Anda di halaman 1dari 33

MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI

MATERI KULIAH :

Memahami sasaran, kegiatan dan kendala pada proyek konstruksi ( proses membangun bangunan ). Mempelajari konsep manajemen ( pengelolaan ) dan mempelajari konsep konstruksi untuk mencapai sasaranya dan mengatasi kendala yang timbul selama proyek. Mempelajari hubungan pemilik bangunan, konsultan ( ahli ), kontraktor, dan pihak lain yang terlibat dalam proyek konstruksi. Mempelajari tata cara pengadaan jasa, dokumen lelang, dokumen kontrak yang di butuhkan. Mempelajari teknik pelaksanaan : Work-breakdown Structure ( WBS ), diagram batang ( Bar Chart ), Perencanaan jaringan kerja ( Network Planinning ), Methode jalur kritis ( Critical Path Method. CPM ). Mempelajari konsep estimasi biaya proyek dan tata cara analisa harga satuan. Mempelajari tata penyusunan Kurva-S sebagai alat pada pengendalian proyek.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pengertian Arti manajemen konstruksi apabila dipisahkan menjadi dua kata, yaitu manajemen dan konstruksi. Manajemen dapat diartikan sebagai kumpulan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan sekelompok orang. Dengan pengertian ini tujuan perlu ditetapkan terlebih dahulu, sebelum melibatkan sekelompok orang masingmasing mempunyai kemampuan atau keahlian dalam rangka mencapai suatu hasil tertentu atau dengan kata lain, manajemen pada hakikatnya berfungsi untuk melaksanakan semua kegiatan yang perlu dikerjakan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas-batas tertentu. Arti konstruksi ialah: semua kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan membangun suatu bangunan. Secara garis besar bangunan dapat dikelompokan menjadi 3 jenis bangunan yaitu : bangunan pergedungan, bangunan sipil, dan bangunan instalasi. Dengan demikian manajemen konstruksi dapat diartikan, bagaimana suatu pekerjaan pembangunan dikelola agar diperoleh hasil sesuai tujuan dari pembangunan tersebut, dengan melibatkan sekelompok orang yang masing-masing mempunyai kemampuan/ keahlian tertentu.

1.2 Tujuan Tujuan pokok dari manajemen konstruksi ialah mengelola atau mengatur pelaksanaan pembangunan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil sesuai dengan persyaratn ( specification ) Untuk keperluan pencapaian tujuan ini, perlu diperhatikan pula mengenai mutu bangunan, biaya yang digunakan dan waktu pelaksanaan. Dalam rangka pencapaian hasil ini, selalu di usahakan pelaksanaan mutu (quality control ), pengawasan waktu pelaksanaan (time control). Ketiga kegiatan pengawasan ini harus dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan. Penyimpangan yang terjadi dari salah satu hasil kegiatan pengawasan dapat berakibatkan hasil pembangunan tidak sesuai dengan persyaratn yang telah ditetapkan.
2

1.3 Ruang Lingkup Manajemen konstruksi mempunyai ruang lingkup yang cukup luas, karena mencakup tahapan kegiatan sejak awal pelaksanaan pekerjaan sampai akhir pelaksanaan pekerjaan yang berupa hasil pembangunan. Tahapan tersebut meliputi 4 tahap yaitu :

a. Tahap Perencanaan (planning)

Kegiatan perencanaan meliputi perumusan persyaratan dari bangunan yang akan dibangun, termasuk pembuatan gambar-gambar perencanaan lengkap dengan persyaratan teknis yang diperlukan.
b. Tahap Pengorganisasian ( organizing )

Kegiatan pengorganisaian berupa kegiatan mengatur dan menyusun organisasi yang akan melaksanakan pembangunan termasuk, mengatur hubungan kerja diantara unsure-unsur organisasi. Penyusun organisasi akan melibatkan unsure-unsur pelaksanaan pembangunan yang terdiri : Pemberi tugas ( owner ), Konsultan perencana/pengawas (designer, supervisor), dan Kontraktor (contractor), yang masing-masing mempunyai tugas kewajiban, tanggung jawab dan wewenang sesuai dengan peraturan/ ketentuan yang telah ditetapkan.
c. Pelaksanaan ( actuanting )

Kegiatan pelaksanaan meliputi kegiatan pelaksanaan pekerjaan di lapangan dalam rangka mewujudkan bangunan yang akan dibangun. Dalam kegiatan pelaksanaan ini hubungan kerja antara unsur-unsur pelaksanaan pembangunan perlu di atur sehingga masing-masing unsur dapat bekerja sesuai dengan bidangnya dan selalu tunduk dan taat kepada peraturan dan ketentuan yang telah disepakati bersama. Penyimpangan yang terjadi akibat tindakan dari salah satu unsure akan menimbulkan kesulitan dalam pelaksanaan.
d. Pengawasan ( controlling )

Kegiatan pengawasan dilaksanakan dengan tujuan agar hasil pelaksanaanpekerjaan pembangunan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Untuk keperluan ini tugas unsure-unsur konsultan pengawas sangat penting, terutama dalam pembimbing dan pengarah pelaksanaan pekerjaan. Hasil akhir dari pelaksanaan pembangunan, pada umumnya ditentukan oleh hasil kegiatan pengawasan.

1.4 Proses Manajemen Planning

Controlling

Organizing

Actuating

Planning : menetapkan apa yang harus dilaknsanakan oleh anggota organisasi untuk menyelesaikan pekerjaan. Organizing Actuating Controlling rencana. : pembagian tugas para anggota organisasi. : menggerakan anggota organisasi secara efesiuen dan efektif. : pengawasan dan pengecdalian agar pelaksanaan sesuai dengan

1.5 Proses Pelaksanaan Pekerjaan Sebelum pekerjaan membangun dilaksanakan, terlebih dahulu dibuat gambargambar rencana, peraturan dan syarat, serta ketentuan-ketentuanlain yang berhubungan dengan bangunan tersebut. Pembuatan gambar-gambar denah, pandangan/tampak, potongan/tampang, gambar dan penjelasan/detail, gambar konstruksi termasuk perhitungan konstruksi. Penyusun peraturan dan syarat-syarat yang juga disebut bestek, mencakup peraturan dan persyaratn baik dari segi teknis maupun dari segi administrative. Pekerjaan pembuatan gambar-gambar rencana dan penyusunan peraturan dan syarat-syarat, pada umumnya dikerjakan oleh pihak konsultan perencana ( designer ) bangunan, dan untuk pekerjaan ini kecermatan sangat diperlukan dengan maksud agar dalam pelaksanaan tidak timbul kesulitan. Setelah gambar-gambar bestek selesai dikerjakan, kegiatan berikutnya adalah menghitung gambar bangunan atau menyusun rencana anggaran biaya bangunan. Rencana anggaran biaya bangunan disusun dengan cara menghitung harga setiap bagian/jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan dari bangunan tersebut. Apabila biaya anggaran telah selesai dihitung, yang berarti pula volume dari masing-masing bagian / jenis pekerjaan dapat diketahui, maka selanjutnya dapat diperkirakan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan dari bangunan tersebut secara keseluruhan. Pelaksanaan pembangunan dapat dikerjakan sendiri oleh pemilik bangunan ( owner ), atau lazim berlaku adalah dengan cara bangunan tersebut dilaksanakan oleh pihak lain, yaitu oleh kontraktor / pemborong.

