Anda di halaman 1dari 30

Cognitivism

Pertemuan-5

Bersiap-siaplah, Bismillah Wa tawakkal alallah

Pendekatan Kognitif
Pendekatan ini lebih menekankan arti penting proses internal, mental manusia,
Dalam pandangan para ahli kognitif, tingkahlaku manusia yang tampak tak dapat diukur dan diterangkan tanpa melibatkan proses mental, seperti: motivasi,kesengajaan, keyakinan, dsb.

ALIRAN KOGNITIVISME ( 1880- )


Pandangan tentang teori ini meliputi kemampuan atau mengatur kembali dari susunan pengetahuan melalui proses kemanusiaan dan penyimpanan informasi satu pandangan tentang cara manusia belajar. Idea utama aliran ini adalah proses mental yang dikenali sebagai skema. Skema akan menentukan bagaimana data dan informasi yang diterima akan difahami oleh otak. Jika informasi baru cocok dengan skema, maka informasi itu diterima. Jika tidak informasi itu ditolak atau skema diubah/disesuaikan. Penggerak utama aliran ini ialah Jean Piaget.

Fahaman & Aliran Psikologi


ALIRAN KOGNITIVISME ( 1880- )

DLL

Motivasi

Pemikiran manusia

Kem. belajar

KAJIAN

Persepsi & penanggapan

Kematangan metakognisi

Kognisi

Ahli-ahli Psikologi Gestalt


AHLI-AHLI PSIKOLOGI KOGNITIVISME

Max Wertheimer 1880 - 1943

Wolfgang Kohler 1887 - 1967

Kurt Koffka

1886-1941

Jean Piaget ( 1896 - 1980)

Lev Semenovich Vygotsky ( 1896 1934)

Robert Mills Gagn (1916 2002)

Jerome S. Bruner (1915- ) David Ausubel (1918 -)

Jean Piaget

( 1896 - 1980)

Pendapat Jean Piaget mengenai perkembangan proses belajar pada anak-anak adalah sebagai berikut :
1. Anak mempunyai struktur mental yang berbeda dg org dewasa. Mrk bukan mrpkan org dewasa dlm bentuk kecil, mrk mempunyai cara yg khas utk menyatakan kenyataan & utk menghayati dunia sekitarnya. Maka memerlukan pelayanan tersendiri dalam belajar. 2. Perkembangan mental pada anak melalui tahap-tahap tertentu menurut suatu urutan yang sama bagi semua orang.

3. Walaupun berlangsungnya tahap-tahap perkembangan itu melalui suatu urutan tertentu, tetapi jangka waktu untuk berlatih dari satu tahap ke tahap yang lain tidaklah selalu sama pada setiap anak. 4. Perkembangan mental anak dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu : a. kemasakan b. pengalaman c. interaksi sosial d. equilibration LINGKUNGAN proses dari ketiga faktor diatas bersama-sama utk membangun & memperbaiki struktur mental

Piaget membagi 4 tingkat perkembangan kemampuan otak untuk berpikir (cognitif)

1. 2. 3. 4.

Sensor motor (umur 2 tahun) Pre Oprasional (umur 2-7 tahun) Konkret Oprasional (umur 7-11 tahun) Format Oprasional (umur 11 tahun keatas)

Skema sensor adalah prilaku terbuka yang bersifat jasmaniah yang tersusun secara sistematis dalam diri bayi/anak yang merespon lingkungan.
Sedangkan skema kognitif adalah tatanan tingkah laku untuk memahami & menyimpulkan lingkungan yang direspon. Ada dua macam kecakapan kognitif siswa yang amat perlu dikembangkan segera, khususnya oleh guru, yakni : 1. Strategi belajar memahami isi materi pelajaran 2. Strategi meyakini arti penting isi materi pelajaran dan aplikasinya serta menyerap pesan-pesan moral yang terkandung dalam materi pelajaran

Teori Piaget ini beberapa hal dapat dibenarkan. Namun juga ada perkecualian bahwa ada anak pada level usia sama tapi kognisinya berbeda. Pada usia 7 11 anak-anak sudah bisa menggunakan logika, siswa mudah belajar jika konsep pelajaran konkrit, jangan abstrak.

