Anda di halaman 1dari 16

Adrianus: Hubungan internasional atau hubungan antarbangsa merupakan interaksi manusia antarbangsa baik secara individu maupun kelompok,

dilakukan baik secara langsung maupun secara tidak langsung dan dapat berupa persahabatan, persengketaan, permusuhan ataupun peperangan. Ada tiga macam pola hubungan antar bangsa, yaitu penjajahan suatu bangsa atas bangsa lain, ketergantungan suatu bangsa atas bangsa lain dan hubungan sama derajat. 1. Pola Penjajahan Penjajahan pada hakekatnya adalah penghisapan oleh suatu bangsa atas bangsa lain yang ditimbulkan oleh perkembangan paham kapitalis, di mana negara penjajah membutuhkan bahan mentah bagi industrinya dan juga pasar bagi hasil industrinya. Inti dari penjajahan ini adalah penguasaan wilayah bangsa lain. 2. Pola Ketergantungan Umumnya terjadi pada negara-negara berkembang yang karena kekurangan modal dan tekhnologi untuk membangun negaranya, terpaksa mengandalkan bantuan negara-negara maju yang akhirnya mengakibatkan ketergantungan pada negara-negara maju tersebut. Pola hubungan ini dikenal sebagai neo-kolonialisme (penjajahan dalam bentuk baru). 3. Pola Hubungan Sama Derajat Pola hubungan ini sangat sulit diwujudkan, namun merupakan pola hubungan yang paling ideal karena berusaha mewujudkan kesejahteraan bersama, sesuai dengan jiwa sila kedua Pancasila, yang menuntut penghormatan atas kodrat manusia sebagai makhluk yang sederajat tanpa memandang ideologi, bentuk negara ataupun sistem pemerintahannya. Politik luar negeri bebas aktif yang kita pilih menghindarkan bangsa kita jatuh ke paham kebangsaan yang sempit atau Chauvinisme yang mengagung-agungkan bangsa sendiri namun memandang rendah bangsa lain. Juga menghindarkan paham Kosmopolitisme yang memandang seluruh dunia sebagai negeri yang satu dan sama sehingga mengabaikan negeri sendiri. Dalam menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif ini bangsa Indonesia menjalin pergaulan dan kerjasama antar bangsa, dipimpin oleh presiden sebagai kepala negara.Dalam melakukan kerjasama dan hubungan internasional ini presiden dibantu oleh departemen luar negeri yang dipimpin seorang menteri luar negeri, para duta dan konsul yang diangkat presiden untuk negara-negara lain serta duta-duta dan konsul-konsul negara lain yang diterima oleh presiden. Hak mengangkat duta dan konsul ini sesuai dengan Pasal 13 Undang-Undang Dasar 1945 dipegang oleh presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPR. Dalam menerima duta dan konsul negara lain, presiden juga harus meminta persetujuan dari kepala negara asal duta dan konsul tersebut dalam bentuk Surat Kepercayaan (lettre de credance).

Hubungan dan kerjasama antar bangsa muncul karena tidak meratanya pembagian kekayaan alam dan perkembangan industri di seluruh dunia sehingga terjadi saling ketergantungan antara bangsa dan negara yang berbeda.Karena hubungan dan kerjasama ini terjadi terus menerus, sangatlah penting untuk memelihara dan mengaturnya sehingga bermanfaat dalam pengaturan khusus sehingga tumbuh rasa persahabatan dan saling pengertian antar bangsa di dunia. Suatu negara dapat mengadakan kerja sama antar negara atau hubungan internasional, manakala telah diakui kemerdekaan dan kedaulatannya baik secara de facto maupun de jure oleh negara lain. Hubungan antar negara merupakan salah satu hubungan kerjasama mutlak diperlukan, karena tidak ada satu negara pun di dunia yang tidak bergantung kepada negara lain. Ketergantungan inilah yang menuntut diperlukannya hubungan antarnegara. Dalam pelaksanaan hubungan antar negara perlu dilandasi dengan prinsip persamaan derajat dan didasarkan pada kemauan bebas dalam melaksanakan hubungan tersebut. Arti penting hubungan internasional bagi suatu negara antara lain karena faktor-faktor sebagai berikut : Faktor internal : Yaitu adanya kekhawatiran terancam kelangsungan hidupnya baik melalui kudeta maupun intervensi dari negara lain. Faktor eksternal : a. Yaitu ketentuan hukum alam yang tidak dapat dipungkiri bahwa suatu negara tidak dapat berdiri sendiri, tanpa bantuan dan kerjasama dengan negara lain. Ketergantungan tersebut, terutamadalam upaya memecahkan masalah-masalah ekonomi, politik, hukum, sosial budaya, pertahanan dan keamanan. b. Untuk membangun komunikasi lintas bangsa dan negara guna mewujudkan kerjasama yang produktif dalam memenuhi berbagai kebutuhan yang menyangkut kepentingan nasional negara masing-masing. c. Mewujudkan tatanan dunia baru yang dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan dan perdamaian yang abadi bagi warga masyarakat dunia. Hubungan kerjasama antar negara (internasional) di dunia diperlukan guna memenuhi kebutuhan hidup dan eksistensi keberadaan suatu negara dalam tata pergaulan internasional, di samping demi terciptanya perdamaian dan kesejahteraan hidup yang merupakan dambaan setiap manusia dan negara di dunia. Setiap negara sudah barang tentu memiliki kelebihan, kekurangan dan kepentingan yang berbeda. Hal-hal inilah yang mendorong dilakukannya hubungan dan kerjasama internasional. Kerjasama antar bangsa di dunia didasari atas sikap saling menghormati dan saling menguntungkan. Kerjasama internasional antara lain bertujuan untuk :