Cara pembangunan yang dilaksanakn oleh pihak kontraktor/ pemborong pada umumnya melalui proses pelelangan terbatas. Atau dapat pula ditempuh dengan cara penunjukan langsung ) pelelangan dibawah tangan ). Selanjutnya selama pelaksanaan pembangunan, dilakukan kegiatan pengawasan agar hasil pembangunan dapat memenuhi persyaratn yang telah ditetapkan. Pekerjaan pengawasan ini dapat dilaksanakan sendiri oleh pemberi tugas, atau yang lazim, dilaksanakan oleh konsultan pengawas ( supervisor ).

BAB II PENGERTIAN MANAJEMEN 2.1 Beberapa Pendapat Tentang Manajemen Berdasarkan pendapar para ahli manajemen dapat ditinjau dari beberapa segi, antara lain : Dari segi ilmu pengetahuan Dari segi system Dari segi fungsi Dari segi proses Dari segi profesi Dari segi kumpulan orang
a. Manajemen sebagai suatu ilmu pengetahuan ( management as a science )

Manajemen ialah suati ilmu yang bersifat interdisipliner dengan mempergunakan bantuan dari ilmu-ilmu social, filsafat, dan matematika. b. Manajemen sebagai suatu system ( management as a system )

Manajemen ialah suatu kerangka kerja yang terdiri dari beberapa komponen atau bagian yang secara keseluruhan saling berkaitan, dan yang diorganisir sedemikian rupa dalam rangka mencapai tujuan organisasi. c. Manajemen sebagai suatu fungsi ( management as a function ) Manajemen mempunyai kegiatan-kegiatan tertentu yang yang masing-masing dapat dilaknsanakan tanpa mengganggu selesainya kegiatan yang lain, meskipun kegiatankegiatan tersebut saling berkaitan dalam rangka untuk mencapai tujuan organisasi. d. Manajemen sebagai suatu proses ( management as a process ) Manajemen ialah serangkaian tahap kegiatan yang diarahkan pada pencapaian suatu tujuan dengan pemanfaatan semaksimal mungkin sumber-sumber yang tersedia. e. Manajemen sebagai suatu professional ( management as a profession ) Manajemen mempunyai bidang kegiatan atau bidang keahlian tertentu, anatara lain : profesi di bidang kedokteran, bidang teknik, bidang hukum, dan sebagainya.
f. Manajement sebagai kumpulan orang ( management as a people/ group of people )

Manajemen dipakai dalam arti kolektif untuk menunjukan jabatan kepemimpinan di dalam arti kolektif untuk menunjukan jabatan kepemimpinan di dalam organisasi antara lain : kelompok pimpinan atas, kelompok pimpinan tengah, dan kelompok pimpinan bawah. 2.2 Defenisi Manajemen Untuk mengetahui lebih mendalam arti manajemen, di bawah ini dikutipkan beberapa defenisi yang dikemukakan para ahli di bidang manajemen,
a. Koonetz H dan Odonnel ( Principles of management ), membuat defenisi sebagai

berikut : Manajemen menghubungkan pencapaian sesuatu tujuan melalui atau dengan orang-orang Dalam defenisi ini arti manajemen dititik beratkan pada usaha pemanfaatan orangorang dalam mencapai tujuan. Agar tujuan dapat tercapai, maka orang-orang tersebut harus mempunyai tugas, tanggung jawab, dan wewenang yang jelas ( job description )
b. Elmore Petersons dan E. Gresvenor Plowman ( Business Organization and management

), mengemukakan pengertian manajement sebagai berikut :

Manajement dapat diberi defenisi sebagai suatu teknik/cara, dalam arti dengan teknik atau cara tersebut dimaksudkan tujuan dari sekelompok manusia tertentu dapat ditetapkan, diklasifikasikan dan dilaksanakan. Manajemen dalam pengertian ini menekankan kepada teknik/ cara tertentu dalam rangka usaha pencapaian sesuatu tujuan.
c. John F.Mee ( Departement of Management ), membuat defenisi

lebih luas yang

mengenai manajemen, sebagai berikut : Manajemen ialah suatu seni keahlian untuk memperoleh hasil maksimal dengan usaha minimal dalam rangka untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan baik bagi pimpinan maupun para pekerja, serta memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada masyarakat. Pengertian manajemen dalam defenisi ini, telah memasukan tinjauan dari segi ekonomis, dalam rangka pemeberian pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
d. Kimball S. dan Kimball Jr, D.S. ( Principles of Industrian Organization ),

mengemukakan defenisi sebagai berikut : Manajemen mencakup semua tugas dan fungsi yang berkaitan dengan pembentukan perusahaan termasuk pembiayaan dan penetapan pokok-pokok kebijaksanaan, perlengkapan semua peralatan yang dibutuhkan dan penyusunan kerangka bentuk umum dari organisasi serta pemilihan-pemilihan pejabat inti/teras. Manajemen dalam pengertian ini dihubungkan dengan proses pemebntukan sebuah perusahaan / industry secara menyeluruh.
e. George R.Ferry ( Priciples of Management ), membuat defenisi manajemen sebagai

berikut : Manajemen ialah suatu proses yang nyata yang terdiri dari perencanaan ( planning ), pengorganisaian ( Organizing ), pelaksanaan ( Actuating ), dan pengawasan ( Controlling ), yang masing-masing saling memanfaatkan baik dalam bidang ilmu pengetahuan ( Science ) maupun keahlian ( Art ), dalam rangka untuk mencapai tujuan/sasaran yang telah ditetapkan. Dalam defenisi ini , arti manajemen mencakup proses urut-urutan kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan tertentu. Dari berbagai defenisi tersebut di atas bila digabungkan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
9