PROFESIONAL

Misalnya menghitung dengan bantuan jari-jari tangan. Tapi sayang di Indonesia untuk pendidikan setingkat Sekolah Dasar, siswa diarahkan pada belajar abstrak. Akibatnya pelajaran tidak membekas di memori anak,
GURU

justru saat ini sedang trend diluar jam pelajaran anak-anak kursus matematika dengan bantuan sempoa. Peralatan ini akan memudah-kan anak belajar, dan hasil pelajaran akan tersimpan lama dalam memori anak. Rupanya ada kesenjangan dalam belajar antara dunia SD dengan dunia kursus, padahal untuk setingkat SD belajar konkrit sangat bagus untuk perkembangan kognisi siswa. Untuk itu para praktisi pendidikan perlu juga menyimak model belajar Dr. Maria Montessari yang menggunakan metode belajar konkrit dengan bantuan alat-alat belajar.

TAHAPAN BELAJAR
Proses asimilasi penyatuan informasi baru ke struktur kognitif yg ada

Jean Peaget
3 Proses Belajar:

Proses akomodasi penyesuaian struktur kognitif ke dlm situasi baru

Proses equilibrasi penyesuaian berkesinambungan antara asimilasi dan akomodasi

JEROME S BRUNER

1915

Jerome Bruner (perkembangan mental, kebermaknaan)

enactive (manipulasi obyek langsung) iconic (representasi gambar) Symbolic (manipulasi simbol)

Didalam proses belajar bruner mementingkan partisipasi aktif dari tiap siswa, dan mengenal dengan baik adanya perbedaan kemampuan Dalam proses belajar, siswa perlu diberi kesempatan untuk menemukan suatu aturan melalui contoh-contoh
MEDIA

TAHAPAN BELAJAR
Tahapan Informasi
(tahap penerimaan materi) Berupa: menambah, memperhalus, memperdalam

Jerome S. Bruner
Barlow (1987)
3 Episode Proses Belajar:

Tahapan Transformasi
(tahap pengubahan materi) Dianalisis, dan Diubah

Tahapan Evaluasi
(tahap penilaian materi) Memahami, memecahkan masalah yg dihadapi

Untuk meningkatkan proses belajar perlu lingkungan yang dinamakan "discovery learning envionment" ialah lingkungan yang dimana siswa dapat melakukan eksplorasi, penemuan-penemuan baru yang belum dikenal atau pengertian yang mirip dengan yang sudah diketahui. Dalam tiap lingkungan selalu ada bermacammacam masalah, hubungan-hubungan dan hambatan yang dihayati oleh siswa secara berbeda-beda pada usia yang berbeda pula.

Contoh dalam lingkungan banyak hal yang dapat dipelajari siswa, hal mana dapat digolongkan menjadi:
Anactive: seperti belajar naik sepeda, yang harus didahului dengan bermacammacam keterampilan motorik. Iconic: seperti mengenal jalan yang menuju ke pasar. Mengigat dimana bukunya yang penting diletakkan. Seperti mengunakan kata-kata, mengunakan formula.

Dalam belajar guru perlu memperhatikan 4 hal: mengusahakan agar semua siswa berpastisipasi aktif, minatnya perlu ditigkatkan kemudian perlu bimbing untuk mencapai tujuan itu. menganalisis struktur materi yang akan diajarkan, dan juga perlu disajikan secara sedarhana. Sehingga mudah dimengerti oleh siswa. menganalisis sequence. Guru mengajarkan berarti membimbing siswa melalui urutan pertanyaanpertanyaan dari suatu masalah, sehingga siswa memperoleh pengertian dan dapat mentransfer apa yang sedang dipelajari. memberi reinforcement dan umpan balik (feed-back) penguat yang optimal terjadi pada waktu siswa mengetahui bahwa "ia mengemukakan jawabannya.