Memacu pertumbuhan ekonomi setiap negara. Menciptakan saling pengertian antar bangsa dalam membina dan menegakkan perdamaian dunia. Menciptakan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyatnya. Ada berbagai sarana yang dapat dipergunakan oleh negara-negara dalam melakukan hubungan internasional, yaitu: diplomasi, propaganda, hubungan ekonomi dan militer. 1. Diplomasi Diplomasi merupakan seluruh kegiatan untuk melaksanakan politik luar negeri suatu negara dalam hubungannya dengan bangsa dan negara lain. Diplomasi dapat bersifat bilateral (melibatkan dua negara) atau multilateral (melibatkan lebih dari dua negara). Instrumen diplomasi ada dua yaitu deplu yang berkedudukan di ibukota negara, merupakan otaknya dan perwakilan diplomatik yang berkedudukan di ibukota negara penerima yang merupakan panca indera dan penyambung lidahnya. Dalam mewakili negara dan bangsanya, seorang diplomat memiliki tiga fungsi dasar yaitu sebagai lambang, sebagai wakil yuridis yang sah sesuai hukum internasional dan sebagai perwakilan politik, sedangkan tugas seorang diplomat dapat dibagi menjadi empat fase pokok diplomasi, yaitu: perwakilan (representation), perundingan (negotiation), laporan (reporting) dan perlindungan kepentingan bangsa, negara, dan warga negaranya di luar negeri. 2. Propaganda Propaganda adalah usaha sistematis untuk mempengaruhi pikiran, emosi dan tindakan suatu kelompok demi kepentingan masyarakat umum. Ada dua hal yang membedakan diplomasi dan propaganda: a. b. Propaganda ditujukan kepada rakyat negara tersebut, bukan pemerintahnya. Propaganda dilakukan hanya demi kepentingan negara pembuat propaganda.

3. Ekonomi Hubungan internasional melalui sarana ekonomi tidak mutlak dilakukan oleh pemerintah, swasta pun dapat berperanan besar, baik selama masa damai maupun dalam situasi perang. Semua negara terlibat dalam hubungan ekonomi untuk mendapatkan barang yang tidak dapat diproduksinya sendiri. Keuntungan lainnya dari perdagangan internasional adalah diperolehnya suatu barang melalui sistem produksi yang paling efisien dan murah. 4. Kekuatan Militer dan Perang Berlawanan dengan ekonomi, bidang militer benar-benar dikuasai oleh pemerintah. Bidang militer sangat mempengaruhi diplomasi karena memiliki kekuatan militer yang tangguh akan menambah rasa percaya diri, sehingga bisa mengabaikan ancaman-ancaman dan tekanan lawan yang dapat

mengganggu kepentingan nasionalnya. Kekuatan militer diperlihatkan dalam parade militer di harihari nasional untuk menggertak dan memperingatkan negara-negara lawan sehingga perang dapat dihindarkan. Perang adalah pilihan terakhir.

