Perawatan 891 orang, Non Paramedis Perawatan 200 orang dan Non Perawatan 382 orang, serta didukung oleh tenaga Kades Kesehatan sebanyak 7.932 orang, Rumah Sakit Swasta 3 unit, dan Rumah Sakit Daerah 1 unit, Balai Pengobatan 23 unit, Rumah Bersalin 12 unit, Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) 12 unit dan Apotik sebanyak 21 unit. Permasalahan dalam bidang kesehatan yang masih dihadapi masyarakat Kabupaten Semarang adalah : 1. Kondisi kesehatan lingkungan masih kurang memadai. Hal ini ditandai dengan masih adanya berbagai penyakit menular seperti DBD, diare, ISPA, yang menjangkiti masyarakat disebabkan faktor sanitasi lingkungan yang tidak sehat. Pemukiman masih banyak yang belum memenuhi syarat kesehatan, seperti kondisi rumah, sanitasi, sarana MCK dan ketersediaan air bersih.

14

2. Kinerja pelayanan kesehatan yang belum optimal dan mutu pelayanan kesehatan masih perlu ditingkatkan. Kinerja pelayanan kesehatan yang optimal merupakan kunci keberhasilan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Peningkatan kinerja pelayanan kesehatan selain ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan juga ditentukan oleh ketersediaan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan. 3. Masih terdapat warga miskin yang belum menikmati pelayanan kesehatan Pemerintah Kabupaten Semarang telah mengeluarkan dana penyediaan jaminan kesehatan untuk masyarakat miskin yaitu dengan JPKM. Namun penduduk miskin di Semarang pada akhir tahun 2005 sejumlah 410.400 jiwa, sedangkan jumlah penduduk 1.235.152 jiwa, dari jumlah tersebut cakupan layanan JPKM mencapai 318.429 atau 99,50%. Untuk tahun-tahun mendatang cakupan layanan tersebut akan terus ditingkatkan sehingga mencapai 100%. 4. Masih terdapat masyarakat penyandang gizi kurang dan daerah industri. Salah satu alat untuk mengukur status gizi masyarakat adalah persentase balita gizi buruk dan persentase kecamatan bebas rawaan gizi yang diukur dari kasus prevalensi Kekurangan Energi Protein (KEP) < 15%. 5. Angka kejadian kecelakaan yang tinggi Posisi dari kabupaten Semarang yang berada di lintas jalan utama antara provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah menjadikan lalu-lintas di daerah ini sangat padat, apalagi daerah tempat berdirinya RSRHN rawan akan kecelakaan sehingga memerlukan suatu sarana kesehatan yang membutuhkan penanganaan Kegawatan. Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Semarang telah menetapkan kebijakan sebagai berikut :

15

1. Penyehatan lingkungan pemukiman dan pemberantasan penyakit menular serta penanganan KLB. 2. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan pemerataan pelayanan melalui pemberian bantuan pelayanan kesehatan bagi warga miskin. 3. Peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga medis dan paramedik. 4. Penambahan penyediaan jenis obat-obat generik di puskesmas. Sedangkan program yang telah ditetapkan adalah : 1. Program peningkatan kualitas pelayanan kesehatan 2. Program peningkatan kualitas kesehatan lingkungan dan pemberantasan penyakit.

B. KONDISI YANG DIINGINKAN DAN PROYEKSI KE DEPAN Pembangunan kualitas sumber daya manusia harus dilakukan secara komprehensif, sehingga aterjadi suatu sinergi antara pembaangunan ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Oleh karena itu pembangunan kesehatan manusia merupakan agenda pembangunan wajib dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam bidang kesehatan adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat merupakan tujuan utama pembangunan kesehatan yang dapat diukur dengan indikator makro ”Meningkatnya Angka Harapan Hidup”. Tujuan tersebut dijabarkan dalam beberapa sasaran pokok sebagai berikut : 1. Meningkatnya status kesehatan masyarakat, tercermin dari : Meningkatnya angka harapan hidup karena faktor kecelakaan, menurunnya balita dengan gizi buruk, dan persentase kecamatan rawan gizi, angka kematian bayi per

