Anda di halaman 1dari 8

MODUL XII ANGGARAN HARGA POKOK PRODUKSI DAN HARGA POKOK PENJUALAN

7.1. HARGA POKOK PRODUKSI


Harga pokok produksi (cost of goods manufactured) ialah kalkulasi biaya produkjadi per unit yang terdiri dan unsur-unsur persediaan awal barang dalam proses ditambah biaya produksi dalam periode sekarang dikurangi persediaan akhir barang dalam proses. Kerangka pemikiran mi dapat disajikan dalam Tabel 7.1.

Keterangan Tabel 7.1: 1) Total biaya pabrik sebesar Rp 1.3 10, biaya pabrik per unit (Rp 1.3 10/1.000 unit yang diproduksi) = Rp 1,3 1, atau disebut harga pokok produksi per unit. 2) Barang yang selesai diproduksi atau harga pokok produksi (cost of goods manufactured) 950 unit, harga pokok produksi 950 x Rp 1,31 = Rp 1.244,50.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Tri Wahyono SE, MM

PENGANGGARAN

3)

Nilai persediaan awal barang dalam proses per unit Rp 110 dibagi 100 unit = Rp 1,10, sedangkan nilai persedian akhir barang proses per unit Rp 1,31.

7.2. HARGA POKOK PENJUALAN


Harga pokok penjualan (cost of goods sold) ialah kalkulasi biaya barangjadi yang siap dijual yang unsurnya terdiri dan persediaan awal barangjadi ditambah barangjadi yang selesai sekarang dikurangi persediaan akhir barangjadi. Kerangka pemikiran mi dapat disajikan dalam Tabel 7.2.

Keterangan Tabel 7.2: 1) Total biaya barangjadi yang siap dijual Rp 1.323,70(1.060 unit), biaya pabrik per unit (Rp 1.323,70/1.060 unit = Rp 1,24877, atau disebut harga pokok penjualan per unit. 2) Barang yang dijual atau harga pokok penjualan (cost of goods sold) 1.010 unit, harga pokoknya 1.010 x Rp 1,24877 = Rp 1.261,26. 3) Nilai persediaan awal barangjadi per unit Rp 79,20 dibagi 60 unit = Rp 1,32, sedangkan nilai persedian akhir barang jadi per unit Rp 1,24877.

7.3. ILUSTRASI KOMPREHENSIF

HARGA

POKOK

PRODUKSI

Menyusun anggaran harga pokok produksi harus dimulai dan menyusun anggaran penjualan baik dalam unit maupun dalam nilai rupiah, kemudian dilanjutkan menyusun anggaran produksi dalam unit. Setelah diketahui anggaran produksi dalam unit, dilanjutkan untuk menyusun anggaran

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Tri Wahyono SE, MM

PENGANGGARAN

bahan baku (pembelian dan penggunaan), anggaran biaya tenaga kerja atau anggaran upah buruh, dan anggaran biaya overhead pabril Contoh, PT ABC, rencana penjualan: Produk X 60.000 unit @ Rp 200, Y 40.000 unit @ Rp 250. Proyeksi Persediaan: Awal: X 20.000 unit, Y 8.000 unit Akhir: X 25.000 unit, Y 9.000 unit. Penjualan dibayar tunai 70% dan sisanya kredit. Data yang tersedia antara lain sebagai berikut:

Keterangan Tabel 7.3: Upah Buruh: Untuk membuat satu unit produk X membutuhkan waktu 2 jam, tarifRp 12 dan Y 3 jam tarifRp 16. Biaya Overhead Pabrik: Tarif berdasar jam tenaga kerja langsung, tarifvariabel Rp 8 per jam, tarif tetap Rp 12 per jam; dan tariftetap sebesar 20% adalah beban penyusutan aktiva tetap pabrik. Asumsi: Pembelian material dibayar tunai 50%, sisanya kredit. Persediaan barang jadi produk X awal period Rp 125.000 (1.000 unit) dan akhir 500 unit, untuk produk Y Rp 90.000 (500 unit) dan akhir 400 unit.