Bellinda: Hubungan internasional adalah hubungan kerjasama yang terjalin antara dua negara atau lebih, yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan bersama atau kepentingan nasional, baik di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, hankam, dan berbagai bidang lain. Pola-pola hubungan internasional: a. Pola Penjajahan Penjajahan adalah perampasan bangsa yang dilakukan oleh suatu bangsa terhadap bangsa lain. Penjajahan merupakan bentuk perampokan dan pelanggaran hak asasi manusia secara besarbesaran. Penjajahan terjadi akibat adanya paham kapitalis, dimana bangsa-bangsa besar merampas kekayaan alam yang dimiliki oleh bangsa-bangsa yang sedang berkembang. Hal ini disebabkan karena bangsa-bangsa penjajah membutuhkan bahan mentah bagi perindustrian mereka, untuk memenuhi kebutuhan perindustrian mereka itu, mereka menguasai wilayah bangsa lain. b. Pola Ketergantungan Ketergantungan adalah kondisi dimana satu pihak selalu membutuhkan pihak lain dalam memenuhi kepentingannya. Pola ketergantungan umumnya digunakan oleh negara-negara berkembang untuk melakukan pinjaman modal kepada negara-negara maju, hal ini dikarenakan negara-negara berkembang kekurangan modal dan tekhnologi untuk membangun negaranya, sehingga mereka terpaksa untuk meminta bantuan pada negara-negara maju. Karena negaranegara berkembang sering melakukan pinjaman modal kepada negara-negara maju, menyebabkan negara-negara berkembang sangat bergantungan pada negara-negara maju tersebut. Pola hubungan ketergantungan ini dikenal sebagai neo-kolonialisme atau penjajahan dalam bentuk baru. c. Pola Hubungan Sama Derajat: Pola hubungan sama derajat ini berusaha untuk mencapai kesejahteraan bersama, sehingga pola hubungan ini merupakan pola paling ideal bagi bangsa-bangsa yang ingin melakukan kerjasama. Akan tetapi, pola hubungan ini sangat sulit diwujudkan, karena pola hubungan ini menuntut penghormatan atas kodrat manusia sebagai makhluk yang sederajat tanpa memandang ideologi, bentuk negara ataupun sistem pemerintahannya. Hubungan kerjasama antar bangsa dilakukan karena ketidakmerataan sumber daya alam dan perkembangan industri yang dimiliki seluruh bangsa di dunia. Hal ini menyebabkan munculnya ketergantungan antar bangsa yang satu dan bangsa yang lain. Karena adanya ketregantungan ini, bangsa-bangsa di seluruh dunia saling bekerjasama dan kerjasama ini terjadi secara terus-menerus. Oleh sebab itu, memelihara dan mengatur kerjasama sebaik mungkin sangat diperlukan untuk menumbuhkan rasa persahabatan antar bangsa di dunia, sehingga kerjasama untuk mencapai kesejahteraan bersama dapat terwujud. Hubungan kerjasama antar bangsa ini sangat diperlukan seluruh negara untuk mencapai stabilitas nasional dan memenuhi kebutuhan bangsa dalam segala bidang.

Sarana hubungan internasional: a. Diplomasi Diplomasi adalah kegiatan bernegosiasi yang dilakuakan seorang diplomat yang biasanya mewakili sebuah negara atau organisasi. Diplomasi berupa seluruh kegiatan untuk melaksanakan politik luar negeri suatu negara dalam hubungannya dengan bangsa dan negara lain. Diplomasi dapat bersifat bilateral (antara dua negara) atau multilateral (antara lebih dari dua negara). Diplomat bisanya berkedudukan di ibukota negara. Diplomat dalam mewakili bangsanya, memiliki tiga fungsi dasar yaitu sebagai lambang, sebagai wakil yuridis yang sah sesuai hukum internasional dan sebagai perwakilan politik. Tugas seorang diplomat dapat dibagi menjadi empat fase pokok diplomasi, yaitu: sebagai perwakilan (representation), melakuakan perundingan (negotiation), membuat laporan (reporting) dan memberikan perlindungan terhadap kepentingan negara, bangsa, dan warga negaranya yang berada di luar negeri. b. Propaganda Propaganda adalah rangkaian pesan secara sistematis yang bertujuan untuk mempengaruhi pendapat, pikiran, emosi, dan kelakuan atau tindakan masyarakat atau sekelompok orang demi kepentingan masyarakat umum. Propaganda tidak menyampaikan informasi secara obyektif, tetapi memberikan informasi yang disusun untuk mempengaruhi pihak yang mendengar atau melihatnya. Propaganda ditujukan kepada rakyat suatu negara, bukan ditujukan pada pemerintahnya. c. Ekonomi Hubungan internasional dibidang ekonomi tidak hanya dapat dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga dapat dilakukan oleh swasta. Semua negara di seluruh dunia bekerjasama dibidang ekonomi untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat diproduksi sendiri. Keuntungan dari adanya perdagangan internasional adalah untuk memperoleh barang-barang melalui sistem produksi yang paling efisien dan paling murah. d. Kekuatan Militer dan Perang Bidang militer hanya dikuasai oleh pemerintah, tidak dapat dikuasai swasta. Bidang militer membawa pengaruh besar untuk diplomasi karena jika negara memiliki kekuatan militer yang tangguh, akan lebih menambah rasa percaya diri negara, sehingga ancaman-ancaman dan tekanan lawan yang dapat mengganggu kepentingan nasional dapat dikalahkan. Kekuatan militer suatu negara biasanya diperlihatkan dalam parade militer di hari-hari nasional untuk memperingatkan negara-negara lawan akan adanya kekuatan militer yang dimiliki sehingga perang antar negara dapat dihindarkan. Perang adalah pilihan terakhir yang dapat diambil oleh suatu negara.