16

1000 kelahiran hidup, angka kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup, menurunnya angka kesakitan TB Paru dan BDB. 2. Meningkatnya cakupan layanan kesehatan, tercermin dari : Persentase penduduk yang memanfaatkan Puskesmas dan Rumah Sakit, dan rasio Puskesmas terhadap jumlah penduduk, persentase anak sekolah yang mendapatkan layanan kesehatan, persentase KLB yang ditangani, persentase penduduk miskin yang terjangkau dalam Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat (JPKM), persentase Posyandu Purnama dan Mandiri. 3. Meningkatnya kualitas kesehatan lingkungan dan perilaku hidup sehat yanag tercermin dari : Persentase sarana rumah tangga sehat, persentase tempat-tempat umum sehat, persentase kelurahan cakupan Universal Salt Yudisation (USY), persentase penanganan kasus HIV, persentase PUS yang menjadi peserta KB aktif. 4. Meningkatnya kualitas layanan kesehatan, yang tercermin dari : Persentase institusi pelayanan kesehatan yang memiliki sarana sesuai standar, persentase sarana pelayanan kesehatan yang beroperasi sesuai dengan standar, rasio jumlah tenaga medis kesehatan dibanding jumlah penduduk, persentase tenaga medis dan pendukung yang memenuhi syarat, persentase rumah sakit yang

menyediakan 4 layanan kesehatan spesialis dasar, dan persentase tersedianya obat generik esensial. Strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut ditetapkan dalam kebijakankebijakan sebagai berikut : a. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan pemerataan pelayanan melalui pemberian bantuan pelayanan kesehatan bagi korban kecelakaan, pegawai pabrik, warga miskin. b. Peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga medis dan tenaga pendukung.

17

c. Penambahan penyediaan obat-obat generik. Adapun program yang ditetapkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah : Program upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan Program peningkatan kualitas kesehatan lingkungan dan pemberantasan penyakit, dengan kegiatan utama adalah : a. Pemberdayaan masyarakat melalui penyebarluasan informasi tentang kesehatan dan meningkatkan peran Posyandu sebagai ujung tombak pembangunan kesehatan masyarakat. b. Peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga medis melalui pelatihan, diklat dan pengiriman tenaga medis maupun paramedis untuk mengikuti pendidikan formal. c. Identifikasi kebutuhan obat dan pengadaan obat-obat generik. d. Bantuan biaya pelayanan kesehatan bagi warga miskin. e. Kegiatan perbaikan gizi masyarakat. f. Pemberantasan penyakit menular. g. Perbaikan kesehatan lingkungan. h. Penggalangan kemitraan lintas sektoral.

18

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN STRATEGI

A. VISI DAN MISI Visi Badan Pengelola RS Respati adalah merupakan cita-cita yang di masa

menggambarkan akan dibawa kemana Badan Pengelola RS Respati

mendatang dan visi selalu berpijak pada kondisi, potensi, tantangan dan hambatan yang ada. Sehubungan dengan analisis dan pendalaman tersebut, maka ditetapkanlah visi Badan Pengelola RS Respati adalah sebagai berikut : ”Terwujudnya RSRHN sebagai pilihan utama pelayanan Kesehatan dan Rujukan bagi masyarakat Kabupaten Semarang terutama masalah Trauma center dan masalah nutrisi ”. Sedangkan misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh instansi agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Dengan persyaratan misi tersebut diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepentingan dapat mengenal instansi pemerintah, mengetahui peran dan program-programnya serta hasil yang akan diperoleh di masa mendatang. Dari gambaran tersebut maka ditetapkan misi Badan Pengelola RS Respati adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit 2. Meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan sumber daya Rumah Sakit baik medis, tenaga pendukung maupun non medis. 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana Rumah Sakit. 4. Berkerja-sama instansi pendidikan dalam mengembangkan pelayanan bidang kesehatan.

