Anda di halaman 1dari 3

Pada praktikum transformasi genetic ini dilakukan pembuatan sel kompeten E.

coli strain DH5 alpha dan transformasi plasmid DNA. Transformasi genetik adalah proses introduksi gen dari satu organisme ke organisme lain yang memungkinkan untuk memunculkan sifat harapan tanpa mengubah sifat lain. Transformasi genetik merupakan salah satu metode yang dapat dimanfaatkan untuk mempelajari regulasi gen, identifikasi fungsi gen, pengujian metabolisme, mempelajari fisiologi serta perkembangan tanaman. (Wibowo, 2002) Sebelumnya telah dilakukan pembuatan sel kompeten oleh asisten sehingga pada praktikum kali ini praktikan tinggal melakukan transformasi DNA plasmid. Sel Kompeten (Competent Cells, CC, C-Cells) adalah sel (bakteri atau yeast) yang telah mengalami perubahan dalam hal tingkat permeabilitasnya. Artinya membran sel dari bakteri atau yeast tersebut mampu dilewati oleh plasmid DNA, sehingga DNA yang telah masuk tersebut akan bertambah dan bertambah seiring pembelahan sel mikroba tersebut. Larutan yang . kami gunakan CaCl2. Fungsi penambahan CaCl2 pada pembuatan sel kompeten ini belum diketahui secara jelas. Namun CaCl2 mempengaruhi dinding sel dan mungkin berperan dalam pengikatan DNA pada permukaan sel. Literatur yang sama menyebutkan bahwa penyerapan DNA secara nyata sebenarnya dipengaruhi oleh perlakuan kejut panas(Utomo,2005)

Sedangkan pengertian dari DNA plasmid adalah merupakan wadah yang digunakan untuk kloning gen, sehingga DNA plasmid harus di pisahkan dari DNA kromosom. DNA plasmid mempunyai ukuran yang jauh lebih kecil daripada DNA kromosom.. Supernatan yang mengandung DNA plasmid, RNA dan protein yang tersisa dipisahkan. Kemudian ditambahkan RNase dan protese untuk mendegradasi RNA dan protein. Akhirnya DNA plasmid dapat dipresipitasi menggunakan etanol. (Suharsono dan Widyastuti, 2006) Untuk menyeleksi keberhasilan proses transformasi ke media agar-agar LB ditambahkan IPTG (50 l dan X-Gal (50 g ). Bakteri transforman disebar di atas media agar-agar LB dan diinkubasi selama 12-16 jam pada suhu 37 C. Kontrol positif dibuat dengan menyebar bakteri transforman pada media agar-agar LB yang diberi suplemen antibiotik
o o

ampisilin.

Plasmid

yang

telah

dikonstruksi

ditransformasikan kedalam sel E. coli DH5 kompeten dengan melakukan heat shock pada suhu 42 C. Membran E. coli DH5 yang permeabilitasnya dikondisikan

dengan konsentrasi Ca

2+

(dari CaCl2) akan membuka dan plasmid yang telah

dikonstruksi diharapkan dapat masuk ke dalam sel (Snyder dan Champness 2003 Dengan adanya antibiotik ampisilin sel yang tidak mengandung plasmid yang ditransformasikan tidak akan tumbuh karena tidak memiliki gen penyandi resistensi terhadap ampisilin. Untuk Sel yang mengandung plasmid yang membawa sisipan DNA akan berwarna putih pada media karena gen lacZ pada plasmid tidak dapat mengekspresikan protein subunit dari -galaktosidase. Sedangkan sel yang mengandung plasmid yang tidak membawa sisipan DNA akan berwarna biru. Hal ini disebabkan oleh ekspresi gen lacZ yang dibawa oleh plasmid menghasilkan protein subunit dari -galaktosidase (Sambrook dan Russell 2001). Hasil pertumbuhan bakteri yang ditransformasikan pada media LB yang ditambahkan ampisilin dan X-gal dapat dilihat pada Gambar hasil di depan. Dari situ dapat dilihat bahwa tidak ada ada koloni yang tumbuh. Sehingga transformasi genetic yang dilakukan tidak berhasil. Hal ini mungkin terjadi akibat sel yang ditumbuhkan tidak mengandung plasmid yang ditransformasikan sehingga tidak akan tumbuh karena tidak memiliki gen penyandi resistensi terhadap ampisilin

Sambrook J, Russell DW. 2001. Molecular Cloning a Laboratory Manual. 3 ed. New York: Cold Spring Harbor Laboratory Press.

rd

Satria, Heri. 2009. STUDI PENGGUNAAN INDIKATOR X-GAL DALAM KLONING GEN PADA Escherichia coli DH5 (Study of X-gal indicator uses on gene cloning in Escherichia coli DH5). Seminar Hasil Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat. Unila Suharsono dan widyastuti,u.2006.penuntun praktikum pelatihan pengklonan

gen.bogor: ipb Utomo, Setyo Dwi.2005. Pengaruh L-Sistein terhadap Efisiensi Transformasi Genetik Jagung (Zea mays) Menggunakan Agrobacterium . Bul. Agron. (33) (3) 7 16

Wibowo, 2002, Tranformasi Fragmen Dna Kromosom Xanthomonas Campestris Ke Dalam Escherichia Coli, MAKARA, SAINS, VOL. 6, NO. 1