Catherine: Hubungan internasional adalah kegiatan interaksi yang dilakukan oleh dua negara atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu suatu negara sesuai kebutuhan masing-masing dan juga kepentingan bersama. Hubungan ini terjadi ketika dua negara atau lebih sepakat menjalin kerja sama dalam bidang tertentu, seperti ekonomi, teknologi, pariwisata, dll. Hubungan internasional dilaksanakan dengan prinsip persamaan derajat, didasari pada kemauan bebas dan persetujuan dari beberapa negara yang akhirnya mengarah ke sebuah kerja sama internasional. Hubungan internasional dapat terjadi baik secara individu maupun kelompok. Pada tingkat individu, dua orang dari negara yang berlainan mengadakan kontak langsung ataupun kontak tidak langsung (melalui media komunikasi, seperti e-mail, telepon, dll.) dan hubungan kerja sama. Contohnya turis yang datang ke suatu negara, pelajar yang belajar di negara lain, atlet yang bertanding di negara lain, dst. . Selain itu, hubungan internasional juga terjadi antar lembaga atau kelompok yang memiliki tujuan bersama yang ingin dicapai. Contohnya hubungan kerja sama antar perusahaan, kerja sama antar lembaga sosial, dll. Hubungan kerja sama antar kelompok ini juga dapat terjalin karena kontak langsung dan tidak langsung. Pola-pola Hubungan Internasional: 1. Pola Penjajahan (Imperialistis) Pola hubungan antarnegara yang bersifat imperialistis terjadi ketika dalam hubungan tersebut tidak terjadi kerja sama, melainkan eksploitasi satu negara terhadap negara lain. Pola semacam ini terjdai secara meluas selama abad-abad penjajahan negara-negara Asia, Afrika, dll. oleh negara-negara Eropa. Contoh : antara bangsa Eropa dengan masyarakat Indonesia pada masa penjajahan, dimana pola hubungannya lebih bersifat atasan dan bawahan. Pola Ketergantungan (Dependensi) umumnya terjadi pada negara-negara berkembang yang karena kekurangan modal dan teknologi untuk membangun negaranya, terpaksa mengandalkan bantuan negara-negara maju yang akhirnya malah mengakibatkan ketergantungan pada negara-negara maju tersebut. Pola ini juga dikenal sebagai penjajahan dalam bentuk baru (neo-kolonialisme). Contoh : perusahaan multinasional yang beroperasi di negara-negara dunia ketiga yang sangat merugikan negara di dunia ketiga. Pola Kesetaraan (Independensi) Pola ini sangat sulit diwujudkan, namun merupakan pola yang paling ideal karena berusaha mewujudkan kesejahteraan bersama, sesuai dengan sila ke-2 Pancasila, yang menuntut penghormatan atas kodrat manusia sebagai makhluk yang sederajat tanpa memandang ideologi, bentuk negara, ataupun sistem pemerintahannya. Pola ini menempatkan negara-negara sebagai pihak yang setara. Artinya, tidak ada satu negara pun di dunia yang merasa atau menganggap diri lebih tinggi daripada negara yang lain. Sebuah negara boleh lebih maju dan modern secara ekonomi atau lebih kuat dalam aspek pertahanan dan keamanan tetapi faktor ini tidak memosisikan negara itu menjadi lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan negara lain. Kesederajatan tidak ada hubungan dengan dengan keunggulan atau kelemahan ekonomi. Contoh : Amerika Serikat

2.

3.

mengirim pasukannya ke Irak untuk menghentikan rezim Saddam Husein yang diduga mengembangkan senjata pemusnah massal. Sampai sekarang pun tentara A.S. dan sekutunya tetap berada di Irak, sehingga menyebabkan rakyat Irak kehilangan tempat tinggal dan sanak saudara serta menghambat sektor ekonomi Irak.

Arti Penting dan Manfaat Hubungan Internasional: memacu pertumbuhan ekonomi setiap negara menciptakan saling pengertian antar bangsa dalam membina dan menegakkan perdamaian dunia menciptakan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyatnya menciptakan hidup berdampingan secara damai dan adil dengan bangsa dan negara lain membangun solidaritas dan sikap saling menghormati antar negara membantu bangsa lain yang terancam eksistensinya sebagai akibat dari pelanggaran atas hak-hak yang dimiliki.

Sarana-sarana Hubungan Internasional: 1. Diplomasi merupakan seluruh kegiatan politik luar negeri suatu negara dalam hubungannya dengan bangsa dan negara lain. Kegagalan dalam melaksanakan diplomasi dapat menyebabkan peperangan dan membahayakan perdamaian dunia. Diplomasi dapat dilakukan dengan cara-cara seperti ajakan, kompromi, atau ancaman kekerasan. Diplomasi dapat bersifat bilateral (melibatkan 2 negara) atau multilateral (melibatkan lebih dari 2 negara). Ada dua instrumen diplomasi, yaitu : Departemen Luar Negeri yang berkedudukan di ibukota negara yang merupakan otak dan Perwakilan Diplomatik yang berkedudukan di ibukota negara penerima yang merupakan panca indera dan penyambung lidahnya. Ada 4 fase pokok diplomasi, yaitu : perwakilan (representation), perundingan (negotiation), laporan (repoting), dan perlindungan kepentingan bangsa, negara, dan warga negara di luar negeri. Propaganda adalah usaha sistematis berupa informasi untuk mempengaruhi pikiran , emosi, dan tindakan suatu kelompok demi kepentingan masyarakat umum. Tujuannya untuk mempengaruhi opini atau perilaku orang secara aktif, bukan sekedar menyampaikan fakta mengenai sesuatu. Propaganda dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai alat, seperti : poster, iklan TV, pamphlet, spanduk, buku, dll. Ada 2 hal yang membedakan diplomasi dan propaganda : 1. Propaganda ditujukan kepada rakyat suatu negara, bukan pemerintahannya. 2. Propaganda dilakukan hanya demi kepentingan negara pembuat. 3. Ekonomi Setiap negara memiliki kepentingan ekonomi yang berbeda-beda, terutama dalam hal kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Tidak semua negara memiliki bahan mentah yang dibutuhkan