19

B. TUJUAN DAN SASARAN 1. Analisa Lingkungan 1.1 Analisa Lingkungan Internal 1.1.1 Kekuatan 1) Jumlah tenaga relatif mencukupi, sehingga merupakan potensi yang dapat digerakkan apabila dikelola dengan baik. 2) Sarana dan prasarana Rumah Sakit yang relatif mencukupi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 3) Lokasi yang cukup strategis dan mudah dicapai oleh masyarakat. 4) Pola tarif retribusi pelayanan yang masih terjangkau oleh masyarakat. 5) Adanya komitmen berupa visi, misi dan tujuan dari dalam rangka memberikan pelayanan prima. 1.1.2 Kelemahan 1) Jumlah SDM relatif mencukupi namun masih perlu adanya pembinaan disiplin serta profesionalisme pegawai yang belum optimal. 2) Belum adanya sistem penjenjangan karier, penghargaan dan punishment yang mampu mendorong kinerja pegawai. 3) Dengan semakin berkembangnya IPTEK maka sarana dan prasarana yang ada perlu ditingkatkan lagi guna meningkatkan kualitas pelayanan. 4) Anggaran Belanja rutin belum mencukupi. 5) Fungsi-fungsi organisasi belum bekerja secara optimal sehingga Tupoksi belum dijalankan sepenuhnya. 1.2 Analisis Lingkungan Eksternal

20

1.2.1 Peluang 1) Dukungan Pemerintah Pusat maupun Daerah yang besar terhadap isu kemiskinan, trauma lalu-lintas dan kesehatan. 2) Makin tingginya tingkat kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan jasa pelayanan kesehatan. 3) Hubungan koordinasi yang baik dengan Puskesmas sehingga pelayanan kesehatan rujukan dari Puskesmas dapat berjalan dengan baik. 4) Mulai meningkatnya kepercayaan dari masyarakat, terutama Respati dianggap sebagai pusat penyelenggara pendidikan kesehatan yang mempunyai komitmen tinggi 5) Tersedianya kesempatan bagi tenaga kesehatan berupa dana pengembangan untuk meningkatkan profesionalismenya. 1.2.2 Ancaman 1) Makin meningkatnya tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang prima. 2) Semakin ketatnya persaingan dengan Rumah Sakit Swasta dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. 3) Masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup, kesehatan lingkungan dan gaya hidup. 4) Masih besarnya angka kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan yang mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat. 5) Kesenjangan sosial masyarakat masih tinggi. FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN

21

Untuk dapat mewujudkan Visi dan Misi RS Respati diperlukan adanya suatu rumusan yang menjadi tonggak kunci penentu keberhasilan. Berdasarkan analisis internal maupun eksternal, rumusan faktor kunci penentu keberhasilan untuk mencapai Visi dan Misi tersebut adalah sebagai berikut : a. Menciptakan SDM Rumah Sakit yang kompeten, kredibel, inovatif dan mampu berperilaku sebagai pelayan masyarakat melalui peningkatan kapasitas SDM aparatur, peningkatan system penjenjangan dan karier, serta system penempatan pegawai sesuai dengan bakat dan latar belakang pendidikan. b. Memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi untuk meningkatkan kualitas layanan dalam rangka memberikan layanan yang prima pada masyarakat. c. Mengikutsertakan masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan di bidang kesehatan. d. Meningkatkan kerjasama lintas program maupun lintas sektor serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan. 2. TUJUAN DAN SASARAN Untuk mendukung tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam RPJM, menetapkan tujuan sebagai berikut : Misi : Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama masalah kesehatan dan gizi, serta penanganan trauma . Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan diatas maka menetapkan sasaran sebagai berikut : 1. Meningkatnya cakupan layanan kesehatan Sasaran yang ditetapkan adalah : a. Meningkatnya jumlah kunjungan pasien rawat darurat

22

b. Meningkatnya jumlah kunjungan pasien rawat jalan c. Meningkatnya jumlah kunjungan pasien rawat inap d. Meningkatnya angka pemanfaatan tempat tidur (BOR) e. Meningkatnya jumlah pasien pengobatan TB dengan program DOTS f. Meningkatnya jumlah pasien maskin yang terlayani

2. Meningkatnya kualitas layanan kesehatan Sasaran yang ditetapkan adalah : a. Meningkatnya alat kesehatan/ kedokteran yang beroperasi sesuai standar b. Meningkatnya penyediaan obat esensial generik atas persediaan obat di RS c. Meningkatnya jumlah tenaga dokter spesialis

C. STRATEGI Kebijakan yang telah ditetapkan dalam RPJM adalah : 1. Penyehatan lingkungan pemukiman dan pemberantasan penyakit menular serta penanganan KLB. 2. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan pemerataan pelayanan melalui pemberian bantuan pelayanan kesehatan bagi warga miskin 3. Peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga medis dan paramedis 4. Penambahan penyediaan jenis obat-obat generik di puskesmas. Kebijakan untuk mendukung kebijakan RPJM adalah : a. Meningkatkan cakupan layanan kesehatan b. Meningkatkan kualitas layanan kesehatan Program RPJM :