Manajemen selalu dikaitkan dengan usaha bersama dari sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan tertentu berupa kesejahteraan dan kebahagiaan bagi semua orang / masyarakat dengan cara / teknik terarah yang didukung oleh perlengkapan peralatan, serta dilaksanakan dengan urutan kegiatan tertentu dengan maksud agar dengan usaha yang minimal diperoleh hasil yang maksimal. 2.3 Proses dan Fungsi Manajemen Menurut pendapat para ahli manajemen, pelaksanaan manajemen melalui suatu proses kegiatan tertentu dengan fungsi yang saling berkaitan. Dalam hal ini proses dan fungsi mempunyai pengertian yang sama. Yang dimaksud dengan proses ialah serangkaian tahap kegiatan mulai dari awal penentuan sasaran/tujuan sampai dengan akhir pencapaian tujuan /sasaran, sedang kegiatan yang berlangsung merupakan fungsi dari manajemen. a. Dalton E. Mc. Farland ( Management Principles and Practice ), membagi fungsi manajemen menjadi 3 kegiatan ( dengan akronim POCO ) yaitu : 1) Perencanaan ( Planning ) 2) Pengorganisasian ( Organizing ) 3) Pengawasan ( Controlling ) Pendapat Dalton E, Mc.Farland hampir sama dengan pendapat Taylor, F.W. mengenai fungsi manajemen dengan akronim PDO, yaitu : 1) Perencanaan ( Planning )
2) Pengarahan ( Directing )

3) Pengaturan Pekerjaan ( Organizing )

Menurut Taylor, F.W. pengertian directing mencakup pula fungsi pengawasan ( supervising dan controlling ). b. George R. Ferry ( Principles of Management ), menyebutkan bahwa proses manajemen terdiri dari 4 kegiatan ( dengan akronim POAC ), yaitu : 1) Perencanaan ( Planning ) 2) Pengorganisasian ( Organizing ) 3) Pelaksanaan ( Actuating )
10

4) Pengawasan ( Controlling )
c. Konntz, H. dan ODonnel ( The Principles of Management ), membagi fungsi manajer (

The Function of Manager ) dalam 5 kegiatan ( dengan akronim POSDICO ), yaitu : 1) Perencanaan ( Planning ) 2) Pengorganization ( Organizing ) 3) Penyusunan Pegawai ( Staffing ) 4) Pengarahan ( Directing ) 5) Pengawasan ( Controlling )
d. William H.Newman ( Administrative Action ). Mengemukakan pendapat mengenai

tugas seseorang manajer meliputi 5 kegiatan ( dengan akronim POASCO ) yaitu: 1) Perencanaan ( Planning ) 2) Pengorganization ( Organizing ) 3) Penyusunan Pegawai ( Staffing ) 4) Pengarahan ( Directing ) 5) Pengawasan ( Controlling )

e.

Luther Gulic, berpendapat bahwa proses dari administrasi dan manajemen mencakup 7 kegiatan ( dengan akronim POSDCORB ), yaitu : 1) Perencanaan ( Planning ) 2) Pengorganisasian ( Organizing ) 3) Penyusunan pegawai ( Staffing ) 4) Pengarahan ( Directing ) 5) Pengkoordinasian ( Coordinating ) 6) Pelaporan ( Reporting ) 7) Pembiayaan ( Eudgeting )
11

Penjelasan mengenai pengertian dari masing-masing kegiatan dapat diuraikan, sebagai berikut :

2.2.1. Perencanaan ( Planning )


Perencanaan berarti menetapkan tujuan berdasarkan pikiran apa yang akan terjadi

dalam waktu yang akan datang ( forecasting ), dengan mempertimbangkan kemungkinan terjadinya perubahan dan masalah pada waktu tersebut. Perencanaan dapat berupa rencana jangka pendek, jangka menengah dan Panjang.
Perencanaan ialah suatu pemilihan berdasarkan kenyataan dan perkiraan

( assumption ) yang berkaitan dengan waktu yang akan datang ( future ) dalam usaha merumuskan kegiatan untuk mencapai hasil yang direncanakan.
Perencanaan berkaitan dengan hasil pemilihan tujuan/sasaran, dalam pengertian

pengambilan keputusan apabila dalam perencanaan tersebut harus dipilih salah satu dari beberapa alternative.

2.2.2. Pengorganisaian ( Organizing ) Pengorganisasian adalah penentuan, pengelompokan, dan pengaturan berbagai kegiatan dalam rangka pencapaian suatu tujuan, meliputi penugasan berbagai kegiatan dalam rangka pencapaian suatu tujuan , meliputi penugasan kepada orang-orang dalam kegiatan serta menunjukan hubungan kewenangan yang dilimpahkan kepada setiap orang yang ditugaskan untuk melaksanakan kegiatan tersebut, yang dituangkan dalam benyuk structural formal.

2.2.3. Pelaksanaan ( Actuating ) Kegiatan pelaksanaan merupakan tindakan agar semua anggota kelompok dengan kesadaran berusaha untuk mencapai tujuan/ sasaran berpedoman perencanaan organisasi.

2.2.4. Pengawasan ( Controlling ) Pengawasan ialah suatu proses penilaian selama pelaksanaan kegiatan dengan tujuan agar hasil pekerjaan sesuai dengan rencana, dengan mengusahakan
12

agar semua anggota kelompok melaksanakan kegiatan berpedoman kepada perencanaan, serta mengadakan tindakan korektif dan perbaikan/penyesuaian bila terjadi penyimpangan.

2.2.5. Pengarahan ( Directing ) Yang dimaksud dengan pengarahan ialah meliputi kegiatan pembinaan dan kepemimpinan oleh atasan kepada bawahan, yang dilaksanakan terus menerus dan dengan pengertian bahwa kedua belah pihak telah saling mengetahui akan tugas kewajiban, tanggung jawab wewenang masing-masing dalam rangka untuk mencapai tujuan organisasi.

2.2.6. Penyusunan Pegawai ( Staffing ) Penyusunan pegawai ialah penempatan orang-orang yangs sesuai dengan keahlianya pada jabatan tertentu dari organisasi, berdasarkan struktur organisasi yang telah ditetapkan.

2.2.7. Pengumpulan Sumber ( Assembling Resources ) Pengumpulan sumber bertujuan menghimpun dan mengatur penggunaan sumber-sumber yang meliputi tenaga kerja, uang/modal, peralatan / fasilitas, dan lain-lain yang diperlukan unutk melaksanakan rencana yang telah ditetapkan.