2.

untuk menjalankan industri. Karena itu, negara-negara membangun kerja sama untuk mencukupi kebutuhan ini melalui sistem produksi yang paling efisien dan murah. Kerja sama melalui sarana ekonomi ini juga dibangun untuk kepentingan pasar. Globalisasi menuntut keterbukaan pasar karena ideologi liberalisasi ekonomi, namun, negara tetap wajib melindungi pasar dalam negeri sambil terus mengembangkan potensi pasar luar negeri. Hubungan melalui sarana ekonomi ini tidak mutlak dilakukan oleh pemerintah, swasta pun dapat berperan besar. 4. Kekuatan Militer Berlawanan dengan ekonomi, sarana militer ini benar-benar mutlak dikuasai oleh pemerintah. Kerja sama militer memang memiliki kepentingan politik yang ingin dicapai, misalnya 1) untuk menanamkan pengaruh militer suatu negara di wilayah tertentu di negara lain (aspek geopolitik dan geostrategi) dan 2) untuk memasarkan teknolog-teknologi militer tertentu suatu negara seperti senjata, pesawat tempur, mobil perang, dll. Contoh kerja sama dengan menggunakan sarana militer dapat dilihat dari adanya latihan militer bersama. Bidang militer ini sangat mempengaruhi diplomasi. Kekuatan militer diperlihatkan dalam parade militer di hari-hari nasional untuk menggertak dan memperingatkan negara-negara lawan sehingga perang dapat dihindarkan.

Justian: Hubungan Internasional merupakan segala jenis hubungan yang terjadi di antara dua atau lebih negara. Hubungan dapat dilakukan oleh individu-individu maupun antara beberapa lembaga/perusahaan, dan dapat berupa hubungan kerjasama, ketergantungan, ancaman, permusuhan, hingga hubungan pertukaran barang, jasa, maupun informasi untuk kepentingan negara masing-masing. Secara umum terdapat 3 pola hubungan internasional yang terjadi di dunia: a) Hubungan Penjajahan Hubungan ini melibatkan satu negara penjajah dan negara-negara yang dijajah dalam keadaan sedemikian sehingga negara penjajah memiliki hak atau kemampuan untuk mengontrol, memaksa, dan memanfaatkan negara-negara terjajah sesuai kehendak. Hubungan ini banyak terjadi pada masa kolonialisme di mana negara-negara maju Eropa menjajah bangsa-bangsa yang lebih lemah di belahan dunia lain untuk mengambil keuntungan dari tenaga kerja dan sumber daya alam negeri terjajah. b) Hubungan Ketergantungan Hubungan ketergantungan dikatakan terjadi pada dua negara apabila kelangsungan hidup suatu negara bergantung penuh pada bantuan dari negara yang satunya lagi. Secara normal, semua negara memang saling membutuhkan bantuan dan kerjasama dari satu sama lain, namun pada kondisi ini ketergantungan yang terjadi cenderung besar dan berat sebelah, antara lain kontribusi satu negara terhadap negara lain sangat besar dibandingkan kontribusi baliknya. c) Hubungan Sama Derajat Hubungan ini merupakan jenis hubungan antar negara yang paling ideal di mana semua negara mengambil derajat yang sama rata antar satu sama lain sehingga tidak ada negara yang berposisi lebih tinggi sehingga dapat memaksa negara lain atau berposisi lebih rendah sehingga harus bergantung penuh pada negara lain. Hubungan antar negara dapat diumpamakan sebagai hubungan antar manusia. Hubungan antar manusia sangat penting karena manusia tidak dapat hidup sendiri, melainkan harus dalam kelompok manusia yang saling menunjang kelangsungan hidup satu sama lain. Demikian jugalah berlaku untuk negara, yang merupakan kumpulan manusia dalam skala besar. Suatu negara tidak dapat disebut negara yang sah apabila tidak memiliki 4 unsur utama, dan salah satunya adalah pengakuan dari negara-negara lain bahwa negara tersebut ada dan berdaulat. Dengan demikian, hubugan internasional itu sendiri adalah syarat adanya suatu negara. Bila ditinjau secara ekonomi, hubungan internasional sangat penting bagi suatu negara karena satu negara tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhannya sendirian; kebutuhan ini harus dipenuhi melalui hubungan dengan negara lain. Dengan prinsip yang sama pula, suatu negara dapat memproduksi atau memiliki satu jenis hal secara berlebihan melebihi kebutuhannya sehingga dapat digunakan untuk