23

1. Program upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan 2. Program peningkatan kualitas kesehatan lingkungan dan pemberantasan penyakit. Program untuk mendukung program Kabupaten adalah : a. Program peningkatan jumlah kunjungan pasien gawat darurat, rawat jalan maupun rawat inap serta pemanfaatan tempat tidur (BOR) b. Program pengobatan TB dengan program DOTS c. Program pelayanan pada pasien maskin d. Program peningkatan sarana dan prasarana Rumah Sakit e. Program penurunan angka kematian Bayi dan Ibu Bersalin di RS f. Program peningkatan angka kesembuhan penderita Diare dan Demam Berdarah di RS.

BAB V

24

PROGRAM DAN KEGIATAN

Program peningkatan jumlah kunjungan pasien rawat darurat, rawat jalan maupun rawat inap serta pemanfaatan tempat tidur (BOR), kegiatan utama yang akan dilaksanakan adalah : Meningkatkan mutu pelayanan dokter spesialis dan keperawatan dengan mengacu pada standart pelayanan publik, yaitu :  Prosedur pelayanan mudah  Persyaratan pelayanan mudah  Kejelasan petugas pelayanan  Kedisiplinan petugas pelayanan  Tanggung jawab petugas pelayanan  Kemampuan petugas  Kecepatan pelayanan  Keadilan mendapatkan pelayanan  Kesopanan dan keramahan petugas  Kewajaran biaya pelayanan  Kepastian biaya pelayanan  Kepastian jadwal pelayanan  Kenyamanan lingkungan  Keamanan lingkungan Meningkatkan sarana dan prasarana yang ada

25

Program penanganan biaya penanganan kasus kecelakaan yang memerlukan penanganan darurat, gelandangan psikotik, kegiatan utama yang akan dilaksanakan adalah program pelayanan pasien gawat darurat dan masalah sosial, kegiatan utama yang akan dilaksanakan adalah: Prosedur dan persyaratan pelayanan mudah dan tidak berbelit Kecepatan pelayanan Keadilan mendapatkan pelayanan

Program peningkatan sarana dan prasarana Rumah Sakit, kegiatan utama yang akan dilaksanakan adalah : Operasional dan pemeliharaan Rumah Sakit Pengadaan alat kesehatan. Kedokteran sesuai standar Keperawatan dan prosedur perawatan yang sesuai standar Pembangunan dan Rehabilitasi gedung Rumah Sakit

Program penurunan angka kematian Bayi dan Ibu Bersalin di RS, kegiatan utama yang akan dilaksanakan adalah : Meningkatkan mutu pelayanan Dokter Spesialis Anak dan Asuhan Keperawatan di ruang Neonatus Meningkatkan mutu pelayanan Dokter Spesialis Kandungan dan Asuhan Kebidanan di ruang VK Bersalin dan ruang Nifas

26

Program peningkatan angka kesembuhan penyakit Diare dan Demam Berdarah di RS, kegiatan utama yang akan dilaksanakan adalah : Membentuk tim gerak cepat penanganan dehidrasi terhadap kasus Diare di ruang Anak maupun ruang Penyakit Dalam. Membentuk tim gerak cepat penanganan kasus Demam Berdarah dengan melibatkan Dokter Spesialis Anak, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Laboratorium serta petugas (sopir Ambulance) untuk mengambil darah ke Gresik/ Surabaya bila diperlukan.

27

BAB IV PENUTUP

Program yang tercantum dalam RS Respati adalah merupakan program Kabupaten, sedangkan fungsi dibuatnya Renstra adalah merupakan penjabaran RPJM RS Respati , mengacu pada RS Respati 2013 – 2018 dengan menyesuaikan program Kabupaten berdasarkan kepentingan, tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah. Tujuan penyusunan Renstra RS Respati tahun 2013 – 2018 adalah membuat suatu dokumen perencanaan pembangunan yang memberikan arahan/ strategi pembangunan, sasaran-sasaran strategis yang ingin dicapai selama lima tahun ke depan serta memberikan arahan mengenai kebijakan umum dan program pembangunan daerah selama lima tahun ke depan. Dengan demikian maka Renstra RS Respati menjadi landasan maupun pedoman bagi penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) RS Respati . Dengan disusunnya Renstra juga sebagai pedoman untuk dilaksanakannya