2.2.8. Pengendalian ( Supervising ) Pengendalian ialah kegiatan bimbingan, pemberian instruksi, dorongan dan ,mengadakan koordinasi antar berbagai kegiatan oleh atasan kepada bawahan dengan maksud agar sadar pelaksanaan tugas dapat berjalan lancar, serta berpedoman tetap memelihara hubungan kerja yang serasi antara atasan dengan bawahan.

2.2.9. Pengkoordinasian ( Coordinating )

13

Koordinasi ialah suatu proses kegiatan pimpinan dalam mengembangkan pola usaha kelompok secara teratur di antara bawahan dan menjamin suatu tindakan dalam rangka mencapai tujuan bersama.

2.2.10. Pelaporan ( Reporting ) Pelaporan merupakan kegiatan pencatatan, penelitian, dan pemeriksaan terhadap kegiatan yang sedang dalam pelaksanaan yang diperlukan baik bagi pimpinan maupun bawahan untuk mengetahui kemajuan pelaksanaan pekerjaan.

2.2.11. Anggaran ( Budgeting ) Anggaran ialah sasaran pelaksanaan kegiatan dalam bentuk perhitungan dan pengawasan anggaran dalam rangka menunjang hasil pekerjaan.

2.4

Hubungan Manajemen Dengan Organisasi dan Administrasi Berdasarkan pendapat para ahli di bidang manajemen, terdapat hubungan yang sangat erat antara manajemen dengan organisasi dan administrasi, yaitu satu dengan yang lain saling berkaitan. Organisasi merupakan alat dari administrasi dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Untuk mencapai tujuan, organisasi sebagai unsure wadah dari administrasi yang bersifat proses yang dinamis ini disebut manajemen ( lihat gambar 2.2 )

Tujuan

Proses Dinamis ( manajemen )

Manajer Yang melaksanakan

Organisasi Wadah dan Alat


14

Kepemimpinan

Manajemen

Administrasi Gambar 2.2

Orang-orang yang melaksanakan manajemen disebut manajer, atau anggota manajemen. Jumlah anggota manajemen tergantung dari besar kecilnya organisasi dan struktur organisasi. Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai hubungan manajemen dengan organisasi dan administrasi, dibawah ini akan diberikan uraian dari pengertian secara garis besar tentang administrasi dan organisasi. 2.4.1. Pengertian Administrasi Administrasi dapat digolongkan dalam dua pengertian yaitu administrasi dalam arti sempit dan administrasi dalam arti luas. a.Administrasi dalam arti sempit : Administrasi dalam arti sempit meliputi kegiatan-kegiatan : catat-mencatat, suratmenyurat, ketik-mengetik, agenda, pembukaan ringan, yang pada umunya bersifat teknis ketatausahaan. b.Administrasi dalam arti luas ada beberapa pendapat sebagai berikut : Simon H.A ( public Administration ), membuat defenisi Administrasi merupakan kegiatan dari kelompok yang melaksanakan kerja untuk mencapai tujuan bersama William H. Newman ( Adminstration Action ), mengemukakan pengertian : Administrasi ditentukan sebagai kegiatan bimbingan kepemimpinan dan pengawasan dari usaha-usaha kelompok perseorangan/individu menuju tercapai tujuan bersama. Dimock E.Me. ( Public Administration ), mengemukakan : Administrasi atau manajemen ialah suatu rencana pendekatan untuk pemecahan semua jenis masalah dalam hamper setiap kegiatan perseorangan / individu atau kelompok baik Negara maupun swasta.

15

Dalton E.Mc. Farland ( Management ), mengemukakan pendapat tentang perbedaan administrasi dan manajemen : Administrasi ditujukan untuk penentuan tujuan dan kebijaksanaan pokok, sedang manajemen ditujukan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan. Dari beberapa defenisi tersebut diatas dapat diambil kesimpulan bahwa untuk pengertian administasi perlu persyaratan terdapatnya : Kelompok manusia, yang terdiri dari dua orang atau lebih Kerja sama dari kelompok Kegiatan/ proses/ usaha Bimbingan, kepemimpinan, dan pengawasan Tujuan 2.4.2. Pengertian Organisasi Pengertian organisasi dapat ditinjau dari dua segi yaitu segi yang bersifat statis dan segi yang bersifat dinamis. a. Organisasi ditinjau dari segi yang bersifat statis Organisasi ialah sarana/alat untuk mencapai tujuan, atau dengan kata lain organisasi ialah tempat/wadah/ wahana kegiatan dari orang-orang yang bekerja sama dalam usaha mencapai suatu tujuan. Dalam wadah kegiatan ini setiap orang harus jelas tugas, kewajiban, tanggung jawab, wewenang, hubungan, dan tata kerja masing-masing. Setiap organisasi mempunyai pola dasar struktur organisasi yang relative nersifat permanen/ tetap, dengan tidak menutup kemungkinan terjadinya perkembangan sesuai situasi dan kondisi dari organisasi. b. Organisasi ditinjau dari segi yang bersifat dinamis Pengertian organisasi yang bersifat dinamis, dapat dapat dilihat dari sudut dinamika, aktifitas/ kegiatan dari tata hubungan kerja yang terjadi dalam organisasi, baik yang bersifat formal maupun yang bersifat informal. Hubungan yang bersifat foemal terlihat pada data hubungan yang berupa susunan tata kerja termasuk segala tugas kewajiban dari organisasi yang telah ditetapkan secara resmi, oleh pembentuk organisasi. Segi formal dari organisasi didasarkan atas hubungan yang rasional. Hubungan yang bersifat informal terlihat pada tingkah laku dan tindakan oleh masing-masing anggota dalam hubungan pribadi, baik antara atasan dan bawahan maupun antara anggota organisasi di tingkah bawah. Segi informal organisasi, didasarkan atas hubungan irrasional atau tingkah laku pribadi. 2.4.2.1. Definisi Organisasi Beberapa pendapat mengenai defenisi organisasi dapat ditemukan sebagai berikut : Money Y.D.: Organisasi ialah bentuk setiap kerja sama manusia untuk pencapaian tujuan bersama. Mc. Farland : Organisasi ialah suatu kelompok manusia tertentu yang menyumbangkan usahanya untuk pencapaian suatu tujuan.