kebutuhan negara lain. Kebutuhan ini dapat muncul dalam berbagai wujud, entah itu sumber daya alam, tenaga kerja, tenaga ahli, teknologi dan pengetahuan, dan lainnya. Dan tentu saja, masih banyak wujud dari hubungan internasional dalam berbagai bidang yang sangat penting bagi kelangsungan hidup negara. Sarana-sarana yang digunakan dalam hubungan internasional antara lain: a) Diplomasi Hubungan Internasional yang paling umum terlihat pada negara-negara yang telah mengakui keberadaan masing-masing adalah pengiriman wakil diplomatik/kedutaan dari tiap negara ke negara lainnya sebagai wakil politis dan yuridis dari negara asalnya. Hubungan internasional secara diplomasi juga dapat berupa perundingan dan pelobian antar wakil-wakil negara mengenai urusan tertentu secara politis. b) Propaganda Propaganda dalam hal ini adalah usaha-usaha mempengaruhi pemikiran dan persepsi orang banyak untuk menaikkan reputasi negara. Orang banyak yang dimaksud dapat berupa masyarakat negara lain, dengan tujuan memperlancar usaha hubungan internasional. c) Ekonomi Dengan sistem perekonomian dunia saat ini yang melibatkan banyak pertukaran barang dan jasa antar negara, perekonomian suatu negara akan mempengaruhi perekonomian negara lain. Dengan kata lain, suatu negara dapat menggunakan kegiatan perekonomiannya untuk mempengaruhi negara lain, misalnya pada perjanjian embargo untuk menyatakan pertidaksetujuan dan mendesak negara lain untuk urusan tertentu. d) Kekuatan Militer Kekuatan militer yang dimiliki suatu negara merupakan bukti stabilitas dan kemampuan negara untuk mempertahankan stabilitas yang dimiliki sehingga menjadi jaminan bagi negara lain ketika menjalin hubungan internasional. Kekuatan militer ini juga menjadi penentu status negara dan militer yang kuat akan membuat negara lain berpikir dua kali sebelum menyatakan permusuhannya. Tentu saja, dalam hal terjadi peperangan, yang juga adalah bentuk hubungan internasional, kekuatan dan strategi militer akan menentukan hasil dari pertempuran.

Viera : Hubungan internasional adalah hubungan yang terjadi antar dua Negara atau lebih yang dapat berupa hubungan peperangan, permusuhan, ataupun kerjasama (persahabatan) dalam berbagai aspek (ekonomi, budaya, hankam, politik, social, dan lainnya dalam memenuhi kepentingan masing-masing Negara. Pola-pola hubungan internasional : 1. Pola Penjajahan: Penjajahan adalah penguasaan suatu (atau beberapa( bangsa atas bangsa lain yang ditimbulkan oleh perkembangan paham kapitalis, di mana negara penjajah membutuhkan bahan mentah bagi industrinya dan juga pasar bagi hasil industrinya. Inti dari hubungan ini adalah bangsa yang satu (atau beberapa) menguasai dan menjajah bangsa lainnya (saatu atau beberapa). 2. Pola Ketergantungan: Pola ketergantungan pada hubungan internasional ini terjadi umumnya pada negara-negara berkembang yang karena kekurangan modal dan teknologi untuk membangun negaranya, terpaksa mengandalkan bantuan negara-negara maju yang akhirnya mengakibatkan ketergantungan pada negara-negara maju tersebut. 3. Pola Hubungan Sama Derajat: Pola hubungan ini sangat sulit diwujudkan, namun merupakan pola hubungan yang paling ideal karena berusaha mewujudkan kesejahteraan bersama, yang menuntut perlakuan bagi manusia sebagai makhluk yang sederajat tanpa memandang ideologi, bentuk negara ataupun sistem pemerintahannya. Politik luar negeri bebas aktif yang kita pilih menghindarkan bangsa kita jatuh ke paham kebangsaan yang sempit atau Chauvinisme yang mengagung-agungkan bangsa sendiri namun memandang rendah bangsa lain. Juga menghindarkan paham Kosmopolitisme yang memandang seluruh dunia sebagai negeri yang satu dan sama sehingga mengabaikan negeri sendiri.