monitoring dan evaluasi kinerja serta penyusunan pelaksanaan kegiatan. Adapun sistem perekrutan dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut : Mekanisme Perekrutan Tenaga Kesehatan Pada Rumah Sakit, Hal-hal yang harus dipersiapkan adalah 1. Tujuan dari perekrutan 2. Untuk apa perekrutan dilakukan 3. Syarat keahlian yang akan direkrut 4. Kebutuhan jumlah tenaga kesehatan yang direkrut 1. Tujuan perekrutan : a. Memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan (Fresh graduate, maksimal 3 tahun). i. Perawat (min usia 20 – 30 tahun) ii. Bidan

28

iii. Ahli gizi iv. Sanitasi lingkungan v. Dokter b. Memenuhi kebutuhan tenaga fungsional dalam kegiatan harian 2. Perekrutan di tingkat manajerial untuk membentuk struktur awal suatu organisasi kerja dengan kriteria a. Berusia minimal 35-40 tahun b. Pengalaman klinis sebagai pelaksana (minimal 2 tahun) c. Pengalaman manajerial ( minimal 3 tahun) d. Memiliki visi dan misi, luas dalam pengetahuan ( min S1) 3. Syarat keahlian a. Dokter : memiliki sertifikat ATLS dan BTLS, serta lulus seleksi Psikologi dan tes lain yang dipersyaratkan. b. Perawat : memiliki sertifikat minimal BTSL, memiliki ketrampilan lain misal Kardiologi Up date, wound care, dll. serta memiliki visis dan misi kedepan dan berani serta sanggup bekerja dalam tim. Syarat lain adalah lulus test yang dilakukan oleh bidang keperawatan( Skill test: “ case based situation). c. Bidan :memiliki sertifikat APN, 4. Kebutuhan jumlah tenaga kesehatan : a. Berdasar rumus Gillies maka kebutuhan tenaga berjumlah kurang lebih 75 orang perawat secara umum.
b. Untuk lebih jelas ada di proposal

29

PROPOSAL KETENAGAAN KEPERAWATAN, KEBIDANAN, DAN GIZI DI RUMAH SAKIT RESPATI HEALTH CENTER

Disusun Oleh : Tim Pengembang Rumah Sakit Respati Health And Nutrition Center Universitas Respati Yogyakarta

30

PROPOSAL KETENAGAAN KEPERAWATAN, KEBIDANAN, GIZI DI RUMAH SAKIT RESPATI HEALTH And NUTRITION CENTER

I.

LATAR BELAKANG Dinamika perubahan dalam tata dunia modern saat ini berpengaruh besar pada arah pembangunan kesehatan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, serta tuntutan profesionalisme petugas kesehatan merupakan tantangan dan peluang bagi penyelenggaraan pendidikan tinggi kesehatan yang berbasis pada temuan-temuan ilmiah (evidence based) dan pelayanan rumah sakit yang berwawasan global dan menuju Indoneia Sehat. Oleh karena itu, pendidikan tinggi kesehatan dan pelayanan kesehatan diharapkan segera berbenah untuk menyiapkan tenaga kesehatan yang kompeten dan berkualitas untuk mencapai mutu pelayanan yang prima. Upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit melalui pendekatan manajemen rumah sakit yang terintegrasi dengan mengembangkan kelembagaan institusi pendidikan kesehatan dan rumah sakit sebagai satu kesatuan yang utuh. Komponen-komponen ketenagaan SDM terdiri dari Tenaga Keperawatan, Tenaga Bidan, Sanitasi rumah sakit, Ahli Gizi Klinis, yang dituntut untuk selalu memberikan pelayanan terbaik yang paripurna bagi pasien keluarga dan masyarakat. Selain itu komponen ketenagaan harus mampu berfikir kritis, kreatif dan inovatif, untuk menghasilkan konsep-konsep dan teori-teori yang baru serta temuan-temuan ilmiah lainnya untuk menunjang pelayanan kesehatan yang maju, modern dan profesional. Disamping itu pula, dengan aktifitas riset dan pelayanan kesehatan dan keperawatan diharapkan dapat menjawab berbagai persoalan baik yang tingkatnya ringan maupun yang kompleks, baik pada tatanan akademik maupun klinik. Pada beberapa tahun terakhir, sudah banyak penelitian kesehatan dan keperawatan baik oleh dosen, praktisi maupun mahasiswa kesehatan, keperawatan dan kebidanan