DAVID AUSUBEL

1918

Teori belajar ausubel yang dapat diterapkan pada proses pembelajaran:


Advance organizer yang banyak diterjemahkan sebagai pengaturan awal (Dahar,199 ), dan entry behavior pengetahuan siap Abin syamsuddin 1999); Diferensiasi progessif yang menentukan proses pembelajaran yang berlangsung dari umum ke khusus; superoodinat yang merupakan pengenalan terehadap konsep-konsep yang telah dipelajari sebelumnya sebagai unsur-unsur dari suatu konsep yang lebih luas; penyesuaian interaktif yang merupakan upaya untuk mengatasi dan mengurangi terjadinya pertentangan kognitif dalam proses pembelajaran.

Belajar Bermakna
Proses belajar terjadi bila siswa mampu mengasimilasikan pengetahuan yg dimiliki dg pengetahuan baru/bermakna Proses belajar terjadi melalui tahap-tahap : 1) memperhatikan stimulus yg diberikan 2) memahami makna stimulus 3) menyimpan dan menggunakan informasi yg telah dipahami

Ausubel (Meaningful instructionpembelajaran bermakna)

Bahan pelajaran akan lebih mudah dipahami jika bahan itu dirasakan bermakna bagi siswa Kebermaknaan: sesuai dengan struktur kognitif, sesuai struktur keilmuan, memuat keterkaitan Seluruh bahan (ihtisar/resume/rangkuman/ ringkasan/bahan/peta) Peta konsep adalah bagan / struktur tentang keterkaitan seluruh konsep secara terpadu / terorganisir (herarkhis, distributive/menyebar)

Prinsip teori belajar kognitif


Pelajaran akan lebih mudah diingat dan dipahami kalau disusun secara logis Susunan materi dari hal yang simpel ke hal yg komplek Materi pelajaran yg baru harus dihub. dg pengetahuan lama yg telah dikuasai siswa Peka thd perbedaan kemampuan setiap siswa. (Hartley & Davies, 1978)

Kritik terhadap teori kognitivisme Teori ini dianggap sulit dipraktikkan dlm PBM, sebab kita tidak mungkin memahami struktur kognitif setiap siswa. Contoh aplikasi dlm kegiatan instruksional a. menentukan tujuan-tujuan instruksional b. memilih materi pelajaran c. menentukan topik yang dipelajari d. menentukan dan merancang kegiatan belajar e. mempersiapkan pertanyaan untuk didiskusikan f. mengevaluasi proses dan produk/hasil

Honey dan Mumford membagi siswa menjadi empat macam


Aktif (yg suka melibatkan diri pd pengalaman baru) Flektor (yg banyak membuat pertimbangan hati-hati sebelum bertindak) Teoritis (yg suka menganalisis, berteoti, berfikir rasional Pragmatis (yg menaruh perhatian besar pada aspek praktis)

A flow diagram of the memory system. Shiffrin & Atkinson, 1969). Reprinted from Miller (1997).

INDAH PADA WAKTUNYA"


Aku pernah meminta setangkai bunga mawar yg segar kepada Allah tapi Ia malah memberi kaktus yang berduri... Aku juga pernah meminta seekor binatang mungil yg lucu dan cantik kepada Allah tapi Ia malah memberiku ulat berbulu aku sempat sedih,kecewa,marah,protes dan berfikir betapa tidak adilnya khdupan ini Namun kemudian aku tersadar ketika meliha kaktus itu berbunga indah sekali dan sejenak kulihat ulat itupun tumbuh dan berubah menjadi seekor kupu kupu yg cantik kini aku sadar itulah Jalan Allah semua akan menjadi INDAH PADA WAKTUNYA" itulah makna kesolehan IBRAHIM, ketaatan ISMAIL dan keikhlasan SITI HAJAR...