16

Dimock : Organisasi ialah perpaduan secara sistematis dari bagia-bagian yang saling berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui wewenang, koordinasi, dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan. 1) Chester barnard : Organisasi ialah system kegiatan kerjasama dari dua orang atau lebih. 2) Gaus J.M. : Organisasi adalah tata hubungan antara orang-orang untuk memungkinkan adanya tugas dan tanggung jawab. Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan cirri-ciri / karakteristik dari organisasi , yaitu : Ada suatu kelompok orang tertentu Ada kegiatan yang berbeda tetapi satu sama lain saling berkaitan sehinggga merupakan kesatuan usaha/kegiatan. Setiap anggota kelompok memberikan sumbangan usaha/ tenaga Ada pembagian tugas, tanggung jawab, wewenang, koordinasi dan pengawasan. Ada suatu tujuan tertentu. 2.4.2.2. Bentuk/ Tipe Organisasi Berdasarkan besar kecilnya volume kegiatan, bentuk/type organisasi dibagi menjadi 4 macam yaitu : Organisasi garis ( line Organization ) Organisasi garis dan staff ( line and staff organization ) Organisasi fungisional ( functional organization ) Organisasi panitia ( committee organization ) a. Organisasi garis organisasi garis adalah bentuk atau tipe organisasi yang paling sederhana. Dalam organisasi jenis ini tugas-tugas perencanaan, pemberian perintah, dan pengawasan terletak ditangan pimpinan, sedang garis wewenang langsung dari pimpinan, sedang garis wewenang langsung dari pimpinan kepada bawahan ( lihat gambar 3.3 ) PIMPINAN ( I)

PENGAWAS (II)

PENGAWASAN (II)

PEKERJA ( III )

PEKERJA ( III )

PEKERJA ( III )

PEKERJA ( III )

17

Gambar 3.3 Organisasi Garis b. Organisasi garis dan staff Organisasi garis dan staff, pada umumnya digunakan untuk oprganisasi yang cukup besar dengan berbagai macam tugas kegiatan ( lihat gambar 3.4 ). Ciri-ciri organisasi beraneka dan staff : 1) Tujuan organisasi beraneka macam 2) Organisasi besar dengan jumlah anggota banyak 3) Jangkauan daerah kerja cukup luas 4) Hubungan antar pimpinan dan anggota tidak dapat secara langsung dengan sesama anggota belum tentu saling kenal. DITEKTUR STAF ADM/TEKNIK

STAF

PENGAWAS PENGAWAS

PENGAWAS PENGAWAS

PENGAWAS

PEKERJA

PEKERJA

Gambar 3.4 Organisasi garis dan staf Keuntungan dan kerugian organisasi garis dan staf Keuntungan : Pimpinan dibantu oleh staf ahli sesuai bidangnya masing-masing. Pengambilan keputusan yang tepat dan cepat dihasilkan. Terdapat pembagian tugas, jelas antara pimpinan, staf, dan pelaksana. Kemampuan anggota dapat dikembangkan sesuai dengan keahlianya. Kerugian : Sering timbul ketidakjelasan arus pemberian perintah dan pengarahan dari staf himpunan. Rasa setia kawan anggota kurang tinggi. Koordinasi dalam pelaksanaan dan pengawasan agak sukar dilaksanakan. c. Organisasi fungsional Organisasi fungsional disusun berdasarkan sifat dan fungsi kegiatan ( lihat gambar 3.5 ) Ciri-ciri organisasi fungsional :
18

1) Pembagian tugas dapat dibedakan secara tegas dan jelas 2) Dalam pelaksanaan kegiatan, tidak banyak memerlukan koordinasi, karena koordinasi dilaksanakan oleh pimpinan tingkat atas. 3) Pembangunan unit-unit organisasi berdasarkan spesialisasi kegiatan. 4) Para pembantu pimpinan atau pimpinan unit mempunyai wewenang memberikan perintah langsung pada unit-unit bawahan masing-masing. DIREKTUR

DIREKTUR

DIREKTUR TEKNIK

BAGIAN UNIT

BAGIAN UNIT

BAGIAN UNIT

BAGIAN UNIT

Keterangan : Garis Perintah Garis koordinasi Gambar 3.5 Organisasi Fungsional Keuntungan dan kerugian organisasi fungsional. Keuntungan Kesimpangsiuran pelaksanaan tugas jarang terjadi Pimpinan tertinggi dapat mengetahui gambaran secara garis besar mengenai kegiatan organisasi Kemampuan dan spesialisasi anggota dapat dikembangkan Pada umumnya setia kawan dan disiplin antar anggota yang melaksanakan fungsi kegiatan yang sama cukup tinggi. Koordinasi pada masing-masing unit dapat dilaksanakan dengan mudah Kerugian Pimpinan tertinggi kurang mengetahui / memahami kegiatan secara terperinci dari masing-masing unit Koordinasi secara menyeluruh sulit dilaksanakan karena anggota terlalu memntingkan bidang tugasnya masing-masing Pelaksanaan alih tugas ( tour of duty ) sulit dilaksanakan tanpa melalui pendidikan khusus d. Organisasi panitia Pada umumnya organisasi panitia dibentuk dalam waktu terbatas, dan untuk melaksanakan tugas kegiatan tertentu ( lihat gambar 3.6 )
19

KETUA WAKIL KETUA

SEKERTARIS

BENDAHARA

SEKSI

SEKSI

SEKSI

Garis pengarah/perintah Garis Koordinasi Gambar 3.6 Organisasi Panitia Ciri-ciri organisasi panitia : 1) Jangka waktu pelaksanaan tugas/ pelaksanaan terbatas dan volume kegiatan tertentu 2) Kepemimpinan dan penanggung jawab dilaksanakan secara bersama ( kolektif ) 3) Semua anggota pimpinan mempunyai tanggung jawab, dan hak sama 4) Para anggota dapat dikelompokan menurut bidang tugas kegiatan tertentu dan dilaksanakan dalam bentuk tugas ( task force ). Keuntungan dan kerugian organisasi panitia . Keuntungan : Kepemimpinan dapat dilaksanakan dengan lancer Keputusan dapat diambil serta tepat Pembinaan kerjasama para anggota mudah dilaksanakan Kerugian : Jalur pemberian perintah sering menyulitkan anggota Pengambilan keputusan pada umumnya sangat lambat Sulit menentukan penanggungjawab apabila terjadi hambatan Kemampuan para anggota kurang dapat berkembang Sarana Manajemen (Tools of Management ) Yang dimaksud dengan sarana / alat manajemen ialah alat yang diperlukan untuk menggerakan kegiatan manajemen dalam untuk mencapai tujuan tertentu. Peterson , O.F. mengemukakan defenisi mengenai teori/pendapat mengenai hal ini, sebagai berikut : Penggunaan ( the use ) sekelompok manusia, material, dan uang untuk mencapai sesuatu tujuan bersama. Yang terkenal dengan 3 M : 1) Men
20

2.5.