31

maupun gizi sebagai bagian dari pelayanan yang seharusnya menjadi bahan kajian dalam melakukan pelayanan kepada pasien dan keluarga serta masyarakat. Namun persoalan yang sering dihadapi para praktisi klinis masih banyak yang tidak ditunjang dengan hasil penelitian di bidang kesehatan. Berkaitan dengan permasalahan tersebut diatas, maka diperlukan suatu momentum yang sifatnya aplikatif yaitu diikut-sertakannya tenaga pengajar dosen dan akademisi, yang tidak hanya melakukan kegiatannya di lingkup akademik tetapi juga di lingkup tatanan klinis yaitu rumah sakit. II. NAMA KEGIATAN Ketenagaan keperawatan, kebidanan dan pelayanan gizi Rumah Sakit Respati Health Center III. TUJUAN a. Tujuan Umum : Upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit yang paripurna melalui pendekatan manajemen rumah sakit yang terintegrasi dengan mengembangkan kelembagaan institusi pendidikan kesehatan dan rumah sakit sebagai satu kesatuan yang utuh dengan melibatkan tenaga perawat, bidan dan ahli gizi. b. Tujuan Khusus : 1. Pelayanan kesehatan masyarakat untuk mencapai Indonesia sehat dan terintegrasi dengan pelayanan yang berbasis pendidikan kesehatan. 2. Research and Developmental Kesehatan di bidang kesehatan dan keperawatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terutama sebagai pusat pelayanan kesehatan yang berfokus pada trauma dan kecelakaan.

32

3. Pelayanan kesehatan yang paripuna dari tenaga kesehatan dan keperawatan berdasarkan Ilmu dan teknologi bidang Medis, Keperawatan, Kebidanan dan Gizi. IV. KEANGGOTAAN Keanggotaan Tim pengembangan asuhan Keperawatan, Kebidanan dan Gizi adalah untuk mempersiapkan pengaturan tenaga ditatanan klinis dan serta mahasiswa yang akan diterjunkan di rumah sakit. 1. Keperawatan Mohamad Judha. Ns., M.Kep Deden Iwan S., Ns.,M.Kep Listiyana N.,Ns., MSN 2. Tim Pelayanan Kebidanan Lenna Maydianasari., M.Keb Murni S.SiT., SPd.,MSc 3. Tim Gizi Klinis dan Masyarakat Farissa Fatimah,S.Gz, MSc

V.

TUGAS A. Tim Pengembangan Keperawatan dan Kebidanan Menurut kelompok kerja dalam konsorsium ilmu kesehatan (1983), keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif, ditujukan pada individu, keluarga dan masyarakat baik yang sakit maupun yang sehat yang mencakup kehidupan manusia. Pelayanan keperawatan adalah bantuan yang diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan serta kurangnya kemauan dan kemampuan pasien untuk mel aksanakan kehidupan sehari-hari secara mandiri.