Menurut saya, hubungan antar Negara dapat terjadi karena kekayaan alam yang berbeda-beda antar negara (jenis, kualitas, maupun kuantitas), dan perkembangan industri di seluruh dunia sehingga terjadi saling ketergantungan antara bangsa dan negara yang satu dengan yang lain. Pada jaman sekarang ini, hubungan internasional umumnya terjadi sesuai dengan pola ketergantungan bagi Negara majuberkembang dan hubungan sama derajat bagi Negara maju-maju atau berkembang-berkembang. Pola penjajahan sudah jarang terjadi di era modern yang sudah mengutamakan HAM serta harkat dan martabat manusia. Melihat sebab dari hubungan ini (kekayaan alam berbeda), dapat kita lihat seberapa pentingnya hubungan ini, manusia tidak dapat hidup sendiri, demikian pula Negara tidak bisa berdiri sendiri. Negara yang satu membutuhkan Negara yang lain. Misalnya saja Amerika membutuhkan rempah-rempah dari Indonesia dan Indonesia sebagai Negara yang masih berkembang membutuhkan

mesin dari Amerika yang ternyata tidak dapat menumbuhkan rempah-rempah di daerahnya. Oleh sebab itu, hendaknya semua Negara saling rukun dan bekerja sama dengan baik dan memelihara hubungan mereka dengan baik. Sarana untuk hubungan internasional: 1. Diplomasi Diplomasi merupakan seluruh kegiatan untuk melaksanakan politik luar negeri suatu negara dalam hubungannya dengan bangsa dan negara lain. Diplomasi dapat bersifat bilateral (melibatkan dua negara) atau multilateral (melibatkan lebih dari dua negara). Dalam mewakili negara dan bangsanya, seorang diplomat memiliki tiga fungsi dasar yaitu sebagai lambang, sebagai wakil yuridis yang sah sesuai hukum internasional dan sebagai perwakilan politik. Tugas seorang diplomat dapat dibagi menjadi empat fase pokok diplomasi, yaitu: perwakilan (representation), perundingan (negotiation), laporan (reporting) dan perlindungan kepentingan bangsa, negara, dan warga negaranya di luar negeri. 2. Propaganda Propaganda adalah usaha sistematis untuk mempengaruhi pikiran, emosi dan tindakan suatu kelompok demi kepentingan masyarakat umum. Ada dua hal yang membedakan diplomasi dan propaganda: 3. Propaganda ditujukan kepada rakyat negara tersebut, bukan pemerintahnya. Propaganda dilakukan hanya demi kepentingan negara pembuat propaganda.

Ekonomi Hubungan internasional melalui sarana ekonomi tidak mutlak dilakukan oleh pemerintah, swasta pun dapat berperanan besar, baik selama masa damai maupun dalam situasi perang. Semua negara terlibat dalam hubungan ekonomi untuk mendapatkan barang yang tidak dapat diproduksinya sendiri. Keuntungan lainnya dari perdagangan internasional adalah diperolehnya suatu barang melalui sistem produksi yang paling efisien dan murah. Contoh dari penggunaan sarana ekonomi ini adalah melalui kegiatan ekspor-impor.

4.

Kekuatan Militer dan Perang Berlawanan dengan ekonomi, bidang militer benar-benar dikuasai oleh pemerintah. Bidang militer sangat mempengaruhi diplomasi karena memiliki kekuatan militer yang tangguh akan menambah rasa percaya diri, sehingga bisa mengabaikan ancaman-ancaman dan tekanan lawan yang dapat mengganggu kepentingan nasionalnya. Kekuatan militer diperlihatkan dalam parade militer di harihari nasional untuk menggertak dan memperingatkan negara-negara lawan sehingga perang dapat dihindarkan. Perang adalah pilihan terakhir.