2) Materials 3) Money Ferry, G.R. mengemukakan teori/pendapat mengenai hali ini, sebagai berikut : sumber yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan dalam manajemen berupa unsure dasar ( basic element ) atau sarana/alat yang meliputi : manusia, bahan, mesin, metoda dan uang. Yang terkenal dengan singkatan 5 M yaitu : 1) Men 2) Materials 3) Machines 4) Methods 5) Money Kedua defenisi dan teori terdapat mempunyai kesamaan, yaitu yang dimaksud dengan materials dari defenisi Peterson, O.F. ialah meliputi materials dan machines pada teori Ferry, G.R. Sedang pengertian methods dari teori Ferry, G.R. mencakup pengertian the use pada teori Peterson , O.F. Dalam dunia perdagangan teori 3M dan 5M perlu dilengkapi dengan unsure dasar ke-6 yaitu market atau pemasaran. Pola menggunakan sarana manajemen dalam pencapaian tujuan/sasaran, dapat dibuat bagan sebagai berikut ( lihat gambar 3.7 ) atau dengan cara lain ( lihat gambar 3.8 ).

PENCIPTA MATERIAL MACHINES MODAL MONEY DISTRIBUSI MARKET Gambar 3.7 Bagan Pola Penggunaan Sarana Manajemen 2.6. Kesimpulan Dari uraian mengenai pengertian manajemen, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1) Pada dasarnya manajemen ialah alat administrasi
21

METHOD MEN

PLANNING ORGANIZING ACTUATING

S A S A R A N

2) Sebagai alat administrasi manajemen berfungsi untuk menggerakan sifat statis administrasi yaitu organisasi 3) Fungsi menggerekan organisasi dari manajemen berupa proses dinamis yang meliputi kegiatan-kegiatan palnnina, organizing, actuating, controlling, dan lainlain. 4) Proses manajemen selalu diarahkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu 5) Dalam mencapai tujuan, pelaksanaan manajemen ( manajer ) menggunakan sarana manajemen yaitu, Men, materials, Mechines, Method, dan Market ( perdagangan ). 6) Penggunaan sarana manajemen dilaksanakan seefesien mungkin berdasarkan prinsip-prinsip manajemen. C O N T R O L L I N G

MEN MATERIAL MECHINES METHODS MONEY

P L A N N I N G

O R G A N I Z I N G

A C T U A T I N G

O B Y E K T I V E S

Gambar 3.8 Bagan Pola Penggunaan Sarana Manajemen 2.7. 2.7.1. Unsur-Unsur Dasar dan Pola Umum Manajemen Umum Kelompok manusia merupakan unsure dasar terpenting dalam manajemen Berhasil atau tidaknya seorang manajer tergantung pada kemampuan menggerakan orang-orang yang dipimpinya. Kategori Kemahiran / Keterampilan a. Auren Turis : 1) Kemahiran yang bertalian dengan hubungan kerja kemanusiaan (Human Relation Skill ) Kerjasama dengan bawahan Memupuk hubungan baik dengan atasan Kerjasama dan koordinasi dengan manajer yang setingkat 2) Proseduril dan Administrasi ( Prosedural and Administration ) Pengendalian pekerjaan tata usaha Mempergunakan waktu kerja yang efektif 3) Kemampuan pribadi ( personil Skill )
22

2.7.2.

Daya ingat Pemusatan pikiran b. Rex F. Harlon : 1) Kemahiran teknis yang cukup untuk melakukan upaya dari tugas khusus yang menjadi tanggungjawabnya ( technical skill ). 2) Kemahiran yang bercorak kemanusiaan yang cukup dalam bekerja dengan sesama guna menciptakan keserasian kelompok yang efektif dan mampu menumbuhkan kerjasama di antara anggota bawahan yang dipimpinya ( Human Skill ) 3) Kemahiran menyelami keadaan yang cukup untuk menentukan hubungan dari berbagai factor yang berkaitan dan yang biasa memberikan petunjuk-petunjuk dalam mengambil langkah-langkah/tindakan, sehingga mencapai hasil yang maksimal bagi organisasi secara keseluruhan ( conceptual skill ).
CONCEPTUAL SKILL

HIGHER MANAGER

HUMAN SKILL

MIDDLE MANAGER LOWER MANAGER

TECHNICAL SKILL

Hingher Manager : manager tingkat atas Middle Manager : manager tingkat menengah Lower Manager : manager tingkat bawah Human Skill, terdapat pada semua tingkatan manajemen Technical Skill, seorang manager, relative semakin kurang urgensinya. Manajemen pada hakekatnya : pencapaian tujuan dengan melalui kegiatan orang-orang tertentu. 2.7.3. Tingkatan Manajemen Berdasarkan beban tugas, kategori yang digunakan : Keterampilan Manajemen ( Managerial Skill ) Keterampilan TEknik ( Technical Skill ) Berdasarkan kategori tersebut, tingkatan manajemen dibagi menjadi 3 tingkatan, yaitu : Top Management ( Manajemen tingkat atas ) Middle Management ( Manajemen tingkat menengah ) Lower Management ( Manajemen tingkat bawah )
23

Top Management Middle Management Lower Management

MS MS TS TS

Keterangan : Semakin tinggi kedudukan seseorang di dalam organisasi, semakin kurang memerlukan technical skill, dan semakin banyak memerlukan managerial skill. Sebaiknya semakin rendah kedudukan seseorang di dalam organisasi, semakin banyak memerlukan technical skill dan semakin kurang memerlukan mamagerial skill

2.7.4.