33

Dalam bidang keperawatan, pelayanan diberikan dengan mengantisipasi juga letak dari rumah sakit Respati yang berada dekat jalan utama antara Semarang dan daerah lain menuntut perawat harus menguasai penanganan pasien dengan kegawatan (harus bersertifikasi Basic Trauma Life Suport/BTLS) Dalam lingkup keperawatan terdapat pula pelayanan kebidanan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari layanan keperawatan, fokus layanan kebidanan terletak pada pelayanan KB, imunisasi, penyuluhan ibu hamil, kesehatan reproduksi, pelayanan persalinan dan masih banyak lainnya. Cara pemberian pelayanan berbentuk suatu kerja sama yang menghasilkan pelayanan kepada pasien yang bersifat terus menerus selama 24 jam/hari dan 365 hari/tahun. Dalam rangka koordinasi dan efisiensi, perlu diketahui persamaan, perbedaan maupun pemersatu dari masing-masing subsistem tersebut, sehingga dapat diwujudkan pengembangan pelayanan medik, keperawatan kebidanan dan pelayanan gizi dalam rangka peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. B. Tim Gizi klinis dan masyarakat Batasan rumah sakit adalah organisasi tenaga medis profesional yang terorganisasi serta sarana kedokteran yang permanen dalam menyelenggarakan pelayanan kedokteran, asuhan perawatan yang berkesinambungan, diagnosa, serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien. Pengelolaan pelayanan kepada pasien tidak hanya pada layanan keperawatan dan kebidanan namun layanan gizi yang efisien dan efektif merupakan syarat mutlak agar rumah sakit dapat memberi pelayanan yang optimal. Pelayanan medik dan keperawatan merupakan subsistem dari sistem pelayanan yang ada di rumah sakit. Bentuk pelayanan yang diberikan disesuaikan dengan keadaan pasien, sehingga lebih bersifat individual. Pelayanan pendukung medis seperti instalasi gizi di suatu rumah sakit merupakan suatu kegiatan yang membantu dalam upaya penyembuhan dan

34

pemulihan penderita, yang kegiatannya dapat dari usaha dapur sampai pengolahan diet bagi penderita. Dalam petunjuk tentang ukuran akreditasi rumah sakit, dinyatakan bahwa pelayanan gizi merupakan salah satu fasilitas dan pelayanan yang harus ada di rumah sakit. Bagian ini harus diatur dengan mempertimbangkan kebutuhan klinis, kebutuhan masyarakat, keamanan, kebersihan, sumber-sumber dan manajemen tepat guna. Dimana dalam proses penyembuhan pasien dibantu dengan adanya makanan yang memenuhi syarat, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Letak rumah sakit Respati yang berdiri dekat dengan pusat industri dan persimpangan antar kota merupakan kekuatan bagi rumah sakit dalam proses pengembangan, ahli gizi di rumah sakit yang ada dapat menjadi pusat rujukan bagi penerapan gizi kerja di perusahaan/ industri yang ada. VI. KEBUTUHAN PERAWAT, BIDAN, DAN AHLI GIZI Berdasarkan rumus Gillies dengan 100 tempat tidur dan BOR rata-rata 80% didapatkan hasil sebagai berikut : Ruangan IGD ICU Ruang Operasi R. P. Bedah R. P. Dalam R. Anak VK R. Maternitas Poli Klinik 4 layanan dasar Total Tempat Tidur 4 4 2 Perawat 4 9 3 Jumlah Bidan 1 1 1 1 ³ Ahli Gizi

100 3 4 117

46 4 4 70

5

3

Nb. Keseluruhan tenaga perawat dan bidan harus sertifikasi BTLS VII. Layanan Keperawatan Kebidanan dan Gizi Perawat Memberikan Bidan layanan Layanan Gizi KB, Layanan gizi klinis, Gizi

35

Gawat Poliklinik, rumah bimbingan

darurat, Rawat /Home

OK, imunisasi, penyuluhan perusahaan,

Catering,

inap, ibu hamil, kesehatan Bimbingan mahasiswa, care, mahasiswa pelayanan

Konsultasi perawatan di reproduksi, Bimbingan Konsultasi rawat jalan. mahasiswa, persalinan

klinik perusahaan VIII. Alur Pelayanan Kesehatan Pasien dari Unit radiolgis/ lab Pasien dari ICU / OK / Masalah Kesehatan Pegawai/buru h industri di lingkungan RS

Perawat/Bidan Ruang rawat

Sembuh Perawat/Bidan Pulan g Setelah pulang

36

Struktur Organisasi Rumah Sakit Respati Health and Nutrition Center Universitas Respati Yogyakarta
Direktur Rumah Sakit Dr. ………………………… Komite etik profesi

Wadir Umum

Wadir YanMed

Bagian keuangan

Bag. Diklat, Diklit, evaluasi mutu Diklat dan Diklit Evaluasi mutu dan kerjasama

Administrasi

Pelayanan penunjang

Pelayanan keperawatan, kebidanan dan Gizi

Pelayanan medis

Bag pendapatan

Umum dan kepegawaian

Sanitasi dan lingkungan Radiologi dan penunjang medis

Umum Rawat jalan Rawat inap Spesialistik

Bag pembelanjaan Akutansi

Program kerja RS

Apotik

1

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->