73.1. Penyajian Anggaran Harga Pokok Produks PT ABC


Dalam menyusun anggaran harga pokok produksi dan harga pokok penjualan dimulai dan menyusun anggaran penjualan dalam unit volume penjualan dan dalam nilai penjualan, kemudian dilanjutkan menyusun anggaran produksi dalam unit, anggaran kebutuhan bahan baku, anggaran pembelian bahan baku, anggaran biaya tenaga kerja, anggaran biaya overhead pabrik, anggaran harga pokok produksi dan anggaran harga pokok penjualan. Tahap-tahap tersebut dilakukan seperti berikut mi.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Tri Wahyono SE, MM

PENGANGGARAN

Keterangan Tabel 7.4: 1) Penjualan tunai 70% x Rp 22.000.000 = Rp 15.400.000/penerimaan kas 2) Piutang dagang 30% x Rp 22.000.000 Rp 6.600.000

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Tri Wahyono SE, MM

PENGANGGARAN

Keterangan Tabel 7.7: Jumlah pembelian = (5.628.000 + 1.280.000 + 126.000) =

7.034.000 kas Pembelian kredit 50% x Rp 7.034.000 = Rp 3.5 17.000 Pembelian tunai 50% x Rp 7.034.000 = Rp 3.517.000/pengeluaran

Keterangan Tabel 7.8: Seluruh upah buruh dibayar tunai

Keterangan Tabel 7.9: Penyusutan diperhitungkan 20% x Rp 5.060.000 Bop per kas 80% x Rp 5.060.000 = Rp 1.012.000 = Rp 4.048.000

Dibayar tunai 80% x Rp 4.048.000 = Rp 3.238.400/pengeluaran kas BOP terhutang = Rp 809.600

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Tri Wahyono SE, MM

PENGANGGARAN

Keterangan Tabel 7.11 1) Total biaya barang jadi yang siap dijual Rp 8.055.000 (66.000 unit), biaya pabrik per unit (Rp 8.055.000/66.000 unit = Rp 122,04545, atau disebut harga pokok penjualan per unit. 2) Barang yang dijual atau harga pokok penjualan (cost of goods sold) 85.500 unit, harga pokoknya 65.500 x Rp 122,04545 = Rp 7.993.977. 3) Nilai persediaan awal barangjadi per unit Rp 125.000 dibagi 1.000 unit = Rp 125, sedangkan nilai persedian akhir barangjadi per unit Rp 122,04545.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Tri Wahyono SE, MM

PENGANGGARAN

Keterangan Tabel 7.12 1) Total biaya barangjadi yang siap dijual Rp 7.716.000 (41.500 unit), biaya pabrik per unit (Rp 7.716.000/41.500 unit = Rp 185,92771, atau disebut harga pokok penjualan per unit. 2) Barang yang dijual atau harga pokok penjualan (cost of goods sold) 41.100 unit, harga pokoknya 41.100 x Rp 185,92771 = Rp 7.641.629. 3) Nilai persediaan awal barangjadi per unit Rp 90.000 dibagi 500 unit = Rp 180, sedangkan nilai persedian akhir barangjadi per unit Rp 185,92771.

LATIHAN DISKUSI PT Mahajaya Rencana penjualan: Produk X 65.000 unit @ Rp 250, Y 45.000 unit @ Rp 300. Proyeksi Persediaan: Awal: X 20.000 unit, Y 10.000 unit Akhir: X 15.000 unit, Y 9.000 unit. Penjualan dibayar tunai 70% dan sisanya kredit. Data yang tersedia antara lain sebagai berikut:

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Tri Wahyono SE, MM

PENGANGGARAN

Upah Buruh: Untuk membuat satu unit produk X membutuhkan waktu 2 jam, tarifRp 15 danY5jam tarif Rp 20. Biaya Overhead Pabrik: Tarifberdasarjam tenaga kerja langsung, tarifvariabel Rp 10 perjam, tarif tetap Rp 15 per jam; dan tariftetap sebesar 20% adalah beban penyusutan aktiva tetap pabrik. Asumsi: Pembelian material dibayar tunai 50%, sisanya kredit.

Persediaan barang jadi produk X awal period Rp 130.000 (1.000 unit) dan akhir 500 unit, untuk produk Y Rp 100.000 (500 unit) dan akhir 400 unit. Diminta untuk membuat anggaran harga pokok produksi dan harga pokok penjualan.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Tri Wahyono SE, MM

PENGANGGARAN