Hasil Penelitian Henry Ford Tingkatan keterampilan dalam bidang administrasi, manajemen dan teknis operasional.
Jabatan ( Staf ) 1) Ministry State Departement 2) General Manager 3) Plant Manager 4) Departement Head 5) Shop Manager 6) Foreman Administrative ability/skill 60% 50% 40% 35% 25% 15% 5% Managerial ability/skill 32% 40% 45% 35% 30% 25% 10% Technical ability/skill 8% 10% 15% 30% 45% 60% 85%

Tingkatan Manajemen Top Management Middle Management Supervision (Lower Management ) Pelaksana

7) Workman

Keterangan : 1) 2) 3) 4)
24

Ministry State Manager General Manager Plant Manager Departemen Head

: Menteri : Direktur

: Dirjen/Irjen : Kepala Bagian

5) 6) 7) 2.7.5. Koordinasi Dan Komunikasi


Koordinasi

Shop Manager Foreman Workman

: Kepala Seksi/Bagian : Kasudsi/Ka Urusan : Pegawai/Pekerja

Komunikasi

Dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan Koordinasi ialah hasil akhir komunikasi Usaha penyesuaian bagian-bagian yang berbeda, agar diperoleh hasil secara keseluruhan Konsep-konsep kedua, disamping kepemimpinan 1) Koordinasi Defenisi : Mooney & Reily : Koordinasi ialah proses di mana pimpinan mengembangkan pola usaha kelompok secara teratur di antara bawahanya dan menjamin kesatuan tindakan di dalam mencapai tujuan bersama. Karakteristik Koordinasi : Tanggung jawab Kesenambungan proses Pengaturan kelompok Kesatuan tindakan dan tujuan bersama 2) komunikasi Defenisi : Mc.Farland komunikasi ialah proses interaksi atau hubungan saling pengertian satu sama lain antara manusia Jugues : Komunikasi ialah suatu perpindahan informasi dari seseorang terhadap orang lain melalui isyarat, tanda-tanda/symbol dengan bahasa yang saling dapat dimengerti Jenis komunikasi : Antara pimpinan dan bawahan Antar individu dalam organisasi Cara yang dilakukan Lisan Tertulis Masing-masing cara mempunyai keuntungan dan kerugian.

25

Hubungna kerja (bentuk) komunikasi Intern dan ekstern Vertical ,horizontal dan diagonal

2.7.6.

Pengambilan Keputusan
ANALISA MASALAH KEPUTUSAN

PEMECAHAN

PIMPINAN Tiga langkah pokok dalam bidang manajemen :

Analisis masalah (penemuan) Pemecahan (proses) Pengambilan keputusan Defenisi : Mc.Farland : Keputusan ialah tindakan pemilihan di mana pimpinan menentukan suatu kesimpulan tentang apa yang harus atau tidak harus dilakukan dalam situasi tertentu Karakteristik : Proses keputusan ( penemuan ) Konsep ikatan ( relevan dan relative ) Penilaian ( evalusi ) alternative Perilaku dengan tujuan tertentu ( diadakan perbandingan ) Jenis keputusan : Keputusan kelompok Keputusan pribadi Keputusan dasar Tahap pengambilan keputusan : Penentuan diagnosa
26

Pemikiran satu atau lebih pemecahan yang baik Perbandingan konsekuensi dari alternatif Penilaian perbedaan dari sejumlah konsekuensi dan pemilihan langkah tindakan.

27

BAB IV UNSUR-UNSUR PELAKSANA PEMBANGUNAN

Di dalam pelaksanaan pekerjaan suatu bangunan yang berupa bangunan pergedungan, bangunan sipil dan bangunan instalasi terdapat orang-orang/badan yang melaksanakan pekerjaan bangunan tersebut. Yang dimaksud dengan pelaksanaan pekerjaan bangunan, yaitu mulai dari tahap perencanaan yang meliputi pengumpulan data, penelitian/penyelidikan, studi kelayakan ( fasilibity study ), perencanaan fisik ( pembuatan gambar-gambar rencana dan penyusunan peraturan serta persyaratan ) sampai dengan tahap pelaksanaan konstruksi ( actual construction ) di lapangan, dan pengawasan pekerjaan. Orang-orang/badan yang melaksanakan pekerjaan bangunan disebut unsure-unsur pelaksana pembangunan. Masing-masing unsure pelaksana pembangunan mempunyai tugas kewajiban, tanggung jawab dan wewenang sesuai dengan kedudukan serta kegiatan yang dilakukan. Dalam pelaksanaanya unsure-unsur ini saling berkaitan dan berhubungan mengikuti pola hubungan kerja yang telah ditetapkan. Agar diperoleh hasil bangunan sesuai yang direncanakan, maka koordinasi dan kerjasama yang serasi antar unsure-unsur sangat diperlukan. Koordinasi dan kerjasama didasarkan pada ketentuan-ketentuan/persyaratan, baik teknis maupun administrasi yang harus diikuti dan dipatuhi bersama. Ketentuan/persyaratan dapat berupa peraturan-peraturan yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan pembangunan itu sendiri dan juga peraturan-peraturan dari pemerintah, keputusan presiden, keputusan menteri, dan laianlain yang mengatur pelaksanaan pekerjaan suatu bangunan. 3.1. Pengertian Yang dimaksudkan dengan unsure-unsur pelaksana pembangunan, yaitu : 1) Pemberi tugas/principal ( owner, employer, client, bouwher ) 2) Perencana ( designer, architect ) 3) Kontraktor/ pemborong ( contractor, aannemer ) 3.1.1. Pemberi Tugas Pemberi tugas ialah orang/ badan yang memeberikan/ menyuruh pekerjaan bangunan dan yang membayar biaya pekerjaan bangunan. Pemeberi tugas dapat berupa perorangan, badan/instansi/lembaga baik pemerintah maupun lembaga swasta. Pada umumnya untuk bangunan-bangunan/ proyek-proyek pemerintah, pemberi tugas menerima penunjukan/ keputusan dari atasan pemberi tugas tersebut.