Windy: Hubungan Internasional menurut saya adalah suatu hubungan antar bangsa yang satu dengan yang lain atau lebih atau hubungan antar individu yang berbeda Negara yang bersifat wajib atau harus terjadi pada setiap Negara yang berdiri. Hubungan internasional biasanya membahas tentang kerja sama antar Negara ataupun mengenai aturan-aturan atau kesepakatan bersama. Pola dari hubungan Internasional dibedakan menjadi 3, yaitu : 1. Pola penjajahan bangsa satu atas bangsa lain. Pada pola ini Negara yang lebih berkuasa menindas Negara lain yang lemah, sehingga mereka dapat mengeksploitasi Negara yang mereka kuasai. Biasanya Negara yang berkuasa akan melakukan pembangunan-pembangunan sarana dan prasarana demi kelangsungan pengeksploitasian mereka. Biasanya mereka mengeksploitasi dengan tujuan untuk menutupi dana perang yang telah digunakan, sehingga tidak terjadi defisit besar-besaran. 2. Pola ketergantungan bangsa yang satu kepada bangsa yang lain. Pola ini biasanya terjadi pada Negara-negara yang berkembang dan tidak mampu mandiri mengurusi bidang-bidang pada negaranya. Keadaan ini dimanfaatkan oleh Negara-negara maju untuk secara tidak langsung menguasai Negara tersebut. Dengan begitu maka Negara berkembang tersebut akan terus bergantung pada Negara maju. Biasanya yang dikuasai adalah bidang ekonomi, sosial, pendidikan, budaya, ideologi, dll. 3. Pola hubungan sama derajat antar bangsa. Bagi dunia sekarang ini pola yang paling cocok adalah pola hubungan sama derajat antar bangsa. Sebab sekarang ini Negara-negara telah memerdekaan diri sendiri, sehingga dalam melakukan hubungan kerja sama pastilah kedua belah pihak bertemu dan merundingkan kesepakatankesepakatan agar kerja sama antar kedua Negara itu memberikan keuntungan bagi masing-masing Negara. Pentingnya Hubungan Internasional bagi setiap Negara adalah agar Negara-negara tersebut dapat bertahan hidup dan mempertahankan keberadaannya. Tidak ada satupun Negara yang mempu mempertahankan hidupnya sendiri tanpa kerja sama atau bantuan dari Negara lain. Hubungan internasional sangat penting bagi setiap Negara sebab adanya pembagian kekayaan alam dan perkembangan industri yang tidak merata di bumi ini. Dengan begitu maka akan menyebabkan saling ketergantungan antara Negara yang satu dengan Negara lainnya. Sarana-sarana yang dipakai dalam melaksanakan hubungan internasional dapat berupa: 1. Diplomasi Melalui jalur diplomasi biasanya antar sesama Negara yang bekerja sama akan saling mengirimkan perwakilan diplomasinya. Para perwakilan diplomasi akan berkedudukan di Ibu kota Negara yang didatangi. Diplomat yang dikirim biasanya menjalankan tugas politik luar negeri, yaitu sebagai lambang, sebagai wakil yuridis yang sah, dan sebagai perwakilan diplomatic Negara.

2. Propaganda Propaganda adalah suatu cara yang digunakan untuk mempengaruhi pikiran, emosi dan tindakan suatu kelompok demi kepentingan masyarakat umum sehingga kelompok yang dipropagandakan melakukan hal-hal seperti yang diinginkan. Propaganda pada tempo dulu menggunakan radio namun dengan berkembangannya teknologi propaganda juga dapat dilakukan dari internet. 3. Ekonomi Ekonomi memegang peranan yang cukup penting dalam perkembangan setiap Negara. Setiap Negara harus melakukan hubungan kerja sama di bidang ekonomi agar dapat memenuhi kebutuhan negaranya. Dengan melakukan kerja sama di bidang ekonomi maka Negara-negara akan terlibat dalam perdagangan Internasional, sehingga sedikit banyak memberikan keuntungan bagi ekonomi dalam negeri. 4. Kekuatan militer dan perang Kekuatan militer dan perang memegang peran dalam proses terjadinya hubungan internasional sebab kekuatan militer dan perang setiap Negara dapat menambah stabilitas dan keyakinan untuk berdiplomasi. Meskipun peralatan kemiliteran dapat digunakan, namun biasanya Negara-negara akan lebih memilih jalur preventif. Sebab dengan begitu maka tidak akan timbul pertumpahan darah.

Kesimpulan Kelompok: Hubungan internasional adalah bentuk-bentuk interaksi antara dua atau lebih negara dalam berbagai bidang, dapat berupa berbagai bentuk kegiatan dan dilakukan untuk kepentingan negara masing-masing. Terdapat 3 pola hubungan internasional, yaitu: 1. Pola Penjajahan, satu negara menjajah negara lainnya, memanfaatkan negara terjajah untuk kepentingan negara penjajah. 2. Pola Ketergantungan, negara terlalu bergantung pada bantuan negara lain yang lebih maju sehingga kehilangan kemampuan berkembang secara mandiri 3. Pola Sama Derajat, pola paling ideal dimana semua negara sederajat dan kesejahteraan semua pihak diperjuangkan dengan adil. Hubungan Internasional penting untuk dilakukan untuk berbagai alasan dan manfaat antara lain: memenuhi kebutuhan negara yang tidak dapat dipenuhi sendiri memungkinkan kerjasama untuk menyelesaikan permasalahan yang lebih sulit diatasi satu negara saja menjalin hubungan baik antarnegara untuk menjaga perdamaian membangun solidaritas manusia di dunia Sarana-sarana yang dapat digunakan dalam menjalin hubungan internasional secara umum ada 4 yaitu: 1. Diplomasi yaitu hubungan antar negara melalui pertukaran wakil diplomasi (diplomat, duta besar) sebagai wakil resmi di negara lain untuk melakukan kegiatan-kegiatan politis. 2. Propaganda yaitu usaha memengaruhi pikiran masyarakat demi kepentingan pemerintah negara. 3. Ekonomi yaitu hubungan melalui perekonomian internasional, terutama bidang ekspor impor. 4. Militer sebagai ukuran kekuatan, stabilitas negara, serta jaminan dalam menjalin hubungan internasional. Selain itu bila keadaan mendesak kekuatan militer barulah dipergunakan untuk peperangan.