28

3.1.2. Konsultan Perencana Konsultan perencana ialah orang/badan yang member perencanaan lengkap dari suatu pekerjaan bangunan. Konsultan perencana dapat berupa perorangan yang berbadan hokum, atau badan hokum yang bergerak dalam bidang perencanaan pekerjaan bangunan. Yang dimaksudkan dengan badan hokum yaitu badan yang mempunyai/ memperoleh akte dari seorang notaries atau dapat juga disebut badan yang mempunyai akte notaris. 3.1.3. Kontrkator Kontraktor ialah orang/badan yang menerima dan penyelenggarkan pekerjaan bangunan menurut biaya yang telah tersedia dan melaksanakan sesuai peraturan dan syarat-syarat serta gambar-gambar rencana yang telah ditetapkan. Kontraktor dapat berupa badan/perusahaan yang bersifat perorangan yang berbadan hokum yang bergerak dalam bidang pelaksanaan pekerjaan bangunan. 3.2. Tugas dan Kewajiban Ketiga unsure pelaksana pembangunan mempunyai tugas dan kewajiban sesuai fungsi dan kegiatan masing-masing dalam pelaksanaan pekerjaan bangunan. 3.2.1. Pemberi tugas Tugas dan kewajiban pemberi tugas meliputi : a. Menyediakan/membayar sejumlah biaya yang diperlukan untuk terwujudnya pekerjaan bangunan b. Menerima pekerjaan dan apabila sudah selayaknya dan tidak keberatan menyetujui (mensahkan). Pengertian menerima dan menyetujui mengesahkan mengandung arti : (1) Suatu bukti kontraktor telah memenuhi kewajibannya (2) Resiko pindah dari kontraktor kepada pemberi tugas. Penerimaan dan persetujuan dapat dilaksanakan apabila pekerjaan bangunan telah selesai secara keseluruhan atau dapat pula dilakukan pembagian pekerjaan sesuai dengan perjanjian yang dibuat antara Pemberi Tugas dan Kontraktor. 3.2.2. Konsultan Perencana Tugas dan kewajiban Konsultan Perencana ada 2 (dua) macam yaitu : a. Sebagai konsultan perencana (designer); konsultan perencana b. Sebagai konsultan pengawas (supervisior/directie); konsultan pengawas Atau dapat pula bertugas baik sebagai konsultan perencana maupun sebagai konsultan pengawas. 1. Sebagai konsultan perencana pekerjaan/bangunan Konsultan perencana sebagai perencana pekerjaan/bangunan mempunyai tugas dan kewajiban (khusus untuk bangunan gedung); a). Lingkup pekerjaan pokok terdiri dari tahapan-tahapan sebagai berikut: Sketsa gagasan

29

Suatu sketsa dalam skala kecil berupa gagasan yang memberikan gambaran yang cukup jelas tentang pola pembagian ruangan-ruangan, bentuk bangunan dan kemungkinan pelaksanaan rencana. Sketsa-sketsa tersebut harus dilampirkan dengan suatu tulisan pendek mengenai tujuan perencanaan dan pemikiran-pemikiran yang mendasar tentang latar belakang mencakup semua segi dari proyek yang direncanakan bersama semua data dan informasi, yang berhubungan dengan proyek tersebut, yang mengantarkan konsultan perencana pada gagasan tersebut. Gambar-gambar tersebut dipakai sebagai dasar untuk mengadakan pembicaraan dengan pemberi tugas guna mendapatkan persetujuannya. Skala yang dianjurkan 1:500 atau 1:200, atau dapat skala 1:100 bilamanan perlu. Pra rancangan/pra rencana Pra rancangan terdiri dari gambar-gambar sketsa dalam skala kecil dari denah, pandangan serta penampang yang terpenting yang memperlihatkan garis besar sistim structural dari bangunan dengan atau tanpa suatu gambar situasi dan perspektif, berikut taksiran biaya yang pada umumnya dihitung berdasr meter persegi luas lantai bangunan atau meter kubik isi bangunan. Gambar-gambar tersebut harus telah dapat menjadi bagian dokumen guna permohonan memperoleh ijin mendirikan bangunan dari pemerintah setempat. Skala yang dianjurkan meliputi : 1:100, 1:200 untuk rencan tapak, 1:200/ 1:100 untuk rencana bangunan. Skala 1:50 dapat digunakan bilamana perlu. Rancangan/rencana pelaksanaan. Rancangan pelaksanaan adalah gambar-gambar urian lanjutan pra rancangan dan beberapa gambar detail pokok dengan skala yang lebih besar, diperinci sedemikian rupa sehingga atas dasar itu dapat dibuat gambar detail lengkap, garis besar uraian dan syarat-syarat pelaksanaannya serta perkiraan anggaran biaya pembangunan yang diperlukan oleh instansi-instansi yang berwenang. Untuk tugas khusus seperti panataan ruang dalam/monumen atau perabot rumah (mebel) gambar-gambar harus dibuat dengan skala yang cukup besar, sehingga merupakan rancangan yang dapat memberikan gambaran yang cukup jelas dan dapat dipakai untuk penjelasan dan hitungan biaya pelaksanaannya. Skala gambar yang dianjurkan meliputi : 1:100/1:50/1:20, dan 1:10 dapat digunakan bilamana perlu. Gambar detail lengkap Gambar detail yang menggambarkan harus jelas dan lengkap seluruh pekerjaan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan, Skala gambar yang dianjurkan meliputi : 1:50/1:20/1:10/1:5/1:2/1:1. Uraian dan syarat-syarat pekerjaan, disusun sejelas-jelasnya, dan memuat halhal sebagai berikut : (1) Uraian umum, sekurang-kurangnya memuat:
30

- Keterangan-keterangan mengenai pekerjaan - Keterangan-keterangan mengenai pemberi tugas - Keterangan-keterangan mengenai rencana - Keterangan-keterangan mengenai pengawas pembangunan - Syarat-syarat peserta pelelangan - Bentuk penawaran. (2) Syarat-syarat administrasi,sekurang-kurangnya memuat : - Jangka waktu pelaksanaan - Tanggal penyerahan pekerjaan - Syarat pembayaran - Denda keterlambatan - Besarnya jaminan pelelangan - Besarnya jaminan pelaksanaan (3) Syarat-syarat teknis,sekurang-kurangnya memuat: - Jenis uraian pekerjaan yang harus dilaksanakan - Jenis dan mutu bahan yang digunkan - Cara-cara pelaksanaan yang disyaratkan Rencana Biaya/Anggaran Biaya Rencana biaya ialah perhitungan banyaknya biaya perkiraan anggaran yang diperlukan untuk bahan dan upah serta biaya-biaya lain berhubungan dengan pelaksanaan, yang dihitung secara terperinci yang menunjukkan bagian-bagian dari pekerjaan dalam satuan-satuan yang sesuai. Pelelangan Pelelangan meliputi pekerjaan-pekerjaan seperti : penyiapan seluruh gambar-gambar, uraian dan syarat-syarat pekerjaan serta lampiran, mengundang peminat-peminat, menerima penawaran-penawaran, memberikan nasihat kepada pemberi tugas mengenai pemilihan pemborong yang diserahi pekerjaan dan bila dianggap perlu menyusun dan mempersiapkan kontrak pelaksanaan. Pengawasan berkala Pengawasan berkala berarti mewakili pemberi tugas dalam pengawasan secara umum hal-hal yang menyangkut pelaksanaan sebagai berikut : (1) Memberi bimbingan dan mengadakan pengawasan umum dalam pelaksanaan pekerjaan, tetapi bukan seperti pimpinan harian (2) Turut menyetujui pembayaran angsuran biaya pelaksanaan (3)

31

32

33